Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Pemanfaatan Benih Bermutu Sebagai Upaya Menuju Ketahanan Pangan Ni Wayan Sri Suliartini; Wayan Wangiyana; I Gusti Putu Muiarta; I Wayan Sudika; Novita Hidayatun Nufus; Ridhon Khudairi
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i2.161

Abstract

Dalam rangka mempertahankan Lombok Barat sebagai lumbung pangan Nusa Tenggara Barat khususnya dan ikut serta dalam mempertahankan ketahanan pangan secara nasional maka perlu kiranya memperdayakan kelompok-kelompok tani yang ada dipedesaan sebagai pelaksana dalam penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) khusus dengan penggunaan benih bermutu dan varietas unggul. Permasalahan yang dijumpai dalam pada kelompok tani di desa Kebun Ayu kecamatan Gerung Lombok Barat belum memahami serta mengunakan secara menyeluruh terkait dengan benih bermutu dan penggunaan varietas unggul baru. Dari hasil kegiatan ini target khusus yang yang akan dihasilkan peningkatan pengetahuan, pemahaman dalam penerapan penggunaan benih bermutu serta varietas unggul baru. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah metode ceramah, diskusi dan demontrasi benih. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi pemanfaatan benih varietas unggul dan bermutu sebagai upaya menuju ketahan pangan, dan demonstrasi jenis-jenis benih varietas unggul padi, jagung dan tanaman kacang-kacangan. Evaluasi untuk mengukur keberhasilan kegiatan ini dilakukan melalui respon peserta pada saat penyampai teori/diklat, dan hasil pretest dan posttest peserta sebelum dan setelah kegiatan. Pelaksaaan kegiatan adalah bulan Februari 2024. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok tani pangan yang yang berada di desa Kebun Ayu Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta penyuluhan tentang peran Peran Benih Bermutu dan Varietas Unggul dalam Meningkatkan Produksi untuk Mempertahankan Ketahanan Pangan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta anggota kelompok tani yang mengikuti penyuluhan, antusias peserta selama mengikuti kegiatan dan peningkatan nilai dari pretest ke post test.
DESIMINASI TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI FUNGSIONAL BERAS MERAH DAN HITAM PADA KELOMPOK TANI KELAPA GADING DESA KEBUN AYU KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT Aryana, I Gusti Putu Muliarta; Sudika, I Wayan; Sudhramawan, Anak Agung Ketut; Suliartini, Ni wayan Sri; Wideratih, Anggun Angling; Sudhanta, I Made
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2312

Abstract

Dalam rangka mempertahankan Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu lumbung beras nasional dan ikut serta dalam mempertahankan swasembada beras secara nasional maka perlu kira memperkenalkan teknologi budidaya dan varietas unggul padi beras merah dan beras hitam serta memperdayakan kelompok-kelompok tani yang ada dipedesaan sebagai pelaksana teknologi budididaya yang benar dan terpadu.Permasalahan yang dijumpai pada kelompok tani Kelapa Gading di desa Kebun Ayu kecamatan Gerung kabupaten Lombok Barat adalah belum mengenal tentang padi beras Merah dan beras hitam baik tentang manfaat maupun teknologi budidaya. Dari hasil kegiatan ini target khusus yang akan dihasilkan peningkatan pengetahuan, pemahaman tentang padi beras merah dan hitam; pemanfaatnya sebagai padi fungsional, serta keterampilan dalam penerapan teknologi budidaya melalui sistim tanam jajar Legowo 4:1 dengan menggunakan umur bibit muda 18 hari. sehingga di hasilkan petingkatan produksi padi beras merah sebesar 10-15 %.. Metode yang digunakan pada program ini adalah metode pelatihanan yang dilanjutkan dengan kerja praktik di lapang dan kaji tindak partisifatif aktif (partisipatori action research) di lapang secara aktif sejak persiapan hingga evaluasi melibatkan mahasiswa KKN. Kegiatan ini di laksanakan mulai Januari – April 2024. Tahapan kegiatan meliputi diberikan diklat selama 1 hari dan praktik laboratorium lapang (Demplot) tentang tanam jajar legowo 4:1, penggunaan umur bibit optimum pada luasan lahan 15 are. Pemberian materi dilakukan oleh tim penyuluh serta mitra dari Saprotan utama tekait dengan penggungunaan pupuk dan pestisida. Evaluasi untuk mengukur keberhasilan kegiatan ini dilakukan melalui respon peserta pada saat penyampai teori/diklat, respon peserta pada saat pelaksanaan praktek lapang. Pengamatan pada petak laboratorium lapang. Hasil kegiatan menunjukkan, bahwa Anggota kelompok tani Kelapa Gading desa Kebun Ayu Gerung Lombok Barat melalui kegiatan penyuluhan telah paham tentang deskripsi padi beras hitam dan merah, paham akan kandungan dan manfaatnya beras hitam maupun merah bagi kesehatan, serta paham akan teknologi budidaya baik pada padi beras hitam maupun merah dengan pola Jajar Legowo 4:1.Melalui kegiatan demplot dan pendampingan para petani mampu mempraktikan budidaya padi beras hitam dan merah mulai perendaman benih, pembibitan, penanaman hingga panen.
Parameter Genetik dan Potensi Hasil Beberapa Galur Mutan Padi Sawah Beras Hitam Ni Wayan Sri Suliartini; I Wayan Sudika; I Gusti Putu Muliarta Aryana; Masintan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil dan tingkat homogenitas dalam galur pada beberapa mutan padi sawah beras hitam. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di lapangan, berlokasi di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat mulai bulan April sampai dengan bulan Desember 2024. Penelitian menggunakan tujuh genotipe padi, terdiri dari lima galur mutan padi beras hitam generasi kelima serta dua pembanding, yaitu galur G10 (galur asal dari galur yang dimutasi) dan varietas unggul Inpari-32. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan, sehingga terdapat 28 unit percobaan. Data hasil pengamatan setiap karakter dianalisis keragaman genetik dalam galur menggunakan analisis statistik sederhana dan analisis keragaman (ANOVA) pada taraf nyata 5%, yang dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keragaman genetik dalam galur yang berbeda pada karakter daya hasil. Galur G2, G3, dan G5 menunjukkan tingkat homogenitas yang lebih tinggi dibandingkan galur G1 dan G4. Seluruh galur mutan memiliki daya hasil yang sama dengan varietas Inpari-32; sedangkan galur G10 menunjukkan daya hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan mutan G10.
Parameter Genetik dan Potensi Hasil Beberapa Galur Mutan Padi Sawah Beras Hitam Ni Wayan Sri Suliartini; I Wayan Sudika; I Gusti Putu Muliarta Aryana; Masintan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil dan tingkat homogenitas dalam galur pada beberapa mutan padi sawah beras hitam. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di lapangan, berlokasi di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat mulai bulan April sampai dengan bulan Desember 2024. Penelitian menggunakan tujuh genotipe padi, terdiri dari lima galur mutan padi beras hitam generasi kelima serta dua pembanding, yaitu galur G10 (galur asal dari galur yang dimutasi) dan varietas unggul Inpari-32. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan, sehingga terdapat 28 unit percobaan. Data hasil pengamatan setiap karakter dianalisis keragaman genetik dalam galur menggunakan analisis statistik sederhana dan analisis keragaman (ANOVA) pada taraf nyata 5%, yang dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keragaman genetik dalam galur yang berbeda pada karakter daya hasil. Galur G2, G3, dan G5 menunjukkan tingkat homogenitas yang lebih tinggi dibandingkan galur G1 dan G4. Seluruh galur mutan memiliki daya hasil yang sama dengan varietas Inpari-32; sedangkan galur G10 menunjukkan daya hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan mutan G10.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI NGIRING DATU I MELALUI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU PADI BERPIGEMEN BERAS MERAH UNTUK PEMENUHAN PANGAN SEHAT Aryana, I Gusti Putu Muliarta; Sudika, I Wayan; Sudhramawan, Anak Agung Ketut; Suliartini, Ni Wayan Sri; Haeruman, Haeruman
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.3087

Abstract

In order to maintain West Nusa Tenggara as one of the national food barns and participate in maintaining rice self-sufficiency and knowing healthy food, it is necessary to introduce new innovations in the correct Integrated Crop Management technology through training and demonstration plots of red rice pigmented rice. The problem encountered in the Ngiring Datu I farmer group in Pringgejurang Utara Village, Montong Gading District, East Lombok is that they have not yet implemented the Integrated Crop Management and healthy red rice food comprehensively. The purpose of this activity is to increase the understanding, attitudes and skills of partner group members related to the implementation of Integrated Crop Management, especially in the use of new superior varieties of red rice pigmented rice Inapago Unram 1, the use of quality seeds and plant population management through 4:1 legowo planting, and it is hoped that there will be an increase in knowledge about the benefits of red rice for health. The method used in this program is a training method followed by practical work in the field and participatory action research in the field from preparation to evaluation by involving students of the Community Service Program (KKN). The activity stages include 1 day of training and field laboratory practice (Demplot) of planting rice with red rice pigment of superior variety Inpago Unram I using quality seeds through a 4:1 legowo row planting system, 18 days old seedlings on an irrigated rice field area of ​​10 are for 3.5 months starting from January - April 2025. Evaluation to measure the success of this activity is carried out through participant responses during the delivery of theory/training, participant responses during the implementation of field practice, mentoring and observations in the field laboratory plot. The results of the activity show that the extension participants consisting of village heads, heads of farmer groups or their representatives, youth leaders of Pringgejurang Utara village, Montong Gading sub-district, East Lombok Regency, have understood the description of the superior variety of red rice pigmented rice Inpago Unram 1, its content and benefits for health, and understand the Cultivation Technology of red rice pigmented rice Inpago Unram 1 through Integrated Crop Management, especially using 18-day seedling age and with the Jajar Legowo 4:1 planting pattern. Through the Integrated Crop Management Demonstration activity of red rice pigmented rice Inpago Unram 1 in the "Ngiring Datu I" Farmer Group, skills in cultivating superior rice varieties Inpago Unram1 have been improved using 18-day seedling age, as well as the Jajar Legewo 4:1 planting pattern with a harvest of 5.5 tons/ha of dry milled grain.
Penyuluhan dan Pelatihan Peningkatan Kualitas Pupuk Organik Melalui Perbanyakan dan Aplikasi Agen Hayati Trichoderma sp. di Desa Sajang Sembalun Ni Wayan Sri Suliartini; M. Azhar Mustafid; Kurniawan Yuniarto
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i2.210

Abstract

Penyuluhan dan pelatihan peningkatan kualitas pupuk organik melalui perbanyakan dan aplikasi agen hayati Trichoderma sp di Desa Sajang merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang pupuk kompos hayati. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan metode penyuluhan, diskusi interaktif, dan diikuti dengan pelatihan perbanyakan dan aplikasi Trichoderma pada pupuk organik yang melibatkan partisipasi aktif peserta pelatihan. Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan Trichoderma sp sebagai agen hayati, teknik perbanyakan pada media beras, cara penyimpanan, serta langkah-langkah aplikasinya pada pupuk organik. Narasumber merupakan praktisi yang bergerak di bidang pengadaan pupuk kompos hayati dengan penambahan Trichoderma, serta merupakan anggota kelompok tani milenial. Kegiatan didampingi secara langsung oleh tim pengabdian Universitas Mataram. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan hasil pre test dan post test dari 25% menjadi 67% memahami materi yang diberikan. Peningkatan pemahaman peserta juga tampak pada antusiasme peserta selama kegiatan dan benyaknya pertanyaan yang diajukan selasa sesi diskusi. Keterampilan peserta meningkat melalui partisipasi aktif peserta pelatihan dalam perbanyakan dan aplikasi Trichoderma pada pupuk kompos
Pemberdayaan Petani Kopi Sajang Melalui Edukasi Pembuatan Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Hama Kopi Pada Perkebunan Koperasi Bumi Tani Lestari Indonesia Suliartini, Ni Wayan Sri; Egi Maulana Firdaus; Zurriatun Toyyibah; Micko Aliansyah; Andika Dhanan Jaya; Ayu Ainurrahmah; Musthofa Salafy; Nadia Dwi Septianti; Dini Sartika; Nabila Azkiya Rosyida Wijayanti; Alisa Daswita Wulandari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.13087

Abstract

Desa Sajang di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur dikenal sebagai sentra penghasil kopi, namun tanaman kopi petani sering menghadapi serangan hama yang serius. Penggunaan pestisida sintetis dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan, termasuk kontaminasi tanah dan air. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan di atas adalah penggunaan pestisida nabati (pesnab) yang terbuat dari bahan-bahan yang ada di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penegtahuan dan keterampilan petani kopi melalui edukasi pembuatan pestisida nabati yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dengan penyuluhan dan demontrasi dengan melibatkan anggota Koperasi Bumi Tani Lestari Indonesia. Narasumber kegiatan adalah fasilitator pertanian organik. Peserta kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang diberikan. Hal ini dapat dilihat dari keseriusan peserta mendengarkan materi yang diberikan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peserta selama kegiatan diskusi. Berdasarkan hasil pre test dan post test, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan petani tentang pestisida nabati sebesar 40% setelah mengikuti sesi penyuluhan dan praktik pembuatan pestisida nabati. Selain itu, petani menunjukkan minat yang tinggi untuk menerapkan teknik ini dalam praktik pertanian mereka, terlihat dari keterlibatan peserta dalam pembuatan pestisida nabati bersama narasumber. Peningkatan keterampilan dapat dilihat dari keterlibatan peserta dalam pembuatan pestisida nabati yang didemonstrasikan oleh narasumber. Peserta juga mulai memahami pentingnya beralih ke bahan alami yang lebih aman dan berkelanjutan dalam pengendalian hama. Melalui kegiatan ini, para petani diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia dan menerapkan praktik pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Hubungan Kekerabatan Mutan Ke-4 Padi Beras Merah (Inpago Unram 1) dan Padi Beras Hitam (Baas Selem) Berdasarkan Karakter Morfologi: Relationship of The 4Th Mutants of Red Rice (Inpago Unram 1) and Black Rice (Baas Selem) Based on Morphological Characters Khairina, Khairina; Ni Wayan Sri Suliartini; A. A. Ketut Sudharmawan
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4197

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan mutan ke-4 padi beras merah (Inpago Unram 1) dan padi beras hitam (Baas Selem) berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret 2023 hingga November 2023 yang bertempat di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB. Penelitian disusun mengguanakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 20 perlakuan (10 perlakuan mutan padi Inpago Unram 1 dan 10 perlakuan mutan padi Baas Selem) dan memiliki 3 ulangan sehingga terdapat 30 unit petak percobaan. Variabel penelitian terdiri dari karakter tinggi tanaman (cm), jumlah anakan produktif (anakan), jumlah anakan total (anakan), panjang malai (cm), jumlah gabah berisi per malai (butir), jumlah gabah hampa per malai (butir), berat 100 butir (g) dan berat gabah per rumpun (g). Nilai rerata setiap variabel yang diamati, dihitung dan dianalisis menggunakan analisis Cluster Dendrogram berdasarkan jarak Euclidean dengan menggunakan aplikasi SPSS, kemudian diuji lanjut menggunakan perhitungan persentase similaritas, korelasi, analisis keragaman Anova dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kekerabatan pada mutan ke-4 padi beras merah (Inpago Unram 1) dan padi beras hitam (Baas Selem) berdasarkan karakter morfologi yang tergolong jauh dengan persentase kemiripan 6,2%-6,4%. This research aims to determine the relationship between the 4 mutants of red rice (Inpago Unram 1) and black rice (Baas Selem) based on morphological characters. This research was carried out from March 2023 to November 2023 at Saribaye village, Lingsar subdistrict, West Lombok district, NTB province. The research was structured using a Randomized Block Design pattern consisting of 20 treatments (10 treatments of the Inpago Unram 1 rice mutant and 10 treatments of the Baas Selem rice mutant) and had 3 replications so that there were 30 experimental plot units. The research variables consisted of plant height (cm), number of productive tillers (tillers), total number of tillers (tillers), panicle length (cm), number of filled grains per panicle (grain), number of empty grains per panicle (grain), weight 100 grains (g) and weight of grain per hill (g). The mean value of each observed variable was calculated and analyzed using Cluster Dendrogram analysis based on Euclidean distance using the SPSS application, then tested further using similarity percentage calculations, correlation, Anova diversity analysis and the DMRT further test at the 5% level. The results of the research show that there is a relationship between the 4th mutant of red rice (Inpago Unram 1) and black rice (Baas Selem) based on morphological characters which are relatively distant with a similarity percentage of 6.2% -6.4%.
Identifikasi Perbedaan Karakteristik Mutan (M3) Padi Inpago Unram 1 dan Mutan (M3) Padi Baas Selem Suliartini, Ni Wayan Sri; Alfionita, Usi; Ujianto, Lestari; Aryana, I Gusti Putu Muliarta; Sudharmawan, Anak Agung Ketut
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v10i1.495

Abstract

This research aims to determine the comparison of the characteristics of the mutant (M3) of Inpago Unram 1 rice with the mutant (M3) of Baas Selem rice and the comparison of the characteristics of the mutant line (M3) with its parents.  The research was carried out from March to November 2022 in Saribaye Village, Lingsar District, West Lombok.  The method used is an experimental method in the field.  The experiment was carried out using a Randomized Block Design (RAK) with 8 genotypes and repeated 3 times.  Blocks were planted as many as 20 plants and then 4 sample plants were taken.  The data were analyzed using a significance level of 5%, then further tested using an orthogonal contrast test of 5% significance level.  The results of the research showed significant differences in the characteristics of the number of productive tillers, total number of tillers, panicle length, number of filled grains per panicle, weight of 100 grains and weight of filled grains per hill, then further tests showed 6 significantly different characters in the comparison of G1, G2, G3,  G4 >< G5, G6, G7, G8 (Inpago Unram 1 lines compared to Baas Selem lines).  In the comparison of G1 >< G2, G3, G4 (Inpago Unram 1 parent compared with its lines) showed significantly different results regarding the panicle length character.  The comparison of G5 >< G6, G7, G8 (Baas Selem parents compared with their lines) showed significantly different results regarding the character of the number of productive offspring and the total number of offspring.
Karakter Kuantitatif dan Hubungan Kekerabatan Genotipe Padi (Oryza sativa L.) Beras Merah dan Beras Hitam yang Ditanam secara Gogo A'yun, Amilia Qurota; Aryana, I Gusti Putu Muliarta; Sudika, I Wayan; Suliartini, Ni Wayan Sri; Fauzi, M. Taufik
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v10i2.651

Abstract

This study aims to determine the appearance of quantitative characters and kinship relationships of the genotype of red rice and black rice grown in gogo. The research was conducted in February – May 2024 on a medium plain land with an altitude of 370 meters above sea level, in Tampak Siring Village, Central Lombok, NTB. The materials used were 21 rice genotypes consisting of 11 red rice strains, 4 black rice strains, 2 red rice elders, 2 black rice elders and 2 comparison varieties (Inpago Unram I and IR64). The analysis used is the Analysis of Variance (ANOVA) of the Group Random Design (GRD) model with a real level of 5%, if there are real different characters, then the Duncan Multiple Range Test (DMRT) will be continued at a real level of 5%. Cluster analysis was carried out based on the average value of quantitative characters using the euclidean distance method using the R-Studio program. The results of the study showed that between strains all characters had different appearances except for the number of non-productive saplings. G-2 strain; G-6; and G-18 had the same results as Inpago Unram I. Kinship analysis conducted based on the average value of quantitative characters obtained four clusters, namely cluster I G-21, G-9, G-20, G-11, G-17; cluster II G-19, G-2, G-18, G-6, G-7; cluster III G-1, G-5, G-8, G10, G-3, G-4, G-16; and cluster IV G-12, G-15, G-13, G-14.
Co-Authors A'yun, Amilia Qurota A. A. Ketut Sudharmawan A. Farid .Hemon A.A. Ketut Sudharmawan AA Sudharmawan, AA AAK Sudhramawan Ahmad Natsir Ariffikri Ahmad Zubaidi Akhsanul Amru Al Fikri Aulia Rosmana Alfan Azizurohman Alfionita, Usi Alhadawiah, Sabila Ali, Kesan Oktavian Alisa Daswita Wulandari Alvin, Zen Ambarwati, Zaskia Putri Anak Agung Ketut Sudhramawan Andika Dhanan Jaya Anjar Pranggawan Azhari Anugrawati, Dwi Ratna AP, Julizar Auladia Arafah, Putri Nurul Ardini, Auliza Nesty Putri Aryana, I Gusti Putu Muiarta Asniah Asniah Aulia, Jumratul Ayu Ainurrahmah Azharuddin, Lalu Muhammad Baiq Martina Safitri Buludin, Buludin Chandraningsih, Ria Ayu Dea Puspamiya Rahayu Dhafin Fadhlul Aidin Dini Sartika DIRVAMENA BOER, DIRVAMENA Dlia’u Filzati Halumah Dwi Ratna Anugrahwati Dwi Ratna Anugrawati Dwi Ratna Anugrawati Dwi Sulistyowati Dwi Susilawati Egi Maulana Firdaus Elfan Hidayat Elfan Hidayat Elvianah Elvianah Elvianah Erwin Fakhira, Nirma Laila Gina Tasya Rizka Hafizah Gusti R. Sadimantara Haeruman Haeruman Halimatussakdiah I Gede Esha Adyana Nando I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muiarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit, I Ketut I Nyoman Sri Anggreni Laraswaty I Wayan Sudika I Wayan Sudika I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna Intan Komalasari Irham Nil Ardi Irham Nil Ardi Irmayani Irmayanti Irmayanti Irmayanti Ismayanti, Jumratul Isnaini Isnaini Isnaini Istimrah Ratur Rahmah Izzul Islami Khairina Khairina Khairina, Khairina Kisman Kurniawan Yuniarto La Ode Safuan Lestari Ujianto, Lestari Lestari, Dian Fathita Dwi Luluk Qolbuana Lutfatul Khaifa M. Azhar Mustafid M. Oktarachman R M. Taufik Fauzi, M. Taufik Made Aditya Budastra Maisopa, Ira Masintan Micko Aliansyah Mita Sapitri Muh Alfian Sangaji Muhammad Rafly Firdaus MUHAMMAD TAUFIK Muhammad Zaki Alhannani Musthofa Salafy Nabila Azkiya Rosyida Wijayanti Nadia Dwi Septianti Nafiatun, Failman Nangurman, Royanissa Julia Rahmadewi Ni Putu Karina Aprilia Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Noval, Ahmad Novita Hidayatun Nufus Nur Muhammad Fadhullah Nur Muhammad Fadhullah Nurul Zulqaidah Nurul Zulqaidah Popi Ulandari Putra, Muhammad Rizky Anugrah Putri, Dwi Noorma Rachman, Gina Juniarti Rahil, Arya Wardana Rahman, M. Tata Aulia Raihanun, Siti Rama Rizki Ramadhan, Devi Aulia Ridhon Khudairi Riza Sofia Riza Sofia Rizki, Rama Sari, Firda Widya Saskia, Tia Savitri, Diana Ayu Sekar Sari Bintang Solehah Sintanu, Muh. Andi Wirya Sophia Maharani Meika Azalia Sophia Maharani Meika Azalia Sudhanta, I Made Sudharmawan, A.A. Ketut Sudharmawan, A.A.K. Sudharmawan, Anak Agung Ketut Sudhramawan, Anak Agung Ketut Sukartono Sumarjan Suprayanti Martia Dewi Syahadatina, Rifkah Hashifah Syam Abi Rama Maolana Syam Abi Rama Maolana Syavira Marwa Teguh Wijayanto Titin Sri Farida Hartati Titin Sri Farida Hartati ULUL AZMI Utama, Dio Alif Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Uzunu Ihwanul Aini Wa Ode Nuraida*2) Wawan Setiawan Wayan Sudika Wayan Wangiyana Wideratih, Anggun Angling Yakop, Uyek Malik Yani, Irmayani Yulia Kartika Yulia Kartika Zamroni Alpian Muhtarom Zumratul Jamila Zurriatun Toyyibah