Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AL KAUNIYAH

Multiplikasi Tunas Tembakau Secara In Vitro Menggunakan Benzyl Amino Purine Dan Furfuryl Amino Purine Melalui Metode Thin Cell Layer Khozin, Mohammad Nur; Mona, Muhammad Dima Say; Dewanti, Parawita; Putri, Widya Kristyanti; Soeparjono, Sigit; Restanto, Didik Pudji
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.40649

Abstract

Tembakau sebagai bahan baku pembuatan rokok mempunyai nilai ekonomi dan ekspor yang tinggi, namun permasalahan perbanyakan secara konvensional sering menghasilkan keturunan yang heterogen dan beberapa komoditas introduksi seringkali mengalami pertumbuhan yang tidak normal pada fase pembibitan sehingga pemenuhan kebutuhan bahan tanam yang seragam sering menjadi kendala. Kultur in vitro dapat menjadi alternatif dalam perbanyakan bahan tanam yang relatif seragam dan tahan terhadap perubahan lingkungan. Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) utamanya golongan sitokinin seperti benzyl amino purine (BAP) dan kinetin sangat mendukung pada multiplikasi tunas tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi BAP dan kinetin yang optimal pada multiplikasi tunas tembakau. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan faktor BAP (0, 2, 3, dan 4 ppm) dan faktor kinetin (0, 3, dan 4 ppm). Hasil penelitian menunjukkan interaksi BAP dan kinetin berpengaruh sangat nyata terhadap kedinian eksplan bertunas, jumlah tunas, dan daun dengan perlakuan terbaik. Konsentrasi BAP 3 ppm + kinetin 4 ppm yang menginduksi tunas pada 8,3 HST; jumlah tunas 81,3; dan jumlah daun 142,3 helai. Penggunaan BAP berpengaruh nyata terhadap kedinian eksplan berkalus dengan perlakuan terbaik pada konsentrasi 3 ppm BAP yang menginduksi kalus pada 10,78 HST. Kinetin berpengaruh sangat nyata terhadap kedinian eksplan bertunas dengan perlakuan terbaik P2M2 yaitu 4 ppm, yang menginduksi tunas pada 8,3 HST. Kesimpulannya perlakuan BAP 3 ppm + 4 ppm kinetin merupakan perlakuan terbaik.
Multiplikasi Tunas Tembakau Secara In Vitro Menggunakan Benzyl Amino Purine Dan Furfuryl Amino Purine Melalui Metode Thin Cell Layer Khozin, Mohammad Nur; Mona, Muhammad Dima Say; Dewanti, Parawita; Putri, Widya Kristyanti; Soeparjono, Sigit; Restanto, Didik Pudji
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 18 No. 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.40649

Abstract

Tembakau sebagai bahan baku pembuatan rokok mempunyai nilai ekonomi dan ekspor yang tinggi, namun permasalahan perbanyakan secara konvensional sering menghasilkan keturunan yang heterogen dan beberapa komoditas introduksi seringkali mengalami pertumbuhan yang tidak normal pada fase pembibitan sehingga pemenuhan kebutuhan bahan tanam yang seragam sering menjadi kendala. Kultur in vitro dapat menjadi alternatif dalam perbanyakan bahan tanam yang relatif seragam dan tahan terhadap perubahan lingkungan. Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) utamanya golongan sitokinin seperti benzyl amino purine (BAP) dan kinetin sangat mendukung pada multiplikasi tunas tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi BAP dan kinetin yang optimal pada multiplikasi tunas tembakau. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan faktor BAP (0, 2, 3, dan 4 ppm) dan faktor kinetin (0, 3, dan 4 ppm). Hasil penelitian menunjukkan interaksi BAP dan kinetin berpengaruh sangat nyata terhadap kedinian eksplan bertunas, jumlah tunas, dan daun dengan perlakuan terbaik. Konsentrasi BAP 3 ppm + kinetin 4 ppm yang menginduksi tunas pada 8,3 HST; jumlah tunas 81,3; dan jumlah daun 142,3 helai. Penggunaan BAP berpengaruh nyata terhadap kedinian eksplan berkalus dengan perlakuan terbaik pada konsentrasi 3 ppm BAP yang menginduksi kalus pada 10,78 HST. Kinetin berpengaruh sangat nyata terhadap kedinian eksplan bertunas dengan perlakuan terbaik P2M2 yaitu 4 ppm, yang menginduksi tunas pada 8,3 HST. Kesimpulannya perlakuan BAP 3 ppm + 4 ppm kinetin merupakan perlakuan terbaik.
Co-Authors . Usmadi Agustin, Vira Audita Ahmad Iqbal Rananda Ahnaf, Yusuf Dary Aji, Seto Purnomo Alfarisy, Fariz Kustiawan Alfarizi, Zulfikar Ahmad Aultavia, Reza Novita Azmi, Hilmi Tsabiatul Azzahro, Firyal Nurul Haifa Bakhroini Habriantono Bintaro, Jatmiko Hardi Bintoro, Jatmiko Hardi Budha, Al Sura Tri Budi Kriswanto Budi Kriswanto, Budi Chalen Vito Nanda Didik , Pudji Restanto Didik Pudji Restanto Didik Pudji Restanto Dimas Ganda Permana Putra Distiana Wulanjari Dwi Erwin Kusbianto Gusna Merina, Gusna Habibie, Muhammad Habriantono, Bakhroini Handayani, Etty Hanifah, Fairuz Luthfi Hasbi Mubarak Suud Hidayatullah, Raihan Iqbal Felayati Iqbal Felayati Iryono Laily Ilman Widuri, Laily Ilman Listya Purnamasari Mochammad Wildan Jadmiko Mohammad Candra Prayoga Mona, Muhammad Dima Say Muhammad Dima Say Mona Munandar, Denna Eriani Nada Nur Rizkiyah Nadiya, Nisma Riyadh Niagra, Risnanda Deva Martha Pamungkas, Wahyu Eka Parawita Dewanti Parawita Dewanti Parawita Dewanti Prayoga, Mohammad Candra Putri, Widya Kristyanti Rachmi Masnilah Raihan Hidayatullah Ramadhani, Farchan Mushaf Al Ratnasari, Tri Restanto, Didik Pudji Rusdiana, Riza Yuli Safira, Arlinda Safitri, Berliana Desta Sandy Al Firdauzi Setiawan, Moh Rizqi Sholeh Avivi Sigit Soeparjono Slameto Slameto Slameto Soeharto Suandana, Febery Hery Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti Suharto Suharto Sundahri, Sundahri Suud, Hasbi Mubarak Thohirin, Ahmad Nazmi Tri Agus Siswoyo Vega Kartika Sari Vito Nanda, Chalen Wagiyana Wagiyana Wagiyana, Wagiyana Wahyu Indra Duwi Fanata Wahyu Indra Duwi Fanata Widya Kristiyanti Putri Wirayudo, Haykal FIkram Wulanjari, Distiana Zahro, Fauziatuz