Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS PERBEDAAN IMPLEMENTASI PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) TERHADAP PENGEMBANGAN KETERAMPILAN ABAD 21 Rais, Muh; Purnamawati; Syahrul
Jurnal Riset Guru Indonesia Vol 4 No 3 (2025): JRGI:Agustus-November
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62388/jrgi.v4i3.583

Abstract

Abstract. Significant changes in the world of work and rapid technological advances require vocational graduates to master 21st-century skills such as critical thinking, communication, collaboration, and creativity. The Independent Learning and Independent Campus (MBKM) program is a transformative innovation implemented across all vocational higher education institutions in Indonesia. This study aims to comprehensively analyze the differences in MBKM implementation in developing 21st-century skills across three strategic vocational disciplines: technology, health, and economics. The study method used was a systematic literature review of 30 recent journals and academic documents to examine the dynamics, strategies, challenges, and unique achievements of each field. The results show fundamental differences in the implementation of MBKM in each vocational study program based on curriculum characteristics, industry partnerships, and institutional responses to the unique needs of the Industrial Revolution 4.0 era. Contextual recommendations are proposed to optimize the acceleration of 21st-century competencies in vocational education in Indonesia. Keywords: MBKM; Vocational Education; 21st Century Skills; Industrial Revolution 4.0
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KETERAMPILAN ABAD KE-21 TERHADAP PENINGKATAN SIGNIFIKAN KREATIVITAS DAN INOVASI SISWA SMK: TINJAUAN SISTEMATIS DAN SINTESIS METODOLOGI CAMPURAN Wahyuni, Wahidah; Purnamawati; Syahrul
Jurnal Riset Guru Indonesia Vol 4 No 3 (2025): JRGI:Agustus-November
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62388/jrgi.v4i3.584

Abstract

Pendidikan kejuruan (Vocational Education and Training/VET), khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dituntut untuk beradaptasi secara fundamental terhadap tuntutan Industri 4.0 dengan melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi di luar keahlian teknis, terutama Kreativitas dan Inovasi. Penelitian ini menyajikan Tinjauan Sistematis dan Sintesis Metodologi Campuran (Mixed-Methods Systematic Review/MMSR) terhadap 38 studi internasional bereputasi, yang bertujuan untuk menganalisis (1) seberapa signifikan pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Keterampilan Abad Ke-21 (21CSLM) terhadap Kreativitas siswa (RQ1), (2) seberapa signifikan pengaruhnya terhadap Inovasi siswa (RQ2), dan (3) bagaimana persepsi siswa dan guru terhadap efektivitas dan tantangan penerapannya (RQ3).Hasil Meta-Analisis (untuk RQ1 dan RQ2) menunjukkan pengaruh 21CSLM, khususnya Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL), yang sangat besar dan signifikan terhadap kedua variabel hasil. Effect Size (Hedges’ ) gabungan untuk Kreativitas mencapai 1.15 dan untuk Inovasi mencapai 0.85, yang mengindikasikan bahwa intervensi ini bersifat transformasional. Analisis moderator lebih lanjut menegaskan bahwa efektivitas ini sangat menonjol dalam konteks Asia Tenggara dan pada subjek Teknik/Teknologi. Sementara itu, Sintesis Tematik (untuk RQ3) mengungkapkan bahwa meskipun terdapat persepsi positif dari siswa dan guru mengenai pengembangan keterampilan 4C, implementasinya dibayangi oleh tantangan sistemik. Hambatan utama adalah kesenjangan kompetensi guru yang tidak memiliki pengalaman industri yang memadai, yang menghasilkan proyek pembelajaran yang kurang autentik, dan masalah ketidakselarasan asesmen (misalignment) akibat ketiadaan rubrik yang divalidasi untuk mengukur Kreativitas dan Inovasi yang kompleks.Secara keseluruhan, 21CSLM terbukti sebagai kerangka pedagogis yang sangat efektif untuk VET. Namun, potensi penuh model ini hanya dapat direalisasikan melalui reformasi kebijakan yang berfokus pada pengembangan profesional guru VET, khususnya adopsi kerangka Technology, Andragogy, and Work Content Knowledge (TAWOCK), serta pengembangan sistem asesmen berbasis kompetensi yang valid untuk mengukur hasil non-teknis.
EFEKTIFITAS PENERAPAN PEMBELAJARAN DARING DAN MODEL BLENDED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA PADA PEMBELAJARAN ABAD 21 Syarif, Irwan; Purnamawati; Syahrul
Jurnal Riset Guru Indonesia Vol 4 No 3 (2025): JRGI:Agustus-November
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62388/jrgi.v4i3.585

Abstract

Efektivitas penerapan pembelajaran daring dan model blended learning dalam meningkatkan kompetensi siswa abad 21, mencakup keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta literasi digital. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah hasil-hasil penelitian nasional terbitan lima tahun terakhir. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi temuan-temuan empiris terkait efektivitas masing-masing model pembelajaran serta faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran daring mampu meningkatkan kemandirian belajar, literasi digital, dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui fleksibilitas waktu belajar dan akses yang luas terhadap sumber belajar digital. Namun, kendala seperti keterbatasan jaringan internet, kesiapan teknologi, dan rendahnya kemampuan digital siswa masih menjadi faktor penghambat. Sementara itu, model blended learning terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan motivasi belajar, karena memadukan interaksi tatap muka dengan keunggulan pembelajaran berbasis teknologi. Integrasi kedua model ini memberikan dampak paling optimal, karena mampu mengatasi kelemahan masing-masing pendekatan sekaligus mendukung pengembangan kompetensi abad 21 secara lebih menyeluruh.
PENERAPAN COLLABORATIVE LEARNING DAN INTEGRASI TEKNOLOGI AI UNTUK MENINGKATKAN KETEPATAN DAN EFISIENSI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI LABORATORIUM KESEHATAN Sarean, Hasnah; Purnamawati; Syahrul
Jurnal Riset Guru Indonesia Vol 4 No 3 (2025): JRGI:Agustus-November
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62388/jrgi.v4i3.588

Abstract

Penelitian ini merupakan systematic literature review (SLR) yang menganalisis penerapan collaborative learning dan integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran Sistem Informasi Laboratorium Kesehatan (SILK) di pendidikan vokasi. Studi ini mengkaji dampak kedua pendekatan tersebut terhadap ketepatan, efisiensi, dan pemahaman mahasiswa, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasinya. Hasil SLR menunjukkan bahwa collaborative learning dan AI secara terpisah maupun terintegrasi mampu meningkatkan keterlibatan, akurasi input data, kecepatan kerja, dan pemahaman mahasiswa terhadap SILK. Keberhasilan integrasi dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur, pelatihan dosen, desain instruksional, serta perhatian pada etika dan privasi.
Operational Efficiency and Business Diversification for the Financial Sustainability of 3 Kg LPG Stations: Mediating Cash Flow Resilience Rengga Aditya; M. Boy Singgih Gitayuda; Purnamawati
Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 13 No. 1 (2026): March
Publisher : Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, FEB, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jmb.v13i1.1359

Abstract

This study investigates the effects of operational efficiency and business diversification on financial sustainability, with cash flow resilience as a mediating variable among 3 kg subsidized LPG stations in Bangkalan Regency. Using a quantitative explanatory design, data were collected through questionnaires from station owners/managers and analyzed using SEM-PLS. Results show that operational efficiency and business diversification positively affect cash flow resilience and financial sustainability. Cash flow resilience also significantly improves financial sustainability and partially mediates the relationships between both predictors and financial sustainability. The findings indicate that financial sustainability in regulated, low-margin micro-enterprises depends on efficiency improvements, diversified income sources, and disciplined cash flow management.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF MELALUI PENDEKATAN CSCL (COMPUTER SUPPORTED COLLABORATIVE LEARNING) PADA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR : PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF MELALUI PENDEKATAN CSCL (COMPUTER SUPPORTED COLLABORATIVE LEARNING) PADA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Purnamawati; Jaya, Hendra
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 3, Issue 2, Agustus 2016
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Mengetahui bagaimana mengembangkan model pembelajaran kolaboratif melalui pendekatan CSCL(Computer Supported Collaborative Learning) pada FT- UNM; (2) Mengetahui bagaimana desain model pembelajaran kolaboratif melalui pendekatan CSCL; (3) Mengetahui bagaimana hasil pengembangan pembelajaran kolaboratif melalui pendekatan CSCL telah memenuhi kriteria valid, praktis, efektif, dan efisien. Penelitian yang direncanakan merupakan penelitian dan pengembangan pendidikan (educational research and development). Sesuai dengan pengertiannya bahwa penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk. Model pembelajaran computer supported collaborative learning (CSCL) merupakan bagian dari fungsi pembelajaran dengan model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Model pembelajaran CSCL merupakan kombinasi model pembelajaran kooperatif dan penggunaan komputer serta internet sebagai media dalam pembelajarannya. Dengan teknologi yang semakin canggih,individu-individu yang berada pada lokasi yang berjauhan memungkinkan untuk berkolaborasi secara on-line. Penelitian di bidang Computer Supported Collaborative Learning atau biasa disebut dengan CSCL ini, memberikan sebuah pengalaman baru bahwa Blog merupakan salah satu model yang dapat digunakan untuk meningkatkan kolaborasi di dalam pembelajaran. Pemanfaatnya di dalam peningkatan kolaborasi dalam pembelajaran memberikan suatu masukan bahwa Blog memang baik bila diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Seperti halnya pada penelitian ini, yang dapat disimpulkan bahwa Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam memanfaatkan Blog memberikan hubungan yang baik terhadap peningkatan kolaborasi antara Dosen dan mahasiswa. Pemanfaatan Blog ini memberikan kemudahan bagi Dosen dan mahasiswa untuk berbagi informasi serta berinteraksi baik itu secara personal ataupun kelompok/general. Kegiatan kolaborasi pun tidak hanya terjadi di lingkungan kampus saja tetapi kapan saja dan dimana saja. Efektivitas dan efisiensi penggunaan Blog sebagai media CSCL dengan beberapa indikator diperoleh penilaian Sangat Efektif dan Sangat Baik.
KESESUAIAN BIDANG KEAHLIAN SMK BERBASIS POTENSI UNGGUL DAERAH DI LUWU UTARA Mifta Waliyuddin Haq Surman; Purnamawati; Ummiati Rahmah; Anas Arfandi; Muh. Ma’ruf Idris
UNM Journal of Technology and Vocational Volume 10, Issue 1, February (2026)
Publisher : Program Studi S2 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/f9cjqa79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian bidang keahlian yang diajarkan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan potensi unggulan daerah di Kabupaten Luwu Utara. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya pendidikan kejuruan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja lokal dan regional. Metode yang digunakan adalah model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product), didukung oleh analisis potensi wilayah menggunakan pendekatan LQ, tipologi Klassen, dan kesesuaian lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi unggulan daerah di Kabupaten Luwu Utara meliputi sektor pertanian, kehutanan dan Perikanan. Namun, sebagian besar SMK di daerah tersebut belum sepenuhnya menyesuaikan bidang keahliannya dengan potensi unggulan tersebut. Kondisi ini menghambat pengembangan SDM lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja yang relevan. Penelitian ini merekomendasikan sinkronisasi kurikulum SMK dengan potensi unggulan daerah serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan industri. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan relevansi pendidikan kejuruan, menekan angka pengangguran, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan
DEVELOPMENT OF A COMPETENCY-BASED EVALUATION MODEL TO MEASURE SKILL IMPROVEMENT IN TECHNICAL AGRICULTURAL TRAINING PARTICIPANTS amal, Andi; Syahrul; Purnamawati
Jurnal Vokasi Keteknikan Vol 4 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/y7hq6357

Abstract

Evaluation in technical agricultural training plays a strategic role in ensuring the achievement of vocational education goals, particularly the comprehensive development of participants’ competencies encompassing knowledge, skills, and work attitudes. However, current evaluation practices in agricultural training are still predominantly focused on cognitive assessment through written tests, which inadequately represent participants’ technical skills. This article aims to describe the development of a competency-based evaluation model designed to measure skill improvement in technical agricultural training participants. The study employed a Research and Development approach, including needs analysis, model design, expert validation, limited trials, and analysis of practicality and effectiveness. The development resulted in the TERAPAN Evaluation Model, consisting of five stages: Review, Design, Action, Projection, and Conclusion. The instruments demonstrated strong validity (Aiken’s V > 0.80) and reliability. Effectiveness was evidenced by a knowledge improvement N-Gain score of 0.8013 (high category), average skill score of 81.36 (very skillful), and average attitude score of 82.43 (very good). The overall average achievement was 81.69 (very good category). The model is therefore feasible as a competency-based evaluation guideline for agricultural technical training.