Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI LAYANAN BUS KOTA DI KOTA SEMARANG DAN YOGYAKARTA Sriwidodo, .
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v10i2.6954

Abstract

City-bus service represents integral parts from town system arranging the reciprocal interaction between land utilizing with the transportation system.  If city-bus service wasn’t adequate, then the captive group will try to fulfill the needs of transportation become choise group that almost take place in urban society.  The subjective of this     city-bus public transportation research was to evaluate some of city-bus transportation route services in Semarang and Yogyakarta that mean to study the passenger accumulation and also load-factor in nodes along the transportation route, transportation route  characteristic, delays between buses and some passanger reaction to the bus services.  The bus service was conducted at transportation of route No.5          in Yogyakarta  and  transportation  route  of  Mangkang - Bukit Kencana Jaya,  PRPP - Klipang   and  Terboyo - Gunungpati in Semarang City.  Problem raises because of       the limitation of accessibility rate, that makes umable to serve all of town area and        the waiting time was longer.  To anticipate this problem, the accessibility rate need to be develope and need the comprehensive of city-bus serviceLayanan bus-kota merupakan bagian integral dari sistem kota yang menyusun interaksi timbal-balik antara pola tata guna lahan dengan sistem transportasi. Bila pelayanan bus-kota kurang memadai, maka kelompok captive berusaha memenuhi kebutuhan akan jasa transportasi menjadi kelompok choise yang banyak terjadi di masyarakat perkotaan. Tujuan penelitian angkutan bus-kota ini adalah untuk mengevaluasi layanan beberapa trayek bus-kota di Semarang dan Yogyakarta, yang dimaksudkan untuk mengkaji komulasi penumpang serta load-factor di node-node sepanjang trayek, karakteristik rute, selang waktu antar bus-kota dan tanggapan beberapa penumpang terhadap layanan bus. Layanan bus-kota dilakukan pada trayek 5 Yogyakarta dan trayek Mangkang-Bukit Kencana Jaya, PRPP-Klipang, dan Terboyo-Gunungpati Semarang. Permasalahan timbul akibat tingkat aksesibilitas terbatas sehingga kurang mampu untuk melayani seluruh wilayah kota dan waktu tunggunyapun semakin lama. Untuk mengantisipasi permasalahan ini maka tingkat aksesibilitas perlu dikembangkan dan perlu adanya perencanaan  layanan  bus-kota  secara  komprehensif.
EVALUASI MODEL PEMELIHARAAN PERKERASAN JALAN TOL SEMARANG-SOLO Sriwidodo, Sriwidodo
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v12i1.1340

Abstract

Abstract: Maintaining road pavement need to be fully programmed to get the road network with a good condition and optimized cost. Maintenance Management System (MMS) represent a system created and developed especially for maintenance management of highway. MMS system divides the highway mantenance into two process, rutine maintenance programmed process and pavemet process (timed maintenance and increasng). This paper was evaluate the utilizing of MMS system in the process of pavement maintenance process, by  taking case study of Semarang-Solo Highway. Condition value on MMS system was a combination of structural and functional pricing, by rationalized functinal value to get condition value of first to fifth year. MMS system could offer alternative maintenance program and impact of the alternative selection. This paper was exemined in three maintenance scenario. In the first scenario, maintenance conducted by the appropriate timed need, second scenario by giveing the maintenance in first year, rutine maintenance conducted in second, third and fifth year and also timed maintenance in fourth year, while in the third scenario, maintenance conducted in every year. The optimal result obtained from the first scenario.Keywords:  road maintenance, traffic, highway pavement Abstrak. Mempertahankan perkerasan jalan perlu sepenuhnya diprogram untuk mendapatkan jaringan jalan dengan kondisi baik dan biaya dioptimalkan. Manajemen Pemeliharaan Sistem (MMS) merupakan sistem yang diciptakan dan dikembangkan terutama untuk manajemen pemeliharaan jalan raya. MMS membagi sistem mantenance jalan raya menjadi dua proses, proses perawatan rutinitas terprogram dan proses perkerasan (waktunya pemeliharaan dan meningkat). Makalah ini mengevaluasi pemanfaatan sistem MMS dalam proses proses pemeliharaan perkerasan, dengan mengambil studi kasus Semarang-Solo Highway. Kondisi nilai pada sistem MMS merupakan kombinasi dari harga struktural dan fungsional, dengan nilai fungsional kemudian dirasionalisasikan untuk mendapatkan nilai kondisi pertama untuk tahun kelima. Sistem MMS bisa menawarkan alternatif program pemeliharaan dan dampak pemilihan alternatif. Makalah ini diperiksa dalam tiga skenario pemeliharaan. Dalam skenario pertama, pemeliharaan yang dilakukan oleh kebutuhan waktu yang sesuai, skenario kedua dengan memberikan pemeliharaan pada tahun pertama, pemeliharaan rutinitas yang dilakukan di tahun kedua, ketiga dan kelima dan pemeliharaan juga waktunya di tahun keempat, sedangkan pada skenario ketiga pemeliharaan dilakukan di setiap tahun. Hasil optimal diperoleh dari skenario pertama.Kata Kunci: pemeliharaan jalan, lalu lintas, perkerasan jalan raya
EVALUASI MODEL PEMELIHARAAN PERKERASAN JALAN TOL SEMARANG-SOLO Sriwidodo, Sriwidodo
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v12i1.1340

Abstract

Abstract: Maintaining road pavement need to be fully programmed to get the road network with a good condition and optimized cost. Maintenance Management System (MMS) represent a system created and developed especially for maintenance management of highway. MMS system divides the highway mantenance into two process, rutine maintenance programmed process and pavemet process (timed maintenance and increasng). This paper was evaluate the utilizing of MMS system in the process of pavement maintenance process, by  taking case study of Semarang-Solo Highway. Condition value on MMS system was a combination of structural and functional pricing, by rationalized functinal value to get condition value of first to fifth year. MMS system could offer alternative maintenance program and impact of the alternative selection. This paper was exemined in three maintenance scenario. In the first scenario, maintenance conducted by the appropriate timed need, second scenario by giveing the maintenance in first year, rutine maintenance conducted in second, third and fifth year and also timed maintenance in fourth year, while in the third scenario, maintenance conducted in every year. The optimal result obtained from the first scenario.Keywords:  road maintenance, traffic, highway pavement Abstrak. Mempertahankan perkerasan jalan perlu sepenuhnya diprogram untuk mendapatkan jaringan jalan dengan kondisi baik dan biaya dioptimalkan. Manajemen Pemeliharaan Sistem (MMS) merupakan sistem yang diciptakan dan dikembangkan terutama untuk manajemen pemeliharaan jalan raya. MMS membagi sistem mantenance jalan raya menjadi dua proses, proses perawatan rutinitas terprogram dan proses perkerasan (waktunya pemeliharaan dan meningkat). Makalah ini mengevaluasi pemanfaatan sistem MMS dalam proses proses pemeliharaan perkerasan, dengan mengambil studi kasus Semarang-Solo Highway. Kondisi nilai pada sistem MMS merupakan kombinasi dari harga struktural dan fungsional, dengan nilai fungsional kemudian dirasionalisasikan untuk mendapatkan nilai kondisi pertama untuk tahun kelima. Sistem MMS bisa menawarkan alternatif program pemeliharaan dan dampak pemilihan alternatif. Makalah ini diperiksa dalam tiga skenario pemeliharaan. Dalam skenario pertama, pemeliharaan yang dilakukan oleh kebutuhan waktu yang sesuai, skenario kedua dengan memberikan pemeliharaan pada tahun pertama, pemeliharaan rutinitas yang dilakukan di tahun kedua, ketiga dan kelima dan pemeliharaan juga waktunya di tahun keempat, sedangkan pada skenario ketiga pemeliharaan dilakukan di setiap tahun. Hasil optimal diperoleh dari skenario pertama.Kata Kunci: pemeliharaan jalan, lalu lintas, perkerasan jalan raya
EVALUASI LAYANAN BUS KOTA DI KOTA SEMARANG DAN YOGYAKARTA Sriwidodo, .
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v10i2.6954

Abstract

City-bus service represents integral parts from town system arranging the reciprocal interaction between land utilizing with the transportation system.  If city-bus service wasn’t adequate, then the captive group will try to fulfill the needs of transportation become choise group that almost take place in urban society.  The subjective of this     city-bus public transportation research was to evaluate some of city-bus transportation route services in Semarang and Yogyakarta that mean to study the passenger accumulation and also load-factor in nodes along the transportation route, transportation route  characteristic, delays between buses and some passanger reaction to the bus services.  The bus service was conducted at transportation of route No.5          in Yogyakarta  and  transportation  route  of  Mangkang - Bukit Kencana Jaya,  PRPP - Klipang   and  Terboyo - Gunungpati in Semarang City.  Problem raises because of       the limitation of accessibility rate, that makes umable to serve all of town area and        the waiting time was longer.  To anticipate this problem, the accessibility rate need to be develope and need the comprehensive of city-bus serviceLayanan bus-kota merupakan bagian integral dari sistem kota yang menyusun interaksi timbal-balik antara pola tata guna lahan dengan sistem transportasi. Bila pelayanan bus-kota kurang memadai, maka kelompok captive berusaha memenuhi kebutuhan akan jasa transportasi menjadi kelompok choise yang banyak terjadi di masyarakat perkotaan. Tujuan penelitian angkutan bus-kota ini adalah untuk mengevaluasi layanan beberapa trayek bus-kota di Semarang dan Yogyakarta, yang dimaksudkan untuk mengkaji komulasi penumpang serta load-factor di node-node sepanjang trayek, karakteristik rute, selang waktu antar bus-kota dan tanggapan beberapa penumpang terhadap layanan bus. Layanan bus-kota dilakukan pada trayek 5 Yogyakarta dan trayek Mangkang-Bukit Kencana Jaya, PRPP-Klipang, dan Terboyo-Gunungpati Semarang. Permasalahan timbul akibat tingkat aksesibilitas terbatas sehingga kurang mampu untuk melayani seluruh wilayah kota dan waktu tunggunyapun semakin lama. Untuk mengantisipasi permasalahan ini maka tingkat aksesibilitas perlu dikembangkan dan perlu adanya perencanaan  layanan  bus-kota  secara  komprehensif.
Pendekatan Sosioekonomi Pertanian Berkelanjutan Sriwidodo Sriwidodo
Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi Vol 1, No 1 (2000): Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi
Publisher : Agribusiness Department, Faculty of Agriculture, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jdse.v1i1.4980

Abstract

Sustainable agriculture is an alternatif choice to replace the unwise west type agriculture with high chemical input, but the strategy and the technology to be implemented is not ready due to the varied environment. Sustainable agriculture should consider four aspects i.e. ecology/technology, financial/economic, human! institution, and combined. The problem of natural resource and environment in Indonesia is the consequence of several trends, like population growth, deforestation for expanding agricultural land, rapid economic growth in the last three decades, over centralized development planning, and focusing economic development in Java. The dilemma between economic growth and degradation of natural resource base is not always a problem. There should be a new paradigm in the approach of the agricultural development to be long term approach considering to synchronize the conservation of natural resources and the economic development. The new paradigm of the synchronized growth and environment needs to lower the population growth, to maintain the production increase, to lessen the environment impact, to change the human perception, to respect the ecosystems integrity, and to optimize the complementary effects to environment improvement and socioeconomic development. Farming System Development and Farming System Research as holistic approaches are expected can be used to facilitate the production objective and the natural resource conservation objective in agricultural development Simulation model on each agroecological as well as socioeconomic zone can be developed on a farm-household modelKey words: Socioeconomic, sustainable agriculture, conservation of natural resource
Stabilisasi Tablet yang Mengandung Zat Aktif Bersifat Higroskopis Fitri Nurjanah; Sriwidodo Sriwidodo; Bambang Nurhadi
Majalah Farmasetika Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v6i1.27420

Abstract

Rute pemberian obat secara oral banyak disukai masyarakat karena mudah digunakan. Salah satu bentuk sediaan oral yang paling disukai adalah tablet. Tablet adalah bentuk sediaan padat yang mengandung bahan aktif dengan atau tanpa eksipien. Dalam formulasi tablet, kandungan air zat obat dan eksipien padat merupakan parameter penting yang harus dipantau selama proses pengembangan produk obat. Pada sediaan padat, senyawa yang bersifat higroskopis dapat menimbulkan masalah yang dapat mempengaruhi aliran serbuk, kompresibilitas, dan kekerasan tablet. Pada review artikel ini akan di bahas mengenai pengaruh kelembapan terhadap karakteristik fisika tablet dan upaya menjaga stabilitas zat aktif yang sensitif terhadap kelembapan. Review ini menyimpulkan bahwa pemilihan eksipien, penyalutan tablet dan kemasan yang tepat dapat menjaga kestabilan tablet dari pengaruh kelembapan.
Perkembangan Teknologi Terkini dalam Mempercepat Produksi Vaksin COVID-19 Indah Pitaloka Sari; Sriwidodo Sriwidodo
Majalah Farmasetika Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v5i5.28082

Abstract

Pada akhir tahun 2019, terjadi suatu pandemi yang berasal dari Cina tepatnya di kota Wuhan. Pandemi tersebut dikenal dengan covid-19. Covid-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2). Jika dibandingkan dengan SARS pada 2003 dan MERS pada 2012, penyebaran pandemi ini jauh lebih cepat. Hingga saat ini sudah lebih dari 6,2 juta kasus positif yang dilaporkan. Sampai saat ini belum ditemukannya vaksin sebagai agen penekan penyebarannya. Pembuatan vaksin baru pada umumnya membutuhkan waktu yang lama yaitu dapat mencapai 10 tahun. Review ini bertujuan untuk membahas berbagai teknologi pembuatan vaksin dan menunjukkan teknologi yang dapat mempercepat produksi vaksin covid-19. Metode yang digunakan pada review ini adalah studi literatur secara online dengan mengakses beberapa situs jurnal internasional. Semua jenis teknologi pembuatan vaksin memiliki kelebihan dan kekurangan. Ditinjau dari kecepatannya, dapat diambil kesimpulan bahwa vaksin berbasis RNA memiliki kecepatan dalam memperoleh urutan data patogen dan tidak membutuhkan kultur sehingga dapat diproduksi dengan cepat.
Peptida Antimikrobial Cathelicidin dan Liposom sebagai Pembawa Mayang Kusuma Dewi; Anis Yohana Chaerunisaa; Sriwidodo Sriwidodo
Majalah Farmasetika Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v6i2.33182

Abstract

Peptida antimikrobial (PAM) dalam beberapa tahun terakhir telah menarik perhatian di kalangan ilmuwan, profesional kesehatan, dan perusahaan farmasi karena potensi terapeutiknya yang sangat luas. Cathelicidin merupakan salah satu kelompok dari PAM dengan berat molekul rendah yang mempunyai berbagai aktivitas biologis pada rentang terapi tertentu yang berfungsi sebagai antimikrobial, antivirus, dan antijamur, serta dapat memodulasi sistem imum terhadap infeksi bakteri (gram positif dan gram negatif). Walaupun menarik untuk aplikasi klinis, cathelicidin memiliki keterbatasan dalam hal stabilitas dan aktivitasnya secara in-vivo, serta interaksi non-spesifik dengan membran biologis inang yang mengarah pada efek sitotoksik yang merugikan. Enkapsulasi cathelicidin dapat mengakibatkan penurunan sitotoksisitas, meningkatkan stabilitas dan aktivitas biologisnya. Keterbatasan cathelicidin dapat diatasi dengan mengenkapsulasi cathelicidin dalam pembawa lipid seperti liposom. Review ini bertujuan untuk memberikan gambaran singkat mengenai struktur, sifat, fungsi, uji klinis, dan keterbatasan dari cathelicidin yang mana keterbatasan cathelicidin ini dapat di atasi dengan pembawa vesikular salah satunya adalah liposom. Liposom merupakan pembawa vesikular generasi pertama yang bersifat non-toksik, biodegradable, biokompatibel, dan stabil dalam larutan koloid sistem penghantaran obat. Sistem liposom dapat melindungi peptida yang dienkapsulasi dari degradasi protease. Selain itu, pembawa liposom disajikan sebagai alternatif yang menjanjikan untuk mengoptimalkan pemberian cathelicidin dalam hal dosis, pola pengiriman, dan keamanan.
Microneedle: Teknologi Baru Penghantar Vaksin COVID-19 Amilia Shafa; Sriwidodo Sriwidodo
Majalah Farmasetika Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v6i1.28092

Abstract

Wabah COVID-19 telah menyebar lebih dari 200 negara dan menjadi perhatian kesehatan di seluruh dunia. SARS-CoV-2 adalah virus penyebab COVID-19 berasal dari keluarga coronaviridae. Virus tersebut memiliki kesamaan genom dengan SARS-CoV dan MERS-CoV. Vaksinasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah pernyebaran virus COVID-19. Sebagian besar pemberian vaksin menggunakan jarum konvensional, jarum hipodermik, yang tidak bisa digunakan dengan mudah oleh pasien. Selain itu, penggunaan jarum hipodermik dapat menimbulkan rasa sakit. Maka, jarum dibentuk dengan ukuran mikron, sehingga penetrasinya tidak mencapai ujung saraf yang peka terhadap nyeri. Microneedle dapat digunakan sendiri tanpa rasa sakit dan melalui mekanisme stress mekanikal dari microneedle dapat digunakan sebagai adjuvant dalam meningkatkan respon imun. Microneedle merupakan teknologi vaksinasi baru yang aman dan memberikan kekebalan protektif terhadap serangan virus COVID-19. Termostabil yang diberikan oleh microneedle dapat mengurangi penggunaan pendingin, sehingga mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kemudahan dalam pendistribusiannya. Berdasarkan fitur-fitur tersebut, microneedle memiliki potensi untuk digunakan sebagai penghantar vaksin yang efektif dalam mencegah penyebaran virus COVID-19.
Sistem Penghantaran Obat Berbasis Biopolimer Kitosan pada Formulasi Film Forming System Fajra Dinda Crendhuty; Sriwidodo Sriwidodo; Yoga Windhu Wardhana
Majalah Farmasetika Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v6i1.27457

Abstract

Sistem penghantaran obat topikal melalui film forming system mampu mengatasi keterbatasan sediaan konvensional dengan membentuk film tipis in situ dan memberikan kontak lebih lama dikulit yang dapat mengontrol pelapasan obat. Polimer kitosan sebagai basis film forming system banyak digunakan karena sifatnya yang mukoadhesif dan mampu membentuk film tipis. Dalam review ini, dibahas penggunaan kitosan sebagai basis dalam sistem penghantaran obat yang telah banyak diaplikasikan dengan berbagai aktivitas biologis. Dalam formula FFS, perlu diperhatikan parameter kritis yang mempengaruhi formulasi film forming system seperti pemilihan konsentrasi polimer, kombinasi dengan polimer lain seperti polimer sintetik polyvinyl alcohol (PVA), derajat deasetilasi kitosan yang rendah untuk meningkatkan sifat mekanik dan pembentukan film yang lebih baik, penambahan eksipien seperti plasticizer, humektan dan crosslinker yang dilaporkan berpengaruh terhadap sifat fisika kimia obat. Parameter fisikokimia yang diinginkan harus memiliki sifat mekanik yang mampu mengatasi tekanan takensial gerakan tubuh, pH untuk formula topikal berada pada rentang 4 – 6, waktu pembentukan film kurang dari 15 menit serta water vapour permeability (WVP) lebih dari 0,05 g/cm2. 24 jam. Dari berbagai hasil penelitian, dilaporkan bahwa Film forming system menggunakan basis kitosan menjadi salah satu pendekatan yang potensial dalam sistem penghantaran obat untuk meningkatkan efektivitas permeasi dan penetrasi yang lebih baik.
Co-Authors ADI NURMESA Adira Rahmawaty Aep W Irwan Aep W Irwan, Aep W Aliya Nur Hasanah Amalia, Eri Amilia Shafa Angga Cipta Narsa Anis Khoerunisa Anis Khoerunisa, Anis Anis Yohana Chaerunisa Anis Yohana Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana Anisa Nur Fitriani Aziiz Mardanarian Rosdianto Bambang Nurhadi Barmi Hartesi Bhakti A Magdalena Bhakti A Magdalena, Bhakti A Boesro Soebagio Cahya Khairani Kusumawulan Ch., Anis Yohana CHAERUNISA, ANIS YOHANA Charlie, Vandie Cheryl Alodya CITRA AYU AKMARINA Claudiana, Nur Shelly Ester Deby Tristiyanti Dede Jihan Oktaviani Desy Nawangsari Desy Nawangsari Diina, Tresnafuty Rasyiida Dwi Yuri Arista Eli Halimah, Eli Eri, Amalia Evi, Sylvia Fajra Dinda Crendhuty Fath, Zulfa Tavira Al Firdha S Maelaningsih Firdha S Maelaningsih, Firdha S Firman Muharam Fitri Nurjanah I Ketut Madite Adnyane Ida Musfiroh Ida Musfiroh -, Ida Musfiroh Iman Permana Maksum Indah Pitaloka Sari Insyirah, Ariani Ira Maya Iyan Sopyan Jajan Solahudin Jajan Solahudin, Jajan K Sari, Nia Kelana Kusuma Dharma Khairinisa, Miski Aghnia Khodijah Khodijah Khoirul Rista Abidin Kustiyawan, Iwa Lika Ginanti Febriana Linda Apriyanti LINDA APRIYANTI, LINDA Lisa Sophianingsih Luthfia Azzahra Maisyarah, Intan Timur Marline Abdassah Marline Abdassah Marline Abdassah Bratadiredja Marline Abdassah, Marline Marselina Endah Hiswati Mas Rizky AA Syamsunarno Masrahman, Roestan Mayang Kusuma Dewi MAYANG KUSUMA DEWI, MAYANG KUSUMA Megawati, Ega Mohammad Diqi Muhaimin Muhaimin Nada Salsabila Rustiwi Najla Eksakta Permadi Nasrul Wathoni Norisca Aliza Putriana Norisca Aliza Putriana, Norisca Aliza Noverianus, Noverianus Nurrasjid, Evi Sylvia Nurul Asih Ramadhani O Suprijana O Suprijana, O Ordiyasa, I Wayan P Legowo, Wahyu Parameswari, Natashya Permadi, Najla Eksakta Priskila O Dwiestri Priskila O Dwiestri, Priskila O Puspitadewi, Nurhanifah Rahman Roestan Rahman Roestan, Mas Rambia, Ikhsan Rembulan Kusmawati Rembulan Kusmawati, Rembulan Reyhani, Amalia Rismawan, Haris Rizqa Nurul Aulia Roestan, Mas Rahman Ronny Lesmana Rosa Riau Wati Rostinawati, Titin Rustan, Mas Rahman Santosa Santosa Sausan Rihhadatulaisy Setyabudi, Iwan SORAYA RATNAWULAN MITA, SORAYA RATNAWULAN Sri A Sumiwi Sri A Sumiwi, Sri A Suseno Amin Suseno Amin, Suseno Susi Afrianti Rahayu Syifa Amanda Syihab, Namira Anjani Rahmadina Sylvia Nurrasjid, Evi Taofik Rusdiana Toto Subroto Umar, Abd. Kakhar Widya Lestari Wiratma, Harits Dwi Wiwiek Indriyanti Wiwiek Indriyanti, Wiwiek Wiwiek Indriyati Wiwiek Indriyati, Wiwiek Wulaningsih, Titiek Indah Yasmiwar Susilawati Yedi Herdiana, Yedi Yoga Windhu Wardhana Yoga Windu Wardhana, Yoga Windu Yola Desnera Putri