Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Stabilitas Fitokonstituen melalui Pendekatan Mikroenkapsulasi Rosa Riau Wati; Sriwidodo Sriwidodo; Anis Yohana Chaerunisa
Majalah Farmasetika Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v7i1.35265

Abstract

Mikroenkapsulasi adalah teknologi  untuk menyalut atau melapisi suatu zat inti dengan suatu lapisan dinding polimer sehingga menjadi partikel-partikel berukuran mikro. Tujuan dari mikroenkapsulasi melindungi zat inti dari pengaruh lingkungan,  menutupi rasa dan bau tidak enak, menyatukan zat-zat yang tidak tersatukan baik secara fisika maupun secara kimia, menurunkan sifat iritasi  zat inti terhadap saluran cerna, mengatur pelepasan inti dan memperbaiki stabilitas bahan inti. Berdasarkan hasil dari para peneliti melalui pendekatan mikroenkapsulsi. Mikroenkapsulasi dapat melindungi senyawa dari berbagai faktor lingkungan seperti oksidasi, degradasi, suhu, kelembaban dan cahaya,  dapat memperpanjang umur simpan produk   menutupi rasa dan bau aromatik. Dapat meningkatkan stabilitas pada senyawa yang bersifat volatil  dan  meningkatkan bioavabilitas, sehingga mikroenkapsulasi ini dapat digunakan sebagai pilihan untuk sediaan bahan alam berupa ekstrak, karena bahan alam berupa ekstrak umumnya memiliki stabilitas yang tidak baik, seperti mudah teroksidasi, degradasi, dan fotolisis, selain itu memiliki kelarutan yang rendah dan bioavaibilitas yang rendah. Dengan demikian melalui pendekatan mikroenkapsulasi ini dapat meningkatkan stabilitas ekstrak, melindungi senyawa aktif, dan mencegah penurunan aktivitas. Metode yang digunakan menggunakan beberapa referensi yang didapatkan dari database dan dengan instrumen pencarian online yang diterbitkan secara  internasional. Referensi yang didapatkan berasal dari database elektronik seperti google scholar, sciendirect, NCBI dari tahun 2010-2020. 
Microneedle Patch Pneumococcal Conjugated Vaccine sebagai Upaya Vaksinasi Tanpa Jarum Suntik Lika Ginanti Febriana; Adira Rahmawaty; Anisa Nur Fitriani; Syifa Amanda; Najla Eksakta Permadi; Sriwidodo Sriwidodo
Majalah Farmasetika Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v7i1.35773

Abstract

Streptococcus pneumoniae pada nasofaring anak merupakan penyebab penyakit pneumokokus invasif paling banyak di masyarakat. Upaya pencegahan yang efektif melalui imunisasi seperti Hib, pneumococcus, campak, dan pertussis. Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) merupakan vaksin dengan basis polisakarida streptococcus pneumoniae yang terkonjugasi dengan protein pembawa. Penghantaran sebagian besar vaksin dengan jarum suntik melalui injeksi intramuskular ataupun subkutan dapat menimbulkan rasa sakit dan trauma pada anak. Selain itu, jarum suntik dapat menjadi media penularan HBV, HCV, dan HIV. Oleh karena itu, penghantaran injeksi tanpa jarum suntik salah satunya microneedle patch. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan formulasi dan evaluasi microneedle patch Pneumococcal Conjugated Vaccine dari natrium karboksimetil selulosa. Metode penelitian yang dilakukan dengan cara membuat cetakan microneedle patch dan kemudian menyusun formulasi bahan aktif dan eksipien microneedle patch. Evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi morfologi dengan menggunakan SEM. Diperoleh microneedle patch dengan komposisi 0,5 mL vaksin PCV-13, 350 μL PVA 8%, 2 mL Na CMC 8%, 100 μL trehalosa 10%, 100 μL albumin 10%, 250 μL DMSO dalam patch kedap air ukuran 39 mm x 39mm x 5 mm. Hasil evaluasi SEM menunjukan microneedle memiliki panjang 706 μm, lebar 152 μm, dan bentuk kerucut dengan puncak tajam. Kata Kunci: Microneedle Patch, PCV-13, Pneumonia
Stabilisasi Liposom dalam Sistem Penghantaran Obat Sausan Rihhadatulaisy; Sriwidodo Sriwidodo; Norisca Aliza Putriana
Majalah Farmasetika Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v5i5.27456

Abstract

Enkapsulasi obat dalam liposom telah memberikan peluang untuk meningkatkan terapeutik dan kestabilan pada berbagai senyawa aktif. Peran liposom sebagai sistem penghantaran obat adalah untuk memberikan obat dengan cara terkontrol, mengurangi toksisitas, dan meningkatkan kemanjuran obat yang dienkapsulasi. Meskipun liposom secara luas telah dipelajari dalam bidang farmasi, liposom memiliki masalah terkait dengan kestabilan, diantaranya partikel membentuk agregat, koalesensi, fusi, dan terjadinya kebocoran obat dalam vesikel yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti suhu, pH, muatan permukaan, maupun komposisi lipid. Maka dari itu, studi stabilitas fisik diperlukan untuk menjamin integritas produk. Dari hasil review artikel dengan metode pencarian studi pustaka pada beberapa jurnal, didapatkan teknik untuk menjaga stabilitas liposom diantaranya, aktivasi tepi dengan surfaktan seperti tween dan polietilen glikol, modifikasi permukaan liposom dengan kitosan, polisakarida,dan poliekektrolit, pengeringan beku, serta penggabungan dengan polimer gel. Oleh karena itu, artikel ini dimaksudkan untuk membahas mengenai stabilisasi liposom dan berbagai parameter karakterisasi diantaranya, ukuran partikel, efisiensi penjerapan, muatan dan morfologi permukaan sebagai tolak ukur untuk stabilitas liposom.
TAHAPAN PEMBUATAN LAPORAN PRODUCT QUALITY REVIEW SEBAGAI EVALUASI MUTU PRODUK DI PT KALBE FARMA TBK ADI NURMESA; Sriwidodo Sriwidodo
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3975.875 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22915

Abstract

 ABSTRAK Salah satu penerapan aspek management mutu yang di atur dalam CPOB 2018 adalah pengkajian mutu produk. Pengkajian Mutu Produk (PMP) / Product Quality Review (PQR) adalah evaluasi yang dilakukan secara berkala dari semua produk obat farmasi terdaftar termasuk ekspor, untuk menilai standar kualitas masing-masing produk obat dengan melihat konsistensi proses yang ada, memeriksa kelayakan spesifikasi saat ini serta kecenderungan apapun untuk menentukan kebutuhan untuk mengubah spesifikasi produk obat, proses manufaktur maupun prosedur kontrol. Pengkajian Mutu Produk (PMP) adalah sarana yang efektif dalam meningkatkan konsistensi proses dan kualitas produk secara keseluruhan.   Pembuatan laporan PQR merupakan kebjiakan masing-masing perusahaan farmasi sehingga akan dihasilkan laporan yang berbeda-beda antar perusahaan, namun masih sesuai dengan persyaratan CPOB. Selama Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di PT Kalbe Farma Tbk., penulis berkesempatan untuk mempelajari tentang penyusunan laporan PQR. Pada tulisan ini, akan dibahas mengenai PQR secara umum dan pelaksanaannya di PT Kalbe Farma TbkKata Kunci : Pengkajian Mutu Produk, PMP, mutu produk,PT Kalbe Farma. Tbk
PENDEKATAN QUALITY BY DESIGN (QbD) DALAM VALIDASI PROSES PRODUKSI SEDIAAN TABLET SEBAGAI SALAH SATU ALAT PENJAMINAN MUTU PRODUK DI INDUSTRI FARMASI Dede Jihan Oktaviani; Sriwidodo Sriwidodo
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34899

Abstract

Validasi proses produksi merupakan proses terdokumentasi yang membuktikan bahwa suatu proses akan menghasilkan produk yang sesuai spesifikasi dan atribut mutu yang telah ditetapkan sebelumnya secara konsisten. Untuk melakukan validasi proses, tren yang berkembang saat ini ialah dengan menggunakan pendekatan Quality by Design (QbD). Artikel review ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait penerapan pendekatan QbD dalam validasi proses produksi sediaan tablet yang menjadi salah satu alat dalam penjaminan mutu produk di industri farmasi. Metode yang dilakukan yaitu penelusuran pustaka dari database yang tersedia secara online dari Google Scholar. Hasil yang diperoleh berdasarkan review yaitu penerapan QbD berguna dalam tahap 1 validasi proses produksi obat (desain proses), dalam artikel ini mengacu pada tablet, dimana terdapat elemen-elemen kritis yang ditetapkan dalam proses untuk menjamin mutu sediaan. Selain itu, validasi proses menjadi penting untuk diterapkan di industri farmasi karena validasi proses merupakan elemen kunci dalam penjaminan mutu produk farmasi karena pengujian akhir dari produk jadi tidaklah cukup untuk menjamin mutu suatu produk.
APLIKASI KITOSAN DALAM BIDANG FARMASETIK CITRA AYU AKMARINA; . Sriwidodo
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.259 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10882

Abstract

Kitosan merupakan hasil derivat dari kitin, yang banyak ditemukan dalam invertebrata seperti Crustacea sp dan kutikula serangga. Kitosan merupakan biopolimer yang unik dan memiliki sifat yang luar biasa, yaitu tidak toksik, mudah ditemukan, biodegradasi dan biokompabilitasnya baik, serta dapat meningkatkan bioavaibilitas dari sediaan obat. Oleh karena itu, kitosan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan aktif atau eksipien dalam bidang farmasi. Saat ini penelitian, mengenai kitosan di bidang farmasetik terus berkembang dengan pesat. Beberapa penelitian yang sudah dilakukan, telah mengaplikasikan kitosan sebagai bahan tambahan (ekspien) dalam sediaan farmasi dalam bentuk tablet, hidrogel, nanopartikel dan mikropartikel. Umumnya penambahan kitosan ini digunakan sebagai penghantar dan pelindung obat, sehingga obat tidak mudah terdegradasi karena kondisi lingkungan pada tubuh pasien serta dapat bekerja secara spesifik pada target kerja obat.Kata kunci : kitosan, farmasetik, sediaan , obat
PERSEPSI, KESADARAN, DAN PENGETAHUAN DIABETES MELITUS DI SALAH SATU SMA DI PANGANDARAN Nasrul Wathoni; Aliya Nur Hasanah; Sriwidodo Sriwidodo
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.737 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i1.14838

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan tingginya kadar gula darah. Prevalensi DM di Indonesia terus meningkat secara signifikan dan menduduki peringkat ke-4 di dunia. Gaya hidup dan kesehatan tubuh menjadi perhatian utama bagi penderita penyakit diabetes yang bisa mengendalikan kadar gula darah dan penyakit DM. Edukasi mengenai penyakit diabetes saat ini masih jarang dilakukan di kalangan masyarakat sejak dini. Oleh karenanya, melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mencoba menganalisa persepsi[ah1] , kesadaran, dan pengetahuan DM di salah satu SMA di Pangandaran. Metode kuesioner dengan total 14 pertanyaan dilakukan pada 50 siswa SMA di Pangandaran. Hasil PKM menunjukkan bahwa 57,4% setuju terhadap program PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) untuk penyakit DM yang merupakan solusi pemenuhan hak kesehatan rakyat. 74,07% sangat setuju terhadap program hidup sehat sebagai upaya pencegahan dini terhadap penyakit DM. Pengetahuan tentang DM pun sangatlah baik, sekitar sekitar 55,55% mereka mengerti bahwa penyakit DM bukan merupakan penyakit menular. Namun, sebanyak 66,66% mereka mengira bahwa penyakit diabetes merupakan penyakit turunan. Hal ini menandakan bahwa edukasi mengenai penyakit diabetes perlu ditingkatkan untuk mendorong gaya hidup sehat sedini mungkin.
Karakterisasi Carboxymethyl Cellulose Sodium (Na-CMC) dari Selulosa Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) yang Tumbuh di Daerah Jatinangor dan Lembang Wiwiek Indriyati; Rembulan Kusmawati; Sriwidodo Sriwidodo; Aliya Nur Hasanah; Ida Musfiroh
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.677 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v3i3.9582

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) berpotensi sebagai sumber bahan baku pembuatan carboxymethyl cellulose sodium (Na-CMC) karena memiliki kandungan selulosa yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik Na-CMC serta mengetahui signifikansi perbedaan parameter WHC (Water Holding Capacity) dan OHC (Oil Holding Capacity) dari Na CMC yang disintesis dari selulosa eceng gondok yang tumbuh di Jatinangor dan Lembang. Dilakukan isolasi α-selulosa menggunakan natrium hidroksida 30%,  sintesis Na-CMC melalui tahap alkalinasi menggunakan natrium hidroksida 40% dan karboksimetilasi dengan natrium monokloroasetat; penambahan crosslinker epiklorohidrin; dan karakterisasi Na-CMC berdasarkan Farmakope Indonesia, dan JECFA. Diperoleh rendemen α-selulosa hasil isolasi dari eceng gondok Jatinangor sebesar 20,80% dan Lembang sebesar 18,60% dengan kadar α-selulosa masing-masing 76,53% dan 71,35%; hasil sintesis diperoleh rendemen Na-CMC sebesar 96,87% dan 85,03%; penambahan crosslinker menghasilkan rendemen Na-CMC sebesar 439,14% dan 221,81%. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa Na-CMC telah memenuhi persyaratan organoleptis, kelarutan, foam test, pembentukan endapan, viskositas dan kandungan logam berat. Beberapa parameter lain seperti susut pengeringan, kandungan natrium dan derajat substitusi belum memenuhi persyaratan, namun mempunyai nilai yang lebih baik dibandingkan dengan Na-CMC baku. Uji statistika komparatif menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada nilai WHC namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai OHC dari Na-CMC hasil sintesis dari tanaman eceng gondok yang tumbuh di Jatinangor dan Lembang.
Isolation and Phisicochemical Characterization of Microcristalline Cellulose from Ramie (Boehmeria nivea L. Gaud) Based on Pharmaceutical Grade Quality Desy Nawangsari; Anis Yohana Chaerunisaa; Marline Abdassah; Sriwidodo Sriwidodo; Taofik Rusdiana; Linda Apriyanti
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.191 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v5i2.15040

Abstract

Microcrystalline cellulose is the most used material for medicine, which able to be found in fibrous plants. Microcrystal celluloses are being used as filler or binder in dosage formulas in tablets and capsules. This research aimed to produce microcrystalline cellulose from ramie based on pharmaceutical grade parameters. Research method include hemp fiber preparation, α-cellulose isolation, microcrystalline cellulose production, and microcrystalline cellulose characterization which compare with Avicel® PH 102 . Result shown microcrystalline cellulose yield is 57.26%. The result of physicochemical characterization that can comply the specifications of pharmaceutical grade as a pharmaceutical excipient.  Keywods :  Microcrystalline cellulose, Ramie, physicochemical, pharmaceutical grade.
Formulasi Krim Antihiperpigmentasi Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) Bhakti A Magdalena; Sriwidodo Bardi; Wiwiek Indriyanti; Firdha S Maelaningsih
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.897 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v3i1.7912

Abstract

Kulit buah delima (Punica granatum L.) diketahui memiliki kandungan asam elegat dan asam galat yang menghambat enzim tirosinase, serta punicalagin yang menghambat reaksi oksidasi L-tirosin dan L-DOPA dalam mekanisme pembentukan melanin sebagai penyebab dari hiperpigmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan krim antihiperpigmentasi yang mengandung ekstrak kulit buah delima. Metode penelitian meliputi ekstraksi kulit buah delima, formulasi sediaan krim antihiperpigmentasi, evaluasi fisik sediaan, pengujian aktivitas penghambatan tirosinase, pengujian cemaran mikroba, dan ujian iritasi sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah delima dapat diformulasikan menjadi krim antihiperpigmentasi yang baik, efektif, dan aman. Namun, krim yang mengandung ekstrak kulit buah delima 1% menunjukkan ketidakstabilan fisik. Sediaan krim dengan berbagai konsentrasi ekstrak kulit buah delima (0,5% dan 1%) efektif menghambat enzim tirosinase dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 363 ppm dan 290 ppm. Kata kunci: Antihiperpigmentasi, ekstrak kulit buah delima, krim
Co-Authors ADI NURMESA Adira Rahmawaty Aep W Irwan Aep W Irwan, Aep W Aliya Nur Hasanah Amalia, Eri Amilia Shafa Angga Cipta Narsa Anis Khoerunisa Anis Khoerunisa, Anis Anis Yohana Chaerunisa Anis Yohana Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana Anisa Nur Fitriani Aziiz Mardanarian Rosdianto Bambang Nurhadi Barmi Hartesi Bhakti A Magdalena Bhakti A Magdalena, Bhakti A Boesro Soebagio Cahya Khairani Kusumawulan Ch., Anis Yohana CHAERUNISA, ANIS YOHANA Charlie, Vandie Cheryl Alodya CITRA AYU AKMARINA Claudiana, Nur Shelly Ester Deby Tristiyanti Dede Jihan Oktaviani Desy Nawangsari Desy Nawangsari Diina, Tresnafuty Rasyiida Dwi Yuri Arista Eli Halimah, Eli Eri, Amalia Evi, Sylvia Fajra Dinda Crendhuty Fath, Zulfa Tavira Al Firdha S Maelaningsih Firdha S Maelaningsih, Firdha S Firman Muharam Fitri Nurjanah I Ketut Madite Adnyane Ida Musfiroh Ida Musfiroh -, Ida Musfiroh Iman Permana Maksum Indah Pitaloka Sari Insyirah, Ariani Ira Maya Iyan Sopyan Jajan Solahudin Jajan Solahudin, Jajan K Sari, Nia Kelana Kusuma Dharma Khairinisa, Miski Aghnia Khodijah Khodijah Khoirul Rista Abidin Kustiyawan, Iwa Lika Ginanti Febriana Linda Apriyanti LINDA APRIYANTI, LINDA Lisa Sophianingsih Luthfia Azzahra Maisyarah, Intan Timur Marline Abdassah Marline Abdassah Marline Abdassah Bratadiredja Marline Abdassah, Marline Marselina Endah Hiswati Mas Rizky AA Syamsunarno Masrahman, Roestan Mayang Kusuma Dewi MAYANG KUSUMA DEWI, MAYANG KUSUMA Megawati, Ega Mohammad Diqi Muhaimin Muhaimin Nada Salsabila Rustiwi Najla Eksakta Permadi Nasrul Wathoni Norisca Aliza Putriana Norisca Aliza Putriana, Norisca Aliza Noverianus, Noverianus Nurrasjid, Evi Sylvia Nurul Asih Ramadhani O Suprijana O Suprijana, O Ordiyasa, I Wayan P Legowo, Wahyu Parameswari, Natashya Permadi, Najla Eksakta Priskila O Dwiestri Priskila O Dwiestri, Priskila O Puspitadewi, Nurhanifah Rahman Roestan Rahman Roestan, Mas Rambia, Ikhsan Rembulan Kusmawati Rembulan Kusmawati, Rembulan Reyhani, Amalia Rismawan, Haris Rizqa Nurul Aulia Roestan, Mas Rahman Ronny Lesmana Rosa Riau Wati Rostinawati, Titin Rustan, Mas Rahman Santosa Santosa Sausan Rihhadatulaisy Setyabudi, Iwan SORAYA RATNAWULAN MITA, SORAYA RATNAWULAN Sri A Sumiwi Sri A Sumiwi, Sri A Suseno Amin Suseno Amin, Suseno Susi Afrianti Rahayu Syifa Amanda Syihab, Namira Anjani Rahmadina Sylvia Nurrasjid, Evi Taofik Rusdiana Toto Subroto Umar, Abd. Kakhar Widya Lestari Wiratma, Harits Dwi Wiwiek Indriyanti Wiwiek Indriyanti, Wiwiek Wiwiek Indriyati Wiwiek Indriyati, Wiwiek Wulaningsih, Titiek Indah Yasmiwar Susilawati Yedi Herdiana, Yedi Yoga Windhu Wardhana Yoga Windu Wardhana, Yoga Windu Yola Desnera Putri