Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Profil hematologi pada kucing lokal selama proses kesembuhan skin flaps H-plasty dan linear closure Hastjarjo Fleuryantari; Deni Noviana; . Gunanti; . Erwin
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 2 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.741 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.2.35-36

Abstract

Skin flaps merupakan salah satu prosedur bedah rekonstruksi untuk penutupan luka. Tujuan penelitian ini adalah melihat profil hematologi selama proses kesembuhan luka menggunakan teknik skin flaps H˗plasty dan linear closure pada kucing (Felis catus). Pembuatan luka dengan luas 2x2 cm dilakukan pada daerah toraks 6 kucing lokal jantan sehat yang dibagi dalam dua kelompok teknik penutupan luka, skin flaps H-plasty dan linear closure. Pengambilan darah sebanyak 1 ml dilakukan secara aseptis pada vena saphena pada hari ke˗0 pra operasi, hari ke˗3, 6, 9, dan 12 pascaoperasi. Parameter pengamatan pada nilai sel darah merah (SDM), hemoglobin (Hb), hematokrit (Hct), Mean Corpuscular Volume (MCV), Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH), Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) dan trombosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata SDM, hemoglobin, hematokrit, MCHC, dan trombosit tidak terjadi perbedaan yang signifikan (P>0.05) antar kelompok perlakuan H-plasty dengan linear closure. Parameter MCV dan MCH menunjukkan perbedaan signifikan (P<0.05) antar kelompok perlakuan. Pengamatan rata-rata SDM, hemoglobin, hematokrit, MCV, MCH, MCHC dan trombosit menunjukkan perbedaan yang signifikan (P<0.05) diantara hari pengamatan. Kedua teknik skin flaps menunjukkan nilai rata˗rata profil hematologi yang fisiologis selama proses kesembuhan luka.
Profil gas darah anak babi (Sus scrofa) setelah induksi sepsis dan resusitasi cairan Ega Iftahul Rizky; Rismala Dewi; . Gunanti; Riki Siswandi; Dwi Utari Rahmiati
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 2 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.477 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.2.31-32

Abstract

Sepsis merupakan respon sistemik yang disebabkan oleh infeksi. Mortalitas sepsis dapat mencapai 30% meskipun telah dilakukan perawatan intensif. Renjatan sepsis adalah sepsis yang disertai dengan gangguan pada organ kardiovaskular dan respirasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi parameter gas darah setelah induksi sepsis dan resusitasi cairan. Sebanyak 10 ekor anak babi dengan berat badan 10-13 kg dan umur 2-3 bulan dibagi menjadi dua kelompok perlakuan. Kelompok pertama diresusitasikan dengan cairan koloid modifikasi gelatin 4% (MFG 4%) sedangkan kelompok dua diresusitasikan dengan cairan kristaloid ringer asetat malat (RAM). Lipopolisakarida E. coli sebanyak 50 ug/kg berat badan diberikan dengan rute intravena untuk menginduksi terjadinya sepsis. Induksi sepsis menyebabkan penurunan pH dan PaO2, serta peningkatan PaCO2 dan laktat secara nyata (p<0.05). Resusitasi cairan dilakukan setelah renjatan sepsis. Resusitasi dengan cairan koloid dapat mengembalikan nilai PaCO2 dan PaO2 mendekati normal, serta menekan edema paru. Resusitasi dengan cairan koloid dinilai lebih baik karena dapat meminimalisir kerusakan yang terjadi akibat renjatan sepsis.
Indeks Eritrosit Anak Babi (Sus scrofa) yang Diinduksi Sepsis Pascaresusitasi Cairan Muhammad Abhi Purnomosidi; Rismala Dewi; . Gunanti; Riki Siswandi; Dwi Utari Rahmiati
ARSHI Veterinary Letters Vol. 1 No. 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.481 KB) | DOI: 10.29244/avl.1.2.21-22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi indeks eritrosit (jumlah eritrosit, konsentrasi hemoglobin, hematokrit, VER, HER, KHER) pada anak babi (Sus scrofa) setelah diinduksi sepsis dan diresusitasi oleh cairan koloid (modified fluid gelatin 4%) atau kristaloid (ringer asetat malat). Sepuluh ekor anak babi berumur 2-3 bulan dengan berat badan 8-13 kg dibagi menjadi dua kelompok. Induksi sepsis dilakukan dengan injeksi endotoksin Eschericia coli melalui rute intravena hingga terjadi renjatan sepsis. Resusitasi cairan dilakukan pada saat renjatan sepsis terjadi melalui rute intravena. Kelompok pertama menerima resusitasi cairan menggunakan modified fluid gelatin 4% (MFG 4%) dan pada kelompok yang kedua menerima resusitasi cairan menggunakan cairan ringer asetat malat (RAM). Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat setelah anestesi, saat sepsis, dan 3 jam setelah resusitasi cairan. Hasil evaluasi nilai indeks eritrosit menunjukkan bahwa hewan mengalami anemia makrositik regeneratif. Kondisi sepsis dan resusitasi cairan koloid (modified fluid gelatin 4%) maupun cairan kristaloid (ringer asetat malat) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai indeks eritrosit.
Kuantifikasi opasitas hasil radiografi mesin radiografi analog Dwi Utari Rahmiati; Gunanti Gunanti; Riki Siswandi; Mokhamad Fakhrul Ulum
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 2 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2020
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.4.2.37-38

Abstract

Citra radiografi suatu objek yang diperoleh dari mesin x-ray analog adalah berupa film yang telah tercetak sebagai suatu gambar dengan gradasi warna hitam, abu dan putih yang disebut sebagai opasitas. Penilaian perubahan opasitas pada film hasil radiografi analog dilakukan dengan bantuan lampu illuminator untuk menampilkan citra dari objek. Identifikasi perubahan opasitas suatu objek dilakukan oleh dokter hewan secara kualitatif dan bersifat sangat subjektif. Tulisan ini menyajikan teknik kuantifikasi sederhana dalam menilai opasitas citra radiografi analog menjadi hasil yang lebih objektif untuk mengurangi subjektifitas. Film radiografi analog yang telah diperoleh selanjutnya diubah menjadi digital secara fotografi menggunakan kamera digital yang ada pada ponsel genggam. Fotografi citra dilakukan di ruangan gelap dengan bantuan lampu illuminator. Foto kemudian dipindahkan ke perangkat komputer untuk diolah dengan perangkat lunak ImageJ. Nilai opasitas suatu area terpilih ditentukan oleh densitas objek berupa gray value pada setiap pixel dalam rentang angka 0-255. Nilai nol untuk citra paling gelap berwarna hitam sebagai radiolucent, sedangkan nilai 255 untuk citra paling terang berwarna putih sebagai radiopaque.
Batu kandung kemih pada iguana hijau (Iguana iguana) Gunanti Soeyono; Melpa Susanti Purba; Rahul Ajie Saksena; Martapuri Rani Wijaya; Ainul Khadija Saleema; Laras Weningtyas
ARSHI Veterinary Letters Vol. 3 No. 3 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2019
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.494 KB) | DOI: 10.29244/avl.3.3.45-46

Abstract

Seekor iguana hijau (Iguana iguana) betina berumur 8 bulan dengan berat badan 470 g. Pemilik mengeluhkan adanya massa yang besar dan keras di dalam abdomen sejak kecil dan membesar seiring bertambahnya usia. Tidak terdapat perubahan pada pola tingkah laku, nafsu makan, defekasi serta sekresi cairan urin dan urat pada iguana selama pemeliharaan. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang diagnosa radiologi (radiografi dan ultrasonografi) dilakukan. Hasil pemeriksaan radiografi terlihat adanya massa radiopaque berbentuk bulat di organ vesika urinaria. Berdasarkan hasil USG terlihat adanya massa hiperekhoik dengan bayangan akustik pada vesika urinaria. Berdasarkan hasil diagnosa penunjang di atas, iguana di diagnosa mengalami urolithiasis atau batu kandung kemih (bladder stone) dengan prognosa fausta. Iguana diterapi dengan pembedahan cystotomy untuk mengambil bladder stone. Lima hari pasca-cystotomy nafsu makan iguana sudah membaik, defekasi serta sekresi urin dan urat terpantau normal.
Mastektomi pada kambing peranakan etawa (Capra aegagrus hircus) Gunanti Soeyono; Sus Derthi Widhyari; Selma Laily Nur Afifah; Shavrillia Inovanny Angesti; Intan Khoirunnisa; Irda Khaeriyah; Riana Nurul Maulani; Beata LYL Ayu
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 2 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2020
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.378 KB) | DOI: 10.29244/avl.4.2.29-30

Abstract

Kambing betina peranakan etawa berumur 3 tahun diperiksa dengan gejala ada pembesaran di kelenjar mamaria. Anamnesis kambing sudah beranak 5 kali, setiap beranak 1-2 ekor dan anaknya selalu mati. Air susu induk tidak keluar walaupun terlihat ada pembesaran kelenjar mamaria. Pemeriksaan klinis menunjukkan ada pembesaran salah satu kelenjar mamaria. Diagnosis kambing tersebut menderita tumor mamaria. Hasil pemeriksaan laboratorium sebelum operasi menunjukkan gambaran hematologi masih dalam keadaan normal meskipun Hb normal rendah dan platelet rendah. Setelah operasi menunjukkan peningkatan neutrophil, monosit, dan kadar hemoglobin. Operasi masektomi berhasil dengan baik dan kondisi hewan setelah operasi memperlihatkan nafsu makan dan minum baik. Terjadi peningkatan gambaran RBC dan Hb sehingga kambing dilanjutkan perawatan sampai pulih kembal
Efektivitas penggunaan iopamidol sebagai bahan kontras gastrointestinal pada kucing Siswandi, Riki; Bermani, Fadeli; Prastiwi, Nurul Anjar; Bensa, Matilde Surtini; Rahmiati, Dwi Utari; ., Gunanti; Noviana, Deni
ARSHI Veterinary Letters Vol. 6 No. 3 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2022
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.6.3.57-58

Abstract

Iopamidol merupakan media kontras yang larut dalam air dan bersifat non-ionik. Tulisan ini melaporkan efektifitas penggunaan iopamidol pada seekor kucing domestik jantan berusia 3 tahun, memiliki bobot badan 6 kg, yang dibawa oleh pemiliknya ke klinik dengan keluhan tidak defekasi selama 5 hari dan memiliki nafsu makan yang baik. Pemeriksaan penunjang dilakukan dengan radiografi kontras gastrointestinal dengan menggunakan iopamidol. Pengambilan x-ray dilakukan pada menit ke-0, 30, 60, 150 dan 240. Motilitas gastrointestinal dievaluasi dengan penilaian semi kuantitatif. Kucing terlihat tidak mengalami gangguan motilitas lambung dan usus halus, namun obstruksi ditemukan pada usus besar. Tidak terlihat adanya efek samping maupun komplikasi dari penggunaan iopamidol baik selama prosedur maupun sampai hari ke 5 setelah prosedur. Iopamidol dinilai dapat dijadikan sebagai bahan kontras gastrointestinal.
Co-Authors . Erwin Afidatunnisa, Kholis Afifa, Selma Afiqah Binti Abd Latif Agik Suprayogi Agus Hadi Santosa Wargadipura Agus Wijaya Ahmad Arif Amin Ainul Khadija Saleema Ali Iskandar Zulkarnain, Ali Iskandar Amelia Putri, Yusika Amin, Ahmad Arif Amir S. Madjid, Amir S. Angesti, Shavrillia Anhu Raja Anita Esfandiari Anita Rahmayanti Annisa Rofiqoh Syafikriatillah Annisa, Fadhilah Nur Annita Vury Nurjunitar Antonius H. Pudjiadi Ardi Sandriya Arni Fitri Bambang Pontjo Priosoeryanto Bambang Supriyatno Basrul Hanafi Beata LYL Ayu Bensa, Matilde Surtini budianto panjaitan Budianto Panjaitan Carina Khairunnisa D Ardiansyah D U Rahmiati Damiana Rita Ekastuti Deni Noviana Deny Setyo Wibowo Devi Paramitha Dina Zuhdina Rahman Dwi Endrawati Dwi Endrawati Dwi Gustiono Dwi Utari Rahmiati E Fitriana Ega Iftahul Rizky Ekowati Handharyani Elok Budi Retnani Elvira Adyaputri Erwin Erwin Erwin Erwin Erwin Erwin Eva Harlina Fadeli Bermani Fadhilah Nur Annisa Febryanto, Agung Fitri, Arni Diana Galih Satria Kusumanto Harits Abdullah Munir Hastjarjo Fleuryantari Hayati, Najma Helny Rosita Supriadi Helny Rosita Supriadi Helny Rosita Supriadi Heryudianto Vibowo Himah Nuradilah I Gusti Agung Ngurah Arphan Eka Putra I Gusti Ngurah Sudisma IETJE WIENTARSIH Iman, Bintang Nurul Intan Khoirunnisa Irda Khaeriyah Irza Sukmana Irza Sukmana, Irza Jessica Anggun Safitri Kasim, Salamah Khairunnisa, Carina Kholis Afidatunnisa Ki Agus Dahlan Kiagus Dahlan Kiagus Dahlan Kiagus Dahlan Laras Weningtyas Lijar Pastilah Lina Noviyanti Sutardi Liza Oktafani M. Fakhrul Ulum M.Luqman Hakim Martapuri Rani Wijaya Masaji Washio Maulana, M Ridha Melpa Susanti Purba Melpa Susanti Purba Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Muhammad Abhi Purnomosidi Muhammad Fajrul Falah Muhammad Kamal Muhammad Redha Anshari Munar Lubis Murtiningrum, Fitria Senja Nabila Latifa Hafizsha Nadya Amanda Putri Najma Hayati Ni Rai Fertilini Hanira Jelantik Nindya Dwi Utami Nur Fitri Utami Nuzula Ramadian Peter Ian Limas Prastiwi, Nurul Anjar Rachmi Ridho Raden Mohamad Herdian Bhakti Raden Roro Soesatyoratih Rahmi, Riska Asria Sa'adatur Rahul Ajie Saksena Ramadian, Nuzula Ravi, Sugganya Retno Wulansari Riana Nurul Maulani Riki Siswandi Riski Rostantinata Rismala Dewi Sardimi, Sardimi Selma Afifa Selma Laily Nur Afifa Selma Laily Nur Afifah Septi Nurcholida Sari Shavrillia Angesti Shavrillia Inovanny Angesti Shayrilia Ivanovanny Angesti Sitaria Siallagan Siti Zaenab Siti Zaenab Sri Rezeki Srihadi Agungpriyono Subangkit, Mawar Sugganya Ravi Suparmin, Yuliani Surawan, Surawan Sus Derthi Widhyari Sus Derthi Widyari Syafikriatillah, Annisa Rofiqoh TATI NURHAYATI Tri Isyani Tungga Dewi Tytha Nadhifa Winarto Ulum, M. Fakhrul Viyata Pratiwi Risky Yuliani Suparmin Zultinur Muttaqin