Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Strategi dan Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Sasti Nur Saidah; Uswatun Khasanah; Listiyani Siti Romlah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan tantangan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MA Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. Kurikulum Merdeka hadir sebagai upaya memulihkan learning loss akibat pandemi dan memberi keleluasaan guru dan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari guru Akidah Akhlak dan siswa kelas X yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Kurikulum Merdeka membawa kebebasan dalam penggunaan teknologi dan fleksibilitas guru, penerapannya di lapangan menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan tersebut meliputi kurangnya pemahaman guru terhadap pembelajaran berdiferensiasi, penyalahgunaan teknologi oleh siswa, kebijakan semua siswa harus naik kelas, keterbatasan sarana dan prasarana, serta tingginya beban administratif guru. Strategi yang diusulkan untuk mengatasi tantangan ini antara lain adalah penguatan literasi digital, penerapan asesmen diagnostik, pembelajaran berdiferensiasi, penyederhanaan administrasi guru, penguatan infrastruktur, serta kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan dan penguatan implementasi Kurikulum Merdeka secara lebih optimal dalam pembelajaran Akidah Akhlak.
Ekopedagogi dalam Pembelajaran Sekolah Dasar: Transformasi Eco-Anxiety Menjadi Ecological Awareness Nur’aini Ordelia; Septuri Septuri; Muhammad Muchsin Afriyadi; Uswatun Khasanah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.768

Abstract

  Krisis ekologis global seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan eksploitasi sumber daya alam telah menimbulkan dampak yang luas, tidak hanya pada aspek ekologis tetapi juga pada kondisi psikologis generasi muda. Salah satu fenomena yang muncul adalah eco-anxiety, yaitu kecemasan terhadap masa depan yang dipicu oleh meningkatnya kesadaran terhadap kerusakan lingkungan. Fenomena ini juga mulai dirasakan oleh peserta didik di tingkat sekolah dasar dan berpotensi memengaruhi persepsi, emosi, serta sikap mereka terhadap isu lingkungan. Jika tidak dikelola secara tepat, kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa tidak berdaya dan sikap apatis terhadap upaya pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang mampu mengelola dimensi emosional tersebut sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis yang konstruktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendekatan ekopedagogi dalam pembelajaran sekolah dasar dalam mentransformasikan eco-anxiety menjadi ecological awareness. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif-naratif untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis berbagai penelitian terdahulu yang relevan dengan tema ekopedagogi, eco-anxiety, dan ecological awareness. Sumber data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data Scopus dan Google Scholar periode 2019–2025 dengan bantuan aplikasi Publish or Perish. Proses seleksi literatur dilakukan secara sistematis menggunakan pedoman PRISMA, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekopedagogi berperan sebagai pendekatan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan moral dalam pendidikan lingkungan. Melalui pembelajaran yang reflektif, kontekstual, dan partisipatif, ekopedagogi dapat mengarahkan eco-anxiety menjadi refleksi kritis, empati terhadap lingkungan, serta motivasi untuk melakukan tindakan pro-lingkungan. Dengan demikian, pendekatan ini berkontribusi dalam membangun ecological awareness peserta didik sejak dini melalui proses pembelajaran yang transformatif di sekolah dasar.  
Eco-Theology as an Ontological Foundation for Islamic Education in The 21st Century Uswatun Hasanah; Khoirul Umam Addzaky
Vidya Karya Vol 41, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jvk.v41i1.24144

Abstract

The global ecological crisis has become one of the most urgent challenges of the 21st century, yet educational responses within Islamic contexts often remain limited to moral exhortations or cognitive instruction. This situation raises a fundamental question about the ontological basis of Islamic education and how it can address the ecological dimension of human existence. The present study seeks to examine eco-theology as an ontological foundation for Islamic education, exploring how the relationship between God, humanity, and nature can reshape the aims and practices of education. A review of philosophical and theological literature reveals a research gap. While many studies discuss environmental ethics in Islam, few investigate eco-theology as a foundational ontology for education. To address this gap, this study employs a qualitative philosophical method, using textual analysis of classical sources (the Qur’an, Hadith, and Islamic scholarship) alongside contemporary works on Islamic philosophy of education and environmental theology. The findings suggest that eco-theology provides three key ontological principles: tawhid (the unity of existence), khalifah (human stewardship), and Mizan (cosmic balance). These principles define human beings not only as spiritual and rational but also as ecological entities. As a result, Islamic education must integrate ecological consciousness into its philosophy and praxis. The study concludes that eco-theology, understood ontologically, reframes Islamic education for the 21st century. Its implications include curriculum development that embeds environmental ethics, pedagogies that use nature as a learning space, and identity formation that links faith with ecological responsibility.
Peran Pengurus Organisasi Pondok Pesantren Modern (OPPM) Dalam Menegakkan Kedisiplinan Di Pondok Pesantren Jabal An-Nur Al-Islami Serli Puspita Sari; Uswatun Khasanah; Fitriani Fitriani
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengurus organisasi pondok pesantren modern berperan dalam menegakkan kedisiplinan santriwati di Pondok Pesantren Jabal An Nur Al Islami. Fokus penelitian meliputi jenis peran pengurus, pendekatan yang digunakan untuk pembinaan disiplin, dan faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan kedisiplinan santriwati. Studi ini melakukan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Untuk mengumpulkan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan. Subjek penelitian terdiri dari pengurus organisasi pondok pesantren, ustadzah, dan santriwati. Analisis data menggunakan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus organisasi pondok pesantren memiliki peran penting dalam menegakkan kedisiplinan santriwati melalui penerapan peraturan, pengawasan kegiatan harian, pemberian nasihat, keteladanan, serta penerapan reward dan punishment. Strategi yang dilakukan pengurus mampu membantu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan santriwati terhadap tata tertib pondok pesantren. Faktor pendukung dalam pelaksanaan kedisiplinan meliputi kerja sama antara pengurus dan ustadzah serta adanya peraturan yang jelas. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya kesadaran sebagian santriwati dan pengaruh lingkungan pertemanan. Dengan demikian, peran pengurus organisasi pondok pesantren sangat berpengaruh dalam membentuk sikap disiplin santriwati di lingkungan pondok pesantren. Kata Kunci: Peran Pengurus, Organisasi Pondok Pesantren Modern, Kedisiplinan, Santriwati.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SM2CL TERHADAP MINAT BELAJAR PAI DAN BUDI PEKERTI Fan Kurniawati Sukma Bulan; Uswatun Khasanah; Agus Susanti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11443

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the low learning interest of students in Islamic Education and Character Education caused by the dominance of conventional teaching methods at SMK PGRI 4 Bandar Lampung. This condition leads to a lack of active student involvement in the learning process. This research aims to determine the effect of the SM2CL learning model (Synectics, Mind Mapping, Cooperative Learning) on students’ learning interest. The study employed a quasi-experimental design with a posttest-only control group design. The sample consisted of an experimental class and a control class selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation. The data were analyzed using an Independent Sample t-test after conducting prerequisite tests. The results showed a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that Ha was accepted and Ho was rejected. It can be concluded that the SM2CL learning model has a significant effect on improving students’ learning interest in Islamic Education and Character Education at SMK PGRI 4 Bandar Lampung. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang disebabkan oleh masih dominannya penggunaan model pembelajaran konvensional di SMK PGRI 4 Bandar Lampung. Kondisi tersebut berdampak pada kurangnya keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SM2CL (Synectics, Mind Mapping, Cooperative Learning) terhadap minat belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan desain Posttest-Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-Test setelah terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran SM2CL terhadap minat belajar peserta didik. Dengan demikian, model pembelajaran SM2CL terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMK PGRI 4 Bandar Lampung.
PENDAMPINGAN LITERASI BERBAHASA INDONESIA BAKU DI TENGAH PENGGUNAAN BAHASA GAUL PADA PELAJAR DI BANDAR LAMPUNG Uswatun Hasanah
EduImpact: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): EduImpact: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat
Publisher : Cipta Pustaka Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63324/eipm.3v.1i.163

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar dalam menggunakan bahasa Indonesia baku dan bahasa gaul secara tepat sesuai konteks komunikasi. Kegiatan dilaksanakan pada pelajar sekolah menengah di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, dengan melibatkan 32 peserta. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah tingginya penggunaan bahasa gaul dalam komunikasi sehari-hari, terutama melalui media sosial, yang berdampak pada rendahnya kesadaran siswa dalam membedakan ragam bahasa formal dan informal. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, analisis contoh penggunaan bahasa gaul, latihan mengubah bahasa informal menjadi bahasa Indonesia baku, serta refleksi penggunaan bahasa dalam konteks sekolah dan media sosial. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 56,25% pada pre-test menjadi 84,38% pada post-test. Selain itu, peserta mulai mampu mengidentifikasi perbedaan penggunaan bahasa gaul dan bahasa baku, memahami konteks penggunaan bahasa yang sesuai, serta menyusun contoh kalimat formal berdasarkan ungkapan informal yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Luaran kegiatan ini berupa peningkatan literasi berbahasa peserta, materi sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia baku dan bahasa gaul secara kontekstual, serta rekomendasi bagi sekolah untuk membina budaya berbahasa yang santun, kreatif, dan sesuai konteks. Kegiatan ini menunjukkan bahwa bahasa gaul tidak harus dipandang sebagai ancaman, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai media edukatif untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E SEBAGAI PENDEKATAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR: SEBUAH PENELITIAN EKSPERIMEN Nurilmi; Siti Zulaikhah; Uswatun Hasanah
Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Prodi PAI Sekolah Tinggi Agama Islam Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/jbpi.v7i1.893

Abstract

This research investigates the effectiveness of the Learning Cycle 5E instructional model in improving students’ learning motivation in the Akidah Akhlak subject at MAN 2 Bandar Lampung. The study was conducted in response to students’ low motivation, which is attributed to the predominance of conventional teaching practices, insufficient instructional media, and limited interaction between teachers and learners. A quasi-experimental approach employing a posttest-only control group design was applied. Participants were chosen through simple random sampling, assigning Class X B as the control group and Class X C as the experimental group. Data were obtained using a 15-item non-test questionnaire that had been validated and demonstrated high reliability, with a coefficient of 0.82. Statistical analysis was performed using a t-test. The findings reveal that the implementation of the Learning Cycle 5E model significantly enhances students’ learning motivation, as evidenced by increased engagement, strong curiosity, and responsible learning behavior. These results underscore the necessity of innovative pedagogical strategies in Islamic education.
Qur’anic Learning In The Digital Era: A Study On Digital Applications And Their Impact Ida Faridatul Hasanah; Uswatun Hasanah; Minhah Makhzuniyah; Aminah Nur Kauthar Binti Zawawi
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 18, No 1: 2025
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pamator.v17i4.28172

Abstract

The utilization of digital technology has significantly transformed the way Muslims study the Qur'an. Digital Qur'an applications, online platforms, and artificial intelligence (AI) provide easier and faster access to religious texts, including Qur'anic exegesis and studies. However, concerns arise regarding the potential impact of these technologies on the depth of religious understanding, especially in preserving the spiritual and traditional aspects of Qur'anic studies. This study aims to explore the optimal use of digital technology in Qur'anic studies and examine the opportunities and challenges with a focus on digital applications. A qualitative approach was employed using library research, drawing from literature sources such as books, academic journals, articles, and relevant research reports. Findings reveal that digital technology offers numerous conveniences, such as broad, interactive, and flexible access. However, challenges like potential misuse of shallow interpretations, dependence on algorithms, and declining quality of teacher-student interactions pose significant concerns. Thus, the application of digital technology in Qur'anic studies should adopt a wise approach, adhering to the principles of Islamic scholarship and spirituality. Additionally, digital literacy and collaboration between religious scholars and technology developers are essential to ensure that digital applications and platforms genuinely support a profound and contextual understanding of the Qur'an, assisting users in filtering information from credible sources while avoiding the spread of inappropriate content.