Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Profile Metacognitive Scaffolding in Developing the Concept of Determinants to Enhance Mathematical Problem-Solving Skills of Low Ability Students Awi, Awi; Sutamrin, Sutamrin; Naufal, Muhammad Ammar; Nasir, Norma; Hassan, Muhammad Nasiru
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.3803

Abstract

The low ability of students to understand the concept of determinants and apply it in mathematical problem-solving remains a serious challenge, particularly among low-achieving learners. These difficulties are often linked to limited instructional variation, the dominance of procedural teaching, and insufficient opportunities for developing metacognitive awareness. This study therefore explores how metacognitive scaffolding can support low-achieving students in strengthening their conceptual understanding of determinants and improving problem-solving skills. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving 30 tenth-grade students at MA Arifah Gowa, identified as low-achieving based on pretest results. Instruments included a mathematical problem-solving test, scaffolding observation sheets, and structured interviews. Data were collected through a pretest, classroom implementation of metacognitive scaffolding, observations, and a posttest. Findings revealed a significant improvement in problem-solving ability. The average score increased from 36.7 on the pretest to 74.8 on the posttest. Inferential analysis using a paired t-test confirmed the increase was statistically significant (t(29) = –12.34, p < 0.001), with a very large effect size (Cohen’s d = 1.80). These results highlight the importance of integrating metacognitive scaffolding into mathematics instruction as a means of fostering reflective thinking, enhancing student engagement, and strengthening higher-order thinking skills, particularly for low-achieving students. The findings align with the objectives of the Merdeka Curriculum, which emphasizes critical, reflective, and independent learning.
Ethnomathematics: Two-Dimensional Figure Geometry Concept in the Balla Lompoa Traditional House in South Sulawesi Ja’faruddin; Naufal, Muhammad Ammar
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.834

Abstract

Rumah adat Balla Lompoa merupakan bangunan adat yang dulunya digunakan sebagai istana tempat tinggal Raja Gowa. Sebagai bagian dari budaya, arsitektur tradisional dan ornamen pada Balla Lompoa berkait dengan konsep geometri yang jika digali dapat dijadikan sebagai bahan ajar. Kajian tentang konsep matematika dengan praktik budaya disebut etnomatematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan salah satu penjaga rumah adat Balla Lompoa. Eksplorasi rumah adat Balla Lompoa memperlihatkan berbagai konsep geometris bangunan datar seperti bujur sangkar, bujur sangkar panjang, segitiga, lingkaran, dan belah ketupat. Bentuk bangun datar ini dapat ditemukan di Balla Lompoa dan dapat menjadi salah satu bahan ajar berupa media pembelajaran, model dan pendekatan pembelajaran serta modul menggunakan Etnomatematika. The Balla Lompoa traditional house is a traditional building once used as the palace of the King of Gowa's residence. As part of the culture, the traditional architecture and ornaments on the Balla Lompoa connect with the concept of geometry, which, if explored, can be used as teaching materials. The study of mathematical concepts with cultural practice is called Ethnomathematics. This study is a descriptive exploratory study, with data collected through observation and interviews with one of the guards of the Balla Lompoa traditional house. The exploration of the Balla Lompoa traditional house shows various geometric concepts of flat buildings such as squares, square Panjang, triangles, circles, and rhombuses. This flat shape can be found in the Balla Lompoa and can be one of the teaching materials in the form of learning media, teaching models and approaches, and modules using Ethnomathematics.
STEAM learning implementation in Makassar: SWOT analysis Naufal, Muhammad Ammar; Ramdhani, Nurfitriah; Syahid, Nurul Khatimah; Zahrah, Fadliyah; Nurfadya, Masyta; Hafid, Nur Aqidah; Dassa, Awi; Ihsan, Hisyam; Ahmad, Asdar
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 18, No 3: August 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v18i3.21353

Abstract

The aim of this study is to identify the strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT) of science, technology, engineering, art, and mathematics (STEAM) learning at the elementary school level in Makassar. This study employed a mixed methods approach, specifically the QUANqual type of explanatory sequential design. The survey method was used to collect and analyze quantitative data, while interviews and documentation methods were used for qualitative non-numerical data. The respondents consisted of elementary school teachers in Makassar who were selected using simple random sampling. The results showed that using SWOT analysis and internal strategic factors analysis summary-external strategic factors analysis summary (IFAS-EFAS) calculations, the strengths-opportunities (SO) strategy has the highest score of 4.27. In addition, the weaknesses-opportunities (WO), strengths-threats (ST), and weaknesses-threats (WT) strategies received consecutive scores of 3.25, 2.71, and 1.69, respectively. It suggests that STEAM learning in Makassar is in a growth stage due to its strengths and opportunities that support the development of STEAM education in the city.
Optimalisasi Pembelajaran di SMKS Islam Pesantren Alam: Penguatan Kapasitas Guru melalui Teknologi AI Dassa, Awi; Naufal, Muhammad Ammar; Sutamrin, Sutamrin; Zaki, Ahmad
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 02 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v2i2.5091

Abstract

Kegiatan pengabdian dengan tema Optimalisasi Pembelajaran Menggunakan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) bagi Guru di SMKS Islam Pesantren Alam merupakan program pengabdian yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan AI untuk mendukung pembelajaran. Fokus pelatihan ini adalah mengembangkan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran interaktif menggunakan Canva dan menyusun alat evaluasi adaptif melalui ChatGPT. Pelatihan ini meliputi pemahaman dasar tentang AI, langkah-langkah penggunaan Canva dan ChatGPT, serta pendekatan untuk menghadapi tantangan yang mungkin muncul selama penerapan. Metode yang diterapkan mencakup ceramah dan praktik langsung, yang memungkinkan peserta memahami konsep sekaligus menerapkannya dalam konteks pembelajaran mereka. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan peserta, dengan umpan balik positif terkait relevansi materi dan manfaat praktis yang diterima. Dengan integrasi AI, diharapkan kualitas pembelajaran di sekolah dapat meningkat secara berkelanjutan, mendukung kesiapan guru menghadapi pendidikan abad ke-21
Desa Sehat: Transformasi Masyarakat Melalui Edukasi Gigi, Senam, dan Jumat Bersih di Desa Bune, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone Awi Dassa; Hisyam Ihsan; Adnan; Ayu Alfina Pratiwi Amar; Putri Regina Pratiwi; Muhammad Ammar Naufal
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 1 Issue No. 1: Juli 2023
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kreativa.v1i1.20237

Abstract

Desa Sehat merupakan program kerja yang diusung oleh mahasiswa dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran penyakit di Desa Bune melalui beberapa kegiatan, seperti penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, senam, dan Jumat Bersih. Berdasarkan hasil survei situasi dan lapangan, salah satu masalah masyarakat adalah terkait masalah tentang kesehatan yaitu masih rendahnya kesadaran masyarakat Desa Bune dalam menjaga kesehatan diri dan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, Tim KKN Tematik UNM 2023 melalui program Desa Sehat diharapkan mampu menjawab permasalahan masyarakat. Melalui program ini dapat memberdayakan masyarakat Desa Bune untuk hidup sehat sebagai penunjang kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan kesehatan dan olahraga. Dalam program ini terdapat 3 kegiatan yang dilaksanakan yaitu penyuluhan/edukasi kesehatan gigi dan mulut, senam dan jumat bersih. Program Desa Sehat ini diikuti oleh seluruh kalangan masyarakat Desa Bune. Dalam program ini ada yang bersifat rutin dan ada yang hanya satu kali pelaksanaan. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat yang menjadi sasaran memberikan respon yang baik dan kontribusi yang besar terhadap program yang dilaksanakan.
Attitude towards learning school geometry: an exploratory and confirmatory factor analysis in the Nigerian context Hassan, Muhammad Nasiru; Naufal, Muhammad Ammar; Abdullah, Abdul Halim
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 20, No 1: February 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v20i1.23545

Abstract

Attitude is a critical factor influencing students’ success in learning geometry and mathematics, which has been a subject of global interest in educational research. This study aimed to develop a valid and reliable instrument to measure students’ attitudes toward learning geometry in Nigeria, based on the affective, behavioral, and cognitive (ABC) model. The instrument was tested on a sample of 100 secondary school students in Nigeria. To ensure its validity, both exploratory factor analysis (EFA) and confirmatory factor analysis (CFA) were employed. The EFA results indicated a three-factor structure consisting of 20 items, which was further verified through CFA, showing good model fit indices and supporting the instrument’s robustness. The reliability of the instrument was also confirmed, with Cronbach’s alpha coefficients ranging from 0.73 to 0.89, suggesting strong internal consistency across the three attitude components. The findings indicate that the developed instrument is a reliable and valid tool for assessing secondary school students’ attitudes toward geometry, capturing their emotional, behavioral, and cognitive responses to the subject. This study contributes significantly to the field of mathematics education by offering a context-specific tool for measuring attitudes, which could inform the development of more effective teaching strategies tailored to students’ attitudes toward geometry.
Deskripsi Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Menggunakan Metode Determinan Nasir, Norma; Awi, Awi; Sutamrin, Sutamrin; Naufal, Muhammad Ammar
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78493

Abstract

Abstrak. Kesalahan siswa dalam memahami konsep determinan matriks berpotensi menghambat proses penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV), khususnya saat menggunakan metode Sarrus. Pemahaman konsep yang keliru tidak hanya berdampak pada ketidaktepatan prosedur, tetapi juga mencerminkan adanya miskonsepsi yang lebih dalam terhadap struktur dan sifat matriks itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa berdasarkan tingkat kemampuan matematika mereka, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek tiga orang siswa SMA yang dipilih berdasarkan hasil tes diagnostik awal. Instrumen penelitian terdiri dari tes tertulis yang mengukur kemampuan menyelesaikan SPLTV menggunakan metode determinan, serta pedoman wawancara yang digunakan untuk menggali lebih dalam proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi masih melakukan kesalahan prosedural, seperti ketidaktepatan dalam penggunaan tanda positif dan negatif pada metode Sarrus. Siswa dengan kemampuan sedang menunjukkan kesalahan konseptual dan prosedural, antara lain kesulitan memahami struktur matriks dan menentukan minor yang benar. Sementara itu, siswa dengan kemampuan rendah mengalami kesalahan pada hampir semua aspek, termasuk konsep, prosedur, dan perhitungan numerik, serta menunjukkan miskonsepsi terhadap langkah-langkah penyelesaian SPLTV dengan determinan. Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perbedaan tingkat kemampuan siswa, dengan penekanan pada penguatan pemahaman konsep dan pelatihan prosedural secara bertahap. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan intervensi pembelajaran yang lebih sistematis untuk meminimalisasi kesalahan siswa dalam memahami determinan dan aplikasinya dalam SPLTV Kata Kunci: Kesalahan Siswa; Determinan; Metode Sarrus; Kemampuan Matematika
Pelatihan Pemanfaatan Deepseek AI untuk Pengembangan Soal Literasi Matematika bagi Guru Sekolah Menengah di Kabupaten Maros Awi, Awi; Sutamrin, Sutamrin; Naufal, Muhammad Ammar; Nasir, Norma
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Keterampilan literasi matematika merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh siswa abad ke-21 untuk menghadapi tantangan global dan kebutuhan berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari. Namun, banyak guru masih mengalami kesulitan dalam merancang soal-soal yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan soal literasi matematika dengan memanfaatkan aplikasi Deepseek AI, yaitu platform kecerdasan buatan yang mendukung proses penyusunan soal berbasis konteks dan analisis kemampuan berpikir kritis. Pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung dalam pengembangan soal literasi matematika berbasis teknologi. Kegiatan ini diikuti oleh 12 guru matematika dan dilaksanakan bekerja sama dengan MGMP Matematika Kabupaten Maros. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan guru merancang soal literasi matematika yang kontekstual, sistematis, dan sesuai dengan prinsip pembelajaran berbasis HOTS. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan profesionalisme guru sekaligus memperkuat literasi numerasi di lingkungan sekolah.Kata kunci: Deepseek, Artificial Intelegence, Literasi Matematika.