Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Metode Filtrasi Terhadap Peningkatan Kualitas Fisik Air Muara Sungsang, Banyuasin Meiyerani, Jeni; Melki, Melki; Widjajanti, Hary; Rozirwan, Rozirwan; Aryawati, Riris
Journal of Tropical Marine Science Vol 8 No 1 (2025): Journal of Tropical Marine Science (on going)
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v8i1.5680

Abstract

Water quality in the form of turbidity, colour, odour, taste and suspended residue are significant issues in Sungsang Banyuasin. The filter utilizes a filtration method to remove solid particles and contaminants. The research site consists of Sungsang, Sungsang II, and Sungsang III areas. The purpose of this study was to determine the water quality in the form of colour, taste, odour, turbidity, suspended residue, and salinity, as well as the ability of the filter to overcome water quality. Filtration consists of sedimentation, filter membranes, and filter media consisting of zeolite, silica, anthracite, ferrolite, activated carbon, and bioring. Water quality measurements used organoleptic to determine odour and taste, handrefractometer to measure salinity, direct reading to measure suspended residue, and spectrophotometry to measure colour and turbidity. The breech water was odourless and tasteless, and the suspended residue value ranged from 17-19 mg/L below the quality standard of 50 mg/L. Colour and turbidity values are greater than 50 on their respective scales and salinity values range from 11-13 ppt. The filtration process successfully reduced the values of suspended residue, colour, turbidity, and salinity.
Logam Berat Pb, Cu, Zn Dan Ni Dalam Air Di Ekosistem Lamun Pulau Pahawang Gusri, Ariqoh Athallah; Rozirwan, Rozirwan; Putri, Wike Ayu Eka
Journal of Tropical Marine Science Vol 8 No 1 (2025): Journal of Tropical Marine Science (on going)
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v8i1.5681

Abstract

In coastal environments and the ecosystems, including seagrass ecosystems, heavy metals can lead to pollution. This study goal is to analyze the concentration of heavy metals in water based on safety standards for marine organisms. Water samples were collected from two locations: Jeralangan HamLet and Cukuh Nyai HamLet in Pahawang Island, Lampung, Indonesia. Water quality parameters were measured in situ. Heavy metals such Pb, Cu, Ni, and Zn were prepared using Wet digestion method and the concentrations were measured using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) SHIMADZU AA-7000. At the same location, the highest concentration of was observed for Zn 0.406 mg/L at station 2, while the lowest concentration was recorded for Cu 0.019 mg/L. The concentration of heavy metals Pb, Cu, Ni and Zn in water has exceeded the quality standards for marine biota and marine tourism.These research can be used as a basis for future planning in the management of Pahawang Island’s coastal environment.
Kajian Metode Penambangan Timah di Laut Untuk Mengurangi Dampak Penyebaran Sedimen Pada Perairan Laut di Laut Matras Kabupaten Bangka Syamdhora, Riki; Juniah, Restu; Rozirwan , Rozirwan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i6.4391

Abstract

Penambangan timah di Bangka Belitung telah berlangsung lebih dari satu abad dan menjadi salah satu penyumbang utama devisa daerah, mencapai 2,29 miliar USD atau lebih dari 80% total ekspor provinsi. Di perairan Matras, aktivitas ini dilakukan menggunakan Kapal Isap Produksi (KIP) untuk mengeruk material dari dasar laut yang kemudian dicuci, menghasilkan tailing yang berpotensi mencemari lingkungan perairan. Penelitian pada Maret 2025 di Pantai Matras, Kecamatan Sungai Liat, bertujuan menganalisis pola sebaran sedimen akibat operasi KIP serta meninjau alternatif metode penambangan yang lebih berkelanjutan. Hasil pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak MIKE21 (modul FM dan MT) menunjukkan bahwa distribusi Total Suspended Solid (TSS) dipengaruhi oleh musim dan pasang surut, dengan konsentrasi berkisar antara 0,020–0,024 kg/m³ pada Musim Timur dan meningkat menjadi 0,026–0,028 kg/m³ selama Musim Barat, dengan arah dominan sebaran ke selatan saat pasang. Data lapangan menunjukkan TSS antara 2–46 mg/L, sedangkan karakteristik sedimen didominasi oleh partikel halus dengan proporsi 44,69% hingga 70,95%. Untuk meminimalkan dampak penyebaran TSS, pendekatan teknis diterapkan melalui pemisahan lokasi pengerukan dan pencucian, yaitu dengan menempatkan Floating Washing Plant (FWP) di area pesisir. Tailing dari FWP dapat ditangani melalui pembuangan laut terkontrol, pembangunan kolam penampungan dengan struktur tanggul batu granit dan geotube, atau pemanfaatan lanjutan sebagai bahan reklamasi maupun sumber mineral ikutan bernilai seperti zirkon, ilmenit, dan kuarsa—seluruh strategi ini mendukung penerapan praktik pertambangan yang ramah lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan.
Kontaminasi Mikroplastik pada Anadara granosa (Linnaeus, 1758): Studi Kasus dari Kawasan Mudflat Barong, Sumatera Selatan Nugroho, Redho Yoga; Rozirwan, Rozirwan; Fauziyah, Fauziyah
SIMBIOSA Vol 14, No 1 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i1.7874

Abstract

Aktivitas antropogenik yang meningkat telah memicu masuknya polutan ke perairan, salah satunya mikroplastik (MPs) yang terbentuk dari degradasi limbah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan MPs pada biota kerang Anadara granosa yang banyak ditemukan di habitat mudflat Barong yang berada di kawasan pesisir Taman Nasional Sembilang, namun secara geografis dekat dengan muara sungai-sungai besar. Sampel diambil berdasarkan ukuran berbeda: BL= Barong Large (20-25 gr), BM= Barong Medium (15-20 gr), dan BS= Barong Small (10-15 gr). Ekstraksi MPs dilakukan menggunakan metode ekstraksi basa dengan larutan KOH 10%, diikuti penyaringan dan identifikasi secara visual menggunakan mikroskop. Kepadatan MPs dihitung berdasarkan jumlah partikel per gram berat tubuh basah biota. Hasil menunjukkan bahwa nilai kepadatan tertinggi terdapat pada BL (20 partikel/gr), diikuti BS (16 partikel/gr), dan terendah pada BM (13 partikel/gr). Jenis MPs yang dominan adalah fiber dan fragmen, dengan warna dominan hitam dan putih. Temuan ini menunjukkan bahwa habitat mudflat Barong yang berada di kawasan terlindung, ternyata telah terdampak limbah antropogenik MPs yang diduga bersumber dari muara sungai-sungai besar terdekat. Selain itu, temuan ini menjadi potensi akumulasi MPs, yang dapat membahayakan biota bentik dan rantai makanannya melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi.
Screening and Profiling of Antioxidant Activity in Mud Crab (Scylla Serrata) from Banyuasin Waters Rozirwan, Rozirwan; Lestari, Ning Intan; Winarta, Yoga; Isnaini, Isnaini; Putri, Wike Ayu Eka; Hendri, Muhammad; Ulqodry, Tengku Zia; Fauziyah, Fauziyah; Melki, Melki; Nugroho, Redho Yoga; Mohamed, Che Abd Rahim
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 30, No 3 (2025): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.30.3.438-452

Abstract

Mangrove crab (Scylla serrata) as one of the crustacean species, has a variety of bioactive compounds that can be utilized in the field of pharmacology. Antioxidant compounds act as therapeutic agents against degenerative diseases. Banyuasin waters have mangrove vegetation with associated marine organisms that have the potential to be studied for bioactive compounds. This study aims to identify the phytochemical profile quantitatively and qualitatively, samples were collected from mud flats near mangrove ecosystems in Banyuasin waters, South Sumatra. Samples were tested for antioxidant activity using the DPPH test, and IC50 values, qualitative phytochemical identification, and phytochemical profiles were calculated using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) analysis. Based on the results of antioxidant testing, the IC50 value of S. serrata extract is 2.25 ppm, the sample is included in the category of very strong antioxidants. Phytochemical test results showed that the compound is thought to contain antioxidant activity from flavonoids and triterpenoids. GC-MS analysis detected major compound groups of alkaloids, purines, and vitamins. Minor compound groups detected amines, terpenoids, monosaccharides, amino acids, fatty acids, silanes, formamides, heterocycles, carboxylic acids, aminoglycosides, naphthalene derivatives, nitriles, amides, glycosides, and peptides. S. serrata extract shows very strong antioxidant activity, with major compounds such as alkaloids, purines, and vitamins. S. serrata extract detected compounds that have been reported as anti-inflammatory, anticancer, antimicrobial, and antiviral. These findings highlight the pharmaceutical potential of S. serrata as a source of bioactive compounds. The results of this study provide valuable information for the development of alternative medicines derived from marine organisms.
Edukasi Peningkatan Kesadaran Masyarakat Dalam Menjaga Primitive Horseshoe Crab (Belangkas) Sebagai Biota Yang Dilindungi Di Desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan Fauziyah, Fauziyah; Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Agustriani, Fitri; Nur, Muhamad; Melki, Melki; Rozirwan, Rozirwan; Febrianti, Amanda Astri Pratiwi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i3.6065

Abstract

Penangkapan ikan di perairan Banyuasin seperti belangkas (horseshoe crab) menimbulkan kekhawatiran terhadap kelestarian spesies ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran untuk menjaga biota laut yang dilindungi dan melestarikan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga biota laut yang dilindungi dari ancaman kepunahan di wilayahnya dan lebih menghargai lingkungan serta saling berbagi pengalaman di antara mereka. Metode yang dilakukan adalah wawancara dan memberikan edukasi. Instrumen yang digunakan sebagai alat ukur keberhasilan kegiatan adalah Pre dan post-test serta umpan balik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan September 2023 di Desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Hasil pengabdian adalah terjadi pemahaman yang meningkat dari responden dalam mengenali horseshoe crab (dari 97,8% menjadi 100%) dan mampu membedakan jantan dan betina (semula 38,6% menjadi 80%). Selain itu, kesadaran responden meningkat untuk melepaskan horseshoe crab yang terjaring alat tangkap ke perairan (semula 50,9% menjadi 100%) dan peningkatan kesadaran bahwa horseshoe crab adalah biota yang dilindungi (semula 68,9% menjadi 100%). Mayoritas responden (98,2%) menerima secara positif kegiatan pengabdian ini. 
Logam Berat Cd di Sungai Musi Bagian Hilir, Sumatera Selatan Putri, Wike Ayu Eka; Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo; Diansyah, Gusti; Rozirwan, Rozirwan; Fauziyah, Fauziyah; Agustriani, Fitri; Haryati, Ani; Gusri, Ariqoh Athallah
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 1 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i1.56751

Abstract

Pemanfaatan daerah aliran sungai seringkali memberikan dampak negatif terhadap kualitas perairan. Kondisi ini pada akhirnya akan berdampak terhadap keamanan pangan yang berasal dari wilayah tersebut. Salah satu komponen bahan pencemar yang umum ditemukan di perairan dan menjadi ancaman bagi keamanan pangan adalah logam berat Cd. Penelitian bertujuan mengetahui konsentrasi logam berat Cd pada beberapa komponen ekosistem yang ada di Sungai Musi bagian hilir meliputi air, sedimen dan tiga organ ikan (insang, hati dan daging). Ikan yang menjadi objek penelitian adalah empat jenis ikan yang umum tertangkap meliputi ikan Juaro (Pangasius polyuranodon), ikan Sembilang (Paraplotosus albilabris), ikan Seluang (Rasbora sp) dan ikan Belanak (Mugil chepalus). Sampel air dan sedimen diambil dari sekitar Sungai Musi bagian hilir yang dibagi menjadi delapan (8) stasiun penelitian selama periode Maret, Mei dan November 2018. Adapun sampel ikan diambil dari nelayan sekitar yang menangkap ikan di kawasan tersebut. Sampel dianalisa merujuk pada metode USEPA 30050B dan dianalisa menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata logam berat Cd pada sampel air kecil dari 0,001 mg/l dan pada sedimen berkisar antara 0,223-0,419 mg/kg. Konsentrasi rata-rata Cd pada organ hati, insang dan daging ikan Seluang adalah 0,117, 0,034 dan 0,021 mg/kg, ikan Juaro 0,059, 0,051 dan 0,027 mg/kg, ikan Belanak 0,096, 0,031 dan 0,025 mg/kg, ikan Sembilang 0,102, 0,046 dan 0,032 mg/kg. Konsentrasi logam berat Cd pada sampel air, sedimen dan daging ikan Seluang, ikan Juaro, ikan Belanak dan ikan Sembilang masih dibawah baku mutu dan ambang batas yang ditetapkan.   Utilization of river often has a negative impact on water quality. This condition will influence on the security of food originating from this area. One component of pollutants that is commonly found in waters and poses a threat to food safety is heavy metal such as Cd. The research aims to determine the concentration of the heavy metal Cd in several ecosystem components in the Musi River Estuary, including water, sediment and three fish organs (gills, liver and meat). Object of this research are four types of fish that are commonly caught, such as Juaro fish (Pangasius polyuranodon), Sembilang fish (Paraplotosus albilabris), Seluang fish (Rasbora sp) and Belanak fish (Mugil chepalus). Water and sediment samples were taken from around the Musi River downstream, divided into eight (8) research stations during March, May and November 2018. Fish samples were taken from local fishermen who caught fish in the area. Samples were analyzed using the USEPA 30050B and AAS (atomic absorption spectrophotometer). The results showed that the average concentration of the heavy metal Cd in water samples was less than 0.001 mg/l, in sediments ranging from 0.223 to 0.419 mg/kg. The average concentration of Cd in the liver, gills and muscle of Seluang fish was 0.117, 0.034 and 0.021 mg/kg, Juaro fish 0.059, 0.051 and 0.027 mg/kg, Belanak fish 0.096, 0.031 and 0.025 mg/kg, Sembilang fish 0.102, 0.046 and 0.032 mg/kg. The concentration of the heavy metal Cd in samples of water, sediment and muscles of Seluang, Juaro, Belanak and Sembilang fish was still below some specified quality standards.
SWOT analysis of Ecotourism development in Sembilang National Park, Banyuasin Regency, South Sumatra, Indonesia Alimin Alimin; Rozirwan Rozirwan; Elisa Wildayana; Riswani Riswani
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 5 No. 4 (2024): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (April
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/dijemss.v5i4.2466

Abstract

Tourism is one of the dynamic industrial activities for a country's income. Tourism can take the form of ecotourism with potential factors for nature conservation and development. Ecotourism is a form of tourism that is primarily inspired by the natural history of an area, including the area's indigenous culture. Effective sustainable ecotourism management must use strategic planning. Strategic planning can use the SWOT matrix. In general, the strengths of Sembilang National Park are the uniqueness of migratory birds from Siberia that do not exist anywhere else and the presence of exotic animal habitats. The weakness of Sembilang National Park is that transportation is still dominated by waterways and there is a lack of clean water sources. The opportunities for Sembilang TN include financial assistance and international recognition. Meanwhile, the threat to Sembilang National Park is weather conditions which greatly affect waterways. From the weighting results, it is found that the position of Sembilang TN is on the X axis with a value of 9. So it can be concluded that Sembilang TN is at a positive point on the The position of the Sembilang National Park development strategy is in Quadrant I, namely the strategy of utilizing all strengths to seize and exploit maximum opportunities.
Hubungan Parameter Perairan dengan Struktur Komunitas Rumput Laut di Perairan Pulau Maspari, Sumatera Selatan Aryawati, Riris; Ulqodry, Tengku Zia; Surbakti, Heron; Isnaini, Isnaini; Agussalim, Andi; Apri, Rezi; Hendri, Muhammad; Rozirwan, Rozirwan; Hilmaturosyidah, Hilmaturosyidah
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 1 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i1.29656

Abstract

Pulau Maspari merupakan pulau kecil dan terpencil yang terletak di bagian selatan Selat Bangka, Provinsi Sumatera Selatan. Pulau Maspari diketahui memiliki beberapa potensi sumber daya hayati laut, termasuk rumput laut. Sampai saat ini belum ada informasi ilmiah mengenai kondisi rumput laut yang berada di  Pulau Maspari dan minimnya data terkait parameter lingkungan perairannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara parameter perairan dan keanekaragaman rumput laut di perairan Pulau Maspari, yang dilaksanakan pada Juli 2024 menggunakan metode eksploratif di tujuh stasiun sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan spesies rumput laut yang teridentifikasi dari tujuh stasiun, yaitu Caulerpa lentillifera, Cladophora prolifera, Derbesia sp., Ulva lactuca, Padina minor, Sargassum polycystum, Acanthophora spicifera, dan Gracilaria salicornia. Hasil analisis komponen utama (PCA) menunjukkan bahwa parameter perairan seperti suhu, kecerahan, kecepatan arus, salinitas, oksigen terlarut, pH, nitrat, dan fosfat memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur komunitas rumput laut, dengan persentase total sumbu F1 dan F2 mencapai 69,51% serta sumbu F1 dan F3 mencapai 41,59%. Indeks keanekaragaman dan keseragaman tertinggi ditemukan di stasiun 7, sedangkan indeks dominansi tertinggi terdapat di stasiun 3, 4, dan 6. Penelitian ini diharapkan dapat menyediakan data dasar tentang struktur komunitas rumput laut di perairan Pulau Maspari, yang berguna dalam membantu pengambilan keputusan dalam pengelolaan serta konservasi ekosistem perairan.
Logam Berat Nikel (Ni) dan Seng (Zn) di Sungai Musi Bagian Hilir, Sumatera Selatan Putri, Wike Ayu Eka; Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo; Meiyerani, Jeni; Melki, Melki; Rozirwan, Rozirwan; Barus, Beta Susanto; Diansyah, Gusti; Haryati, Ani; Suteja, Yulianto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 1 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i1.29900

Abstract

Logam berat merupakan salah satu komponen bahan pencemar yang umum dijumpai di perairan. Informasi tentang logam berat Nikel (Ni) dan Seng (Zn) di air dan sedimen Sungai Musi bagian hilir masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Ni dan Zn pada air dan sedimen yang dipengaruhi aktivitas antropogenik di Sungai Musi bagian hilir. Pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan Maret, September dan November di sepanjang Sungai Musi Bagian Hilir yang dibagi menjadi 3 zona penelitian atau 11 stasiun. Sampel air dan sedimen dianalisa merujuk pada metode USEPA 30050B dan dianalisa menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat dalam air berkisar berkisar antara 0,003-0,005 mg/L untuk logam Ni dan 0,002-0,017 mg/L untuk logam Zn. Adapun konsentrasi logam berat dalam sedimen ditemukan lebih tinggi yaitu 42,63-74 mg/Kg untuk logam Ni dan 10,33-20,56 mg/Kg untuk logam Zn. Secara keseluruhan konsentrasi logam berat Ni dan Zn dalam sampel air dan Zn dalam sedimen masih dibawah baku mutu, namun konsentrasi logam Ni dalam sampel sedimen telah melebihi baku mutu yang menjadi rujukan. Secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan konsentrasi logam Ni maupun Zn baik pada sampel air maupun sampel sedimen antar 3 zona pengamatan. 
Co-Authors . Chaidir ., Renaldi Ade Siswanto Adi Purwandana Akhmad Tri Prasetyo Alfiansyah, Yustian Rovi Ali Mahmudi Alimin Alimin Amanda Astri Pratiwi Febrianti Ananta, Dio Alif Andi Agussalim, Andi Anggraini, Rifka Rimbi Ani Haryati, Ani Aning Puji Saputri Anna Heirina Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna IS Purwiyanto Apon Zaenal Mustopa Arief Rachman Asshidiq, Hasbi Nur Ayu Eka Putri, Wike Bakri Barus, Beta Susanto Chaidir Chaidir Che Abd Rahim Mohamed Daratil Khoiri Mukhlis Delima A. G. Situmorang Delta, Muhammad Dian Anggun Lestari Dianysah, Gusti Dietriech Geoffrey Bengen Dimas Arie Pratama Elisa Wildayana Elisa Wildayana Fatimah Fatimah Fatmalina Febry FAUZIYAH Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fery Pratama Firdaus, Mochamad Ramdhan Fitrah Amelia Fitrani Mirna Fitri Agustriani Fitri Agustriani Gaby Ananda Dejulien Gires Usup Gusri, Ariqoh Athallah Gusti Diansyah Gusti Diansyah Hanif Budi Prayitno Hartoni Hartoni Hartoni Hary Widjajanti Hasbi Nur Asshidiq Hefni Effendi Heron Surbakti Herpandi . Hilmaturosyidah, Hilmaturosyidah Iskhaq Iskandar Ismarti, Ismarti Isnaini Isnaini Isnaini . Judistira Siddik Khotimah, Nadila Nur Langgeng Priyanto Lestari, Ning Intan M. Hendri Mei Ida Susanti Meiyerani, Jeni Melki Melki Melki Melki Melki Melki Melki Mohamed, Che Abd Rahim Muhamad Nur Muhammad Delta Muhammad Hendri Muhammad Hendri Muhammad Hendri Muhammad Hendri Muhammad Hendri Muhammad Hendri Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Mukhlis, Daratil Khoiri Nadila Nur Khotimah Nadila Nur Khotimah Nadila Nur Khotimah Nadya Rahmania, Nadya Neviaty P. Zamani NEVIATY PUTRI ZAMANI Neza Rahayu Palapa Ningsih, Ellis Nurjuliasti Nita Puspita Sari Nuril Azhar Nurlisa Hidayati Nurul Fitriya Nurwijayanti Oksto Ridho Sianturi Purwiyanto, Anna IS Rahmad Purnama Rahmad Purnama, Rahmad Ramses Ramses Ramses Redho Yoga Nugroho Reftika Ramona Putri Renaldi . restu juniah, restu Rezi Apri Rezi Apri Ridhah Taqwa, Ridhah Rifka Rimbi Anggraini Rio Nopandri Rio Nopandri Riris Aryawati Risfidian Mohadi Riswani Riswani Riswani Riswani Rizky Okta Vianti Rizky Sepferizal Rudi Hartono Sarno Sarno Sepferizal, Rizky Sitorus, Natalia Clarisa Sri Rahayu Sugeha, Hagi Yulia Syamdhora, Riki T. Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tika Gustiana Ulqodry, T Zia Vianti, Rizky Okta Wahyudi Wahyudi Wijayanti, Lady Ayu Sri Wike Ayu Eka Putri Wike Ayu Eka Putri Winarta, Yoga Yossy Fitria Yulianto Suteja Yundari, Yundari Yusni Ikhwan Siregar Zia Ulqodry, Tengku