p-Index From 2021 - 2026
6.356
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lingua Cultura JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah AGROLAND: The Agricultural Sciences Journal Jurnal Pendidikan Sejarah Jurnal Akuntansi dan Ekonomika Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Journal of Humanities and Social Studies Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan SPORTIVE: Journal Of Physical Education, Sport and Recreation TAFAQQUH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Ahwal Syahsiyah Diakronika Akurasi : Jurnal Studi Akuntansi dan Keuangan Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Jurnal Ners Journal La Sociale Indonesian Journal of Sport Management Satwika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Jurnal Al-Ilmi Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah eProceedings of Engineering Jurnal Darussalam : Pemikiran Hukum Tata Negara dan Perbandingan Mazhab Jurnal Aplikasi Manajemen & Kewirausahaan MASSARO Journal of Law, Education and Business Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Jurnal Medika Nusantara Ibrah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Al-Ilmi Lembaran Ilmu Kependidikan PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP)
Claim Missing Document
Check
Articles

HEURISTICS AND SKEPTICISM: DO RED FLAGS SPEAK LOUDER IN FRAUD DETECTION? Saputra, Dian; Abrar, Abrar; Nawanir, Gusman; Sinaga, Ferdinand IP; pangestu, Galih gestri
Akurasi : Jurnal Studi Akuntansi dan Keuangan Vol 8 No 2 (2025): Akurasi: Jurnal Studi Akuntansi dan Keuangan, Desember 2025
Publisher : Faculty of Economics and Business University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/akurasi.v8i2.789

Abstract

This study is motivated by the recurring inability of auditors to detect fraud, despite the prevalence of financial scandals that have drawn significant public and professional scrutiny. In response to this concern, the research investigates the influence of heuristics, fraud risk indicators (commonly referred to as red flags), and professional skepticism on auditors’ effectiveness in identifying fraudulent activity. Particular attention is given to professional skepticism as a potential moderating factor in these relationships. A cross-sectional quantitative approach was employed, involving survey data collected from 143 auditors working in public accounting firms across Indonesia. The data were analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). The results indicate that heuristics, red flags, and professional skepticism each exert a positive effect on auditors’ fraud detection capabilities. Moreover, the analysis reveals that professional skepticism amplifies the impact of heuristics but does not significantly moderate the relationship between red flags and fraud detection. These findings underscore the importance of audit training that cultivates both intuitive and analytical reasoning, as well as the need for regulatory structures that reinforce the consistent application of professional skepticism in practice.
Pemahaman Tata Kelola Dan Penerapannya Pada Usaha Kecil Dan Menengah Di Kedah Abrar, Abrar; Saputra, Dian; Rinaldy, Reza Ananda
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 3 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i3.3550

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Malaysia dan wilayah Kedah, khususnya, adalah tulang punggung perekonomian yang semakin penting dalam era globalisasi ekonomi. Namun, banyak UMKM di Kedah menghadapi tantangan dalam memahami dan menerapkan Muamalah Maliyah dengan benar, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang berubah dengan cepat. Kegiatan pengabdian masyarakat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi prinsip-prinsip Muamalah Maliyah di antara UMKM.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan implementasi tata kelola Muamalah Maliyah di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kedah, Malaysia. Kegiatan ini melibatkan kerjasama dengan Universiti Utara Malaysia (UUM) Kedah dan meliputi serangkaian pelatihan tentang etika bisnis Islam, Muamalah, konsep tata kelola, prinsip-prinsip tata kelola, dan implementasi dalam proses bisnis. Hasil pelaksanaan kegiatan ini mencakup peningkatan pemahaman UMKM tentang Muamalah Maliyah, penerapan prinsip-prinsip syariah dalam operasional bisnis, perbaikan tata kelola bisnis, peningkatan reputasi, dan akses ke pasar baru. Dampaknya mencakup manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, seperti peningkatan kualitas produk dan layanan berbasis syariah, serta kontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui evaluasi, kami telah mengidentifikasi area perbaikan untuk kegiatan di masa depan, termasuk perluasan cakupan pelatihan, perbaikan metode, dan dukungan tambahan bagi mitra UMKM. Keseluruhan kegiatan ini telah memberikan manfaat positif bagi UMKM dan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip syariah.
Dari Modernisasi ke Identitas: Transformasi Kebijakan Pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (1970–2023) Dytha Adelia Indryani; Abrar Abrar; Nura’eni Marta
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 4 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/snkp.v4i1.4481

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki keunikan dalam sejarah kebijakan pendidikannya sebuah daerah yang secara konstitusional diakui istimewa sejak 1945, namun baru mengembangkan kebijakan pendidikan berbasis budaya secara formal setelah era Reformasi. Penelitian ini mengkaji bagaimana orientasi kebijakan pendidikan di DIY bertransformasi dari kerangka modernisasi nasional pada masa Sultan Hamengkubuwono IX menuju penguatan identitas Kejogjaan pada masa Sultan Hamengkubuwono X dalam rentang 1970–2023. Penelitian menggunakan metode historis dengan empat tahapan: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer mencakup regulasi daerah, dokumen kebijakan, dan wawancara dengan aktor kebijakan. Analisis menggunakan kerangka Pierre Bourdieu tentang arena, modal budaya, dan habitus. Pada periode 1970–1998, arena pendidikan DIY didominasi sepenuhnya oleh modal budaya nasional-modern yang didefinisikan negara melalui Kurikulum 1975 dan 1984 — tanpa satu pun regulasi daerah yang membedakan posisi DIY. Modal budaya Kejogjaan tidak memiliki legitimasi struktural dalam arena pendidikan formal, sehingga hanya dapat direproduksi melalui jalur informal di luar sistem. Pada periode 2011–2023, terjadi pergeseran mendasar: modal budaya lokal memperoleh legitimasi institusional melalui arsitektur regulasi berlapis. Peraturan Gubernur diperlukan justru karena UU Sisdiknas tidak secara otomatis memberi ruang bagi muatan kultural spesifik daerah — Pergub menjadi mekanisme konversi modal budaya informal menjadi modal yang dilegitimasi secara institusional. Transformasi ini menghasilkan pola keistimewaan asimetris: kuat dalam legitimasi regulatif dan identitas kultural, namun belum mencapai kemandirian kurikuler yang sesungguhnya. Transformasi kebijakan pendidikan DIY merupakan proses historis yang kompleks dan tidak linear. PKJ 2023 merupakan ekspresi paling konkret keistimewaan DIY dalam hal arsitektur regulasi dan intensi kebijakan, meskipun perubahan habitus kultural di tingkat pelaku pendidikan membutuhkan proses yang melampaui kelengkapan regulasi formal.
Co-Authors ., Humaidi Alfadli, Alfadli Alfarez, Sidqi Armita, Andi Asdar, Andi Siti Nurhalizah Asep Suhendi Asriwati, Asriwati Atika Fadhilla Azis, Akbar B, Risman B Bidarita Widiati Budhiarthie, Arrie Budiaman, Budiaman Dani Gustaman Syarif Dian Saputra Dila Khairunnisa Mahira Zulmay Djunaidi Djunaidi Dytha Adelia Indryani Eka Rimatuzzahriah Fakhrian, Luthfi Ridzki Fakhruddin, M Fakhruddin, M. Fathonah, Indra Wahyudin Fauzi Syam Fitria, Nanda Fitriani Fitriani Gunawan, Luthfi Aprilo Gunawan, Theresia Deviyana Gusman Nawanir Gusti, Didiek Handayani Hakim, Nusa Peninda Hareem, Haya Hikmah, Citra Nur Humam Balya Husmiati, Ratu Ibrahim, Nurzengky Indah Pratiwi Indra Wahyudin Fathonah Jenatu, Yolanda Maryani Khalida, Azhariah Kurniawati Kurniawati Lien Damayanti Marta, Nur Aeni Marta, Nur Aeni Marta, Nuraeni Martha, Nur Aeni Maryadi Maulidya, Riski Moulida Aziza Muh Judrah Muhamad Arifin, Muhamad Muhammad Syukri MUHAMMAD TAUFIK Muhtarom, Herdin Nababan, Hokkop Fritles Nasri, Ahmad Luthfy Noviri, Lia Effi Nura’eni Marta Nurzengky, Nurzengky Nusaibah, Annida Allim pangestu, Galih gestri Pangestu, Ghalih Purwo Putri Monganisa Alwy Rahim, Nurul Abdul Ramadhan, Ahmad Faris Ramadhan, Haris Maynard Rastri, Damar Adika Ratnaduhita, Santika Rinaldy, Reza Ananda Risqi, Firlyda Rohana, Melda Amelia Rossi, Memoria Santosa, Firdaus Hadi Santosa, Yusuf Budi Prasetya Setiawan, A.Farhum Siburian, Dedy Hendra Sinaga, Ferdinand IP Siti Khodijah Sri Martini Sugandi, Gandi Supriyadi Supriyadi Suryani Suryani Syaifudin Syaifudin, Syaifudin Syamsiar, Syamsiar Syukran, Muh. Zidni Trinanda, Desip Umasih Umasih Wardhana, Annas Eka Wattimury, Samuel Michael Wijayanto, Anggun Regitasari Wisnubroto, R. Yanuardi, M Hasmi Yanuardi, M. Hasmi Yasrul Huda Yulianti Kalaba Yuniati Yuniati Zulkarnain Zulkarnain