Claim Missing Document
Check
Articles

Recognition the Role of Traditional Villages in Tourism Development from The Legal Pluralism Perspective Adnyani, Ni Ketut Sari; Wija Atmaja, Gede Marhaendra; Sudantra, I Ketut
International Journal of Social Science and Business Vol 6, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijssb.v6i1.40647

Abstract

The management of the diversity of traditions and culture in each region in the archipelago was born by the plurality of society with the characteristics of the various customary law systems as different from national law which can actually enrich the repertoire of Indonesian national law. The urgency of this article study is that there is a need for an integration of policies for the formation of regulations and management in the field of local wisdom such as customs and traditions found in each region in Indonesia. The problems studied are: first, to examine the policy of developing customs and traditions in the context of legal pluralism and second, to analyze the concept of law as an integrator in the policy of customs and traditions in the context of Indonesian legal pluralism. The results show that first, the development of customs and traditions in the context of legal pluralism so far, state law has been in an ordinate position and local wisdom has been in a subordinate position, while there has been marginalization of customary law community groups in the policy of developing customs and traditions; and second, the concept of law can function as an integrator between the interests of  the sub-system in the policy of developing customs and traditions in the context of legal pluralism in Indonesia.
Indigenous peoples' participation in the management of Balinese cultural tourism Dewa Gede Sudika Mangku; Ni Putu Rai Yuliartini; Ni Ketut Sari Adnyani
Legality : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 29 No. 2 (2021): September
Publisher : Faculty of Law, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/ljih.v29i2.15928

Abstract

The purpose of this research is to examine the participation of indigenous peoples in the management of Balinese cultural tourism and the supporting elements of indigenous people's participation. The type of research used is normative legal research with a statutory approach. The population of this research is 1,495 traditional villages in Bali Province using samples in South Bali and North Bali. The results showed that Ayung Traditional Village as part of the South Bali Region initially did not heed the Tri Hita Karana concept which was in accordance with the provisions of the implementation of Balinese cultural tourism. A comparative study with the Penglipuran traditional village provides input on the participation of the Ayung traditional village in the management of cultural tourism. The supporting elements of cultural tourism management in Bali require approval, readiness, and availability of the space carrying capacity of the Ayung traditional village in relation to the environment. It is important for the local government of Bali Province to coordinate spatial planning with traditional villages in tourism areas because the involvement of traditional villages greatly determines the existence of Balinese cultural tourism by compiling customary village-based spatial planning regulations.
PERAN KOMITMEN, KOMPETENSI, DAN SPIRITUALITAS DALAM PENGELOLAAN DANA DESA I Gusti Ayu Purnamawati; Ni Ketut Sari Adnyani
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2019.08.10013

Abstract

Abstrak: Peran Komitmen, Kompetensi, dan Spiritualitas dalam Pengelolaan Dana Desa. Penelitian ini berupaya untuk menganalisis peran komitmen, kompetensi, dan spiritualitas dalam keberhasilan pengelolaan dana desa. Metode yang digunakan yaitu regresi berganda pada 168 perangkat desa dari 56 desa di Kabupaten Buleleng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi spiritual mampu meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dana desa karena mereka berpegang teguh pada hukum karma phala melalui prinsip Moksartham Jagadhita Ya Caiti Dharma. Selain itu, kompetensi pendamping desa dan komitmen aparatur desa yang tinggi mampu meminimalisasi penyimpangan keuangan. Implikasinya, desa menjadi mandiri dengan pendampingan yang maksimal dari pemerintah desa. Abstract: Commitment, Competence, and Spirituality’ Role in Village Fund Management. This study seeks to analyze the role of commitment, competence, and spirituality in the successful management of village funds. The method used is multiple regression on 168 villages from 56 villages in Buleleng Regency. The results showed that the spiritual dimension was able to increase accountability and transparency because they held fast to the law of karma phala through the principles of Moksartham Jagadhita Ya Caiti Dharma. Also, the competency of village counterparts and the high commitment of the village apparatus can minimize financial irregularities. The implication is that the village becomes independent with maximum assistance from the village government.
Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Mahasiswa Ni Ketut Sari Adnyani
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 47 No 2-3 (2014): Oktober, 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.736 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v47i2-3.4863

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi mahasiswa Semester I Jurusan PPKn Undiksha melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) pada perkuliahan Pengantar Hukum Indonesia (PHI). Subjek penelitian adalah mahasiswa semester I Jurusan PPKn Undiksha Tahun Ajaran 2012/2013 dengan jumlah mahasiswa 18 orang. Objek penelitian adalah motivasi dan hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata motivasi belajar mahasiswa pada siklus I dan II masing-masing sebesar 4,38 dengan kategori cukup aktif dan 5,86 dengan kategori sangat aktif. Skor rata-rata hasil belajar mahasiswa pada siklus I sebesar 76,06 dan ketuntasan klasikal 97,22%  serta pada siklus II skor rata-rata hasil belajar mahasiswa 81,41 dan ketuntasan klasikal 100%. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata kuliah Pengantar Hukum Indonesia dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa. Kata-kata Kunci: hasil belajar, motivasi belajar, pembelajaran berbasis masalah
PENERAPAN MODEL TANDUR DALAM PEMBELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X4 SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Ni Putu Mira Kusuma Yanti; Ni Ketut Sari adnyani
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 2 (2015): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i2.20783

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X4 SMA Laboraorium Undiksha semester genap tahun pelajaran 2016/2017 melalui penerapan model pembelajaran TANDUR dalam proses pembelajaran PPKn. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 (dua) kali siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X4 SMA Laboratorium Undiksha Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 27 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, tes dan wawancara. Data yang didapat selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pada siklus I nilai rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 54.11 dengan standar deviasi sebesar 5,32. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 61.48 dengan standar deviasi sebesar 4.65. (2) Untuk hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 74.63 dan ketuntasan klasikal sebesar 59.26%, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 84.81, dan ketuntasan klasikal 88.89%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TANDUR mampu meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar siswa kelas X4 SMA Laboratorium Undiksha. Kata Kunci: Model Pembelajaran Tandur, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar.  Abstract This study aims to improve the activity and learning outcomes of students of class X4 SMA Laboraorium Undiksha even semester of the academic year 2016/2017 through the implementation of learning model TANDUR in the process of learning PPKn. This research is a classroom action research conducted in 2 (two) cycles. The subjects of this study were students of class X4 SMA Undiksha Laboratory of Lessons Year 2016/2017 which amounted to 27 people. Data were collected through observation, tests and interviews. The data obtained are then analyzed by using descriptive statistical analysis and qualitative descriptive analysis. The results of this study indicate that: (1) In the first cycle the average value of student learning activity amounted to 54.11 with a standard deviation of 5.32. While in cycle II the average value of 61.48 with a standard deviation of 4.65. (2) For the learning result of students obtained in the first cycle the average score of student learning outcomes is 74.63 and the classical completeness is 59.26%, whereas in cycle II the average score of student learning outcomes is 84.81, and 88.89% classical completeness. From the result, it can be concluded that the implementation of TANDUR learning model can improve the activity and learning outcomes of students of grade X4 SMA Undiksha Laboratory. Keywords: Learning Model of Tandur, Learning Activity, Learning Outcomes.
PENDIDIKAN POLITIK BERBASIS DESA ADAT BAGI KAUM PEREMPUAN DI DESA TIGAWASA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Ni Ketut Restini; I Wayan Landrawan; Ni Ketut Sari Adnyani
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v7i3.22170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ; (1) Bagaimana proses pendidikan politik bagi kaum perempuan di desa Tigawasa ; (2) Untuk mengetahui bagaimana partisipasi perempuan dalam kehidupan politik di desa Tigawasa sebelum dan sesudah diterapkan pendidikan politik ; (3) Untuk mengkaji bagaimana keberterimaan laki-laki terhadap partisipasi perempuan dalam kehidupan politik di desa Tigawasa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di desa Tigawasa Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Subyek penelitian ini adalah; Kepala desa dan stafnya, Prajuru desa adat, anggota masyarakat, kaum perempuan di desa Tigawasa. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik pencatatan dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Bahwa proses pendidikan politik di desa Tigawasa relatif sudah berjalan dengan sangat baik. Proses pendidikan politik ini, berjalan melalui proses pendidikan formal yang diakui oleh masyarakat, khususnya para perempuan di desa Tigawasa. Kesadaran para orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya, termasuk anak perempuan sudah relatif tinggi. Hal ini ditunjukan dengan terus meningkatnya tingkat pendidikan politik di masyarakat, proses pendidikan perempuan di desa Tigawasa di awali dari pendidikan di sekolah, keluarga, masyarakat dan di desa adat. (2) Bahwa partisipasi perempuan di desa Tigawasa sebelum adanya pendidikan politik relatif rendah, yaitu partisipasinya dalam kehidupan politik berkisar 30%. Setelah melalui pendidkan politik baik lewat pendidikan formal maupun informal, partisipasi perempuan di Tigawasa dalam kehidupan politik meningkat menjadi 75%. (3) Kaum laki-laki di desa Tigawasa sudah mengakui hak-hak kaum perempuan dalam partisipasinya di kegiatan politik seperti memberikan suara dalam pemilihan umum, menjadi anggota suatu partai politik atau kelompok kepentingan, mengadakan hubungan (contracting) dengan pejabat pemerintah atau anggota parlemen, dan mendukung bila nantinya akan ada perempuan yang menjadi pemimpin yang bisa membawa desa Tigawasa kearah yang lebih maju. Kata Kunci : Pendidikan politik, desa adat, kaum perempuan.
PENGAKUAN ATAS KEDUDUKAN DAN KEBERADAAN MASYARAKAT HUKUM ADAT KAJIAN PENGATURAN SUBAK DALAM PERSPEKTIF HUKUM NEGARA Ni Ketut Sari Adnyani
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v9i2.34149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengkaji peraturan perundang-undangan yang memberikan pengakuan terhadap kesatuan masyarakat hukum adat dan hak-haknya penetapan subak sebagai warisan dunia dan untuk mengetahui implikasi hukum pengaturan subak sebagai kearifan lokal KMHA. Penelitian hukum normatif dengan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Menggunakan bahan hukum primer dan sekunder, teknik analisis menggunakan teknik hermeneutika hukum. Hasil penelitian menunjukkan pengakuan dan perlindungan hukum terhadap subak sebagai KMHA di Indonesia dengan tetap memberikan ruang dan otoritas bagi lembaga subak. Peran masyarakat, bisa memastikan kelestarian dan keberlanjutan bagi warisan budaya dunia, dengan menggandeng pengelolaan berbasis birokrasi yang mengadopsi potensi dan partisipasi masyarakat lokal. Lembaga subak tetap mempertahankan eksistensi dengan berpegang teguh pada awig-awig dan perarem.
NYEPI SEGARA SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT NUSA PENIDA DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN LAUT Ni Ketut Sari Adnyani
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v3i1.2921

Abstract

Nyepi Segara merupakan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Nusa Penida dalam sebuah visi mulia pengelolaan wilayah pesisir dan laut. Pelaksanaan Nyepi Segara yang jatuh pada Purnama sasih kapat atau purnama keempat berdasarkan penanggalan Bali oleh masyarakat Kepulauan Nusa Penida yang terdiri atas Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan sejak 1600 atau saat masa pemerintahan Raja Dalem Waturenggong. Kegiatan Nyepi Segara sebagai sebuah nilai kearifan lokal sudah seharusnya dapat dikaji secara ilmiah dari berbagai bidang keilmuan. Penelitian dilaksanakan dengan metode: wawancara, kuisioner, dan vocal grup discusion. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan potensi laut dan pembangunan sektor pariwisata di kawasan Pulau Nusa Penida memiliki konsep Tri Hita Kirana dalam pembangunan berwawasan lingkungan. Nyepi Segara di Pulau Nusa Penida menjadi landasan filosofis, yuridis dan sosiologis dalam pelestarian lingkungan laut di Kawasan Pulau Nusa Penida.  Nyepi Segara di Nusa Penida sebagai kearifan lokal menjadi landasan pembentukan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida
BENTUK PERKAWINAN MATRIARKI PADA MASYARAKAT HINDU BALI DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ADAT DAN KESETARAAN GENDER Ni Ketut Sari Adnyani
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v5i1.8284

Abstract

Abstrak Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model hukum perkawinan berorientasi gender berbasis desa adat Hindu Bali. Penelitian ini akan dilakukan selama 3 tahun, yaitu dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2016. Luaran penelitian selama tiga tahun dapat dijabarkan sebagai berikut: (1) luaran tahun I (2015) terdiri adalah artikel ilmiah di jurnal terakreditasi, dan draft buku ajar hukum waris pengaruh dari perkawinan berorientasi gender berbasis desa adat Hindu Bali. (2) luaran tahun II (2016) terdiri adalah artikel ilmiah di jurnal nasional terakreditasi, dan buku ajar terkait dengan hukum waris pengaruh dari perkawinan berorientasi gender berbasis desa adat Hindu Bali, dan artikel ilmiah di jurnal internasional. Hasil penelitian bentuk perkawinan matriarki di beberapa daerah di provinsi Bali seperti Buleleng, Tabanan, Gianyar, telah dijumpai penerapannya dalam masyarakat, sedangkan, di beberapa daerah lain seperti Jembrana, Klungkung, dan Bangli masih menolak bentuk perkawinan nyentana (nyeburin) yang secara proses menyerupai perkawinan matriarki, namun menurut esensinya status putrika pada anak perempuan yang menjadi sentana rajeg sudah didaulat berdasarkan pauman krama sebagai purusa (status laki-laki) penerus keturunan keluarga. Beberapa daerah lain seperti Karangasem, dan Kodya Denpasar, di satu sisi pada umumnya masyarakat menganut bentuk perkawinan patriarki, tapi dalam prakteknya tidak dapat dipungkiri ada beberapa desa seperti Tianyar, dan Abang di wilayah kabupaten Karangasem yang dijumpai telah melaksanakan bentuk perkawinan matriarki. Dikaitkan dengan pewarisan, pengaruh bentuk perkawinan matriarki terhadap anak perempuan yang semula bukan sebagai ahli waris dapat menjadi ahli waris terhadap harta orang tuanya. Implikasinya putrika mempunyai kewenangan yang sama dengan laki-laki untuk mewarisi harta kekayaan dan sanggah (tempat suci keluarga) sebagaimana layaknya laki-laki. Model rekonstruksi kebijakan perkawinan yang direkomendasikan oleh peneliti menjawab permasalahan di lapangan adalah penerapan model formulasi kebijakan perkawinan parental (Pada Gelahang). Kata Kunci: perkawinan, matriarki, gender. Abstract In general, this study aims to develop a model of marriage laws gender-oriented village-based traditional Hindu Bali. This study will be conducted over three years, from 2015 until 2016. The output of the study for three years can be described as follows: (1) outputs the first year (2015) is composed of scientific articles in accredited journals and textbooks draft law of inheritance the influence of gender-oriented marriage of traditional village-based Hindu Bali. (2) The outcome of the second year (2016) is composed of scientific articles in accredited national journals, and textbooks related to inheritance laws the influence of gender-oriented marital village-based traditional Balinese Hindu and scientific articles in international journals. The results of the study form of marriage matriarki in some areas in the province of Bali as Buleleng, Tabanan, Gianyar, has found its application in society, whereas, in some other areas such as Jembrana, Klungkung and Bangli still refuse forms of marriage nyentana (nyeburin) which process resembles marriage matriarki, but according to its essence putrika status in young women who become Rajeg cemetery has been asked by pauman manners as purusa (status male) successor to the family lineage. Several other areas such as Karangasem, and Denpasar municipality, on the one hand to the general public embrace patriarchal forms of marriage, but in practice there is no doubt there are some villages like Tianyar, and brother in the district of Karangasem who are found to carry out the marriage form matriarki. Associated with inheritance, marriage forms matriarki effect against girls which was originally not as heirs may be heir to the wealth of their parents. , The implication putrika have the same authority as men to inherit wealth and corrected (sanctum family) as befits a man. Model reconstruction marriage policy recommended by researchers to answer the problem in the field is the application of the model policy formulation parental marriage (In Gelahang). Keywords: marriage, matriarki, gender.
SISTEM PERKAWINAN NYENTANA DALAM KAJIAN HUKUM ADAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP AKOMODASI KEBIJAKAN BERBASIS GENDER Ni Ketut Sari Adnyani
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v6i2.12113

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya bentuk perkawinan matriarki yang umumnya terselenggara pada masyarakat Hindu Bali sering diidentikkan dengan istilah nyentana (nyeburin) apabila dikaji secara sekilas tampak seperti bentuk perkawinan matriarki yang dijumpai pada masyarakat Minang Kabau (Sumatra Barat). Secara proses memang serupa dengan bentuk perkawinan matriarki, namun secara esensi selaras dengan sistem purusa atau patriarki yang dikembangkan oleh masyarakat Hindu Bali. Jadi, terdapat akomodasi dari perpaduan dua unsur yang mengindikasikan ada peranan gender di dalamnya berbaur dan terintegrasi secara harmonis mendukung efektifitas keberlakuan hukum dalam masyarakat adat. Hal ini dapat ditinjau dari perspektif kajian mengenai gender dalam hukum adat bahwa berdasarkan teori struktural fungsional sistem perkawinan nyentana yang diidentikkan dengan bentuk perkawinan matriarki secara realita mengacu ke arah sistem pewarisan lempeng ke purusa.         Jenis penelitian yuridis normatif, dengan pengkajian hukum adat Hindu Bali dalam perkawinan nyentana.  Penguatan lembaga adat dari segi sanksi dan kepatuhan memberikan daya ikat tersendiri terhadap hukum yang berlaku, dan apabila perlu dikukuhkan melalui awig-awig adat sehingga memiliki daya ikat dari segi keberlakuannya. Bentuk perkawinan nyentana sebagai alternatif dalam suatu keluarha tidak memiliki keturunan laki-laki sehingga status perempuan dikukuhkan menjadi laki-laki (putrika) hal ini mengindikasikan adanya penghargaan pada peran gender yang harmonis sebagai pelanjut keturunan. Konsekwensinya adalah dimuatnya kebijakan berbasis gender yang mengakomodasi peran perempuan di dalammnya.
Co-Authors ., Ida Ayu Putu Sri Utari ., Ni Putu Krisna Priandari abram purba Agus Sujana, Komang Anak Agung Istri Ari Atu Dewi Anis Lailatul Fajriah Ardhya, Si Ngurah Ardya, Si Ngurah Ariawan, Detha Djoni Asrini, Ni Kadek Putus Ave Christina Hananda Ayu Eka, Dewa Ayu Nadya Gayatri Ayu Nadya Gayatri Beatrix Hutasoit Berliana Mawarni, Komang Febri Bhalqis N Firmansyah Cucumandalin, I Ketut Samuel Dani Ilham Dani Ilham Des Alpin Desak Laksmi Brata Desak Made Dwipayani Dewa Agung Budi Rama Laksana Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Ayu Made Laksmi Dewi Dewa Ayu Putu Utari Praba Dewa Bagus Sanjaya Dewa Gede Sudika Mangku Elly Herliyani Erisa Agus Tiana Umi Saputri Fadillah, Nazarina Fajar Bukit Purnama, Ida Bagus Kade Febriyanti Dantes, Komang Frisma Indra Prastya, Komang G. Aditya Nugraha Putra Gede Adi Puspa Ariawan Gede Marhaendra Wija Atmadja Gusti Ayu Putu Nia Priyantini Hadi Parwanta, Kadek Martha Hadi Putra Permana Handini, Selli Hutasoit, Beatrix I G A Lokita Purnamika Utami I Gede Yudi Wisnawa I Gst. Agung Komang Yoga Tri Pandita I Gusti Agung Ayu Wulandari I Gusti Ayu Apsari Hadi I Gusti Ayu Ngurah Gayatri Widyani Putri I Gusti Ayu Purnamawati I KETUT SUDANTRA I Komang Gede Triandhi Mayuda Putra I Komang Sanju Bayu Mustika I Made Dwitya Surya Nugraha I Made Surya Wahyu Arsadi I Made Yudana I Putu Agus Yudha Artama I Putu Ngurah Wage Myartawan I Wayan Artawan I Wayan Gede Wisnu I Wayan Kertih I Wayan Landrawan I WAYAN WINDIA I.G.A.Meta Sukma Devi Ida Ayu Putu Purnami Ida Bagus Indra Bhaskara Ida Bagus Indra Bhaskara Ida Bagus Kade Fajar Bukit Purnama Ida Bagus Putu Yudha Putra Ira Octaviyani . Jayanti Ningrat, Kadek Ayuni Jima, Selviana Jose Widyatama Lingga Juliasih, Ni Wayan Kadek Agus Pranata Kusuma Kadek Agus Yudistira Mahadi Putra Kadek Arya Putra Gunawan Kadek Ayuni Jayanti Ningrat Kadek Budi Hartayani Kadek Dwi Elvitriana Kadek Dwiky Nugraha Yoga Trisna Kadek Martha Hadi Parwanta Kadek Sumarni Kadek Surya Alit Dharma Putra Kadek Tia Yuliastari Kadek Widiantika Ketut Andita Pratidina Lestari Ketut Meri Kertiasih Ketut Pastika Jaya Ketut Sinta Suryaningsih Komang Agus Sujana Komang Ary Putra Dharmawan Komang Dandi Permana Yudha Komang Dewi Suryaningrat Komang Diah Prabawati Komang Febri Berliana Mawarni Komang Febrinayanti Dantes Komang Febrinayanti Dantes Komang Febriyanti Dantes Komang Frisma Indra Prastya Komang Tria Anggreni Kusuma, Putu Riski Ananda Lailatul Fajriah, Anis Laksmi Brata, Desak Lompoh Egia Nuansa Pinem Luh Ayu Sri Wahyuni M.Cs S.Kom I Made Agus Wirawan . M.Si Drs. Ketut Sudiatmaka . Made Bagas Ari Kusuma D Made Deby Listianitari Made Sugi Hartono Mandriani, Ni Nyoman Mandriani, Ni Nyoman Mangku, Dewa Gede Manurung, Rajuniper Maria Avelina Abon Maria Widiastuti Mas Adipa Putra, Putu Eka Muhamad Jodi Setianto Nazarina Fadillah Ni Kadek Diah Rahma Gayatri Ni Kadek Putus Asrini Ni Kadek Putus Asrini Ni Kadek Putus Asrini Ni Ketut Restini Ni Komang Intan Kumala Sari Ni Luh Gede Erni Sulindawati Ni Luh Putu Lusi Ayupratiwi Ni Luh Putu Marta Puspita Yanti Ni Luh Putu Wahyuni Yustisia Dewi Ni Luh Wayan Yasmiati Ni Made Mirah Krisna Devi Ni Made Wiratini Ni Nyoman Mandriani Ni Nyoman Mandriani NI NYOMAN SUKERTI . Ni Putu Diah Luckyta Maharani Ni Putu Mira Kusuma Yanti Ni Putu Monika Ventari Kusumawati Ni Putu Rai Yuliartini Ni Wayan Juliasih Ni Wayan Sukerti Nur Widyas Junior Timbeng Nyoman Tri Antika Dewi Parwati, Ni Putu Ega Pastika Jaya, Ketut Pitriyantini, Putu Eka Pranata Kusuma, Kadek Agus Pratiwi , Ni Kadek Mira Pratiwi, Ni Kadek Mira Prisilia Eka Trisna, Putu Diana Puspa Ariawan, Gede Adi Putra Permana, Hadi Putra, G. Aditya Nugraha Putra, I Made Dwi Cahya Prayogi Putri, Made Kharisma Putu Agus Yana Saputra Putu Diana Prisilia Eka Trisna Putu Eka Mas Adipa Putra Putu Ocha Dana Parwata Putu Pipit Pricellia Eka Putri Putu Utari Praba, Dewa Ayu Putus Asrini, Ni Kadek Rachmawati, Ayu Dewi Rahma Gayatri, Ni Kadek Diah Rama Laksana, Dewa Agung Budi Randy Ray Sinaga Ratna Artha Windari Restini, Ni Ketut Salles, Sergio Salwa Shafira Saputra, I Nyoman Pasek Hadi Selli Handini Selviana Jima Si Ngurah Ardya Sinaga, Randy Ray Sukma Devi, I.G.A.Meta Sumarni, Kadek Suryana, Kadek Dedy Tia Yuliastari, Kadek Tria Anggreni, Komang Triandhi Mayuda Putra, I Komang Gede Ventari Kusumawati, Ni Putu Monika Veronika Wulandari Yana Saputra, Putu Agus Yanti, Ni Putu Mira Kusuma Yasmiati, Ni Luh Wayan Yudha Putra, Ida Bagus Putu Yudistira Mahadi Putra, Kadek Agus Yustisia Dewi, Ni Luh Putu Wahyuni