Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Skill Berwirausaha UMKM Tunjung Segara Melalui Penerapan Model Paticipatory Rural Appraisal (PRA) Ni Ketut Sari Adnyani; Elly Herliyani; I Gusti Ayu Purnamawati
Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ekuitas.v9i2.39587

Abstract

The purpose of this study is to improve entrepreneurship skills in the development of Tunjung Segara MSMEs by applying the performance-based Paticipatory Rural Appraisal (PRA) model. The type of research is action research (action research). The research subjects were workers at Tunjung Segara SMEs, totaling 20 people. Quantitative data were collected in the form of a questionnaire and analyzed descriptively quantitatively. The results showed that the data processing of simple linear regression test constant values and regression coefficients showed that the entrepreneurial skill variable (X) had a positive effect on the development of MSMEs (Y) with the application of the Paticipatory Rural Appraisal (PRA) model if the entrepreneurial skill variable was increased by one unit, then business performance will increase by 66.43. Hypothesis Test Results (T test) The entrepreneurial skill variable (X) has a t-count value greater than the t-table value because the t-count value (5.387) > t table (0.444) and the significance level is .000 <0.05, then Ho is rejected and Ha accepted. The results of the t-test of the influence of worker skills on the development of SMEs, the coefficient of determination (R2) The coefficient of determination (R2) is used to see how much contribution the independent variable (X) is entrepreneurship skills to the dependent variable (Y), namely the development of SMEs. Based on the results of the analysis of the coefficient of determination, it was found that the magnitude of the influence of the entrepreneurial skill variable (X) on the MSME development variable (Y) was 73.9%. While the remaining 36.3% is influenced by other factors such as human resources, motivation, and mentoring. For MSMEs in Indonesia, the performance-based Paticipatory Rural Appraisal (PRA) model supports the improvement of entrepreneurship skills so that more MSMEs can develop their entrepreneurial skills.
TINJAUAN YURIDIS SAHNYA JUAL BELI HAK MILIK ATAS TANAH MENURUT HUKUM ADAT DAN UNDANG-UNDANG POKOK AGRARIA (UUPA) DI KABUPATEN KARANGASEM Ni Ketut Sari Adnyani
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1820

Abstract

Kabupaten Karangasem memiliki wilayah geografis yang didominasi oleh     fisiografi perbukitan secara keseluruhan terbagi atas 2 zona kawasan, yaitu zona     utara yang merupakan kawasan Pegunungan Abang, dan zona selatan yaitu     Pegunungan Agung. Zona tengah yaitu daratan yang terbagi atas 8 wilayah     kecamatan, yaitu: Rendang, Selat, Sidemen, Bebandem, Manggis, Karangasem,     Abang dan Kubu. Mengingat pentingnya tanah bagi kehidupan manusia, maka     sudah sewajarnya peraturan mengenai pertanahan di Kabupaten Karangasem     khususnya diatur sedemikian rupa, sehingga dapat meminimalkan timbulnya     permasalahan di bidang pertanahan. Dengan digunakannya Hukum Adat sebagai     landasan dari pembentukan Hukum Agraria, maka akan menunjang kelanggengan     keberlakuan Hukum Adat. Menurut Undang-Undang Pokok Agraria, bahwa jual     beli hak milik atas tanah adalah didasarkan pula atas Hukum Adat yaitu merupakan     suatu perbuatan hukum yang mana pihak penjual menyerahkan tanah yang dijual     kepada pembeli untuk selama-lamanya (Penyerahan Yuridis). Adapun tujuan     penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan prosedur pemindahan hak milik     atas tanah karena perjanjian jual beli menurut UUPA, (2) mengungkapkan akibat     hukum daripada jual beli hak milik atas tanah menurut Hukum Adat. Bentuk data     dalam penelitian ini yaitu berbentuk informasi, baik yang berasal dari dokumen     maupun responden. Cara pengumpulan datanya adalah melalui data pustaka dan     data empiris. Responden dalam penelitian ini adalah para pejabat pembuat akta     tanah/PPAT yaitu Notaris di Kabupaten Karangasem. Lokasi Penelitian di tetapkan     di Kantor Badan Pertanahan dan Kantor PPAT Kabupaten Karangasem. Analisa     data penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat berupa pemindahan     hak milik atas tanah diatur dengan Peraturan Pemerintah. Prosedur pelaksanaan     jual beli hak milik atas tanah yang sudah dibukukan atau yang sudah terdaftar pada     kantor pertanahan dan akibat hukum yang ditimbulkan (1) hak dan kewajiban     pihak pembeli dan penjual dan (2) beralihnya hak milik atas tanah ke tangan     pembeli.    
Perlindungan Hukum Kesatuan Masyarakat Hukum Adat Dalam Pengelolaan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal Ni Ketut Sari Adnyani
Media Komunikasi FPIPS Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v20i2.33738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai dinamika perlindungan hukum masyarakat hukum adat di Provinsi Bali, eksistensi masyarakat hukum adat dalam pengelolaan kawasan wisata, sistem bagi hasil dalam pengelolaan yang adil bagi masyarakat hukum adat dan juga bagi kepentingan pemerintah daerah. Jenis penelitian hukum empiris yang mendeskripsikan dan menganalisa dinamika perlindungan hukum tehadap kesatuan masyarakat hukum adat dalam pengelolaan kawasan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap kesatuan masyarakat hukum adat di Provinsi Bali dalam pengelolaan kawasan wisata hanya dapat dilakukan melalui pengakuan terhadap hak dan kewajibannya. Eksistensi kesatuan masyarakat hukum adat dalam pengelolaan kawasan wisata mempunyai hukum pengelolaan kawasan wisata yang dituangkan dalam peraturan daerah Provinsi Bali yaitu Perda No. 2 Tahun 2012 dan awig-awig desa adat yang mengatur wilayah (wewidangan) desa adat setempat. Pengelolaan yang adil dilakukan dengan mengintegrasikan konsep-konsep pengelolaan yang disepakati. Pemerintah Daerah Provinsi Bali wajib tetap memberikan ruang pengakuan desa adat sebagai wujud perlindungan hukum pengelolaan kawasan pariwisata.
URGENSI TAT TVAM ASI DALAM PENGELOLAAN ASET DESA I Gusti Ayu Purnamawati; Ni Ketut Sari Adnyani
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2021 - Agustus 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.1.03

Abstract

Abstrak - Urgensi Tat Tvam Asi dalam Pengelolaan Aset Desa Tujuan Utama - Penelitian ini berupaya menganalisis peran disharmoni dan Tat Tvam Asi terhadap keberhasilan pengelolaan aset desa.Metode - Metode yang digunakan adalah regresi berganda. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 113 warga Desa Penglipuran.Temuan Utama - Hasil penelitian menunjukkan bahwa disharmoni tidak penting dalam keberhasilan pengelolaan aset desa. Sebaliknya, Tat Tvam Asi menjadi faktor utama pengelolaan aset desa. Hal ini dapat dilihat dari terciptanya hubungan yang harmonis dalam organisasi desa, terutama dalam pengelolaan desa wisata budaya dan religi.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini berimplikasi pada perlunya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan aset desa. Hal ini dapat dilakukan melalui musyawarah, pemantauan aset, dan pelaporan segala bentuk kegiatan yang dinilai tidak akuntabel kepada pengurus dan tetua desa adatKebaruan Penelitian – Penggunaan variabel Tat Tvam Asi merupakan langkah baru dalam pencarian faktor keberhasilan pengelolaan aset desa.Abstract - The Urgency of “Tat Tvam Asi” in Village Asset ManagementMain Purpose - This study seeks to analyze the role of disharmony and “Tat Tvam Asi” in the successful management of village assets.Method - The method used is multiple regression. The sample used is 113 Penglipuran Village residents.Main Findings - The results show that disharmony is not an important factor in village asset management. On the other hand, “Tat Tvam Asi” is the main factor. This result can be seen from creating a harmonious relationship in village organizations, especially in the management of cultural and religious tourism villages.Theory and Practical Implications - This research has implications for the need for community involvement in village asset management. This can be done through deliberation, monitoring, and reporting all forms of activities deemed not accountable to the management and elders of the traditional village.Novelty - The use of the “Tat Tvam Asi” variable is a new step in searching for the key success factors in village assets management.
STATUS OF WOMEN AFTER DISMISSED FROM MIXED MARRIAGE IN BALI'S LAW PERSPECTIVE Ni Ketut Sari Adnyani
Ganesha Law Review Vol 1 No 2 (2019): November
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/glr.v1i2.56

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji perlindungan hukum terhadap perempuan apabila terjadi perceraian dari perkawinan campuran; Tingkat keberterimaan desa adat terhadap perempuan yang mengalami perceraian dari perkawinan campuran. Pengaruhnya terhadap keberadaan kaum perempuan Bali setelah bercerai dari perkawinan campuran. Metode hukum normatif menggunakan pendekatan peraturan perundang- undangan, pendekatan konsep, pendekatan sejarah dan analisis hukum dengan menggunakan interpretasi hukum. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah teori hukum, serta teori pluralisme hukum. Hasil penelitian: Secara filosofis, perlindungan hukum untuk perempuan Bali yang mengalami perceraian akibat perkawinan campuran mulai memperoleh perhatian karena bersinggungan dengan keberadaannya sebagai bagian dari warga desa adat apalagi perempuan yang semula berkasta brahmana tidak bisa kembali ke rumah deha. Merespon keberadaan perempuan yang sudah nyerod (turun kasta) akibat perkawinan campuran, desa adat umumnya mau menerima perempuan yang bersangkutan dengan membayar uang penanjung batu sebagai prasyarat untuk bisa kembali diterima di desa adat sebagaimana layaknya krama istri (warga desa adat yang perempuan) lainnya. Secara Hukum, pengaruhnya bagi perempuan Bali perempuan Bali terhadap keberadaannya dalam lingkungan sosial di desa adat. Secara sosiologis. sejumlah desa adat menerima kembali dengan tangan terbuka perempuan dengan status bercerai dari perkawinan campuran, terkait kewajibannya ngayah dan haknya mendapatkan pengayoman dari desa adat juga diprioritaskan.
PERJANJIAN SEWA-MENYEWA RUMAH KOS (INDEKOS) BAGI PARA PIHAK TERKAIT PERJANJIAN LISAN DI KOTA SINGARAJA Dewa Ayu Putu Utari Praba; Ni Ketut Sari Adnyani; Ketut Sudiatmaka
Ganesha Law Review Vol 2 No 2 (2020): November
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/glr.v2i2.205

Abstract

This study aims to (1) find out the mechanism of boarding house rental agreement for the parties related to verbal agreements. (2) find out the implementation of a boarding house rental agreement for the parties related to verbal agreements in Singaraja City. (3) the legal consequences of the boarding house rental agreement for the parties related to the verbal agreements if one of the parties do a default. This research is a kind of empirical juridical research, with descriptive qualitative research, the research subjects are Owners and Tenants of Wijaya Kusuma Boarding House, Wahyu Murti, Baktiseraga, and Putri Lingga. Data collection, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that; The mechanism of boarding house rental agreement for parties related to verbal agreements, namely inform the tenants to give the identity, payment of rent, information of the night- visit provisions, and agreement reached in the specified agreement in accordance with 1320 KUH Perdata; The implementation of the verbal agreement of boarding house rental in Singaraja City by means of the tenant have to come to the boarding house to meet the owner directly.
ANALISIS YURIDIS (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 264K/PDT.SUS-HKI/2015) TERHADAP PENGHAPUSAN PENDAFTARAN MEREK AKIBAT MEREK TIDAK DIPERGUNAKAN DALAM KEGIATAN PERDAGANGAN Ketut Pastika Jaya; Ketut Sudiatmaka; Ni Ketut Sari Adnyani
Ganesha Law Review Vol 2 No 2 (2020): November
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/glr.v2i2.208

Abstract

This study was conducted in order to know and understand about the cancellation of the brands carried in trading activities in accordance with Act No. 20 of 2016 on the brand and geographical indications. This study is the method of normative research using qualitative descriptive type of approach, the conceptual approach and the approach of the legislation. And then analyzed using the primary legal materials, secondary and tertiary to obtain relevant conclusions to the problems faced. The results showed that the appeal filed by INTER IKEA Systems BV was rejected on the grounds of Law No. 15 of 2001 on the brand, the brand set to be deleted from the list of generic brand if not used for 3 (three) years in a row.
Internalization of Braya's Amazing Values as A Management of Business Control In Endek Clothing UKM and Klungkung Songket (Case Study Approach) Ni Ketut Sari Adnyani; I Gusti Ayu Purnamawati; Ni Luh Gede Erni Sulindawati
AKRUAL: JURNAL AKUNTANSI Vol 10 No 2 (2019): AKRUAL: Jurnal Akuntansi
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jaj.v10n2.p145-156

Abstract

The research study in this article is in the form of values of Brama as a social capital in the development of creative industries by the craftsmen who are members of Small and Medium Enterprises (SMEs) crafts of endek ikat and songket Klungkung. Values align Braya to SME leadership patterns, human relationships with other SMEs, workers, and customers, and social responsibility in order to provide welfare to their workers. Research method, This research use model (Research and Development). The sample of 15 SMEs involved in the develompment stage was chosen purposively. Needs analysis was conducted as a basis for designing an evaluation model of the planting of values of Braya based on local genius. Outcomes: Braya's Branding Values Internalized by SMEs, their relevance influences SMEs' social responsibility attitude, combines empowerment and entrepreneurship aspects based on kinship and togetherness
The Government Auditor Professionalism Determinant I Gusti Ayu Purnamawati; Ni Ketut Sari Adnyani
AKRUAL: JURNAL AKUNTANSI Vol 10 No 2 (2019): AKRUAL: Jurnal Akuntansi
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jaj.v10n2.p105-118

Abstract

The aim of this study was to analyze the professionalism of the government auditors in Bali Province. This study is an explanatory research. The samples of this study were 30 respondents. The subjects of this study were all auditors at the Inspectorate of Buleleng Regency, Inspectorate of Denpasar City and Inspectorate of Bali Province. Types of data used was quantitative data, while the data collected by using questionnaires. Data analysis methods used were validity and reliability test, the classical assumption, and the hypothesis were tested using F-test analysis and t-test analysis which were then analyzed using multiple linear regression analysis. All the variables in this study were measured using the likert scale 1-5. The results showed that Motivation, Work Culture, Leadership Style, Gender, and Independence had positive and significant impact on the professionalism of the government auditors. An internal government auditor should improve his professionalism for the efficiency and effectiveness improvement in order to improve public sector performance.
Tri Hita Karana and Tourism Village Management Models for Wellbeing Ni Ketut Sari Adnyani; I Gusti Ayu Purnamawati
Target : Jurnal Manajemen Bisnis Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/target.v2i2.750

Abstract

This study aims to analyze the traditional law community unit is examined by emphasizing the concept of Tri Hita Karana as a reference for village spatial planning, village buildings, and harmonization with cultural and environmental conservation in Penglipuran village. Based on field surveys, several attractions in Indonesia have not heeded the concepts of Tri Hita Karana, Tri Mandala, and Asta Kosala-Kosali. Sample of this study were the traditional village officers and associations of the Indonesian Hotels and Restaurants Association to test the model of the tourism village that imply the humanist integration of indigenous peoples empowerment. Statistical analysis is based on survey data and records of the amount of environmental damage due to high tourist activity. The results of this study shows that mutual humanist synergy is a collective nature of indigenous peoples and tourism service actors leading to environmentally friendly cultural ecotourism. The steady culture of the survival of traditions, customs, and ancestral culture has an impact on sustainable tourism development. The environmentally unconscious behavior becomes a challenge. Prevention of environmental damage can be overcome by offering a model of the Penglipuran tourism village as a universal model with environmental balance characteristics.
Co-Authors ., Ida Ayu Putu Sri Utari ., Ni Putu Krisna Priandari abram purba Agus Sujana, Komang Anak Agung Istri Ari Atu Dewi Anis Lailatul Fajriah Ardhya, Si Ngurah Ardya, Si Ngurah Ariawan, Detha Djoni Asrini, Ni Kadek Putus Ave Christina Hananda Ayu Eka, Dewa Ayu Nadya Gayatri Ayu Nadya Gayatri Beatrix Hutasoit Berliana Mawarni, Komang Febri Bhalqis N Firmansyah Cucumandalin, I Ketut Samuel Dani Ilham Dani Ilham Des Alpin Desak Laksmi Brata Desak Made Dwipayani Dewa Agung Budi Rama Laksana Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Ayu Made Laksmi Dewi Dewa Ayu Putu Utari Praba Dewa Bagus Sanjaya Dewa Gede Sudika Mangku Elly Herliyani Erisa Agus Tiana Umi Saputri Fadillah, Nazarina Fajar Bukit Purnama, Ida Bagus Kade Febriyanti Dantes, Komang Frisma Indra Prastya, Komang G. Aditya Nugraha Putra Gede Adi Puspa Ariawan Gede Marhaendra Wija Atmadja Gusti Ayu Putu Nia Priyantini Hadi Parwanta, Kadek Martha Hadi Putra Permana Handini, Selli Hutasoit, Beatrix I G A Lokita Purnamika Utami I Gede Yudi Wisnawa I Gst. Agung Komang Yoga Tri Pandita I Gusti Agung Ayu Wulandari I Gusti Ayu Apsari Hadi I Gusti Ayu Ngurah Gayatri Widyani Putri I Gusti Ayu Purnamawati I KETUT SUDANTRA I Komang Gede Triandhi Mayuda Putra I Komang Sanju Bayu Mustika I Made Dwitya Surya Nugraha I Made Surya Wahyu Arsadi I Made Yudana I Putu Agus Yudha Artama I Putu Ngurah Wage Myartawan I Wayan Artawan I Wayan Gede Wisnu I Wayan Kertih I Wayan Landrawan I WAYAN WINDIA I.G.A.Meta Sukma Devi Ida Ayu Putu Purnami Ida Bagus Indra Bhaskara Ida Bagus Indra Bhaskara Ida Bagus Kade Fajar Bukit Purnama Ida Bagus Putu Yudha Putra Ira Octaviyani . Jayanti Ningrat, Kadek Ayuni Jima, Selviana Jose Widyatama Lingga Juliasih, Ni Wayan Kadek Agus Pranata Kusuma Kadek Agus Yudistira Mahadi Putra Kadek Arya Putra Gunawan Kadek Ayuni Jayanti Ningrat Kadek Budi Hartayani Kadek Dwi Elvitriana Kadek Dwiky Nugraha Yoga Trisna Kadek Martha Hadi Parwanta Kadek Sumarni Kadek Surya Alit Dharma Putra Kadek Tia Yuliastari Kadek Widiantika Ketut Andita Pratidina Lestari Ketut Meri Kertiasih Ketut Pastika Jaya Ketut Sinta Suryaningsih Komang Agus Sujana Komang Ary Putra Dharmawan Komang Dandi Permana Yudha Komang Dewi Suryaningrat Komang Diah Prabawati Komang Febri Berliana Mawarni Komang Febrinayanti Dantes Komang Febrinayanti Dantes Komang Febriyanti Dantes Komang Frisma Indra Prastya Komang Tria Anggreni Kusuma, Putu Riski Ananda Lailatul Fajriah, Anis Laksmi Brata, Desak Lompoh Egia Nuansa Pinem Luh Ayu Sri Wahyuni M.Cs S.Kom I Made Agus Wirawan . M.Si Drs. Ketut Sudiatmaka . Made Bagas Ari Kusuma D Made Deby Listianitari Made Sugi Hartono Mandriani, Ni Nyoman Mandriani, Ni Nyoman Mangku, Dewa Gede Manurung, Rajuniper Maria Avelina Abon Maria Widiastuti Mas Adipa Putra, Putu Eka Muhamad Jodi Setianto Nazarina Fadillah Ni Kadek Diah Rahma Gayatri Ni Kadek Putus Asrini Ni Kadek Putus Asrini Ni Kadek Putus Asrini Ni Ketut Restini Ni Komang Intan Kumala Sari Ni Luh Gede Erni Sulindawati Ni Luh Putu Lusi Ayupratiwi Ni Luh Putu Marta Puspita Yanti Ni Luh Putu Wahyuni Yustisia Dewi Ni Luh Wayan Yasmiati Ni Made Mirah Krisna Devi Ni Made Wiratini Ni Nyoman Mandriani Ni Nyoman Mandriani NI NYOMAN SUKERTI . Ni Putu Diah Luckyta Maharani Ni Putu Mira Kusuma Yanti Ni Putu Monika Ventari Kusumawati Ni Putu Rai Yuliartini Ni Wayan Juliasih Ni Wayan Sukerti Nur Widyas Junior Timbeng Nyoman Tri Antika Dewi Parwati, Ni Putu Ega Pastika Jaya, Ketut Pitriyantini, Putu Eka Pranata Kusuma, Kadek Agus Pratiwi , Ni Kadek Mira Pratiwi, Ni Kadek Mira Prisilia Eka Trisna, Putu Diana Puspa Ariawan, Gede Adi Putra Permana, Hadi Putra, G. Aditya Nugraha Putra, I Made Dwi Cahya Prayogi Putri, Made Kharisma Putu Agus Yana Saputra Putu Diana Prisilia Eka Trisna Putu Eka Mas Adipa Putra Putu Ocha Dana Parwata Putu Pipit Pricellia Eka Putri Putu Utari Praba, Dewa Ayu Putus Asrini, Ni Kadek Rachmawati, Ayu Dewi Rahma Gayatri, Ni Kadek Diah Rama Laksana, Dewa Agung Budi Randy Ray Sinaga Ratna Artha Windari Restini, Ni Ketut Salles, Sergio Salwa Shafira Saputra, I Nyoman Pasek Hadi Selli Handini Selviana Jima Si Ngurah Ardya Sinaga, Randy Ray Sukma Devi, I.G.A.Meta Sumarni, Kadek Suryana, Kadek Dedy Tia Yuliastari, Kadek Tria Anggreni, Komang Triandhi Mayuda Putra, I Komang Gede Ventari Kusumawati, Ni Putu Monika Veronika Wulandari Yana Saputra, Putu Agus Yanti, Ni Putu Mira Kusuma Yasmiati, Ni Luh Wayan Yudha Putra, Ida Bagus Putu Yudistira Mahadi Putra, Kadek Agus Yustisia Dewi, Ni Luh Putu Wahyuni