Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Regulasi Emosi Remaja Laki-Laki yang Mengalami Fatherless Nurshabrina, Maura Fisca; Dariyo, Agoes
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emosi adalah aspek penting yang ada pada setiap jiwa manusia karena emosi bukan hanya sekedar perasaan yang timbul dalam diri seseorang tetapi juga memainkan peran dalam cara manusia berinteraksi dengan dunia, membuat keputusan, mengatur hubungan sosial. Dengan ini setiap manusia perlu memiliki regulasi emosi yang baik agar dapat menghadapi tantangan kehidupan dengan efektif dan sehat. Regulasi emosi yang baik ini dapat dikembangkan oleh adanya peran ayah yang tidak hanya memberi nafkah namun juga pengasuhan yang baik secara mental dan moral. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran regulasi emosi pada remaja laki-laki yang mengalami fatherless. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Subjek penelitian ini terdiri dari empat orang laki-laki remaja akhir yang berusia 17 sampai 22 tahun. Penelitian ini berlangsung dalam rentan waktu enam bulan, dimulai pada juli 2024 sampai dengan desember 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua subjek yang belum memiliki regulasi emosi yang cukup baik karena belum memenuhi aspek acceptance of emotional response, strategies to emotion, engaging in goal-directed, dan control emotion responses.
Coping Stress pada Dewasa Awal yang Menjalani Hubungan Long Distance Relationship antar Negara Zhan, Cecilia; Dariyo, Agoes
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan jarak jauh (long distance relationship/LDR) merupakan bentuk hubungan romantis yang sering menimbulkan berbagai tantangan, seperti perbedaan zona waktu, rasa rindu, dan konflik budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi coping stress yang digunakan oleh pasangan dewasa awal yang menjalani LDR antar negara. Pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam digunakan untuk mengumpulkan data dari lima partisipan berusia 18-30 tahun yang telah menjalani LDR selama minimal enam bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan menggunakan tiga dimensi utama coping stress yaitu problem-focused coping, emotion-focused coping, dan social support coping. Problem-focused coping dilakukan dengan menetapkan kesepakatan bersama, berkomunikasi secara terbuka, dan melakukan aktivitas virtual, seperti menonton film atau bermain game. Emotion-focused coping melibatkan kegiatan seperti memasak, olahraga, berjalan-jalan, atau tidur untuk mengurangi stres dan emosi negatif. Social support coping dicapai melalui dukungan emosional dari keluarga, teman, atau komunitas, termasuk berbagi pengalaman dengan individu yang juga menjalani LDR.
Hubungan Insecure Attachment dengan Psychological Well-Being Pada Dewasa Awal Berpacaran Putri, Sefi Buana; Dariyo, Agoes
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periode dewasa awal merupakan suatu tahap transisi yang membutuhkan kesejahteraan psikologis (psychological well-being) untuk menghadapi tugas perkembangan dan menghindari risiko individu mengalami quarter life crisis. Akan tetapi, beberapa studi menunjukkan bahwa psychological well-being individu berusia dewasa di Indonesia cenderung kurang baik. Salah satu faktor yang menentukan psychological well-being individu adalah faktor pola kelekatan (attachment style) individu terhadap pasangan romantis, dimana keberadaan pasangan dikaitkan dengan status sosial dan mempengaruhi hubungan sosial individu. Penelitian mengenai hubungan antara attachment style dengan psychological well-being dan kaitannya dengan status hubungan romantis pada laki-laki dan perempuan sudah pernah dilakukan, namun tidak spesifik pada salah satu jenis attachment style. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara insecure attachment dengan psychological well-being pada individu dewasa awal dengan status berpacaran ditinjau dari jenis kelamin. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 100 individu berusia 18-29 tahun dengan status berpacaran minimal 6 bulan. Data dikumpulkan menggunakan ECR-S (Experiences in Close Relationship-Short Form) dan skala psychological well-being. Data dianalisis secara korelasional menggunakan Pearson’s product moment dengan hasil terdapat hubungan yang signifikan secara positif antara insecure attachment dengan psychological well-being dengan sig. 0,000 dan r= -0,538. Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada korelasi insecure attachment dengan psychological well-being antara laki-laki dan perempuan serta tidak ditemukan perbedaan tiap-tiap dimensi insecure attachment jika ditinjau berdasarkan jenis kelamin pada individu dewasa awal yang berpacaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi individu dan pasangan dengan insecure attachment maupun praktisi dalam menangani kasus terkait dengan insecure attachment.
Kualitas Komunikasi pada Dewasa Awal Berpacaran Long Distance Relationship (LDR) Antar Pulau Ussy Rachelia; Agoes Dariyo
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas komunikasi dalam hubungan jarak jauh (Long Distance Relationship, LDR) di kalangan dewasa awal. Dengan meningkatnya jumlah pasangan yang menjalani LDR, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi dalam konteks ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan 5 partisipan yang terlibat dalam LDR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas komunikasi dipengaruhi oleh keterbukaan, empati, dan dukungan emosional. Para partisipan melaporkan bahwa komunikasi yang efektif membantu mereka mengatasi tantangan yang muncul akibat jarak fisik. Selain itu, kepercayaan dan harapan untuk masa depan hubungan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas komunikasi. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika komunikasi dalam LDR dan menawarkan saran praktis bagi pasangan untuk meningkatkan kualitas hubungan mereka.
Gambaran Self Confidence pada Dewasa Awal Wanita yang Mengalami Fatherless Divorce Muthia Syafitri; Agoes Dariyo
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kehilangan figur ayah (fatherless) terhadap tingkat kepercayaan diri (self-confidence) wanita dewasa awal. Kehilangan figur ayah, baik akibat perceraian, kematian, maupun ketidakhadiran emosional, seringkali memberikan dampak signifikan pada perkembangan emosional dan psikologis anak, termasuk pembentukan kepercayaan diri di masa dewasa. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode wawancara mendalam terhadap beberapa partisipan wanita dewasa awal yang mengalami kondisi tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan ayah dapat menyebabkan perasaan kesepian, kecemasan, ketidakpercayaan diri, dan kesulitan dalam pengambilan keputusan serta membangun hubungan interpersonal. Namun, banyak partisipan menunjukkan ketahanan emosional dengan mengembangkan pola pikir mandiri sebagai mekanisme adaptasi. Dukungan dari figur lain, seperti ibu, saudara, dan teman dekat, berperan penting dalam membangun kembali rasa percaya diri dan memberikan arahan dalam menghadapi tantangan hidup. Selain itu, keterlibatan dalam aktivitas positif, seperti pendidikan, pekerjaan, dan kegiatan sosial, terbukti membantu meningkatkan keyakinan diri partisipan.Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan lingkungan dalam mempercepat proses pemulihan emosional dan membangun kembali kepercayaan diri pada individu yang kehilangan figur ayah sejak dini. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi orang tua, pendidik, dan praktisi untuk merancang intervensi yang mendukung penguatan identitas diri dan kepercayaan diri pada wanita dewasa awal. Selain itu, penelitian ini membuka ruang untuk studi lebih lanjut mengenai peran figur ayah dalam pembentukan identitas diri dan cara membantu individu mengatasi dampak psikologis dari kehilangan figur ayah.
Indonesia Emas 2045: Membentuk Nasionalisme Generasi Alfa Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila Chendana, Lewis Edbert; Sebastian, Bobby; Helen, Helen; Anandita, Rafela; Gabriela, Angelin; Dariyo, Agoes
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16225

Abstract

Indonesia akan memasuki fase Indonesia Emas 2045 yang memerlukan Generasi Alfa dengan nasionalisme kuat berbasis nilai Pancasila di tengah arus globalisasi dan digitalisasi yang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pembentukan nasionalisme pada Generasi Alfa melalui pendekatan nilai Pancasila yang menyeluruh. Dengan menggunakan metode kajian literatur, penelitian ini menganalisis tantangan, peluang, dan pengaruh lingkungan digital terhadap pemahaman serta internalisasi nilai-nilai kebangsaan pada Generasi Alfa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi, media sosial, pendidikan, dan lingkungan keluarga memegang peran penting dalam menguatkan pemahaman nasionalisme berlandaskan Pancasila. Temuan ini menggarisbawahi perlunya revitalisasi nasionalisme melalui pendekatan digital yang relevan dan kontekstual agar Generasi Alfa mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas nasionalnya. Implementasi strategi ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan nilai-nilai nasional dalam menghadapi tantangan era modern.
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA DEWASA Michael Housen; Agoes Dariyo
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.232

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi hubungan antara religiusitas dan psychological well-being melalui analisis data yang disajikan pada bab 4. Melalui pendekatan ini, ditemukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kedua variabel tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas seseorang, semakin tinggi pula tingkat psychological well-being yang mereka alami. Dalam konteks ini, penelitian berhasil mendukung hipotesis yang diajukan sebelumnya, mengonfirmasi bahwa adanya korelasi yang kuat antara religiusitas dan psychological well-being. Hasil ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman terkait dampak religiusitas terhadap kesejahteraan psikologis seseorang. Dengan mengungkapkan bahwa kenaikan tingkat religiusitas berkolerasi dengan peningkatan psychological well-being, studi ini memberikan landasan yang kuat bagi upaya-upaya pendukung untuk mempromosikan aspek spiritualitas dalam meningkatkan kesejahteraan mental.
HUBUNGAN MINDFULNESS DENGAN SELF-CONTROL PADA ANGGOTA BARESKRIM YANG MEMPEROLEH FASILITAS SENJATA API Nadya Aprisca Dewi; Agoes Dariyo
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.278

Abstract

Anggota Bareskrim Polri yang diberikan fasilitas senjata api diharapkan dapat menjaga kendali diri mereka, sehingga tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan mindfulness dengan kemampuan pengendalian diri anggota Bareskrim yang dilengkapi dengan senjata api, dengan fokus pada pemahaman sejauh mana mindfulness berperan dalam meningkatkan kontrol diri polisi yang bertanggung jawab terhadap senjata api. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penggunaan kuesioner tentang mindfulness dan pengendalian diri. Sejumlah 109 anggota Bareskrim Mabes Polri yang memenuhi syarat menjadi peserta penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara tingkat mindfulness dan kemampuan pengendalian diri, menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat mindfulness, anggota Bareskrim Polri cenderung memiliki kontrol diri yang lebih baik terhadap senjata api yang mereka miliki. Proses analisis data menggunakan metode analisis korelasi Spearman, yang menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,828 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel mindfulness memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap variabel pengendalian diri pada anggota Bareskrim Polri yang dilibatkan dalam penelitian ini.
Peran Moderasi Beragama Untuk Pengembangan Sikap Nasionalisme Remaja Dalam Kerangka Ketahanan Sosial Di Lampung Tengah, Propinsi Lampung Tumanggor, Raja Oloan; Dariyo, Agoes
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 29, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.90235

Abstract

 ABSTRAKSikap nasionalisme merupakan sikap untuk mencintai tanah-air sebagai tempat tinggal selama hidupnya. Sikap nasionalisme sesungguhnya sebagai sikap yang mampu memahami dan menerima warga negara lain, meskipun mempunyai latar belakang yang berbeda, seperti perbedaan agama. Karena itu, penelitian ini hendak mengkaji mengenai peran moderasi beragama untuk mengembangkan sikap nasionalisme remaja dan implikasinya terhadap ketahanan sosial di Kabupaten Lampung Tengah, Propinsi Lampung. Teknik pengambilan sampling dengan Proportional Stratified Random Sampling. Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yaitu moderasi beragama dan sikap nasionalisme. Partisipan penelitian berasal dari remaja usia 13-20 tahun berjumlah 146 orang. Teknik analisis data dengan uji korelasi produk moment dan regresi linear tunggal sederhana. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara moderasi beragama dengan sikap nasionalisme remaja di Indonesia (r = 0, 501, p = 0,000, p < 0,01).  Selanjutnya, moderasi beragama menyumbang sikap nasionalisme sebesar 25 % terhadap  sikap nasionalisme remaja di Indonesia
Hubungan Antara Keterlibatan Orang Tua Dan Resiliensi Pada Anak Di Desa Tamansari Valerama, Agung; Dariyo, Agoes
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/personifikasi.v14i1.18509

Abstract

Tamansari Village is part of the Lelea sub-district which is located in Indramayu Regency, West Java. Through brief interviews with several students, indications of behavior that could be classified as bullying behavior were found. Responding to this, the student's parents instilled the values of self-resilience into their son's life.One of the external factors that can help build child resilience is the family. The purpose of this study was to find out whether there is a relationship between parental involvement and resilience in children in Tamansari village. This study used a quantitative approach with 140 elementary school students participating, this research was non-experimental. Participants' ages in this study range between nine to 14 years old. This study also consists of 59 male students and 81 female students. This study also consists of third graders to sixth graders. This study used a purposive sampling technique by distributing questionnaires to elementary school children in grades four, five and six. This study used two measuring instruments, namely the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) adjusted by Campbell-Stein (2007) and also a questionnaire developed by Campbell et al. (1985). The results of the correlation test showed that there was a relationship between parental involvement and resilience in children in Tamansari village (r equal with 0.169, p equal with 0.05, p smaller than  0.046).
Co-Authors Ade Surya Wijaya Agus Mulyanto Agus Salim Chamidi AGUSTINE, SALWA NADIRA Anandita, Rafela Andrianputra, Ezra Angelika, Fransiska Angelita, Simthia Angow, Madeline Natali Aulia, Dien Putri Ayi N. Hidayat Basaria, Debora Chendana, Lewis Edbert CHI, GABRIEL Cindy Frencya Halim Clara, Cindy Daffa Rabbani, Tarish Debora Basaria Dian Hidayati Firliana, Dira Fuad Aljihad Gabriela, Angelin Gading, Yoanita Maria Putri Sekar Han, Vivi Handayani, Sri Harum Amarrissa Harsojoh Helen, Helen Hermawan, Chatlia Putri Housen, Michael Indrawaty, Dewi Indriani Ingrid Hartanto Irvan Kristivan Joselyn Tiofanny Marcella Melisa Falentina Merlin, Stephany Mia Hadiati Michael Housen Millah Kamilah Muslimat muchlina, aljazira Muhamad Akasah Muthia Syafitri Nadira Agustine, Salwa Nadya Aprisca Dewi Nellafrisca Noviasari Nurhidayah Nurhidayah Nurshabrina, Maura Fisca Okke Rosmala Dewi Pangkey, Wilfred Audric Clief Poek Xin Pei, Aurellya Sinanta Pranata, Reni Juniarsa Pranoto, Valencia Purba, Sherena Yemima Putri, Sefi Buana Putu T. Y.S. Suyasa R. Rahaditya Rachelia, Ussy Raja O. Tumanggor Rita Markus Idulfilastri Rita Sulastini Roswiyani, Roswiyani Rumangkang, Filadelfia Ruth Imelda Kurniasari Safrizal Safrizal Safrizal Safrizal Sandi Kartasasmita Sebastian, Bobby Shella Shella Sibuea, Rahel Sonna Etika Suwu, Regine Caitlyn Syafitri, Muthia Tatiana, Natiella Diva Teti Ratnawulan Triyani, Henny Tumanggor, Raja Oloan Ujang Nurjaman Ujang Nurjaman, Ujang Ulfiah Ulfiah Ulfiah, Ulfiah Ussy Rachelia Valerama, Agung Wagetama I Disai Wijaya, Theresa Nadine Yapputro, Nikole Edmonda Yolanda Eben Haezer Yonathan Deantono Zhan, Cecilia