Claim Missing Document
Check
Articles

Mengembangkan instrumen pengukuran kekerasan komunikasi pada kelompok WhatsApp di lingkungan kerja dosen Ira Mirawati; Asep Suryana; Herlina Agustin; Mien Hidayat
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.382 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v7i2.23357

Abstract

Berkembang pesatnya media sosial telah memberikan ruang bagi para penggunanya untuk melakukan sekaligus mendapatkan kekerasan komunikasi. Kekerasan komunikasi melalui media sosial dapat terjadi pada berbagai kalangan, termasuk di lingkungan kerja dosen. Perilaku ini terjadi baik disengaja ataupun tidak, serta hadir dalam beragam bentuk bukan semata-mata pesan yang berisi caci maki, kebencian, atau perendahan. Pengalaman kekerasan komunikasi di tempat kerja, baik sebagai pengirim maupun penerima, dapat memiliki konsekuensi bagi emosi dan perilaku kerja seseorang. Berkaitan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah instrumen pengukuran kekerasan komunikasi yang dialami dosen termasuk emosi yang dirasakan dan perilaku kerja yang dapat dipengaruhinya. Pengembangan instrumen dilakukan dengan mengelaborasi komponen-komponen kekerasan komunikasi, emosi, dan perilaku kerja dengan Affective Events Theory. Pengujian instrumen dilakukan terhadap sampel penelitian yang diambil dengan menggunakan teknik stratified random sampling terhadap dosen perguruan tinggi di kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 dimensi yang terdiri dari 22 pertanyaan pada variabel kekerasan komunikasi, 2 dimensi yang terdiri dari 14 pertanyaan pada variabel emosi, dan 8 dimensi yang terdiri dari 25 pertanyaan pada variabel perilaku kerja dosen yang valid untuk diukur. Simpulannya adalah bahwa instrument yang dikembangkan pada penelitian ini dapat digunakan dalam penelitian yang mengukur pengaruh kekerasan komunikasi di lingkungan kerja dosen. Penelitian dengan instrumen ini disarankan menggunakan structural equation modelling dengan confirmatory factor analysis.
Pencarian informasi melalui televisi dan film oleh tunarungu di Sumedang Azmah Tafwidli Rahmi; Santi Susanti; Herlina Agustin
ProTVF Vol 5, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v5i1.30283

Abstract

Setiap warga negara berhak mendapatkan informasi dan akses informasi termasuk disabilitas tunarungu, sebagaimana dijamin pasal 18 F UUD 1945, yang menyatakan bahwa setiap orang berhak berkomunikasi dan memperoleh informasi. Informasi dapat diperoleh dari beragam sumber, termasuk televisi dan film. Bagi disabilitas tunarungu, keterbatasan yang mereka miliki berpengaruh terhadap akses informasi di televisi dan film. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan motif yang mendorong anggota Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Sumedang membutuhkan informasi dari televisi dan film, serta upaya yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi serta dokumen yang relevan dengan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis data interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan informasi melalui televisi dan film pada disabilitas tunarungu di Gerkatin Sumedang digerakkan oleh motivasi internal dan eksternal berdasarkan sepuluh faktor kebutuhan berbeda pada setiap individu, antara lain kebutuhan akan hiburan, informasi dan pekerjaan. Film komedi dan aksi lebih mudah dipahami informasinya, karena penyampaiannya lebih menarik dan tidak berbelit. Pemenuhan kebutuhan informasi melalui film dilakukan dengan menonton di bioskop dan Youtube. Informasi di televisi dan film masih sulit diakses, karena kurangnya ketersediaan juru Bahasa isyarat serta teks di dalam setiap tayangan televisi dan film di bioskop. Oleh karena itu, teman tuli di Gerkatin Kabupaten Sumedang berharap adanya teks film dan Juru Bahasa Isyarat dalam setiap tayangan film, agar film Indonesia menjadi ramah bagi disabilitas turarungu.
Anatomi Konflik Komunikasi dalam Penanganan Neglected Tropical Disease di Media Sosial Herlina Agustin; Dadang Rahmat Hidayat; Dandi Supriadi
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11 No 1 (2019): UltimaComm
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1870.538 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v11i1.1109

Abstract

Cases of snakebite resulting casualties have been found almost all over the world. In Indonesia, thereis only a few official information about them. However, the fact shows that the number of fatalitiesin Indonesia is considerably high. Approximately, more than 100,000 snakebite victims per year havebeen reported. The sparse data is caused by the lack of serious attention from all parties, includingthe government. As a result, there are so much misinformation and confusion regarding the handlingof snakebites amongst communities, including physicians. Snakebite Accident Indonesia is the onlyinformational service about snake bites available on social media platforms. The service in a formatof the Facebook closed group is the source of information that referred the most by snakebitevictims. However, communication conflicts frequently happen because of the heterogeneous of thisgroup where the members came from a variety of backgrounds and understandings. Thisphenomenon becomes the main interest of this study because the conflicts have affected the crucialefforts to handle snake bites that hang the life of people on a thread. By implementing the case studymethod, this research raises the anatomy of the communication conflict. The results indicate theinvolvement of primordialism, socio-cultural, economic, and psychological problems within theconflict. To overcome this problem, a communication system, especially concerning health issues, isneeded to bridge the dispute. The need is crucial because the conflicts must be minimized to supportcontinuous efforts of educating people.Keywords: communication conflicts, snake bites, facebook, world health organization, healthcommunication
Dampak Dinamika Komunikasi di Media Sosial terhadap Pelestarian Lingkungan Dandi Supriadi; Herlina Agustin
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11 No 1 (2019): UltimaComm
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1665.967 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v11i1.1111

Abstract

Social media has transformed into a "free" advertising instrument. By using User-Generated Contents (UGC) technology, an instant publication about engaging activities in a particular area will encourage other people's interest to have the same experience. However, the effectiveness of tourism promotion turned out to have negative impacts, one of them is related to environmental issues because the behavior that has been published is not necessarily on the same track with the perspective of environmental conservation. It happened to Mount Kamojang and Papandayan nature reserve, West Java, where a part of the area has been converted into a nature tourism park. One reason for the change of status is to attract people's interest to visit the Kamojang and Papandayan areas. This interest could be seen from the many comments on social media that also promote the natural beauty of the place. By using a qualitative method with a case study approach, this study explains the dynamics involved in social media that influence the counter-productive behaviors in environmental issues. The results of the study show that social media contents have encouraged the public to access nature tourism areas, including the closed area in the Garut Regency. Additionally, the viral information was then used by stakeholders as a weapon to persuade the authorities to change the status of the area into a a tourist attraction. This study recommends a review of the policy related to the nature reserve's status amendment, considering the sustainability of environmental conservation in Indonesia. Keywords: kamojang papandayan, nature reserve, social media, UGC, promotion
PENGGUNAAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM SOSIALISASI PROGRAM URBAN FARMING DI KOTA SURABAYA Henny Sri Mulyani; Herlina Agustin
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.028 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.1.1141

Abstract

Communication media is a source of power, a control tool that can be utilized as a substitute for poweror other resources, besides the media is a vehicle that plays a role to socialize the events of communitylife both individually and collectively. To provide food availability independently and sustainably itneeds a breakthrough program through the concept of gardening in the yard of the house or the use ofempty land for planting productive crops. The purpose of research to find out how the background ofmedia usage, type of media used and the form of presentation of messages used in the socialization ofurban farming program in the city of Surabaya. The research method used is descriptive qualitativewith data collection interview, observation and literature study. The results showed that the delivery ofagricultural messages in urban areas from the Surabaya City Agriculture Office to poor families(Gakin) scattered in 31 sub-districts did not use mass media on the grounds that the gakin communityrarely mengengan radio, see television and read the print media so generally the delivery of directmessages done facilitator in this case PPL to poor community society by direct way of technicalguidance in the form of group. Media used more to media antarpersona communication. Messagedelivered on how to do urban farming activities for vegetables with a short harvest period ofapproximately one month, the use of narrow land in the yard so as to support household-scale foodsecurity and add green or green open space.
EKSTRAKSI DAN FRAKSINASI KOMPONEN BIOAKTIF ANTIMIKROBA DALAM BIJI INTISARI DAN DAUN LADA Lenny Sutedja; Herlina Agustina
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 4, No 2 (1994)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4328.333 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v4i2.286

Abstract

In the framework of antimicrobial activity investigation, seeds and leaves of black pepper were fractionated with n-hexane, methanol, chloroform and water consecutively, to isolate the active fractions. The antimicrobial activity was determined by agar plate diffusion method against Staphylococcus aureus ATCC 6536, Escherichia coli ATCC 25922 and Candida albicans ATCC 10231. Antimicrobial activity against the microbes was not found in the pepper leaf extracts as well as in the n-hexane extract of the seeds. Methanol, chloroform and water extracts of pepper seeds showed antimicrobial activity against S.aureus and Calblcans, however they did not show any activity against E.coli. The chloroform extract, which was the most active, was further eluted and fractionated by column chromatography on silica gel, eluted gradually with n-hexanetethylacetate. Antimicrobial activity determination of the fractions obtained from the column chromatography, indicated that fraction L(IV) showed the highest activity. Gas chromatography-mass spectrometry analysis of L(IV) illustrated the possibility of the presence of several compounds, such as piperonal; palmitic acid, stearic acid, oleic acid, B-sitosterol and 2(3H)-furanone, 3,4-bis (l,3-benzodioxol-5-ylmetyl) dihydro.
The Media Verification of Hoaxes about Human-Crocodile Conflicts Herlina Agustin; Dadang Rahmat Hidayat; Dandi Supriadi; Rinda Aunillah
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v7i1.666

Abstract

The human-crocodile conflict frequently happens in Indonesia. Based on the data from http://www.crocodile-attack.info/, it is claimed that Indonesia is a country with the most cases of crocodile attacks. Mostly the attacks involved the saltwater crocodile (Crocodylus porosus). On the other hand, this conflict is worsened by the spread of inaccurate information among communities. From October 2019 to October 2021, there were 12 false stories about crocodile attacks. These hoaxes were distributed on social media, causing fear to those who consumed the information. It is crucial to be investigated, especially from the perspective of environmental journalism. This study describes how mainstream media outlets tried to clarify the hoaxes. The results show many materials contained by information disorder, which need to be clarified by the media to ensure clarity and truth for the public. This study finds that most mainstream media still have their conscience to protect the public from false information. It was done by practicing curation journalism that includes the discipline of verification. In conclusion, the media and information sources need to have a good comprehension of crocodile behavior. The research also catches the need for environmental journalism training for media practitioners in Indonesia. Thus, the media will be able to offer the best solution for reducing the attack while at the same time giving adequate education for the public to live in harmony with Indonesian flora and fauna.
Respon Krisis IRT Mengenai Pemberitaan Kelangkaan Minyak Goreng Eshauqi Fitrayatra; NQ Ratna Suminar Sari; Panjibrata Burhan; Herlina` Agustin
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v7i1.6711

Abstract

Kelangkaan minyak goreng yang terjadi di Indonesia telah berdampak secara merata kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang menjadikan minyak goreng sebagai kebutuhan sehari-hari. Krisis ini kemudian menimbulkan berbagai tanggapan dan memunculkan banyak pemberitaan di media, salah satunya pemberitaan mengenai pernyataan Ibu Megawati Soekarnoputri yang merupakan mantan Presiden RI mengenai kelangkaan minyak goreng yang sempat menyinggung respon ibu-ibu. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur dan kajian literatur. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah dua orang ibu rumah tangga dengan latar belakang pendidikan yang berbeda. Analisis data penelitian ini lakukan melalui tiga tahap analisis data, yaitu: tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini bahwa, narasumber beranggapan bahwa pernyataan Megawati tersebut memberikan dampak positif dan negatif bagi ibu rumah tangga, namun mayoritas memberikan anggapan negatif terhadap pernyataan Megawati tersebut. Strategi respons krisis dibutuhkan sebagai bentuk manajemen krisis yang dapat dilakukan oleh individu untuk menanggulangi krisis dari pemberitaan media dengan terjun langsung memeriksa kebenaran berita di lapangan, menyeleksi dampak positif dan negatif dari pemberitaan di media, hingga penemuan solusi untuk mengurangi dampak negatif krisis bagi narasumber. Kata Kunci: ibu rumah tangga, manajemen krisis, krisis
EFEKTIVITAS VIDEO YOUTUBE “WONDERFUL INDONESIA: A VISUAL JOURNEY” SEBAGAI SARANA PROMOSI PARIWISATA INDONESIA Atef Fahrudin; Siti Karlinah; Herlina Agustin
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2020.v4i1.2492

Abstract

Industri pariwisata kini tengah dihadapkan dengan tantangan zaman dengan hadirnya konsep Tourism 4.0 yang mengharuskan Indonesia berbenah diri dalam menghadapi konsep tersebut. Lahirnya tren Tourism 4.0 telah mengubah keseluruhan siklus ekosistem kepariwisataan, termasuk menjadi penyebab bergesernya budaya siber wisatawan yang salah satu contohnya bisa dilihat pada perubahan proses pengambilan keputusan berwisata orang-orang di era ini, dimana orang-orang menjadikan media sosial sebagai sumber rujukan dalam menetapkan destinasi wisata mereka. Kolom komentar di YouTube kadang-kadang menjadi sebuah review bagi siapapun yang membacanya, dikarenakan orang-orang menuliskan pendapat ataupun pengalaman mereka terkait konten disana. Hal ini membuat YouTube memungkinakan untuk menjadi sarana promosi termasuk didalamnya promosi destinasi pariwisata. Penelitian ini di buat dengan tujuan untuk mencari tahu sejauh mana efektifitas video yang diunggah di YouTube sebagai sarana untuk mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia.
PERAN PUBLIC RELATIONS TERHADAP PENGELOLAAN CAFÉ INKLUSIF Maudy Rizkiana Poedjadi; Herlina Agustin; Hanny Hafiar
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol 7, No 3 (2022): Edisi Juli
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v7i3.25713

Abstract

Peran hubungan masyarakat terhadap pengelolaan dan pengembangan café inklusi menjadi sangat krusial. Melalui konsep postur strategis dan analisis SWOT, public relations dapat menentukan langkah-langkah dan strategi yang akan digunakan dalam jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif; paradigma intepretatif; dan menggunakan metode fenomenologi dengan menganggap pengalaman seseorang sebagai konsep. Melalui analisis SWOT, ditemukan bahwa dalam pengelolaan Café inklusi memiliki kekuatan pada hubungan manajemen dan karyawan yang kuat; menu dan interaksi karyawan tuli dan konsumen tanpa hambatan; Tema café yang menarik minat konsumen, kelemahan café inklusi ada pada tidak adanya mentor bisnis;  keterlibatan JBI yang rendah; dan media promosi yang masih belum optimal, peluang café inklusi ada pada strategi ESG dan investor serta ancaman yang diraskan adalah mulai munculnya pesaing di sekitar café inklusi. Penelitian ini menemukan, café inklusi memerlukan dukungan dari pemerintah dan investor (dalam segi finansial), expertise di bidang bisnis (untuk menjadi mentor dalam mengembagkan bisnis), dan keterlibatan JBI (sebagai jembatan antara orang dengar dan tuli dalam event) sehingga tujuan dari café inklusi dapat tercapai. Kata Kunci: Café Inklusi, Tuli, Public Relations, SWOT, Postur strategi
Co-Authors Aceng Abdullah Aceng Abdullah Achmad Abdul Basith Achmad Abdul Basith Adinda, Nur Adiputra, Andika Vinianto Afrina Nabila Azhari Asep Suryana Asep Suryana Atef Fahrudin Azmah Tafwidli Rahmi Dadang Rahmat Hidayat Dandi Supriadi Dhini Ardianti Djoko Santoso Abi Suroso, Djoko Santoso Abi Elsa Amalia Risky Erika Revida Eshauqi Fitrayatra Fitriani, Alfina Gumgum Gumilar Hanny Hafiar Harun Rosit Hendra Dermawan Siregar Hendra Hermawan Henny Sri Mulyani Rohayati Hijriah, Moch. Rizqi Husaini, Azis Ika Merdekawati Kusmayadi Ira Mirawati Iriana Bakti Jenny Ratna Suminar Karimah Nasr, Nailah Kodriyah kusumawardani, lita heni Lenny Sutedja Lestari, Gita Ayu Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin Maimon Herawati Maudy Rizkiana Poedjadi Mien Hidayat Mien Hidayat Muhammad Rizki Ridani Muji Rahayu Muntoro Muntoro Nabilah, Huria Husna Ninis Agustini Damayani Novyandra Ilham Bahtera NQ Ratna Suminar Sari Nugroho Dwi Hananto, Nugroho Dwi Nuryah Asri Sjafirah Pandu Rudy Widyatama Panjibrata Burhan Pramudita, Imelia Rizky Prihatin, Anna Aisyah Rahman, Azizul Rayhani, Fahira Salima Retasari Dewi, Retasari Rinda Aunillah Sirait Sabatini, Sabila Samson CMS Santi Susanti Savitna Savitna Setyowati, Raden Roro Nanik Siti Karlinah Soejarwo, Permana Ari Susanne Dida Suwandi Sumartias Tari Apriyani Tika Mutia Uparatu, Aldehead Marinda Merfonsina Ute Lies Siti Khadijah Uud Wahyudin Winarni Winarni Wulansari, Resti Wulansari, Resty Yasmina Shofa Az Zahra Yulianto, Alfian Prasetya Yustikasari Zahra, Yasmina Shofa Az Zein Mufarrih Muktaf, Zein Mufarrih