Claim Missing Document
Check
Articles

LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM PELAKSANAAN DEEP LEARNING KURIKULUM BERBASIS CINTA MADRASAH IBTIDAIYAH Herlambang Adiguna; Shelta Erliana; Muhammad Irvan Pratama; Ahmad Zainuri; Frika Fatimah Zahra
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik. Madrasah Ibtidaiyah (MI), sebagai lembaga pendidikan dasar berbasis Islam, dituntut tidak hanya untuk menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan religius. Penelitian ini membahas penerapan deep learning dalam konteks Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan menyenangkan. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai sumber ilmiah terkait pedagogi Islam, strategi pembelajaran mendalam, dan integrasi nilai cinta dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa deep learning memungkinkan peserta didik berpikir kritis, kreatif, dan mampu menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata. Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta mendukung pengembangan karakter, empati, serta toleransi, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan humanis. Pendekatan ini menegaskan pentingnya pendidikan yang seimbang antara aspek kognitif, afektif, dan spiritual dalam membentuk generasi abad ke-21.
Implementasi Interaksi Sosial Pendidikan Islam pada MIN 1 Kota Prabumulih Ruslaini, Ruslaini; Ahmad Zainuri; Saipul Annur
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 3 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/8bzxkr72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan interaksi sosial  penerapan interaksi sosial yang berlandaskan nilai-nilai pendidikan Islam di MIN 1 Kota Prabumulih. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif studi kasus, dengan fokus pada hubungan antar siswa, hubungan antara siswa dan guru, serta hubungan antara pihak sekolah dan orang tua. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara semi terstruktur terhadap sepuluh subjek. Pertanyaan wawancara disusun berdasarkan aspek-aspek interaksi sosial, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial dalam lingkungan sekolah telah mencerminkan nilai-nilai Islami, seperti saling menghormati, tanggung jawab, tolong-menolong, dan kedisiplinan. Nilai-nilai tersebut tampak dalam kegiatan belajar kelompok maupun kerja sama siswa dalam menjaga kebersihan kelas. Selain itu, komunikasi terbuka, pemberian motivasi, serta kegiatan keagamaan seperti pembacaan Surah Yasin dan pelaksanaan Salat Dhuha berjemaah memperlihatkan hubungan positif antara guru dan peserta didik. Secara keseluruhan, hubungan yang dilandasi nilai-nilai Islam tersebut menjadi elemen penting dalam pembentukan karakter siswa di MIN 1 Kota Prabumulih.
Strategi Pembelajaran PAI Kurikulum Berbasis Cinta pada SMK Kesehatan Athalla Putra Palembang Muhammad Arif Indra Budiman; Ahmad Zainuri; Arni Arni
Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/moral.v2i4.1303

Abstract

Islamic Religious Education plays a pivotal role in the formation of students’ character, particularly within the setting of vocational health education. In light of the introduction of the Love-Based Curriculum initiated by the Indonesian Ministry of Religious Affairs, there is a pressing need for instructional strategies that effectively integrate the values of love, compassion, tolerance, and empathy into PAI teaching. This study seeks to provide a comprehensive description and critical analysis of the love-oriented PAI learning model implemented at SMK Kesehatan Athalla Putra Palembang, while also examining the challenges encountered and the solutions undertaken in its execution. The research adopts a qualitative field study approach, with data collected through classroom observations, in-depth interviews with teachers and students, as well as document analysis. The findings indicate that several strategies have been employed, including interactive lectures, collaborative group discussions, socially oriented project-based learning, and the utilization of media designed to promote compassion. The successful implementation of the Love-Based Curriculum in this context is shaped by factors such as teacher competence, institutional support, and the adequacy of educational facilities. Nevertheless, a number of obstacles were identified, namely time constraints, limited professional training for teachers, and resistance to pedagogical change. Despite these challenges, the applied strategies proved to be effective in enhancing both student motivation and character development. Accordingly, it is recommended that the institution reinforce teacher professional development programs, establish a more structured syllabus, and institutionalize love-based values within both assessment practices and the broader school culture.
Deep Learning Kurikulum Berbasis Cinta Madrasah Ibtidaiyah Zahra Mumtaza; Khoirin Aliyah; Ahmad Zainuri; Frika Fatimah Z
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.439

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji secara komprehensif integrasi antara deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebagai paradigma baru pendidikan Islam yang humanis, reflektif, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil. Konsep deep learning (pembelajaran mendalam) memfokuskan pada keterlibatan emosional dan reflektif peserta didik, sedangkan Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan mahabbah (cinta) sebagai fondasi spiritual dan nilai moral dalam proses pendidikan. Kajian ini disusun berdasarkan pendekatan studi pustaka terhadap tiga sumber utama: penelitian Hapsari (2025) tentang Kurikulum Cinta dan pembelajaran mendalam di madrasah; penelitian Waliya Purnama Sari, Ahmad Zainuri, dan Saiful Annur (2025) tentang implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di SMA Islam Az-Zahrah Palembang; serta studi Abidin, Zainuri, dan Yasir (2025) tentang peningkatan mutu pendidikan di MI Hijriyah 2 Palembang melalui pendekatan holistik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa integrasi antara KBC dan deep learning mampu memperkuat karakter peserta didik, menciptakan budaya belajar yang menyenangkan, dan meningkatkan kualitas pendidikan dasar Islam. Namun, tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan kompetensi guru, fasilitas teknologi, serta belum adanya instrumen evaluasi nilai cinta yang terstandar.
Pengaruh Lembaga Pendidikan Islam Deep Learning Kurikulum Berbasis Cinta Pengembangan Materi Ajar pada Sekolah Dasar: The Influence of Deep Learning Islamic Education Institutions, Love-Based Curriculum on the Development of Teaching Materials in Elementary Schools Nabila Rahma Daniah; Imam Sujadmiko; Ahmad Zainuri; Frika Fatimah Zahra
TARBIYAH: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 4 (2025): TARBIYAH: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the impact of Islamic educational institutions, the deep learning approach, and a curriculum based on love on the development of teaching materials in elementary schools. Islamic education plays a foundational role in shaping students' character through the internalization of religious, moral, and social values. However, current learning practices in many elementary schools still focus mainly on textual materials and have not fully addressed the holistic development of students. The concept of a love-based curriculum is seen as an innovative approach that emphasizes love, empathy, and role modeling, which can create a more humane and meaningful learning environment. Meanwhile, deep learning contributes to enhancing students' critical thinking, collaborative, and contextual skills. This research uses a literature study method by analyzing relevant primary and secondary sources on Islamic education, deep learning, love-based curriculum, and the development of teaching materials. The findings show that integrating these three aspects has strategic potential in creating deeper, more holistic, and student-centered learning experiences that meet the developmental needs of children, while also strengthening their character and spirituality in elementary schools.
Konsep Kearifan Lokal Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Ibtidaiyah Ahmad Padila Selamet; M.Ali Akbar; Ahmad Zainuri; Frika Fatimah Zahra
Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 6 (2025): Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aliansi.v2i6.1393

Abstract

This article aims to explore the application of local wisdom values ​​in the Love-Based Curriculum at Islamic Elementary Schools (MI) as a strategy for building character, strengthening cultural identity, and strengthening humanity-oriented education. The Love-Based Curriculum focuses on the values ​​of compassion, empathy, social responsibility, and respect for diversity, which are integrated into all subject areas. The integration of cultural and local elements serves to increase the connection between education and the realities of students' lives. This study is compiled based on research findings regarding the implementation of the Love Curriculum at MI Al-Islah Palembang and research related to local wisdom-based learning at Islamic Elementary Schools. The results of the analysis indicate that the application of love values ​​and local wisdom makes a positive contribution to character formation, increasing learning motivation, and strengthening students' cultural identity. The main challenges lie in the limited availability of learning tools, the need for teacher training, and adequate policy support.