p-Index From 2021 - 2026
6.474
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Teknika Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Wahana Didaktika Sawala : Jurnal Administrasi Negara Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal PAI Raden Fatah Al-Arabi : Jurnal Bahasa Arab dan Pengajarannya = Al-Arabi: Journal of Teaching Arabic as a Foreign Language Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Basica Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan Pustaka: Jurnal Bahasa dan Pendidikan Jurnal Karya Pengabdian Teknik Mesin TOFEDU: The Future of Education Journal Guruku: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Journal Educational Research and Development TARBIYAH: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam QAZI : Journal of Islamic Studies Al I'tibar Jurnal Pendidikan Islam Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Green Social: International Journal of Law and Civil Affairs Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan Biologi Journal of Literature Review Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Educational Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Interaksi Sosial Pendidikan Islam pada MIN 1 Kota Prabumulih Ruslaini, Ruslaini; Ahmad Zainuri; Saipul Annur
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 3 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/8bzxkr72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan interaksi sosial  penerapan interaksi sosial yang berlandaskan nilai-nilai pendidikan Islam di MIN 1 Kota Prabumulih. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif studi kasus, dengan fokus pada hubungan antar siswa, hubungan antara siswa dan guru, serta hubungan antara pihak sekolah dan orang tua. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara semi terstruktur terhadap sepuluh subjek. Pertanyaan wawancara disusun berdasarkan aspek-aspek interaksi sosial, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial dalam lingkungan sekolah telah mencerminkan nilai-nilai Islami, seperti saling menghormati, tanggung jawab, tolong-menolong, dan kedisiplinan. Nilai-nilai tersebut tampak dalam kegiatan belajar kelompok maupun kerja sama siswa dalam menjaga kebersihan kelas. Selain itu, komunikasi terbuka, pemberian motivasi, serta kegiatan keagamaan seperti pembacaan Surah Yasin dan pelaksanaan Salat Dhuha berjemaah memperlihatkan hubungan positif antara guru dan peserta didik. Secara keseluruhan, hubungan yang dilandasi nilai-nilai Islam tersebut menjadi elemen penting dalam pembentukan karakter siswa di MIN 1 Kota Prabumulih.
Strategi Pembelajaran PAI Kurikulum Berbasis Cinta pada SMK Kesehatan Athalla Putra Palembang Muhammad Arif Indra Budiman; Ahmad Zainuri; Arni Arni
Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/moral.v2i4.1303

Abstract

Islamic Religious Education plays a pivotal role in the formation of students’ character, particularly within the setting of vocational health education. In light of the introduction of the Love-Based Curriculum initiated by the Indonesian Ministry of Religious Affairs, there is a pressing need for instructional strategies that effectively integrate the values of love, compassion, tolerance, and empathy into PAI teaching. This study seeks to provide a comprehensive description and critical analysis of the love-oriented PAI learning model implemented at SMK Kesehatan Athalla Putra Palembang, while also examining the challenges encountered and the solutions undertaken in its execution. The research adopts a qualitative field study approach, with data collected through classroom observations, in-depth interviews with teachers and students, as well as document analysis. The findings indicate that several strategies have been employed, including interactive lectures, collaborative group discussions, socially oriented project-based learning, and the utilization of media designed to promote compassion. The successful implementation of the Love-Based Curriculum in this context is shaped by factors such as teacher competence, institutional support, and the adequacy of educational facilities. Nevertheless, a number of obstacles were identified, namely time constraints, limited professional training for teachers, and resistance to pedagogical change. Despite these challenges, the applied strategies proved to be effective in enhancing both student motivation and character development. Accordingly, it is recommended that the institution reinforce teacher professional development programs, establish a more structured syllabus, and institutionalize love-based values within both assessment practices and the broader school culture.
Deep Learning Kurikulum Berbasis Cinta Madrasah Ibtidaiyah Zahra Mumtaza; Khoirin Aliyah; Ahmad Zainuri; Frika Fatimah Z
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.439

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji secara komprehensif integrasi antara deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebagai paradigma baru pendidikan Islam yang humanis, reflektif, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil. Konsep deep learning (pembelajaran mendalam) memfokuskan pada keterlibatan emosional dan reflektif peserta didik, sedangkan Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan mahabbah (cinta) sebagai fondasi spiritual dan nilai moral dalam proses pendidikan. Kajian ini disusun berdasarkan pendekatan studi pustaka terhadap tiga sumber utama: penelitian Hapsari (2025) tentang Kurikulum Cinta dan pembelajaran mendalam di madrasah; penelitian Waliya Purnama Sari, Ahmad Zainuri, dan Saiful Annur (2025) tentang implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di SMA Islam Az-Zahrah Palembang; serta studi Abidin, Zainuri, dan Yasir (2025) tentang peningkatan mutu pendidikan di MI Hijriyah 2 Palembang melalui pendekatan holistik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa integrasi antara KBC dan deep learning mampu memperkuat karakter peserta didik, menciptakan budaya belajar yang menyenangkan, dan meningkatkan kualitas pendidikan dasar Islam. Namun, tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan kompetensi guru, fasilitas teknologi, serta belum adanya instrumen evaluasi nilai cinta yang terstandar.
Pengaruh Lembaga Pendidikan Islam Deep Learning Kurikulum Berbasis Cinta Pengembangan Materi Ajar pada Sekolah Dasar: The Influence of Deep Learning Islamic Education Institutions, Love-Based Curriculum on the Development of Teaching Materials in Elementary Schools Nabila Rahma Daniah; Imam Sujadmiko; Ahmad Zainuri; Frika Fatimah Zahra
TARBIYAH: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 4 (2025): TARBIYAH: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the impact of Islamic educational institutions, the deep learning approach, and a curriculum based on love on the development of teaching materials in elementary schools. Islamic education plays a foundational role in shaping students' character through the internalization of religious, moral, and social values. However, current learning practices in many elementary schools still focus mainly on textual materials and have not fully addressed the holistic development of students. The concept of a love-based curriculum is seen as an innovative approach that emphasizes love, empathy, and role modeling, which can create a more humane and meaningful learning environment. Meanwhile, deep learning contributes to enhancing students' critical thinking, collaborative, and contextual skills. This research uses a literature study method by analyzing relevant primary and secondary sources on Islamic education, deep learning, love-based curriculum, and the development of teaching materials. The findings show that integrating these three aspects has strategic potential in creating deeper, more holistic, and student-centered learning experiences that meet the developmental needs of children, while also strengthening their character and spirituality in elementary schools.
Konsep Kearifan Lokal Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Ibtidaiyah Ahmad Padila Selamet; M.Ali Akbar; Ahmad Zainuri; Frika Fatimah Zahra
Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 6 (2025): Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aliansi.v2i6.1393

Abstract

This article aims to explore the application of local wisdom values ​​in the Love-Based Curriculum at Islamic Elementary Schools (MI) as a strategy for building character, strengthening cultural identity, and strengthening humanity-oriented education. The Love-Based Curriculum focuses on the values ​​of compassion, empathy, social responsibility, and respect for diversity, which are integrated into all subject areas. The integration of cultural and local elements serves to increase the connection between education and the realities of students' lives. This study is compiled based on research findings regarding the implementation of the Love Curriculum at MI Al-Islah Palembang and research related to local wisdom-based learning at Islamic Elementary Schools. The results of the analysis indicate that the application of love values ​​and local wisdom makes a positive contribution to character formation, increasing learning motivation, and strengthening students' cultural identity. The main challenges lie in the limited availability of learning tools, the need for teacher training, and adequate policy support.
Humanity and the Self: Sufi Approaches to Psychological and Spiritual Healing in Islam Sukirman Sukirman; Ahmad Zainuri; Parasih Parasih
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/zavdej95

Abstract

Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara konsep kemanusiaan dan diri dalam pemikiran tasawuf sebagai kerangka psikologis dan spiritual yang terintegrasi untuk penyembuhan dalam Islam. Dalam konteks modern, manusia sering mengalami fragmentasi eksistensial yang ditandai oleh kekosongan batin, kecemasan, dan kehilangan orientasi spiritual. Psikologi modern, meskipun menawarkan metode ilmiah untuk pemulihan emosional, sering kali mengabaikan dimensi transendental dari eksistensi manusia. Tasawuf, sebagai dimensi spiritual Islam, memberikan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek psikologis, etis, dan spiritual dalam perkembangan manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, menelaah teks-teks klasik dan kontemporer sufistik, khususnya karya Al-Ghazali, Rumi, dan Ibn ‘Arabi. Para tokoh tersebut memaknai penyembuhan sebagai proses tazkiyat al-nafs (penyucian jiwa), muraqabah (kesadaran spiritual), dan mahabbah (cinta ilahi), yang bersama-sama menuntun individu menuju transformasi diri dan penyatuan dengan Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyembuhan dalam tasawuf berakar pada proses penyucian ego (nafs al-ammārah), pengembangan kesadaran spiritual, serta penyesuaian diri dengan sifat-sifat ketuhanan. Proses ini memulihkan keharmonisan batin dan meningkatkan kesejahteraan psikologis melalui kepasrahan, dzikir, dan cinta kepada Allah. Berbeda dengan psikoterapi sekuler yang berfokus pada pengaturan perilaku dan emosi, model sufi menekankan dimensi metafisik dari eksistensi manusia, memandang penderitaan sebagai sarana penyucian spiritual, bukan sekadar gangguan psikologis. Dengan demikian, tasawuf menawarkan paradigma penyembuhan yang dinamis dengan menjembatani psikologi, teologi, dan mistisisme. Tasawuf menafsirkan kembali makna kesehatan, bukan hanya sebagai ketiadaan penderitaan, tetapi sebagai realisasi potensi jiwa untuk memantulkan keindahan dan kasih sayang ilahi. Pada akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan sufi terhadap penyembuhan menghadirkan kerangka abadi yang mengintegrasikan dimensi moral, emosional, dan spiritual manusia, serta menawarkan jalan alternatif menuju kedamaian batin (sukūn al-qalb) dan realisasi diri sejati dalam hubungan dengan Tuhan.
The Experiential Manasik Management Model in Worship Learning at Islamic Elementary Schools Zahdi; Ahmad Zainuri; Shah, Khaf
BASICA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v5i2.8394

Abstract

Islamic elementary education plays a strategic role in shaping students’ religious character and spiritual awareness from an early age. One increasingly relevant learning innovation in Madrasah Ibtidaiyah is the implementation of hajj and umrah ritual simulations (manasik) as a form of experiential learning that integrates cognitive, affective, and psychomotor aspects. Through these activities, students not only learn the procedural aspects of worship but also internalize values such as discipline, responsibility, cooperation, and sincerity. However, in many Islamic educational institutions, these activities have not been managed systematically in accordance with the principles of Islamic educational management, resulting in suboptimal effectiveness. This study aims to analyze the management of hajj and umrah ritual simulation activities in Madrasah Ibtidaiyah through three main management functions: planning, implementation, and evaluation. This research employs a qualitative method with a case study approach. Data were obtained from primary and secondary sources. Primary data involved 12 informants consisting of one madrasah principal, six supervising teachers, and five members of the manasik activity committee, while secondary data included planning documents, activity reports, and other supporting archives. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity strengthened through source and technique triangulation. The findings indicate that the implementation of manasik activities reflects spiritually value-based management, participatory involvement, and reflective evaluation of changes in students’ religious attitudes. This study produces the Experiential Manasik Management Model (MEMM), which integrates Islamic spiritual values with the modern management cycle, thereby contributing to the development of theory and practice in worship-based Islamic educational management.
Organisasi Integrasi Blended Learning Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Ibtidaiyah Dea Wulandari; Eca Bunga Mentari; Ahmad Zainuri; Frika Fatimah Zahra
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pg9s1e23

Abstract

Perkembangan pendidikan abad ke-21 mendorong Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai humanis dan spiritual dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep integrasi pembelajaran blended learning dalam kurikulum berbasis cinta sebagai model pendidikan inovatif di MI. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui telaah buku, artikel ilmiah, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa blended learning mampu meningkatkan fleksibilitas, kemandirian, serta keterlibatan belajar siswa, sementara kurikulum berbasis cinta berperan dalam menumbuhkan nilai kasih sayang, empati, spiritualitas, serta membangun hubungan guru siswa yang hangat dan humanis. Integrasi keduanya memungkinkan terciptanya proses pembelajaran yang seimbang antara aspek digital dan emosional spiritual. Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan kompetensi guru dalam pengelolaan pembelajaran digital, akses sarana teknologi, dan belum adanya model kurikulum berbasis cinta yang terstruktur. Kajian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara inovasi teknologi dan nilai-nilai Islami agar pendidikan di MI tetap relevan, humanis, dan berkarakter pada era digital.
Mitigasi Intoleransi Melalui Kurikulum Berbasis Cinta Madrasah Ibtidaiyyah Nadya Dwie Islami; Sheril Aulia; Shifa Galuh Chandraningtyas; Ahmad Zainuri; Frika Fatimah Zahra
Educational Journal Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nqq9xm48

Abstract

Intolerance is an increasingly complex social problem in the era of globalization, including in the Islamic education environment. Madrasah Iftidaiyah as an Islamic basic education institution has a strategic role in shaping the character of tolerant students. This study proposes mitigation of intolerance through the development of a love-based curriculum, which integrates the values of compassion, empathy, and brotherhood in everyday learning. The research method uses a qualitative approach with a case study at Madrasah Iftidaiyah XYZ, involving observation, interview, and document analysis. The results show that love-based curriculum can reduce intolerant behavior by 25% based on pre-and-post-implementation surveys. The conclusion emphasizes the importance of love education as the foundation of tolerance, with recommendations for the integration of these values into core subjects such as Aqidah Akhlak and Fiqh.
PENGARUH LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM KEGIATAN MEANING FULL STUDI KEISLAMAN KURIKULUM BERBASIS CINTA PADA MADRASAH IBTIDAIYAH Meti Friska; Suwandi; Ahmad Zainuri; Frika Fatimah Zahra
Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/ahsanitaqwim.v3i1.507

Abstract

This study explores how Islamic educational institutions, meaningful learning strategies in Islamic subjects, and the application of a love-centered curriculum influence learning practices in Islamic elementary schools (Madrasah Ibtidaiyah). Using a literature review method, the research synthesizes insights from recent scholarly publications. The results indicate that Islamic educational institutions provide a foundational role in shaping students’ morality and spiritual growth through routine worship activities and the cultivation of a religious school atmosphere. Meaningful learning supports students in linking Islamic teachings with everyday situations, enabling deeper comprehension, while a love-driven curriculum encourages a compassionate and supportive classroom climate. Altogether, these elements substantially enhance students’ spiritual, emotional, and academic development.
Co-Authors Abdul Fatah Abdullah Idi Achmad Romius Salam Adhelmi Afriansyah, Muhammad Ahmad Firdaus Ahmad Nabil Al-Ansori Ahmad Padila Selamet Ali Murtadho, Muhammad Amma, Tasurun Amna Idris Abdallah Khater Anggi Suko Wati Ani Marlia Ari Muhtadin Kurniawan Arni Arni Asqia Viani Asri Karolina As’ad Zamiko Atika Natasya Azka As Sajidah Budi Hasanah Candra, Maila Chatarina Umbul Wahyuni Choirur Rois Dea Wulandari Debi Tiara Wulan Dari Dhany Isnaeni Dharmawan Eca Bunga Mentari Emy Dyah Sulistyowati Eva Yolanda Saputri Febrianto, Andre Febriyanti Fiki Indra Rahim Firiyanto, Firiyanto Fitri Oviyanti Frika Fatimah Z Frika Fatimah Zahra Helvi Oktalia Herlambang Adiguna Ibrahim Ibrahim Ibrahim Imam Sujadmiko Imron Imron, Imron Jumiati Karmila, Eka Karyoto Khairunnisa Khairunnisa Khoirin Aliyah KHOIRUN NISA lidia oktavia M.Ali Akbar Mayu Ma’lumatiyah Meti Friska Moh. Ulum Mohammad Harist Al Agam Muhamad Ikhsanudin Muhammad Afriansyah Muhammad Arif Indra Budiman Muhammad Irvan Pratama Muslim Gani Yasir Muslim Ghani Yasir Nabila Iffatul Maulana Nabila Rahma Daniah Nadya Dwie Islami Novia Nurhayati Nur Kaliwantoro Nur ‘Azah Nursyahbani Chusnul Novita Pandri Pandiatmi Parasih Parasih Rahma Tri Utami Ronal Hutagalung SABRINA SYIFAURRAHMAH Sahniarti Saiful Annur Saipul Annur Salsa Anindya Shah, Khaf Shelta Erliana Sheril Aulia Shifa Galuh Chandraningtyas Sholeh Hasan Sujita Sujita Sukirman Sukirman Sultan Ali A.S.H Hutuba Suwandi Syamsiar, Syamsiar Syamsudin Syamsudin Tiara Listari Waliya Purnama Sari Zahdi Zahra Mumtaza Zainal Berlian