Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial terhadap Kualitas Penulisan Akdemik Mahasiswa: Studi pada Perguruan tinggi Keagamaan Islam Muhammad Rizal; Muhammad Trio Mahfudz; Muhammad Jarir; Surawan
Jurnal Ilmiah Edukatif Vol. 12 No. 01 (2026): Januari-Juni
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jie.v12i01.5144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) terhadap kualitas penulisan akademik mahasiswa pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Penelitian menerapkan metode kuantitatif dengan desain ex post facto. Penelitian ini melibatkan 34 responden yang valid dari Program Studi Pendidikan Agama Islam di UIN Palangkaraya yang telah menggunakan AI dalam kegiatan penulisan akademik. Data dihimpun melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan uji reliabilitas, korelasi Pearson, serta regresi linear sederhana. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,897 untuk variabel pemanfaatan AI dan 0,905 untuk kualitas penulisan ilmiah, yang menandakan tingkat reliabilitas yang tinggi. Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan (r = 0,648; p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) yang mencapai 0,420 mengindikasikan bahwa penggunaan AI memberikan kontribusi sebesar 42% terhadap peningkatan kualitas penulisan akademik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa AI dapat meningkatkan aspek teknis dalam penulisan akademik apabila digunakan secara etis dan bertanggung jawab. Namun demikian, AI sebaiknya berfungsi sebagai alat pendukung dan tidak menggantikan proses pemikiran kritis mahasiwa.
Peran Pendidikan Agama dalam Pembentukan Karakter Anak Sekolah Dasar Perspektif Psikologi Agama Sabariah; Rahmat; Salsabilla Johan Ajijah; Surawan
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.4997

Abstract

Pendidikan agama merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembentukan karakter siswa sekolah dasar karena berperan dalam menanamkan nilai moral dan spiritual sejak usia dini. Pada masa perkembangan psikologis anak, nilai-nilai keagamaan menjadi landasan dalam membentuk sikap, pola pikir, serta perilaku sosial yang positif. Perspektif psikologi agama memandang bahwa pengalaman religius yang diterima anak melalui proses pembelajaran mampu mendorong terbentuknya kepribadian yang seimbang antara aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara deskriptif peran pendidikan agama dalam pembentukan karakter anak sekolah dasar berdasarkan pendekatan psikologi agama. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan, serta analisis dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data dianalisis melalui proses seleksi data, penyajian informasi, dan penarikan makna secara interaktif dan berkesinambungan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan agama berkontribusi dalam menumbuhkan karakter religius, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kejujuran siswa melalui praktik keteladanan guru, kegiatan pembiasaan ibadah, dan integrasi nilai spiritual dalam aktivitas belajar. Internalisasi nilai terjadi melalui pengalaman belajar yang melibatkan aspek emosional, pemahaman kognitif, dan interaksi sosial secara berulang. Selain itu, sinergi antara lingkungan sekolah dan keluarga menjadi faktor pendukung utama dalam penguatan karakter anak. Dengan demikian, pendidikan agama memiliki peranan penting dalam membentuk karakter anak secara menyeluruh melalui pendekatan psikologi agama.
Strategi Pedagogis Guru PAI dalam Penguatan Integritas Akademik Siswa Pada Penugasan di Era Kecerdasan Artificial Zahroul Firdausy; Barikatul Hikmah; Eka Wulandari; Surawan
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5115

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan memberikan kemudahan bagi siswa dalam mengakses informasi dan menyelesaikan berbagai tugas pembelajaran. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru terkait dengan integritas akademik, khususnya dalam praktik kejujuran siswa dalam menyelesaikan penugasan. Dalam konteks ini, guru memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran etis serta membimbing siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pedagogis guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memperkuat integritas akademik siswa pada penugasan di era kecerdasan artifisial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di MA Raudhatul Jannah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru PAI, serta dokumentasi proses pembelajaran dan penugasan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan integritas akademik dilakukan melalui beberapa strategi pedagogis, antara lain penanaman nilai kejujuran dalam pembelajaran, pemberian pemahaman mengenai etika penggunaan teknologi, pengembangan desain penugasan yang menekankan refleksi dan orisinalitas siswa, serta pendampingan dan pengawasan dalam proses pengerjaan tugas. Strategi tersebut berkontribusi dalam membangun kesadaran siswa untuk menjaga kejujuran akademik sekaligus menggunakan teknologi secara etis dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan integritas akademik di era AI tidak hanya bergantung pada regulasi institusi pendidikan, tetapi juga pada strategi pedagogis guru dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PUZZLE AYAT UNTUK MENINGKATKAN RETENSI MEMORI JANGKA PANJANG SURAH AL-‘ALAQ AYAT 1–19 PADA SISWA MTS Suwito, Anggi; Idi Nur , M. Zhunai; Satyrio; Surawan
Jurnal Kependidikan Media Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL KEPENDIDIKAN MEDIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/6nvf9830

Abstract

The purpose of this research and development (R&D) project is to create a Verse Puzzle-based learning tool that will help seventh-grade students at MTSN 1 Palangka Raya better memorize Surah Al-'Alaq verses 1-19. This innovation is based on the discovery that traditional memorization techniques, such as listening and repetition, are often boring and ineffective, especially when considering the characteristics of seventh-grade students who require a lot of visual and kinesthetic stimulation. To ensure that the final product is methodical and measurable, this study uses the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The Verse Puzzle product uses color differentiation for two sets of verses (1-5 and 6-19) and is made of 310 gsm Art Paper cut per phrase or word. The trial results show that this media is very suitable for use: the practicality test on seventh grade students resulted in an average percentage of positive responses of 94.25% (Very Practical category), while the validity test conducted by material and media experts resulted in an average percentage of suitability of 90.50% (Very Valid category). The Verse Puzzle Media successfully transformed memorization from a passive process into a dynamic and interesting educational process by involving students in an active remembering process through visual and kinesthetic (composing verse fragments).   Keywords: Verse Puzzle Learning Media, Memorizing Surah Al-'Alaq Verses 1–19
Money Dysmorphia Dan Subjective Financial Well-Being Mahasiswa UIN Palangka Raya: Hubungan Persepsi Dan Realitas Finansial Badrouzzaman, Zamzam; Cahyono, Yoga Tri; Hilmi, Iqbal Nur; Hasan, Muhammad; Surawan
Nathiqiyyah Vol. 9 No. 1 (2026): Nathiqiyyah : Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Program Studi Psikologi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Changes in economic dynamics and increasing social exposure in the digital era influence how students perceive their financial conditions and may lead to the phenomenon of money dysmorphia, a distortion in evaluating financial reality. This study aims to analyze the relationship between money dysmorphia and subjective financial well-being among students of the Islamic Education Program at UIN Palangka Raya. This research employed a mixed methods approach with a sequential explanatory design. Quantitative data were collected through a Likert-scale questionnaire distributed to 22 students, and analyzed using descriptive statistics and correlation analysis. The qualitative stage was conducted to explore students’ experiences and provide deeper explanations of the quantitative findings. The results show that the average score of money dysmorphia reached 41.76%, which falls into the low category based on the percentage of the maximum questionnaire score. A similar average score (41.76%) was found for subjective financial well-being, also categorized as low. The findings indicate a negative relationship between money dysmorphia and subjective financial well-being, where higher distortion in financial perception is associated with lower perceived financial well-being. These results suggest that students’ financial well-being is influenced not only by objective economic conditions but also by psychological factors such as financial perception and social comparison.
Praktik Ibadah sebagai Strategi Menanggulangi Sick Soul dalam Perspektif Agama Astaniah; Naufal Raseuki, Zaidan; Pindarto, Mario; Septia Ningrum, Gita; Surawan
Nathiqiyyah Vol. 9 No. 1 (2026): Nathiqiyyah : Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Program Studi Psikologi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of modern life, characterized by academic demands, social pressures, and rapid technological change, can impact the psychological well-being of individuals, particularly students. This condition can give rise to inner anxiety, known in the study of religious psychology as the concept of sick soul, a state of mind characterized by restlessness, loss of meaning in life, and emotional instability. In a spiritual context, religious practices are seen as one way to help individuals achieve inner peace and strengthen psychological balance. This study aims to analyze the relationship between religious practices and sick soul in college students. This study used a quantitative approach with a correlational survey design. The study subjects were 50 students from the State Islamic University of Palangka Raya, selected using a saturated sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire measuring religious practices and sick soul. Data were analyzed using descriptive statistics, the Pearson Product Moment correlation test, and simple linear regression. The results showed a significant negative relationship between religious practices and sick soul, with a correlation coefficient of -0.383 and a significance level of 0.006. The regression analysis indicated that religious practices contributed 14.7% to the variation in sick soul. These findings indicate that the more religious practices students engage in, the lower their likelihood of experiencing mental illness. Therefore, religious practices can be understood as a spiritual strategy that plays a role in helping students maintain psychological balance and cope more adaptively with life's pressures.