Claim Missing Document
Check
Articles

KESEHATAN MENTAL SEBAGAI FONDASI PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DISRUPSI Salmi Wati; Eliwatis; Muaddyl Akhyar
Irfani Vol. 21 No. 1 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v21i1.6134

Abstract

Penelitian ini membahas urgensi integrasi konsep kesehatan mental dalam pendidikan agama Islam di era disrupsi. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana pendidikan agama Islam yang umumnya hanya menekankan nilai spiritual dapat turut serta mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan teknik pengumpulan data melalui literatur, buku, jurnal, dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara konsep kesehatan mental dan pendidikan agama Islam berpotensi menciptakan keseimbangan antara aspek spiritual dan psikologis siswa, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang lebih holistik dan berbasis kesejahteraan mental di lembaga pendidikan. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Pendidikan Agama Islam, Era Disrupsi
INTERNALISASI NILAI-NILAI TASAWUF DALAM MENCEGAH PERILAKU BULLYING DI PONDOK PESANTREN ASH HABUL YAMIN LASI TUO Shinta Gita Zahara; Salmi Wati; Wedra Aprison; Mustafa, Mustafa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 No.1, Maret 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i1.43700

Abstract

Bullying remains a persistent problem in educational settings, including Islamic educational institutions such as pesantren. This phenomenon reflects a gap between the normative Islamic values taught and the social practices of students in their daily interactions. This study aims to analyze the process of internalizing Sufism values and their role in preventing bullying behavior at Pondok Pesantren Ashhabul Yamin Lasi Tuo. This research employs a qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving pesantren leaders, teachers, and students as research participants. Data analysis was conducted using a descriptive-analytical method through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that Sufism values such as patience, sincerity, humility, self-control, and compassion have been normatively taught through religious instruction and spiritual guidance. However, these values have not been fully internalized in students’ daily behavior, as indications of bullying—particularly verbal and social forms—are still found in informal interactions. This study concludes that Sufism holds significant potential as a preventive approach to bullying in pesantren environments, yet its effectiveness depends on the strengthening of role modeling, behavioral habituation, continuous supervision, and the integration of Sufism values into the overall pesantren educational system.
Pengembangan Bahan Ajar Modul Berbasis Word Square Pada Mata Pelajaran PAI dengan Materi Meneladani Nama dan Sifat Allah Untuk Kebaikan Hidup di Kelas VII di SMPN 3 Pariaman A.E Harum Beladia Ananda; Charles Charles; Nurhasnah Nurhasnah; Salmi Wati
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2025): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v1i01.51

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa masalah, penulis menemukan masalah di SMPN 3 Pariaman yaitu bahan ajar yang biasa digunakan di SMP Negeri 3 Pariaman, khususnya pada mata Pelajaran PAI berupa buku cetak saja, pada bahan ajar tersebut terdapat kelemahan yaitu berupa kurangnya semangat siswa pada saat proses pembelajaran di mulai, dimana guru di sana hanya menjelaskan materi dengan metode ceramah saja, hal itu tentu saja membuat peserta didik merasa jenuh dan mengantuk ketika guru menjelaskan materi yang akan di sampaikan kepada peserta didik di dalam kelas. Untuk menarik minat peserta didik guru harus kreatif dalam memilih bahan ajar yang lebih menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar modul berbasis word square yang valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian ini yaitu metode penelitian pengembangan (R&D) yang mempunyai 4 tahapan yaitu tahap pendefinisian tahap perancangan, tahap pengembangan dan tahap penyebaran. Hasil penelitian ini adalah bahan ajar berbasis word square. Penilaian instrument dari validator memperoleh nilai 0,75 kategori valid, uji validitas produk oleh ahli produk memperoleh nilai 0,86 kategori valid, uji validitas oleh ahli materi memperoleh nilai 0,75 kategori valid, uji validitas oleh ahli bahasa memperoleh nilai 0,72 kategori valid, uji praktikalitas oleh guru memperoleh nilai 78% kategori praktis, uji praktikalitas oleh peserta didik memperoleh nilai 72% kategori praktis, uji efektifitas memperoleh nilai 0,65 kategori efektif.
Implementasi Nilai-Nilai Ibadah Dalam Program Pembinaan Mahasantri Putri Ma’had Al-Jami’ah UIN Bukittinggi Silfa Fitrya; Arman Husni; Iswantir M; Salmi Wati
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2025): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v1i01.52

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam implementasi nilai-nilai ibadah, khususnya dalam program pembinaan shalat berjama’ah mahasantri putri di Ma’had Al-Jami’ah UIN Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program shalat berjama’ah sudah berjalan dengan baik, namun penerapan nilai-nilai ibadah seperti ketaatan, disiplin diri, kebersamaan, dan tanggung jawab masih menghadapi berbagai kendala. Di antaranya, mahasantri sering kali harus diingatkan untuk shalat, terlambat datang, enggan menjadi imam, serta cenderung menunda wudhu karena bermain HP atau tidur-tiduran saat adzan berkumandang. Meski demikian, terdapat nilai positif seperti saling mengingatkan dan memilih teman shalat yang berbeda untuk memperkuat kebersamaan. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan nilai ibadah dalam pembinaan spiritual mahasantri.