Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

SOSIALISASI UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK (UU ITE) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI DIGITAL MASYARAKAT Sumanto, Yusika; Wahyuni; Zoya, Raihan Adam; Ramadhon, Rahmat; Anjelly, Nikenza Dea Puspita; Yasmin, Naira Najiha; Zaki, M. Akmal; Saputra, M. Rizki; Faiz, M. Khoerul; Afifah, Fatma; Arsita, Fadia Balqis Nanda; Ningsih, Ellia Kurnia; Girindra, Aziz; Fitria, Asti Mega; Dzakiyah, Assyifa Fitri; Oktaviani, Ameliya; Silvi, Amanda Rosiana; Amanda; Aryanti, Wanda Eflinda
EduImpact: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): EduImpact: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat
Publisher : Cipta Pustaka Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63324/eipm.2v.2i.121

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk sosialisasi ini merupakan hasil kerja sama mahasiswa KKN-T UIN Raden Intan Lampung dengan masyarakat LK 1 RT 04 Kelurahan Way Tataan. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membawa dampak besar terhadap perilaku masyarakat dalam menggunakan media sosial. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai ruang publik yang rawan terhadap berbagai pelanggaran, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, pencemaran nama baik, hingga penyalahgunaan data pribadi. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik mengenai literasi digital serta aturan hukum yang berlaku, salah satunya melalui sosialisasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran hukum dalam aktivitas bermedia sosial. Sosialisasi dilaksanakan melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif mengenai bentuk-bentuk pelanggaran di media sosial, konsekuensi hukumnya, serta etika berkomunikasi di ruang digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga mengenai risiko hukum penggunaan media sosial, pentingnya etika digital, serta kehati-hatian dalam menyebarkan informasi. Kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam beraktivitas di ruang digital. Meskipun demikian, tantangan masih ditemui, terutama pada kelompok usia lanjut dan sebagian warga yang masih menganggap pelanggaran di media sosial sebagai hal yang tidak serius. Dengan demikian, sosialisasi UU ITE berperan penting sebagai upaya preventif dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan taat hukum di era digital.
Menguatkan Identitas Lokal di Era Digital Melalui KKN Smart Village dan Kearifan Lokal Berbasis ABCD di Desa Bawalipu Akmal, Fadil Aulyah; Akidah; Nastagis, Nadia; Ruksandi; Ammar, Rezky Aulia; Mutmainnah, Aima; Huzaufi, Muh.; Karlina, Yuyun; Alkab; Amanda; Baso, Fauziah Nanda; Amelinda, Ria
Sempugi: Journal of Community Service and Empowerment Vol. 3 No. 2 (2025): Sempugi Vol. 3 No. 2 September 2025
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/sempugi.v3i2.531

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Smart Village di Desa Bawalipu dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat dengan mengutamakan pemberdayaan potensi lokal di era digital. Program ini menerapkan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada pemetaan dan pemanfaatan aset komunitas untuk memperkuat identitas lokal masyarakat di tengah transformasi digital. Tahapan yang dilaksanakan meliputi discovery, design, define, dan refleksi yang dilakukan secara partisipatif bersama masyarakat dan perangkat desa. Hasil pengabdian menghasilkan beberapa capaian utama, yaitu pengembangan website dan layanan administrasi digital desa (Digides), pembuatan infografis aset desa, serta produksi video edukasi digital mengenai keamanan siber. Program tersebut terbukti meningkatkan literasi digital masyarakat, efisiensi dan transparansi layanan publik, serta memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan desa berkelanjutan yang tetap berakar pada kearifan lokal. Dengan demikian, KKN Smart Village berbasis ABCD berkontribusi dalam mewujudkan desa cerdas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi identitas lokal
Hakikat Pendidik Dalam Pendidikan Islam Amanda; Rayhan Aulia Annisa Ritonga; Mohd Fadlan Riski; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendidik adalah tugas dan tanggung jawab orang tua dalam lingkungan keluarga, pendidik di lingkungan sekolah, serta ulama dan pemimpin di lingkungan masyarakat Dalam lingkungan manapun dan situasi apa pun, seorang pendidik di tuntut untuk membuat peserta didik mampu menyerap dan memahami materi dan pengajaran yang disampaikan. Guru memainkan peran yang sangat penting dalam pendidikan anak-anak Tidak, ketika kita berbicara tentang guru, sesuatu muncul di pikiran. Para tetualah yang membimbing kita dan memberi kita banyak hal kita belum tahu. Tapi dia khawatir dengan kondisi guru kita. Juga, jika kita melihat nasib guru di lembaga pendidikan pribadi. Situasi pendidikan di Indonesia sungguh menyedihkan. Berita dari Indonesia memperkuat fakta ini termasuk salah satu dari tujuh negara yang disurvei oleh asosiasi guru dunia yang tidak peduli dengan pendidikan. Kamera kurangnya minat terlihat pada kecilnya jumlah anggaran dan anggaran negara (APBN) yang dialokasikan untuk pendidikan. Jika tidak, Pemerintah Indonesia juga dianggap kurang memperhatikan kepentingan guru, dan realitas pendidikan di negeri ini dianggap diskriminasi.
Penerapan Soft System Methodology (SSM) dan PIECES dalam Peningkatan Pelayanan Klinik Hewan Adiningrat, Feru; Rofi Attien, Nuri; Amanda
ALMUISY: Journal of Al Muslim Information System Vol. 5 No. 1 (2026): ALMUISY: Journal of Al Muslim Information System
Publisher : STMIK Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effective and efficient veterinary clinic services play an important role in supporting animal welfare and preventing zoonotic disease risks. However, many small and medium-scale veterinary clinics in Indonesia still face problems such as manual medical record management, long service queues, and the lack of integrated information systems. This study aims to analyze service-related problems and design a web-based veterinary clinic information system using a mixed methods approach with a sequential explanatory design through the integration of Soft System Methodology (SSM) and the PIECES framework. The quantitative approach serves as the primary method to evaluate system performance based on measurable indicators, including service time and system performance tested using Apache JMeter, while the qualitative approach supports contextual analysis of organizational problems and user requirements through SSM stages. The results indicate that the proposed system reduced registration waiting time by approximately 80%, accelerated medical record retrieval from 3–5 minutes to less than 3 seconds, and demonstrated stable system performance with a 0% error rate during concurrent user load testing. This study concludes that integrating SSM and PIECES within a mixed methods framework is effective for the development and evaluation of information systems in small to medium-scale veterinary clinics.
Enhancing the Creative Economy of MSMEs in Villages via Business Digitalization: KKN involvement Campaign in Serdang Wetan Village Nasution, Atiqi Chollisni; Rosita; Wulandari, Fithri; Alfiah; Amanda; Fauziah, Delia Isna; Sabrina, Meriana Khalifah; Kholifah, Nur; Rahayu, Pipih
Indonesian Journal of Community Services Cel Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Services Cel
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70110/ijcsc.v5i1.113

Abstract

Background: The Community Service Program (PKM) will be implemented through Student Community Service Program Course (KKN) in July-August 2025 in Serdang Wetan local, Legok District, Tangerang Regency, with the objective of enhancing the competitiveness of local MSMEs by strengthening the creative economy through the digitization of business. MSME partners predominantly face challenges like insufficient company legitimacy, limited product branding expertise, inadequate digital and financial literacy, and a lack of knowledge in electronic payment technology and digital promotional methods.Aims: Enhancing the creative economy of MSMEs in Serdang Wetan village via business digitalization.Methods: The PKM implementation method utilizes a "participatory and direct assistance" approach, which includes: (1) facilitation of Business Identification Number (NIB) acquisition; (2) activation of the QRIS payment system; (3) registration of business locations on Google Maps; (4) training in digital branding and promotional media design; and (5) basic financial literacy counseling, specifically concerning the calculation of Cost of Goods Sold (COGS) and essential cash flow management.Result: The examination's outcomes suggested that between the 25 MSME participants, 80% accomplished NIB, 72% enabled QRIS, and 76% registered on Google Maps. Furthermore, there has been a significant improvement in branding awareness and financial literacy, demonstrated by an average increase of 35% in pre-test and post-test scores, coupled with an enhancement in corporate digital visibility, as reflected by the growth in online customer engagement. The results demonstrate that the goals of PKM activities have been achieved, particularly in improving the readiness of village MSMEs to adopt digitalization and participate in the creative economy ecosystem. This program promotes the development of a sustainable and reproducible digital empowerment approach for MSMEs in communities with similar features.
Analisis Keterbukaan Dalam Mekanisme Seleksi Hakim Konstitusi Swidtry; Adeb; Amanda
Limbago: Journal of Constitutional Law Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Constitusional Law
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/limbago.v6i1.53361

Abstract

Mahkamah Konstitusi memiliki peran strategis sebagai penjaga konstitusi dan pelindung hak konstitusional warga negara. Oleh karena itu, mekanisme seleksi hakim Mahkamah Konstitusi harus menjamin terpilihnya hakim yang berintegritas, independen, dan berkualitas. Namun, pengaturan seleksi hakim Mahkamah Konstitusi di Indonesia yang diserahkan kepada Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, dan Mahkamah Agung tanpa standar teknis yang seragam menimbulkan praktik seleksi yang minim keterbukaan dan partisipasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme keterbukaan dalam pengisian jabatan hakim Mahkamah Konstitusi serta mengkaji penerapan prinsip parrhesia sebagai landasan etis untuk memperkuat transparansi seleksi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, historis, dan perbandingan hukum, khususnya dengan sistem seleksi hakim Mahkamah Konstitusi di Afrika Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan seleksi hakim Mahkamah Konstitusi di Indonesia masih bersifat formal dan belum substansial. Prinsip parrhesia dapat berfungsi sebagai kontrol demokratis untuk mendorong keberanian menyampaikan kebenaran dan meningkatkan akuntabilitas seleksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbukaan bukan tujuan akhir, melainkan sarana pengawasan untuk melahirkan hakim konstitusi yang berintegritas dan bermartabat, serta menyarankan perlunya pengaturan seleksi yang lebih terbuka dan partisipatif.
Enhancing Language Learning through Artificial Intelligence: An Analysis of Key Pedagogical Themes Amanda; Agresti, Leli; Nabila, Ni Nyoman Diah; Auliana, Senela; Fauzi, Iwan
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Dasar & Menengah | EduMedia
Publisher : Pusat Kajian Bahasa Daerah & Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69743/edumedia.v4i1.55

Abstract

This study explores the benefits of Artificial Intelligence (AI) in language learning, particularly within English as a Foreign Language (EFL) contexts. Using a literature review method, the research examines previous studies to identify how AI supports the learning process. The findings reveal five main benefits: personalized and adaptive learning, increased learner motivation and engagement, autonomous and flexible study opportunities, real-time feedback, and instructional support for teachers. These results suggest that AI can address various limitations in traditional classrooms, such as large class sizes, lack of individual attention, and limited feedback. By enhancing accessibility and efficiency, AI tools help create more responsive and student-centered learning environments. The study concludes that the thoughtful integration of AI can significantly improve language instruction and provide long-term benefits for both learners and educators.
Co-Authors Adeb Adiningrat, Feru Adjie, Muhamad Adrian Surya Ramadhan Afifah, Fatma Afzahul Rahmi Agresti, Leli Aisyah Akidah Akmal, Fadil Aulyah Aldi, Jaka Alfiah Alfiana, Helfy Alkab Amelinda, Ria Ammar, Rezky Aulia Anjar, Egi Anjelly, Nikenza Dea Puspita Ari Handayani Arsita, Fadia Balqis Nanda Aryanti, Wanda Eflinda Asep Purnama, Asep Aulia, Fina Auliana, Senela Avia, Imelda Ayu Setiani, Diah Bambang Sri Anggoro Baso, Fauziah Nanda Damhud , Ayu Nanda Putri Dila Adinda Puspita Dinda Lupita Dona Dinda Pratiwi Dzakiyah, Assyifa Fitri Eddy Setiawan Edi Haryono Faiz, M. Alvin Faiz, M. Khoerul Fajrillah, Raja Fanny Ayudia Fauzi, Iwan Fauziah, Delia Isna Fikri Assyar Arrafi Fitria, Asti Mega Fitriani Tobing Girindra, Aziz Hantanto, Fellicia Hanum OK, Azizah Hopeman, Teofilus Ardian Hosizah Hosizah Huang, Charlie Huzaufi, Muh. Ilham Ahmad Isbandi, Fitri Susiswani Karlina, Yuyun Lasari, Yufi Latmini Laurensia, Jennetha Lestari, Silfiana Dian Marsela, Dela Melany Meri Mihrani Mirna Putri, Amanda Mohd Fadlan Riski Muhammad Akbar Muhammad Fauzan Mutmainnah, Aima Nabila Ulfa, Zahra Nabila, Ni Nyoman Diah Nastagis, Nadia Nasution, Atiqi Chollisni Naufal Nia Azzahra Niarsi Hilendra, Evin Ningsih, Ellia Kurnia Noviya, Anis Nur Afni Wulandari Arifin Nur Hidayati NUR KHOLIFAH Nurafni Aulia Fitri Rustiandi Nuriza Dora Nurmaningsih Nurul Lailatul Qodriyati Octavia, Dhea Oktaviani, Ameliya Pamungkas, Aji Banyu Pranadita, Nugraha Purnama, Muhamad Aditya Purnama3, Muhamad Aditya Putri Prawita Sari, Dwi Putri Sofia Rini Rahayu, Pipih Rahayu, Pitriani Sri Ramadhon, Rahmat Rayhan Aulia Annisa Ritonga RD Hera Merdeka Khazinatul Khaeriah Respati, Rella Dwi Risanti, Arifah Riska Rahmawati Rofi Attien, Nuri Rosida Rakhmawati Muhammad Rosidawati Wiradirja, Imas Rosita Rosyadah, Ambrina Ruksandi Sabrina, Meriana Khalifah Samsuddin, M. Afdal Saputra, M. Rizki Sari, Elia Kurnia Silfiana Dian Lestari Silvi, Amanda Rosiana Silvia, Gabby Sinta Fresia Siti Nurlaela Siti Wulandari Sitti Hasnah Sugiarto Sulistiyawati, Desna Sumanto, Yusika Swidtry Tanata, Vianca Tiktik Dewi Sartika Ubay Harun Utami Dewi Viraningrum, Bella Puspa WAHYUNI Widya Oktary Setiawardhani Wulandari, Fithri Yasmin, Naira Najiha Yudi Darma Zaki, M. Akmal Zoya, Raihan Adam