Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGUATAN JABATAN FUNGSIONAL PRANATA HUBUNGAN MASYARAKAT MELALUI KEBIJAKAN INPASSING DI UNIVERSITAS PADJADJARAN Yayan Nuryanto; Agus Taryana; Teguh Sandjaya
Responsive Vol 5, No 1 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v5i1.38876

Abstract

Penerapan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur  Negara  dan Reformasi Birokrasi Nomor 26 Tahun 2016 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Fungsional Melalui Penyesuaian/Inpassing di Universitas Padjadajaran periode tahun 2017 sampai dengan Akhir November 2021, menjadi salah satu penetapan jabatan fungsional Universitas dalam melaksanakan kebijakan inpssing yaitu Jabatan Fungsional Pranata Hubungan Masyarakat (Humas) yaitu jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, wewenang untuk melaksanakan kegiatan pelayanan informasi dan kehumasan, jabatan tersebut sangat dibutuhkan oleh Universitas Padjadjaran. Tujuan Penelitian ini adalah mengkaji bagaimana Pengangkatan jabatan fungsional Pranata Humas melalui penyesuaian/inpassing merupakan salah satu reformasi birokrasi dalam penataan jabatan fungsional, berdasarkan Peraturan  Pemerintah nomor 11 Tahun 2017  tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil pada pasal 164,  pola karir Aparatur Sipil Negara bertujuan untuk keselarasan potensi dan kompetensi yang berdampak pada peningkatan kinerja instansi pemerintah, dijadikan dasar/pedoman  untuk menyusun  urutan jabatan, penempatan dan/atau perpindahan Aparatur Sipil Negara dalam jenjang jabatan dan atau antar posisi di setiap jabatan,  secara berkesinambungan antara pola karir yang dibentuk instansi dan pola karir secara nasional dalam penguatan jabatan fungsional Pranata Humas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif  dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan yang bertujuan untuk mengkaji pola karier jabatan fungsional melalui inpassing pranata Pranata Humas dapat dibentuk dengan mengunakan model vertikal, horizontal dan diagonal di Universitas Padjadjaran, kenyataannya  dibentuknya  pola karier jabatan fungsional Pranata Humas yang memiliki kompetensi, profesional, mandiri,  kreatif dan inovatif, bisa menjawab kebutuhan Universitas Padjadjaran dalam merespon tuntutan perubahan lingkungan nasional, regional dan global.
STATE OF THE ART DARI DIGITAL GOVERNANCE DALAM HUBUNGANNYA DENGAN GOOD GOVERNANCE MELALUI ANALISIS VOSVIEWER DAN SYSTEMATIC MAPPING STUDIES (SMS) Agus Taryana; Imam Suwandi; Yayan Nuryanto; Teguh Sandjaya; Rizki Ananda Ramadhan
Responsive Vol 5, No 3 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v5i3.44093

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memetakan Digital Governance yang berkaitan Good Governance dengan menelusuri hasil studi yang pernah ada berdasarkan pemetaan bibliometrik dan pemetaan sistematis terutama pada fokus penelitian, subjek penelitian dan jenis penelitian. Penelitian ini menggunakan metode VOSViewer dan systematic mapping studies (SMS). Strategi pemetaan dilakukan dengan menelusuri 3 database jurnal elektronik yaitu pada Scopus, Emerald dan Sage journals Publication.  Terdapat 360 artikel yang dipetakan VOSViewer dan sebanyak 598 artikel dipetakan dan setelah dilakukan screening berhasil didapatkan 31 artikel. Temuan pada pemetaan VOSVIewer dan SMS ini akan dapat membantu peneliti-peneliti lain untuk merencanakan penelitian lebih lanjut, karena penelitian ini berpotensi untuk menemukan kesenjangan penelitian (research gap). Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa masih ada beberapa kajian penelitian yang dapat berpotensi menjadi novelty dan memberikan kontribusi baru bagi penelitian Digital Governance dan Good Governance. Dari hasil pemetaan ditemukan bahwa ada penelitian yang menghubungkan secara langsung antara Digital Governance dan Good Governance masih belum banyak. Begitupun juga dengan jenis dan metode penelitian yang digunakan. Metode mix method dan case study masih sedikit dipakai. Selain itu ada celah pada jenis penelitian evaluation research dengan metode penelitian kualitatif masih belum ada peneliti yang melakukan. Hal ini merupakan research gap dan berpeluang menjadi novelty dalam sebuah penelitian. The purpose of this article is to mapping the concept Digital Governance related to Good Governance by tracing the results of existing studies based on bibliometric mapping and systematic mapping, especially on research focus, research subjects and types of research. This study uses the VOSViewer method and systematic mapping studies (SMS). The mapping strategy was carried out by tracing 3 databases of electronic journals namely Scopus, Emerald and Sage journals Publications. There were 360 articles mapped by VOSViewer and as many as 598 articles were mapped and after screening, 31 articles were obtained. The findings on the VOSVIewer and SMS mapping able to he researchers to plan further research, because this research has the potential to find a research gap. The results of this study found that there are still several research studies that have the potential to become novelties and make new contributions to Digital Governance and Good Governance research. From the results of the mapping rsearcher’s founds that there were not much research directly linking Digital Governance and Good Governance. Likewise with the type and method of research used. Mix method and case study methods are still rarely  used. In addition, there is a gap in the type of do evaluation research with qualitative research methods, but there are still no researchers who have conducted it. This is a research gap and has the opportunity to become novelty in a study.
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN Syafa Risya Azahra; Sinta Ningrum; Ramadhan Pancasilawan; Agus Taryana; Teguh Sandjaya
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 14, No 1 (2022): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Agustus 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v14i1.41339

Abstract

A number of reports obtained by the Ombudsman of the Republic of Indonesia related to problems in the implementation of health services indicate that the implementation of health services in Indonesia has not been running well. South Tangerang City is one of the big cities in Banten Province that does not have A/B type health facilities. In addition, the researchers findings indicate that out-patient care services at Tangsel Hospital have not been running optimally. This study aims to determine and describe the quality of out-patient care services at Tangsel Hospital. Researchers used 6 (six) dimensions in health service standards according to WHO. This research is a descriptive quantitative research with survey methods and questionnaires as research instruments. Researchers used the Accidental Sampling technique for sampling. The results of hypothesis testing using the one sample test showed that the quality of health services at Tangsel Hospital was greater than 70%, which means H0 was rejected and Ha was accepted. This shows that the quality of of out-patient care services at Tangsel Hospital is categorized as very good. Researchers suggest an improvement in service time management that requires face-to-face meetings with doctors and parking management considering that Tangsel Hospital is a fairly large hospital. Regular evaluations and training on ethics and attitudes in treating patients need to be held. In addition, the researchers suggested that Tangsel Hospital conduct socialization regarding queues and online doctor schedules to old and/or new patients, so that problems such as waiting times and call centers can be resolved properly.Sejumlah laporan yang didapatkan Ombudsman RI terkait dengan permasalahan penyelenggaraan pelayanan kesehatan menunjukkan bahwa penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Indonesia belum berjalan dengan baik.. Kota Tangerang Selatan adalah salah satu kota besar di Provinsi Banten yang tidak memiliki fasilitas kesehatan di tipe A/B. Selain itu, temuan-temuan awal peneliti yang menunjukkan bahwa pelayanan rawat jalan di RSUD Tangsel belum berjalan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kualitas pelayanan rawat jalan RSUD Tangsel. Peneliti menggunakan 6(enam) dimensi kualitas pelayanan menurut Tjiptono dan 6(enam) dimensi dalam standar pelayanan kesehatan menurut WHO. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei dan kuisioner sebagai instrumen penelitian. Peneliti menggunakan teknik Accidental Sampling untuk pengambilan sampel. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan one sample test menunjukkan bahwa kualitas pelayanan rawat jalan RSUD Tangsel lebih besar dari 70% yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelayanan rawat jalan RSUD Tangsel dikategorikan sangat baik.Peneliti menyarankan adanya perbaikan manajemen waktu layanan yang membutuhkan tatap muka dengan dokter dan pengelolaan parkir mengingat RSUD Tangsel adalah rumah sakit yang cukup besar. Perlu diadakan evaluasi rutin dan pelatihan mengenai etika dan sikap dalam menangani pasien. Selain itu peneliti menyarankan RSUD Tangsel mengadakan sosialisasi mengenai antrian dan jadwal dokter online kepada pasien lama dan/atau baru, sehingga permasalahan seperti waktu tunggu dan call center dapat teratasi dengan baik.
ANALISIS KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI JAKARTA Agus Taryana; Muhammad Rifa El Mahmudi; Herjanto Bekti
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 13, No 2 (2022): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v13i2.37997

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara yang rawan akan bencana baik bencana alam maupun non alam. Bencana merupakan sebuah peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Banjir merupakan luapan air yang tidak dapat ditampung sungai, banjir juga merupakan sebuah bencana karena mengganggu aktivitas yang masyarakat. DKI Jakarta memiliki resiko rentan bencana banjir yang tegolong tinggi. Oleh karenanya perlu dilakukan upaya untuk menanggulangi bencana banjir tersebut. Hal ini berkaitan dengan kesiapsiagaan bencana banjir di DKI Jakarta, oleh karenanya perlu ada kegiatan untuk pemenuhan 5 paramaeter kesiapsiagaan yang nantinya dapat dinilai bahwasannya DKI Jakarta sudah siap terhadap bencana banjir. ABSTRACTIndonesia is a country that is prone to disasters, both natural and non-natural. Disaster is an event that threatens and disrupts people's lives and livelihoods. Floods are overflows of water that cannot be accommodated by rivers, floods are also a disaster because they interfere with community activities. DKI Jakarta has a high risk of being vulnerable to flooding. Therefore, it is necessary to make efforts to overcome the flood disaster. This is related to flood disaster preparedness in DKI Jakarta, therefore there needs to be activities to fulfill the 5 preparedness parameters which can later be assessed that DKI Jakarta is ready for flood disasters.  
ANALISIS KEUANGAN INDUSTRI KREATIF KECAMATAN ANDIR (Studi Kelurahan Kebon Jeruk) Mohammad Benny Alexandri; Ria Arifianti; Agus Taryana
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.39425

Abstract

 The existence of the Covid-19 pandemic has disrupted various sectors of human life, including the economic sector  such as Micro, small and medium enterprises (MSMEs) are explicitly feeling the impact. Various policies issued by the government in an effort to stop the spread of the Covid-19 outbreak, require business actors to be able to adapt to the existing situation. The limitation of operating hours which leads to a decrease in income can be said to be one of the most felt impacts by business actors. This is also experienced by creative industry entrepreneurs in Kebon Jeruk Village, Andir District, Bandung City. Creative industry businesses that are driving the economy in Kebon Jeruk Village have stalled due to the Covid-19 pandemic. In response to this condition, various ways are needed to overcome it. One of them is an understanding of financial analysis.The method of community service is to use the method of preparation stages, implementation stages and follow-up stages. The preparation stage begins with discussing the division of the group and the area to be addressed, preparing the things needed to conduct interviews and asking for help from several parties to deliver to the location you want to go to. Stages of implementation After the preparation is complete, the team that has been divided then goes to the location that has been previously determined. Arriving at the creative industry shop in question, the team representative asked for permission to interview and collect some data from there. After getting permission, we then interviewed the owner or employees in the shop. Follow-up stages The follow-up of this activity is to collect interim reports, in the form of interviews and some documentation to serve as a reference for financial analysis.The results obtained are that through financial analysis activities will help business actors in assessing and knowing the financial condition of the business, business actors can find out how far their business is able to survive in the midst of the Covid-19 pandemic situation, in addition to restoring creative industry businesses in the midst of the Covid-19 pandemic situation. Creative efforts are needed through the use of technological developments in disseminating information at this time, it can be used to expand the promotion of a business product, even tourist destinations. Keberadaan pandemi Covid-19 mengganggu berbagai sektor kehidupan manusia, tak terkecuali sektor perekonomian. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) secara eksplisit merasakan dampaknya. Berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam upaya memutus penyebaran wabah Covid-19, mengharuskan pelaku usaha untuk mampu beradaptasi dengan situasi yang ada. Pembatasan jam operasional yang bermuara pada menurunnya pendapatan dapat dikatakan menjadi salah satu dampak yang paling terasa oleh pelaku usaha. Hal ini turut dialami pula oleh pelaku usaha industri kreatif di Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung. Usaha industri kreatif yang menjadi penggerak perekonomian di Kelurahan Kebon Jeruk, tersendat akibat kondisi pandemi Covid-19. Menyikapi kondisi tersebut, dibutuhkan berbagai cara guna mengatasinya. Salah satunya ialah pemahaman akan analisis keuangan.Metode pengabdian pada masyarakat adalah menggunakan metode tahapan persiapan, tahapan pelakasanaan dan tahapan tindak lanjut. Tahapan Persiapan dimulai dengan berdiskusi mengenai pembagian kelompok serta wilayah yang akan dituju, mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk melakukan wawancara dan meminta bantuan beberapa pihak untuk mengantarkan ke lokasi yang ingin dituju. Tahapan pelaksanaan Setelah persiapan sudah matang, tim yang sudah dibagi kemudian berangkat ke lokasi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Sesampainya di toko industri kreatif yang dimaksud, perwakilan tim meminta izin untuk memawancarai dan mengabil beberapa data dari sana. Setelah mendapat izin, selanjutnya kami mewawancarai pemilik ataupun pegawai yang ada di toko tersebut. Tahapan tindak lanjut Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah mengumpulkan laporan sementara, berupa hasil wawancara dan beberapa dokumentasi untuk dijadikan sebagai acuan analisis keuangan.Hasil yang didapat adalah melalui kegiatan analisis keuangan akan membantu pelaku usaha dalam menilai dan mengetahui kondisi keuangan usaha tersebut, pelaku usaha dapat mengetahui sejauh mana usahanya mampu bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19, selain itu guna memulihkan usaha industri kreatif di tengah situasi pandemi Covid-19 diperlukan usaha kreatif melalui pemanfaatan perkembangan teknologi dalam menyebarkan informasi pada saat ini, dapat digunakan untuk memperluas promosi suatu produk usaha, bahkan destinasi wisata sekalipun.  
Entrepreneurial Finance Governance on SMEs: A Bibliometric Co-Authorship Analysis Erna Maulina; Margo Purnomo; Yogi Sugiarto Maulana; Agus Taryana; Ahmad Hadi Fauzi; Francisco Carballo
Journal of Governance Volume 8 Issue 4: (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jog.v8i4.20831

Abstract

This article aims to find out the development of the government's role in providing SME financial governance policies. The development of knowledge is seen from the relationship and direction of collaboration of affiliation, country, and relationship between authors so that the dynamics of novelty can be known. The method used is bibliometric science mapping. Data was taken from the Scopus database in several stages, namely identification, filtering (inclusion and exclusion criteria), and data finalization. We use the Analyse Results and Source menus on Scopus, Scimago Journal, and Country Rank. Cluster co-authorship calculations and their visualisations use VOSviewer software version 1.6.12. The results showed that publications on the topic of entrepreneurial finance began to appear in 1992. The United States was the country with the most publications, with an output of 92 documents out of a total of 327 documents. The most prolific writer is Douglas Cumming, with a total of 18 articles. Based on the visualisation analysis of VOSviewer, Douglas Cumming has a strong relationship in terms of collaborative writing with Silvio Vismara, Massimo G. Colombo, and Joern Block. The results of his research found that venture capital was approached significantly by technology-based companies compared to other external sources of capital. The results of our mapping can be used to determine reference information and future research bases, both by author and by country, for the application and development of the topic of entrepreneurial finance research, especially for SMEs.
KOMUNIKASI PUBLIK HUMAS DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI JAWA BARAT DALAM MENYAMPAIKAN INFORMASI KEPADA MASYARAKAT MELALUI MEDIA SOSIAL @HUMAS_JABAR TAHUN 2023 Fahira Izzatuljannah; Ivan Darmawan; Agus Taryana
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 7 No 2 (2024): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jdp.v7i2.4983

Abstract

Public Relations has an important role in managing and improving public information services to the public, especially through Instagram social media. In line with technological developments and changes in people's communication behavior, the Public Relations of the West Java Province Communication and Information Service utilizes Instagram social media to carry out public communication and information services to the community. This phenomenon has a significant impact on the success felt by West Java Public Relations and the community. The aim of the research is to determine the success of public communication carried out by West Java Public Relations to the public in providing information and public services through the social media Instagram @humas_jabar. This research uses qualitative methodology to determine the success of West Java Public Relations public communication in providing public service information to the community via social media Instagram @humas_jabar. Qualitative analysis is used to analyze qualitative data and data collection is carried out through interviews, observation, documentation and literature study. The results of this research show that the public communication carried out by West Java Public Relations in providing public service information to the public via the social media Instagram @humas_jabar has been successful, and it is necessary to provide some education to increase this success so that the public can better understand the use of Instagram social media. as well as increasing clearer information regarding directions to the public to provide advice, responses and suggestions.
Digital Governance dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan melalui Kearifan Lokal di Kota Bandung Deliarnoor, Nandang Alamsah; Suwaryo, Utang; Hermawati, Rina; Taryana, Agus
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 9, No 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v9i2.57126

Abstract

Ketergantungan pangan yang tinggi terhadap daerah lain membuat Kota Bandung sangat rentan terhadap ketahanan pangan, tidak memiliki kedaulatan pangan, rentan terhadap gejolak harga, atau tidak dapat mengontrol harga pangan yang beredar. Tata kelola digital melalui indigenous knowledge di Kota Bandung menjadi aspek penting untuk mewujudkan ketahanan pangan, salah satunya melalui pertanian perkotaan terpadu yang disebut Buruan Sae (Pekarangan Sehat Alami dan Ekonomis). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Bandung melalui DKPP belum menerapkan tata kelola pemerintahan digital pada program Buruan Sae, baru baru memulai yaitu dengan pembuatan aplikasi yang belum sempurna yang merupakan layanan menuju pemerintahan digital, belum sampai pada kategori SPBE. Padahal program buruan sae dapat membantu masyarakat memanfaatkan sumber tanaman pekarangan sebagai alternatif untuk ketahanan pangan, dengan adanya teknologi digital yang mendukung program buruan sae DKPP dapat melacak alur barang dari petani hingga ke konsumen, memonitoring kualitas produk, dan memastikan pemenuhan standar keamanan pangan yang memberikan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal. Such high food dependence on other areas means that the city of Bandung is very vulnerable to food security, does not have food sovereignty, is vulnerable to price fluctuations, or cannot control the price of food in circulation. Digital governance through indigenous knowledge in the city of Bandung is an important aspect of realizing food security, one of which is through integrated urban farming called Buruan Sae (Natural and Economical Healthy Yard). This research uses a qualitative approach with a case study method in the city of Bandung. The results of the research show that the City of Bandung, through DKPP, has not yet implemented digital governance in the Buruan Sae program, only just starting out, namely with the creation of a rudimentary application that is a service towards digital government, not yet reaching the SPBE category. Even though the sae hunting program can help the community utilize garden plant sources as an alternative for food security, the existence of digital technology that supports the sae hunting DKPP can track the flow of goods from farmers to consumers, monitor product quality, and ensure compliance with food safety standards that provide consumer trust in local products.
PENYIMPANAN ARSIP DIGITAL DI RECORD CENTER IBNU SINA UNIVERSITAS PADJADJARAN Indrawati Zainuddin, Zhahirah; Taryana, Agus; Nuryanto, Yayan; Sandjaya, Teguh
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 6, No 4 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v6i4.52511

Abstract

Revolusi Industri 5.0 merupakan realisasi dari ide dan inovasi baru yang terlibat dalam transformasi digital di berbagai sektor. Tidak terkecuali pada pengembangan teknologi bidang kearsipan menjadi semakin mencolok, dengan peran sentral teknologi digital dan arsip digital dalam proses transformasi. Penelitian ini difokuskan pada peran krusial teknologi digital pada proses penyimpanan arsip digital di Record Center Ibnu Sina Universitas Padjadjaran, sebagai langkah proaktif untuk memenuhi kebutuhan perkembangan teknologi informasi, dengan tujuan memastikan akses informasi yang sah, meningkatkan efisiensi operasional, dan keamanan data yang optimal. Metode penelitian ini melibatkan wawancara, dan analisis dokumentasi untuk menyoroti kompleksitas tantangan dan kebutuhan adaptasi menghadapi lingkungan informasi yang dinamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penyimpanan arsip digital efektif meningkatkan efisiensi pencarian dan manajemen dokumen, serta memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kecepatan pengambilan data. Dalam konteks keamanan dan integritas data, penelitian ini menawarkan analisis mendalam, memberikan jaminan terhadap kelangsungan dan keandalan sistem kearsipan digital. Diharapan, temuan penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi institusi pendidikan dan organisasi serupa untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip, lebih jauh, turut berkontribusi pada pemahaman global tentang transformasi digital dalam konteks kearsipan institusional. Implikasi penelitian ini tidak terbatas secara lokal, melainkan memiliki relevansi yang luas dalam dinamika transformasi digital global yang tengah berkembang. The Industry 5.0 Revolution embodies new ideas and innovations driving digital transformation across sectors, including the noteworthy advancement in archival technology. Digital technology and archives play a central role in this transformation. This study focuses on the pivotal role of digital technology in the storage process at Ibn Sina University Padjadjaran's Records Center. It serves as a proactive response to evolving information technology, aiming to ensure legitimate information access, enhance operational efficiency, and optimize data security. The research methodology involves interviews and document analysis to highlight challenges and adaptation needs in a dynamic information environment. The findings indicate that implementing digital archive storage effectively improves document retrieval and management efficiency, significantly speeding up data retrieval. The research provides a thorough analysis of data security and integrity, ensuring the sustainability and reliability of the digital archival system. The hope is that these findings practically contribute to improving archive management effectiveness in educational institutions and similar organizations. Furthermore, it adds to the global understanding of digital transformation in institutional archives. The implications of this research extend beyond local boundaries, offering relevance in the evolving dynamics of global digital transformation.
SUPPLY CHAIN PADA PENGUSAHA JERUK DI LEMBANG Arifianti, Ria; Fordian, Dian; Taryana, Agus; Nuryanto, Yayan; Sandjaya, Teguh
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 7, No 2 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v7i2.56485

Abstract

This research was conducted to analyse the implementation of the supply chain in the citrus entrepreneurs in Lembang. This research uses a descriptive method. The data collection techniques used were a literature study and a field study. Field studies include observation, interviews.  Implementation of supply chain management in citrus entrepreneurs involves entrepreneurs as suppliers, and consumers. Consumers in question are business people such as supermarkets, merchants in traditional markets.  Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pelaksanaan supply chain pada pengusaha jeruk di Lembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan studi lapangan. Studi lapangan meliputi observasi, wawancara.  Pelaksanaan Supply chain management pada pengusaha jeruk melibatkan pengusaha sebagai supplier, dan konsumen. Konsumen yang dimaksud adalah pelaku usaha seperti supermarket, para pedagang yang ada di pasar tradisional.