Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Ananda Putri Ningtiyas; Ana Zumrotun Nisak; Nor Asiyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2815

Abstract

Kecemasan merupakan perasaan takut yang tidak jelas penyebabnya dan tidak didukung oleh situasi yang ada. Kecemasan pada kehamilan akan berdampak buruk bagi ibu dan janin. Selain menggunakan terapi farmakologis terapi non farmakologis juga mampu untuk mengatasi kecemasan salah satunya adalah EFT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian terapi EFT untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen (pretest-posttes with controll group design) bersifat deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini  ibu hamil trimester III yang tercatat pada kohort di wilayah Desa Bringin. Penelitian ini menggunakan Teknik total sampling. Sebanyak 40 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxcon. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden ibu hamil trimester III mengalami tingkat kecemasan dari ringan hingga berat dengan nilai p value 0,000 0,05, sehingga terdapat pengaruh antara terapi EFT terhadap kecemasan ibu hamil trimester III. AbstractAnxiety is a feeling of fear that is not clearly caused and is not supported by the existing situation. Anxiety in pregnancy will have a negative impact on the mother and fetus. In addition to using pharmacological therapy, non-pharmacological therapy is also able to overcome anxiety, one of which is EFT. This study aims to analyze the effectiveness of EFT therapy to reduce anxiety in pregnant women in the third trimester. This study is a quantitative study with a Quasi Experiment method (pretest-posttest with control group design) which is descriptive correlation with a cross-sectional approach. The population in this study were pregnant women in the third trimester who were recorded in a cohort in the Bringin Village area. This study used the total sampling technique. A total of 40 respondents. Data analysis in this study used the Wilcoxcon Test. The results of the study showed that respondents in the third trimester of pregnancy experienced anxiety levels ranging from mild to severe with a p value of 0.000 0.05, so there was an influence between EFT therapy on anxiety in pregnant women in the third trimester
SIBLING RIVALRY DENGAN BOUNDING ATTACHMENT PADA IBU NIFAS nor asiyah; Anny Rosiana Mashitoh; Dwi Kristiani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i1.523

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Dalam proses Bounding Attachment ada beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya Sibling Rivalry atau Perilaku anak ataupun bayi dengan keluarga yang dapat tumbuh dari diri anak itu sendiri dan orang tua dalam mendidik. perlakuan orang tua terhadap anak merupakan faktor kunci yang menentukan seberapa besar persaingan yang terjadi antara saudara kandung. Respon anak pertama terhadap adik bayinya dapat mempengaruhi proses bounding attachment, bayi akan merasa terganggu dengan cara menangis. Jika terjadi berulang-ulang, maka tujuan bounding attachment yang mengharapkan bayi dapat mengadakan eksplorasi menjadi terbatas, sehingga  menumbuhkan sikap sosial berkurang, dan menumbuhkan perilaku meniru sikap kakaknya. Faktor yang paling dominan terjadinya sibling rivalry pada anak yaitu sikap orang tua. Orang tua membagi perhatian dengan orang lain, mengidolakan anak tertentu, perasaan kesal, dan membanding-bandingkan anak dapat memicu terjadinya sibling rivalry. perlakuan orang tua yang adil dapat menjalin Kedekatan  emosi orang tua dengan anak  sehingga akan slalu memiliki ikatan batin (kasih sayang) yang kuat. Tujuan: Diketahuinya Hubungan Sibling Rivalry dengan Bounding Attachment pada Ibu Nifas di Desa Bae Kudus. Metode: Jenis penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan popuasi 52 responden. Dengan accidental sampling sebesar 46 responden. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling menggunakan kriterian inklusi dan eksklusi dengan alat uji menggunakan chi square (X2) dengan menggunakan  dan 95% confidence  intervel (CI). Hasil: Hasil uji chi square Sibling Rivalry Dengan Bounding, Sibling Rivalry Dengan Bounding Attachment diperoleh nilai p value sebesar= 0,027. Kesimpulan: Ada Hubungan Sibling Rivalry Dengan Bounding Attachment Pada Ibu nifas di Desa Bae Kudus. Kata kunci : Sibling Rivalry, bounding attachment Abstract Background: In the Bounding Attachment process, there are several factors influencing the process including Rivalry Sibling or the behavior of child or baby with family that can grow from the child himself and the parents in giving education. Parental treatment to children is a key factor that determines the competition occuredamong the siblings. The first child's response to youger sister (baby) can affect the process of bounding attachment in the way that the baby will be disturbed by crying. If it happens repeatedly,  the goal of bounding attachments that the baby will carry out exploration becomes limited, therefore it will reduce social attitudes and imitate his brother's attitude.The most dominant factor in sibling rivalry is the attitude of parents. This means that parents share attention with others, idolize certain children, feel upset with certain children, and compare children so that it may trigger sibling rivalry. Fair parental treatment will create close emotional betweenparents and children so that they will always have a strong inner bond (love). Objective: this study is to know the relationship between Sibling Rivalry and Bounding Attachment in Postpartum Mothers in Bae of Kudus. Method: This study used analytical correlation research with cross sectional approach. The population were 52 respondents. Taken accidental sampling, the samples were 46 respondents. Sampling was done by purposive sampling using inclusion and exclusion criteria of chi square (X2) test using 95% confidence intervals (CI). Results: The results of chi square test of Sibling Rivalry With Bounding, Sibling Rivalry with Bounding Attachment obtained p value of = 0.027. Conclusion: There is relationship between Sibling Rivalry and Postpartum Bounding Attachment in Bae Kudus Keywords: Sibling Rivalry, bounding attachment
COVID 19 PADA KEHAMILAN Islami Islami; Nor Asiyah; Nasriyah Nasriyah
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2021): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v5i2.1198

Abstract

Covid 19 is an infectious disease caused by coronavirus. This virus first appeared in Wuhan China. The manifestations of this disease vary in each person, ranging from no symptoms, mild symptoms to severe symptoms that can even cause death. Mothers who are confirmed to have Covid 19 can experience various symptoms such as those who are not pregnant. This research method is a descriptive study to describe the condition of pregnancy with the COVID 19 virus infection which is taken from various previous research sources. Result: Symptoms that appear include cough, fever and sore throat. However, in pregnant women, the placenta serves as a barrier that can prevent transmission of Covid 19 from mother to fetus. Pregnant women with comorbidities who are confirmed positive for Covid 19 increase the risk of illness and increase the need for ICU. The diagnosis of Covid 19 can be confirmed in various ways, but the gold standard that can be used as a reference for diagnosing Covid 19 is the polymerase chain reaction (PCR) culture test. The impact of pregnancy confirmed by Covid 19 is maternal mortality, preterm delivery and fetal growth disorders and fetal death.
STUNTING DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 24-59 BULAN Ummi Kulsum; Nurul Sa’diyah; Nor Asiyah; Anis Solikhah; Irawati Indrianingrum
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v7i2.2309

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dihadapi di dunia, terutama di negara-negara miskin dan berkembang. Stunting menjadi masalah karena dikaitkan dengan peningkatan risiko nyeri dan kematian, perkembangan otak kurang optimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan pertumbuhan mental terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stunting terhadap perkembangan anak usia 24-59 bulan di Wilayah Puskesmas Karanganyar 1 Kabupaten Demak. Jenis penelitian adalah analitik korelatif dimana pendekatan yang digunakan menggunakan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 57 balita berusia antara 24 bulan hingga 59 bulan. Pengambilan sampel dengan cara random sampling. Pengambilan data dengan menggunakan alat ukur timbangan untuk data stunting, sedangkan alat ukur berupa DDST untuk mendapatkan data perkembangan balita. Uji statistik yang digunakan chi-kuadrat. Stunting dan perkembangan anak berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh p-value = 0,001 (0,05), artinya ada pengaruh stunting terhadap perkembangan anak usia 24-59 bulan Wilayah Puskesmas Karanganyar 1 Kabupaten Demak tahun 2023.
KECEMASAN TERTULAR COVID-19 DENGAN MEKANISME KOPING BIDAN PENOLONG PERSALINAN NORMAL DI MASA PANDEMI nor asiyah; Islami Islami; Nasriyah Nasriyah
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2021): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v5i1.936

Abstract

Latar Belakang: Covid-19 yang dikenal dengan SARS-CoV-2 atau virus corona baru telah mewabah yang sebelumnya berpusat di provinsi Hubei (Cina), telah menyebar kebanyak Negara. Komite Darurat WHO telah mengumumkan keadaan darurat bagi kesehatan global. Jumlah Kasus positif Covid-19 di dunia setiap hari terus bertambah, Kasus ini telah menyerang 224 negara. Dari jumlah kematian sebanyak 28.468 orang, 600 diantaranya adalah tenaga kesehatan. 5 Januari 2021 Bidan yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 3.592 dan sebanyak 67 meninggal dunia. Sehingga banyak Bidan-Bidan yang menolak menolong persalian bahkan tutup praktiknya karena khawatir tertular Covid-19 dari pasiennya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai hubungan antara kecemasan tertular covid-19 dengan mekanisme koping bidan penolong persalinan normal di masa pandemi Metode: Jenis Penelitian analitik korelasi Dengan pendekatan waktu Cross sectional. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Subjek penelitian adalah bidan yang menolong persalianan selama pandemic Covid-19 yang bekerja di PMB, Klinik, Rumah Sakit dan Puskesmas, sampel diambil di wilayah karasidenan Pati dan sekitarnya yang mampu mengakses dan bersedia menjadi responden penelitian. Jumlah sampel sebanyak 75. Analisis data dilakukan dengan uji Koefisien kontingensi. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik untuk hubungan Kecemasan tertular Covid-19 dengan mekanisme koping bidan penolong persalinan normal diperoleh nilai p value 0,0919 (p0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang  bermakna antara Kecemasan tertular Covid-19 dengan mekanisme koping bidan penolong persalinan normal.
UPAYA MENURUNKAN KEPALA JANIN SAAT PERSALINAN DENGAN DANCE LABOR ATAUPUN REBOZO. Nor Asiyah; Irawati Indianingrum; Ning Nabila; Fania Nurul Khoirun Nisak
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v7i2.2224

Abstract

Latar Belakang: Banyak cara alami dilakukan untuk mencegah persalinan lama di antaranya dengan Dance Labor dan Rebozo. Dance Labor telah terbukti bisa mengurangi rasa sakit dan lama persalinan, Usaha lain yang bisa dilakukan yaitu dengan Rebozo. Rebozo membuat ruang panggul lebih luas sehingga janin lebih mudah melewatinya. Dance Labor dan Rebozo menjadi alternative karena bisa melenturkan dan merelaksasikan otot dasar panggul sehingga kepala janin bisa dengan mudah melewati jalan lahir. Tujuan: Membandingkan antara Dance Labor dan Rebozo terhadap penurunan kepala janin. Metode: Jenis penelitian menggunakan penelitian kwantitatif dengan rancangan Quasy-experiment (Eksperimen semu) dengan desain post-test with control group dengan jumlah sampel 32 data yang di peroleh di lakukan uji normalitas data dengan dengan Shapiro-Wilk, alat uji bivariate menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil uji normalitas data untuk Dance Labor menunjukkan nilai 0,035 sedangkan pada kelompok Rebozo menunjukkan nilai 0,023 di mana nilai p 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok berdistribusi tidak normal. Setelah di dapatkan nilai rata-rata untuk dance labor sebesar 1,25 sedangkan yang senan rebozo sebesar 2,31. Uji Mann-Whitney diperoleh nilai p value selisih antara kedua kelompok  sebesar 0,041 0,05 maka Ha di terima.  Kesimpulan: Ada perbedaan efektifitas kelompok Dance labor dan kelompok Rebozo.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERIMAAN POST-PLACENTA INTRA UTERINE CONTRACEPTIVE DEVICE (PPIUCD): META-ANALISIS Anggun Fitri Handayani; Santy Irene Putri; Nor Asiyah; Maftuchah Maftuchah
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 7, No 1 (2023): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v7i1.2395

Abstract

Post-placenta intra uterine contraceptive device (PPIUCD) merupakan kontrasepsi yang efektif, praktis, dan aman yang dapat dipasang secara langsung setelah proses persalinan. PPIUCD disarankan karena tidak mengganggu proses menyusui, namun metode ini belum banyak digunakan dan diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi faktor yang berhubungan dengan penerimaan PPIUCD dikalangan Perempuan. Jenis penelitian systematic review dan meta-analisis ini dilakukan dengan menggunakan akronim PICO sebagai berikut: = Wanita usia subur, wanita hamil, dan nifas; I= multipara dan konseling pasca-persalinan; C= primipara dan tidak dilakukan konseling pasca persalinan; O= Pemanfaatan/penggunaan PPIUCD di kalangan Perempuan. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan PubMed, Google Cendekia, Scopus, dan ScienceDirect. Artikel yang dimasukkan dalam penelitian ini adalah artikel full-text dengan desain studi observasional. Artikel dikumpulkan menggunakan diagram alir PRISMA. Data dianalisis menggunakan Review Manager (RevMan 5.4). Forest plot dan Funnel plot digunakan untuk menentukan ukuran pengaruh dan heterogenitas data (I2). Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan multipara (aOR= 1.74; CI95%= 1.17 hingga 2.59; p= 0.006), dan konseling pasca-persalinan (aOR= 2.89; CI 95%= 1.37; p= 0.005) meningkatkan penerimaan dan penggunaan PPIUCD dikalangan perempuan.
PENGARUH BATUK PROVOKASI PADA FASE EKSPULSI JANIN TERHADAP KEJADIAN LASERASI PERINEUM nor asiyah; Islami Islami; Nasriyah Nasriyah
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2021): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v5i1.969

Abstract

Latar Belakang: AKI di Indonesia kebanyakan disebabkan oleh perdarahan, salah satu penyebab perdarahan yaitu Laserasi perineum. Untuk mengurangi drajat laserasi perineum, sebaiknya perineum tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat dilalui oleh kepala janin. Batuk provokasi pada fase ekspulsi janin merupakan perbuatan untuk membangkitkan suatu rangkaian reflek batuk yang akan menyebabkan kontraksi otot rangka. Kontraksi ini akan menyebabkan tekanan intra abdominal dan tekanan intra torakal meningkat yang berakibat terjadinya desakan pada janin sehingga akan terjadi ekspulsi janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah batuk provokatif mampu mengurangi derajat laserasi perineum. Metode: Penelitian dilakukan dengan cara Quasi eksperimental designs, Subjek penelitian adalah parturient yang melahirkan di BPM Nor Asiyah, yang memenuhi kriteria tertentu seperti usia kehamilan matur, pasien dapat dikondisikan untuk batuk provokatif, bidan mengetahui saat pembukaan lengkap, Berat bayi Normal. Usia ibu tidak termasuk resiko tinggi, lama mengejan tidak melebihi 60 menit untuk multi dan tidak lebih dari 120 menit untuk primi. Responden sebanyak 40, di bagi menjadi 2 kelompok, Pengambilan sampel dilakukan dengan cara quota sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik untuk laserasi perineum pada kedua kelompok diperoleh nilai p value 0,419 (p0,05). Kesimpulan: Tidak ada pengaruh yang  bermakna antara batuk provokatif pada fase ekspulsi janin terhadap kejadian laserasi perineum. Kata Kunci: Batuk provokasi, Laserasi Perineum.
PERAWATAN TALI PUSAT TERBUKA SEBAGAI UPAYA MEMPERCEPAT PELEPASAN TALI PUSAT Nor Asiyah; Islami Islami; Lailatul Mustagfiroh
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2017): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v1i1.112

Abstract

Angka kejadian infeksi bayi baru lahir di Indonesia berkisar antara 24% hingga 34%, dan hal ini merupakan penyebab kematian yang kedua setelah Asfeksia neonatorum yang berkisar antara 49% hingga 60% . Sebagian besar infeksi bayi baru lahir adalah Tetanus neonatorum yang ditularkan melalui tali pusat, karena pemotongan dengan alat tidak suci hama, infeksi juga dapat terjadi melalui pemakaian obat, bubuk,  talk atau daun-daunan yang digunakan masyarakat dalam merawat tali pusat. Tahun 2010 Word Health Organization menemukan angka kematian bayi sebesar 560.000 yang disebabkan oleh infeksi tali pusat. Di Asia Tenggara Angka kematian bayi karena infeksi talipusat sebesar 126.000. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tehnik perawatan tali pusat yang sesuai agar mempercepat proses pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasieksperimen design dengan perlakuan perawatan tali pusat terbuka pada kelompok perlakuan dan perawatan tali pusat tertutup pada kelompok kontrol. Subyek dalam penelitian semua bayi baru lahir yang dilahirkan di BPM Nor Asiyah berusia 0 hari sampai pelepasan tali pusat dengan jumlah sampel 20 per kelompok dengan tehnik sampling non probability sampling yaitu Consecutive sampling. Analisis data menggunakan. mann-whitney. Hasil yang diperoleh pada kelompok perawatan tali pusat terbuka, pelepasan tali pusat lebih cepat dengan nilai significancy 0.022. Karena pvalue0.05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bermakna lama pelepasan tali pusat antara perawatan tali pusat terbuka dengan perawatan tali pusat tertutup.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN IBU DAN BAYI MELALUI PENDEKATAN DAN EDUKASI GIZI Fania Nurul Khoirunnisa; Durrotun Munafiah; Nor Asiyah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1453

Abstract

Abstrak Masa postpartum merupakan masa yang dimulai sejak plasenta lahir sampai semua organ reproduksi kembali seperti semula dimana selama masa tersebut diperlukan pemantauan terhadap ibu. Penanganan yang kurang baik selama masa postpartum dapat menimbulkan berbagai masalah. Status gizi yang baik dan seimbang sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan kesehatan ibu post partum dimana membantu proses metabolisme, pemeliharaan dan berperan dalam pembentukan jaringan baru serta memengaruhi kualitas ASI (Air Susu Ibu). Menilai pentingnya nutrisi pada masa postpartum bagi ibu dan bayi maka edukasi tentang gizi perlu disampaikan kepada ibu nifas sebagai salah satu bagian dari asuhan komprehensif. Dalam memberikan asuhan, Bidan hendaknya mampu memberikan asuhan secara komprehensif, antara lain melalui layanan kebidanan dengan pendekatan continuity of care. Konsep ini sangat penting diterapkan untuk mengatasi masalah kesehatan pada masa reproduksi, masa kehamilan, persalinan dan masa nifas (pascapersalinan). Edukasi gizi sebagai bagian dari asuhan komprehensif masa nifas dan menyusui merupakan upaya promotif sekaligus preventif sehingga ibu dapat menerapkan pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai kebutuhannya Kata Kunci: Kesehatan Ibu dan Bayi, Edukasi, Gizi Abstract Postpartum period is the period that starts from the birth of the placenta until all reproductive organs return to normal, during which time monitoring of the mother is required. Poor handling during the postpartum period can cause various problems. A good and balanced nutritional status is needed to accelerate the recovery of post partum maternal health which helps the metabolic process, maintenance and plays a role in the formation of new tissues and affects the quality of breast milk (Mother's Milk). Assessing the importance of nutrition in the postpartum period for mothers and babies, education about nutrition needs to be conveyed to postpartum mothers as part of comprehensive care. In providing care, midwives should be able to provide comprehensive care, including through midwifery services with a continuity of care approach. This concept is very important to be applied to overcome health problems during the reproductive period, during pregnancy, childbirth and the puerperium (post-partum). Nutrition education as part of comprehensive care during the puerperium and breastfeeding is a promotive as well as preventive effort so that mothers can implement the fulfillment of nutritional needs according to their needs. Keywords: Maternal and Infant Health, Education, Nutrition
Co-Authors Agzamarta, Hikmah Nurani Aisyah Susanti Amalia Rahmawati Ana Zumrotun Nisak Ananda Putri Ningtiyas Andriani Kusumawati Anggun Fitri Handayani ANIS FITRIANI Anis Solikhah Anisa, Neneng Anita, Yuni Annisa Ramadhani Anny Rosiana Mashitoh Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Diah Andriani Kusumastuti, Diah Andriani Diah Andriani Kusumawati Durrotun Munafiah Dwi Astuti Dwi Kristiani Dwi Kristiani, Dwi Dyan Maya Nurwulan Fania Nurul Khoirun Nisak Fania Nurul Khoirunnisa Fauziyah, Nailatul I Islami I Islami Indah Risnawati Irawati Indianingrum Irawati Indrianingrum Irawati Irawati Iriana, Muji Islami Islami - Islami Islami Islami Islami Islami Islami Islami Islami Islami Islami Islami, I Islami, Islami Islami, Islami Khayati, Noor Khoiriyah, Nana Khoirunniza, Diana Lailatul Mustagfiroh Lailatul Mustagfiroh Lailatul Mustagfiroh, Lailatul Lailatul Mustaghfiroh Larasati Wijanarko Putri Maftuchah Maftuchah Mardiana, Sri Siska Maryatin Maryatin Mashitoh, Anny Rosiana Mastiah, M Moh Aris Prasetiyanto Mudrikatun, M Muslimah, Aida Mustagfiroh, Lailatul N Nasriyah Naily Maretha Zahrotul Asma Naimah, Yuyun Najib Budi Wardoyo Najib Budi Wardoyo Nanang Saiful Imron Nasriyah Nasriyah Nasriyah Ning Nabila Noor Azizah Noor Hidayah Noor Hidayah Noor Khayati Noviani, Ratih Nurul Sa’diyah Ratih Noviani Rusnoto - rusnoto rusnoto Santy Irene Putri Shoimatul Hidayah Shoimatul Hidayah Sholihah Sholihah SHOLIHAH SHOLIHAH, SHOLIHAH Tristanti, Ika Ummi Kulsum Wigati, Atun Yulistiya, ira Yuni Anita Yuyun Naimah