Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI USIA 11-14 TAHUN DENGA TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN SEKS SEKUNDER DI MTs SAFINATUL HUDA SOWAN KIDUL JEPARA Asiyah, Nor; Kusumawati, Diah Andriani; Anita, Yuni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 3 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada remaja perempuan tanda pubertas pertama umumnya adalah pertumbuhan payudara stadium 2 atau disebut breast bud yang terdiri dari penonjolan putting yang disertai pembesaran daerah areola sekitar umur 8 - 12 tahun. Haid pertama (Menarche) terjadi pada stadium lanjut dari pubertas dan sangat bervariasi pada umur berapa masing-masing individu mengalaminya, rata-rata pada umur 10,5 – 15,5 tahun. Dalam proses mencapai dewasa inilah anak harus melalui berbagai  tahap tumbuh kembang, termasuk tahap remaja.Jenis penelitian ini analitik korelatif yaitu penelitian atau penelaahan hubungan antara dua variabel pada suatu situasi atau sekelompok subjek. Hal ini dilakukan untuk melihat hubungan antara gejala yang satu dengan gejala yang lain atau variabel yang satu dengan variabel yang lain.Hasil uji chi–square menunjukkan df : 8 tingkat signifikasi 5% adalah 15,507. Kemudian dilakukan perbandingan chi-square hitung dan chi-square tabel. Dimana chi-square hitung adalah 17,997 >  chi-square tabel df : 8 taraf signifikan 5% adalah 15,507. Berdasarkan probabilitas, terlihat bahwa pada kolom Asymp. Sig. Adalah 0,021 atau probabilitas dibawah 0,05 yang maknanya adalah terdapat hubungan pengetahuan remaja putri dengan tingkat kecemasan  dalam menghadapi  perubahan seks sekunder. Hubungan antara kedua variabel tersebut lemah, hal ini ditunjukkan dengan koefisian kontingensi sebesar r hitung < r tabel (0,213 < 0,5).Bagi institusi pendidikan, peran guru dalam memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi dan masalah yang timbul saat terjadi perubahan pada masa remaja lebih ditingkatkan dengan cara menghadirkan tenaga kesehatan ke sekolah untuk memberikan informasi. Pendidikan tentang kesehatan reproduksi mestinya di sampaikan sejak dini agar remaja tidak akan mengalami kecemasan maupun reaksi negatif lainnya dalam menghadapi perubahan yang terjadi pada masa remaja salah satunya yaitu perubahan seks sekunder.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEIKUTSERTAAN JAMINAN PERSALINAN PADA IBU HAMIL DI PUSKEMAS KEDUNG II KECAMATAN KEDUNG KABUPATEN JEPARA Fitriani, Anis; Rusnoto, Rusnoto; Asiyah, Nor
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 3 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anis Fitriani, Rusnoto, Nor Asiyah Xv+66 halaman+8 tabel+2 gambar+12 lampiran Latar Belakang: Cakupan pemakain Jampersal di Indonesia pada tahun 2011 telah mencapai 42,7%, sedangkan  pada  tahun  2012  sebesar  57,4%.  Cakupan  pemakain  Jampersal  di  Jawa  Tengah  pada tahun  2011  telah  mencapai  54,1%,  sedangkan  pada  tahun  2012  sebesar  68,9%  (Riskesdas,  2012; h.23). Data  yang  diperoleh  dari  DKK  Jepara  pada  tahun  2012  sasaran  kepesertaan  ibu  hamil  adalah 23.951  orang,  dimana  yang  memanfaatkan  Jampersal  ibu  hamil  712  orang, sedangkan  persalinan sebanyak  1.288  orang.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  pemanfaatan  Jampersal  oleh  ibu  hamil  di Kabupaten Jepara masih jauh di bawah target. Tujuan : Mengetahui  hubungan  tingkat  pengetahuan  dan  sikap  dengan  keikutsertaan  jaminan persalinan pada ibu hamil di Desa Kedung Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara Metode: Penelitian  ini  adalah  analitik  korelatig.  Pendekatan  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini adalah cross sectional. Populasi  pada penelitian ini adalah semua ibu hamil di wilayah Puskesmas Kedung  II  pada  bulan  Januari  2013  sebanyak  46  ibu  hamil.  Sampel 41  orang,  analisis  data menggunakan contingency coeficient.Hasil penelitian Sebagian  besar  ibu  hamil  memiliki  pengetahuan  kurang  tentang  Jampersal  yaitu sebanyak 18 orang (43,9%). Sebagian besar ibu hamil memiliki sikap negatif tentang Jampersal yaitu sebanyak  26  orang  (63,4%). Sebagian  besar  ibu  hamil  ikut  Jampersal  yaitu  sebanyak  33  orang (80,5%) Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dengan keikutsertaan jaminan persalinan pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kedung II Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara (p value = 0,285, RR = 0,275). Ada  hubungan  sikap  dengan  keikutsertaan  jaminan  persalinan  pada  ibu  hamil  di  wilayah kerja Puskesmas Kedung II Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara (p value = 0,017, RR = 0,425).
BUDAYA PANTANG MAKAN, STATUS EKONOMI, DAN PENGETAHUAN ZAT GIZI IBU HAMIL PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN STATUS GIZI Susanti, Aisyah; Rusnoto, Rusnoto; Asiyah, Nor
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurang energi kronik merupakan salah satu penyebab tak langsung yang berhubungan dengan asupan gizi. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2009, ibu hamil dengan kurang energi kronik yaitu 24,6%. Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah tahun 2010 terdapat 13,91% ibu hamil dengan kurang energi kronik, data dari Dinas Kesehatan Kota Jepara pada tahun 2011 terdapat 30% ibu hamil dengan kurang energi kronik. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan antara budaya pantang makan, status ekonomi dan pengetahuan zat gizi ibu hamil dengan status gizi pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Welahan I. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi, 83 ibu hamil trimester III pada bulan Januari 2013. Sampel sebanyak 45 orang. Uji statistik dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara budaya pantang makan dengan status gizi pada ibu hamil trimester III, tidak ada hubungan antara status ekonomi  dan pengetahuan zat gizi dengan status gizi pada ibu hamil trimester III (p= 0,002; p= 0,097; p= 0,097; α= 0,05).
PENGARUH BATUK PROVOKASI PADA FASE EKSPULSI JANIN TERHADAP KEJADIAN LASERASI PERINEUM Asiyah, Nor; Islami, Islami; Nasriyah, Nasriyah
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2020): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v4i2.1011

Abstract

Latar Belakang: AKI di Indonesia kebanyakan disebabkan oleh perdarahan, salah satu penyebab perdarahan yaitu Laserasi perineum. Untuk mengurangi drajat laserasi perineum, sebaiknya perineum tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat dilalui oleh kepala janin. Batuk provokasi pada fase ekspulsi janin merupakan perbuatan untuk membangkitkan suatu rangkaian reflek batuk yang akan menyebabkan kontraksi otot rangka. Kontraksi ini akan menyebabkan tekanan intra abdominal dan tekanan intra torakal meningkat yang berakibat terjadinya desakan pada janin sehingga akan terjadi ekspulsi janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah batuk provokatif mampu mengurangi derajat laserasi perineum. Metode: Penelitian dilakukan dengan cara Quasi eksperimental designs, Subjek penelitian adalah parturient yang melahirkan di BPM Nor Asiyah, yang memenuhi kriteria tertentu seperti usia kehamilan matur, pasien dapat dikondisikan untuk batuk provokatif, bidan mengetahui saat pembukaan lengkap, Berat bayi Normal. Usia ibu tidak termasuk resiko tinggi, lama mengejan tidak melebihi 60 menit untuk multi dan tidak lebih dari 120 menit untuk primi. Responden sebanyak 40, di bagi menjadi 2 kelompok, Pengambilan sampel dilakukan dengan cara quota sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik untuk laserasi perineum pada kedua kelompok diperoleh nilai p value 0,419 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak ada pengaruh yang  bermakna antara batuk provokatif pada fase ekspulsi janin terhadap kejadian laserasi perineum.
Dampak Anemia Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Lailatul Mustaghfiroh; Nor Asiyah
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.052 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i2.192

Abstract

Kemampuan hemoglobin dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh dipengaruhi oleh kadar zat besi dalam tubuh. Oksigen dibutuhkan sebagai bahan bakar untuk semua proses metabolisme dalam tubuh kita. Oleh karena itu bila anak kekurangan kadar hemoglobin maka dapat terjadi penurunan konsentrasi anak dalam belajar. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan  terhadap 25 mahasiswa semester III AKBID Islam Al Hikmah Jepara didapatkan 23 mahasiswa mengalami anemia.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kadar hemoglobin terhadap prestasi akademik mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa semsester III tahun akademik 2017-2018. Dengan teknik sampling total sampling. Data primer berupa kadar hemoglobin yang diukur dengan Hb Sahli.. Data sekunder berupa nilai UAS. Analisa data univariat menggunakan persentase dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Analisa data bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact. mayoritas mahasiswa AKBID Islam Al Hikmah Jepara mengalami anemia sebanyak 23 orang (92 %),dan mempunyai prestasi akademik baik sebanyak 22 orang (88 %), berdasarkan uji fisher exact test didapatkan tidak ada hubungan antara kadar Hemoglobin dengan prestasi Akademik dengan nilai p value1,000 (p > 0,05). Tidak ada hubungan antara kadar Hemoglobin dengan prestasi Akademik. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya menggunakan alat ukur yang lebih terstandar, reagen yang digunakan harus berkualitas baik, dan sampel diperbesar. Kata kunci: Hemoglobin; Prestasi Akademik
HUBUNGAN POSISI MENGEJAN TELENTANG DAN KOMBINASI DENGAN LAMA KALA II Nor Asiyah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.883 KB)

Abstract

The uncomfortable straining position of the patients is able to result on the backache that disturb mother during pushing. In fact, supine position is the most preferred position choosen by the rescuers on the other hand that position make no comfort for the patients. Moreover, the second stage labor duration becomes one of the effects of that position in the term of straining. The purpose of this study is to relation the difference between supine position and combination (lateral and semi-setting) toward second stage labor duration. This study was a cross-sectional study. The population was all give birth mothers at the maternity hospital of Fatimah and the midwives in Kasmasita having inclusion and exclusion criteria. The total respondents of this study were 40. The data collected were then tested by using normality test and Mann-Whitney test. The result of this study showed that comparative of second stage labor duration on supine position was longer with the average value of 19.5 standart deviation of 10.9 median of 16 with 3 minutes of the shortest and 40 minutes of the longest. Furthermore, the combination position had the average value of 14.8 standart deviation of 9.7 median of 11 with 5 minutes of the shortest and 45 minutes of the longest (p = 0.036).I n short, second stage labor duration on supine position was longer than combination (Lateral and semi-setting)Keywords: Duration of the second stage of labor, supine position, combination position.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI USIA 11-14 TAHUN DENGA TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN SEKS SEKUNDER DI MTs SAFINATUL HUDA SOWAN KIDUL JEPARA Nor Asiyah; Diah Andriani Kusumawati; Yuni Anita
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 3 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada remaja perempuan tanda pubertas pertama umumnya adalah pertumbuhan payudara stadium 2 atau disebut breast bud yang terdiri dari penonjolan putting yang disertai pembesaran daerah areola sekitar umur 8 - 12 tahun. Haid pertama (Menarche) terjadi pada stadium lanjut dari pubertas dan sangat bervariasi pada umur berapa masing-masing individu mengalaminya, rata-rata pada umur 10,5 – 15,5 tahun. Dalam proses mencapai dewasa inilah anak harus melalui berbagai  tahap tumbuh kembang, termasuk tahap remaja.Jenis penelitian ini analitik korelatif yaitu penelitian atau penelaahan hubungan antara dua variabel pada suatu situasi atau sekelompok subjek. Hal ini dilakukan untuk melihat hubungan antara gejala yang satu dengan gejala yang lain atau variabel yang satu dengan variabel yang lain.Hasil uji chi–square menunjukkan df : 8 tingkat signifikasi 5% adalah 15,507. Kemudian dilakukan perbandingan chi-square hitung dan chi-square tabel. Dimana chi-square hitung adalah 17,997 >  chi-square tabel df : 8 taraf signifikan 5% adalah 15,507. Berdasarkan probabilitas, terlihat bahwa pada kolom Asymp. Sig. Adalah 0,021 atau probabilitas dibawah 0,05 yang maknanya adalah terdapat hubungan pengetahuan remaja putri dengan tingkat kecemasan  dalam menghadapi  perubahan seks sekunder. Hubungan antara kedua variabel tersebut lemah, hal ini ditunjukkan dengan koefisian kontingensi sebesar r hitung < r tabel (0,213 < 0,5).Bagi institusi pendidikan, peran guru dalam memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi dan masalah yang timbul saat terjadi perubahan pada masa remaja lebih ditingkatkan dengan cara menghadirkan tenaga kesehatan ke sekolah untuk memberikan informasi. Pendidikan tentang kesehatan reproduksi mestinya di sampaikan sejak dini agar remaja tidak akan mengalami kecemasan maupun reaksi negatif lainnya dalam menghadapi perubahan yang terjadi pada masa remaja salah satunya yaitu perubahan seks sekunder.
BUDAYA PANTANG MAKAN, STATUS EKONOMI, DAN PENGETAHUAN ZAT GIZI IBU HAMIL PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN STATUS GIZI Aisyah Susanti; Rusnoto Rusnoto; Nor Asiyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurang energi kronik merupakan salah satu penyebab tak langsung yang berhubungan dengan asupan gizi. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2009, ibu hamil dengan kurang energi kronik yaitu 24,6%. Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah tahun 2010 terdapat 13,91% ibu hamil dengan kurang energi kronik, data dari Dinas Kesehatan Kota Jepara pada tahun 2011 terdapat 30% ibu hamil dengan kurang energi kronik. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan antara budaya pantang makan, status ekonomi dan pengetahuan zat gizi ibu hamil dengan status gizi pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Welahan I. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi, 83 ibu hamil trimester III pada bulan Januari 2013. Sampel sebanyak 45 orang. Uji statistik dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara budaya pantang makan dengan status gizi pada ibu hamil trimester III, tidak ada hubungan antara status ekonomi  dan pengetahuan zat gizi dengan status gizi pada ibu hamil trimester III (p= 0,002; p= 0,097; p= 0,097; α= 0,05).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEIKUTSERTAAN JAMINAN PERSALINAN PADA IBU HAMIL DI PUSKEMAS KEDUNG II KECAMATAN KEDUNG KABUPATEN JEPARA Anis Fitriani; Rusnoto Rusnoto; Nor Asiyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 3 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anis Fitriani, Rusnoto, Nor Asiyah Xv+66 halaman+8 tabel+2 gambar+12 lampiran Latar Belakang: Cakupan pemakain Jampersal di Indonesia pada tahun 2011 telah mencapai 42,7%, sedangkan  pada  tahun  2012  sebesar  57,4%.  Cakupan  pemakain  Jampersal  di  Jawa  Tengah  pada tahun  2011  telah  mencapai  54,1%,  sedangkan  pada  tahun  2012  sebesar  68,9%  (Riskesdas,  2012; h.23). Data  yang  diperoleh  dari  DKK  Jepara  pada  tahun  2012  sasaran  kepesertaan  ibu  hamil  adalah 23.951  orang,  dimana  yang  memanfaatkan  Jampersal  ibu  hamil  712  orang, sedangkan  persalinan sebanyak  1.288  orang.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  pemanfaatan  Jampersal  oleh  ibu  hamil  di Kabupaten Jepara masih jauh di bawah target. Tujuan : Mengetahui  hubungan  tingkat  pengetahuan  dan  sikap  dengan  keikutsertaan  jaminan persalinan pada ibu hamil di Desa Kedung Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara Metode: Penelitian  ini  adalah  analitik  korelatig.  Pendekatan  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini adalah cross sectional. Populasi  pada penelitian ini adalah semua ibu hamil di wilayah Puskesmas Kedung  II  pada  bulan  Januari  2013  sebanyak  46  ibu  hamil.  Sampel 41  orang,  analisis  data menggunakan contingency coeficient.Hasil penelitian Sebagian  besar  ibu  hamil  memiliki  pengetahuan  kurang  tentang  Jampersal  yaitu sebanyak 18 orang (43,9%). Sebagian besar ibu hamil memiliki sikap negatif tentang Jampersal yaitu sebanyak  26  orang  (63,4%). Sebagian  besar  ibu  hamil  ikut  Jampersal  yaitu  sebanyak  33  orang (80,5%) Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dengan keikutsertaan jaminan persalinan pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kedung II Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara (p value = 0,285, RR = 0,275). Ada  hubungan  sikap  dengan  keikutsertaan  jaminan  persalinan  pada  ibu  hamil  di  wilayah kerja Puskesmas Kedung II Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara (p value = 0,017, RR = 0,425).
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN ANAK DI RUMAH DESA SUMBER GIRANG RW 1 LASEM REMBANG Islami Islami; Nor Asiyah; Najib Budi Wardoyo
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 1 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Sebuah penelitian baru mengatakan bahwa 1 dari 9 anak-anak kecil setiap tahunnya mengalami kecelakaan ringan maupun serius, di dalam rumah. Diperkirakan setiap tahun di Amerika Serikat terdapat 2.100 anak-anak meninggal dan 4 juta mengalami kecelakaan.Para ibu yang tidak pernah bersekolah mengalami kematian balita 35% dibandingkan dengan ibu yang pernah bersekolah, tapi tidak menyelesaikan sekolah dasarnya. Perbedaan itu menjadi sangat mencolok mencapai 97% dibandingkan para ibu yang berhasil menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya.Tujuan : Penelitian ini secara umum bertujuan diketahuinya hubungan  tingkat   pendidikan  dengan   tingkat pengetahuan ibu tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan anak di rumah  Adapun tujuan khusus untuk mengetahui tingkat pendidikan ibu dan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tenteng P3K anak di rumahMetode : Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik metode Cross Sectional sampling dengan cara pendekatan observasi point time approach Populasi : Dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat RW 1 di desa Sumbergirang Lasem Rembang sebanyak 89 orang. Hasil : Adapun hasil tingkat pendidika ibu yang  tertinggi 44 responden (49,4 %) kategori sedang,terendah 9 responden (10,1%) kategori tinggi.hasil tingkat pengetahuan ibu tertinggi 46 responden (51,7%) kategori tinggi, terendah 12 responden (13,5%) kategori rendah. nilai chi-square tabel pada df : 4 tingkat signifikasi 5 % (9,488) dilakukan perbandingan chi-square hitung dan chi-square tabel dimana chi-square hitung  (51,090) > chi-square tabel (9,488) dengan taraf signikasi 5 %, sedangkan berdasarkan probabilitas terlihat bahwa nilai Asymp-Sig = 0,000 atau probabilitas < 0,05, sehinga ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan dengan tingkat pengetahuan ibu mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan anak di rumah.nilai koefisien kontingensi 0,687 > 0.5 sehingga mempunyai hubungan yang kuat. Kesimpulan : Hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan diRW 1 desa Sumbergirang Lasem Rembang adalah cukup kuat hal ini dapat diihat dari hasil perhitungan chi-square yang telah dilakukan