Claim Missing Document
Check
Articles

Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Amanda Putri Enlisia; Swasono Rahardjo; Sisworo Sisworo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 12: DESEMBER 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i12.14347

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe students' difficulties in mathematicals problem solving based on Polya's. The subjects in this study were 2 students of class VII. This type of research is descriptive qualitative. Data collection techniques through problem solving tests and interviews. The results of this study are (1) steps to understanding the problem that students have difficulty in understanding the sentences or terms contained in the problem, and students also have difficulty in finding keywords in the problem; (2) steps to devising the plan that students cannot make a mathematical model; (3) steps to carry out planning are students don’t understand the given problem and aren’t yet right in making mathematical models; (4) the step of looking back is that students don’t understand how to look back correctly and students are still lazy in checking the correctness of the answers.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan langkah Polya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui tes pemecahan masalah dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah (1) langkah memahami masalah yaitu siswa kesulitan dalam memahami kalimat atau istilah-istilah yang terdapat pada soal, dan siswa juga kesulitan dalam menemukan kata kunci pada soal; (2) langkah merencanakan masalah yaitu siswa belum dapat membuat model matematika; (3) langkah melaksanakan perencanaan adalah siswa kurang paham dengan masalah yang diberikan dan belum tepat dalam membuat model matematika; (4) langkah melihat kembali adalah siswa belum paham bagaimana cara melihat kembali dengan benar dan siswa masih malas dalam mengecek kebenaran jawaban.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Wafirotul ‘Ulya; Sudirman Sudirman; Swasono Rahardjo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 5: MEI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i5.14859

Abstract

Abstract: This study described student mathematical communication ability in problem solving linear systems with three variables. Subjects were 3 students, student of mathematical communication of high ability (S1), medium (S2) and low (S3). The indicators of mathematical communication that used in this research are adapted from the NCTM (2000). Data collection was carried out by administering test and conducting interview. Results showed that the student mathematical communication of high ability meet all indicators mathematical communication ability, student mathematical communication of medium meet one indicator mathematical communication ability and student mathematical communication of low do not meet all indicators mathematical communication ability.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel. Subjek penelitian adalah tiga siswa, yaitu siswa berkemampuan komunikasi matematis tinggi (S1), sedang (S2) dan rendah (S3). Indikator dalam penelitian ini diadaptasi dari indikator NCTM (2000). Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian lembar tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang kemampuan komunikasi matematis tinggi mampu memenuhi semua indikator komunikasi matematis, siswa yang kemampuan komunikasi matematis sedang memenuhi satu indikator komunikasi matematis dan siswa yang komunikasi matematis rendah tidak memenuhi semua indikator komunikasi matematis.
PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TRIGONOMETRI PADA SISWA KELAS X Khusnul Khotimah; Ipung Yuwono; Swasono Rahardjo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.11, Nopember 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.563 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i11.8010

Abstract

Inquiry learning is learning that engages students directly and in finding the optimal mathematical concepts. The purpose of this research is to describe the inquiry learning to improve students' learning outcomes in trigonometry material. Subjects were students of class X Preparation Graphic (PS-B) SMK Negeri 4 Malang year 2015/2016 which amounted to 32 students. This type of research is classroom action research. Inquiry learning is done consists of orientation, define problems, formulate hypotheses, collect data, test hypotheses and drawing conclusions. Based on the measures of inquiry that students formed into groups, students discuss up with students drawing conclusions from a comparison of trigonometry. The results showed that the application of this inquiry learning increase understanding of trigonometry concepts based on observations obtained with the activities of teachers and students in both categories, while the final test results obtained measures students' test results also in both categories.Pembelajaran inkuiri merupakan pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dan optimal dalam menemukan konsep Matematika. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi trigonometri. Subjek penelitian ialah siswa kelas X Persiapan Grafika (PS-B) SMK Negeri 4 Malang tahun 2015/2016 yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. Pembelajaran inkuiri yang dilakukan terdiri atas orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan merumuskan kesimpulan. Berdasarkan langkah-langkah inkuiri tersebut siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok, siswa berdiskusi sampai dengan siswa merumuskan kesimpulan dari perbandingan trigonometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri ini meningkatkan hasil belajar materi trigonometri dan berdasarkan pengamatan diperoleh aktivitas guru dan siswa dalam kategori baik, sedangkan hasil tes akhir tindakan diperoleh hasil tes siswa juga dalam kategori baik.
Proses Berpikir Siswa Berkecerdasan Matematis Logis Dalam Menyelesaikan Masalah Matematis “Ill Structured Problems” Siti Nurjanah; Erry Hidayanto; Swasono Rahardjo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 11: NOVEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i11.12977

Abstract

Abstract: Understanding the thinking process of students in mathematical problem solvingis very important for the teacher. Every student has different abilities in problems solving. Ill structured problems depend on the type of intelligence they have. This research uses descriptive qualitative research. The purpose of this study is to describe the thinking process of students with logical mathematical intelligence in solving limited mathematical information problems. The subject of this study consisted of one grade VIII junior high school student who had high logical mathematical intelligence. The results showed that the thinking process of students with logical mathematical intelligence in completing "Ill structured problems" used several stages of completion in the form of: (1) solving the problem (parsing the problem) into several important parts, (2) connecting various information also used, and (3) completing by adding information and changing information, so that it will be easier to solve problems Ill structured problems.Abstrak: Memahami proses berpikir siswa dalam menyelesaikan  masalah matematika sangat penting bagi guru. Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam memecahkan masalah Ill structured problems tergantung dari jenis kecerdasan yang dimilikinya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa berkecerdasan matematis logis dalam menyelesaikan masalah matematis informasi terbatas. Subjek penelitian ini terdiri satu orang siswa kelas VIII SMP yang memiliki kecerdasan matematis logis yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir siswa berkecerdasan matematis logis dalam menyelesaikan “Ill structured problems” menggunakan beberapa tahap penyelesaian berupa (1) memecah masalah (mengurai masalah) menjadi beberapa bagian penting, (2) menghubungkan berbagai informasi juga digunakan, dan (3) menyelesaikan dengan cara menambah informasi dan mengubah informasi sehingga akan lebih mudah dalam menyelesaikan masalah Ill structured problems.
Kesulitan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Widi Pradini; Gatot Muhsetyo; Swasono Rahardjo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 1: JANUARI 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i1.13126

Abstract

Abstract: Mathematical word problem is one of the difficult problems to solve. The purpose of this research is to describe the difficulties of SMP Negeri 1 Karanngejo students when solving word problem about system of linear equation in two variables. Data collection is done by using test and direct interview to 3 research subjects. Data is analyzed qualitatively through data reduction, data presentation, and drawing conclusion. The result of the research show that student difficulties lie on the devise a plan step, those are difficulty to transform relevant information into variable and difficulty to construct linear equation in two variables that represents the relation between relevant information in the word problem.Abstrak: Soal cerita matematika merupakan salah satu soal yang sulit diselesaikan oleh siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa SMP Negeri 1 Karangrejo saat menyelesaikan soal cerita matematika tentang materi sistem persamaan linear dua variabel. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara langsung terhadap tiga subjek penelitian. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan dialami siswa pada tahap merencanakan penyelesaian masalah, yaitu kesulitan dalam mengubah informasi relevan ke dalam variabel dan kesulitan dalam menyusun persamaan linear dua variabel yang menunjukkan hubungan antar informasi relevan dalam soal cerita.
Kesalahan Representasi Siswa dengan Kemampuan MatematikaTinggi dalam Menyelesaikan Masalah Perbandingan Muhammad Galih Atmaja; Tjang Daniel Chandra; Swasono Rahardjo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 4: APRIL 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i4.13401

Abstract

Abstract: This study aims to describe the misrepresentation of students with high mathematical ability in solving comparative problems. This type of research is descriptive research. The subjects in this study were one grade VIII J student at SMP Negeri 1 Ngunut Tulungagung. In this study, data collection techniques used were tests to solve problems of comparison and interviews with students. Comparative test sheets and interview guidelines were used as instruments in this study. The results of this study are students with high mathematical ability to make visual and verbal representational errors at the step of understanding a problem. At the step of devising a plan, carrying out the plan and looking back the symbol representation error.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kesalahan representasi siswa berkemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan masalah perbandingan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah satu siswa kelas VIII J di SMP Negeri 1 Ngunut Tulungagung. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes menyelesaikan masalah perbandingan dan wawancara dengan siswa. Lembar tes soal perbandingan dan pedoman wawancara digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah siswa yang berkemampuan matematika tinggi melakukan kesalahan representasi visual dan verbal pada tahap memahami masalah. Pada tahap merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali melakukan kesalahan representasi simbol.
PENGEMBANGAN LKS BERCIRIKAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK SISWA SMP AR-ROHMAH MALANG KELAS VII Ayu Rahayu; Gatot Muhsetyo; Swasono Rahardjo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.6, Juni 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.351 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i6.6370

Abstract

The research objective of this development is to produce mathematical Student Worksheet (LKS) is characterized by problem based learning to VII grade. In addition, this study also was conducted to determine the criteria LKS is generated based on the aspect of validity, practicality and effectiveness. The kind of research this is the development of research. The development of this research designed by following phases Plomp model of development, namely: prelimininary research, prototyping phase, and assesment phase. The subjects of this research is students of VII grade Ar-Rohmah junior high school Malang academic year 2015/2016 as many as 27 students. From the results of the field trials, found that LKS developed have valid criteria, practical, and effectiveTujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) matematika bercirikan pembelajaran berbasis masalah untuk kelas VII SMP. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui kriteria LKS yang dihasilkan berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini dirancang dengan mengikuti tahap-tahap model pengembangan Plomp, yaitu: penelitian awal, tahap prototipe, dan tahap penilaian. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Ar-Rohmah Malang tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 27 siswa. Dari hasil uji coba lapangan, diperoleh bahwa LKS yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.
Deskripsi Representasi Matematis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal PISA Lailin Hijriani; Swasono Rahardjo; Rustanto Rahardi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 5: MEI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.496 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i5.11061

Abstract

Abstract: The aims of this research is to describe students’ mathematical representation ability in solving PISA test. Data were collected by using test instrument and interview. The test was tested to 31 students and one of them choosen as a research subjects and analyzied by qualitative descriptive technique. The research results are research subject works PISA test which given using by visual and simbolic representation and the lack of accuracy causing the research subject has not constructed a properly created visual and simbolic representation.Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal PISA. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen soal tes dan wawancara. Soal tes diujikan kepada 31 siswa dan satu siswa dijadikan sebagai subjek penelitian dan dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu subjek penelitian mengerjakan soal PISA yang diberikan dengan menggunakan representasi visual dan simbolik serta serta kurangnya ketelitian yang dimiliki subjek menjadi penyebab ketidakmampuan subjek untuk mengonstruksi representasi visual dan simbolik secara benar.
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa SMA Kelas X Dalam Menyelesaikan Soal Tipe Pisa Konten Change and Relationship Rohmah Nila Farida; Abd Qohar; Swasono Rahardjo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan capaian kemampuan literasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal tipe PISA konten change and relationship. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan literasi matematis dan wawancara. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X SMAN Mojoagung Tahun Pelajaran 2021/2022 yang masing-masing satu orang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Data yang didapatkan kemudian direduksi dan dianalisis secara kualitatif dengan memperhatikan indikator-indikator kemampuan proses matematis siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi mampu menunjukkan kemampuan literasi matematis yang baik, yakni siswa mampu memenuhi ketiga aspek proses matematis yakni formulate, employ dan interprete dengan baik. Siswa berkemampuan sedang hanya mampu memenuhi dua indikator pada aspek proses matematis yakni formulate dan employ. Siswa berkemampuan rendah tidak dapat memenuhi seluruh indikator pada aspek proses matematis, siswa berkemampuan rendah hanya memenuhi satu aspek proses matematis yakni formulate. Bagi peneliti selanjutnya, agar meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kemampuan literasi matematis pada jenjang SMA/sederajat.
Kemampuan Representasi Simbolik Mahasiswa Calon Guru dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Perbedaan Gender Putri Ayu Kusgiarohmah; Sudirman Sudirman; Swasono Rahardjo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i1.1135

Abstract

BNSP telah mengatur standar profesionalitas guru dalam mengajar. Standar tersebut antara lain, guru wajib menguasai materi, struktur konsep, dan pola pikir keilmuan yang dapat mendukung proses pembelajaran matematika. Standar profesionalitas guru tersebut ditujukan agar guru mampu membantu dan membimbing peserta didik dalam mencapai tujuan belajarnya. Namun, hasil observasi mahasiswa calon guru matematika di salah satu universitas yang berada di Malang menunjukkan jika mereka masih mengalami kesulitan dalam membuat representasi matematis. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi simbolik mahasiswa calon guru ditinjau dari perbedaan gender. Perbedaan gender dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan apakah perbedaan gender dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam membuat representasi matematis. Pendekatan Mixed Methods dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dipilih untuk menjabarkan tujuan penelitian. Data dikumpulkan melalui kegiatan dokumentasi dan tes. Tes diberikan kepada 35 mahasiswa calon guru dengan jurusan Pendidikan Matematika di salah satu universitas yang ada di Malang. Sebanyak 4 mahasiswa yang terdiri dari 2 mahasiswa perempuan dan 2 mahasiswa laki-laki dipilih untuk dikaji lebih rinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perempuan lebih ulet dan teliti dalam menyelesaikan masalah matematis. Mereka mampu membuat representasi simbolik dari masalah yang diberikan. Mahasiswa perempuan juga membuat interpretasi dari simbol-simbol yang digunakan dalam selesaian masalah. Berbeda dengan mahasiswa laki-laki. Mereka lebih cenderung langsung menginputkan bilangan-bilangan yang termuat di soal kedalam algoritma selesaian masalah.
Co-Authors ., Humaidi Abdur Rahman As’ari Alfiani Athma Putri Rosyadi Amanda Putri Enlisia Amrul Maf'ula, Afia Anggraini, Elisa Anies Fuady Annisa Khoiriyah Arif Fatahillah Atmaja, Muhammad Galih Ayu Rahayu Ayu Wanlin, Agnes Putri ‘Ulya, Wafirotul Cholis Sa’dijah Devi Nur Afifah Dhea Aranova Br Simatupang, Christine Dian Permatasari Didimus Nuham, Didimus Dyah Lestari Eka Kurniawan Erry Hidayanto Fawaiz, Kirana Rokhimatul Fazrianto Suwarman, Ramdhan Fidia Lestariningsih Flavia Aurelia Hidajat, Flavia Aurelia Gatot Muhsetyo HAFIIZH, MOCHAMMAD Heri Prianto Hijriani, Lailin I Nengah Parta Imam Agus Basuki Indah Septiana, Indah Ipung Yuwono Ipung Yuwono Janah, Miftakul Juliani Faisal, Nadila Khalisa Naura Imanda Khusnul Khotimah Kiki Fauziah Kusumaningtyas, Nopem Lailin Hijriani Larasati, Annisa Maidina, Nindia Mia Mohammad Archi Maulyda Mohammad Arief Mohammad Faizal Amir Muhammad Galih Atmaja Mukhammad Solikhin Ningrum, Citra Setya Novi Nurhayati Nur Atikah Oktoviana, Lucky Tri Pratiwi Dwi Warih Sitaresmi Pujianto Pujianto Pujianto Pujianto Purbo Suwasono Purwanto Purwanto Purwanto Putra, Dheny Andika Putri Ayu Kusgiarohmah Putri Raznia Safira Qohar, Abd. Rahmatia Rahmatia Rani Puspita Rahayu Rohmah Nila Farida Rustanto Rahardi Savitri, Intan Carolina Setiawan, Toto’ Bara Sigmamitha Aghni Izzananda Sisworo Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Nurjanah Sri Mulyati Subanji Subanji Sudirman Sudirman Suryani, Ani Wilujeng Susilo, Claudya Zahrani Susiswo Syaiful Hamzah Nasution Tjang Daniel Chandra Toto Nusantara Trianingsih Eni Lestari Umi Fitria Ayu Wafirotul ‘Ulya Widi Pradini Widiyatna, Alfiah Widodewi, Rini Wimelia Citra Rahmadani Yundari, Yundari