Claim Missing Document
Check
Articles

Proses Pemecahan Masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Berdasarkan Tahapan Mason Ditinjau dari Tipe Adversity Quotient Novi Nurhayati; Subanji Subanji; Swasono Rahardjo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i1.1239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemecahan masalah matematika sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan tahapan Mason ditinjau dari tipe adversity quotient (AQ). Penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan data berdasarkan angket Adversity Response Profile (ARP) dilaksanakan di MTs Negeri 1 Kota Bima pada 119 siswa kelas IX. Penelitian yang dipilih dalam penelitian ini mempertimbangkan siswa yang memiliki tingkat AQ tinggi (climber), AQ sedang (camper) dan AQ rendah (quitter) berdasarkan angket ARP. Instrument yang digunakan adalah angket, lembar tes dan wawancara. Untuk mendeskripsikan secara kualitatif maka diambil 6 siswa yang diambil masing-masing 2 siswa berdasarkan setiap kategori Adversity Quotient dengan rekomendasi guru dan kesediaan siswa menjadi subjek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses pemecahan masalah siswa berdasarkan tahapan Mason, dimana siswa dapat memenuhi semua tahapan Mason: entry, attack, dan review. Untuk siswa camper hanya memenuhi tahapan entry dan attack saja. Sedangkan siswa quitter belum mampu memenuhi semua aspek entry, attack, dan review.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Tipe Campers dalam Menyelesaikan Soal Cerita Khalisa Naura Imanda; Rustanto Rahardi; Swasono Rahardjo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i2.1372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa bertipe Camper dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan tahapan pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya. Materi yang diujikan yaitu Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini terdiri dari tiga siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nganjuk. Pemilihan subjek penelitian diawali dengan memberikan angket Adversity Response Profile (ARP) pada 27 siswa. Subjek penelitian yang dipilih adalah siswa yang bertipe campers. Siswa yang bertipe campers memiliki skor sebesar 95 s/d 134. Subjek penelitian terpilih lalu diminta untuk mengerjakan tes tulis pemecahan masalah dan kemudian dilanjutkan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket Adversity Response Profile (ARP), tes pemecahan masalah, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa bertipe campers tidak dapat memenuhi semua tahapan polya. Subjek C1 hanya mampu memenuhi sampai tahapan kedua polya yaitu merencanakan penyelesaian masalah. Sedangkan pada subjek C2 dan C3 hanya mampu memenuhi tahapan pertama polya yaitu memahami masalah.
Analisis Koneksi Matematis Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Penyajian Data dalam Diagram dan Pemberian Scaffoldingnya Putri Raznia Safira; Erry Hidayanto; Swasono Rahardjo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2252

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan koneksi matematis Mahasiswa dalam menyelesaikan masalah penyajian data dalam diagram dan pemberian scaffoldingnya. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 mahasiswa Pendidikan Matematika kelas offering D Universitas Negeri Malang. Pemilihan subjek penelitian menggunakan cara purposive sampling dimana didasarkan pada proses penyelesaian tes koneksi matematis yang benar namun masih banyak proses yang salah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui tes serta wawancara. Teknik analisis data mengikuti model Miles dan Huberman dengan uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koneksi matematis mahasiswa dalam menyelesaikan masalah penyajian data masih rendah ditunjukkan dengan adanya kesalahan mahasiswa dalam mengoneksikan antar konsep matematika, dan ide matematika dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan scaffolding yang peneliti terapkan pada bentuk reviewing adalah dengan meminta mahasiswa untuk menjelaskan langkah-langkah penyelesaian maksud dari isitilah-istilah yang digunakan. Sedangkan pada bentuk restructuring, peneliti memberikan pertanyaan yang mengarahkan mahasiswa untuk memparafrase masalah, dan kata kunci permasalahan. Selain pada developing conceptual thinking, peneiliti mengarahkan mahasiswa untuk menghubungkan informasi yang diperoleh dari masalah dengan konsep matematika yang telah dipelajari sebelumnya, dan melibatkan mahasiswa untuk berdiskusi bersama guna membangun pemahaman konseptual terkait penyelesaian masalah. Temuan ini diharapkan dapat memperbaiki cara pendidik dalam mengajarkan statistika deskriptif, terutama konsep penyajian data dalam diagram yang sedemikian hingga membantu koneksi matematis mahasiswa.
Analisis Literasi Matematis Mahasiswa pada Masalah Ukuran Pemusatan Data Berbasis Evaluasi Umi Fitria Ayu; Erry Hidayanto; Swasono Rahardjo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2313

Abstract

Tingkat literasi matematis mahasiswa pada kelompok kemampuan tinggi hanya mampu mencapai level 4. Artinya, mereka masih mengalami kesulitan pada masalah literasi level 5 yang juga merupakan masalah berbasis evaluasi. Untuk itu, penelitian ini bertujuan menganalisis literasi mahasiswa pada masalah berbasis evaluasi terkait ukuran pemusatan data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek pada penelitian ini diambil dari 39 mahasiswa S1 Matematika di Universitas Negeri Malang yang mengikuti tes. Kemudian, dipilih tiga mahasiswa yang hasil pekerjaannya mewakili keseluruhan. Ketiga mahasiswa tersebut dikategorikan dalam kelompok kemampuan matematis rendah, sedang, dan tinggi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes tertulis dan pedoman wawancara. Data dalam penelitian ini meliputi hasil tes tertulis dan hasil wawancara. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yakni reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kemampuan matematis rendah tidak mampu memenuhi tahapan merumuskan, menerapkan, dan menginterpretasi dalam literasi matematis berbasis evaluasi. Mahasiswa dengan kemampuan matematis sedang hanya mampu mencapai tahapan merumuskan masalah. Sedangkan, mahasiswa dengan kemampuan matematis tinggi sudah mampu mencapai tahapan interpretasi dalam menyelesaikan masalah literasi matematis berbasis evaluasi. Meski demikian, mereka tidak mampu membuat argumen berdasarkan hasil matematis yang diperoleh ke dalam konteks permasalahan.
Representation of Trigonometry Graph Funcsion Colage Students Using GeoGebra Mohammad Archi Maulyda; Erry Hidayanto; Swasono Rahardjo
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 2, No 4 (2019)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.684 KB) | DOI: 10.33122/ijtmer.v2i4.100

Abstract

This descriptive qualitive research aims to describe the forms of mathematics representation that appear among college students whom try to understand the relation between the change of trigonometry function coefficient and its graph through GeoGebra media. A class consists of 30 college students choosen as research subjects and they are given worksheets. From their work, it can be seen that there are 3 types of tendency of representation forms which is used by college students to solve their worksheet. From each type of tendency, a worksheet of student is choosen randomly for further investigation since it can represent others’ work. The research result shows that college students represent GeoGebra view in 3 forms. They are verbal representation, mathematics expression representation, and visual representation.
Interferensi Berpikir Siswa dalam Memecahkan Masalah Deret Aritmetika dan Geometri Sigmamitha Aghni Izzananda; Susiswo Susiswo; Swasono Rahardjo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.1979

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan interferensi berpikir siswa yang mengalami interferensi proaktif dan retroaktif dalam memecahkan masalah deret aritmetika dan geometri. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XII MIPA-5 SMA Negeri 1 Kutorejo. Siswa menyelesaikan tes yang terdiri dari satu masalah deret aritmetika dan satu masalah deret geometri. Siswa yang terpilih menjadi subjek penelitian adalah siswa yang mengalami dua kategori interferensi yaitu interferensi proaktif dan interferensi retroaktif sekaligus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan metode deskriptif untuk memperoleh hasil yang dideskripsikan berdasarkan teori pemrosesan informasi dan struktur berpikir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya interferensi dikarenakan terdapat kemiripan antara masalah deret aritmetika dan geometri yaitu ketika siswa menentukan nilai beda ( ) dan rasio ( ). Interferensi proaktif terjadi ketika siswa memecahkan masalah deret geometri menggunakan konsep deret aritmetika. Dan sebaliknya, interferensi retroaktif terjadi ketika siswa memecahkan masalah aritmetika menggunakan konsep deret geometri. Interferensi proaktif dan retroaktif terjadi secara bersamaan dikarenakan konstruksi konsep deret aritmetika dan geometri yang masih samar-samar.
ANALOGICAL REASONING PROCESS OF PROSPECTIVE TEACHERS TO PRODUCE NON-ANALOG PROBLEMS Mohammad Faizal Amir; Purwanto Purwanto; Sudirman Sudirman; Swasono Rahardjo
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i1.9112

Abstract

Prospective teachers often have difficulty in posing problems. This indicates unsuccessful analogical reasoning, so prospective teachers produce non-analog problems. Therefore, a study is needed to trace the process of unsuccessful analogical reasoning of prospective teachers so that they can produce non-analog problems. The research aims to describe the analogical reasoning process of prospective teachers that causes prospective teachers to produce non-analog problems. The research method used a case study with a qualitative approach. The participating research subjects were prospective teachers from one of the universities in Sidoarjo, East Java, Indonesia. The research subjects are prospective teachers who are asked to generate analog problems but produce non-analog problems. The research instruments included analog problem posing tasks and interviews. The analogical reasoning process of prospective teachers can be traced through process components or activities in terms of retrieval, structuring, representation, mapping, application, and verification. Prospective teachers generate non-analog problems, starting with inappropriate activities in object retrieval and source problem solving. The structuring and representation of analog source objects were not successfully done by prospective teachers, resulting in non-analog problems. This impacted the next activities, namely mapping, application, and verification which were unsuccessful in producing solutions to analog target problems.Calon guru seringkali mengalami kesulitan dalam mengajukan masalah. Hal ini menunjukkan penalaran analogi yang tidak berhasil, sehingga calon guru menghasilkan masalah non-analog. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu penelitian untuk menelusuri proses ketidakberhasilan penalaran analogi calon guru sehingga dapat menghasilkan masalah non-analog. Tujuan peneltian adalah untuk mendeskripsikan proses penalaran analogi calon guru yang menjadi sebab calon guru menghasilkan masalah non-analog. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang berpartisipasi merupakan calon guru dari salah satu Perguruan Tinggi di Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Dalam hal ini, subjek penelitian adalah calon guru yang diminta untuk menghasilkan masalah analog namun menghasilkan masalah non-analog. Instrumen penelitian meliputi tugas pengajuan masalah analog dan wawancara. Proses penalaran analogi calon guru dapat ditelusuri melalui komponen proses atau aktivitas dalam hal pemanggilan, penataan, representasi, pemetaan, penerapan, dan pemeriksaan. Calon guru menghasilkan masalah non-analog diawali dengan aktivitas tidak tepat pada pemanggilan objek-objek dan penyelesaian masalah sumber. Penataan dan representasi objek-objek sumber yang analog tidak berhasil dilakukan calon guru, sehingga menghasilkan masalah non-analog. Hal ini berdampak pada aktivitas berikutnya, yaitu pemetaan, penerapan, dan pemeriksaan yang tidak berhasil untuk menghasilkan solusi dari masalah target yang bersifat analog.  
Analisis cluster dan analisis diskriminan untuk mengelompokkan provinsi berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Indonesia tahun 2009, 2010, dan 2011 Widiyatna, Alfiah; Rahardjo, Swasono
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um067v2i102022p5

Abstract

Kemiskinan merupakan suatu keadaan yang terjadi karena ketidakmampuan seseorang untuk mencukupi kebutuhan pokok minimum seperti pangan, sandang, kesehatan, perumahan, dan pendidikan yang diperlukan untuk bisa bertahan hidup. Ada banyak faktor yang mempengaruhi suatu daerah dikatakan miskin, salah satunya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Upah Minimum Provinsi (UMP), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dalam mengelompokkan daerah berdasarkan faktor yang mempengaruhi kemiskinan digunakan analisis cluster dan analisis diskriminan untuk menentukan fungsi diskriminan. Berdasarkan analisis cluster diperoleh kelompok dengan tingkat kemiskinan tertinggi terdiri atas 7 provinsi, kelompok dengan tingkat kemiskinan ke-2 terdiri atas 8 provinsi, tingkat kemiskinan ke-3 terdiri atas 3 provinsi, dan kelompok dengan tingkat kemiskinan terendah terdiri atas 4 provinsi. Sedangkan fungsi diskriminan yang akurat untuk data tahun 2009 adalah D_1=1,165X_1+1,087X_2+0,098X_3, dan D_2=0,818X_1-1,146X_2+0,664X_3. Tahun 2010 adalah D_1=1,171X_1-0,811X_2+1,088X_3, D_2=1,064X_1+1.043X_2-0,596X_3 dan D_3=-0,794X_1+0,763X_2+0,962X_3. Tahun 2011 adalah D_1=0.623X_1+2.202X_2+0,289X_3, D_2=0,841X_1-0,648X_2+0,815X_3, dan D_3=-0,939X_1+0,338X_2+0,920X_3. Sedangkan gabungan data tahun 2009-2011 adalah D_1=1,253X_1+0,777X_2+0,208X_3, D_2=-0,838X_1+1,394X_2-0,391X_3, dan D_3=-0,829X_1+0,363X_2+1,287X_3.
Analisis faktor eksploratori komponen utama penyebab inflasi di kota Malang Larasati, Annisa; Rahardjo, Swasono
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um067v2i102022p8

Abstract

Inflasi merupakan suatu keadaan dimana terjadi proses kenaikan harga berlangsung terus-menerus dan saling mempengaruhi. Inflasi menjadi konsentrasi utama setiap negara dalam pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakatnya, karena kestabilan harga menjadi cermin dari kestabilan ekonomi suatu negara dan menimbulkan ketenangan dalam politik dan pemerintahan. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor penyebab inflasi di Kota Malang dengan cara mereduksi variabel-variabel awal menjadi faktor baru. Cara mereduksi variabel-variabel tersebut adalah dengan analisis faktor eksploratori komponen utama. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok bahan makanan ( ), kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau ( ), kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar ( ), kelompok sandang ( ), kelompok kesehatan ( ), kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga ( ), kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan ( ), serta laju inflasi bulanan Kota Malang . Dari hasil penerapan analisis komponen utama, diperoleh sebanyak tiga faktor baru yang terbentuk. Dari tiga faktor baru yang terbentuk dan diregresikan dengan inflasi, diperoleh kesimpulan bahwa besar pengaruh yang mampu dijelaskan oleh faktor 1, 2, dan 3 terhadap laju inflasi adalah 93,7%, sedangkan sisanya dipengaruhi variabel lain, seperti penambahan pencetakan uang baru, kekacauan politik, dll.
Kajian penaksiran parameter regresi robust untuk data outlier (pencilan) dengan estimasi-mm Ningrum, Citra Setya; Rahardjo, Swasono
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um067v2i102022p10

Abstract

Hubungan linear variabel terikat dan variabel bebas dapat diwujudkan dalam suatu model regresi. Dalam memodelkan suatu regresi dibutuhkan metode penaksiran. Metode penaksiran parameter model dengan Metode Kuadrat Terkecil (MKT) akan menghasilkan kesimpulan yang tidak sempurna apabila diketahui data yang memuat pencilan. Karena adanya pencilan menyebabkan penaksiran koefisien regresi yang dihasilkan tidak tepat. Oleh karena itu, diperlukan metode penaksiran parameter regresi yang kekar terhadap keberadaan pencilan, yaitu regresi robust. Regresi robust merupakan salah satu analisis statistik terutama analisis regresi yang digunakan untuk mengatasi pencilan yang tidak perlu dihapus dari data. Regresi ini memiliki beberapa metode penaksiran salah satunya adalah estimasi-MM yang diperkenalkan oleh Yohai (1987). Estimasi ini merupakan gabungan dari metode estimasi-S (High Breakdown) dan metode estimasi-M. Sebelum menaksir dengan estimasi-MM, data diidentifikasi untuk melihat pencilan dengan menggunakan metode grafis (Scatterplot), boxplot, dan sebagainya. Pada kasus ini dalam mengestimasi parameter regresi dengan software SAS 9.1, Minitab 16, dan SPSS 21.Analisis ini bertujuan untuk mengetahui dampak pencilan terhadap hasil penaksiran dari estimasi-MM dan MKT dengan penghapusan pencilan serta menentukan metode terbaik antara keduanya. Data yang digunakan adalah data sekunder yang memuat pencilan. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh terhadap hasil analisis regresi yang terlihat pada perubahan nilai dan tanda koefisien regresi, serta nilai R^2. Berdasarkan kriteria keakuratan model R^2 yang dihasilkan menunjukkan bahwa nilai R^2 MKT dengan menghapus pencilan lebih tinggi dibanding nilai R^2 estimasi-MM. Meskipun nilai keakuratannya lebih tinggi MKT dengan menghapus pencilan tetap saja lebih baik menggunakan estimasi-MM untuk menaksir parameter model regresi pada data yang memuat pencilan. Hal ini karena estimasi-MM dapat menaksir parameter pada data yang memuat pencilan tanpa menghapus pencilan tersebut, tetapi hanya menurunkan bobot dari pencilan tersebut. Berbeda dengan MKT, apabila data memuat pencilan untuk mendapatkan model regresi yang baik data pencilan tersebut dihapus. Padahal menghapus data bukan tindakan baik, dengan menghapus sebagian data berarti mengubah data aslinya sehingga kebenaran hasil prediksi masih dipertanyakan.
Co-Authors ., Humaidi Abdur Rahman As’ari Alfiani Athma Putri Rosyadi Amanda Putri Enlisia Amrul Maf'ula, Afia Anggraini, Elisa Anies Fuady Annisa Khoiriyah Arif Fatahillah Atmaja, Muhammad Galih Ayu Rahayu Ayu Wanlin, Agnes Putri ‘Ulya, Wafirotul Cholis Sa’dijah Devi Nur Afifah Dhea Aranova Br Simatupang, Christine Dian Permatasari Didimus Nuham, Didimus Dyah Lestari Eka Kurniawan Erry Hidayanto Fawaiz, Kirana Rokhimatul Fazrianto Suwarman, Ramdhan Fidia Lestariningsih Flavia Aurelia Hidajat, Flavia Aurelia Gatot Muhsetyo HAFIIZH, MOCHAMMAD Heri Prianto Hijriani, Lailin I Nengah Parta Imam Agus Basuki Indah Septiana, Indah Ipung Yuwono Ipung Yuwono Janah, Miftakul Juliani Faisal, Nadila Khalisa Naura Imanda Khusnul Khotimah Kiki Fauziah Kusumaningtyas, Nopem Lailin Hijriani Larasati, Annisa Maidina, Nindia Mia Mohammad Archi Maulyda Mohammad Arief Mohammad Faizal Amir Muhammad Galih Atmaja Mukhammad Solikhin Ningrum, Citra Setya Novi Nurhayati Nur Atikah Oktoviana, Lucky Tri Pratiwi Dwi Warih Sitaresmi Pujianto Pujianto Pujianto Pujianto Purbo Suwasono Purwanto Purwanto Purwanto Putra, Dheny Andika Putri Ayu Kusgiarohmah Putri Raznia Safira Qohar, Abd. Rahmatia Rahmatia Rani Puspita Rahayu Rohmah Nila Farida Rustanto Rahardi Savitri, Intan Carolina Setiawan, Toto’ Bara Sigmamitha Aghni Izzananda Sisworo Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Nurjanah Sri Mulyati Subanji Subanji Sudirman Sudirman Suryani, Ani Wilujeng Susilo, Claudya Zahrani Susiswo Syaiful Hamzah Nasution Tjang Daniel Chandra Toto Nusantara Trianingsih Eni Lestari Umi Fitria Ayu Wafirotul ‘Ulya Widi Pradini Widiyatna, Alfiah Widodewi, Rini Wimelia Citra Rahmadani Yundari, Yundari