Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Berpikir Kreatif Matematis Siswa SD Bergaya Kognitif Field Independent dalam Menyelesaikan Soal Open Ended Fals Aldino; Makbul Muksar; Erry Hidayanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 5: MEI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i5.14799

Abstract

Abstract: Describing the level of creative thinking ability of elementary school students with field independent cognitive style in solving open ended questions is the goal of this study. The indicators used to observe the level of creative thinking ability, namely, fluency, flexibility, and originality are divided into five levels, but findings in the field there are only three levels, namely tbk1, tbk3, and tbk4. The subjects in this study were 3 grade vb students of sd islam mohamad hatta who had a field independent cognitive style with a classification of high, medium and low mathematical abilities. In this study, data were obtained by means of the group embedded figures test (geft), open-ended questions, and interviews. The results of this study indicate that the level of creative thinking that can be identified, namely fd students with high mathematical abilities meet the indicators of creative thinking aspects of fluency, flexibility and novelty so that they are included in the very creative category (tbk4), fd students with moderate mathematical abilities meet the indicators of creative thinking aspects of fluency and flexibility but does not meet the novelty aspect so that it is declared creative (tbk 3) and fd students with low math abilities are only able to meet the fluency aspect so they are declared less creative (tbk 1).Abstrak: Mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa SD yang bergaya kognitif field independent dalam menyelesaikan soal open ended merupakan tujuan dari penelitian ini. Indikator yang di gunakan untuk mengamati tingkat kemampuan berpikir kreatif, yaitu, fluency (kelancaran), fleksibility (keluwesan), dan originality (kebaruan) dibagi menjadi lima tingkatan, namun temuan di lapangan hanya terdapat tiga tingkatan yaitu TBK1, TBK3, dan TBK4. Subjek pada penelitian ini merupakan tiga siswa kelas Vb SD Islam Mohamaad Hatta yang memiliki gaya kognitif field independent dengan klasifikasi kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Pada penelitian ini data di peroleh dengan Group Embedded Figures Test (GEFT), tes soal open ended, serta wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat berpikir kreatif yang dapat diidentifikasi yaitu siswa FD berkemampuan matematika tinggi memenuhi indikator berpikir kreatif aspek kelancaran, keluwesan, dan kebaruan sehingga termasuk dalam kategori sangat kreatif (TBK4), siswa FD dengan kemampuan matematika sedang memenuhi indikator berpikir kreatif aspek kelancaran dan keluwesan namun tidak memenuhi aspek kebaruan sehingga dinyatakan kreatif (TBK 3) dan siswa FD berkemampuan matematika rendah hanya mampu memenuhi aspek kelancaran saja sehingga dinyatakan kurang kreatif (TBK 1).
Representasi Matematis Siswa Tuna Rungu dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Elis Dwi Wulandari; Erry Hidayanto; Rustanto Rahardi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 7: JULI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.209 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v4i7.12644

Abstract

Abstract: Mathematical representation is the way of communicating mathematical ideas and problems solutions. Communicating mathematical ideas requires external representation in the form of actions, verbal, symbolic, visual and real objects. This study aims to describe the form of representation of Deaf Students in solving mathematical story problems. The research was conducted by giving types of text questions as well as text and image questions to three DS at Banyuwangi State of Special Need High School. The results of student work analysis found that there are two types of mathematical representations that appear in solving story problems, namely verbal representation indicated by writing words, numbers, letters, sentences and oral and representation of mathematical expressions in the form of symbols and numbers. DS are able to representing, make mathematical symbols, explain in writing or sign language what they think are.Abstrak: Representasi matematis adalah cara mengomunikasikan ide-ide matematis maupun solusi permasalahan. Mengomunikasikan ide-ide matematis diperlukan representasi eksternal berbentuk tindakan, verbal, simbolik, visual dan objek nyata. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk representasi siswa Tuna Rungu dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Penelitian dilakukan dengan memberikan jenis soal teks serta soal teks dan gambar kepada tiga siswa TR di SMALBN Banyuwangi. Hasil analisis pekerjaan siswa ditemukan terdapat dua tipe bentuk representasi matematis yang muncul dalam menyelesaikan soal cerita, yaitu representasi verbal yang ditunjukkan dengan tulisan kata, angka, huruf, kalimat serta lisan dan representasi ekspresi matematis berupa simbol dan angka. Siswa TR mampu merepresentasikan, membuat simbol matematis, menjelaskan dengan tulisan maupun bahasa isyarat apa yang mereka pikirkan.
Penalaran Spasial Matematis Dimensi Persepsi dan Visualisasi Kelas VIII dalam Pemecahan Masalah Geometri Risna Zulfa Musriroh; Erry Hidayanto; Rustanto Rahardi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 11: NOVEMBER 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i11.15144

Abstract

Abstract: Mathematical spatial reasoning is needed to solve geometric problems. This study aims to describe the mathematical spatial reasoning of perception, namely describing objects when their position changes and visualization, which is describing the material that builds objects. The research subjects consisted of 6 students of class VIII including 2 students with highly capable, 2 students with moderately capable, and 2 students with lowly capable. The results showed that the ability of mathematical spatial perception and visualization in problem solving, namely: highly capable subjects can imagine and draw objects, moderately capable subjects can imagine objects but have not been able to draw objects correctly, and lowly capable subjects still have difficulty in describing objects.Abstrak: Penalaran spasial matematis diperlukan untuk memecahkan permasalahan geometri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran spasial matematis persepsi yaitu menggambarkan objek ketika posisinya berubah dan visualisasi yaitu menggambarkan materi yang membangun objek. Subjek penelitian terdiri dari enam siswa siswa kelas VIII, yaitu dua siswa berkemampuan tinggi, dua siswa berkemampuan sedang, dan dua siswa berkemampuan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan persepsi dan visualisasi spasial matematis pada soal pemecahan masalah,  yaitu subjek berkemampuan tinggi dapat membayangkan dan menggambar objek, subjek berkemampuan sedang dapat membayangkan objek namun belum dapat menggambar objek secara tepat, dan subjek berkemampuan rendah masih kesulitan dalam menggambarkan objek.
Proses Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Soal Higher Order Thinking Skills Berdasarkan Pemahaman Konseptual dan Prosedural Puji Astuti; Abdul Qohar; Erry Hidayanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 1: JANUARI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.023 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v4i1.11910

Abstract

Abstract: This study aims to describe the thinking process of students in solving Higher Order Thinking Skills problems based on conceptual and procedural understanding. This type of research is descriptive research. The subject of this study was the eighth-grade students of Ma’arif 3 Islamic Middle School Malang. The results of the study were obtained (1) Based on the conceptual understanding of the subject did not meet the indicators presenting concepts in various forms of mathematics, but fulfilling the indicators rewrite the concepts that had been studied and could apply the concepts algorithmically. (2) Based on procedural understanding the subject meets the indicators of choosing the right procedure in solving the problem, but it is not appropriate to know when and how to use the procedure and apply the procedure chosen to solve the problem.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skills berdasarkan pemahaman konseptual dan prosedural. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Islam Ma’arif 3 Malang. Hasil penelitian diperoleh (1) berdasarkan pemahaman konseptual subjek belum memenuhi indikator mempresentasikan konsep dalam berbagai bentuk matematika, tetapi memenuhi indikator menuliskan kembali konsep yang telah dipelajari dan dapat menerapkan konsep secara algoritma; (2) berdasarkan pemahaman prosedural subjek memenuhi indikator memilih prosedur yang tepat dalam menyelesaikan masalah, namun kurang tepat dalam mengetahui kapan dan bagaimana menggunakan prosedur tersebut dan mengaplikasikan prosedur yang dipilih untuk memecahkan masalah.
Penalaran Matematis Mahasiswa Calon Guru SD dalam Menyelesaikan Soal Problem Solving Anton Budi Jatmiko; Erry Hidayanto; Abdur Rahman As’ari
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 10: OKTOBER 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i10.15039

Abstract

Abstract: This paper examines the mathematical reasoning ability of prospective educator understudies in taking care of issues as problem solving. This paper aims to analyze how far the mathematical reasoning abilities of elementary school teacher candidates in solving problem solving problems. This study uses a qualitative approach with descriptive research. The results of this study indicate that the responses of prospective elementary school teacher students in solving problem solving problems are different at each level. The response can reflect the students' mathematical reasoning ability in solving problem.Abstrak: Makalah ini menganalisis kemampuan penalaran mahasiswa calon guru sekolah dasar dalam menangani soal pemecahan masalah. Tulisan ini bermaksud mengkaji seberapa jauh kemampuan penalaran matematis calon guru SD dalam mengerjakan soal pemecahan masalah. Ulasan ini menggunakan metodologi kualitatif dengan penelitian deskriptif. Efek samping dari tinjauan ini menunjukkan bahwa reaksi mahasiswa calon guru sekolah dasar dalam menangani masalah berbeda di setiap tingkat. Respon tersebut dapat mencerminkan kemampuan penalaran mahasiswa dalam mengatasi masalah.
Berpikir Kritis Siswa Melalui Aktivitas Problem Posing dengan Konteks Masalah yang Tidak Masuk Akal Muhammad Rizaldi; Erry Hidayanto; Rustanto Rahardi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 2: FEBRUARI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i2.14444

Abstract

Abstract: This study aims to describe students' critical thinking when peforming problem posing activities with the nonsense problem contexts. The result of this study shows that selected student in this study as subject reached all indicators of critical thinking. In the focus criteria, she was able to identify information from the given context. In the reason criteria, she was able to provide reasons why the given context does not make sense. In the inference criteria, she was able to pose new contexts and problems in accordance with the objectives of the initial problems so that the correct conclusions were obtained. In the situation criteria, she was able to connect relevant information, contexts and problems that she had created and the problem conclusion. In the clarity criteria, she wrote the solution of problem that she had posed correctly. In the overview criteria, she re-checked contexts and problems that she had posed, so that she got the problem solution which is systematic and complete.Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan berpikir kritis siswa pada saat melakukan aktivitas problem posing  dengan konteks masalah yang tidak masuk akal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang dipilih pada penelitian ini sebagai subjek penelitian telah mencapai semua indikator berpikir kritis. Pada kriteria focus, dia dapat mengidentifikasi informasi dari konteks yang diberikan. Pada kriteria reason, dia dapat memberikan alasan mengapa konteks yang diberikan tidak masuk akal. Pada kriteria inference, dia dapat mengajukan konteks dan masalah baru yang berhubungan dengan tujuan masalah sehingga diperoleh kesimpulan yang benar. Pada kriteria situation, dia dapat menghubungkan informasi yang relevan, konteks dan masalah yang dia buat, dan kesimpulan dari permasalahan. Pada kriteria clarity, dia menuliskan solusi dari masalah yang ia ajukan dengan benar. Pada kriteria overview, dia memeriksa konteks dan masalah yang dia ajukan, sehingga dia mendapatkan solusi permasalahan yang sistematis dan lengkap.
Media Pembelajaran Matematika Materi Kombinatorika Berbasis Media Interaktif pada Siswa SMK Ana Cholila; Purwanto Purwanto; Erry Hidayanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 4: APRIL 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i4.12379

Abstract

Abstract: The need for variations in learning resources for students of SMK Diponegoro Tumpang and the development of 2stcentury technology are the basis of this development research. The purpose of this paper is to describe the development of valid, practical and effective learning media for combinatoric material. This development uses the ADDIE model. The test subjects in the development of learning media consisted of expert validators, practitioner validators, observers, 5 students of class XII as group trials, and 22 students of class XII KPR as field trials. The instruments used were learning media, lesson plans, observation sheets, student response questionnaires, and teacher response questionnaires. The results of the development state that learning media are valid, practical, and very effective.Abstrak: Kebutuhan variasi sumber belajar bagi siswa SMK Diponegoro Tumpang dan perkembangan teknologi abad 21 merupakan dasar dari penelitian pengembangan ini. Tujuan penulisan ini adalah mendeskripsikan pengembangan media pembelajaran materi kombinatorika yang valid, praktis, dan efektif. Pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Subjek uji coba dalam pengembangan media pembelajaran ini terdiri dari validator ahli, validator praktisi, observer, 5 siswa kelas XII sebagai uji coba kelompok, dan 22 siswa kelas XII KPR sebagai uji coba lapangan. Instrumen yang digunakan adalah media pembelajaran, RPP, lembar observasi, angket respon siswa, dan angket respon guru. Hasil pengembangan menyatakan bahwa media pembelajaran valid, praktis, dan sangat efektif.
Proses Penalaran Matematis Siswa yang Memiliki Kecerdasan Emosional Tinggi dalam Memecahkan Masalah Persamaan Linier Satu Variabel Nana Maulidah Agustin; Erry Hidayanto; Tjang Daniel Chandra
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 5: MEI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i5.14761

Abstract

Abstract: This study aims to describe the mathematical reasoning process of students with high emotional intelligence. This research is a qualitative case study. The subject of this study was one student with high emotional intelligence. The instruments of this study are: emotional intelligence test, mathematical reasoning test, and interview guidelines. Based on the results of the study it was concluded that students who have high emotional intelligence do mathematical reasoning by submitting guesses, drawing conclusions from a statement, doing mathematical manipulation, and being able to check validity of an argument.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penalaran matematis siswa SMP dengan kecerdasaan emosional tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa dengan kecerdasan emosional tinggi. Instrumen penelitian ini, yaitu tes kecerdasan emosional, tes penalaran matematis, dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi melakukan penalaran matematis dengan cara mengajukan dugaan, menarik kesimpulanudari suatu pernyataan, melakukan manipulasi matematika, serta memeriksa kesahihan suatu argumen.
Penalaran Kreatif Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) Wildan Hakim; I Made Sulandra; Erry Hidayanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 5: MEI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.831 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i5.11067

Abstract

Abstract: This study aims to describe the creative reasoning of junior high school students in solving the SPLDV problem. The description is based on four indicators. There are novelty, flexibility, plausibility, and mathematical foundation. This research is an explorative research with qualitative approach. This research was conducted on the students of class VIII-C SMP 13 Malang. Subsequently two research subjects were selected that satisfy all the indicators of creative reasoning and also considered the advice of the mathematics teacher. The results of the research that the subjects of S1 and S2 study using creative reasoning in solving the SPLDV problem, S1 and S2 satisfy all the creative reasoning indicators. There are (1) Novelty, S1 and S2 provide a unique strategy different from the standard strategy has been studied (elimination and substitution), which sum two known equations, to obtain an answer. (2) Flexibility, S1 and S2 completed SPLDV with different strategies. S1 and S2 using the method of elimination, mixed methods (elimination and substitution), as well as a unique method that is by summing two known linear equations. (3) Plausibility, S1 and S2 can provide arguments well. namely to provide a logical reason at each stage of completion. But at number 2, S2 uses intuitive intention, the idea that emerges as a guess and test strategy in making decisions based on feeling and intrinsic that produce spontaneous answers. (4) Mathematical foundation, S1 and S2 use the properties of algebraic operations well in completing the given SPLDV. There are operation of addition, subtraction and simplification.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran kreatif  siswa SMP dalam menyelesaikan masalah sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV). Pendeskripsian tersebut menggunakan empat indikator, yaitu kebaruan (novelty), fleksibilitas (flexibility), hal yang masuk akal (plausibility) dan dasar matematis (mathematical foundation). Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII-C SMP 13 Malang. Selanjutnya, dipilih dua subjek penelitian yang memenuhi semua indikator penalaran kreatif dan juga mempertimbangkan saran dari guru matematika. Hasil penelitian menunjukkan subjek penelitian S1 dan S2 memenuhi semua indikator penalaran kreatif, yaitu (1) Kebaruan (novelty), S1 dan S2 memberikan strategi penyelesaian unik (baru) yang berbeda dengan strategi penyelesaian standart yang telah dipelajari. S1 dan S2 menggunakan strategi menjumlahkan 2 persamaan yang diketahui. (2) Fleksibilitas (flexibility), S1 dan S2 dapat menyelesaikan SPLDV dengan tiga strategi. S1 dan S2 menggunakan metode eliminasi, metode campuran (eliminasi dan subtitusi), serta metode yang unik (baru) (3) Hal yang masuk akal (plausibility), S1 dan S2 memberikan argumen dengan baik. S1 dan S2 dapat memberikan alasan logis pada setiap tahap  penyelesain. Namun, pada nomor 2, S2 menggunakan intuitif intensi yaitu ide yang muncul sebagai strategi guess and test dalam membuat keputusan berdasarkan feeling dan intrinsik yang menghasilkan jawaban spontan. (4) Dasar Matematis (mathematical foundation), S1 dan S2 menggunakan sifat-sifat operasi aljabar dengan baik dalam menyelesaikan SPLDV yang diberikan, yaitu operasi penjumlahan, pengurangan, dan penyederhanaan.
Proses Berpikir Siswa Berkecerdasan Matematis Logis Dalam Menyelesaikan Masalah Matematis “Ill Structured Problems” Siti Nurjanah; Erry Hidayanto; Swasono Rahardjo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 11: NOVEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i11.12977

Abstract

Abstract: Understanding the thinking process of students in mathematical problem solvingis very important for the teacher. Every student has different abilities in problems solving. Ill structured problems depend on the type of intelligence they have. This research uses descriptive qualitative research. The purpose of this study is to describe the thinking process of students with logical mathematical intelligence in solving limited mathematical information problems. The subject of this study consisted of one grade VIII junior high school student who had high logical mathematical intelligence. The results showed that the thinking process of students with logical mathematical intelligence in completing "Ill structured problems" used several stages of completion in the form of: (1) solving the problem (parsing the problem) into several important parts, (2) connecting various information also used, and (3) completing by adding information and changing information, so that it will be easier to solve problems Ill structured problems.Abstrak: Memahami proses berpikir siswa dalam menyelesaikan  masalah matematika sangat penting bagi guru. Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam memecahkan masalah Ill structured problems tergantung dari jenis kecerdasan yang dimilikinya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa berkecerdasan matematis logis dalam menyelesaikan masalah matematis informasi terbatas. Subjek penelitian ini terdiri satu orang siswa kelas VIII SMP yang memiliki kecerdasan matematis logis yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir siswa berkecerdasan matematis logis dalam menyelesaikan “Ill structured problems” menggunakan beberapa tahap penyelesaian berupa (1) memecah masalah (mengurai masalah) menjadi beberapa bagian penting, (2) menghubungkan berbagai informasi juga digunakan, dan (3) menyelesaikan dengan cara menambah informasi dan mengubah informasi sehingga akan lebih mudah dalam menyelesaikan masalah Ill structured problems.
Co-Authors 'Azizah, Dewi Nur Abdur Rahman As’ari Afin Nur Latifa Agus Alamsyah Agus Yulianto Agus Yulianto Agustin, Nana Maulidah Aldino, Fals Ana Cholila Anggraini Eka Pramestasari Anggraini, Arika Dewi Annesa Eka Norman Anton Budi Jatmiko Arini, Kartika Ayu Dwi Ariza Husniyatul Ummah Arwan Mhd. Said Assegaff, Muhamad Farid Aynin Mashfufah Aziz Rizky Muhdiyanto Budiarto, Darum Cholis Sa’dijah Christi Matitaputty Darum Budiarto Dian Ratna Sari Dwi Aldi Hidayatulloh Dwi Cahyowati, Ety Tedjo Dwi Listyorini Dwi Susanti Dwiyana Dwiyana Edy Bambang Irawan Eko Prasetyo Elis Dwi Wulandari Ety Tedjo Dwi Cahyowati Ewan Gunawan Fadhil Zil Ikram Faiqatul ‘Athiyah Fals Aldino Faradina, Erta Fatmianeri, Yulia Fauzan, Hakmi Rais Gestiani, Anggun Handayaningsih, Rohyatun Henny Rismawatie Yusmarina Heri Prianto Hery Susanto Hidayanto, Sisworo I Ketut Suada I Made Sulandra I Nengah Parta Ikhtiar, Muhammad Awwalul Indayani, Nunik Intan Mahyastuti Khoerul Umam Khomsatun Ni'mah Laily Wijayanti Utami Lely Purnawati Lisrahmat, Mimin Nazura Makbul Muksar Mariana, Erna Maskanur Rezky Mirza Amelia Oktaviani Mohammad Archi Maulyda Mohammad Dadan Sundawan Muhammad Noor Kholid Muhammad Rizaldi Munika, Risa Dewi Nana Maulidah Agustin Nunik Indayani Nur Indah Permata Sari Nuratiqoh, Nuratiqoh Permadi, Hendro Puguh Darmawan Puji Astuti Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwosetiyono, Fransiskus Xaverius Didik Putri Raznia Safira Putri, Intan Faraminda Qohar, Abd. Rachmalia Vinda Kusuma Refni Adesia Pradiarti Risna Zulfa Musriroh Rohmah, Riska Nur Rosimanidar Rosimanidar Rosimanidar Rosyidah, Ana Siti Rustanto Rahardi Saleh, Sitti Fithriani Sandie Sari, Nur Indha Permata SATRIYAS ILYAS Sisworo Siti Nurjanah Sitti Fithriani Saleh Subanji Subanji Subanji, S Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sukoriyanto Susiswo Swasono Rahardjo Tasni, Nurfaida Taufiq Hidayanto Tjang Daniel Chandra Toto Nusantara Umi Fitria Ayu Ummah, Ariza Husniyatul Utami, Laily Wijayanti Uun Hariyanti Vita Kusumasari Wildan Hakim Wulandari, Monika Retno Yayon Adi Galung Sastria Yulianto, Sisworo Yundari, Yundari