Claim Missing Document
Check
Articles

Student difficulties in solving covariational problems Sandie; Purwanto; Subanji; Erry Hidayanto
International Journal of Humanities and Innovation (IJHI) Vol. 2 No. 2 (2019): June
Publisher : Center for Humanities and Innovation Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33750/ijhi.v2i2.38

Abstract

This study discusses the difficulties of students in solving covariational problems. The study was conducted on 25 students with 6th-semester studies who had completed calculus courses. Students are asked to verbalize what they think while solving problems (think aloud). Next, students are interviewed with an in-depth interview technique to explore the thinking process. The results showed 88% of students had difficulties when given covariational problems. Students are familiar with mathematical problems with counting operations. When given a problem without information, students experience difficulties. 
Kemampuan Berpikir Analitis Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematis Intan Mahyastuti; Dwiyana Dwiyana; Erry Hidayanto
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 8, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v8i1.19644

Abstract

Salah satu kemampuan berpikir yang penting untuk dikuasai oleh siswa adalah kemampuan berpikir analitis, karena dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan mereka sendiri. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir analitis siswa SMP dalam memecahkan masalah matematis melalui pemberian tes pemecahan masalah. Tiga siswa SMP kelas VII diambil secara acak untuk mewakili siswa berkemampuan analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiga siswa tersebut masih belum dapat memecahkan masalah dengan sempurna. Sehingga tiap-tiap subjek yang dipilih adalah siswa yang dapat mendiskripsikan masing-masing indikator  kemampuan berpikir analitis: differentiating, organizing, dan atributing. S1 tidak menunjukkan perbedaan dalam menjawab masalah walaupun telah memecahkan masalah matematika, S2 tidak hati-hati dalam mencari FPB, dan S3 dapat mengorganisir masalah tetapi hanya berpikir sampai jumlah dua angka dibagi menjadi kelas yang sama. Kemampuan berpikir analitis siswa masih kurang.
REFLECTIVE THINKING CHARACTERISTICS: A STUDY IN THE PROFICIENT MATHEMATICS PROSPECTIVE TEACHERS Cholis Sa'dijah; Muhammad Noor Kholid; Erry Hidayanto; Hendro Permadi
Jurnal Infinity Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NUMBER 2, INFINITY
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v9i2.p159-172

Abstract

Reflective thinking begins with repeated confusion and evaluation to solve a problem. There are four aspects to reflective thinking, namely techniques, monitoring, insight, and conceptualization. However, the problem-solvers’ reflective thinking characteristics in mathematical problems have not been discovered. The study describes the reflective thinking characteristics of proficient mathematics prospective teachers based on four aspects. The qualitative research was conducted at Universitas Muhammadiyah Surakarta with a total of 64 reflective thinkers. Data collected by test, observation sheets, and interview methods. The tests were administered twice. The instruments developed has been through the validation process and declared valid. Data analyzed through the stages of reduction, presentation, and verification. We successfully conclude that proficient mathematics prospective teachers have complete and consistent reflective thinking characteristics. Further research can be focused on the characteristics of reflective thinking based on another aspect.
Profil Pertanyaan Siswa Dalam Pembelajaran Saintifik Berbasis Pengamatan Pada Materi Teorema Pythagoras Lely Purnawati; Erry Hidayanto; Abdur Rahman As'ari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i2.10669

Abstract

Pertanyaan siswa penting untuk keterlibatan dalam proses pembelajaran serta untuk merangsang pemahaman tentang informasi baru, sehingga perlu menjadi perhatian dan seharusnya dibina khusus oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pertanyaan-pertanyaan tertulis siswa dalam pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik pada materi Teorema Pythagoras. Instrumen penelitian berupa LKS dengan pendekatan saintifik, lembar observasi beserta rubrik penskoran kualitas pertanyaan siswa dan lembar wawancara. Subyek penelitian adalah 32 siswa kelas 8A MTsN 9 Banyuwangi. Penelitian berlangsung dalam empat kali tatap muka pembelajaran. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah distribusi kualitas pertanyaan-pertanyaan tertulis berdasarkan tingkat kognitif dan kategori kemampuan bertanya siswa dalam pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik. Hasil penelitian menunjukkan pertanyaan-pertanyaan tertulis yang dirumuskan siswa selama kegiatan pembelajaran terdistribusi dengan level kognitif C1 sebesar 29%, level kognitif C2 sebesar 21%, level kognitif C3 sebesar 23%, level kognitif C4 sebesar 19% dan level kognitif C5 sebesar 8%. Tidak ada siswa yang mampu menyusun pertanyaan pada tingkat kognitif C6. Sedangkan dari hasil analisis pertanyaan individual siswa secara terpisah menunjukkan kategori kemampuan siswa dalam menyusun pertanyaan terbagi menjadi 43,75% berkemampuan rendah, 46,88% berkemampuan sedang dan 9,37% berkemampuan tinggi. Sedikitnya nilai prosentase siswa dengan kemampuan tinggi, menunjukkan bahwa perlu upaya guru untuk meningkatkan kemampuan bertanya siswa.  Kata kunci: profil pertanyaan, kemampuan bertanya, pembelajaran saintifik Abstract: Student questions are important for involvement in the learning process and to stimulate understanding of new information, so they need to be paid attention to and should be specifically fostered by the teacher. This study aims to describe students' written questions in learning using a scientific approach to the Pythagorean Theorem material. Research instruments in the form of worksheets with a scientific approach, observation sheets along with a rubric scoring the quality of student questions, and interview sheets. The research subjects were 32 students of 8A grade of MTsN 9 Banyuwangi. The research took place in four face-to-face learning. The results obtained from this study are the quality of written questions based on the cognitive level and the category of students' ability to ask questions in learning using a scientific approach. The results showed that the written questions formulated by students during the learning activities were distributed with a cognitive level of C1 of 29%, cognitive level C2 of 21%, cognitive level of C3 of 23%, cognitive level of C4 of 19%, and cognitive level of C5 of 8%. None of the students were able to construct questions at the cognitive level C6. Meanwhile, the results of the analysis of individual student questions separately showed that the categories of students' abilities in composing questions were divided into 43.75% low ability, 46.88% medium ability, and 9.37% high ability. The low percentage value of students with high abilities indicates that the teacher must improve the students' questioning abilities. Keywords: question profile, questioning ability, scientific learning
Kesulitan Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Program Linear pada Pembelajaran Daring Laily Wijayanti Utami; Erry Hidayanto; Sisworo Sisworo
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.725 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.1395

Abstract

Peserta didik mengalami kesulitan dalam pembelajaran daring matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan program linear pada pembelajaran daring. Subjek penelitian merupakan peserta didik kelas XII MIPA 1 SMAN 5 Pamekasan tahun pelajaran 2020/2021 sejumlah 29 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa soal tes program linear sebanyak 2 soal bentuk uraian, soal tersebut sudah divalidasi sebelumnya oleh dua validator. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, pemberian soal tes dan wawancara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif di mana data dikumpulkan melalui hasil pengerjaan soal program linear, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami beberapa kesulitan dalam menyelesaikan program linear pada beberapa langkah, yaitu mengubah soal cerita program linear menjadi bentuk matematika, mengarsir dan menentukan daerah hasil penyelesaian, menentukan koordinat titik pojok pada daerah penyelesaian dan menarik kesimpulan.Students have difficulty learning mathematics online. This study aims to describe the difficulties of students in solving linear programming problems in online learning. The research subjects were students of class XII MIPA 1 SMAN 5 Pamekasan for the academic year 2020/2021 a total of 29 students. The instrument used in the study was in the form of linear program test questions as many as 2 questions in the form of descriptions, these questions had been previously validated by two validators. Data was collected employing observation, giving test questions, and interviews. This type of research is qualitative research where data is collected through the results of working on linear programming questions, observations, interviews, and documentation. The data analysis technique was carried out in several stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that students experienced some difficulties in completing linear programming in several steps, namely changing linear programming story problems into mathematical form, shading and determining the area of the solution, determining the coordinates of the corner points in the settlement area, and drawing conclusions.
Elementary School Teachers' Mathematical Connections in Solving Trigonometry Problem Sitti Fithriani Saleh; Purwanto Purwanto; Sudirman Sudirman; Erry Hidayanto; Susiswo Susiswo
Research in Social Sciences and Technology Vol 3 No 3 (2018): Research in Social Sciences and Technology
Publisher : Research in Social Sciences and Technology- OpenED Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46303/ressat.03.03.3

Abstract

This study aims to reveal mathematical connections of elementary school teachers in solving trigonometric problem. The subjects of this study were 22 elementary school teachers as the prospective participants of Professional Teacher Education and Training (PTET). They came from several districts of South Sulawesi Province. The teachers were given trigonometry problem. Trigonometry problems could encourage teachers to connect geometrical and algebraic concept, graphical representation and algebraic representation, as well as daily life context. The result shows that most of the subject teachers of this study solved the problem according to procedures they know without considering everyday life context. On the other hand, there were some subjects who connected problem with everyday life context using graphical, verbal, or numerical representation. Thus, subjects who were able to connect problem information with appropriate concepts and procedures are categorized as substantive connections. While the subjects who were able to connect problem information with mathematical concepts but less precise in using the procedure are categorized as classification connections.
KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KONTEKS SOSIAL BUDAYA PADA TOPIK GEOMETRI JENJANG SMP Maskanur Rezky; Erry Hidayanto; I Nengah Parta
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1323.737 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4879

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa SMP kelas IX pada topik geometri dengan soal berkonteks sosial budaya berdasarkan kemampuan matematis siswa. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Subjek yang dipilih sebanyak enam orang dari 37 siswa dengan masing-masing dua siswa yang memiliki kemampuan matematis rendah, sedang dan tinggi di kelas IX. 1 SMP Negeri 138 Jakarta tahun ajaran 2021-2022. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini ialah soal geometri yang dikaitkan dengan konteks sosial budaya dari beberapa daerah di Indonesia dan pedoman wawancara terhadap subjek penelitian. Teknik analisa yang digunakan ialah dengan memeriksa hasil pekerjaan siswa berdasarkan indikator yang ditetapkan didukung oleh hasil wawancara subjek penelitian dan selanutnya dibuat narasi deskriptif untuk menggambarkan kemampuan subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek dengan kemampuan rendah masih belum bisa memahami makna masalah yang disajikan berakibat belum memenuhi capaian indiaktor dalam kemampuan literasi numerasi sedangkan subjek dengan kemampuan sedang masih terdapat beberapa indikator kemampuan literasi numerasi yang tidak dipenuhi seperti kemampuan representasi dan penggunaan simbol dan bahasa dan subjek dengan kemampuan tinggi mampu mengimplementasikan pemahaman matematisnya untuk menyelesaikan soal sehingga telah memenuhi capaian indikator kemampuan literasi numerasi.
Proses Pemecahan Masalah Trigonometri Berdasarkan Teori John Dewey Ditinjau dari Gaya Kognitif Rachmalia Vinda Kusuma; Erry Hidayanto; Tjang Daniel Chandra
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i2.1403

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pemecahan masalah trigonometri berdasarkan teori John Dewey ditinjau dari gaya kognitif field independent dan field dependent. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas X AKl 3 dan X AKl 4 di SMK Negeri 2 Tuban dengan 4 subjek. Data diperoleh melalui tes tulis dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan 4 tahapan yakni transkrip data verbal, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses pemecahan masalah trigonometri siswa dengan gaya kognitif field independent (FI) memenuhi lima tahapan dari Teori John Dewey; dan 2) Proses pemecahan masalah trigonometri siswa dengan gaya kognitif field dependent (FD) belum memenuhi lima tahapan dari Teori John Dewey khususnya pada tahap ketiga yakni pengumpulan beberapa solusi dan tahap kelima yakni menguji atau mengevaluasi solusi.
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS XI Yayon Adi Galung Sastria; Erry Hidayanto; Santi Irawati
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um076v4i22020p57-70

Abstract

The problem that arises in learning the material for sequences and series in class XI Accounting at An-Nuuru Tirtoyudo Islamic Vocational School is the low problem-solving ability. These indications are seen, among others, the lack of basic knowledge of students about mathematics, counting errors, errors in applying strategies, inability to translate problems in mathematical form, misinterpreting problems in mathematical concepts, and lack of understanding of problems that arise. The application of the Problem Based Learning (PBL) model is an alternative that can be done by teachers to improve mathematical problem solving abilities. This research is a Classroom Action Research (CAR) on the Implementation of Problem Based Learning (PBL) Models to Improve Problem Solving Ability of Class XI Accounting Students at SMK Islam An-Nuuru Tirtoyudo. The results showed that the application of the PBL model could improve mathematical problem solving abilities. The stage of orienting students to problems, among others, students can relate the problem to the knowledge they have, can determine the things that are known, and can determine the things that are asked. The stage of coordinating students to learn through the formation of study groups. The stage of guiding the investigation is done by going around each group to provide facilities to students who have difficulty. The stage of developing and presenting the work is done by asking students to present their work in the form of reports, photos, videos, and others. The stage of analyzing and evaluating problem solving is done by asking students to re-examine the process and problem solving results obtained.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 Annesa Eka Norman; Erry Hidayanto; Makbul Muksar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1749.872 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i3.5179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMA selama pembelajaran tatap muka terbatas pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif-deskriptif. Subjek penelitian adalah sebanyak 3 siswa di SMAN 1 Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau yang dipilih secara purposive sampling dengan kategori kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1) Kategori kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi mampu memahami masalah, mampu memikirkan langkah-langkah penting dan saling menunjang dalam menyusun rencana penyelesaian, masih terdapat kesalahan dalam memasukkan informasi ke rumus, dan mampu menelaah kembali penyelesaian walau tidak teliti. 2) Kategori kemampuan pemecahan masalah matematis sedang masih terdapat kesalahan dalam mengidentifikasi informasi yang ditanya dalam memahami masalah, subjek mampu memikirkan langkah-langkah penting dan saling menunjang dalam menyusun rencana, namun tidak teliti dalam menelaah kembali selesaiannya. 3) Kategori kemampuan pemecahan masalah matematis rendah masih terdapat kesalahan dalam mengidentifikasi informasi pada tahap memahami masalah, subjek tidak mampu memikirkan langkah-langkah penting dan saling menunjang dalam menyusun rencana, tidak melakukan perhitungan dalam menyelesaikan masalah, dan tidak menelaah kembali selesaiannya.
Co-Authors 'Azizah, Dewi Nur Abdur Rahman As’ari Afin Nur Latifa Agus Alamsyah Agus Yulianto Agus Yulianto Agustin, Nana Maulidah Aldino, Fals Alfi Syahrin Siregar Amanda, Adelia Tria Ana Cholila Anggraini Eka Pramestasari Annesa Eka Norman Anton Budi Jatmiko Arini, Kartika Ayu Dwi Ariza Husniyatul Ummah Arwan Mhd. Said Assegaff, Muhamad Farid Aynin Mashfufah Aziz Rizky Muhdiyanto Budiarto, Darum Cholis Sa’dijah Christi Matitaputty Darum Budiarto Dian Ratna Sari Dwi Aldi Hidayatulloh Dwi Cahyowati, Ety Tedjo Dwi Listyorini Dwi Susanti Dwiyana Dwiyana Edy Bambang Irawan Eko Prasetyo Elis Dwi Wulandari Ety Tedjo Dwi Cahyowati Ewan Gunawan Fadhil Zil Ikram Faiqatul ‘Athiyah Fals Aldino Faradina, Erta Fatmianeri, Yulia Fauzan, Hakmi Rais Gestiani, Anggun HAFIIZH, MOCHAMMAD Handayaningsih, Rohyatun Henny Rismawatie Yusmarina Heri Prianto Hery Susanto Hidayanto, Sisworo I Ketut Suada I Made Sulandra I Nengah Parta Ikhtiar, Muhammad Awwalul Indayani, Nunik Intan Mahyastuti Khoerul Umam Khomsatun Ni'mah Laili Nurul Azizah Laily Wijayanti Utami Lely Purnawati Lisrahmat, Mimin Nazura Makbul Muksar Mariana, Erna Maskanur Rezky Mirza Amelia Oktaviani Mohammad Archi Maulyda Mohammad Dadan Sundawan Muhammad Noor Kholid Muhammad Rizaldi Munika, Risa Dewi Nana Maulidah Agustin Nunik Indayani Nur Indah Permata Sari Nuratiqoh, Nuratiqoh Permadi, Hendro Puguh Darmawan Puji Astuti Punaji Setyosari Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwosetiyono, Fransiskus Xaverius Didik Putri Raznia Safira Putri, Intan Faraminda Qohar, Abd. Rachmalia Vinda Kusuma Refni Adesia Pradiarti Risna Zulfa Musriroh Rohmah, Riska Nur Rosimanidar Rosyidah, Ana Siti Rustanto Rahardi Saleh, Sitti Fithriani Sandie Sari, Nur Indha Permata SATRIYAS ILYAS Sisworo Siti Nurjanah Sitti Fithriani Saleh Subanji Subanji Subanji, S Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sukoriyanto Susiswo Swasono Rahardjo Tasni, Nurfaida Taufiq Hidayanto Tjang Daniel Chandra Toto Nusantara Umi Fitria Ayu Ummah, Ariza Husniyatul Utami, Laily Wijayanti Uun Hariyanti Vega, Amelia Vita Kusumasari Wildan Hakim Wulandari, Monika Retno Yayon Adi Galung Sastria Yulianto, Sisworo Yundari, Yundari