Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Audiovisual terhadap Hasil Belajar pada Pelatihan Kewirausahaan Robby MT; Mustofa Kamil; Asep Saepudin; Oong Komar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Media Pembelajaran Audiovisual Terhadap Hasil Belajar peserta pelatihan kewirausahaan . Metode penelitian yang digunakan adalah metode expost facto dengan bentuk penelitian studi hubungan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran audiovisual terhadap hasil belajar peserta pelatihan kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran audio visual dinilai cukup efektif untuk meningkatkan hasil belajar kewirausahaan Ini terlihat dari t hitung > t tabel (5,657>1,9842) yang menunjukkan adanya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan perhitungan regresi linier sederhana diperoleh persamaan Y=52,657+0,466X, yang artinya jika penggunaan media pembelajaran audiovisual (X) bernilai 0 (nol), maka hasil belajar bernilai 52,657. Dan jika penggunaan media pembelajaran audiovisual (X) mengalami kenaikan 1, maka hasil belajar akan mengalami peningkatan sebesar 0,466. Koefisien determinasi pada penelitian ini menunjukkan kontribusi pengaruh media pembelajaran audiovisual terhadap hasil belajar sebesar 25,1% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain
SANTRIPRENEUR: EDUCATION ON EMPOWERMENT OF STUDENTS THROUGH AGRIBUSINESS ACTIVITIES Rahmat Fahmi; Asep Saepudin; Eko Sulistiono; Rika Fitri Ramadani
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 11, No 1 (2022): February 2022
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/empowerment.v11i1p28-34.2223

Abstract

This research was motivated by efforts to increase the entrepreneurial skills of students through agribusiness activities in the framework of empowerment. Islamic boarding school is the oldest non-formal educational institution in Indonesia which is engaged in the religious sector. This Islamic boarding school is oriented towards developing the entrepreneurial spirit of the santri with the ultimate goal so that the students can open a business unit and be independent. This study described the implementation of empowerment of students through agribusiness activities related to the input, process, and impact of empowerment This research was used qualitative methods with interview, observation, and documentation techniques. The research findings show that: (1) input for empowerment, namely students, natural resources, curriculum, capital / funds, and partnerships; (2) the empowerment process is carried out through several stages, namely (1) business training; (2) capitalization; (3) assistance; and (4) marketing; (3) the impact of empowerment is that there are many santri alumni of Islamic boarding schools who are independent and able to explore through the management of idle land into agricultural, livestock and fishery areas in increasing the income assets of the established business groups
COMMUNITY EDUCATION IN COMMUNITY DEVELOPMENT Asep Saepudin; Dinno Mulyono
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, No 1, Februari 2019
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.469 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v8i1p65-73.1165

Abstract

In the framework of developing community education, education service programs, especially those related to improving community welfare, need to get special studies, especially in supporting theories implemented. It also implies new approaches, techniques and concepts that must be key words in building people's lives. Community education understands that corrections to past approaches need to be adjusted in the midst of continuous changes in the community, so that new studies are needed that are more in line with the challenges and needs of the community and new knowledge
ANALISIS KELAYAKAN MODEL PEMBELAJARAN PADA SATUAN PKBM DALAM MENINGKATKAN MUTU LAYANAN PENDIDIKAN Asep Saepudin; Ade Sadikin; Iip Saripah
PEDAGOGIA Vol 18, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdgia.v18i3.29187

Abstract

Abstrakdapat memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat secara konsisten. Namun demikian, dalam perkembangnya dihadapkan dengan segala dinamika dan ragam permasalahan yang perlu diintervensi oleh perguruan tinggi melalui pengembangan model pengelolaan pembelajaran sebagaimana mestinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam studi ini terdiri atas: studi dokumentasi; studi literatur; wawancara; dan kelompok diskusi terfokus (FGD).  Subjek penelitian adalah pengelola dan tutor,  serta peserta didik PKBM yang berada di wilayah Bandung Raya, dengan waktu penelitian selama enam bulan. Hasil penelitian, (1) model konseptual yang dikembangkan terdiri atas, rasionalisasi, asumsi, tujuan, komponen, indikator, dan prosedur model, (2) validasi model dilakukan dengan mengunaan dua cara yakni diskusi  dengan teman sejawat (peer group) dan penilaian para ahli (expert judgement. (3) implementasi uji coba kelayakan model dideskipsiikan dalam kegiatan pembelajaran di PKBM. Langkah-langkah uji coba pembelajaran sebagai komponen model adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan penilaian dalam pembelajaran. Kesimplan model yang dikembangkan menunjukan hasil yang efektif, dengan indikator: pertama, adanya keterlibatan aktif dan tanggapan positif peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran. Kedua,  terdapat  peningkatan  kemampuan pada peserta didik. AbstractThe Community Learning Activity Center (PKBM), is one of the proven pathways of education to consistently provide educational services to the community. However, in its development it is faced with all the dynamics and various problems that need to be intervened by universities through the development of a learning management model as appropriate. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. The data collection techniques used in this study consisted of: documentation study; study of literature; Interview; and focus group discussions (FGD). The research subjects were managers and tutors, as well as PKBM students who were in the Greater Bandung area, with a research time of six months. The results of the study, (1) the conceptual model developed consists of rationalization, assumptions, objectives, components, indicators and model procedures, (2) model validation is carried out using two methods, namely discussion with peers (peer group) and expert judgment. (expert judgment. (3) implementation of the feasibility trial of the model described in learning activities at PKBM. The steps of the learning trial as a component of the model are the process of planning, organizing, implementing and evaluating learning. The conceptual model developed shows effective results, with indicators: first, there is active involvement and positive responses of students to learning activities Second, there is an increase in the ability of students.
Inovasi Layanan Program Literasi Baca Tulis dalam Meningkatkan Minat Menulis Warga Belajar Eliza Rahmah Prahestiwi; Asep Saepudin; Nike Kamarubiani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.73 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5057

Abstract

Kegiatan inovasi layanan program literasi baca tulis merupakan kegiatan yang tidak banyak lembaga yang mampu membuat inovasi layanan kecuali mendapatkan dorongan, tawaran program di dalamnya terdapat dana bantuan, dan motivasi dari orang lain atau pemerintah atau perusahaan swasta. Baca tulis dianggap sebagai suatu keterampilan yang sulit dikuasai oleh sebagian besar masyarakat dengan alasan tidak memiliki bahan bacaan dan kesadaran minat baca tulis yang kurang. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1. Tujuan secara umum: untuk mengetahui ada atau tidaknya inovasi layanan program literasi baca tulis dalam meningkatkan minat menulis warga belajar di Rumah Baca Ujungberung Kota Bandung, 2. Tujuan secara khusus: a. Untuk menggambarkan inovasi layanan program literasi baca tulis di Rumah Baca Ujungberung, b. Untuk menggambarkan peningkatan minat menulis warga belajar, dan c. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat inovasi layanan program literasi baca tulis dalam meningkatkan minat menulis warga belajar. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik purposive sampling, analisis data dan teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi (gabungan) dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Para informannya terdiri dari Ketua TBM Rumah Baca Ujungberung, Tutor kegiatan Ramadhan Menulis, dan dua orang warga belajar dari total seluruhnya empat puluh orang yang mengikuti kegiatan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menghasilkan hasil yang luar biasa diantaranya : dapat membimbing warga belajar membuat tulisan, memberikan ilmu pengetahuan mengenai kepenulisan, membuat buku antologi cerita pendek, mencetak buku, memasarkan buku, meningkatkan minat membaca dan menulis warga belajar, menambah jumlah koleksi bahan bacaan untuk anak-anak, warga belajar mampu menguasai ilmu menulis cerita pendek sesuai dengan kaidah kepenulisan, Rumah Baca Ujungberung Kota Bandung memberikan layanan referensi, layanan sirkulasi, layanan informasi, layanan pembelajaran, layanan bimbingan, dan layanan mencetak atau menterbitkan karya tulis warga belajar atau masyarakat.
Pembelajaran Informal Para Pengelola Dalam Memberdayakan Mayarakat melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Nicky Puspita Sari; Elih Sudiapermana; Asep Saepudin
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.539 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5406

Abstract

Derasnya arus perubahan saat ini, meningkatkan kualitas diri adalah sebuah keharusan. Artinya, pendidikan secara formal saja tidak cukup, jalur nonformal dan/ informal menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas diri sesuai dengan perubahan zaman. Kemudahan akses terhadap sumber-sumber belajar berbasis teknologi memungkinkan pembelajaran informal dilakukan banyak pihak. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pembelajaran Informal Bagi Pengelola Taman Bacaan Masyarakat dalam memberdayakan masyarakat di TBM Sukamulya Cerdas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan jumlah partisipan sebanyak 3 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada beragam modus pembelajaran informal yang dilakukan para pengelola TBM, yang dilakukan dengan pendekatan enam literasi dasar; 2) pembelajaran informal merupakan pendekatan efektif dalam proses pemberdayaan TBM dan masyarakat; 3) Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dapat berfungsi sebagai salah satu pendekatan dalam memfasilitasi pembelajaran informal untuk pemberdayaan masyarakat.
Pelatihan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Bagi Kader Desa dalam Rangka Pengembangan Desa Sehat di Desa Selagedang Kec. Sukahaji Kabupaten Majalengka Asep Saepudin; Titi Nurhayati; Supriadi Supriadi; Kuslan Sunandar; Ani Rindiani
E-Coops-Day Vol. 3 No. 2 (2022): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.439 KB) | DOI: 10.32670/ecoopsday.v3i2.2445 for articles

Abstract

Pemberdayaan (empowerment) masyarakat suatu hal penting yang bertujuan menumbuhkan kemandirian masyarakat untuk berani menghadapi setiap tantangan, dampak serta peluang yang muncul seiring berkembangnya zaman. Untuk itu, pemberdayaan (empowerment) merupakan suatu proses tindakan sosial yang dilakukan baik oleh individu, keluarga, kelompok, masyarakat maupun organisasi pendamping untuk mencapai lingkungan perubahan dan kualitas hidup. Indikator pembangunan sumberdaya manusia yang unggul sekurang-kurangnya terdiri atas ketercapaian target pendidikan dan kesehatan. Pendidikan bagi semua (Education For All) dan kesehatan bagi semua (Health for All) merupakan suatu konsep yang ideal dalam konteks pencapaian indeks pembangunan manusia (Human Development Indeks). Berdasarkan alur pemikiran tersebut, maka diperlukan kegiatan pembangunan manusia melalui pelatihan Gerakan masyarakat hidup sehat (Germasi) sebagai upaya peningkatan kompetensi kader untuk mendukung percepatan peningkatan derajat pendidikan dan kesehatan masyarakat khususnya bagi masyarakat di Desa Selagedang Kec. Sukahaji, Kab. Majalengka. Kegiatan pelatihan dilakukan melalui tahapan persiapan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Hasil akhir dari kegiatan pelatihan adalah adanya peningkatankompetensi kader pada tiga ranah yakni ranah cognitive (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (skill/keterampilan) peserta pelatihan gerakan masyarakat hidup sehat.
THE ROLE OF PARTNER INSTITUTIONS IN IMPROVING THE QUALITY STANDARDS OF PKBM BINA CIPTA UJUNGBERUNG THROUGH THE TRIPLE HELIX PARTNERSHIP PROGRAM Holva Lovana Siregar; Jajat S. Ardiwinata; Asep Saepudin
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 11, No 2 (2022): September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/empowerment.v11i2.3146

Abstract

This research examines the role of partner institutions, namely government agencies, academic institutions and industrial institutions in improving the quality standards of PKBM units through the triple helix partnership program. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The data collection technique used is interviewing. The subjects of this study numbered 5 people consisting of 2 PKBM managers, 1 person from government institutions, 1 person from academic institutions and 1 more person from industrial institutions. The results showed that government institutions play a role in increasing human resources capacity, providing facilities, infrastructure and capital assistance and increasing and providing partnership network assistance. Academic institutions play a role in increasing HR capacity and improving partnership networks. While industrial institutions only play a role in providing capital assistance. The findings of this study show that PKBM Bina Cipta Ujungberung partner institutions have a role in improving the quality of PKBM units by increasing human resources capacity, providing facilities, infrastructure and capital assistance and improving and providing partnership network assistance.
Project Based Learning : Program Sehat dan Bugar terhadap Life Skill Kesehatan pada Masa Lanjut Usia Yulinda Yulinda; Asep Saepudin; Joni R Pramudya; Epti Yorita
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11836

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Menerapkan konsep pembelajaran Project based learning pada Pusat Pembelajaran berbasis Masyarakat untuk meningkatkan kemampuan lansia agar tetap sehat dan bugar melalui kegiatan edukasi, senam sehat dan pemeriksaan fisik serta laboratorium. adalah 2) Pelaksanaan. Telah disepakati waktu kegiatan PjBL ini digelar pada tanggal 27 November dan 4 desember 2022 berlokasi di Pesantren Daarut Tauhid Bandung. Kegiatan project based learning di Pesantren masa lansia ini telah dilaksanakan melalui beberapa tahap kegiatan, yakni: 1) Persiapan dilakukan dengan menyampaikan tujuan PjBL ini kepada Pihak Pesantren Daarut Tauhid Bandung, selanjutnya dilakukan Koordinasi dan Sosialisasi program serta Kesepakatan pelaksanaan program, Metode yang digunakan pada kegiatan project based learning ini adalah diskusi dan tanya jawab, observasi dan latihan bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar sampel memiliki nilai IMT 25-29,9 yaitu sebanyak 10 orang (50%) memiliki status gizi obesitas sedang. Pada akhir kegiatan dilakukan Evaluasi kegiatan mengenai penyelenggaraan kegiatan, jumlah peserta yang hadir, antusias peserta serta keberlangsungan program (RTL). Peserta sebanyak 20 orang, menunjukkan bahwa sebagian besar sampel berada pada kelompok umur lebih dari 60 tahun (50%). Sebagian besar sampel memiliki nilai IMT 25-29,9 yaitu sebanyak 10 orang (50%) memiliki status gizi obesitas sedang. Pada uji Rank Spearman tersebut diperoleh hasil r = 0,123 dengan p-value 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe 2. PjBL memberikan pengalaman belajar kepada peserta melalui team building, kolaborasi dan interaksi dengan masyarakat dan memberikan manfaat kepada para lansia untuk upaya promosi kesehatan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA BIDANG KAJIAN BILANGAN DI SEKOLAH DASAR BERBASIS MICRO LEARNING Sandi Budi Iriawan; Andhin Dyas Fitriani; Rosiana Muvlifa; Babang Robandi; Pupun Nuryani; Dina Mayadiana; Nana Djumhana; Asep Saepudin; Aprilia Eki Saputri
Jurnal Edupena Vol. 3 No. 1 (2022): Volume 3, Nomor 1, Juni 2022
Publisher : Jurnal Edupena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Matematika merupakan salah satu mata pelajaran di Sekolah Dasar (SD) dengan bidang kajian yang abstrak serta selalu menjadi topik pembicaraan sistem pendidikan secara nasional, terlebih di masa pandemi Covid-19 yang mana pembelajaran pada umumnya dilaksanakan dari rumah (BDR) menggunakan bahan ajar cetak dengan fokus terhadap materi-materi matematika yang esensial, termasuk untuk bidang kajian Bilangan. Bilangan merupakan salah satu bidang kajian pada mata pelajaran Matematika SD yang paling banyak dibelajarkan pada jenjang SD dan menjadi prasyarat untuk bidang kajian lainnya seperti Aljabar, Geometri, Pengukuran, dan Analisis Data. Bahan ajar cetak untuk muatan mata pelajaran Matematika yang digunakan selama BDR, baik yang dikembangkan oleh guru maupun oleh Kemdikbud dalam bentuk buku siswa atau buku teks cenderung dikemas tidak variatif memuat unsur teks, audio, visual, animasi, infografis, dan unsur lainnya serta memuat materi yang padat dengan jumlah halaman yang relatif banyak untuk dipelajari oleh siswa dengan durasi yang relatif lama. Bahan ajar cetak yang dikemas monoton tersebut menimbulkan kejemuan dan kelelahan bagi siswa, khususnya pada jenjang SD yang pada umumnya tidak mampu bertahan lama untuk belajar, membaca, dan menyimak penjelasan guru yang monoton dan tidak variatif. Bahan ajar untuk muatan mata pelajaran Matematika khususnya pada bidang kajian Bilangan pada jenjang SD perlu dikembangkan dan dikemas secara digital sesuai dengan kebutuhan belajar siswa saat ini dengan pendekatan micro learning agar tidak menjemukan siswa dalam mempelajarinya, memuat berbagai unsur (teks, audio, video, animasi, dan infografis), memuat materi yang penting saja dalam beberapa halaman, memungkinkan dipelajari siswa dalam durasi waktu yang relatif tidak terlalu lama (sekitar paling lama 5 menit), dan memungkinkan dipelajari siswa kapan saja dan dimana saja. Penelitian yang sedang dilakukan ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Matematika pada bidang kajian Bilangan di SD berbasis micro learning. Hasil penelitian berupa draft bahan ajar Matematika pada bidang kajian Bilangan di SD berbasis micro learning yang terdiri atas: (1) satu set GBPM; (2) satu set naskah; (3) satu set bahan ajar, (4) 10 set infografis, (5) 10 set ppt, (6) 10 set audio podcast, (7) 10 set video eksplainer, dan (8) 10 set motion graphics (video animasi). Draft bahan ajar yang dihasilkan digunakan dalam pembelajaran di SD dan direfleksi, sehingga diperoleh produk berupa bahan ajar final pada mata pelajaran Matematika bidang kajian Bilangan di SD berbasis micro learning”.