Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Gerakan Sigap Stunting (Gesit) Melalui Penyuluhan Sosial dan Pelatihan Pengolahan Bahan Makanan Lokal di Desa Cikondang Kabupaten Sumedang Asep Saepudin; Wiwit Widiansyah; Irniyati Samosir; Nandang Susila; Ani Rindiani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 2 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana anak memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari World Health Organization (WHO). Stunting disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Tujuan tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan Penyuluhan sosial dan Pelatihan pengolahan bahan makanan lokal dalam upaya menanggulangi terjadinya stunting. Rangkaian kegiatan penyuluhan sosial dan pelatihan pengelolaan makanan lokal sebagai program intervensi edukasi diharapkan dapat menanggulangi terjadinya stunting di masyarakat. Kegiatan penyuluhan sosial dan pelatihan pengolahan bahan makanan lokal yang dilakukan terdiri atas tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan desain program, penerapan program dan evaluasi program. Hasil dari penyuluhan sosial dan pelatihan pengolahan bahan makanan lokal bagi orang tua berhasil dapat meningkatkan kemampuan berwirausaha masyarakat yang pada gilirannya berdampak terhadap peningkatan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sehingga dapat mencegah terjadinya gizi buruk pada anak.
Membangun Kemandirian Perempuan Melalui Keterampilan Kewirausahaan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga (Implementasi Project Based Learning di Desa Legok Kidul Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang) Asep Saepudin; Eri Susanto; Dedah Ningrum; Diah Retno Anggraini; Ani Rindiani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah sosial yang diartikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental, maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Kemiskinan ini tidak terjadi begitu saja. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kemiskinan, di antaranya yaitu: (a) faktor individual, (b) faktor Sosial, dan (c) faktor kultural. Dampak dari kemiskinan ini sangat jelas dirasakan oleh banyak pihak, termasuk kaum perempuan yang sudah menikah, keadaan mereka sangat bermacam-macam ada perempuan yang diceraikan oleh suaminya, atau bahkan ditinggal meninggal oleh suaminya, atau mereka memiliki suami tapi suami mereka tidak menafkahi mereka dan keluarga, sehingga mereka memilih untuk berjuang sendiri dalam menafkahi diri sendiri dan keluarga. Permasalahan ini harus segera diatasi, bagaimana mempersiapkan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, melalui berbagai upaya pemberdayaan dalam rangka mempersiapkan mereka menjadi sosok perempuan mandiri yang menjalankan peran ganda. Berdasarkan fenomena tersebut, diperlukan solusi edukasi di antaranya melalui program pelatihan dalam bentuk Project Based Learning (PBL) untuk membangun kemandirian perempuan melalui keterampilan kewirausahaan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Legok Kidul Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang. Program pelatihan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, koordinasi kegiatan, pengembangan disain program, aksi program dan pelaporan sertapublikasi.
Pelatihan dan Workshop Sistem Supervisi Berbasis Andragogi Bagi Pengawas Madrasah di Kabupaten Sumedang Ani Rindiani; Rina Rindanah; Asep Saepudin
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.389

Abstract

Supervisi hadir karena satu alasan untuk membimbing pertumbuhan kemampuan dan kecakapan profesional guru. Oleh karena itu, supervisi mempunyai kedudukan strategis dan penting dalam manajemen pendidikan. Kepala Madrasah sebagai orang dewasa memiliki kewajiban melaksanakan fungsinya sebagai manajer di lembaga pendidikan untuk meningkatkan proses pembelajaran melalui kegiatan supervisi kepada guru-guru yang juga orang dewasa. Untuk itu diperlukan kegiatan pelatihan dan workshop bagi para pengawas, kepala madrasah, dan guru madrasah di Kab. Sumedang demi terwujudnya proses pembelajaran yang andragogis. Maksud dan tujuan dilakukan pelatihan dan workshop bagi pengawas kepala madrasah dan guru adalah memberikan pembinaan untuk meningkatan kapasitas keilmuan dan kecakapan profesioanl sesuai tugasnya masing-masing. Metode pelatihan dilakukan melalui metode pembelajaran berbasis proyek (project based learning), dengan tahapan; (1) persiapan, (2) penentuan peserta, (3) metode penyampaian materi, dan (4) evaluasi. Tim pelaksana pelatihan dan workshop terdir atas seorang ketua dan dua orang anggota. Simpulan kegiatan, bahwa pelatihan dan workshop sistem supervisi berbasis andragogi di Kabupaten Sumedang telah berhasil memberikan pemahaman yang signifikan dalam meningkatkan kapasitas pengawas, kepala sekolah, dan guru dalam proses supervisi akademik yang efektif dan andargogis. Materi pelatihan dan workshop terdiri atas konsep andragogi dalam supervisi akademik, konsep administrasi supervisi akademik, dan konsep bimbingan konseling dalam proses supervisi akademik. Evaluasi hasil pelatihan mengukur kemampuan peserta melalui instrumen pretest dan posttest, yang hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Tindak lanjut sekaligus saran bagi pihak Kemenag adalah perlunya pelaksanaan pelatihan dan workshop supervisi akademik yang berkelanjutan. Selanjutnya untuk pihak pengawas dan kepala madrasah selayaknya menata ulang instrumen dan proses supervisi akadmik berdasarkan prinsip-prinsip andragogi.
MODEL PENDAMPINGAN DIGITALISASI EKONOMI KREATIF DALAM MENINGKATKAN JIWA WIRAUSAHA PEMUDA DI DESA PAGERWANGI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Iip Saripah; Asep Saepudin; Sri Subekti
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v7i3.29725

Abstract

Pagerwangi Village, located in Lembang Subdistrict, West Bandung Regency, has great potential for developing a creative economy. However, its utilization remains suboptimal due to limited digital access and technical mentoring. This study aims to design a digital assistance model for the creative economy that enhances the entrepreneurial spirit among youth. The theoretical framework is based on Schumpeter’s innovation theory, Amartya Sen’s capability approach, and the Theory of Planned Behavior (Ajzen, 1991). The research employs a mixed-methods approach involving a survey of 100 youth, in-depth interviews, and focus group discussions. The results show that digital mentoring interventions through e-commerce, social media training, and technical assistance significantly improve entrepreneurial attitudes, digital capabilities, and entrepreneurial intentions. Continuous and context-sensitive mentoring proved more effective than one-time training. The study concludes that a comprehensive digital mentoring model can strengthen rural youth entrepreneurship and serve as a sustainable strategy for developing the creative economy in rural areas.
Adult Learning: A Hybrid Systematic Literature Review and Bibliometric Analysis Ridha Husnul Hayati; Elih Sudiapermana; Asep Saepudin
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 14, No 2 (2026): Kolokium: Publishing October 2026
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v14i2.1340

Abstract

This study aims to map the global research landscape on Adult Learning through a bibliometric analysis of 4,220 Scopus-indexed articles. The analysis categorizes publications by country, institutional affiliation, source titles, and leading authors, while network visualization and keyword co-occurrence were examined using VOSviewer. Results reveal that the United States dominates the field with approximately 1,800 publications, followed by the United Kingdom, Australia, Canada, and Germany. At the institutional level, Griffith University, Columbia University, and the University of Georgia are leading contributors. The leading publication sources include Studies in the Education of Adults, Adult Learning, Computers & Education, International Journal of Lifelong Education, and Adult Education Quarterly. Keyword mapping identifies several major clusters reflecting key research themes, including andragogical theory, distance education, professional development, and adult learner identity. Overall, the findings demonstrate that research on Adult Learning is increasingly multidisciplinary, emphasizing lifelong learning and the integration of digital technologies in adult and community education. These insights provide valuable implications for shaping future research agendas and strengthening scholarly capacity, particularly within developing countries such as Indonesia.
Initial Acceptability of Augmented Reality-Based IEC for Rural Family Learning Muhammad Adil Arnady; Oong Komar; Elih Sudiapermana; Asep Saepudin
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 14, No 2 (2026): Kolokium: Publishing October 2026
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v14i2.1318

Abstract

Rural families require health education that translates stunting-prevention messages into practical decisions; however, digital innovations may be difficult to use and may reproduce social inequalities. This study examined the initial acceptability of augmented reality-based communication, information, and education (AR-IEC) as a family learning medium in the service area of Karang Intan I Primary Health Centre, Banjar Regency. An embedded qualitative case study was supported by descriptive data from 181 families and 13 facilitators. The qualitative corpus included 27 interviews, two focus groups, six observations, three stimulated-recall sessions, and ten documents. Data were analyzed using the Framework Method, with the Theoretical Framework of Acceptability as the primary sensitizing framework. Most families rated the three-dimensional visuals as at least moderately helpful (97.2%), and 87.8% supported continued use at integrated health posts (posyandu). However, 64.1% experienced difficulty, and 76.2% required assistance. Acceptability therefore did not imply independent use. AR functioned as a visual bridge when facilitators connected digital objects with local foods, household utensils, dialogue, and family decision-making. Continued implementation requires shared devices, offline options, accessible design, facilitator training, privacy safeguards, and organizational support. AR-IEC should be developed as a facilitated and inclusive learning ecosystem rather than a stand-alone application.
Co-Authors Ace Suryadi Ade Sadikin Ade Sadikin Adela Anita Ahmad Hufad Aini, Wirdatul Akhyadi, Ade Sadikin Andhin Dyas Fitriani Ani Riandian Ani Rindiani Ani Rindiani Ani Rindiani Ani Rindiani Ani Rindiani Ani Rindiani Ani Rindiani Ani Rindiani Aprilia Eki Saputri Babang Robandi Bangkit Alamsyah Bani Sakti Benedicta Videlia Kusuma Ayu Gulo Budi Santoso Cucu Sukmana, Cucu Diah Retno Anggraini Dina Mayadiana Suwarma Eko Sulistiono Elih Sudiapermana, Elih Eliza Rahmah Prahestiwi Eliza Rahmah Prahestiwi Eri Susanto Fahmi, Rahmat Gumilar Fauzi Darsono Gumilar Fauzi Darsono Hanifah Rachmadanti Hanifah Rachmadanti Hasan Tafsir Maulana Hasan Tafsir Maulana Hasanah, Viena Rusmiati Holva Lovana Siregar Ihat Hatimah Iip Saripah Iip Saripah Iis Elfa Syafmaini Irniyati Samosir Ismawati Ismawati Jaenal Mutakin Jaenal Mutakin Jaenal Mutakin Jajat S Adiwinata Jajat S. Adiwinata Jajat S. Ardiwinata, Jajat S. Joni R Pramudya Kartini Marzuki Khairul Azmi Kuslan Sunandar Lisnawati Lisnawati Makan Sacko Mohamad Zubaidi Muhammad Adil Arnady Muhammad Faisal Najmudin Muhammad Ibrahim Mulyono, Dinno Mustofa Kamil, Mustofa Nana Djumhana Nandang Susila Nicky Puspita Sari Nike Kamarubiani ningrum, dedah - Nofriansyah, Nofriansyah Nurul Hayati Oong Komar Pupun Nuryani Purnomo Putri Nayla Ayubia Rahmat Fahmi Raihan Aulia Nugraha Ramadani, Rika Fitri Ramayana Ritonga Ridha Husnul Hayati Rina Rindanah Robby MT Rosiana Muvlifa Rusmin Husain Sandi Budi Iriawan Sardin, Sardin Shifa Zeniputri Amatullah Sihombing, Ferdinan Siti Maspupah Sri Subekti Supriadi Supriadi Titi Nurhayati Upi Rahmawati Uyu Wahyudin Viena Rusmiati Wiwit Widiansyah Yana Nursita Yanti Shantini, Yanti Yorita, Epti Yulinda Yulinda Yusmanto Yusmanto Yusmanto Yusmanto Zahratul Azizah Zulharman Zulharman