Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Implementasi model kolaborasi pentahelix dalam pengembangan sumber daya manusia UMKM Muhammad Faisal Najmudin; Ace Suryadi; Asep Saepudin
Abdimas Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i3.17681

Abstract

Di tengah pandemi covid-19 UMKM seharusnya dapat menghasilkan lapangan pekerjaan yang luas. Para pelaku UMKM mengharuskan sumber daya manusianya agar dapat bertahan dan unggul dalam persaingan. Untuk memaksimalkan UMKM diperlukan adanya kolaborasi yang melibatkan partisipasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas dan kemajuan UMKM. Dengan adanya berbagai permasalahan terhadap pelaku UMKM di tengah covid-19, pengembangan sumber daya manusia pelaku UMKM merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas. Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan bertujuan untuk membantu pengembangan UMKM sebagai fasilitator dan inkubator. Pelaksanaan Pengabdian ini dilakukan di Kelurahan Cibeureum Kota Cimahi dalam rangka pengembangan UMKM. Model kolaborasi pentahelix yang terdapat lima pemangku kepentingan (stakeholders) yang berkolaborasi dalam pengembangan yakni pemerintah, akademisi, media, masyarakat dan sahabat UMKM, dan swasta. Hasil dari pengabdian ini terbentuknya Sahabat UMKM yaitu sebuah kelompok yang berupaya untuk membantu, mengarahkan, dan mendukung individu/kelompok UMKM mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengembangan, dan evaluasi dalam pengembangan usahanya dalam kolaborasi pentahelix yang dilaksanakan. Pengabdian ini merupakan langkah fundamental untuk meningkatkan kapasitas UMKM di Kelurahan Cibeureum Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat.
EFEKTIVITAS PENYELENGGARAAN PROGRAM PELATIHAN KERJA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KERJA Adela Anita; Asep Saepudin; Iip Saripah
Jurnal Dedikasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/dedikasi.v8i1.4093

Abstract

: One of the roles of training to improve the quality of human resources is through skill/skill development activities or what is called life skills education. Job training is an important means of developing human resources. The development of this workforce is expected to later become a workforce that is ready to use, in the sense that it can immediately enter the world of work. The orientation of the job training program is very necessary considering that most of the labor force in Indonesia still works in the informal sector with very low productivity. Competence is the work ability that a person has to carry out his work in accordance with existing standards accompanied by aspects that follow it (knowledge, understanding, skills, values, attitudes, interests). The effectiveness of the implementation of work training programs in improving work competence. To obtain satisfactory results from the existence of job training programs is determined by a predetermined plan, namely the monitoring process after job training. The monitoring stage intends to determine the suitability and suitability of the program of activities carried out with the plans that have been prepared. This stage is used to correct activities that are not in accordance with the plan, correct the abuse of rules and resources, and seek to achieve the specified goals as efficiently and effectively as possible for the future. Collection of data or information in monitoring activities to see conditions on the ground in the implementation of the training program that is being monitored..
PENDAMPINGAN PENJAMINAN DAN PENGENDALIAN MUTU PENDIDIKAN MASYARAKAT Asep Saepudin; Raihan Aulia Nugraha; Ismawati Ismawati; Bangkit Alamsyah
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 2 (2023): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i2.7652

Abstract

Pendidikan di Indonesia memiliki 3 jalur, yakni jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal. Namun, mayoritas orang hanya mementingkan pendidikan formal. Sehingga fokus peningkatan kualitas pendidikannya pun hanya terfokus pada pendidikan formal saja. Padahal, pendidikan formal dan informal pun harus memiliki kualitas yang baik. Terlebih pendidikan non formal adalah sebagai pelengkap atau bahkan pengganti pendidikan formal bagi orang yang bekum berkesempatan untuk menempuh pendidikan formal. Salah satunya yaitu dengan didirikannya PKBM yang merupakan singkatan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Terdapat beberapa program yang ada di dalam PKBM misalnya seperti pendidikan keaksaraan, pendidikan kesetaraan, peningkatan life skill/soft skill, dan masih banyak lagi. Meskipun merupakan bagian dari pendidikan non formal, PKBM memiliki potensi yang cukup besar dalam mewujudkan generasi yang cerdas dan berdaya. Maka dari itu PKBM pun harus memiliki kualitas yang baik sama halnya dengan pendidikan formal yang selalu diusahakan untuk peningkatan kualitasnya. Penelitian ini menggunakan metode survey yakni secara langsung mengunjungi PKBM Al-Insan untuk mengidentifikasi serta memastikan dokumen apa saja yang belum terpenuhi untuk peningkatan mutu PKBM melalui akreditasi untuk kemudian didampingi dalam proses pemenuhan dokumen pendukung akreditasi PKBM. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa setiap jalur pendidikan di Indonesia penting untuk diingkatkan kualitasnya, karena generasi yang cerdasa dan berdaya lahir dari pendidikan yang berkualitas.
PUBLIC FIGURE SEBAGAI PENGGERAK: MENINGKATKAN PARTISIPASI DALAM PELATIHAN DEEP LEARNING UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN KESETARAAN Fahmi, Rahmat; Saepudin, Asep; Sardin, Sardin; Nofriansyah, Nofriansyah
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i2.10092

Abstract

Pendidikan memainkan peran penting dalam perkembangan individu dan masyarakat, dan kemajuan teknologi seperti Deep Learning (DL) memberikan peluang besar untuk meningkatkan pengalaman belajar. Namun, penerapan DL dalam pendidikan anak usia dini dan pendidikan kesetaraan sering menghadapi tantangan, terutama terkait dengan rendahnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh public figure, Sahrul Gunawan, dalam meningkatkan antusiasme dan partisipasi peserta pelatihan berbasis Deep Learning untuk pendidikan anak usia dini dan pendidikan kesetaraan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi langsung kepada peserta pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran Sahrul Gunawan sebagai public figure dalam pelatihan ini berhasil meningkatkan partisipasi dan antusiasme peserta. Hal ini menunjukkan bahwa model pelatihan berbasis public figure dapat menjadi strategi efektif dalam mendorong tujuan dari pelatihan.Kesimpulannya, keterlibatan public figure dapat menjadi faktor kunci dalam meningkatkan motivasi peserta dan mempercepat penerimaan teknologi baru, menjadikannya model yang potensial untuk diterapkan dalam pelatihan berbasis teknologi di sektor pendidikan.
Peran Tokoh Masyarakat dalam Pelestarian Kearifan Lokal Pasca Ketiadaan Kepala Adat di Desa Adat Cireundeu Cimahi Putri Nayla Ayubia; Cucu Sukmana; Asep Saepudin
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 10 No 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v10i3.27157

Abstract

Establishing a cultural community becomes a valuable asset capable of supporting the dissemination of cultural values. The community in Kampung Adat Cireundeu Village, Cimahi City has long upheld traditional values. This research aims to explain how the Cireundeu community can preserve and maintain its culture despite the absence of an official adat leader. Using a qualitative method with a case study approach, data collection techniques were derived from interviews, observations, and documentation studies. This research found that the Cireundeu community successfully overcame this challenge through collective leadership mechanisms and the use of modern technology. Community figures, including elders and the deputy adat leader, play a crucial role in preserving customs and traditions through the effective distribution of responsibilities and active involvement in various customary activities. Despite facing some obstacles, such as uncertainty in decision-making and suboptimal coordination, the Cireundeu community has adopted adaptive strategies that allow them to maintain cultural preservation and ensure their social continuity. This research demonstrates that even without an Indigenous leader, community strength, local figures, and local innovation can support cultural preservation in sustaining the Indigenous community.
Analisis Kebutuhan Edukasi untuk Mendukung Pengembangan Program Pencegahan Jatuh Berbasis Komunitas pada Lansia RW 018 Kelurahan Sadang Serang Ferdinan Sihombing; Jajat S Adiwinata; Asep Saepudin; Viena Rusmiati; Benedicta Videlia Kusuma Ayu Gulo; Bani Sakti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 8 (2026): Volume 6 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i8.26709

Abstract

ABSTRACT Population ageing has increased the prevalence of chronic diseases, functional decline, and fall-related injuries among older adults. Falls contribute to disability, hospitalization, dependency, and reduced quality of life. However, educational interventions for fall prevention are often developed without adequately considering the characteristics and learning needs of older adults. Educational needs assessment offers an evidence-based approach to designing more relevant and effective educational programs. This study aimed to analyze the educational needs of community-dwelling older adults to support the development of community-based fall prevention programs. A descriptive quantitative study was conducted among 152 older adults residing in RW 018 in February 2026. Data on demographic characteristics, educational attainment, chronic disease history, fall history, and walking aid use were collected using structured questionnaires and analyzed descriptively using frequencies and percentages. Findings were interpreted to identify educational priorities. Most respondents were aged 60–69 years (53.2%) and female (63.8%). Low educational attainment was common (42.1%), 70.4% had chronic diseases, 11.8% reported falls within the previous six months, and only 2.6% used walking aids. These findings emphasize the need for educational programs focusing on early prevention, chronic disease management, safe mobility, environmental safety, family involvement, and literacy-appropriate learning strategies. Educational needs assessment provides an important basis for developing targeted, accessible, and sustainable community-based fall prevention programs for older adults. Keywords: Educational Needs Assessment, Fall Prevention, Older Adults, Community-Based Education.  ABSTRAK Peningkatan jumlah lansia diikuti oleh meningkatnya prevalensi penyakit kronis, penurunan fungsi, dan risiko jatuh. Jatuh merupakan masalah kesehatan yang dapat menyebabkan cedera, disabilitas, ketergantungan, serta penurunan kualitas hidup. Namun, program edukasi pencegahan jatuh sering kali belum disusun berdasarkan karakteristik dan kebutuhan belajar lansia. Analisis kebutuhan edukasi diperlukan untuk menghasilkan program yang lebih tepat sasaran. Menganalisis kebutuhan edukasi lansia sebagai dasar pengembangan program pencegahan jatuh berbasis komunitas. Penelitian kuantitatif deskriptif dilakukan pada 152 lansia di RW 018 pada Februari 2026. Data mengenai karakteristik demografi, tingkat pendidikan, riwayat penyakit, riwayat jatuh, dan penggunaan alat bantu jalan dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase, kemudian diinterpretasikan untuk mengidentifikasi prioritas kebutuhan edukasi. Sebagian besar responden berusia 60–69 tahun (53,2%) dan perempuan (63,8%). Sebanyak 42,1% berpendidikan dasar atau lebih rendah, 70,4% memiliki riwayat penyakit kronis, 11,8% pernah mengalami jatuh dalam enam bulan terakhir, dan hanya 2,6% menggunakan alat bantu jalan. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi yang menekankan pencegahan dini, pengelolaan penyakit kronis, mobilitas aman, keamanan lingkungan, pelibatan keluarga, serta metode pembelajaran yang sesuai dengan tingkat literasi lansia. Analisis kebutuhan edukasi memberikan dasar dalam pengembangan program pencegahan jatuh berbasis komunitas yang lebih tepat sasaran, mudah diterapkan, dan berkelanjutan. Kata Kunci: Analisis Kebutuhan Edukasi, Pencegahan Jatuh, Lansia, Edukasi Berbasis Komunitas.
Empowerment Evaluation Research Trends: Bibliometric Analysis for the Years 2014 to 2023 Nurul Hayati; Elih Sudiapermana; Asep Saepudin; Jajat S. Adiwinata; Oong Komar; Wirdatul Aini; Zahratul Azizah
International Journal of Pedagogy and Learning Community (IJPLC) Vol. 1 No. 1 (2024): International Journal of Pedagogy and Learning Community (IJPLC)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijplc.v1i1.6

Abstract

Empowerment evaluation is critical in ensuring that the empowerment program achieves its goals and provides the intended benefits to the community it serves. By conducting a complete bibliometric analysis for the period 2014-2023, this study analyzed the current state and research trends in the subject of empowerment evaluation. This research focused on publication language, growth rates, keywords, most frequently used authors, most referenced papers, most prolific authors, most productive institutions, and most active countries. 355 journal articles were obtained from the Scopus database for bibliometric mapping analysis. The research findings showed that: (1) the majority of articles were written in English; (2) the most published articles were in 2015, with 65 articles; (3) empowerment was the most commonly used keyword; (4) the article by Fox, J.A. 2015 was the most frequently cited document; (5) Ponsford, R. from the London School of Hygiene & Tropical Medicine, United Kingdom (England) is the most prolific writer; and  (6) the London School of Hygiene & Tropical Medicine in the United Kingdom (England) is a public institution that produces the most work in the field of empowerment evaluation; and (7) the United States is the country with the highest work productivity in this field. This paper makes an important contribution to the topic of empowerment evaluation by providing a complete overview, scientific landscape, and future directions for the advancement and strengthening of research in the field.
Sekolah Perempuan Hebat Sebagai Upaya Memperkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga Melalui Pemberdayaan Perempuan “Pengolahan Butternut Squash” Muhammad Ibrahim; Rusmin Husain; Mohamad Zubaidi; Kartini Marzuki; Asep Saepudin
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v6i1.1194

Abstract

This great Women's school program provides education about gender equality and women's rights. Women's Schools cannot be separated from the process of individual or group self-development. Therefore, women must be empowered through the Women's School program. The women's school program to increase family economic resilience is an educational initiative specifically designed to provide knowledge, skills, and training on women's rights and economic opportunities. Improving women's skills in managing Butternut Squash to become a nutritious snack for children including mochi, crispy Butternut Squash, pumpkin dodol, and pumpkin jam, which was initiated through the Women's school program, Building partnerships based on family economic resilience with the village government, Social Service, Cooperative and MSME Service, the Family Hope Program Implementation Unit (UPPKH).
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Ekonomi Kreatif dalam Mewujudkan Kemandirian Masyarakat di Desa Jayi Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka Asep Saepudin; Iip Saripah; Yusmanto Yusmanto; Jaenal Mutakin; Ani Rindiani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 1 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Masyarakat (community development) sebagai strategi pembangunan nasional dalam rangka pemberdayaan (empowerment) masyarakat, merupakan hal penting yang bertujuan menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang dimilikinya sehingga mampu memiliki kemampuan adaptasi sesuai berkembangnya zaman. Untuk itu, pemberdayaan (empowerment) merupakan suatu proses tindakan sosial yang dilakukan baik oleh individu, keluarga, kelompok, masyarakat maupun organisasi pendamping dalam rangka pencapaian indeks pembangunan manusia (Human Development Indeks) yang berkualitas. Berdasarkan alur pemikiran tersebut, maka diperlukan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ekonomi kreatif bagi anggota masyarakat petani untuk mendukung percepatan peningkatan pendapatan masyarakat khususnya di Desa Jayi Kec. Sukahaji, Kab. Majalengka. Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen dan mahasiswa program studi masyarakat terhadap para petani melalui tahapan persiapan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Hasil akhir dari kegiatan pelatihan adalah adanya peningkatan kesadaran masyarakat tentang masalah yang dihadapinya dan potensi yang dimilikinya sehingga muncul kesiapan masyarakat sekitar untuk mendapatkan intervensi edukasi (education intervention) dalam rangka peningkatan pengetahuan (cognitive), sikap (afektif) dan keterampilan (skills) anggota masyarakat sebagai peserta pelatihan.
Pelatihan Parenting Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengasuh Anak di Era Digital (Studi pada Kegiatan Pelatihan Orang Tua Anak Kober Arafah Kota Bandung) Asep Saepudin; Hasan Tafsir Maulana; Gumilar Fauzi Darsono; Hanifah Rachmadanti; Ani Rindiani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 2 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengasuh anak semakin kompleks, terutama di era digital, dengan banyaknya permasalahan terkait dampak teknologi terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu, pelatihan parenting di era digital menjadi penting untuk diterapkan, tulisan ini adalah untuk menggali pentingnya pelatihan parenting di era digital dan bagaimana pelatihan tersebut dapat meningkatkan keterampilan orang tua di Kober Arafah dalam mengasuh anak-anak di era digital. Tujuan tulisan ini untuk mengevaluasi proses penyelenggaraan Pelatihan Parenting Pengasuhan Anak di Era Digital. Peserta pelatihan adalah orang tua yang memiliki anak usia dini di Kober Arafah. Hasil pelatihan menunjukkan perubahan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital. Skor post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan skor pre-test, yang berarti menunjukkan efektivitas pelatihan tersebut. Dapat disimpulkan pelatihan parenting di era digital memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak-anak di era digital, membantu mereka menghadapi tantangan dan menjaga keamanan serta kesejahteraan anak-anak mereka di dunia digital yang semakin kompleks.
Co-Authors Ace Suryadi Ade Sadikin Ade Sadikin Adela Anita Ahmad Hufad Aini, Wirdatul Akhyadi, Ade Sadikin Andhin Dyas Fitriani Ani Riandian Ani Rindiani Ani Rindiani Ani Rindiani Ani Rindiani Ani Rindiani Ani Rindiani Ani Rindiani Aprilia Eki Saputri Babang Robandi Bangkit Alamsyah Bani Sakti Benedicta Videlia Kusuma Ayu Gulo Budi Santoso Cucu Sukmana, Cucu Diah Retno Anggraini Dina Mayadiana Suwarma Eko Sulistiono Elih Sudiapermana, Elih Eliza Rahmah Prahestiwi Eliza Rahmah Prahestiwi Eri Susanto Fahmi, Rahmat Gumilar Fauzi Darsono Gumilar Fauzi Darsono Hanifah Rachmadanti Hanifah Rachmadanti Hasan Tafsir Maulana Hasan Tafsir Maulana Hasanah, Viena Rusmiati Holva Lovana Siregar Ihat Hatimah Iip Saripah Iip Saripah Iis Elfa Syafmaini Irniyati Samosir Ismawati Ismawati Jaenal Mutakin Jaenal Mutakin Jaenal Mutakin Jajat S Adiwinata Jajat S. Adiwinata Jajat S. Ardiwinata, Jajat S. Joni R Pramudya Kartini Marzuki Khairul Azmi Kuslan Sunandar Lisnawati Lisnawati Makan Sacko Mohamad Zubaidi Muhammad Faisal Najmudin Muhammad Ibrahim Mulyono, Dinno Mustofa Kamil, Mustofa Nana Djumhana Nandang Susila Nicky Puspita Sari Nike Kamarubiani ningrum, dedah - Nofriansyah, Nofriansyah Nurul Hayati Oong Komar Pupun Nuryani Purnomo Putri Nayla Ayubia Rahmat Fahmi Raihan Aulia Nugraha Ramadani, Rika Fitri Ramayana Ritonga Robby MT Rosiana Muvlifa Rusmin Husain Sandi Budi Iriawan Sardin, Sardin Shifa Zeniputri Amatullah Sihombing, Ferdinan Siti Maspupah Supriadi Supriadi Titi Nurhayati Upi Rahmawati Uyu Wahyudin Viena Rusmiati Wiwit Widiansyah Yana Nursita Yanti Shantini, Yanti Yorita, Epti Yulinda Yulinda Yusmanto Yusmanto Yusmanto Yusmanto Zahratul Azizah Zulharman Zulharman