Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Politik Hukum Terhadap Masyarakat Dilarang Memberi Uang Kepada Pengemis (Studi Kasus : Kota Pontianak, Kalimantan Barat) Aprilsesa, Tri Dian; Suasono, Edy; Aminah, Siti; Abunawas, Abunawas
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya pemerintah Kota Pontianak sudah berupaya untuk melakukan sosialisasi penertiban umum terhadap masyarakat untuk tidak memberi uang pada pengemis dan pengamen di beberapa titik di Kota Pontianak. Tetapi masih banyak masyarakat memberi uang ke pengemis dan gelandangan tidak dikenakan sanksi denda atau administrasi. Penelitian ini bersifat deskriptif. Sumber datanya menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh melalui proses wawancara dan dokumentasi. Pelaksanaan Pasal 42 Huruf e Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 19 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum Dan Perlindungan Masyarakat masih belum terlaksana sepenuhnya. Jika masyarakat masih memberi uang kepada pengemis dan pengamen maka semakin banyak pula pengamen dan pengemis di tempat-tempat umum di Kota Pontianak karena mereka merasa sebagai pengemis dan pengamen sebuah pekerjaan yang mendapatkan penghasilan yang lebih banyak. Diharamkan bagi mengeksploitasi orang untuk meminta-minta ataupun mengamen. Dan bagi pemberi, haram memberi kepada peminta-minta di jalanan dan ruang publik karena itu mendukung pihak yang mengeksploitasi pengemis serta tidak mendidik karakter yang baik untuk warga negara. Upaya yang diharapkan pemerintah lebih bijak lagi untuk menegakkan aturan yang ada kepada masyarakat yang memberi uang pada pengemis dan pengamen agar fenomena sosial ataupun masalah sosial berupa pengamen dan pengemis tidak semakin berkembang.
Peran Guru dalam Membentuk Karakter Disiplin Peserta Didik Madrasah Ibtidaiyah Al Barokah Pekanbaru Ibrahim, Rusli; Asmarika, Asmarika; Salim, Agus; Wismanto, Wismanto; Abunawas, Abunawas
Journal of Education Research Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i3.371

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya disiplin siswa Madrasah Ibtidaiyah al Barokah Jl. Datuk Tunggul Pekanbaru. indikator yang terlihat diantaranya masih banyaknya siswa yang datang terlabat bahkan setelah pagar sekolah dikunci, tidak mengerjakan tugas, suka bermain saat jam pelajaran dimulai. Penelitian bertujuan untuk: mendeskripsikan karakteristik disiplin siswa,  mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakteristik disiplin siswa, dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat kedisiplinan siswa. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan pencatatan. Menganalisis data dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Ciri-ciri kedisiplinan siswa meliputi siswa yang menaati peraturan sekolah. Untuk membentuk karakter disiplin siswa guru berperan sebagai guru, pendidik, evaluator, dan panutan bagi siswa. Faktor pendukung yang membentuk karakter disiplin siswa antara lain dukungan dari dalam dan luar sekolah. Faktor penghambat karakteristik disiplin siswa antara lain pengawasan guru yang terbatas terhadap siswa, pengaruh sosial teman, dan penggunaan teknologi yang tidak tepat.
Penerapan Inovasi Teknologi Modern dalam Deteksi dan Pencegahan Kejahatan Lalu Lintas di Era Digital: Studi Kasus mengenai Efektivitas Sistem CCTV yang Terintegrasi dalam Menjamin Keselamatan Jalan Raya Fajarudin, Muhamad Nur; Abunawas, Abunawas; Anggawira, Anggawira; Usmansyah, Iwan
Postulat Vol 2 No 1 (2024): POSTULAT: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/postulat.v2i1.1459

Abstract

Abstrak ini membahas makna 'kejahatan' dari perspektif yuridis dan sosiologis, serta pentingnya teknologi, khususnya CCTV terintegrasi, dalam mendeteksi dan mencegah kejahatan lalu lintas. Kejahatan, yang berkembang seiring waktu, memerlukan pendekatan hukum dan teknologi untuk mengatasinya efektif. CCTV, sebagai alat pengumpul bukti visual, telah berevolusi menjadi sistem terintegrasi yang lebih responsif dalam mendeteksi perilaku mencurigakan dengan notifikasi real-time, berkontribusi pada penurunan kejahatan lalu lintas dan peningkatan rasa aman pengguna jalan. Meskipun demikian, implementasi CCTV terintegrasi menghadapi tantangan, termasuk isu privasi, biaya, dan kebutuhan pelatihan. Studi ini, melalui analisis kualitatif dan studi kasus, bertujuan mengevaluasi efektivitas dan tantangan implementasi CCTV terintegrasi, memberikan rekomendasi untuk investasi dan kerjasama antarsektor guna memaksimalkan potensi teknologi ini dalam menjaga keselamatan jalan raya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan CCTV terintegrasi telah berkontribusi pada penurunan kejahatan lalu lintas dan peningkatan rasa aman di jalan. Namun, sistem ini juga menghadapi tantangan, seperti isu privasi dan biaya implementasi. Oleh karena itu, rekomendasi meliputi peningkatan investasi dalam teknologi ini dan kerjasama antar-instansi dan pihak swasta untuk memaksimalkan manfaatnya.
KOHABITASI DAN HUKUM PIDANA BARU INDONESIA: ANTARA PROGRESIVITAS KRIMINALISASI DAN NILAI KETIMURAN Cahyani, Irineza Okta; Hermansyah, Hermansyah; Abunawas, Abunawas
Tanjungpura Legal Review Vol 3, No 2 (2025): Tanjungpura Legal Review
Publisher : Faculty of Law, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tlr.v3i2.87017

Abstract

Abstract Cohabitation is regulated (samen leven) as a criminal offence in the provisions of Law Number 1 of 2023 on the Criminal Code has drawn pros and cons from Indonesian society. Cohabitation is an act that is not in accordance with the values that live and develop in Indonesia as a country with an eastern style. Moreover, cohabitation is considered a criminogenic act. This research aims to determine the basis for consideration of the need to criminalize cohabitation (samen leven) in the provisions of Law Number 1 of 2023 on the Criminal Code and the effectiveness of the application of the offence of complaints against acts of cohabitation (samen leven) in the provisions of Law Number 1 of 2023 on the Criminal Code. This research uses a normative juridical type of research with descriptive analysis based on legal statute approach, case approach and conceptual approach. The data collection techniques used were literature review and interview. This research shows that the act of cohabitation is a deviant and is contrary to the values and norms prevailing in society. The government's efforts to criminalise the act of cohabitation (samen leven) is a progressive step in ensuring the welfare of society and social defence through a criminal policy and criminal law policy. In criminalization efforts, it also pays attention to public perceptions of a rule because it plays an important role in measuring the quality of law that affects the welfare of society. Abstrak Diaturnya perbuatan kohabitasi (samen leven) menjadi suatu tindak pidana dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menuai pro dan kontra dari masyarakat Indonesia. Kohabitasi merupakan suatu perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di Indonesia sebagai negara dengan corak ketimuran. Selain itu, kohabitasi dianggap sebagai suatu perbuatan yang bersifat kriminogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan perlunya kriminalisasi perbuatan kohabitasi (samen leven) dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan menggunakan analisis deskriptif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan (statue approach), pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan melakukan studi kepustakaan dan wawancara. Penelitian ini menunjukkan bahwa perbuatan kohabitasi merupakan perbuatan yang menyimpang serta bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Upaya pemerintah melakukan kriminalisasi terhadap perbuatan kohabitasi (samen leven) merupakan suatu langkah progresif dalam menjamin kesejahteraan masyarakat (social welfare) dan melindungi kehidupan masyarakat (social defence) melalui suatu kebijakan kriminal dan kebijakan hukum pidana. Dalam upaya kriminalisasi juga memperhatikan persepsi masyarakat terhadap suatu aturan karena memegang peranan penting dalam mengukur kualitas hukum yang berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat.
Korban Sebagai Pembentuk Kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang Di Masyarakat Perbatasan Kalimantan Barat Abunawas, Abunawas
Lex Librum : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 10 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46839/lljih.v10i1.392

Abstract

Abstract In general, this study aims to further understand the role of victims (Typology of Victim Precipitation) in realizing the crime of trafficking in persons in border communities, and the elaboration of this understanding will be elaborated in an advanced understanding of aspects of legal policy in protecting and preventing victims from becoming victim precipitation in border communities. West Kalimantan. The use of research method in this study uses a normative-empirical, supported by a qualitative approach so that in the end, the analysis results are obtained by describing the results of research on the typology of victims and policies in protecting and trying to prevent victim precipitation in the crime of trafficking in persons in the border communities of West Kalimantan. Keywords: Victims, Trafficking in Persons, Communities, Borders
Pelatihan Bagi Kader Muhammadiyah: Peran Strategis Sekretaris dalam Organisasi Muhammadiyah Abunawas, Abunawas; Yuslim, Yuslim
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sosial Humaniora Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah mengadakan pelatihan bagi sekretaris, bendahara, dan kepala kantor di tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan ortom. Pelatihan ini mencakup manajemen administrasi, komunikasi antar pimpinan, serta pemanfaatan teknologi digital seperti arsip elektronik dan e-dokumen. Selanjutnya penguatan kolaborasi antara sekretaris, bendahara, dan kepala kantor untuk memastikan keberhasilan administrasi, pengelolaan keuangan, dan pelayanan organisasi yang optimal. Kemudia evaluasi dan Koordinasi Rutin: Melakukan koordinasi dan evaluasi berkala untuk memastikan implementasi program berjalan sesuai keputusan musyawarah dan tujuan organisasi. Pengabdian ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan tata kelola administrasi dan komunikasi di Muhammadiyah. Dengan pemanfaatan teknologi, peningkatan keterampilan SDM, serta kolaborasi yang lebih efektif antara sekretaris, bendahara, dan kepala kantor, organisasi Muhammadiyah dapat berjalan lebih efisien. Namun, tantangan dalam implementasi teknologi dan penguatan pemahaman nilai-nilai organisasi masih perlu diatasi untuk mencapai hasil yang lebih maksimal.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Agus Salim Ajeng Safitri Akhmad, Ikhbal Alinna Alinna Alviani, Devi Aminuyati Amriani Amir Anggawira, Anggawira Anisa Octavia Aprilsesa, Tri Dian Ardiansyah Ardiansyah Asmarika, Asmarika Astarina, Ivalaina Aswandi Aswandi, Aswandi Azizurrahman4, Hasyim Azizzurrahman, Sy. Hasyim Baidarus Bakaruddin Bakaruddin Beti Septiana Sari Cahyani, Irineza Okta Dewanto, Wishnu Dwi Hastuti Dwi Hastuti Dwi Hastuti Fajarudin, Muhamad Nur Febblina Daryanes Fikri, Khusnul Fithri, Radhiyatul Fitrien Ayuda Ginting, Yanti Mayasari Hammam Zaki Hardilawati, Wan laura Hari Arief Darmawan Hendri Ali Ardi Hendrianto, El Hermansyah Hermansyah Hestu Purwestri Kusumaningtyas Hinggo S., Hichmaed Tachta Ibrahim, Rusli Ikhbal Akhmad Jamiatur Robekha Juliana Juliana Juwita Juwita, Juwita Khairunnisya Khairunnisya Kusumah, Alum Kusumah, Alum M. Irsyad Nur Misral Misral Misral, Misral Nofirda, Fitri Ayu Nurbaya Harahap Nurhabibah Harahap Nurjayanti, Adisty Puji Pratama, Iqram Deza Puti Febrina Niko Putra, Dimas Mahendra Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahadi, Johan Rahayu, Norra Isnasia Rahma Tilla Indah Ramadhan, Rian Rahmat Rian Rahmat Ramadhan Rifa’I, Ahmad Riki Perdana Sakban Sakban Setianingsih, Rahayu Siagian, Parulian Sirumapea, Alfonso Siti Aminah Sri Ismawati Sri Rahmayanti Sri Rahmayanti, Sri Suandevin, Hichmaed Tachta Hinggo Suasono, Edy Sulistyandari, Sulistyandari Surya Alif Ramadhan Usmansyah, Iwan Wahyudi Setiawan Wan laura Hardilawati Wismanto Wismanto Yoanda Eka Putra Yuslim Yuslim Zaki, Hammam