Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON PADA PASIEN DENGAN NYERI AKUT POST OPERASI INSISI DRAINASE ABSES SUBMANDIBULA: STUDI KASUS Lauren, Sherie Meiza Dania; Rifa'atul Fitri, Siti Ulfah; Platini, Hesti
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v10i1.730

Abstract

Abses submandibula adalah abses (penumpukan nanah) yang terjadi pada ronga potensial di daerah submandibular serta harus ditangani dengan pembedahan untuk mengeluarkan abses. Nyeri merupakan salah satu manifestasi klinis yang paling umum terjadi pada pasien post operasi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat mengatasi nyeri post operasi yaitu dengan aromaterapi lemon. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengetahui intervensi pemberian aromaterapi lemon pada pasien dengan nyeri akut post operasi insisi drainase abses submandibula. Studi kasus ini merupakan case study (studi kasus) dengan melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien. Subjek yang digunakan dalam penulisan asuhan keperawatan ini merupakan pasien post operasi insisi drainase abses submandibula yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut. Intervensi yang diberikan yaitu dengan pemberian terapi farmakologi dan non farmakologi aromaterapi lemon untuk menurunkan intensitas nyeri klien. Pada studi kasus ini menunjukkan bahwa klien mengalami penurunan skala nyeri (0-10) sebelum diberikan aromaterapi lemon berada pada skala 5, kemudian menjadi skala 2 setelah diberikan aromaterapi lemon selama 4 hari. Aromaterapi lemon dapat diberikan sebagai alternatif terapi non farmakologi yang memiliki efek untuk menurunkan intensitas nyeri, membantu menurunkan tekanan darah, penurunan denyut nadi dan ekspresi wajah pada klien. Diharapkan mahasiswa keperawatan atau perawat di ruang rawat inap dapat memberikan aromaterapi lemon ini sebagai intervensi non farmakologi pada pasien dengan nyeri akut post operasi insisi drainase abses submandibula.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN DENGAN LUKA KRONIK DI RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG Karina, Grashiva Putri; Kurniawan, Titis; Fitri, Siti Ulfah Rifa'atul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v19i2.1099

Abstract

Luka kronik merupakan cedera kulit berkepanjangan yang menimbulkan gangguan fisik, psikologis, aktivitas sehari-hari, dan finansial. Faktor demografi dan karakteristik luka dapat mempengaruhi tingkat kualitas hidup pasien luka kronik. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kualitas hidup pasien luka kronik di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian merupakan deskriptif kuantitatif menggunakan kuesioner Wound-QoL 17 item dengan nilai validitas 0.44 – 0.72 dan Cronbach’s Alpha 0.91.  Sampel penelitian melibatkan 189 pasien luka kronik dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data secara deskriptif univariat dengan interpretasi tingginya skor menandakan tingkat kualitas hidup pasien semakin rendah. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berusia 40-65 tahun (65,6%), perempuan (65,1%), pendidikan terakhir SMP/SMA (59,7%), finansial rendah (58,7%), dan memiliki jenis luka kanker (30,2%). Sebanyak 59,2% pasien memiliki kualitas hidup rendah dengan rerata skor domain psikologis (3,02), kehidupan sehari-hari (2,52), finansial (2,42), dan fisik (2,34). Domain psikologis merupakan domain dengan tingkat kesejahteraan terendah disebabkan peningkatan emosi negatif dan ketidakadaptifan koping pasien. Sedangkan domain fisik merupakan domain dengan tingkat kesejahteraan tertinggi disebabkan perbedaan gejala luka yang dialami pasien. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan intervensi pada pasien dengan/berisiko mengalami masalah psikologis bertujuan untuk meningkatkan kemampuan koping. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menganalisis terkait hubungan karakteristik responden dengan kualitas hidup pasien dengan luka kronik.
Peningkatan Peran Masyarakat terkait Pertolongan Pertama pada Kecelakaan menggunakan Pendekatan Community Health Action Model Nurhamsyah, Donny; Fitri, Siti Ulfah Rifaatul; Hernawaty, Taty; Maziyya, Nur
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4332

Abstract

Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian tertinggi yaitu sekitar 1,3 juta orang meninggal dunia dan hal ini diperberat dengan kesalahan dalam pertolongan pertama pada saat terjadi kecelakaan. Di Kabupaten Pangandaran yang tercatat pada tahun 2021 terjadi sebanyak 397 kejadian. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat terkait pertolongan pertama pada kecelakaan di Kabupaten Pangandaran menggunakan pendekatan Community Health Action Model. Pendekatan Community Health Action Model merupakan pendekatan yang menekankan partisipasi aktif dari responden. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pada pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pengabdian pada masyarakat. Meskipun sikap responden belum signifikan sebelum dan setelah diberikan pengabdian pada masyarakat. Meskipun belum terdapat hubungan yang signifikan antara sikap sebelum dan sesudah pengabdian pada masyarakat, peningkatan partisipasi masyarakat sebagai upaya preventif tetap harus dilakukan. Pengabdian pada masyarakat selanjutnya diharapkan dapat memperluas sasaran seperti melibatkan siswa-siswi, mahasiswa, kelompok masyarakat lainnya, para pegawai pemerintahan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya kecacatan dan kematian pada kecelakaan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam kepedulian dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan
Simulasi Penanganan Korban Tenggelam dan Launching Satgas Nawasena Berbasis Sistem Informasi Geografis untuk Meningkatkan Keselamatan Wisata di Pantai Pangandaran Nurhamsyah, Donny; Fitri, Siti Yuyun Rahayu; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Marya, Nenden Nur Asriyani; Fitri, Siti Ulfah Rifaatul; Khan, Alexander M.A; Maziyya, Nur; Setiawan, Setiawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19400

Abstract

ABSTRAK Pantai Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan laut, terutama insiden tenggelam. Kurangnya kesadaran wisatawan akan potensi bahaya serta keterbatasan sistem pemantauan dan respons cepat menjadi tantangan dalam meningkatkan keselamatan wisata. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan sistem mitigasi berbasis teknologi yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas penanganan kecelakaan. Untuk meningkatkan keselamatan wisata di Pantai Pangandaran melalui simulasi penanganan korban tenggelam dan pembentukan Satgas Nawasena. Selain itu, Sistem Informasi Geografis (SIG) diterapkan sebagai alat bantu dalam pemetaan titik rawan kecelakaan dan optimalisasi sistem tanggap darurat berbasis data spasial. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, tenaga kesehatan, petugas Search and Rescue (SAR), pengelola wisata, dan masyarakat lokal. Metode yang digunakan mencakup: (1) pemetaan area rawan kecelakaan menggunakan SIG, (2) simulasi penanganan korban tenggelam yang melibatkan skenario realistis, dan (3) pembentukan serta pelatihan Satgas Nawasena sebagai satuan tugas keselamatan wisata berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan SIG mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai titik-titik rawan kecelakaan serta mempercepat koordinasi dalam situasi darurat. Simulasi yang dilakukan berhasil meningkatkan keterampilan petugas dan masyarakat dalam penanganan korban tenggelam. Pembentukan Satgas Nawasena juga mendapat respons positif dari berbagai pihak, dengan harapan dapat menjadi model keberlanjutan dalam pengelolaan keselamatan wisata bahari di Pantai Pangandaran. Penerapan SIG dalam sistem keselamatan wisata terbukti efektif dalam meningkatkan mitigasi risiko kecelakaan di Pantai Pangandaran. Simulasi penanganan korban tenggelam dan pembentukan Satgas Nawasenamenjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan komunitas wisata terhadap potensi kecelakaan laut. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat mendukung pengembangan wisata yang lebih aman dan berkelanjutan. Kata Kunci: Keselamatan Wisata, Sistem Informasi Geografis, Keperawatan Pariwisata, Satgas Nawasena, Mitigasi Risiko ABSTRACT Pangandaran Beach is one of Indonesia's premier marine tourism destinations, which has a high risk of maritime accidents, particularly drowning incidents. The lack of awareness among tourists regarding potential dangers, along with limited monitoring and rapid response systems, poses challenges in enhancing tourist safety. To address these issues, a technology-based mitigation system is needed to improve preparedness and the effectiveness of accident handling. To enhance tourist safety at Pangandaran Beach through simulations of drowning victim handling and the establishment of the Nawasena Task Force. Additionally, Geographic Information Systems (GIS) are applied as a tool for mapping accident-prone areas and optimizing emergency response systems based on spatial data. This activity is conducted through a participatory approach involving various stakeholders, including academics, healthcare professionals, Search and Rescue (SAR) personnel, tourism managers, and local communities. The methods used include: (1) mapping accident-prone areas using GIS, (2) conducting drowning victim handling simulations involving realistic scenarios, and (3) establishing and training the Nawasena Task Force as a community-based tourism safety unit. The results indicate that the application of GIS has improved participants' understanding of accident-prone areas and accelerated coordination in emergency situations. The simulations successfully enhanced the skills of both officials and the community in handling drowning victims. The establishment of the Nawasena Task Force also received positive responses from various parties, with hopes that it can serve as a sustainable model for managing marine tourism safety at Pangandaran Beach. The application of GIS in the tourism safety system has proven effective in enhancing risk mitigation for accidents at Pangandaran Beach. The simulations for handling drowning victims and the establishment of the Nawasena Task Force are strategic steps in strengthening the community's preparedness for potential maritime accidents. The sustainability of this program is expected to support the development of safer and more sustainable tourism.  Keywords: Tourist Safety, Geographic Information Systems, Tourism Nursing, Nawasena Task Force, Risk Mitigation
Peningkatan Pengetahuan dan Kemandirian Keluarga dalam Melakukan Perawatan Luka Harun, Hasniatisari; Purba, Chandra Isabella Hostanida; Fitri, Siti Ulfah Rifa'atul; Widayat, Ahmad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13551

Abstract

ABSTRAK Insidensi luka sering ditemukan setiap tahunnya di Indonesia baik luka bersih maupun kotor. Namun pada praktiknya, pengobatan luka di masyarakat masih belum diterapkan sesuai dengan prinsipnya. Maka solusi yang dapat diberikan adalah dengan melakukan pembelajaran mengenai perawatan luka sesuai jenis dan karakteristiknya untuk mencegah terjadinya komplikasi dan infeksi. Pendidikan kesehatan perawatan luka ini dilakukan dengan teknik pembelajaran ceramah dan demonstrasi. Tujuan dilakukannya pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemandirian keluarga dalam merawat luka pada pasien dengan luka. Sasaran pada pendidikan kesehatan ini adalah keluarga pasien di ruang rawat inap salah satu Rumah Sakit di Sumedang. Media yang digunakan pada penyampaian pendidikan kesehatan ini adalah leaflet, power point, dan tayangan video. Berdasarkan hasil analisis seluruh peserta 100% memiliki pengetahuan yang baik karena dapat menjawab dengan benar pada akhir post-test sehingga dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan keluarga pasien mengenai luka dan cara perawatannya. Oleh karena itu pendidikan kesehatan terkait perawatan luka diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian keluarga dalam melakukan perawatan luka setelah di rawat di Rumah Sakit. Kata Kunci: Pengetahuan, Perawatan Luka, Keluarga, Kemandirian  ABSTRACT The incidence of wounds is often found every year in Indonesia, both clean and dirty wounds. However, in practice, wound treatment in society is still not implemented according to its principles. So the solution that can be given is to learn about wound care according to its type and characteristics to prevent complications and infections. Wound care health education is carried out using lecture and demonstration learning techniques. The aim of this health education is to increase family knowledge and independence in caring for wounds in patients with wounds. The target of this health education is the patient's family in the inpatient room of one of the hospitals in Sumedang. The media used to deliver this health education are leaflets, power points and video shows. Based on the analysis results, all participants had 100% good knowledge because they were able to answer correctly at the end of the post-test so it can be concluded that there was an increase in the patient's family's knowledge regarding wounds and how to treat them. Therefore, it is hoped that health education related to wound care can be carried out on an ongoing basis to increase family independence in carrying out wound care after being treated in hospital. Keywords: Knowledge, Wound Care, Family.
Hubungan Pola Makan dengan Hipertensi pada Populasi Pedesaan: Sebuah Tinjauan Cakupan Aliyah, Ira Nur; Nugraha, Bambang Aditya; Fitri, Siti Ulfah Rifa’atul
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v8i2.400

Abstract

The global prevalence of hypertension has shown a consistent increase, including in rural areas, which generally have limited access to health services, nutrition education, and resources for non-communicable disease prevention. Changes in consumption patterns due to modernization have exacerbated exposure to dietary risk factors, particularly high intakes of salt, saturated fat, added sugar, and low fiber consumption. As a modifiable risk factor, diet plays a crucial role in hypertension control, yet scientific evidence in rural populations remains scattered and has not been systematically synthesized. Therefore, this study aimed to map scientific evidence on the relationship between diet and hypertension in rural populations through a scoping review approach. A search was conducted in PubMed, Scopus, Science Direct, and Cambridge Core using the PICOS framework for publications from 2020-2025. Of the 21,045 articles, 10 met the inclusion criteria based on PRISMA-ScR and JBI quality assessment (score ≥75%). The results showed that the majority of studies found a significant association between unhealthy diet and hypertension, particularly when accompanied by obesity and a pro-inflammatory diet. Factors such as physical activity, culture, and nutritional status also influence this association. These findings underscore the importance of locally tailored community nutrition interventions and promotion of anti-inflammatory diets to prevent hypertension in rural areas.
Burnout Akademik Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir dalam Konteks Pendidikan Tinggi: Scoping Review Faktor Risiko dan Protektif Pamela Utami; Irman Somantri; Siti Ulfah Rifa’atul Fitri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51882

Abstract

Burnout akademik merupakan masalah yang sering dialami mahasiswa keperawatan tingkat akhir akibat tingginya tuntutan akademik dan praktik klinik, yang berdampak pada performa belajar, kesehatan mental, dan kesiapan profesional. Penelitian ini bertujuan memetakan gambaran burnout akademik serta faktor yang memengaruhinya pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir melalui scoping review. Metode yang digunakan mengacu pada kerangka Population, Concept, Context (PCC) dan panduan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, ProQuest, ScienceDirect, Springer, dan Google Scholar terhadap artikel primer tahun 2020–2025, dan diperoleh 14 artikel yang dianalisis secara naratif. Hasil menunjukkan bahwa burnout akademik berada pada tingkat sedang hingga tinggi, dengan kelelahan emosional sebagai dimensi paling dominan, diikuti sinisme akademik dan penurunan efikasi akademik. Faktor risiko utama meliputi beban akademik dan klinik yang tinggi, stres psikologis, serta rendahnya efikasi diri dan dukungan sosial. Sebaliknya, psychological capital dan identitas profesional yang kuat berperan sebagai faktor protektif. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan lintas negara yang mengintegrasikan faktor individual, akademik, dan institusional dalam menjelaskan burnout akademik mahasiswa keperawatan tingkat akhir. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi kurikulum dan promosi kesehatan mental berbasis institusi.
Perspektif dan Tantangan Perawat dalam Implementasi Family-Centered Care di NICU dan PICU: Suatu Narrative Review Hendrawati, Sri; Mirwanti, Ristina; Fitri, Siti Ulfah Rifa'atul
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5548

Abstract

Family-Centered Care (FCC) is an essential approach in pediatric and neonatal healthcare that positions families as partners in care, particularly in high-complexity settings such as the Neonatal Intensive Care Unit (NICU) and Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Although FCC has been widely recognized for its benefits to patients and families, its implementation in intensive nursing practice remains challenging. This narrative review aims to synthesize existing evidence regarding nurses’ perspectives and the challenges encountered in implementing FCC in NICU and PICU settings. A literature search was conducted across Cinahl from EbscoHost, Pubmed, ScienceDirect, and Google Scholar, covering publications from 2016 to 2025. Article selection was guided by the PEO framework, with nurses as the population, FCC implementation as the exposure, and perspectives and challenges in practice as the outcomes. Ten eligible articles were included and analyzed using a narrative synthesis approach. The findings indicate that nurses generally perceive FCC as a valuable and meaningful approach in neonatal and pediatric intensive care. However, implementation is constrained by multidimensional challenges, including high workload, limited time and resources, unclear boundaries of family involvement, complex communication with emotionally distressed families, and insufficient organizational and policy support. These challenges frequently place nurses in dilemmas between maintaining clinical safety and responding to family needs. Consistently across the reviewed studies, inadequate nurse-to-patient ratios and rigid institutional policies emerged as the primary barriers to effective FCC implementation. This review highlights the need for systemic support, structured education, and a shift toward a more collaborative and family-inclusive care culture. Strengthening institutional policies and enhancing nurses’ communication competencies are critical to promoting sustainable FCC implementation in NICU and PICU settings.
Peningkatan kapasitas reproduksi domba serta manajemen induk bunting dan perawatan cempe pada peternak milenial KUBE Barokah di Desa Kondangjajar Kabupaten Pangandaran Wulansari, Asri; Khoerunnisa, Nurani; Fitri, Siti Ulfah Rifa'atul
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.68033

Abstract

This community-service program in Kondangjajar Village (Pangandaran) strengthened millennial farmers’ capacity in sheep reproduction to improve herd productivity and support stunting reduction. Using a participatory, practice-oriented approach, we engaged the KUBE Barokah farmers group in Kondangjajar Village (11 members; 70 sheep), conducted a pre- and post- assessment, prepared a concise flyer, and introduced reproduction calendars to standardize record-keeping (estrus, mating, expected lambing, weaning). Barn-based instruction covered estrus detection and timing of mating (natural service and the ram effect), recommended male:female ratios in colony systems, nutrition of pregnant and dry ewes (with emphasis on calcium near parturition and gradual diet transitions), and neonatal care (colostrum within ≤2 h, navel hygiene, warming, identification, weighing). Follow-up monitoring documented improved knowledge, consistent calendar use, and early adoption of key behaviors, including timely colostrum provision, application of a 1.5–2-month dry period, and more accurate mating within the 24–48 h estrus window. The intervention proved feasible and acceptable for resource-limited smallholders, creating a foundation for measurable gains in conception/lambing rates, reduced neonatal loss, better weaning weights, and stronger household access to animal-source foods. Continued mentoring and systematic recording are planned to quantify technical–economic outcomes and to scale practices through peer champions.
Co-Authors Aat Sriati Agustin, Amellia Alexander M. A. Khan Aliyah, Ira Nur Andang Cahyadi Anita Setyawati Annisa Yuniar Handayani Asri Wulansari, Asri Baiq Emi Nurmalisa Bambang Aditya Nugraha Cecep Eli Kosasih Cepi Restiadi Chandra Isabella Hostanida Purba Chyntia, Meideline Chyntia Deasy Silvya Sari Devi Anggraeni Diana Maljuliani Donny Nurhamsyah Donny Nurhamsyah ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Endah Yuniarti, Endah Esoh, Nahyeni Bassah Farisadri Fauzan Fauziah, Oktaviani Fauziah Firmansyah Danukusumah Hadi Suprapto Arifin Hana Rizmadewi Agustina Handayani, Annisa Yuniar Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Hasniatisari Harun Hasniatisari Harun Hesti Platini Inggriane Puspita Dewi, Inggriane Puspita Irman Somantri Iwan Shalahuddin Janah, Syahratul Karina, Grashiva Putri Karisa, Putri Karisa Kartika, Insan Sukma Kaysa Refapriliana Khoerunnissa Khoerunnissa Khoirunnisa Khoirunnisa Khoirunnisa Khoirunnisa Khoirunnisa Khoirunnisa Khomapak Maneewat Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lauren, Sherie Meiza Dania Marya, Nenden Nur Asriyani Maziyya, Nur Melati, Azalia Mufaj, Elda Nurfadila Muhamad Zulfatul A’la Mulyani, Santi Nenden Nur Asriyani Maryam Novia Yulianti Nurani Khoerunnisa Nurfadila, Eva Nurmansyah, Donny Nursiswati Pamela Utami Pradnya Paramarta Raditya Rendra Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Putra Puput Nugraha Putri Rizki Ma’rifati Rukmini Raini Diah Susanti Redita Aida Suryadi Ristina Mirwanti, Ristina Rochmawati, Erna Rochmawati Ryzka Fridelia Suhendar Sandra Pebrianti Santi Rukminita Anggraeni, Santi Rukminita Setiawan Setiawan Siti Yuyun Rahayu Fitri Sitio, Nurul Mardhiah Sri Hartati Pratiwi Sri Hendrawati Taty Hernawaty Titis Kurniawan Tuti Pahria Widayat, Ahmad Yanti Rubiyanti Yuni Nur'aeni Yusshy Kurnia H Yusshy Kurnia Heliani Yusshy Kurnia Herliani Yusshy Kurnia Herliani Yusshy Kurnia Herliani Yusshy Kurnia Herliani, Yusshy Kurnia Zahra Siti Hanifah