p-Index From 2021 - 2026
4.445
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Risiko Keluhan Musculoskeletal pada Pedagang Pasar Tradisional di Kota Pontianak: Risk of Musculoskeletal Complaints in Traditional Market Traders in Pontianak City Pettarany Hanifathun; Elly Trisnawati; Selviana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.3051

Abstract

Latar belakang: Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan dan masih meningkat pada pekerja di Indonesia. Prevalensi keluhan muskuloskeletal mendapatkan hasil dimana 76,6% responden mengalami MSDs, dengan area pinggang sebagai jenis MSDs yang paling banyak ditemukan. Salah satu penyebab MSDs adalah karena posisi kerja duduk yang lama. Pedagang pasar termasuk ke dalam kelompok pekerja yang berisiko mengalami keluhan muskuloskeletal. Kelompok pekerja tersebut memiliki kebiasaan berjualan dengan posisi duduk yang dapat meningkatkan resiko terjadinya keluhan musculoskeletal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan MSDs pada pedagang pasar di Kota Pontianak. Metode: Penelitian yang dilakukan pada bulan Oktober-November ini memiliki jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 97 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara indeks masa tubuh (p = 0.000) dan posisi kerja (p = 0.016) dengan keluhan muskeloskeletal yang dialami pedagang pasar, serta tidak terdapat hubungan antara perilaku merokok (p = 0.366), usia (p = 0.509), durasi kerja (p = 0.135), masa kerja (p = 0.243) dan jenis kelamin (p = 0.410) dengan keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh pedagang. Kesimpulan: Peneliti menyarankan agar pedagang melakukan relaksasi periodik pada variabel posisi kerja duduk. Sedangkan pada variabel IMT pedagang dianjurkan untuk mengontrol asupan makanan dengan mengikuti diet menu seimbang sebagai upaya pencapaian IMT dalam batas normal. Diharapkan faktor risiko lainnya seperti perilaku merokok dapat dikurangi agar mencegah meningkatnya risiko keluhan muskuloskeletal.
Persepsi Orang tua Terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (Studi Pada Orang Tua yang Anaknya Mendapatkan Program Makanan Bergizi Gratis) di Kabupaten Kayong Utara Desi Minarsih; Linda Suwarni; Selviana Selviana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 20, No 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.20.4.2025.6-12

Abstract

Latar belakang: Masalah gizi pada anak usia sekolah masih menjadi isu krusial di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat yang memiliki prevalensi stunting tinggi sebesar 18,3% dan gizi kurang (19,8%). Program Makanan Bergizi Gratis diluncurkan sebagai intervensi untuk meningkatkan asupan gizi dan membentuk kebiasaan makan sehat anak sekolah, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah persepsi orang tua. Persepsi positif dapat meningkatkan partisipasi anak dan kepatuhan terhadap pola makan sehat, sementara persepsi negatif dapat menghambat implementasi program. Tujuan: mengetahui gambaran persepsi orang tua terhadap Program Makanan Bergizi Gratis di Kabupaten Kayong Utara. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif cross-sectional pada Juni-Agustus 2025 dengan 353 responden dari 3.015 orang tua siswa penerima Program Makanan Bergizi Gratis di Kayong Utara, dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil: orang tua di Kabupaten Kayong Utara memiliki persepsi yang sangat positif terhadap Program Makanan Bergizi Gratis, dengan tingkat dukungan sebesar (86,4%), kesesuaian selera budaya keluarga (78,8%), keamanan dan kerberishan makanan (73,4%), tidak memiliki pantangan budaya yang bertentangan (95,8%). Mayoritas orang tua bersikap netral terhadap manfaat peningkatan kesehatan anak (50,4%) dan pengurangan beban biaya makanan keluarga (45,9%) dan 58,4% orang tua menyatakan program mendorong peningkatan konsumsi sayur dan buah pada anak. Hambatan rendah dengan mayoritas tidak khawatir cita rasa (43,9%), tidak merasa peran berkurang (72,8%), dan tidak kesulitan pemantauan (53,5%). Namun, 49,9% belum melihat perubahan kesehatan fisik anak. Kesimpulan: Persepsi orang tua terhadap Program Makanan Bergizi Gratis sangat positif dengan dukungan tinggi, menandakan sosialisasi dan implementasi program berjalan baik di Kabupaten Kayong Utara
INOVASI EDUKASI GIZI DIGITAL: TINJAUAN LITERATUR EFEKTIVITAS E-BOOKLET MP-ASI TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA Sekar Santi Kurniasih; Rike Setio Surya Bayu; Widyastuti Widyastuti; Selviana Selviana; Linda Suwarni
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v14i1.6074

Abstract

Nutritional problems in toddlers, including stunting, remain a major public health challenge in Indonesia, where one of the primary preventive strategies is the appropriate provision of complementary feeding (MP-ASI). However, mothers' knowledge regarding proper MP-ASI practices remains limited, while conventional educational media are often perceived as less engaging and practical. Advances in digital technology have encouraged the utilization of electronic-based educational tools, such as e-booklets, as an alternative approach to delivering nutritional information. This literature review aims to examine scientific evidence regarding the effectiveness of e-booklets in enhancing mothers' knowledge of MP-ASI. A literature search was conducted using the PICOS framework across the Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and GARUDA databases for articles published between 2021 and 2026, resulting in seven selected articles analyzed using a narrative synthesis method. The findings indicate that the implementation of e-booklets significantly increases mothers' knowledge of MP-ASI, while also positively impacting child-feeding attitudes and practices. The effectiveness of this digital medium is supported by its visual appeal, ease of access via smartphones, operational flexibility, and higher cost efficiency compared to printed media. Ultimately, this review provides a strong theoretical foundation demonstrating that innovative e-booklets have great potential as an effective digital nutrition education medium to optimize public nutritional literacy while supporting stunting prevention efforts in toddlers
Factors Affecting the Incidence of Scabies Among Female Students at Nurul Huda Boarding School Rana Anas Nabila; Selviana Selviana; Linda Suwarni
Open Access Health Scientific Journal Vol. 7 No. 2 (2026): August 2026
Publisher : Griya Eka Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55700/oahsj.v7i2.248

Abstract

Background: Scabies is a persistent public health problem in densely populated educational institurions such as Islamic Boarding Schools. Motivated by the high vulnerability in Mempawah Regency, this study aimed to identify personal hygiene and environmental sanitation factors associated with scabies incidence among female students at the Nurul Huda Islamic Boarding School to support effective prevention strategies.Methods: A quantitative observational study employing a cross-sectional design was conducted in October 2025, involving 69 female students selected through total sampling. Primary data were collected using structured questionnaires on personal hygiene, as well as direct physical observation checklists to assess dormitory environmental parameters. Data were analyzed using univariate and bivariate Chi-Square test (p = 0.05).Results: Scabies prevalence among respondents was high, reaching 76.8%. Physical environmental parameters (occupancy density, humidity, and lighting) collectively failed to meet national health standards (100%). Bivariate analysis revealed that towel hygiene (p = 0.008) and clothing hygiene (p = 0.002) were statistically significant risk factors. Conversely, Knowledge level (p = 0.364), bathing habits (p = 0.675), and bedding habits (p = 0.096) showed no significant associatin, driven by a floor effect resulting from the overall unhealthfull communal environment.Conclusion: High scabies prevalence is directly asscociated with unhygienic towel and clothing management, exacerbated by substandard dormitory physical sanitation environmental improvements (enhacing ventilation and natural lighting) with strict enforcement of personal hygiene compliance, such as ironing clothes at high temperatures and prohibiting item sharing.
Efektivitas E-Booklet Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang MP-ASI Bergizi Pada Anak PAUD Sekar Santi Kurniasih; Linda Suwarni; Selviana Selviana
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4457

Abstract

MP-ASI bergizi merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, namun rendahnya pengetahuan dan sikap ibu berisiko memicu masalah gizi seperti stunting dan gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas e-booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang MP-ASI bergizi pada anak PAUD di Kelurahan Tanjung Hilir. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 33 responden ibu yang memiliki anak usia PAUD yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan memberikan edukasi menggunakan media e-booklet tentang MP-ASI bergizi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed RankTest dengan tingkat signifikasi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pada variabel pengetahuan setelah diberikan e-booklet dengan lebih banyak responden mengalami peningkatan (positive ranks = 16) dibandingkan penurunan (negative ranks = 4), dengan nilai p value = 0,009 (p < 0,05). Pada variabel sikap juga terjadi peningkatan, di mana sebagian besar responden mengalami peningkatan (positive ranks = 21) dibandingkan penurunan (negative ranks = 10), dengan nilai p value = 0,045 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkanbahwa penggunaan media e-booklet efektif dalam meningkatkanpengetahuan dan sikap ibu tentang MP-ASI bergizi pada anak PAUD. Hasil penelitian ini dapat menjadi alternatif media edukasigizi bagi ibu dalam upaya meningkatkan praktik pemberian MP-ASI yang tepat