Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica Oleraceae Var Botrytis L.) MELALUI PENAMBAHAN DAN WAKTU PEMBERIAN URIN SAPI FERMENTASI Faisol, Rizki Eka Fitriani; Baskara, Medha; Heddy, Y.B.Suwasono
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.) merupakan jenis tanaman sayuran yang termasuk dalam keluarga kubis-kubisan (Cruciferae) yang berasal dari Eropa. Meskipun kubis bunga telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia, namun perkembangannya tidak sepesat kubis krop atau petsai. Salah satu kendala ialah penyediaan hara bagi tanaman melalui pemupukan. Pemupukan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penambahan konsentrasi dan waktu pemberian urin sapi fermentasi yang tepat terhadap produktivitas tanaman Kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.). Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah kubis bunga varietas LOLA, biourin sapi, pupuk NPK, dan air. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dan diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2014, di Kelompok Tani Langgeng Mandiri Dusun Dadapan – Desa Pandanrejo - Kecamatan Bumiaji - Kota Batu. Konsentrasi dan waktu pemberian urin sapi fermentasi yang optimal didapatkan pada perlakuan 50 ml l-1 air (1 minggu 1 kali) (S5) dapat meningkatkan hasil produktivitas tanaman Kubis Bunga (Brassica oleraceae var botrytis L). Semakin rendah konsentrasi urin sapi fermentasi dan semakin lama interval aplikasi urin sapi fermentasi akan memberi pengaruh yang lebih tinggi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Kubis Bunga (Brassica oleraceae var botrytis L).
EFEKTIVITAS KOMPOSISI TEKSTUR TANAMAN PADA TAMAN RUMAH DALAM MENGURANGI KEBISINGAN Putripertiwi, Dwija; Baskara, Medha; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertambahnya kepadatan penduduk menyebabkan berbagai masalah, salah satunya adalah kebisingan. Kebisingan merupakan polusi suara yang tanpa kita sadari dapat menyebabkan gangguan fisik maupun psikologis jika terus berlangsung. Menteri Lingkungan Hidup No 48/MENLH/11/1996 memutuskan baku tingkat kebisingan untuk kawasan perumahan dan pemukiman adalah 55 dB. Salah satu cara menanggulangi kebisingan dengan membuat penghalang bising alami. Tanaman dalam taman yang disusun sedemikian rupa mampu mengurangi kebisingan dengan cukup efektif. Kemampuan tanaman mengurangi kebisingan dipengaruhi oleh morfologi tanaman, salah satunya adalah tekstur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi tekstur tanaman dalam taman yang paling efektif mengurangi kebisingan. Bahan dan alat yang digunakan adalah tiga model struktur taman rumah yang berbdeda dengan masing-masing model struktur taman memiliki tiga sampel taman, ‘Sound Level Meter’ Yokogawa Houkusin Tipe 3604, meteran, kamera digital, dan alat tulis. Penelitian ini dilakukan di dua tempat, yaitu Jalan Terusan Bendungan Wonogiri 7o57’37.2”LS 112o36’37.6”BT dan Jalan Narotama Kelurahan Kesatrian 7o58’38.9”LS 112o38’31.5”BT pada Mei – Juli 2015 dengan menggunakan metode survey. Hasil penelitian menunjukkan dari ketiga model taman rumah, taman model 1 memiliki kemampuan meredam bising paling baik sebesar 18.67 dB (51.42%). Taman model 1 memiliki komposisi tekstur tanaman kasar 38.17%, sedang 35.92%, dan halus 25.92%. Taman yang paling baik meredam bising terdiri dari semak rendah dengan ketinggian 30 cm – 130 cm dan memiliki tata letak tanaman menyebar di seluruh taman dengan kerapatan < 50%. Penambahan komposisi tekstur tanaman halus lebih banyak di dalam taman, dan dengan peletakan yang tepat akan mengoptimalkan kemampuan taman rumah sebagai penghalang bising alami.
PENGARUH WAKTU PENGENDALIAN GULMA PADA MONOKULTUR DAN TUMPANG SARI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DAN KACANG TANAH (Arachis Hypogea L.) Fadhillah, Ghani Ilman; Baskara, Medha; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays L) dan kacang tanah (Arachis hypogaea L.) ialah tanaman pangan yang mempunyai peranan penting sebagai sumber karbohidrat dan protein. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman adalah dengan memilih sistem pola tanam yang tepat. Sistem pola tanam dilakukan dengan monokultur atau  polikultur. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu pengendalian gulma pada sistem pola tanam monokultur dan  tumpang sari tanaman jagung (Zea mays L.) dan kacang tanah (Arachis Hypogaea L.). Rancangan yang digunakan pada penelitian ini ialah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan yang diulang 3 kali. 9 perlakuan tersebut yaitu N0: Monokultur jagung + penyiangan 21 hst, N1: Monokultur jagung + penyiangan 42 hst, N2: Monokultur jagung + penyiangan 21 hst dan 42 hst, N3: Monokultur kacang tanah + penyiangan 21 hst, N4: Monokultur kacang tanah + penyiangan 42 hst, N5: Monokultur kacang tanah + penyiangan 21 hst dan 42 hst, N6      : Tumpang sari jagung dan kacang tanah + penyiangan 21 hst, N7: Tumpang sari jagung dan kacang tanah + penyiangan 42 hst, N8: Tumpang sari jagung dan kacang tanah + penyiangan 21 hst dan 42 hst.Perlakuan monokultur jagung dengan penyiangan 21 dan 42 hst (N2) menghasilkan pertumbuhan dan hasil produksi yang paling baik   pada tanaman jagung   diantara perlakuan lainnya. Perlakuan monokultur kacang tanah dengan penyiangan 21 hst dan 42 hst  (N5)  menghasilkan pertumbuhan dan hasil produksi yang paling baik   pada tanaman kacang tanah diantara perlakuan lainnya.
PENGARUH JENIS DAN VOLUME MEDIA TANAM PADA PERTUMBUHAN TANAMAN MARKISA (Passiflora edulis Sims.) Muthahara, Eva; Baskara, Medha; Herlina, Ninuk
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman markisa (Passiflora edulis Sims.) saat ini tidak hanya dimanfaatkan buahnya saja melainkan digunakan secara modern yaitu untuk fungsi estetika dan fungsional. Penggunaan tanaman markisa secara modern dapat digunakan sebagai tanaman pergola dan tanaman penutup gedung. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan jenis dan volume media tanam yang tepat sehingga menghasilkan pertumbuhan tanaman markisa terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2015 hingga Maret 2016 di UPT Kebun Pembibitan Tanaman milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang.parameter yag diamati ialah panjang batang utama, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot segar bagian atas, bobot kering bagian atas dan shoot root ratio. Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan media tanam tanah katel dengan volume 3956 cm3 (pot diameter 20 cm) menghasilkan bobot segar tajuk, bobot segar tanaman, bobot kering akar, bobot kering tajuk dan bobot kering tanaman tertinggi. Bobot segar dan bobot kering tajuk tanaman pada media tanam tanah katel 3956 cm3 (pot dameter 20 cm) masing-masing sebesar 68,60 g tan-1 dan 13,08 g tan-1. Perlakuan media tanam arang sekam dengan volume 3956 cm3 (pot dameter 20 cm) menunjukkan hasil tertinggi pada parameter jumlah daun dan luas daun. Semakin meningkat volume media tanam maka pertumbuhan tanaman semakin meningkat.
PENGARUH MEDIA TANAM PADA SISTEM VERTIKULTUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) Yosandy AM, Dimas Sanda Onggy; Baskara, Medha; Herlina, Ninuk
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vertikultur adalah penanaman  di lahan tegak yang sangat sesuai untuk diterapkan di perkotaan. Budidaya tanaman vertikal atau vertikultur sangat menguntungkan bagi penduduk kota besar yang memiliki lahan terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari berbagai kombinasi media tanam pada sistem vertikultur terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu benih bayam merah varietas giti merah, tanah, cocopeat, arang sekam, kompos, pupuk kandang ayam, paranet, urea, tangki (sprayer). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober - November 2015 di Jl. Bunga Kopi (Kopi Estate) Malang. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam dengan komposisi tanah + pupuk kandang (1:1), tanah + kompos (1:2) serta media tanah + pupuk kandang (1:2) menghasilkan bobot kering total tanaman dengan bobot kering yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya masing-masing 0,94 g.tan-1 , 1,26 g.tan-1 dan 0,95 g.tan-1.  Selain itu penambahan arang sekam pada media tanah belum dapat meningkatkan bobot segar dan bobot kering tanaman bayam merah, sedangkan penambahan pupuk kandang dan kompos pada media tanah dapat meningkatkan bobot kering total tanaman bayam merah.
PENILAIAN KONDISI FISIK POHON TEPI JALAN UTAMA KOTA MALANG (BERBASIS DATABASE) Ardiansyah, Moh.; Baskara, Medha; Heddy, Y.B. Suwasono
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan pohon dalam suatu jalur hijau memiliki pengaruh yang sangat besar dalam memperbaiki kualitas lingkungan, meningkatkan kualitas udara, mencegah terjadinya erosi dan dapat memodifikasi iklim mikro. Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi kondisi fisik pohon tepi jalan dan perubahan jenis yang berada di jalan utama kota Malang, sekaligus menyusun, merancang, dan merekomendasi aplikasi sistem informasi inventarisasi pohon tepi jalan utama kota Malang berbasis database. Penelitian menggunakan metode survey dan data yang diperoleh dianalisis dengan metode Grey dan Deneke (1978) dan dibandingkan dengan hasil penelitian Nurlaelih, Baskara, dan Azizah pada tahun 2003. Hasil penelitian antara lain pembuatan aplikasi Inventarisasi Pohon Tepi Jalan menggunakan software Microsoft Visual Basic .Net 2010. Sedangkan untuk penyimpanan database menggunakan software XAMPP. Berdasarkan hasil survey diperoleh hasil keragaman jenis pohon tepi jalan yang terdapat di 2 stasiun pengamatan Kota Malang terdapat 29 jenis pohon yang tersebar. Lima jenis pohon yang mendominasi pada kedua stasiun ialah Pterocarpus indicus, Samaneas saman, Polythia longifolia, Swietenia mahagoni, dan Minusops elengi L. Berdasarkan penyebaran populasi pohon dapat terlihat bahwa tata guna lahan sangat berpengaruh terhadap tingkat kerusakan pohon tepi jalan Kota Malang. Hasil kondisi fisik menunjukkan adanya peningkatan kesehatan kondisi fisik pohon selama 13 tahun terakhir, pada kategori 1 (Sangat Baik) 51,5% (2003) menjadi 52% (2016), pada ketegori 2 (Baik) 9% (2003) menjadi 38% (2016), pada ketegori 3 (Buruk) 30,5% (2003) menjadi 8,7% (2016), dan pada ketegori 4 (Sangat Buruk) 9% (2003) menjadi 0,4% (2016).
PENGARUH VOLUME KOMPOS PADA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans Poir) DALAM SISTEM VERTIKULTUR Setyawan, Angga Ady; Baskara, Medha; Setyobudi, Lilik
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya sayuran sebagai sumber gizi dan serat memicu peningkatan kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi sayuran. Kebutuhan jumlah gizi yang dibutuhkan berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang memicu peningkatan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman dan industri. Semakin sempitnya lahan produktif di perkotaan menuntut adanya suatu cara untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan terbatas agar tetap produktif, salah satunya budidaya dengan sistem vertikultur. Upaya yang dapat dilakukan untuk menunjang sistem vertikultur dilakukan dengan memperhatikan media tanam yang akan digunakan. Perbandingan jumlah media tanam kompos, arang sekam dan tanah yang tepat dapat membantu mengoptimalkan tanaman kangkung yang ditanam secara vertikultur. Penelitian ini bertujuan mempelajari dan mengetahui perbandingan volume kompos sebagai media tanam dengan sistem vertikultur. Penelitian ini dilaksanakan di Roof Garden Gedung Sentral Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Pada bulan Desember 2015 hingga Januari 2016, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 4 ulangan dan 6 perlakuan yaitu P1 : Tanah + arang sekam + kompos (1:1:0), P2 : Tanah + arang sekam + kompos (1:1:1), P3 : Tanah + arang sekam + kompos (1:1:2), P4 : Tanah + arang sekam + kompos (1:1:3), P5 : Tanah + arang sekam + kompos (1:1:4), dan P6 : Tanah + arang sekam + kompos (1:1:5). Hasil penelitian menunjukkan media tanam tanah, arang sekam, dan kompos (1:1:1) meningkatkan pertumbuhan sebesar 15% pada tinggi tanaman, 16% pada jumlah daun, 49% pada bobot segar total tanaman, 49% pada bobot segar konsumsi per tanaman, 48% pada bobot segar non konsumsi per tanaman, dan 7% pada jumlah cabang akar.
Analisis Jasa Lingkungan di Ruang Terbuka Hijau Kota Malang Putri, Nur Fitriana Edi; Baskara, Medha; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangga merupakan salah satu organisme yang paling dominan di muka bumi. Keberadaan serangga pada suatu tempat dapat dijadikan sebagai indikator kesehatan ekosistem, biodiversitas serta degradasi lanscape. Serangga memiliki peran sebagai jasa lingkungan dalam ekosistem diantaranya adalah sebagai polinator, dekomposer, predator dan parasitoid. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat keanekaragaman biodiversitas sebagai jasa lingkungan di Ruang Terbuka Hijau dengan pengelolaan lanskap bentuk koridor dan clustered. Penelitian dilaksanakan di hutan kota Malabar dan Jalan Jakarta, Malang, pada bulan Mei 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang terdiri dari 4 kuadran. Dalam 1 kuadran terdapat 4 pitfall, 1 light trap dan 1 malaise trap. Penentuan pemasangan perangkap dilakukan dengan metode diagonal. Dari hasil pengambilan sampel dan identifikasi serangga dan vegetasi yang dilakukan pada hutan kota Malabar diperoleh 60 jenis pohon dan 294 ekor serangga. Sedangkan untuk hutan kota Jalan Jakarta diperoleh 40 jenis pohon dan 215 ekor serangga. Pada hutan kota Malabar lebih banyak ditemukan ordo Lepidoptera sedangkan pada hutan kota Jalan Jakarta banyak ditemukan ordo Diptera. Dengan suhu rata-rata yang diperoleh 24,48oC di Malabar dan 26,48oC di Jalan Jakarta. Membuat serangga merasa nyaman di dalam lingkungan hutan kota, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan indeks keanekaragaman dari masing-masing hutan kota yang mempunyai indeks keanekaragaman yang sedang/kondisi lingkungan sedang.
Pola Keanekaragaman Gulma pada Ruas Jalan A. Yani Hingga Jalan J. Basuki Rahmat Median Jalan Kota Malang Febrisusanto, Permadi Addy; Baskara, Medha; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gulma ialah tumbuhan yang tumbuh dan berkembang di tempat yang tidak dikehendaki dan juga termasuk dalam masalah perkotaan khususnya pada median jalan, hal tersebut dikarenakan median jalan ialah frontface / wajah dari suatu kota serta tanaman hias pada median jalan termasuk dalam agroekosistem.  Tujuan penelitian ialah mengetahui keanekaragaman gulma median jalan dan interaksi khusus antara gulma median jalan dengan tanaman hias median jalan disepanjang ruas Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Jenderal Basuki Rahmat Kota Malang. Penelitian ini mengamati gulma pada 3 (tiga) spesies tanaman hias pada ruas median jalan. Metode yang digunakan ialah metode kuadrat dengan frame kuadrat 0,8x0,8m pada 15 (lima belas) titik pengamatan dengan ulangan 1(satu) kali. Analisis data meliputi Summed dominance Ratio (SDR) dan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’). Penelitian dilaksanakan selama Juli 2017. Hasil penelitian untuk gulma yang ditemukan pada 3 (tiga) spesies tanaman hias median jalan ialah sebanyak 8 (delapan) spesies gulma dengan nilai SDR terbesar pada spesies gulma Calincing jawa (Oxalis javanica) dengan nilai masing-masing 44,762; 30,588 dan 47,214 dan rentang Nilai Indeks keanekaragaman (H’) ialah dengan 0-0,362. Kesimpulan Penelitian ialah mengacu pada nilai SDR dan Indeks keanekaragaman (H’), menemukan pola interaksi khusus tanaman hias median jalan ialah dengan gulma spesies Calincing jawa (Oxalis javanica) dan keanekaragaman spesies gulma termasuk kategori rendah (dibawah angka 1).
Pengaruh Herbisida Oksifluorfen dan Penyiangan Terhadap Gulma Serta Pengaruhnya pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris L.) Sugiarto, Bayu; Baskara, Medha; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu usaha untuk dapat meningkatkan hasil panen buncis ialah pengendalian gulma secara praktis dan tepat guna. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menentukan teknik pengendalian gulma yang tepat dalam budidaya buncis dan untuk mengetahui dosis herbisida yang efektif mengendalikan gulma tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.). Penelitian ini dilakukan di Junrejo Kota Batu dari bulan Agustus - November 2016, menggunakan pola rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan dengan penjabaran sebagi berikut A1 : Tanpa pengendalian gulma (weedy). A2 : Bebas gulma (weed free, penyiangan tiap dua minggu sekali, 14 hst, 28, hst, 42 hst, 56 hst). A3 : Penyiangan 15 hst. A4 : Penyiangan 30 hst. A5 : Herbisida pra-tumbuh oksifluorfen 240 g b.a. ha-1 + penyiangan 15 hst. A6 : Herbisida pra-tumbuh oksifluorfen 360 g b.a. ha-1. A7 : Herbisida pra-tumbuh oksifluorfen 480 g b.a. ha-1. Hasil penelitian menunjukkan  metode  pengendalian gulma pada berbagai perlakuan memberikan pengaruh yang nyata antara berat kering gulma, parameter pertumbuhan buncis  dan hasil (t ha-1). Dominasi rasio (SDR) gulma krokot dan lulangan yang mendominasi disetiap perlakuan. dan A6 (oksifluorfen 360 g b.a. ha-1) menunjukkan bahwa efektif dan efisien dalam mengendalikan gulma krokot dan lulangan, pertumbuhan terbaik pada A2 (bebas gulma) dan pada hasil panen perlakuan A6 (herbisida pra-tumbuh oksifluorfen 360 g b.a. ha-1) 13,06 t ha-1 dan tidak berbeda nyata dengan A2 bebas gulma.
Co-Authors Adi Kurniawan Agung Dharmawan, Fadlian Agus Nurchaliq Agus Suryanto Agus Suryanto Agzarida, Indyana Andi Kurniawan Anshori, Muhammad Farhan Noorwidaad Aprilyanto, Wahyu Aprilyanto, Wahyu Ardiansyah, Moh. Ardiansyah, Moh. Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Asep Deny Permana, Asep Deny Bambang Guritno Devi Erlinda Mardiyanti Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi, Mila Kumala Dianita Risky, Dianita Eko Widaryanto Fadhillah, Ghani Ilman Fadhillah, Ghani Ilman Faisol, Rizki Eka Fitriani Faisol, Rizki Eka Fitriani Febrisusanto, Permadi Addy Febrisusanto, Permadi Addy Febriyanto Andika Kurniawan Haryono, Budi Haryono, Budi Hasim Ashari Hasim Ashari Hatta Gumilang Heddy, Y.B. Suwasono Heddy, Y.B. Suwasono Heddy, Y.B.Suwasono Hendra Wahyu Pratama Hidayat, Pratama Wahyu Husni Thamrin Sebayang Hutapea, Matthew Nicholas Fransiskus Hutapea, Matthew Nicholas Fransiskus Jody Moenandir Joko Susilo Karuniawan Puji Wicaksono Kurniawan, Adi Lazuardian, Faizal Achmad Lilik Setyobudi Mardiyanti, Devi Erlinda Marlina Sipayung Maudina, Riva Syafira Miladya, Navilla Monica, Silva Monica, Silva Muasyaroh, Siti Muasyaroh, Siti Mudji Santosa Muhammad Luthfi Murti, Borhan Wisnu Murti, Borhan Wisnu Muthahara, Eva Muthahara, Eva Natasya Zuitshi Shima Ninuk Herlina Novianti, Zafina Eka Nugraha, M.Yody Nugraha, M.Yody Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Selly Putri Widia Nugroho, Selly Putri Widia Nur Edy Suminarti Nurchaliq, Agus Nursalam, Yunita Ekaputri Nursalam, Yunita Ekaputri Nurul Fathia, Luki Anisa Nurul Fathia, Luki Anisa Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Permana, Asep Deny Pratama Wahyu Hidayat Pratama, Hendra Wahyu Pratiwi, Anggraeni Hadi Putri, Nur Fitriana Edi Putri, Nur Fitriana Edi Putripertiwi, Dwija Putripertiwi, Dwija Rahmawan, Rafi Raihan, Muhammad Azmi Reza Ardian Wahyu Ramadhan, Reza Ardian Risky, Dianita Safitri, Syanel Zalza Sebayang, Husni Thamrin Sebayang, Husni Thamrin Setyaji, Kurniawan Setyawan, Angga Ady Setyawan, Angga Ady Setyobudi, Lilik Setyono Yudo Tyasmoro Sindi Puspita Sari Sipayung, Marlina Sitawati Sitawati Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Sugiarto, Bayu Sugiarto, Bayu Sumarsono, Arachis Ratnasari Sumarsono, Arachis Ratnasari Susanto, Mochammad Fahmi Susilo, Joko Suwanti, Suwanti Tarigan, Fathir Muhammad Tarigan, Fathir Muhammad Titin Sumarni Utomo, M. Dika Cahyo Utomo, M. Dika Cahyo Wahyu Ramadhan, Reza Ardian Wardoyo, Ega Fay Putro Wardoyo, Ega Fay Putro Wijanarko, Aditya Pratama Wulansari, Atikah Wulansari, Atikah Y.B. Suwasono Heddy Y.B.Suwasono Heddy Yogi Sugito Yosandy AM, Dimas Sanda Onggy Yosandy AM, Dimas Sanda Onggy Zainal Abidin Zaini, Akbar Hidayatullah Zaini, Akbar Hidayatullah