Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan e-Instrumen Four-Tier Multiple Choice Berbantuan Kahoot Untuk Mengetahui Tingkat Pemahaman Konsep Termokimia: Penelitian Akmal Fajri; Haryanto; Firdiawan Ekaputra; Isra Miharti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6205

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen four-tier multiple choice (FTMC) berbantuan Kahoot untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman konsep peserta didik pada materi termokimia. Penelitian menggunakan metode research and development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas 10 peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Muaro Jambi. Instrumen divalidasi oleh ahli pendidikan kimia dan dinilai oleh guru mata pelajaran kimia. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket penilaian guru, dan uji coba terbatas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen FTMC berbantuan Kahoot berada pada kategori sangat layak dengan persentase kelayakan sebesar 85%. Instrumen juga memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,934. Analisis hasil menunjukkan bahwa instrumen mampu mengidentifikasi kategori paham konsep, paham sebagian, miskonsepsi, dan tidak paham konsep pada materi termokimia.
KAJIAN ETNOMATEMATIKA TERHADAP DESAIN, SIMBOLISME KALUNG SEBALIK SUMPAH SUKU ANAK DALAM MELALUI PENDEKATAN GEOMETRI DAN KOMBINATORIKA Yohanes; Bambang Hariyadi; Zurweni; Haryanto
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Muara Pendidikan, Vol 10 Issue 1, Juni 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/mp.v10i1.2964

Abstract

This study examines the design and symbolism of the Kalung Sebalik Sumpah belonging to the Suku Anak Dalam through an ethnomathematical approach, specifically using geometry and combinatorics. The necklace features visual patterns that reflect mathematical structures such as symmetry, repetition, rotation, and transformation, while also carrying deep symbolic meanings within the indigenous belief system. Geometric analysis reveals that the motifs of the necklace incorporate fundamental shapes such as circles and triangles, which are not only aesthetically pleasing but also represent social and spiritual values. A combinatorial approach is employed to explore the variations in the arrangement of elements such as beads and knots, organized based on principles of permutation, combination, and repeated patterns. The purpose of this research is to explore the ethnomathematical elements embedded in the design and symbolism of the Kalung Sebalik Sumpah using geometric and combinatorial perspectives. A descriptive qualitative method was employed, utilizing triangulation techniques to analyze data from observation, interviews, and documentation. The findings demonstrate that the Kalung Sebalik Sumpah is not merely an ornament, but a cultural artifact embedded with complex mathematical systems. This approach enriches the understanding of local cultural values, fosters collaboration between the exact sciences and anthropology, and contributes to.
KAJIAN ETHNICHEMISTRY DALAM PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI INTEGRASI BUDAYA MENYIRIH PADA MATERI GUGUS FUNGSI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK Ika Kartikasari; Bambang Hariyadi; Zurweni Zurweni; Haryanto
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Muara Pendidikan, Vol 10 Issue 1, Juni 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/mp.v10i1.2995

Abstract

This study aims to examine the application of the ethnochemistry approach in chemistry learning through the integration of betel chewing culture in functional group material using a scientific approach. The betel chewing culture involving materials such as betel leaves (Piper betle), areca nut (Areca catechu), and betel lime (calcium hydroxide) is known to contain various active chemical compounds, including alkaloids, phenols, esters, and alcohols. The scientific approach allows students to observe, ask, try, reason, and communicate the results of the analysis of these materials, so that they can understand the concept of functional groups in the context of local culture. This study uses a descriptive qualitative method with a literature study approach and participatory observation of the practice of betel chewing culture in the community. The results of the study show that the integration of local culture in chemistry learning can improve students' conceptual understanding, learning interest, and cultural awareness. The ethnochemistry approach has proven effective in creating contextual, meaningful, and relevant learning to students' daily lives. Therefore, the application of a local culture-based learning model through a scientific approach is recommended as an innovative alternative in chemistry learning. Keywords: Ethnichemistry, betel chewing culture, scientific approach, functional groups, contextual chemistry learning.
Pengembangan PowerPoint Interaktif Berbantuan Canva pada Materi Ikatan Kimia untuk Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Iqlima Iqlima; Haryanto Haryanto; Isra Miharti; Asrial Asrial; Firdiawan Ekaputra
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4833

Abstract

Siswa mengalami kesulitan untuk memahami prinsip-prinsip yang dibahas dalam materi ikatan kimia karena bersifat abstrak. Selain itu, siswa tidak terlibat atau termotivasi untuk belajar ketika lebih sedikit sumber belajar interaktif yang digunakan. Akibatnya, diperlukan media pembelajaran yang dapat menghidupkan ide-ide abstrak dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang media pembelajaran PowerPoint interaktif berbantuan Canva pada materi ikatan kimia; menganalisis kepraktisan media; dan mengumpulkan umpan balik dari guru dan siswa tentang keefektifan media. Model Lee & Owens, yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini. Sebanyak 10 siswa kelas XI Tahap F SMAN 11 Muaro Jambi, satu ahli media, satu guru kimia, dan satu ahli materi, menjadi subjek penelitian. Angket respon siswa, lembar Penilaian guru, lembar validasi ahli media, dan lembar validasi ahli materi adalah instrumen yang digunakan. Media menerima skor validasi 96,6% dari pakar media dan 93,4% dari pakar materi, termasuk dalam kategori sangat layak, menurut hasil penelitian. Tingkat jawaban siswa adalah 93,72% pada kategori sangat baik, sedangkan tingkat evaluasi guru adalah 92,3%. Mengingat hal ini, disimpulkan bahwa materi ikatan kimia dapat diajarkan secara efektif melalui PowerPoint interaktif berbantuan Canva, yang dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Interaktif Berbantuan Genially pada Materi Ikatan Kimia di SMA Elsanday Novebrianti Hutajulu; Yusnidar Yusnidar; Firdiawan Ekaputra; Haryanto Haryanto; Febbry Romundza
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1207

Abstract

Urgensi pengembangan media pembelajaran animasi interaktif berbantuan Genially pada materi ikatan kimia di SMA adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep abstrak ikatan kimia melalui visualisasi yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Kemajuan teknologi menuntut pembelajaran yang adaptif dan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, terutama pada mata pelajaran kimia yang banyak memuat konsep abstrak. Salah satu materi yang sering menimbulkan kesulitan adalah ikatan kimia (ion dan kovalen), karena menuntut kemampuan visualisasi yang tidak dapat diamati langsung. Hasil observasi di sekolah menunjukkan ketuntasan belajar pada materi ikatan kimia sekitar 50% (KKTP 70) dan ±70% siswa menganggap materi sulit dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran animasi interaktif berbantuan Genially pada materi ikatan kimia di SMA serta mengkaji kelayakan media berdasarkan validasi ahli, penilaian guru, dan respon siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian meliputi ahli materi dan ahli media sebagai validator, guru kimia sebagai praktisi, serta siswa kelas XI Fase F.5 SMA Negeri 2 Kota Jambi sebagai responden uji coba (uji coba satu-satu, n=3; uji coba kelompok kecil, n=10). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan angket, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan rerata skor dan persentase kelayakan, serta deskriptif kualitatif untuk masukan perbaikan produk. Validasi ahli materi menunjukkan media berada pada kategori sangat layak dengan rerata 4,47 (89,4%). Validasi ahli media dilakukan dua tahap, meningkat dari 52,2% (kurang layak) menjadi 86,6% (sangat layak) setelah revisi desain dan navigasi. Penilaian guru memperoleh rerata 4,73 (94,6%) dengan kategori sangat layak. Respon siswa menunjukkan penerimaan sangat baik dengan persentase kelayakan 92,8% pada uji coba satu-satu dan 94,4% pada uji coba kelompok kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa media animasi interaktif berbantuan Genially layak digunakan sebagai media pendukung pembelajaran ikatan kimia di SMA serta berpotensi meningkatkan ketertarikan dan membantu pemahaman konsep abstrak melalui visualisasi dan interaktivitas.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Contextual Teaching and Learning terhadap Motivasi Belajar Siswa SMA pada Pembelajaran Kimia Materi Sistem Periodik Astri Wahyuni; Haryanto Haryanto; Firdiawan Ekaputra; Zurweni Zurweni; Afrida Afrida
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1314

Abstract

This study was motivated by the low level of students’ learning motivation in the topic of the Periodic System of Elements, which is caused by the abstract and complex nature of the material as well as the limited use of engaging and contextual learning media. This research aimed to develop an interactive learning media integrated with the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach and to determine its feasibility, students’ responses, and its effectiveness in improving learning motivation. The research employed a Research and Development (R&D) method using the Lee and Owens model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The developed product was an interactive learning media based on Genially, incorporating text, images, videos, animations, quizzes, and the seven components of CTL. The trial subjects were Grade X students, conducted through one-to-one and small group evaluations. The research instruments included validation questionnaires, student response questionnaires, and learning motivation questionnaires. The results indicated that the developed media was highly feasible, with student responses reaching 86.6% in the one-to-one test and 87.6% in the small group test, both categorized as very good. Furthermore, students’ learning motivation increased significantly from 50.7% to 79%, categorized as high. These findings imply that the integration of interactive media with the CTL approach can effectively enhance students’ learning motivation by providing meaningful, contextual, and engaging learning experiences. Therefore, this media can be used as an alternative instructional tool to support chemistry learning, particularly in improving students’ motivation in understanding abstract concepts such as the Periodic System of Elements.
Studi Perbandingan Model Problem Based Learning Berbantuan E-Modul dan LKPD terhadap Hasil Belajar Siswa SMA pada Materi Sistem Periodik Unsur Olin Pemia Sari; Asrial Asrial; Muhammad Naswir; Haryanto Haryanto
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1338

Abstract

Urgensi penelitian adalah perlunya mengetahui model pembelajaran yang lebih efektif antara Problem Based Learning berbantuan e-modul dan LKPD untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA pada materi sistem periodik unsur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi sistem periodik unsur yang dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta kurangnya variasi media pembelajaran, sehingga keterlibatan dan minat belajar siswa menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran yang lebih efektif antara model PBL berbantuan e-modul dan model PBL berbantuan LKPD terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem periodik unsur di SMA Negeri 14 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 14 Kota Jambi. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling melalui purposive sampling, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model PBL berbantuan e-modul dan kelas kontrol yang menggunakan model PBL berbantuan LKPD. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan tertentu, seperti kesamaan karakteristik dan kemampuan awal siswa pada kedua kelas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes berupa soal esai untuk mengukur hasil belajar siswa. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat berupa uji normalitas dan homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai tes esai akhir pada kelas eksperimen sebesar 75, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 69, sehingga menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi Sig. (2-tailed) sebesar 0,021 < 0,05 yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model PBL berbantuan e-modul lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem periodik unsur. Oleh karena itu, guru disarankan untuk memanfaatkan e-modul sebagai alternatif media pembelajaran yang inovatif guna meningkatkan kualitas pembelajaran serta hasil belajar siswa.
Pengembangan Video Pembelajaran Animasi Berbasis Contextual Teaching Learning pada Materi Termokimia Berpotensi Meningkatkan Literasi Sains Emika Br Ginting; Afrida Afrida; Febbry Romundza; Haryanto Haryanto; Muhammad Haris Effendi Hsb
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1509

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep dan literasi sains murid pada materi Termokimia. Kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik materi yang abstrak dan kompleks, serta penggunaan media pembelajaran yang belum menarik dan belum dikaitkan secara optimal dengan konteks kehidupan sehari-hari. Kemajuan teknologi juga menuntut adanya pengalaman belajar yang lebih bermakna, visual, dan mudah diakses oleh murid. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi Termokimia serta mengetahui kelayakan media dan respon siswa terhadap penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Lee dan Owens yang terdiri atas tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Produk yang dikembangkan berupa media video pembelajaran berbasis CTL yang memuat teks, gambar, animasi, dan soal latihan, serta mengintegrasikan tujuh komponen CTL. Subjek uji coba adalah siswa kelas XI Fase F2 SMA Negeri 8 Muaro Jambi pada uji coba satu-satu dan kelompok kecil. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video pembelajaran yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli materi dan ahli media. Respon siswa pada uji coba satu-satu dan kelompok kecil juga berada pada kategori sangat baik. Dengan demikian, media video pembelajaran berbasis CTL layak digunakan sebagai media pendukung pembelajaran Termokimia di SMA. Media ini juga berpotensi membantu murid memahami konsep Termokimia yang abstrak melalui penyajian visual, animasi, dan keterkaitan materi dengan fenomena kehidupan sehari-hari.
Development of Interactive Multimedia Articulate Storyline 3 Based on Problem Based Learning on Atomic Structure Materials Oriented to Students' Critical Thinking Skills Dwi Asri; Haryanto Haryanto; Asrial Asrial; Zurweny Zurweny; Febbry Romundza; Asmiyunda Asmiyunda
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11 No 1 (2026): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI MARET 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v11i1.11511

Abstract

This study aims to determine the process of development, feasibility, and response of teachers and students to interactive multimedia Articulate Storyline 3 based on problem-based learning on atomic structure materials oriented to students' critical thinking skills. The product development process is carried out by the Lee and Owens model stages, namely: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The instruments used were interview sheets and questionnaires. The resulting products are validated by material experts and media experts. Furthermore, it is assessed by teachers and tested in a one-to-one and small group manner. Data analysis techniques are used for qualitative data analysis and quantitative data analysis. The results of the study that the product developed was conceptually and procedurally feasible based on subject matter experts obtained a percentage of 90%, a one-to-one test with a percentage of 90%, and from the student's response had a percentage of 91.7%. Based on the results of the study, it can be concluded that interactive multimedia Articulate Storyline 3 based on problem-based learning on atomic structure materials oriented to students' critical thinking skills has fulfilled all stages with "very good" results and contributes to improving students' critical thinking skills.
Development of Project-Based Learning (PjBL)-Based Learning Videos on Green Chemistry Materials Oriented to Student Learning Motivation Jaspiya jaspiya; Haryanto Haryanto; Febbry Romundza; Rayandra Asyhar; Kriswantoro Kriswantoro; Firdiawan Ekaputra
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11 No 1 (2026): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI MARET 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v11i1.11513

Abstract

Learning videos are one of the digital learning media that can support a more interesting and meaningful learning process. In green chemistry material, students are required to understand the concept of applying chemical principles in daily life and have concern for the environment. However, the learning process that still uses a less varied approach causes low student motivation to learn. This study aims to develop a Project Based Learning (PjBL)-based learning video on green chemistry material, determine the feasibility level of learning videos based on the assessment of material experts, media experts, and teacher assessment, and determine students’ responses to the develop learning videos from the student’s learning motivation.  This research is a developmental research using the Lee & Owens model. The research instruments used included interview sheets, validation questionnaires for material experts and media experts, teacher assessment questionnaires, and student response questionnaires. The product developed was validated by material experts and media experts, then assessed by teachers and tested in small group trials. The data analysis teachniques used are qualitative data analysis and quantitative data analysis. The results of the study showed that the Project Based Learning (PjBL)-based learning video on green chemistry materials obtained a validation percentage of material experts of 90% and media experts of 92% with the category of "Very Feasible". The teacher's assessment showed a percentage of 90% with the "Very Feasible" category, while the students' response to the small group trial obtained a percentage of 93.7% with the "Very High" category. Based on the results obtained, this Project Based Learning (PjBL)-based learning video has the potential to foster student learning motivation and the product developed is declared theoretically and practically feasible as one of the learning resources that can help students understand concepts independently.
Co-Authors -, Maison Abu Bakar Abu Bakar Adriyan Ardi Rahman Afrida Afrida Akmal Fajri Anisah Anisah Arief Teguh Prasetyo SP Asih Nur Ismiatun Asmiyunda Asmiyunda Asrial Astri Wahyuni Aulia Sanova Aulia Syafitri Bambang Hariyadi Bambang Hariyadi Berlian Agus Tari Christin Lovyantika Citra Ayu Dewi Dea Ristria Ariani Della Novalita Diah Mahfirawaty Siregar Diah Riski Gusti Dina Anggrayni Dodi Setiawan Putra Dwi Agus Kurniawan Dwi Asri Dwi Yuliastuti Puspitasari Elsanday Novebrianti Hutajulu Elza Triani Emika Br Ginting Epinur Epinur Ervan Johan Wicaksana Estitika Estitika Feliza Paramitha Sinaga Firdiawan Ekaputra Frandi Mardiansyah Fuldiaratman Harizon Harizon Harizon Hary Soedarto Harjono Hendra Hendra Hendra Sofyan Ika Kartikasari Indah Syafitri Iqlima Iqlima Isramiharti Isramiharti Jaspiya jaspiya Jefri Marzal Jonerwan Jonerwan Kamid, Kamid Kowit Kittiwutthisakdi Kriswantoro Kriswantoro Lilis Karlina M Raidil M. Dwi Wiwik Ernawati M. Dwi Wiwik Ernawati M. Dwi Wiwik Ernawati* M. Riyo Agung Kurnia Mellycha Liani Putri Miftahul Zannah Azzahra Mitha Udhiyah Muhammad Alfi Nur Ilahi MUHAMMAD ALI Muhammad Haris Effendi Hasibuan Muhammad Naswir Muhammad Rusdi Nabila Nur Rizqiyah Nanda Kumala Ratih Neldarisasmita Neng Early Oktavia Neng Early Oktavia Ngatijo Ngatijo Nikma Nur Qoidah Nizlel Huda novferma, novferma NoviLiani Astriya Nurdatul Jannah Olin Pemia Sari PALMIZAL A Pinta Murni Rahmadansah Rahmadansah Rahmat Perdana Rayandra Asyhar Rini Alfiah Riska Fitriani Rizki Haryati Romundza, Febbry Roslina Turnip Sarah Wulandari Septiani Wulandari Seswandi Seswandi Setia CP Nababan Sinta Marliya Sri Wina Oktavia Sudarmin Sudarmin Sukendro Syaiful Syaiful Syaiful Syaiful Syeppina Dwiyani Tari Okta Puspitasari valina valina Wanada Siti Salsabilah Wilda Purnawati Wilda Syahri Yohanes Yulia Ningsih Yusnidar Yusnidar Zurweni Zurweni Zurweni Zurweny Zurweny