Claim Missing Document
Check
Articles

Epidural Haemorrhage Pada Pasien dengan Riwayat Penggunaan Zat Adiktif Tramadol di Sebuah Rumah Sakit Jawa Barat: Sebuah Studi Kasus Putri, Silvi Riana; Kurniawan, Titis; Nursiswati, Nursiswati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.11495

Abstract

ABSTRACT Epidural hemorrhage is bleeding that occurs due to rupture of an artery with symptoms of gradually decreasing consciousness, headache, battle sign, and racoon eyes (a sign of basilar skull fracture). Treatment of patients with epidural haemorrhage is craniotomy. Her nursing diagnosis was ineffective cerebral perfusion. This study aims to describe the provision of nursing care to epidural haemorrhage patients with ineffective cerebral perfusion problems. The research design used is a case report. The sample of this study was a man in the surgical ward. Data collection was carried out using observation and interview methods. A man came to the ER with GCS 10 (E2V3M5), MAP 93 and had racoon eyes, the family said that the patient had an accident a week ago. Based on the results of the study, the nursing problem in these patients was ineffective cerebral perfusion. The interventions provided are management of intracranial elevation including observation of causes of increase, monitoring of MAP, monitoring of respiratory status, head up 30o, and collaboration of drug administration. A 30o head up intervention is given to reduce increased intracranial pressure by elevating the limbs above the heart so that oxygen flow to the brain increases. The results of treatment showed that after being given an intervention for 6 days, the patient was conscious on the third postoperative day (GCS 8: E4M5V1), MAP 66, the patient could answer questions related to pain by nodding his head, and the client's urine results showed negative results for drug use. At the 11th week after the craniotomy, follow-up care was carried out with the results of the patient's progress getting better. Keywords: Epidural Haemorrhage (EDH), Tramadol, Cerebral Perfusion  ABSTRAK Epidural haemorrhage merupakan perdarahan yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah arteri dengan gejala kesadaran menurun secara bertahap, sakit kepala, battle sign, dan racoon eyes (tanda fraktur basila tengkorak). Penanganan pasien dengan epidural haemorrhage adalah kraniotomi. Diagnosa keperawatannya yaitu perfusi serebral tidak efektif. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan pemberian asuhan keperawatan pada pasien epidural haemorrhage dengan masalah perfusi serebral tidak efektif. Desain penelitian yang digunakan adalah case report. Sampel penelitian ini adalah seorang laki-laki di ruang rawat bedah. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode observasi dan wawancara. Seorang laki-laki datang ke IGD dengan GCS 10 (E2V3M5), MAP 93 serta terdapat racoon eyes, keluarga mengatakan bahwa pasien mengalami kecelakaan seminggu yang lalu. Berdasarkan hasil pengkajian, masalah keperawatan pada pasien tersebut yaitu perfusi serebral tidak efektif. Intervensi yang diberikan yaitu manajemen peningkatan intrakranial meliputi observasi penyebab peningkatan, monitor MAP, monitor status pernapasan, head up 30o, dan kolaborasi pemberian obat. Intervensi head up 30o diberikan untuk mengurangi peningkatan tekanan intrakranial dengan meninggikan anggota tubuh di atas jantung agar aliran oksigen ke otak meningkat. Hasil perawatan menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi selama 6 hari, pasien sadar pada hari ketiga post operasi (GCS 8: E4M5V1), MAP 66, pasien dapat menjawab terkait nyeri yang ditanyakan dengan menganggukan kepala, dan hasil urin klien menunjukkan hasil negatif penggunaan narkoba. Pada minggu ke-11 pasca kraniotomi, dilakukan follow up care dengan hasil perkembangan pasien semakin membaik. Kata Kunci: Epidural Haemorrhage (EDH), Tramadol, Perfusi Serebral
Hubungan Kesiapan dengan Frekuensi Penggunaan Evidence-Based Practice dalam Laporan Kasus pada Mahasiswa Praktik Profesi Ners Setiani, Haniifah; Sari, Eka Afrima; Harun, Hasniatisari; Kurniawan, Titis; Nursiswati, Nursiswati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i3.13926

Abstract

ABSTRACT Evidence-Based Practice (EBP) is an important aspect for students to become professional nurses. In implementing EBP, self-assessment regarding readiness is needed to evaluate themselves in using EBP. One factor that influences the use of EBP is students' readiness to use EBP. Having a strong belief in readiness to use EBP results in higher implementation of EBP use in practice.This research aims to see whether students' better readiness in using EBP is in line with the high frequency of EBP use, uses a correlative descriptive research design using the Chi-Square test, the sample was 102 students from the 45th professional nursing program at the Faculty of Nursing, Padjadjaran University by using the total sampling technique. The instrument for assessing readiness uses Upton's (2006) EBPQ questionnaire. Assessment of the frequency of EBP use by calculating the number of EBP uses in each case report. The results of this study show that 80.4% of respondents are ready, and respondents use EBP at a high frequency, 38.2%. This study shows a significant relationship between readiness and the frequency of EBP use in case reports with a p-value 0.012. This research finds that having a strong belief in readiness to use EBP results in higher levels of implementation. Therefore, habituation in applying EBP is necessary in order to become a professional nurse Keywords: Evidence-Based Practice, Frequency of Use, Readiness  ABSTRAK Evidence-Based Practice (EBP) merupakan salah satu aspek penting agar mahasiswa kelak menjadi perawat yang profesional. Dalam menerapkan EBP, dibutuhkan self-assessment mengenai kesiapan agar mahasiswa dapat mengevaluasi diri untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam penggunaan EBP. Salah satu faktor yang mempengaruhi penggunaan EBP pada mahasiswa adalah keyakinan mahasiswa dalam kesiapan penggunaan EBP. Memiliki keyakinan yang kuat dalam kesiapan penggunaan EBP menghasilkan implementasi penggunaan EBP dalam praktik yang lebih tinggi  Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah dengan semakin baiknya kesiapan mahasiswa dalam penggunaan EBP sejalan dengan tingkat frekuensi penggunaan EBP yang tinggi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelatif menggunakan uji Chi-Square. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa program profesi Ners angkatan 45 Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 102 mahasiswa. Instrumen dalam menilai kesiapan menggunakan kuesioner EBPQ milik Upton (2006). Penilaian frekuensi penggunaan EBP dengan menghitung jumlah penggunaan EBP dalam masing-masing laporan kasus.Hasil penelitian ini gambaran kesiapan 80,4% siap, dan responden menggunakan frekuensi EBP yang tinggi yaitu sebanyak 38,2%. Studi ini menghasilkan ada hubungan yang signifikan antara kesiapan dengan frekuensi penggunaan EBP pada laporan kasus dengan p-value 0,012. Temuan pada penelitian ini adalah memiliki keyakinan yang kuat dalam kesiapan penggunaan EBP menghasilkan implementasi penggunaan EBP dalam praktik yang lebih tinggi sehingga pembiasaan dalam menerapkan EBP perlu dilakukan agar menjadi perawat yang profesional. Kata Kunci: Evidence-Based Practice,  Frekuensi Penggunaan, Kesiapan
Konsep dan Penerapan Intervensi Prehospital pada Stroke: Sebuah Tinjauan Pustaka Rahmawati, Novia; Pebrianti, Sandra; Nursiswati, Nursiswati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.884 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10720

Abstract

ABSTRACT Stroke patients require immediate medical treatment before 4.5 hours to reduce the risk of death and disability. Stroke patients may experience impaired brain function caused by damage or death of brain tissue. Delay in treating stroke in patients can cause brain damage that appears more severe. Prehospital intervention can be an important initial treatment for stroke patients either while the patient is still at home or during the transfer process to the hospital. This literature review aims to determine the concept and application of prehospital interventions that can be given to stroke patients. This research is a literature review using the Pubmed database and the Google Scholar search engine. The English keywords used “stroke AND prehospital intervention OR emergency medical services OR EMS”. Meanwhile, the Indonesian keywords used “stroke AND intervensi prehospital OR emergency medical services OR EMS”. The results obtained were 19 full-text articles discussing prehospital stroke interventions with the year of publication 2012-2022. In conclusion, the prehospital aspect of stroke in Indonesia still needs development in terms of human resources and infrastructure in order to provide optimal service for patients who have had a stroke. Keywords: Emergency Medical Services, Mobile Stroke Unit, Prehospital, Stroke  ABSTRAK Pasien serangan stroke memerlukan penanganan medis segera sebelum 4,5 jam untuk mengurangi risiko kematian dan kecacatan. Pasien serangan stroke dapat mengalami gangguan fungsi otak yang disebabkan oleh adanya kerusakan atau kematian jaringan otak. Terlambatnya penanganan stroke pada pasien dapat menyebabkan kerusakan otak yang muncul semakin berat. Intervensi prehospital dapat menjadi upaya awal yang penting dilakukan untuk pasien stroke baik saat pasien masih di rumah atau saat proses transfer ke rumah sakit. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui konsep dan penerapan intervensi prehospital yang dapat diberikan kepada pasien stroke. Penelitian ini berupa tinjauan pustaka menggunakan database Pubmed dan search engine google scholar. Kata kunci bahasa Inggris yang digunakan adalah “stroke AND prehospital intervention OR emergency medical services OR EMS”. Sedangkan, kata kunci Bahasa Indonesia yang digunakan adalah “stroke AND intervensi prehospital OR emergency medical services OR EMS”. Hasil didapatkan terdapat 19 artikel full-text yang membahas mengenai intervensi prehospital stroke dengan tahun publikasi 2012-2022. Kesimpulannya, aspek prehospital stroke di Indonesia masih perlu pengembangan dari segi sumber daya manusia maupun infrastrukturnya agar dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi pasien yang mengalami serangan stroke. Kata Kunci: Emergency Medical Services, Mobile Stroke Unit, Prehospital, Stroke 
Topik dan Metode Pencarian Sumber Pada Laporan Evidence-Based Practice Mahasiswa Program Profesi Ners Stase Keperawatan Medikal Bedah: Studi Dokumen Fadillah, Jasmine Fasya; Sari, Eka Afrima; Harun, Hasniatisari; Kurniawan, Titis; Nursiswati, Nursiswati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i3.13978

Abstract

ABSTRACT Evidence-Based Practice (EBP) is one of the important aspects in creating competent nurses. In realizing this, in the nursing education program at the bachelors level, students need to practice in honing the ability to make and report EBP reports. From the results of previous studies, further research is needed that looks at concrete evidence in the form of document studies of EBP work made by students compared to just conducting surveys with questionnaires. So that the institution has a strong foundation in the development of the next EBP curriculum. The purpose of this study is to determine the description of topics and methods of searching for EBP sources chosen during the practice of the undergraduate students in Medical Surgical Nursing unit. This research uses a quantitative descriptive research plan by looking at the overview of the topic and the method of searching for EBP resources used from the results of the document study of the EBP report of PPN students. The sample of this study was 32 EBP reports of nursing professional program students from a nursing education institution in West Java using the total sampling technique. Data analysis on the three variables in this research uses the frequency distribution method which looks at the percentage in each category that exists in each variable. Result Of the 32 EBP reports obtained, it was found that the topic most raised by the undergraduate students in the EBP report based on Problem / Person (P) items was about stroke as many as 6 reports (18.75%). If based on the Intervention item (I), the most raised topic is interventions that can overcome diagnoses related to activity and rest as many as 10 reports (31,25%) and based on the Outcomes (O) item the most raised topic is about the outcome of patient hemodynamic status as many as 6 reports (18.75%). From the study of this document, it was also found that most respondents (62.5%) have used the EBP source search method well. Students' ability to explore the topic of the EBP report and the EBP source search method used is well applied by most students. It is hoped that these results can be a reference for educational institutions regarding the next teaching methods that will be developed related to EBP learning, especially at the KMB station. Keywords: Evidence-Based Practice, Undergraduate Nursing Program, Document Study  ABSTRAK Evidence-Based Practice (EBP) merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan perawat yang kompeten. Dalam mewujudkan hal tersebut, pada program pendidikan keperawatan jenjang profesi Ners, mahasiswa perlu berlatih dalam mengasah kemampuan membuat dan melaporkan laporan EBP. Dari hasil studi terdahulu, diperlukan penelitian lanjutan yang melihat bukti konkrit berupa studi dokumen hasil pengerjaan EBP yang dibuat oleh mahasiswa dibandingkan hanya dengan melakukan survey dengan kuesioner, sehingga institusi memiliki landasan yang kuat dalam pengembangan kurikulum EBP selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran topik dan metode pencarian sumber EBP yang dipilih selama praktik Program Profesi Ners (PPN) stase Keperawatan Medikal Bedah (KMB). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan melihat gambaran topik dan metode pencarian sumber EBP yang digunakan dari hasil studi dokumen laporan EBP mahasiswa PPN. Sampel penelitian ini adalah laporan EBP mahasiswa PPN di sebuah institusi pendidikan di Jawa Barat dengan jumlah sampel sebanyak 32 laporan dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data pada ketiga variabel dalam penelitian ini menggunakan metode distribusi frekuensi yang melihat persentase dalam setiap kategori yang ada pada setiap variabel. Dari 32 laporan EBP yang didapatkan, menunjukkan bahwa topik yang paling banyak diangkat oleh mahasiswa PPN dalam laporan EBP berdasarkan item Problem/Person (P) adalah mengenai penyakit stroke sebanyak 6 laporan (18,75%). Jika berdasarkan item Intervention (I), topik yang paling banyak diangkat adalah intervensi yang dapat mengatasi diagnosis terkait aktivitas dan istirahat sebanyak 10 laporan (31,25%) dan berdasarkan item Outcomes (O) topik yang paling banyak diangkat adalah mengenai luaran status hemodinamik pasien sebanyak 6 laporan (18,75%). Dari studi dokumen ini juga didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden (62,5%) sudah menggunakan metode pencarian sumber EBP dengan baik.Kemampuan dalam mengeksplorasi topik laporan EBP dan metode pencarian sumber EBP yang digunakan sudah baik diterapkan oleh sebagian besar mahasiswa. Diharapkan hasil tersebut dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan mengenai metode ajar selanjutnya yang akan dikembangkan terkait pembelajaran EBP terutama pada stase KMB. Kata Kunci: Evidence-Based Practice, Program Profesi Ners, Studi Dokumen.
Intervensi Pencegahan Merokok dan Konsumsi Alkohol pada Remaja melalui Pendidikan Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan Stunting Nursiswati, Nursiswati; Nurrofiqoh, Malihatunnisa; Pratiwi, Sri Hartati; Kurniawan, Titis; Purba, Chandra Isabella Hostanida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13084

Abstract

ABSTRAK Tahap perkembangan remaja sangat rentan akan perilaku berisiko. Kontrol emosi dan stres yang labil mengakibatkan remaja memilih mekanisme koping yang salah. Dampaknya, remaja dapat berisiko mengalami stunting. Perlu adanya penyuluhan terkait bahaya dan cara pencegahan konsumsi rokok dan alkohol guna mencegah terjadinya stunting. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran pengetahuan (kognitif) dari siswa kelas 7 salah satu SMP swasta di Kabupaten Bandung mengenai pencegahan penggunaan rokok dan alkohol. Pendidikan kesehatan dilaksanakan secara interaktif bertemakan menghindari rokok dan alkohol agar terhindar dari masalah kesehatan fisik dan mental guna mencegah terjadinya stunting. Pendidikan kesehatan diikuti oleh 72 siswa kelas 7 Sekolah Menengah Pertama. Evaluasi dari hasil pendidikan kesehatan dilakukan dengan memberikan soal Pre-test dan Post-test masing-masing sebanyak 5 soal. Sebanyak 55,55% remaja yang mengikuti pendidikan kesehatan dapat menjawab dengan benar ≥3 soal dari 5 soal yang tersedia dan sebanyak 33,33% mengalami peningkatan skor dari pre-test ke post-test. Pemahaman tentang bahaya merokok dan alkohol dapat diberikan sejak masa SMP dan dilakukan pemantauan berkelanjutan oleh guru di sekolah. Sekolah dapat memberikan kebijakan dan pelayanan UKS yang memadai bagi siswa. Pendidikan kesehatan berpengaruh positif dan secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya serta cara menghindari rokok dan alkohol. Kegiatan lanjutan berupa focus group discussion dan permainan dibutuhkan sebagai kegiatan lanjutan penguatan kognitif, afektif, dan psikomotor pencegahan merokok dan konsumsi alkohol pada siswa SMP. Kata Kunci: Alkohol, Merokok, Pendidikan Kesehatan, Remaja, Stunting  ABSTRACT The developmental stage of adolescents is very vulnerable to risky behavior and bad coping mechanisms. As a result, teenagers may be at risk of experiencing stunting. There is a need for education regarding the dangers and ways to prevent cigarette and alcohol consumption to prevent stunting. This research aims to describe the knowledge (cognitive) of grade 7 students at one of the private junior high schools in Bandung Regency regarding preventing the use of cigarettes and alcohol. Health education was carried out interactively with the theme of avoiding smoking and alcohol to avoid physical and mental health problems to prevent stunting. Health education was attended by 72 grade 7 junior high school students. Evaluation of the results of health education was carried out by providing pre-tests and post-tests. As many as 55.55% of teenagers who took part in health education were able to answer ≥3 questions correctly out of the 5 questions available and as many as 33.33% experienced an increase in scores from pre-test to post-test. Understanding of the dangers of smoking and alcohol can be given since junior high school and ongoing monitoring by teachers at school. Schools can provide adequate UKS policies and services for students. Health education has a positive effect and significantly increases teenagers' knowledge about the disadvantages and how to avoid smoking and alcohol. Further activities in the form of focus group discussions and games are needed as further activities to strengthen cognitive, affective, and psychomotor skills to prevent smoking and alcohol consumption in junior high school students. Keywords: Adolescents, Alcohol, Health Education, Smoking
Perspektif Pendidikan dan Kesehatan Sebagai Issue Sentral Pencegahan Stunting di Desa Bojongloa Nursiswati, Nursiswati; Faturrahman, Reza Rizkika; Pebrianti, Sandra; Pahria, Tuti; Nurrofikoh, Malihatunnisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13008

Abstract

ABSTRAK Stunting menjadi hal yang krusial di dunia terutama di Indonesia. Di Indonesia, pernikahan dini pada remaja menjadi salah satu hal yang berpengaruh dalam terbentuknya generasi baru yang mengalami stunting. Dampak stunting dapat berimbas pada penurunan sumber daya manusia, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi masyarakat dalam pencegahan stunting di Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek. Pengabdian masyarakat ini difokuskan pada kegiatan sosialisasi melalui kampanye melalui seminar dengan mengangkat judul “Start From Now! Muda, Sehat, dan Keren”, dan untuk kegiatan seminar yang dilaksanakan di SMP PGRI Rancaekek diikuti oleh sebanyak 105 siswa-siswi kelas 9 dan 11 guru, kepala sekolah, serta wakil kepala sekolah. Selanjutnya, untuk kegiatan seminar yang kami laksanakan memberikan wawasan baru terhadap siswa-siswi SMP PGRI mengenai stunting itu sendiri, peningkatan orientasi Pendidikan lanjut pada jenjang yang lebih tinggi SMA atau SMK, serta pencegahan pernikahan dini dan seks bebas masa remaja. Evaluasi kegiatan diberikan pre test dan post test terkait stunting, gaya hidup sehat dan pencegahan sex bebas. Hasil menunjukan bahwa dari 105 siswa yang mengikuti sosialisasi memperlihatkan pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi meningkat menjadi lebih baik terutama aspek bahaya seks bebas dan ciri-ciri stunting. Pengetahuan bahaya seks bebas akan mencegah pernikahan dini. Desa Bojongloa sendiri salah satu desa yang masih terdapat kasus stunting. Sosialisasi mengenani penikahan diri dan seks bebas pada remaja perlu dilakukan agar mencegah terbentuknya generasi yang mengalami stunting. Dari terlaksananya kegiatan tersebut diharapkan terdapat tindak lanjut baik dari pemerintah, sekolah, dan para orangtua untuk bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam mencegah terjadinya stunting di Desa Bojongloa. Kata kunci: Seks aman, Peer group, Remaja, Stunting.    ABSTRACT Stunting is crucial in the world, especially in Indonesia. In Indonesia, early marriage among teenagers is one of the things that influences the formation of a new generation that experiences stunting. The impact of stunting can result in a decrease in human resources, so this research aims to find out the condition of the community in preventing stunting in Bojongloa Village, Rancaekek District. This community service was focused on socialization activities through campaigns through seminars with the title "Start From Now! Young, Healthy and Cool", and the seminar activities held at PGRI Rancaekek Middle School were attended by 105 students from grades 9 and 11, teachers, principals, and deputy principals. Furthermore, the seminar activities that we carried out provide new insights for PGRI Middle School students regarding stunting itself, increasing orientation to further education at higher levels of high school or vocational school, as well as preventing early marriage and promiscuous sex during adolescence. Evaluation of activities given a pre-test and post-test related to stunting, healthy lifestyle, and prevention of free sex. The results show that of the 105 students who took part in the socialization, knowledge before and after socialization activities increased for the better, especially aspects of the dangers of free sex and the benefits of protein for teenagers. Knowledge of the dangers of free sex will prevent early marriage. Bojongloa Village itself is one of the villages where there are still cases of stunting. Socialization regarding self-marriage and free sex among teenagers needs to be carried out to prevent the formation of a generation experiencing stunting. It is hoped that there will be follow-up from the government, schools, and parents to be able to synergize and collaborate in preventing stunting in Bojongloa Village. Keywords: Adolescents, Bojongloa Village, Peer group, Stunting.
Diseminasi Hasil Kajian Ilmiah Khasiat Terapi Pasir Bagi Pengelola Pantai Kejawanan Anggraeni, Santi Rukminita; Nursiswati, Nursiswati; Sari, Deasy Silvya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14749

Abstract

ABSTRAK Pantai Kejawanan berlokasi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan (PPN Kejawanan) di Kelurahan Pegambiran, Lemahwungkuk, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pantai Kejawanan dipercaya sebagai tempat terapi penyembuhan berbagai penyakit. Hasil riset tim menunjukkan bahwa pasir dan air laut Pantai Kejawanan memiliki kandungan besi (Fe) terutama Fe₃O₄ serta unsur logam lain yang juga ditemukan di beberapa pantai lain yang sering digunakan untuk terapi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan menggunakan metode ceramah dan diskusi untuk mendiseminasikan hasil riset khasiat terapi pasir pantai Kejawanan pada bulan Desember 2023. Sasaran kegiatan adalah pengelola PPN Kejawanan, Dinas Pariwisata Kota Cirebon, ketua RT, RW dan Kelurahan setempat. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah penyampaian kajian ilmiah kandungan pasir Pantai Kejawanan untuk keperluan terapi dan rekomendasi untuk pengembangan kegiatan wisata terapi yang aman dan berkelanjutan. Para peserta kegiatan diseminasi menyambut baik hasil riset yang telah dilakukan dan juga memberikan umpan balik terkait hasil riset yang diperoleh. Tindak lanjut rekomendasi kegiatan diseminasi ini menjadi wewenang pihak PPN Kejawanan untuk pengembangan wisata terapi yang aman dan berkelanjutan di pantai Kejawanan. Kata Kunci: Terapi Pasir, Mineral, Besi  ABSTRACT Kejawanan Beach is located at the Kejawanan Nusantara Fisheries Port (PPN Kejawanan) in Pegambiran Village, Lemahwungkuk, Cirebon Regency, West Java. Kejawanan Beach is believed to be a place of therapy to cure various diseases. The team's research results showed that the sand and sea water of Kejawanan Beach contain iron (Fe), especially Fe₃O₄ and other metal elements which is also found on several other beaches which are often used for therapy. Community service activities (PKM) were carried out using lecture and discussion methods to disseminate the results of research on the therapeutic properties of Kejawanan beach sand in December 2023. The targets of the activities were PPN Kejawanan managers, the Cirebon City Tourism Office, heads of RT, RW and local sub-districts. The result of this PKM activity was the delivery of a scientific study of the sand content of Kejawanan Beach for therapeutic purposes and recommendations for the development of safe and sustainable therapeutic tourism activities. The participants in the dissemination activity welcomed the results of the research that had been carried out and also provided feedback regarding the research results obtained. The follow-up to recommendations for this dissemination activity is the authority of PPN Kejawanan for the development of safe and sustainable therapeutic tourism on Kejawanan Beach. Keywords: Sand Therapy, Mineral, Iron
Skill and performance to formulate evidence-based practice among nursing students: A qualitative study Carissa Muthia Putri Nugroho; Titis Kurniawan; Hasniatisari Harun; Nursiswati Nursiswati; Eka Afrima Sari
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 8 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i8.13392

Abstract

Background: The PICO framework is frequently applied to formulate question for conducting literature searching in the evidence-based practices (EBPs) development. However, students experienced challenges in fitting the clinical questions into PICO's format. In Indonesia, the EBP was mostly taught conventionally through lectures and discussions. There was no specific evaluation for assessing the accuracy of the PICO formula. Previous studies indicated that incorporating visual art in learning effectively improves students' observation skills, self-confidence, communication skills, and promotes transformational learning.Purpose: To describe the implementation of the PICO game and visual art as an EBP learning method and evaluate the accuracy of the PICO formula and the visual art created by nursing students, including their perspectives on the applied EBP learning method.Method: This descriptive study was conducted at a secondary hospital in Sumedang District, West Java-Indonesia, in July 2023. Totally 53 nursing profession program (NPP) students of a University in Indonesia were voluntarily recruited as participants. They divided into 9 groups and received a description of how to play the PICO game and visual art for developing the PICO formula question. Each group required to develop PICO questions from the PICO trigger pictures and keywords on the PICO worksheets and to draw at least one visual art illustration from the developed PICO question. At the end of those sessions, they were also required to provide opinions on this EBP learning approach. The PICO question accuracy was assessed using the PICO formula observation sheet, while the visual art compatibility was measured using the visual art observation sheet. Quantitative data were analyzed descriptively and the students’ perspectives on the EBP learning processes were analyzed by identifying the topic mostly described.Results: There were 63 PICO formulas and 18 visual art illustrations. Most of the PICO formulas (93.7%) were identified as accurate. However, more than one-third (41.3%) of the PICO formula did not include the C (comparison) component. More than half of the developed visual art illustrations (61%) were inappropriately describing the developed PICO formula. Participants reported that using PICO Games and visual art was an interesting and fun approach that enhanced their comprehension of the PICO question formula, EBP, and improved their teamwork capacity.Conclusion: The PICO game and visual art learning method facilitates high accuracy of the PICO question formula and is perceived as an effective and interesting EBP learning method. However, as the “C” (comparison) is the PICO component mostly found uncompleted, it is important to elaborate more on this issue in the EBP learning session. It is also important to extend the duration of the EBP learning method to facilitate students drawing the expected visual art appropriately. Further studies are needed to further confirm and follow up on the findings of this study.
Co-Authors Acob, Joel Rey Adam, Saddam Febriansyah Adisite, Meina Nur Aeni Aisyah Istiqomah Anastasia Anna Andini, Nathania Putri Anza Zahya Qeysha Aprilia Inggritika Priyatmoko Putri Awaluddin A Ayu Prawesti Priambodo Azrania Fatima Bambang Aditya Nugraha Bambang Aditya Nugraha Bambang Aditya Nugraha Carissa Muthia Putri Nugroho Chandra Isabella Hostanida Purba Citra Windani Mambang Sari Dadang Purnama Deasy Silvya Sari Deasy Silvya Sari Deasy Silvya Sari Deasy Sylvia Sari Desy Indra Yani Devita Listuhayu Dianantari, Fauziyyah Dimas Andhika Diva Jogina Dwi Winastuti Efri Widianti Eka Afrima Sari Eka Afrima Sari Eka Afrima Sari, Eka Afrima Etika Emaliyawati Fa'izah, Bella Nadia Fadhilah, Adinda Fadillah, Jasmine Fasya Faradisa, Firna Husnika Farida Afifah Nurlathifah Faturrahman, Reza Rizkika Febbie Chandra Syahrani Feni Agustina Fera Imelia Agustin Firman Sugiharto Firman Sugiharto Fitria, Nita Fitry Filianty Ghifani Sifa Azahra Gian Cipta G Hana Rizmadewi Agustina Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Haruni, Hasniatisari Hediati Hastuti Heliani, Yusshy Kurnia I. -, Rafiyah, I. Ikhsan Hafidz Iqbal Pramukti Istiqomah Dieni Hanifa Khoirunnisa, Fadila Kirana, Ade Kurnia Herliani, Yusshy Kusman Ibrahim Lia Sari Lidya Rahmawati Malfa Laila Pratidina Malihatunnisa Nurrofikoh Malihatunnisa Nurrofikoh Maniatunufus Maniatunufus Maniatunufus Maniatunufus Maniatunufus, Maniatunufus Maria Komariah Muhamad, Sahrul Nur Muhammad Alghifari Budiman Muhammad Fauzan Tamir Muhammad Sajid Ramadhan Naomi Sella Aprilia Novia Rahmawati Novia Yulianti Nur'aeni, Nabyla Nur'aeni, Nabyla Nur'aeni Nurrofikoh, Malihatunnisa Nurrofiqoh, Malihatunnisa Nurul Darmawulan Nurul Maulidya Nurwijayanti Oktaviani Fauziyah Ooh Hodijah Ooh Hodijah Putri Noor Kholisoh Purnama Wati Putri, Silvi Riana Rafiyah, I. - Rahmat, Dadang Ramdhani, Muhammad Zaky Regina Cahyani Revi Merliani Nugraha Reyza, Muhammad Fakhrul Ridwana, Feni Rifia Azka Nabiilah Rizka Adinda Rustianti Salwa, Sayyidah Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sania Yulianti Santi Rukminita Anggraeni Santi Rukminita Anggraeni, Santi Rukminita Sari, Eka Afirma Setiani, Haniifah Shabira Fairuz Hasna Shafira Rizki A Sisca Damayanti Siti Nur Fatimah Siti Ulfah Rifa'atul Fitri Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sri Hartati Pratiwi Sutini, T. - Sya'fa, Siti Noor T. -, Sutini, T. Taty Hernawaty Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Tuti Pahria Umy Riskyani Urip Rahayu Vieri Abdurrafi Wati, Putri Noor Kholisoh Purnama Widaningsih, Ida Yanti Rubiyanti Yuli Wahyuni Yutantri, Savitri Kartika