Claim Missing Document
Check
Articles

Combination Benson's Relaxation Technique and Energy Manajement to Overcome Activity Intolerance Nursing Problems in Coronary Artery Disease Patients: A Case Report Umy Riskyani; Nita Fitria; Nursiswati Nursiswati
Padjadjaran Acute Care Nursing Journal Vol 3, No 2 (2022): Padjadjaran Acute Care Nursing Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.318 KB) | DOI: 10.24198/pacnj.v3i2.46132

Abstract

In patients with Coronary Artery Disease (CAD), activity intolerance is a major issue. Energy management is a non-pharmacological intervention that is commonly used in patients with activity intolerance. The problem of activity intolerance can be overcome with complementary or alternative relaxation therapy, namely the Benson relaxation technique. The goal of this case study is to describe how a combination of Benson relaxation techniques and energy management helped CAD patients with activity intolerance nursing problems. The method used in this study is a case report. Data collection techniques include observation, interviews, physical examinations, and hospital medical records. Interventions are carried out to address the main problem of activity intolerance. In this study, the Benson relaxation technique was given together with energy management, namely, gradual physical activity for 3 days for 20 minutes per day. The results of this case study show that after the Benson relaxation technique intervention, which was given in conjunction with the energy management intervention, these outcomes improved, namely subjective data, complaints of fatigue after decreased activity, and objective data showing improved pulse rate and ease of doing daily activities. In conclusion, the Benson relaxation technique can be applied as a complementary and alternative intervention that is given together with energy management interventions to address the problem of activity intolerance in CAD patients.
Social Media Campaign tentang Aktivitas Produksi dan Konsumsi Healthy Veggie Juice dalam Pencegahan Penyakit Kronis Nursiswati Nursiswati; Hasniatisari Harun; Dimas Andhika
Media Karya Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v6i1.42765

Abstract

Pandemi COVID-19 yang terjadi hingga saat ini membuat masyarakat perlu menjaga daya tahan tubuh dan mematuhi protokol kesehatan yang ada, terlebih bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit kronis. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat belum menyadari pentingnya konsumsi jus sayuran sehat sebagai pencegahan penyakit kronis walaupun akses untuk mendapatkan sayur dan buah terbilang mudah. Program yang dilaksanakan berbentuk Pendidikan Kesehatan, menggunakan social media dengan tajuk “Drink Well, Live Well with Cemong”. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini ialah untuk memberikan informasi dan edukasi seputar pentingnya mengkonsumsi jus sayuran sehat untuk penyembuhan dan pencegahan penyakit kronis. Terdapat 4 konten menarik yang diunggah pada social media Instagram @amazingcemong yaitu, Fun Fact, Audio Content, Informasi, dan Video (Reels) pembuatan Jus. Parameter pencapaian hasil dari Social Media Campaign ini terdiri dari 30 unggahan materi konsumsi jus yang dikaitkan dengan penyembuhan dan pencegahan penyakit kronis, 13.99% Accounts Reached, 10.40% Accounts Engaged, 35.8% Total Followers serta mendapat feedback positif berupa like (menyukai) sebanyak 942. Program lainnya yang dilaksanakan ialah membagian jus sayur sebagai edukasi dan pengabdian terhadap masyarakat. Diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini, para pengguna Instagram dan followers akun media sosial @amazingcemong mulai sering mengonsumsi jus sayur sehat demi terhindar dari penyakit kronis.Kata kunci: Campaign, jus, penyakit kronis, sayuran, sosial media.
Peningkatan Kapasitas Kader Terkait Peningkatan Imunitas Tubuh melalui Konsumsi Jus Sayur pada Era Post-Covid-19 di Desa Tanjungsari - Karangpawitan, Garut Nursiswati Nursiswati; Malfa Laila Pratidina; Diva Jogina; Titis Kurniawan; Sandra Pebrianti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9687

Abstract

ABSTRAK COVID-19 telah menjadi endemik dan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) telah dicabut oleh pemerintah Indonesia. Perubahan status endemik ini membutuhkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit menular dan tidak menular. Imunitas tubuh merupakan salah satu hal penting di era post COVID-19 ini. Desa Tanjungsari merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Mayoritas penduduk Desa Tanjungsari berstatus ekonomi menengah ke bawah sehingga masih banyak masyarakat yang terjangkit penyakit, baik penyakit kronis maupun non kronis yang dimana penyakit-penyakit ini dapat terjadi akibat pola hidup yang kurang sehat. Oleh Karena itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam upaya meningkatkan imunitas melalui jumlah konsumsi sayuran pada masyarakat. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan mengadakan sosialisasi di aula desa yang dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu ceramah interaktif dan demonstrasi. Kegiatan ceramah interaktif yang dilakukan bertemakan “Peningkatan imunitas dan Pola Hidup Sehat Dengan Konsumsi Jus sayuran” ceramah interaktif ini meliputi definisi imunitas dan pola hidup sehat, manfaat dari mengkonsumsi sayuran dan memperkenalkan metode baru dalam mengkonsumsi sayuran yaitu dengan cara di jus. Pada kegiatan ceramah interaktif juga diselingi dengan kegiatan demonstrasi pembuatan jus oleh tim demonstrasi. Demonstrasi ini dilakukan dengan harapan peserta sosialisasi mendapat gambaran bagaimana membuat jus sayur yang enak dan tetap sehat untuk dikonsumsi. Dari hasil kegiatan tanya jawab selama kegiatan dan wawancara pasca kegiatan sosialisasi didapatkan 90% peserta mengetahui tentang pentingnya imunitas dan pola hidup sehat, serta masyarakat merasa antusias untuk mencoba metode baru mengkonsumsi sayuran yaitu dengan cara di jus. Temuan pengabdian ini melaporkan bahwa peningkatan kapasitas kader dalam melakukan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi di nilai efektif dan dapat dijadikan sarana alternatif edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai program hidup sehat. Kata Kunci: Imunitas, Jus Sayuran, Penyakit Kronis, Post Covid-19, Kader  ABSTRACT COVID-19 has become endemic and imposition of restrictions on community activities (PPKM) status has been revoked by the Indonesian government. This change in endemic status requires public awareness of communicable and non-communicable diseases that may attack. Body immunity is one of the important things in this post-covid-19 era. Tanjungsari Village is one of the villages located in Karangpawitan sub-district, Garut Regency. The majority of Tanjungsari Village residents have middle to lower economic status so that there are still many people who are infected with diseases, both chronic and non-chronic diseases where these diseases can occur due to an unhealthy lifestyle. Therefore this community service (PKM) activity aims to increase immunity through the amount of consumption of vegetables in the community.  PKM activities are carried out by holding socialization in the village hall which is divided into two activities, namely interactive lectures and demonstrations. The interactive lecture activity carried out with the theme "Increasing Immunity and a Healthy Lifestyle by Consuming Vegetable Juices" This interactive lecture covered the definition of immunity and a healthy lifestyle, the benefits of consuming vegetables and introduced a new method of consuming vegetables, namely by juicing. The interactive lecture activities were also interspersed with demonstration activities for making juice by the demonstration team. This demonstration was carried out in the hope that the socialization participants would get an idea of how to make delicious and healthy vegetable juices for consumption. From the results of the question and answer activities during the activity and post-dissemination interviews, it was found that 90% of the participants knew about the importance of immunity and a healthy lifestyle, and the community was enthusiastic about trying a new method of consuming vegetables, namely by juicing. The findings of this service report that increasing the capacity of cadres in conducting socialization and demonstration activities is effective and can be used as an alternative educational tool to increase community knowledge about healthy living programs. Keywords: Immunity, Vegetable Juice, Chronic Disease, Post Covid-19, Cadre
Cegah dan Kenali Kondisi Hati (CEK SI HATI) sebagai Upaya Pendidikan Kesehatan terkait Sirosis Hati Kepada Masyarakat Malihatunnisa Nurrofikoh; Azrania Fatima; Hediati Hastuti; Oktaviani Fauziyah; Nursiswati Nursiswati; Sandra Pebrianti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10160

Abstract

ABSTRAK Sirosis hati dikaitkan dengan kebiasaan minum alkohol, racun, kondisi keturunan, atau proses autoimun dan infeksi bakteri terkait organ hati. Penyakit ini ditandai pengerasan hati yang disebabkan oleh adanya jaringan parut atau fibrosis. Pencegahan penyakit hati selain alkoholisme adalah kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi serta hygiene tangan. Untuk itu, upaya pencegahan melalui Pendidikan Kesehatan sangat penting. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan terkait penyakit hati sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan terkait dengan sirosis hati untuk masyarakat. Metode edukasi yang dilakukan adalah ceramah, tanya jawab dan menonton video. 52 partisipan mengikuti edukasi dan mengisi pertanyaan pre-test dan post-test sebagai bahan evaluasi. Dalam menilai hasil pre-test dan post-test digunakan 10 pertanyaan multiple choise, selanjutnya pengetahuan peserta dikelompokkan kurang jika nilai mencapai diantara angka 10-40, cukup jika mencapai rentang 50-70, dan sangat baik jika berada dalam rentang 80-100. Hasil menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan partisipan meningkat dari 61.92 pada pre test menjadi pada post test 84.04. Hal ini menunjukkan bahwa ceramah, tanya jawab dan menonton video edukasi terkait sirosis hati dapat meningkatkan wawasan masyarakat, sehingga dapat melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit ini. Diharapkan pada masa yang akan datang dapat dilakukan edukasi serupa secara serial termasuk mengukur pola hidup beresiko pada partisipan. Kata Kunci: Alkohol, Edukasi, Sirosis Hati, Pencegahan  ABSTRACT Cirrhosis of the liver is associated with drinking alcohol, toxins, hereditary conditions, or autoimmune processes, and bacterial infections associated with the liver. This disease is characterized by fibrosing of the liver and caused by the presence of scar tissue or fibrosis. Prevention of liver disease besides alcoholism is the cleanliness of the food and drink consumed and hand hygiene. For this reason, prevention efforts through Health Education are very important. This Community Service Program (PKM) aims to identify the level of knowledge related to liver disease before and after health education related to cirrhosis of the liver in the community. The educational methods used are lectures, question and answer, and watching videos. 52 participants took part in the education and filled out pre-test and post-test questions as evaluation material. In assessing the results of the pre-test and post-test, 10 multiple-choice questions were used. Furthermore, participants' knowledge was grouped as lacking if the score reached between 10-40, sufficient if it reached the 50-70 range, and very good if it was in the 80-100 range. Results showed that the average value of the participant’s knowledge increased from 61.92 in the pre-test to 84.04 in the post-test. This shows that lectures, questions and answers and watching educational videos related to cirrhosis of the liver can increase public awareness so that they can make efforts to prevent this disease. It is hoped that in the future similar education can be carried out serially including measuring risky lifestyles in participants. Keywords: alcohol, cirrhosis, education, liver, prevention
Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan dalam Upaya Skrining dan Pencegahan Penyakit Kronis di Wilayah Kabupaten Bandung Titis Kurniawan; Hasniatisari Harun; Nursiswati Nursiswati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10108

Abstract

ABSTRAK  Penyakit kronik adalah masalah kesehatan global yang serius, termasuk di Indonesia. Upaya pencegahan dengan optimalisasi peran kader di Posbindu dalam skrining merupakan strategi penting dalam pencegahan penyakit kronik. Meski demikian, dalam tataran praktik peran kader kesehatan lebih berorientasi pengelolaan dan belum mencakup program pencegahan. Program Pengabdian pada Masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kader Posbindu dalam peranannya menjalankan program skrining penyakit kronik di masyarakat. Kegiatan dijalankan di Desa Banjaran, Kec. Banjaran, Kab. Bandung. Program PPM dimulai penyampaian materi terkait penyakit kronis, materi skrining tingkat risiko penyakit kronis dan pencegahannya serta materi terkait peran kader. Pengetahuan kader dicek menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Sebanyak 88 kader Kesehatan terlibat dalam kegiatan. Pengetahuan kader terkait penyakit kronik, faktor risiko dan pencegahanya menunjukkan adanya peningkatan sebesar 15% (rerata jawaban benar pre-test 6,03 vs. post-test 7,5). Kegiatan PPM ini efektif meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader kesehatan di Wilayah Banjaran dalam pengenalan dan skrining tingkat risiko penyakit kronik. Selain itu, penting bagi kader menerapkan program skrining di Posbindu sebagai upaya pengenalan dan monitoring faktor risiko penyakit kronik baik yang ada pada dirinya, peserta Posbindu, maupun masyarakat luas. Kata Kunci: Penyakit Kronik, Kader, Posbindu, Skrining, Upgrading  ABSTRACT Chronic disease is a serious global health problem, including in Indonesia. Prevention efforts by optimizing the role of Posbindu cadres for screening and early detection are important strategies in preventing chronic diseases. However, at the practical level, the role of health cadres is more management oriented and does not include prevention programs. This community service program aimed to improve health cadres’ capacity for screening and early detection of chronic diseases in programs the community. It was conducted in Banjaran Village, Banjaran Sub-District, Bandung regency. Apart from participating in Posbindu activities, the team also conducted upgrading program covering health education on chronic disease, its’ prevention and the role of cadres. Knowledge of cadres was checked using pre and post-test questionnaires. A total of 88 health cadres in the area were involved in an upgrading activity. The knowledge of cadres regarding chronic diseases, risk factors and their prevention showed an increase of 15% (mean pre-test correct answers 6, 03 vs. post-test 7.5). This program effectively improves the health cadres’ knowledge and capacity in recognizing and detecting the risk level of chronic disease, particularly DMT2. Additionally, it is important for the cadres to implement screening and early detection programs at Posbindu as an effort to identify and monitor risk factors for chronic disease both in themselves, Posbindu participants, and the wider community. Keywords: Chronic Disease, Cadres, Posbindu, Screening, Upgradin
Sosialisasi Vaksin Covid-19 dalam Mobilitas Internasional dan Gaya Hidup Sehat selama Pandemi terhadap Civitas Akademika SMA Al-Masoem Bandung Deasy Silvya Sari; Nursiswati Nursiswati; Anza Zahya Qeysha; Vieri Abdurrafi; Rifia Azka Nabiilah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10059

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 menuntut seseorang menjaga imunitas dengan lebih baik, misalnya dengan vaksin dan menjaga gaya hidup sehat. Artikel ini bertujuan memaparkan kegiatan sosialisasi urgensi vaksin Covid-19, khususnya dalam mobilitas internasional, dan gaya hidup sehat di SMA Al-Masoem, Bandung. Sasaran dari kegiatan ini adalah pelajar SMA, guru, dan karyawan dengan usia di atas 16 tahun. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi disertai cek kesehatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah dari 102 peserta, 58 telah melakukan vaksin booster Covid-19. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah sebagian besar sasaran kegiatan telah memahami pentingnya menjaga gaya hidup sehat agar dapat bertahan dan menjalani hidup dengan baik. Kata Kunci: Vaksin Covid-19, Gaya Hidup Sehat, Mobilitas orang  ABSTRACT The Covid-19 pandemic requires people to maintain better immunity, for example with vaccines and maintaining a healthy lifestyle. This article aims to describe the socialization of the urgency of the Covid-19 vaccine, especially in international mobility, and lifestyle management at Al-Masoem High School, Bandung. The targets of this activity were high school students, teachers, and employees over the age of 16. The method used was socialization accompanied by health checks. The result of this community service activity is that out of 102 participants, 58 have gotten the Covid-19 booster vaccine. The conclusion of this community service activity is that most of the participants understand the importance of maintaining a healthy lifestyle in order to survive and live a good life. Keywords: Covid-19 Vaccine, Healthy Lifestyle, People Mobility
Edukasi Teknik Pursed Lip Breathing dan Batuk Efektif pada Keluarga Pasien PPOK Nursiswati Nursiswati; Malihatunnisa Nurrofikoh; Dwi Winastuti; Lidya Rahmawati; Titis Kurniawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10138

Abstract

ABSTRAK Penyakit Paru Obstrukstif Kronis (PPOK) dapat bersifat progresif dan berhubungan dengan respons inflamasi akibat partikel atau gas beracun. Eksaserbasi dan komplikasi lanjut pada PPOK dapat dicegah melalui minimalisasi pajanan asap rokok, purse lip breathing exercise, dan batuk effektif. Perawat berkolaborasi secara multidisiplin memberikan intervensi edukasi dan program perencanan pulang dan perawatan di rumah pada pasien PPOK. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan keluarga pasien PPOK . Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif diikuti oleh sepuluh partisipan. Pelaksanaan kegiatan difasilitasi oleh dosen fakultas keperawatan bidang keperawatan medikal bedah dan empat orang mahasiswa fakultas keperawatan pada program profesi Ners stase Keperawatan Medikal bedah di ruang penyakit dalam dewasa sebuah rumah sakit daerah di Jawa Barat. Pengukuran pre dan post tes menggunakan pertanyaan yang disusun secara mandiri sebanyak sepuluh pertanyaan tertutup. Pengetahuan peserta dikelompokan menjadi tiga kategori dengan rentang nilai 10 - 40 (Kurang), 50 - 70 (Cukup), dan 80 - 100 (Sangat baik). Hasil menunjukkan jumlah partisipan dengan nilai sangat baik saat pre-test hanya 10% (mdian 50) dan saat post-test menunjukkan peningkatan menjadi 60% (median 80). Edukasi ini efektif meningkatkan pengetahuan keluarga tentang PLB dan batuk efektif, namun belum menjadikan semua keluarga memiliki pengetahuan sangat baik. Karenanya, kegiatan sejenis perlu ditindaklanjuti dengan menjadikan program edukas sejenis sebagai kegiatan rutin di ruangan.. Kata Kunci: Edukasi, Batuk Efektif, Penyakit Paru Obstruktif, Pursed Lip Breathing  ABSTRACT Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) can be progressive and associated with an inflammatory response due to toxic particles or gases. However, exacerbations and complications of COPD are preventable trough minimizing smoking exposure, purse lip breathing exercise, and effective coughing. Nurses collaborate in a multidisciplinary manner to provide educational interventions, discharge planning programs, and home care for COPD patients. This activity aims to analyze differences in the level of knowledge before and after providing education to patients and families with COPD. This quantitative descriptive employed to ten participants. The implementation of the activity was facilitated by a lecturer from the Faculty of Nursing in the field of medical-surgical nursing and four students from the Faculty of Nursing in the Medical-Surgical Nursing Professional Program in the adult internal medicine room of a regional hospital in West Java. The pre-test and post-test measurements used ten closed-ended questions independently arranged. Participants' knowledge was grouped into three categories with a range of values of 10 - 40 (poor), 50 - 70 (sufficient), and 80 - 100 (very good). The results showed that the number of participants with very good scores during the pre-test was only 10% (median 50) and during the post-test it showed an increase to 60% (median 80). This education program effectively improved patient family’s knowledge on purse lip breathing exercise and effective coughing, however did not all patient family showed excellent knowledge yet Therefore it is recommended to intensively apply this educational activity as a routine program at the ward. Keywords: Education, Coughing, Obstructive Pulmonary Disease, Pursed Lip Breathing
Pelatihan Pengelolaan Nutrisi dan Obat pada Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL) BKKBN Provinsi Jawa Barat Nursiswati Nursiswati; Titis Kurniawan; Kusman Ibrahim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12170

Abstract

ABSTRAK Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) secara berkesinambungan memberikan dukungan pada Perawatan jangka panjang lansia di Indonesia. Program yang direncanakan terus ditingkatkan kualitasnya seiring dengan peningkatan angka harapan hidup. Aspek nutrisi dan pengelolaan obat bagi lansia memegang peranan penting dalam mempertahankan status Kesehatan, mencegah multimorbiditas dan frailty pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM dalam bentuk pelatihan dan orientasi pengelolaan nutrisi dan obat telah dilaksanakan pada program BKKBN Provinsi Jawa Barat. Sebanyak enam puluh sembilan peserta telah berpartisipasi mewakili kader kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian pelatihan tentang nutrisi dan obat pada lansia. Pada sesi diskusi peserta berperan aktif dengan berdiskusi terkait strategi pemenuhan nutrisi dan pengelolaan obat pada lansia dengan tepat. Para peserta sepakat menekan angka penggunaan obat-obatan racikan tanpa resep dokter di masyarakat karena hal ini sangat merugikan lansia. Program lanjutan dibutuhkan untuk menjamin kesinambungan dan peningkatan kualitas kader pada  program bina keluarga lansia. Kata Kunci: Lansia, Nutrisi, Obat, Perawatan, Masyarakat  ABSTRACT The Indonesian National Population and Family Planning Agency continuously provides support for the long-term care of the elderly. The quality of the planned program continues to be improved in line with the increase in life expectancy. Nutritional aspects and drug management for the elderly play an important role in maintaining health status and preventing multimorbidity and frailty in the elderly. Community service programs in the form of training and orientation in the management of nutrition and medicine have been implemented in the West Java Provincial BKKBN program. Sixty-nine participants have participated, representing cadres from the city of Bandung, Bandung Regency, and West Bandung Regency. There is an increase in knowledge before and after providing training on nutrition and medicine to the elderly. In the discussion session, the participants played an active role by discussing strategies related to nutrition fulfillment and drug management in the elderly properly. The participants agreed to reduce the use of concoction medicines without a doctor's prescription in the community because this is very detrimental to the elderly. Follow-up programs are needed to ensure continuity and improve the quality of cadres in the elderly family development program. Keywords: Elderly, Nutrition, Medication, Care, Community
Low to High Intensity Exercise dalam Menurunkan Kadar Gula Darah pada Pasien DM Tipe 2 Muhammad Alghifari Budiman; Iqbal Pramukti; Nursiswati Nursiswati
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.7324

Abstract

This study aims to map and synthesize evidence regarding the effectiveness of low to high-intensity exercise in reducing blood sugar levels in type 2 DM patients according to patient characteristics. The method used is a scoping review with a search strategy using the PICO(s) format. Pubmed, Science Direct, CINAHL, and the Google Scholar search engine are the databases used. The research results showed that eight articles were in English, five studies showed a significant reduction in blood sugar, and three others showed no significant decrease. Apart from that, it was also found that there was an increase in insulin, which showed a significant increase in HbA1c, and there was no increase in the dose of anti-diabetic therapy. Several types of exercise are used at all intensities depending on the patient's ability, including walking, jogging, power cycling, and walking on a treadmill. In conclusion, exercise can reduce weight for obese patients and increase muscle strength, followed by improved physical function for patients with weight loss. Keywords: Diabetes Mellitus Type 2, Exercise Therapy, Blood Glucose
In-House Training Perawat Terkait Perawatan Integratif di Area Keperawatan Medikal Bedah Nursiswati Nursiswati; Bambang Aditya Nugraha; Sri Hartati Pratiwi; Hasniatisari Harun; Urip Rahayu; Eka Afrima Sari; Chandra Isabella Hostanida Purba; Titis Kurniawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12169

Abstract

ABSTRAK Perawatan integratif dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan yang akan berkontribusi kepada peningkatan derajat kesehatan dan kualitas hidup pasien. Penerapan perawatan integratif membutuhkan kemampuan perawat dalam mengelola upaya preventif, promotif dan rehabilitatif secara efektif pada saat memberikan asuhan keperawatan pada area keperawatan medikal bedah (KMB). Pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas perawat dalam perawatan integratif di area keperawatan medikal bedah. Metoda yang digunakan adalah in-house training berupa ceramah dan tanya jawab interaktif kepada 9 preseptor klinik dan 3 clinical case manager di RSUD Sumedang. Materi yang disampaikan diantaranya adalah Continuity of care pada chronic disease, Protocol follow up care pada area KMB, Transitional care, dan Discharge planning. Evaluasi kegiatan menggunakan analisis pre-posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan poin nilai rata-rata pre-post test (3,09). Nilai rata-rata pre-test sebesar 56 dan post-test sebesar 69,09. Dengan demikian, upaya yang sudah dilakukan bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas perawat khususnya pengetahuan dan keterampilan menginisiasi integrative care. Upaya tersebut dapat diulang dengan target sasaran perawat medikal bedah lainnya selain perseptor maupun case manager. Kata Kunci: Keperawatan Medikal Bedah, Kapasitas Perawat, Perawatan Integratif, Preceptor, Case Manager, Pengabdian Masyarakat  ABSTRACT Integrative Care could increase quality nursing services to be contribute to enhance the patient’s health status and quality life. Application of the integrative care requires the ability of nurses to effectively manage preventive, promotive and rehabilitative measurements when providing nursing care in the medical surgical nursing (MSN) area. This community service conducted with the purpose for increasing capacity of the nurses in integrative care in the MSN area. The method used was in -house training through interactive presentation and interactive  discussion to nine clinical preceptors and three clinical case managers at Sumedang District Hospital. The topic presented included Continuity of care in chronic disease, Protocol follow-up care in the MSN area, Transitional care, and Discharge planning. The evaluation and outcome analysis using pre-post test design. The results of the program showed an increase in the average pre-post test score points (3.09). The average pre-test score was 56 and the post-test was 69.09. Thus, this community program that have been made are beneficial in increasing capacity nurse specifically knowledge and skills to initiate the integrative care . The future program is needed with other medical surgical nurses non preceptors and case managers. Keywords: Medical Surgical Nursing, Capacity Nurse, Integrative Care, Preceptor, Case Manager, Community Service
Co-Authors Acob, Joel Rey Adam, Saddam Febriansyah Adisite, Meina Nur Aeni Aisyah Istiqomah Anastasia Anna Andini, Nathania Putri Anza Zahya Qeysha Aprilia Inggritika Priyatmoko Putri Awaluddin A Ayu Prawesti Priambodo Azrania Fatima Bambang Aditya Nugraha Bambang Aditya Nugraha Bambang Aditya Nugraha Carissa Muthia Putri Nugroho Chandra Isabella Hostanida Purba Citra Windani Mambang Sari Dadang Purnama Deasy Silvya Sari Deasy Silvya Sari Deasy Silvya Sari Deasy Sylvia Sari Desy Indra Yani Devita Listuhayu Dianantari, Fauziyyah Dimas Andhika Diva Jogina Dwi Winastuti Efri Widianti Eka Afrima Sari Eka Afrima Sari Eka Afrima Sari, Eka Afrima Etika Emaliyawati Fa'izah, Bella Nadia Fadhilah, Adinda Fadillah, Jasmine Fasya Faradisa, Firna Husnika Farida Afifah Nurlathifah Faturrahman, Reza Rizkika Febbie Chandra Syahrani Feni Agustina Fera Imelia Agustin Firman Sugiharto Firman Sugiharto Fitria, Nita Fitry Filianty Ghifani Sifa Azahra Gian Cipta G Hana Rizmadewi Agustina Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Haruni, Hasniatisari Hediati Hastuti Heliani, Yusshy Kurnia I. -, Rafiyah, I. Ikhsan Hafidz Iqbal Pramukti Istiqomah Dieni Hanifa Khoirunnisa, Fadila Kirana, Ade Kurnia Herliani, Yusshy Kusman Ibrahim Lia Sari Lidya Rahmawati Malfa Laila Pratidina Malihatunnisa Nurrofikoh Malihatunnisa Nurrofikoh Maniatunufus Maniatunufus Maniatunufus Maniatunufus Maniatunufus, Maniatunufus Maria Komariah Muhamad, Sahrul Nur Muhammad Alghifari Budiman Muhammad Fauzan Tamir Muhammad Sajid Ramadhan Naomi Sella Aprilia Novia Rahmawati Novia Yulianti Nur'aeni, Nabyla Nur'aeni, Nabyla Nur'aeni Nurrofikoh, Malihatunnisa Nurrofiqoh, Malihatunnisa Nurul Darmawulan Nurul Maulidya Nurwijayanti Oktaviani Fauziyah Ooh Hodijah Ooh Hodijah Putri Noor Kholisoh Purnama Wati Putri, Silvi Riana Rafiyah, I. - Rahmat, Dadang Ramdhani, Muhammad Zaky Regina Cahyani Revi Merliani Nugraha Reyza, Muhammad Fakhrul Ridwana, Feni Rifia Azka Nabiilah Rizka Adinda Rustianti Salwa, Sayyidah Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sania Yulianti Santi Rukminita Anggraeni Santi Rukminita Anggraeni, Santi Rukminita Sari, Eka Afirma Setiani, Haniifah Shabira Fairuz Hasna Shafira Rizki A Sisca Damayanti Siti Nur Fatimah Siti Ulfah Rifa'atul Fitri Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sri Hartati Pratiwi Sutini, T. - Sya'fa, Siti Noor T. -, Sutini, T. Taty Hernawaty Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Tuti Pahria Umy Riskyani Urip Rahayu Vieri Abdurrafi Wati, Putri Noor Kholisoh Purnama Widaningsih, Ida Yanti Rubiyanti Yuli Wahyuni Yutantri, Savitri Kartika