Claim Missing Document
Check
Articles

The Urgent Need to Reform Outdated Regional Regulations on Public Order : (An Examination of Kapuas Hulu Regency's Public Order Regional Regulations from 1978) Hazdan, Muhammad Fahmi; Yenny Aman Serah; Temmy Hastian
Reformasi Hukum Vol 29 No 1 (2025): April Edition
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46257/jrh.v29i1.1121

Abstract

Maintaining public order is one of the responsibilities of both the central and regional governments. The Regional Government of Kapuas Hulu Regency still relies on legal foundations in force since 1978 to maintain public order. This research aims to examine the validity of the Regional Regulation of Kapuas Hulu Regency Number 9 of 1978 concerning the Implementation of Cleanliness and Public Order and to analyze the urgency of establishing a new regional regulation on public order in Kapuas Hulu Regency. This study employs normative legal research methods with a statutory approach focused on vertical and horizontal synchronization. The results of the research indicate two main issues in the implementation of the regulation. First, there is a discrepancy between the legal basis of the 1978 Regional Regulation, namely Law Number 5 of 1974, and the currently prevailing legislation (Law Number 23 of 2014), which grants broader autonomy to regional governments. Second, several public order issues emerging within the community have not been accommodated in the substance of the existing Regional Regulation. Based on these findings, it is concluded that there is an urgent need to update the Regional Regulation of Kapuas Hulu Regency on Public Order to align with meaningful participation mechanism.
Partisipasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Melalui Media Edukasi Digital untuk Mencegah Perkawinan Anak Serah, Yenny Aman; Sirait, Resmaya Agnesia Mutiara; Jesajas, Thea Geneveva Josephine; Nugraha, Adhytia; Marpaung, Samuel
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol. 13 No. 2: August 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/berdikari.v13i2.27201

Abstract

Child marriage continues to be a significant issue in various Indonesian villages, including Lingkonong Village in Landak Regency. This issue has threatened children's education and health while obstructing the realization of their rights as the future generation of the nation. The Village Family Empowerment and Welfare Movement Team (TP-PKK) serves as an innovator by employing a community empowerment approach to address this issue. This community service initiative aims to enhance public legal awareness regarding the dangers of child marriage, while simultaneously equipping TP-PKK members with skills in utilizing digital media as a tool for prevention campaigns, particularly within the framework of the CEPAK (Child Marriage Prevention) Movement program. The Participatory Action Research (PAR) method is utilized, engaging TP-PKK members and residents in the design, implementation, and evaluation of educational programs. The primary activities encompass legal counseling, training in the utilization of digital platforms, the development of context-specific educational materials, and the dissemination of information via online media. The capacity of TP-PKK Lingkonong Village to manage digital campaigns promoting the CEPAK Movement has significantly increased. Their role as agents of change was effectively reinforced through the initiation of the campaign entitled "Lingkonong Village Towards a Generation Free of Child Marriage." This collaboration enables the community to comprehend the adverse effects of early marriage while also engaging in preventive initiatives. Digital media serves as an effective strategy for enhancing outreach, promoting collective awareness, and establishing a community environment that is more attuned to the safeguarding of children's rights
Electronic Stamp Validity: Cyber Law Perspective on the Effectiveness of E-Stamp Usage in E-commerce Transactions Sirait, Resmaya Agnesia Mutiara; Nugraha, Adhytia; Serah, Yenny Aman; Marpaung, Samuel
Reformasi Hukum Vol 28 No 1 (2024): April Edition
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46257/jrh.v28i1.1036

Abstract

Digitalization is an era that has triggered many profound changes to all aspects of daily activities. The shift of the business world to the digital era has more or less changed the activity of buying and selling transactions from the traditional market to the digital market known as e-commerce, which is currently widely used by consumers in shopping activities. E-commerce is a technology medium widely used for buying and selling products on small and large scales. Buying and selling products or online business transactions through large-scale e-commerce requires proof of a binding agreement using digital stamps (e-stamps). This study analyzes how effective e-stamp duty is in online business transactions through e-commerce. This research is based on normative legal research using a normative juridical approach. The results of this study show that, regarding the validity of e-stamps, they have the same legal value as sticky stamps and cannot be contested. E-stamps in online business transactions through e-commerce contribute significantly to effectiveness and efficiency when viewed from cyber law. The researcher recommends further studying the effectiveness of using e-stamp duty in online business transactions (e-commerce), as reviewed by cyber law.
Penguatan Literasi Digital PKK Desa Parit Keladi dalam Pencegahan Judi dan Pinjaman Online melalui Pelatihan Infografis Berbasis Canva Serah, Yenny Aman; Febrianawati, Febrianawati; Setiawati, Rini; Marina, Liza
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 4 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i4.24858

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk memperkuat literasi digital kader PKK Desa Parit Keladi, Kecamatan Sui Kakap, Kabupaten Kubu Raya, dalam upaya pencegahan judi online dan pinjaman online ilegal yang semakin marak di masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman kader terhadap dampak sosial, ekonomi, dan hukum dari judi online serta pinjaman online, serta keterbatasan keterampilan mereka dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana edukasi keluarga. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan PKM dirancang dalam bentuk edukasi digital melalui pelatihan pembuatan infografis berbasis aplikasi Canva. Tahapan kegiatan meliputi penyampaian materi tentang bahaya judi dan pinjaman online, praktik langsung desain infografis, hingga pendampingan dalam menyusun konten edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai isu yang diangkat, serta kemampuan mereka menghasilkan infografis yang menarik, komunikatif, dan mudah dipahami. Produk infografis tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai media kampanye di lingkungan keluarga maupun masyarakat desa. Kegiatan ini berkontribusi dalam penguatan peran PKK sebagai agen literasi digital berbasis komunitas dan secara langsung mendukung program prioritas PKK, yaitu KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis), yang menekankan ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan era digital.
Inovasi Pemanfaatan Media Digital Oleh PKK Desa dalam Edukasi Hukum Pemenuhan Kartu Identitas Anak Yenny Aman Serah; Samuel Marpaung; Temmy Hastian; Rini Setiawati
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2: Desember (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v5i2.539

Abstract

Administrasi kependudukan menjadi aspek yang amat penting dalam pemenuhan hak sipil warga negara, khususnya bagi anak sebagai kelompok rentan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, pendaftaran penduduk menjadi kewajiban negara dan masyarakat, salah satunya melalui kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA). Namun, di tingkat desa masih ditemukan rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya KIA. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum masyarakat desa mengenai pemenuhan KIA melalui penguatan peran PKK Desa dalam Program Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK). Metode yang digunakan meliputi edukasi hukum dan pendampingan berbasis inovasi pemanfaatan media digital. Media sosial Instagram digunakan sebagai sarana edukasi dengan penyampaian informasi dan motivasi dalam bentuk infografis yang komunikatif dan mudah dipahami. Luaran PKM ini diharapkan berupa meningkatnya literasi hukum administrasi kependudukan serta partisipasi masyarakat dalam pengurusan KIA secara berkelanjutan.
Pengelolaan Hutan Berkelanjutan melalui Ritual Adat Balala’ Dayak Kanayat’n Rahmad Satria; Agustinus Astono; Purwanto; Yenny Aman Serah
Bina Hukum Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2026): Bina Hukum Lingkungan, Volume 10, Nomor 2, Februari 2026
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v10i2.435

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan hutan berkelanjutan merupakan tantangan serius di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat, akibat deforestasi, alih fungsi lahan, dan lemahnya penegakan hukum lingkungan. Di tengah absennya peran hukum negara, Masyarakat Adat Dayak Kanayat’n di Kecamatan Sengah Temila menerapkan sistem kearifan lokal melalui ritual adat Balala’ sebagai bentuk konservasi hutan. Balala’ adalah tradisi tahunan yang memuat larangan terhadap segala bentuk intervensi terhadap alam, seperti menebang pohon, membunuh hewan, atau pergi ke hutan. Tradisi Balala’ merefleksikan pemahaman ekologis yang mendalam serta keterhubungan spiritual antara manusia dan lingkungan. Berdasarkan kondisi tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana implementasi nilai-nilai pengelolaan hutan berkelanjutan melalui ritual adat Balala’ Dayak Kanayat’n. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan praktik Balala’ dalam konteks konservasi hutan, serta meninjau relevansinya dengan teori Deep Ecology yang menekankan kesetaraan hak seluruh makhluk hidup dan ekosistem. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pemangku adat dan masyarakat, serta ketentuan hukum adat di Kecamatan Sengah Temila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Balala’ merupakan bentuk nyata pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis adat yang diwariskan lintas generasi dan dijalankan secara konsisten melalui mekanisme sosial dan spiritual yang kuat. Kata kunci: Balala’; Dayak Kanayat’n; Deep Ecology; Hukum Adat; Konservasi Hutan.   ABSTRACT Sustainable forest management is a serious challenge in Indonesia, specifically in West Kalimantan, due to deforestation, land use change, and weak enforcement of environmental law. In the absence of the rule of law, indigenous community of Dayak Kanayat'n in Sengah Temila District applied a local wisdom system through balala' traditional ritual as a form of forest conservation. Balala' is an annual tradition that prohibits all forms of intervention against nature, such as cutting down trees, killing animals, or entering forests. This tradition reflects deep ecology understanding and spiritual connection between humans and the environment. The problem formulation was how to implement sustainable forest management values through traditional ritual of balala' Dayak Kanayat'n. Therefore, this study aimed to analyze and describe the practice of balala' in the context of forest conservation, as well as to review the relevance to the theory of deep ecology, which showed the equal rights of all living things and ecosystems. An empirical legal study was conducted adopting a sociological juridical method. Data were collected through observation, interviews with traditional and community stakeholders, and local traditional law provisions. The results showed that balala' ritual was a tangible form of traditional-based sustainable forest management passed down through generations and consistently carried out by strong social and spiritual mechanisms. Keywords: Balala’; Dayak Kanayat’n; Deep Ecology; Traditional Law; Forest Conservation.
Strengthening Civil Rights Literacy among Indonesian Migrant Workers through Media-Based Legal Education during Integrated Itsbat Nikah Hearings in Sarawak Yenny Aman Serah; Mella Ismelina Farma Rahayu; Syarifah Arabiyah; Aris Yulia; Adhytia Nugraha; Resmaya Agnesia Mutiara Sirait; Agustinus Astono
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 2 (2026): August - December 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i2.9572

Abstract

Although integrated marriage validation (itsbat nikah) services are available to Indonesian migrant workers (PMI) in Sarawak, Malaysia, some participants still need information regarding court procedures, the function of marriage registration, family documents, and the protection of civil rights. This Community Service activity aims to strengthen PMI’s legal literacy through media-based legal education as a complement to the integrated marriage validation hearings at the Consulate General of the Republic of Indonesia (KJRI) in Kuching, with evaluation indicators including understanding of marriage validation procedures, perceptions of legal certainty, and the benefits of integrated services. The activity was conducted on December 4-8, 2025, by a collaborative Community Service (PKM) team from Panca Bhakti University in Pontianak, Tarumanagara University in Jakarta, and Sahid University in Jakarta, involving 102 Indonesian migrant worker couples. The activity employed an educational-participatory approach through observation, educational reporting, brief interviews, discussions, legal consultations, the distribution of brochures, and evaluation via questionnaires. The results of the activity showed that 77 applications for itsbat nikah (75.5%) were granted, 5 applications (4.9%) were rejected, and 20 applications (19.6%) were dismissed. As part of the PKM activities, a post-activity evaluation of 60 respondents showed that 87% fell into the “understand” and “fully understand” categories regarding the marriage validation procedure, 92% gave a positive assessment that marriage legalization provides legal certainty, and 93% assessed that the integrated service benefits families. The evaluation results indicate that media-based legal education can complement marriage registration services by providing more contextual and communicative information. This mentoring model can be developed as part of legal services for Indonesian migrant workers at Indonesian diplomatic missions abroad.Penguatan Literasi Hak Sipil Pekerja Migran Indonesia melalui Edukasi Hukum Berbasis Media pada Sidang Itsbat Nikah Terpadu di SarawakABSTRAKMeskipun layanan sidang itsbat nikah terpadu telah tersedia bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sarawak, Malaysia, sebagian peserta masih memerlukan informasi mengenai prosedur persidangan, fungsi pencatatan perkawinan, dokumen keluarga, dan perlindungan hak sipil. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi hukum PMI melalui edukasi hukum berbasis media sebagai pendamping sidang itsbat nikah terpadu di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, dengan indikator evaluasi meliputi pemahaman prosedur itsbat nikah, persepsi terhadap kepastian hukum, dan manfaat pelayanan terpadu. Kegiatan dilaksanakan pada 4-8 Desember 2025 oleh tim PKM kolaborasi dari Universitas Panca Bhakti Pontianak, Universitas Tarumanagara Jakarta, dan Universitas Sahid Jakarta dengan sasaran 102 pasangan PMI. Kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui observasi, peliputan edukatif, wawancara singkat, diskusi, konsultasi hukum, pembagian brosur, dan evaluasi melalui angket. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 77 permohonan itsbat nikah (75,5%) dikabulkan, 5 permohonan (4,9%) ditolak, dan 20 permohonan (19,6%) dinyatakan gugur. Dalam rangkaian kegiatan PKM tersebut, evaluasi pascakegiatan terhadap 60 responden menunjukkan bahwa 87% berada pada kategori paham dan sangat paham terhadap prosedur itsbat nikah, 92% memberikan penilaian positif bahwa legalisasi perkawinan memberikan kepastian hukum, dan 93% menilai pelayanan terpadu memberikan manfaat bagi keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa edukasi hukum berbasis media dapat melengkapi pelayanan itsbat nikah dengan penyampaian informasi yang lebih kontekstual dan komunikatif. Model pendampingan ini dapat dikembangkan sebagai bagian dari pelayanan hukum bagi PMI pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.Kata Kunci :edukasi hukum berbasis media; itsbat nikah terpadu; literasi hukum PMI; pekerja migran Indonesia; pelayanan publik terpadu
Initial Model of the SAHABAT Web-Based Application as an Innovation in Digital Legal Counselling for Promoting Legal Awareness Yenny Aman Serah; Purwanto Purwanto; Febrianawati; Resmaya Agnesia Mutiara Sirait; Agustinus Astono
IJCLS (Indonesian Journal of Criminal Law Studies) Vol. 11 No. 1 (2026): Indonesia J. Crim. L. Studies (May, 2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcls.v11i1.34374

Abstract

The limitations of conventional legal counselling, due to access, cost, and time constraints, create a need for more effective digital media to increase public legal awareness. The main issues examined are the need for local governments and the Regional Offices of the Ministry of Law to develop effective digital legal counseling media, and how the initial design of the SAHABAT application can be proposed as a website-based innovation to realize legal awareness. The purpose of this study is to describe institutional needs and design a preliminary model for the SAHABAT application. The method used is empirical legal research with a sociological jurisprudence approach, employing interviews and questionnaires with legal educators and village heads, and using descriptive-qualitative analysis. The results show that the SAHABAT application can provide interactive, participatory, and easily accessible legal education. The novelty of this research lies in the concrete design of the SAHABAT application as a digital legal counseling medium that reflects the theories of legal effectiveness, responsive law, and progressive law.
Mewujudkan Desa Sadar Hukum: Pendekatan Kelompok Kadarkum Dalam Meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat: Realizing a Law-Aware Village: A Law-Aware Family Group Approach to Improving Community Safety and Order Temmy Hastian; Yenny Aman Serah; Rini Setiawat; Angelia Pratiwi Mastiurlani Christina Sitoru; Raymundus Loin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i2.4668

Abstract

Kesadaran hukum merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan desa. Desa Kalimantan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas merupakan salah satu desa yang memiliki potensi menjadi Desa Sadar Hukum, walaupun masih menghadapi kendala, diantaranya rendahnya kesadaran hukum di masyarakat desa dengan masih terdapat angka kriminalitas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum dan kamtibmas di desa Kalimantan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan kelompok Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum). Pendekatan mana merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran hukum dan kamtibmas di desa. Melalui pendekatan ini, kesadaran hukum dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban dapat ditingkatkan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pembentukan kelompok Keluarga Sadar Hukum dan penyuluhan hukum. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa pendekatan kelompok Keluarga Sadar Hukum telah memberikan hasil yang positif. Setelah dibentuk, kelompok Keluarga Sadar Hukum telah berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran hukum di masyarakat desa. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan hukum di desa. Selain itu, kelompok Keluarga Sadar Hukum juga telah berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di desa. Kelompok ini telah membantu Desa dalam pemenuhan indikator pencapaian anugerah Desa Sadar Hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kesimpulannya, pendekatan kelompok Keluarga Sadar Hukum merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran hukum dan keamanan dan ketertiban masyarakat di desa
Pencegahan dan Penanggulangan Bullying Melalui Pembentukan dan Pembinaan Kelompok Pelajar Sekolah Sadar Hukum dan HAK: Prevention and Handling of Bullying Through the Formation and Development of School Student Groups Aware of Law and Rights Yenny Aman Serah; Dami; Sri Ayu Septinawati; Rini Setiawati; Resmaya Agnesia Mutiara Sirat
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i9.6135

Abstract

Bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan yang sering terjadi di sekolah. dan berdampak negatif terhadap korban, baik secara fisik maupun psikis. Salah satu paya untuk menangani bullying adalah dengan membentuk dan membina sekolah sadar hukum. Sekolah sadar hukum adalah sekolah yang memiliki budaya hukum yang kuat, sehingga seluruh warga sekolah memahami dan menaati hukum. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga sekolah tentang hukum dan hak asasi manusia, meningkatkan kemampuan warga sekolah untuk menyelesaikan konflik secara damai, dan meningkatkan peran serta warga sekolah dalam mencegah dan menangani bullying. Target yang akan dicapai dari kegiatan tersebut adalah terbentuknya Kelompok Sekolah Sadar Hukum dengan SK Kepala Sekolah dan terpenuhinya indikator capaian Sekolah Sadar Hukum dari Kanwil Kemenkumham Kalimantan Barat. Kegiatan ini akan dilakukan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan yang akan dilakukan meliputi penyuluhan tentang bullying dan pembentukan sekolah sadar hukum dan HAM dengan sasaran mitra SMA Kemala Bhayangkari, Kecamatan Sui Raya Kabupaten Kubu Raya dengan sasaran siswa sejumlah lebih kurang 30 orang dan guru sejumlah 5 orang serta pelibatan mitra penyuluh hukum Kanwil Kemenkumham Kalimantan Barat dalam rangka fasilitasi dan pendampingan pencapaian target pemeneuhan indikator Sekolah Sadar Hukum dan HAM. Hasil dari kegiatan ini peserta teredukasi dan peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang hukum dan bullying serta terbentuknya KelompokSekolah Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Co-Authors Adhytia Nugraha Adhytia Nugraha Adhytia Nugraha Agustinus Astono Alkadrie, Sy Muhammad Ridho Rizki Maulufi Angela Shierly Aprilia Angelia Pratiwi Mastiurlani Christina Sitoru Angelia Pratiwi Mastiurlani Christina Sitorus4 Aris Yulia Ayu Septinawati, Sri Charlyna S Purba Dami Dami Dami Didi Haryono Febrianawati Febrianawati Febrianawati, Febrianawati Hastian, Temmy Hazdan, Muhammad Fahmi Henny Damaryanti Klara Dawi Klara Dawi Klara Dawi Dawi Lenny Nadriana Lipi, Lipi Liza Marina Liza Marina Liza Marina Liza Marina M.Fahmi Hazdan Mella Ismelina Farma Rahayu Nugraha, Adhytia Nurfitriawati Nurfitriawati Purba, Charlyna S Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Rahmad Satria Rahmad Satria Raymundus Loin Raymundus Loin Raymundus Loin Resmaya Agnesia Mutiara Sirait Resmaya Agnesia Mutiara Sirait Resmaya Agnesia Mutiara Sirait Resmaya Agnesia Mutiara Sirait Resmaya Agnesia Mutiara Sirait Resmaya Agnesia Mutiara Sirait Resmaya Agnesia Mutiara Sirat Rini Setiawat Rini Setiawati Rini Setiawati Rini Setiawati Rini Setiawati Rini Setiawati Rini Setiawati Rizki Amalia Fitriani Salfius Seko Samuel Marpaung Samuel Marpaung, Samuel Saragih, Hendrik Sebayang, Aleksander Setyo Utomo Sirait, Resmaya Agnesia Mutiara Siswadi Siswadi Siswadi Siswadi Sitorus, Angelia Pratiwi Mastiurlani Christina Sri Ayu Septinawati Sri Ayu Septinawati Sri Ayu Septinawati Sri Ayu Septinawati Septinawati St. Laksanto Utomo Syarifah Arabiyah Temmy Hastian Temmy Hastian Temmy Hastian Temmy Hastian Thea Geneveva Josephine Jesajas Uray Andrey Indra Maulana Uray Putra Apriyandi Weni Sentia Marsalena Yuliastini, Anita