Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : YUSTISI

PERWUJUDAN BELA NEGARA DALAM PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA MIGRAN INDONESIA KORBAN KEKERASAN DAN PELECEHAN SEKSUAL DI LUAR NEGERI Reviana Mutiara Indah; Tasya Gita Irwanda; Slamet Tri Wahyudi
YUSTISI Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v13i1.22139

Abstract

Penelitian ini membahas Perlindungan hukum terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual di luar negeri yang merupakan manifestasi nyata dari nilai bela negara dalam dimensi non-militer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai bela negara diartikulasikan dalam kebijakan dan praktik perlindungan hukum terhadap PMI korban kekerasan seksual, serta menilai efektivitas implementasi UU PPMI dan peraturan pelaksananya dalam memberikan perlindungan yang komprehensif. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan, teori hukum dan bela negara. Pembahasan difokuskan pada dua aspek utama: pertama, analisis mengenai perlindungan hukum sebagai bentuk implementasi nilai bela negara, meliputi konsep bela negara nonmiliter, peran negara sebagai pengawal martabat warga, serta relevansi teori bela negara terhadap kebijakan perlindungan PMI; dan kedua, kajian mengenai kewajiban konstitusional negara dalam melindungi PMI, mencakup landasan hukum, mekanisme perlindungan dan penanganan kasus kekerasan seksual, peran lembaga pemerintah seperti BP2MI dan Kementerian Luar Negeri, efektivitas pelaksanaan UU PPMI, serta hambatan dan rekomendasi penguatan pelaksanaannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun UU PPMI telah memberikan kerangka hukum yang kuat dalam menjamin perlindungan PMI, implementasi di lapangan masih menghadapi kendala koordinasi kelembagaan, keterbatasan sumber daya, dan tantangan diplomatik dengan negara penempatan. Oleh karena itu, nilai bela negara harus diinternalisasikan lebih jauh dalam kebijakan luar negeri dan mekanisme perlindungan PMI agar negara tidak hanya hadir secara normatif, tetapi juga efektif dalam mengawal hak dan martabat warga negaranya di luar negeri.
Co-Authors Adinda Kusumaning Ratri Adityarahman, Dimas Afdhali, Dino Rizka Afifah, Rifdah Agustanti, Rosalia Dika Agustia, Yefiza Nahri Ahmad Iqbal Aji Lukman Ibrahim Ali Imran Nasution Amalina Hasyyati Ananta, Muhammad Daffa Angelie Angelie Anjar Kartika Wening Annazali, Ahmad Haqqi Arofah, Muhammad Nouval Arsensius, Ricarda Ayu Larasati Azelia Rizki Sarwono Bambang Waluyo Barlean, Sereno Khalfan Budiman, Jodhy Farrel Cheryl Michaelia Ongkowiguno Daya Nur Pratama Dino Rizka Afdhali Dita Rosalia Arini Dwi Najah Tsirwiyati Ema Nurkhaerani Erwan Budi Herianto Fadhel Halilintar Faqih Zuhdi Rahman Firmansyah, Aldi Handar Subhandi Bakhtiar Handoyo Prasetyo Hanna Wijaya Hanna Wijaya Ilma Azzahra Kurniawan intan permata sari Iqbal, Ahmad Irsyaf Marsal Irwan Triadi Ishma Safira Justicia Salsabila Malik, Karima Syahda Maulidah, Ayi Safitri Michelle Angelika S Muhammad Yusuf Muda Azka Nasir, Tomi Khoyron Ningsih, Putu Ayu Veguita Putri Nursafitri, Tika Pakpahan, David Roger Julius Priambodo, Rio Prima Kania, Yohanna Putri Priyambodo, Muhammad Bagus Putra, Samudra Farasi Raihani, Siti Rifqa Rakhbir Singh Rakhmi, Wendy Budiati Ramadhani, Salma Ratri, Adinda Kusumanig Rega Revo Siregar Reviana Mutiara Indah Salsabila Salsabila Saputra, Dhimas Senajaya, Sacvio Fath Sinaga, Anna Shania de Zeta Supardi Supardi Syabilal Ali Syamsul Hadi Syamsul Hadi Tasya Gita Irwanda Umam, Fathya Chalida Veronica Agustina Darida Wijaya, Hanna Winriadirahman, Prameswara Witasya Aurelia Sulaeman Wulandari, Vidia Ayu Yana Sylvana Yanto Yanto Yanuartha, Damar Yohanes Firmansyah Yully Lestari Tasdikin