Claim Missing Document
Check
Articles

Ethnomathematics in Buna-Insana Motif Weaving Activity and its Link to School Mathematics Maria Marantika Aunga; Purwanto Purwanto; Sukoriyanto Sukoriyanto
Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 7 No. 1 (2025): Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/voj.v7i1.1137

Abstract

This study explores ethnomathematics in the activity of weaving Buna-Insana motifs and its connection to school mathematics using an ethnographic case study with weavers from Botof Village, Insana District, guided by Bishop's ethnomathematics concepts: counting, measuring, designing, and reasoning. The results of the study indicate that the counting activity, mathematical knowledge in the form of addition operations is obtained. The measuring activity, hand spans are used as a unit of measurement. In the designing activity, the motifs produced are related to plane geometry concepts and similarity concepts. After the designing activity, reasoning activities are carried out. Implication logic is also found in weaving activities, namely when determining the selling price of woven fabrics and the length of weaving time.
Students' Concept Understanding in Solving Mathematical Literacy Problems on The Material of Linear Equations of Two Variables Habibatunnurrohmah Aisyah; Purwanto Purwanto; Chandra Tjang Daniel
Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/voj.v7i2.1155

Abstract

This study aims to describe how well students understand concepts when working with linear equations with two variables in math literacy assignments. The study design uses descriptive qualitative approach. The study subjects were two eighth-grade students based on three categories of conceptual understanding determined during the data reduction procedure to become study participants taken at SMP Negeri 1 Lamongan. The data collection involves providing mathematical literacy exercises on linear equation of two variables (SPLDV) and conducting interviews. Students with medium understanding could grasp basic concepts but struggled with reasoning and complete representations, while those with low understanding relied on memorization and failed to translate real-world problems into mathematics, indicating a strong link between conceptual depth and mathematical literacy performance.
MENELAAH PERSEPSI GURU GEOGRAFI TERHADAP PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING DALAM KURIKULUM MERDEKA (MGMP KEDIRI, TULUNGAGUNG) Nurul Safia Rianti; Sugeng Utaya; Purwanto Purwanto; Tuti Mutia
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.19952

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru Geografi terhadap penerapan project based learning dalam kurikulum merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara semi terstruktur. Sumber data diperoleh dari MGMP Kabupaten Tulungagung, dan Kediri. Data penelitian diperoleh melalui hasil wawancara dan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan 88% guru telah mengikuti pelatihan terkait pembelajaran berbasis proyek dalam Kurikulum Merdeka, 88% guru telah mengimplementasikan project based learning di kelas. 96% hasil wawancara menunjukkan bahwa project based learning dibutuhkan dalam Kurikulum Merdeka terkhusus mata Pelajaran geografi. Guru Geografi memiliki perspektif bahwa project based learning dapat meningkatkan keaktifan siswa, sebagai ruang kolaborasi dan melatih siswa untuk lebih kreatif dan inovatif. Project based learning yang diintegrasikan pada Pembelajaran Geografi melatih siswa untuk menganalisis kemampuan spasial, dan sikap peduli terhadap lingkungan, meskipun dalam pengaplikasiannya guru memperoleh hambatan yaitu kesesuaian antara materi dan alokasi waktu yang cukup lama.Abstract:  This research aims to determine geography teachers' perceptions of the implementation of project-based learning in the independent curriculum. The research method used was descriptive-qualitative with semi-structured interviews. Data sources were obtained from MGMP Tulungagung Regency and Kediri. Research data was obtained through interviews and analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and data verification or conclusions. The research results show that 88% of teachers have participated in training related to project-based learning in the Independent Curriculum, and 88% of teachers have implemented project-based learning in the classroom. 96% of interview results show that project-based learning is needed in the Independent Curriculum, especially in geography subjects. Geography teachers have the perspective that project-based learning can increase student activity, create a space for collaboration, and train students to be more creative and innovative. Project-based learning, which is integrated into geography learning, trains students to analyze spatial abilities and care for the environment, although in its application, the teacher encounters obstacles, namely the suitability of the material and the allocation of quite a long time.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR SPASIAL SISWA SMA PADA MATERI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Joice Zhenrike Memmase; Sumarmi Sumarmi; Purwanto Purwanto
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24956

Abstract

Pemikiran spasial atau keruangan merupakan kunci utama dalam mempelajari ilmu geografi. Seseorang dapat memiliki pengetahuan terkait spasial tetapi belum tentu memiliki kemampuan berpikir spasial. Tujuan penelitian ini untuk memeriksa kemampuan berpikir spasial siswa SMA dalam pembelajaran geografi pada materi Sistem Informasi Geografi (SIG) meninjau dari perbedaan gender. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Rumus Slovin menjadi langkah dalam pengambilan sampel penelitian. Didapatkan 155 responden siswa di SMA Negeri 4 Jember. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes 10 soal esai pada materi SIG berdasarkan 6 indikator berpikir spasial, dokumentasi, dan observasi. Analisis data mencakup reduksi, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata siswa berada pada peringkat berpikir spasial menengah, yaitu nilai rata-rata siswa laki-laki 55, sedangkan siswa perempuan 59. Artinya kemampuan berpikir spasial laki-laki dan perempuan setara. Penting untuk memperhatikan bahwa perbedaan ini bersifat umum dan tidak berlaku untuk setiap individu. Selain itu, perbedaan kemampuan ini dapat dipengaruhi oleh faktor sosial dan pengalaman belajar. Kurangnya berlatih berpikir spasial tingkat tinggi menyebabkan kemampuan berpikir spasial siswa menurun. Diperlukan upaya membangun kemampuan berpikir spasial siswa SMA dalam kegiatan observasi, analisis, dan penelitian lapangan sehingga siswa memiliki pengalaman secara pengetahuan dan kemampuan berpikir spasial.
PENERAPAN GEOMEDIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR SPASIAL SISWA DI SMAN 1 GONDANGLEGI Moh Wahyu Kurniawan Zain; Purwanto Purwanto; Wijiyono Wijiyono
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.29005

Abstract

Abstrak: Kurangnya keterlibatan peserta didik secara mandiri selama pembelajaran berlangsung menyebabkan kurang menariknya pembelajaran geografi yang kemudian berdampak pada rendahnya kemampuan berfikir spasial siswa. Padahal Kemampuan ini sangat penting dimiliki karena penerapannya yang tinggi untuk pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari. Berkenaan dengan itu dilakukannya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir spasial siswa kelas X SMAN 1 Gondanglegi melalui penggunaan geomedia. Tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari empat langkah (perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Setiap data diolah menggunakan tes kemampuan berfikir spasial, observasi, pre test dan post test untuk mengetahui hasil belajar siswa selama periode 8 Oktober sampai 9 Desember 2024. Data primer dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian secara signifikan membuktikan bahwa penerapan geomedia dalam pembelajaran geografi mampu meningkatkan kemampuan berfikir spasial dan hasil belajar geografi. Penerapan geomedia dengan menyajikan geoinformasi berupaya untuk menciptakan motivasi siswa dan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran sehingga pemikiran kritisnya dapat ditumbuhkan dalam menguasai berfikir spasial dalam pembelajaran geografi.  Abstract: The lack of independent involvement of the students in the learning process leads to less interesting geography learning, which then has an impact on the low spatial thinking skills of the students. However, this skill is very important because of its high application in solving problems in everyday life. In this context, a classroom action research (PTK) was conducted with the aim of improving the spatial thinking skills of the students of class X of SMAN 1 Gondanglegi through the use of geomedia. The classroom action was conducted in two cycles, each of which consisted of four steps (planning, implementation, observation and reflection). Each data was processed using spatial thinking ability tests, observations, pre-tests and post-tests to determine student learning outcomes during the period 8 October to 9 December 2024. The primary data were analysed descriptively, quantitatively and qualitatively. Based on the results of the study, it was significantly proved that the application of geomedia in geography learning can improve spatial thinking skills and geography learning outcomes. The application of geomedia by presenting geoinformation aims at motivating students and involving them in the learning process so that their critical thinking can grow in mastering spatial thinking in geography learning.
MODEL EARTHCOMM BERBANTUAN GOOGLE EARTH PRO: PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SPASIAL MENDALAM PADA MATERI PENELITIAN GEOGRAFI Joice Zhenrike Memmase; Purwanto Purwanto
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.21845

Abstract

Abstrak: Keunggulan dalam model pembelajaran Earth System Science in The Community (Earthcomm) yaitu mampu mempersiapkan peserta didik dalam proses penyelidikan ke dalam menganalisis tentang fenomena. Kegiatan menganalisis pada saat melakukan penyelidikan dalam pembelajaran geografi, dibutuhkan kemampuan berpikir spasial yang baik. Namun, pengajaran geografi yang berpusat pada guru dan berfokus pada materi masih banyak diterapkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan membangun kapabilitas kemampuan berpikir spasial pada tingkat mendalam menggunakan model pembelajaran Earthcomm, sebagai subjek penelitian siswa IPS kelas X di SMAN 3 Malang dengan memanfaatkan media Google Earth Pro. Quasi Experiment menjadi jenis penelitian ini dengan Pretest and Posttest with Nonequivalent Control Group Design dan menggunakan instrumen tes esai yang telah diverifikasi validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan indikator kemampuan berpikir spasial mendalam, pertanyaan-pertanyaan disusun secara terstruktur. Analisis data untuk Uji One Way Anova dengan bantuan Windows SPSS 25. Penelitian ini menghasilkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,025 < 0,05 dan dinyatakan bahwa model Earthcomm dengan media Google Earth Pro berpengaruh terhadap kemampuan berpikir spasial mendalam pada materi penelitian geografi. Adapun tahapan terpenting yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir spasial mendalam siswa menggunakan model pembelajaran Earthcomm yaitu pada tahapan pengumpulan dan analisis data. Sebab, model Earthcomm membutuhkan waktu yang banyak dalam pelaksanaannya.Abstract: Excellence in the Earth System Science in The Community (Earthcomm) learning model is able to prepare students in the process of investigation into analyzing phenomena. Analyzing activities when conducting investigations in geography learning, good spatial thinking skills are needed. However, geography teaching that is teacher centered and material-focused is still widely applied in Indonesia. This study aims to build spatial thinking capabilities at a deep level using the Earthcomm learning model, as a research subject for grade X social studies students at SMAN 3 Malang by utilizing Google Earth Pro media. Quasi Experiment becomes this type of research with Pretest and Posttest with Nonequivalent Control Group Design and uses essay test instruments that have been verified for validity and reliability. Based on indicators of deep spatial thinking skills, questions are arranged in a structured manner. Data analysis for One Way Anova Test with the help of Windows SPSS 25. This study produced a Sig (2-tailed) value of 0.025 < 0.05 and it was stated that the Earthcomm model with Google Earth Pro media affected the ability to think deeply spatial in geography research material. The most important stage that needs to be done to optimize students' deep spatial thinking skills using the Earthcomm learning model is at the stage of data collection and analysis. Because, the Earthcomm model requires a lot of time in its implementation.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS TEKNOLOGI MELALUI PEMBUATAN PETA DIGITAL DENGAN MICROSOFT EXCEL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SPASIAL SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 GONDANGLEGI Corrie Teresia Purba; Purwanto Purwanto; Wijiyono Wijiyono
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.29010

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir spasial siswa SMA melalui pemanfaatan fitur 3D Map Excel dalam pembelajaran geografi berbasis Project-Based Learning (PjBL). Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya keterampilan spasial siswa akibat dominasi metode konvensional dalam pembelajaran dan kurangnya pemanfaatan teknologi geospasial. Hal ini menyebabkan siswa memiliki keterbatasan dalam memahami konsep spasial secara kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model PjBL yang dilaksanakan dalam dua siklus pada siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 Gondanglegi. Instrumen yang digunakan meliputi pre-test, post-test observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan berpikir spasial siswa, di mana pada siklus kedua sebanyak 91,18% siswa mencapai kategori tinggi dan seluruh siswa melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Fitur 3D Map Excel terbukti efektif memperkuat pemahaman konsep spasial, alat representasi visual, dan kemampuan analisis data geografis. Visualisasi tiga dimensi memudahkan siswa memahami distribusi spasial dan hubungan antarwilayah. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana dan mudah diakses seperti 3D Map Excel dapat menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran geografi dan menunjang pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran abad-21. Abstract: This research aims to improve the spatial thinking skills of high school students through the utilisation of 3D Map Excel feature in geography learning based on Project-Based Learning (PjBL). The background of this research comes from the low spatial skills of students due to the dominance of conventional methods in learning and the lack of utilisation of geospatial technology. This causes students to have limitations in understanding spatial concepts contextually. This study used the Classroom Action Research (PTK) method with the PjBL model which was carried out in two cycles on students of class X-6 SMA Negeri 1 Gondanglegi. The instruments used include pre-test, post-test, observation and documentation. The results showed a significant increase in students' spatial thinking ability, where in the second cycle as many as 91.18% of students reached the high category and all students exceeded the Minimum Completion Criteria (KKM). Excel's 3D Map feature proved effective in strengthening students' understanding of spatial concepts, visual representation tools, and geographic data analysis skills. The three-dimensional visualisation made it easier for students to understand spatial distribution and inter-regional relationships. This finding shows that simple and accessible technology such as 3D Map Excel can be an innovative solution in geography learning and support technology-based learning in 21st century learning.
Implementasi History Detective Game dalam Mengembangkan History Thinking Siswa pada Materi Asal Usul Nenek Moyang Dhini Septrianingtias; Purwanto Purwanto; Khirsna Ganestya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi history detective game dalam mengembangkan kemampuan historical thinking siswa pada materi asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia di SMP Negeri 6 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam proses pelaksanaan pembelajaran serta dampaknya terhadap kemampuan berpikir historis siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru serta siswa sebagai subjek penelitian. Media pembelajaran yang digunakan berupa history detective game berbantuan flashcard yang dirancang berdasarkan pendekatan konstruktivisme sehingga mendorong siswa membangun pemahaman sejarah secara aktif melalui proses penyelidikan dan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan history detective game mampu menciptakan suasana pembelajaran IPS yang lebih interaktif, menyenangkan, dan tidak monoton dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat lebih aktif berdiskusi, bekerja sama dalam kelompok, serta menunjukkan antusiasme yang tinggi ketika menganalisis petunjuk (clue) yang terdapat pada flashcard. Selain meningkatkan partisipasi siswa, media ini juga berkontribusi dalam mengembangkan kemampuan historical thinking yang ditunjukkan melalui kemampuan siswa dalam memahami konsep waktu dan ruang, mengidentifikasi bukti sejarah, menganalisis proses migrasi nenek moyang bangsa Indonesia, serta menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang diperoleh. Siswa tidak hanya berfokus pada kegiatan menghafal materi, tetapi juga mampu melakukan interpretasi dan analisis terhadap fakta sejarah. Dengan demikian, history detective game berbantuan flashcard dapat menjadi alternatif media pembelajaran IPS yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus mengembangkan kemampuan historical thinking.
Co-Authors Abdur Rahman As’ari Agus Dwi Febrianto Agustiani Putri Akbar Sutawidjadja Ariyadi Wijaya Arwan Mhd. Said Ayu Putri Wahyuni Bigharta Bekti Susetyo Budi Handoyo Budijanto Ceres Antika Putri Chandra Tjang Daniel Cholis Sa’dijah Ciptaningrat Erdi Pamungkas Corrie Teresia Purba Devy Prasetyono Dhini Septrianingtias Dian Kurniati Didih Krisnamurti Didik Taryana Dwi Susanti Dwiyana Dwiyana Edy Bambang Irawan Erry Hidayanto Fatiya Rosyida, Fatiya Feny Panjerina Ghada Abd Elsattar Mohammed Oraby Habibatunnurrohmah Aisyah I Komang Astina I Made Sulandra I Nengah Parta Ika Santia Ike Sari Astuti Indriati Nurul Hidayah Ivan Sulistio Izza Ardiansyah Joice Zhenrike Memmase Khirsna Ganestya Krisma Sari Krisna Nanda Listyo Yudha Irawan Maimunah, Maimunah Marhadi Slamet Kistiyanto Maria Marantika Aunga Maria Yovita Evinsia Maylinda Maghfiroh Mira Ayu Pratiwi Moh Wahyu Kurniawan Zain Mohammad Faizal Amir Muchammad Ryan Pratama Muhammad Abdul Hakam Fasya Muhammad Afkaar Aafaani Muhammad Ayub Djoda Muhammad Ikmal Muhammad Sauki Al Farisy Mujiyem Sapti Musnizar Zulaiha Umami Nawang Ayu Tanzerina Nego Linuhung Nimas Yuhyih Wakindiyah Novy Aulia Istighfary Nurul Safia Rianti Rahma Wahyu Raka Erditama Nurahman Ria Risyandani Akhidayati Rizky Fitra Sanjaya Robby Hilmi Rachmadian Rosimanidar Rudi Hartono Rustanto Rahardi Sahrina, Alfi Sharifah Osman Singgih Susilo Sisworo Sitti Fithriani Saleh Soelistijo, Djoko Subanji Subanji Sugeng Utaya Sukoriyanto Sulis Setyowati Susiswo Swasono Rahardjo Syamsuri Syamsuri Tasya Khairunisa Tuti Mutia Waldati Bariroh Wijiyono Wijiyono Wisang Elang Fajar Nisnala Yuni Kartika Sita Dewi Yusuf Suharto Zahrina Fatmala