Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGGUNAAN LAMPU ATRAKTOR CELUP TERHADAP HASIL TANGKAPAN JARING INSANG PERMUKAAN DI PERAIRAN SELAYAR Ainun Apriliyani Muhyun; Gondo Puspito; Wazir Mawardi; Mustaruddin Mustaruddin
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3026.917 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.13.55-66

Abstract

The principle operation of gill nets is by blocking movement of the fish. Its success rate depends on the precision fixing of the net. One solution to improve fishing methods is to add a fish net of underwater attractor lamp. The type lamp that suitable is a light emitting diode (LED) lamp. The purpose of research was determine the composition of the type fish caught and prove that the use of underwater attractor lamp increased the diversity of species and number of fish produced. Gill nets surface used in this study contained of two units. One unit was equipped with an underwater attractor lamp. The results showed that the use underwater attractor lamp did not affect the diversity of fish caught. Two gill nets catch the same 20 kinds of fish, specifically orangestriped emperor (Lethrinus obsoletus), smalltooth emperor (Lethrinus microdon), thumbprint emperor (Lethrinus harak), yellowtail emperor (Lethrinus atkinsoni), ornate emperor (Lethrinus ornatus), dots and dashes ponyfish (Secutor indicius), pugnose ponyfish (Secutor insidiator), Paddletail Snapper (Lutjanus gibbus), Golden Snapper (Lutjanus johnii), longfin Mullet (Moolgarda perusii), bluespot mullet (Moolgarda seheli), whitespotted rabbitfish (Siganus canaliculatus), doublebar rabbitfish (Siganus virgatus), javan rabbitfish (Siganus javus), masked rabbitfish (Siganus puellus), goldspotted rabbitfish (Siganus punctatus), tille trevally (Caranx tille), blackstreak surgeonfish (Acanthurus nigricauda), lowfin chub (Kyphosus vaigiensis), and milkfish (Chanos chanos). However, the use of underwater attractor lamp was proven to increase the number of fish caught with gill nets by 1,924 fish, or 74% more than gill nets without lamp (1,108 fish).
PENGEMBANGAN DESAIN DAN KONSTRUKSI LAMPU ATRAKTOR PADA BAGAN Harry Santoso; Gondo Puspito; Ronny Irawan Wahju; Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3472.253 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.13.163-173

Abstract

Lampu atraktor adalah salah satu alat bantu penangkapan ikan untuk memikat ikan ke area penangkapan (catchable area). Berbagai jenis lampu dapat dipakai sebagai lampu atraktor seperti lampu petromaks, bohlam, lampu merkuri, TL (tubular lamps), dan LED (light emitting diodes). Efisiensi konsumsi energi, efektivitas penangkapan ikan, dan kemudahan penggunaan menjadi pertimbangan nelayan dalam memilih lampu atraktor. Penelitian sebelumnya mengenai HPL (high power LED) sebagai lampu atraktor pada perikanan bagan berhasil menangkap 97,363 kg ikan (3,6 kali lebih banyak daripada nelayan yang menggunakan lampu TL). Penelitian ini kemudian diulang di perairan yang berbeda dan menangkap 433 kg ikan (1,9 kali lebih banyak). Namun demikian, lampu atraktor tidak mudah digunakan karena konstruksinya tidak kompak dan pengaturan area proyeksi cahaya dioperasikan secara manual. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan lampu atraktor penelitian sebelumnya agar dapat digunakan oleh nelayan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan sehari-hari. Hasilnya, lampu atraktor pengembangan dilengkapi dengan kawat gantung dan servo motor yang dikendalikan oleh microcontroller untuk mengatur luas area proyeksi cahaya, agar mudah digunakan. Uji lapang dilakukan pada bulan Juni-Juli 2022 di perairan Sangrawayang, Jawa Barat. Survei yang dilakukan menunjukkan bahwa para nelayan mengkonfirmasi lampu atraktor pengembangan lebih mudah digunakan dibandingkan dengan lampu atraktor penelitian sebelumnya. Chi-square goodness of fit test survei menunjukkan nilai hitung X2 (8,533) yang lebih besar dari c2 (3,841) pada selang kepercayaan 95%. Selanjutnya, lampu atraktor pengembangan berhasil menangkap ikan 3,25 kali lebih banyak dibandingkan dengan lampu atraktor milik nelayan.
KONSENTRASI EKSTRAK AKAR TUBA (Derris elliptica) SEBAGAI RACUN PATIN (Pangasius pangasius) Gondo Puspito; Mustaruddin; Hani Dwi Wijayanti; Fis Purwangka
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 1 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.1.209-219

Abstract

Penelitian mencoba untuk menentukan konsentrasi ekstrak akar tuba yang efektif untuk meracuni patin (Pangasius pangasius) dan hubungan antara waktu pingsan dan pulih patin berdasarkan konsentrasi ekstrak racun tuba. Indikatornya didasarkan atas waktu pingsan tercepat dan waktu pulih terlama. Sebanyak 72 patin berukuran panjang total antara 13-37,5 cm dijadikan sebagai sampel penelitian. Konsentrasi ekstrak akar tuba minimal ditentukan 10 ppm, menengah 45 ppm, dan maksimal 80 ppm. Konsentrasi < 10 ppm tidak memberikan pengaruh apapun pada ikan, sedangkan konsentrasi > 90 ppm menyebabkan kematian ikan. Sementara kategori respon ikan disesuaikan dengan tabel McFarland (1959). Hasilnya adalah konsentrasi ekstrak akar tuba 80 ppm lebih baik dibandingkan dengan 45 ppm, dan 10 ppm. konsentrasi 80 ppm menyebabkan patin lebih cepat pingsan dan lebih lama pulih. Hubungan antara waktu pingsan tpn dan waktu pulih tpl untuk setiap konsentrasi ekstrak akar tuba dijelaskan oleh persamaan tpn dan waktu pulih tpl untuk setiap konsentrasi ekstrak akar tuba dijelaskan oleh persamaan tpl-80ppm = 9,4599 tpn--80ppm + 0,0553 dengan nilai koefisien korelasi r = 0,996, tpl-45ppm = 8,4181 tpn-45ppm - 22,615 (r = 0,998), dan tpl-10ppm = 5,5104 tpn-10ppm - 56,115 (r = 0,997). Kata kunci: akar tuba, ekstrak, konsentrasi, patin, pingsan, pulih, racun
ACCURACY ANALYSIS OF DISTANCE MEASUREMENT USING SONAR ULTRASONIC SENSOR HC-SR04 ON SEVERAL TYPES OF MATERIALS Rihmi, Mihrobi Khalwatu; Bintoro, Gatut; Rahman, Muhamad Arif; Puspito, Gondo; Muntaha, Ali
Journal of Environmental Engineering and Sustainable Technology Vol 11, No 01 (2024)
Publisher : Directorate of Research and Community Service (DRPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jeest.2024.011.01.2

Abstract

Sonar is a technology that uses the propagation of sound waves to detect the position of an object. Usually, fishermen use sonar to detect fish locations. The problem is that the price of sonar is still expensive, so not all fishermen can afford to use it. One of the devices that can be developed is the HC-SR04 module. HC-SR04 has simple components, and the price is cheap. The use of HC SR04 is still very minimal, so it is necessary to analyze the accuracy of its distance readings on various objects and conditions. The research was conducted using experimental methods in August-September 2023 at the Fishing Exploitation Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Brawijaya University. The distance data generated by HC-SR04 is used to measure ceramic, Styrofoam, and fish. Based on the research results, it is known that ceramic and styrofoam objects have a calculated t value = 0 while the one-tail Critical t = 1.65, which means the average distance produced by the tool is the same as the average distance by manual measurement. Meanwhile, in the t-test, the fish samples obtained a value of t stat = 23.24 and t Critical one-tail = 1.65. This shows that the tool will show distance measurement results that differ from manual measurements. Furthermore, the RMSE value of distance measurements on ceramic and Styrofoam objects obtained an average value of 0, which means the measurements are very accurate. Meanwhile, the average RMSE value for fish objects = 37.67, which means that the tool measurements are inaccurate.
PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA MUARA ANGKE JAKARTA Muninggar, Retno; Fadhilah, Harits Ridho; Mustaruddin; Puspito, Gondo
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.189-198

Abstract

Permasalahan lingkungan yang dihadapi oleh Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Muara Angke adalah adanya limbah padat yang belum terkelola dengan baik di daratan pelabuhan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi jenis limbah padat dan estimasi jumlah limbah padat di dermaga PPN Muara Angke dan mengukur persepsi pengguna terhadap kesadaran pengelolaan limbah padat. Penelitian ini menggunakan pendekatan case study. Teknik penentuan responden menggunakan metode accidental sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif berdasarkan SNI 19-3964-1994 dan metode skoring dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi limbah sebesar 278,31 kg/hari dengan jenis limbah yang mayoritas ditemukan terdiri dari: kayu (29,47%) dan plastik (27,33%). Persepsi pengguna pelabuhan terhadap kesadaran pengelolaan sampah memiliki kategori positif sekitar 84,62%. Kata kunci: limbah padat, lingkungan, PPN Muara Angke, pengelolaan, sampah
PEMANFAATAN EKSTRAK BATANG PISANG SEBAGAI PEMBIUS UNTUK MENSEPARASI NILA Puspito, Gondo; Mustaruddin; Kusuma, Mega; Muninggar, Retno; Iskandar, Mokhamad Dahri; Bangun, Tri Nanda Citra
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 3 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.3.313-323

Abstract

Penelitian ditujukan untuk menentukan konsentrasi pembius ekstrak batang pisang yang dapat membius nila (Oreochormis niloticus). Indikator keberhasilannya didasarkan atas waktu kolaps tercepat dan waktu pulih terlama. Sebanyak 29 ikan belum layak konsumsi berukuran panjang total antara 12,6-18,5 cm dan 25 ikan layak konsumsi (18,6-24,5 cm) dijadikan sebagai sampel penelitian. Pembiusan difokuskan terutama pada ikan belum layak konsumsi yang akan diseparasi, karena lebih rentan terhadap zat pembius dibandingkan dengan ikan layak konsumsi. Konsentrasi pembius yang digunakan terdiri atas 1%, 2%, dan 3%. Respon ikan terhadap pembiusan disesuaikan dengan tabel McFarland (1959). Hasilnya adalah zat pembius yang terkandung dalam batang pisang berupa saponin. Konsentrasi pembius 3% lebih baik dibandingkan dengan 2% dan 1%, karena ikan lebih cepat kolaps dan lebih lama pulih. Ikan belum layak konsumsi akan kolaps setelah pembiusan selama 25-60 menit dengan waktu pulih antara 28-50 menit. Adapun ikan layak konsumsi akan kolaps setelah dibius selama 82-93 menit dan akan pulih kembali antara 58-90 menit. Kata kunci: batang pisang, layak konsumsi, nila, saponin, waktu kolaps, waktu pulih
DISTRIBUSI MUATAN KAPAL PURSE SEINE KABUPATEN PAMEKASAN, JAWA TIMUR Bangun, Tri Nanda Citra; Astarini, Julia Eka; Wahyuningrum, Prihatin Ika; Puspito, Gondo
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 5 No 3 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.3.325-333

Abstract

Kapal purse seine memiliki ukuran yang sangat beragam dan beroperasi untuk menangkap ikan secara bergerombol. Dalam pengoperasiannya juga dibutuhkan kebutuhan ruang muat dan distribusi muatan yang baik sehingga stabilitas kapal tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi muatan sehingga dapat menghasilikan stabilitas kapal purse seine. Metode penelitian ini menggunakan metode simulasi model kapal. Hasil penelitian ini diperoleh nilai KG terendah pada kapal model B2 yaitu sebesar 1,423 dan nilai KG tertinggi pada kapal model A1 dan A2 yaitu sebear 1,459. Adapun kapal model B2 dan C2 yang menghasilkan nilai yang telah memenuhi standar International Maritime Organization (IMO). Berdasarkan hasil penelitian kapal model B2 cenderung memiliki stabilitas yang lebih unggul dibandingkan kapal model lainnya.
PENAMBAHAN KANTONG DAN PENAJU: UPAYA MENINGKATKAN HASIL TANGKAPAN GOMBANG Kholis, Muhammad Natsir; Puspito, Gondo; Mawardi, Wazir; Imron, Mohammad; Wiryawan, Budy
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 15 No 3 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.15.323-335

Abstract

Gombang adalah alat tangkap ikan tradisional, memiliki kelemahan konstruksi berupa ketiadaan kantong perangkap dan sayap yang terbatas. Tujuan penelitian adalah 1. Menentukan perbedaan komposisi jenis dan berat ikan hasil tangkapan keempat perlakuan 2. Membuktikan bahwa penambahan kantong, penaju, dan kombinasi keduanya akan memengaruhi komposisi berat hasil tangkapan gombang tanpa mengurangi jenisnya. Metode yang digunakan adalah experimental fishing. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Agustus 2023 di perairan Desa Prapat Tunggal Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Uji coba penangkapan dilakukan selama 17 trip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gombang kontrol dan perlakuan menangkap 12 jenis ikan yang sama, yaitu udang rebon (Acetes sp.), udang merah (Solenocera depressa), udang harimau (Penaeus monodon), biang (Ilisha sp.), bulu ayam (Thryssa setiostris), tembang (Dussumieria acuta), tenggiri (Scomberomorus brasiliensis), parang-parang (Chirocentrus sp.), gulamah (Johnius trachycephalus), layur (Trichiurus lepturus), nomei (Horpodon neherus), dan sotong (Sepia sp.). Perbedaan perlakuan pada gombang ternyata memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan. Gombang yang dilengkapi kantong dan penaju (P3) mendapatkan berat ikan hasil tangkapan tertinggi mencapai 1.710,82 kg (40,16%), diikuti oleh gombang berkantong P1 seberat 1.158,90 kg (27,20%), gombang berpenaju P2 seberat 824,27 kg (19,35%), dan gombang kontrol P0 seberat 566,36 kg (13,29%).
PENDUGAAN UKURAN PERTAMA KALI MATANG GONAD IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) DI DANAU SIDENRENG, SULAWESI SELATAN: PENDUGAAN UKURAN PERTAMA KALI MATANG GONAD IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) DI DANAU SIDENRENG, SULAWESI SELATAN Hasrianti, Hasrianti; Puspito, Gondo; Iskandar, Budhi Hascaryo; Imron, Mohammad; Mawardi, Wazir
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 16 No 1 (2025): FEBRUARI 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.33-43

Abstract

Ikan tawes adalah salah satu jenis ikan introduksi yang populer di Danau Sidenreng, Sulawesi Selatan. Keberadaannya sangat menguntungkan bagi nelayan karena bernilai ekonomis penting. Nelayan menjadikannya sebagai target utama penangkapan ikan. Aktivitas penangkapan ikan tawes dilakukan sepanjang tahun menggunakan jaring insang dengan ukuran mata jaring beragam dari kecil hingga besar, yaitu 1,5”, 2”, 2,5”, 3”, dan 3,5”. Keduanya mengakibatkan populasi ikan tawes di Danau Sidenreng semakin menurun. Oleh karena itu, informasi terkait biologi perikanan ikan tawes menjadi penting untuk diketahui. Penelitian bertujuan untuk menentukan ukuran ikan tawes pertama kali tertangkap (Lc), ukuran ikan tawes pertama kali matang gonad (Lm), dan ukuran mata jaring (mesh size) jaring insang yang sesuai untuk menangkap ikan tawes layak tangkap. Data sampel dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa ukuran ikan tawes pertama kali tertangkap di Danau Sidenreng adalah Lc = 132,66 mm. Ikan tawes betina dan jantan mengalami kematangan gonad pertama kali pada ukuran panjang cagak FL = 140,95 mm dan jantan 173,08 mm. Ukuran mata jaring insang yang direkomendasikan untuk menangkap ikan tawes layak tangkap adalah 3”, karena ukuran rata-rata FL yang tertangkap lebih besar dari nilai Lm.
Keselamatan Kerja Nelayan Jaring Angkat Perahu di PPN Karangantu, Serang, Banten Januar, Januar; Purwangka, Fis; Puspito, Gondo
Journal of Coastal and Deep Sea Vol 3 No 1 (2025): Journal of Coastal and Deep Sea
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jcds.v3i1.17311

Abstract

Kecelakaan kerja masih sering terjadi saat pengoperasian bagan perahu. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kelalaian manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis bahaya dan membuat analisis keselamatan kerja tentang potensi bahaya pada aktivitas nelayan bagan perahu. Identifikasi keselamatan kerja menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA). Identifikasi terhadap potensi kecelakaan yang bisa terjadi pada nelayan dalam pengoperasian jaring angkat melalui penilaian risiko kualitatif terdapat empat nilai risiko yaitu, minor, sedang, mayor dan bencana. Analisis risiko pada potensi bahaya yang terjadi pada aktivitas nelayan bagan perahu melalu analisis penilaian risiko terdapat tiga nilai risk index yaitu, significant risk, moderate risk, dan low risk. Secara keseluruhan terdapat 29 aktivitas pada pengoperasian bagan perahu, dimana terdapat empat aktivitas yang memiliki nilai risk index risiko signifikan dan perlu adanya tindakan pengendalian pada potensi bahaya pada aktivitas tersebut, 18 aktivitas yang memilik nilai risk index risiko rendah dan tujuh aktivitas yang memiliki nilai risk index risiko sedang.
Co-Authors Abualreesh, Muyassar Hamid Agus Suherman Ainun Apriliyani Muhyun Ali Muntaha Andrew Amadeus Angga Hartono Ari Purbayanto Arif, Hadi Sholekhan Arkan, Muhammad Zaky Ateng Supriatna Aulia, Deni Ayu Adhita Damayanti Bangun, Tri Nanda Citra Budhi Hascaryo Iskandar Budy Wiryawan Diana Agustina Diniah . Diniah Diniah Diniah Diniah Edy Miswar Eko Sri Wiyono Etty Riani Fadhilah, Harits Ridho Faik Kurohman Faik Kurohman Fakhri Kurniawan Fauzan Idris Maspeke Fis Purwangka Fredinan Yulianda Fuah, Ricky Winrison Gatut Bintoro Hani Dwi Wijayanti Harry Santoso Hasrianti, Hasrianti Iin Solihin Imanuel M. Thenu Ismawan Tallo Januar, Januar Julia Eka Astarini Julius Mose Rahaningmas Kusuma, Mega Lembito, Hoetomo M. Fedi A. Sondita Malik, Fikri Rizky Mardiah, Ratu Sari Mihrobi Khalwatu Rihmi Misbah Sururi Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar Muhammad Natsir Kholis Muhyun, Ainun Apriliyani Mulyono S. Baskoro Mustaruddin Nasution, Defra Monika Noor Azizah Novita, Yopi Pambudi, Rilo Pratama, Gilar Budi Prihatin Ika Wahyuningrum Putra, Demo Buana Rahantan, Ali Rahman, Muhamad Arif Retno Muninggar Rihmi, Mihrobi Khalwatu Rilo Pambudi Rolando Akbar Wenang Ronny I. Wahju Ronny Irawan Wahju Roza Yusfiandayani Salsabila, Sahda Santanumurti, Muhammad Browijoyo Septian Eka Satriawan Sugeng Hartono Sukoraharjo, Sri Suryo Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Supriono Ahmad Syifa Nurul Aini Thomas Nugroho Tirtana, Denta Umam, Hairul Vemilia Wazir Mawardi Zayyan, M Luthfi Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zurkarnain