Claim Missing Document
Check
Articles

Komposisi dan Nilai Ekonomi Hasil Tangkapan Jaring Insang Menggunakan Lampu Atraktor Celup Muhyun, Ainun Apriliyani; Puspito, Gondo; Mustaruddin, Mustaruddin; Pratama, Gilar Budi
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.270

Abstract

Pemanfaatan cahaya sebagai atraktor dalam penangkapan ikan telah berkembang sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas hasil tangkapan, salah satunya pada alat tangkap jaring insang. Penelitian bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan nilai ekonomi ikan hasil tangkapan jaring insang yang dioperasikan pada malam hari menggunakan lampu atraktor celup. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari 23 trip penangkapan di perairan Kepulauan Selayar yang mencakup jumlah, berat, dan jenis ikan, serta data harga jual per spesies. Hasil penelitian menunjukkan jaring insang menangkap 19 jenis ikan yang didominasi oleh ikan bernilai ekonomi tinggi dari genus Lethrinus, Siganus, dan Lutjanus.Total nilai ekonomi tangkapan mencapai Rp10.756.855, dengan rata-rata penerimaan per trip sebesar Rp467.689 dan R/C ratio > 1, yang menunjukkan bahwa kegiatan pengoperasian jaring insang dengan bantuan cahaya layak secara finansial. Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan penggunaan lampu atraktor celup berpotensi menjadi salahsatu strategi teknologi sederhana yang efektif dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan tradisional.
First Report on the Reproductive Biology of Saurida tumbil in Jizan Waters, Saudi Arabia Based on Histological Analysis : Reproductive Biology of Saurida tumbil in Jizan Waters Hartono, Sugeng; Santanumurti, Muhammad Browijoyo; Puspito, Gondo; Salsabila, Sahda; Abualreesh, Muyassar Hamid
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 14 No. 3 (2025): JAFH Vol. 14 No. 3 September 2025
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v14i3.76081

Abstract

A scientific study on Saurida tumbil is essential, particularly concerning fishing activities. The current study aimed to investigate the reproductive biology of Saurida tumbil through monthly sampling. Fish were dissected to determine sex and gonadal maturity stages, with gonads furthermore preserved in a 10% formalin solution. Reproductive parameters, including sex ratio, gonad maturity, length at first sexual maturity, gonadosomatic index (GSI), and fecundity, were analysed, followed by length at first capture analysis. Histological techniques were applied to assess gonadal maturity at a microscopic level. The peak reproductive period of Saurida tumbil in Jizan waters was identified between February and April (winter–spring), with the highest GSI values recorded for females (3.6) and males (0.96). Reproductive activity declined between October and December (autumn–winter). The estimated length at first sexual maturity was 23.49 cm for females and 23.94 cm for males. Both values were lower compared to length at first capture (22.75 cm). Absolute fecundity averaged 42528 eggs, ranging from 4485 to 225549 eggs. Identifying optimal fishing areas and seasons simultaneously in Jizan waters is crucial for maximising sustainable fisheries.
PERBEDAAN JUMLAH DAN UKURAN HASIL TANGKAPAN BAGAN APUNG PADA WAKTU HAULING YANG BERBEDA Iskandar, Mokhamad Dahri; Tirtana, Denta; Baskoro, Mulyono S.; Puspito, Gondo
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 1 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.1.055-067

Abstract

Ikan berkumpul di lokasi penangkapan bagan dengan berbagai tujuan. Beberapa peneliti menunjukan bahwa salah satu alasan ikan berkumpul di lokasi penangkapan bagan untuk melakukan pemangsaan. Salah satu alasan ikan berkumpul di sekitar bagan adalah pemangsaan. Waktu pemangsaan tiap spesies berbeda, sehingga keberadaan tiap spesies di lokasi penangkapan akan berbeda. Pada penangkapan ikan dengan bagan apung, nelayan akan melakukan kegiatan hauling pada saat ikan telah banyak berkumpul di lokasi penangkapan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengungkap aktifitas hauling yang berbeda terhadap hasil tangkapan bagan. Tujuan dari penelitian ini untuk menetukan bobot ikan yang tertangkap, jenis ikan yang tertangkap, sebaran ukuran ikan yang tertangkap dan keragaman ikan yang tertangkap pada bagan apung pada berbagai periode hauling. Pengambilan data dilakukan dengan metode uji coba penangkapan di laut. Pengambilan data dilakukan selama 10 hari dengan tiap trip penangkapan sebagai satu ulangan. Untuk menganalisis adanya perbedaan bobot ikan yang tertangkap dan ukuran panjang spesies dominan pada berbagai periode hauling digunakan Uji Kruskal Wallis. Keragaman hasil tangkapan yang diperoleh pada berbagai waktu hauling dianalisis dengan index Shannon Wiener. Berdasarkan hasil uji Kruskal Wallis terhadap bobot ikan yang tertangkap pada berbagai waktu hauling diperoleh nilai probabilitas 0,041 (P < 0,05). Hal ini berarti bobot hasil tangkapan antara waktu hauling yang berbeda menunjukan perbedaan yang nyata. Hasil Uji Kruskall Wallis pada ukuran panjang ikan dominan menunjukan hasil tangkapan ikan layang dan cumi-cumi berbeda nyata taraf kepercayaan 95%. Keanekaragaman tertinggi terjadi pada waktu hauling tengah malam dengan nilai indeks keragaman 1,956. Kata kunci: bagan apung, distribusi ukuran, hauling, hasil tangkapan, keragaman, Kruskal Wallis
PENGELOLAAN PERIKANAN BERKELANJUTAN DAN PENGEMBANGAN LEMBAGA KEMITRAANNYA DI DESA CITEMU, CIREBON ., Mustaruddin; Puspito, Gondo; Baskoro, Mulyono S.; Wisudo, Sugeng Hari
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 2 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.2.121-129

Abstract

Studi bertujuan untuk menyusun pola pengelolaan perikanan berkelanjutan dan mengembangkan lembaga kemitraannya yang menjamin keberlanjutan usaha perikanan di Desa Citemu, Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, metode korelasi, dan analisis konten. Pola pengelolaan perikanan berkelanjutan dapat diarahkan pada 1. pengkayaan stock sumberdaya ikan, 2. pengembangan teknologi dan prinsip penangkapan ikan ramah lingkungan, dan 3. pengembangan kemitraan untuk penguatan usaha perikanan. Skema kemitraan yang dapat dilakukan di kawasan Citemu adalah kemitraan investasi murni dan kemitraan investasi kerjasama. Komponen lembaga kemitraan yang berkorelasi positif dengan tujuan pengelolaan perikanan berkelanjutan adalah keaktifan di bidang perikanan, kecakapan pengelolaan lembaga, komitmen pengelolaan lembaga, serta tugas dan fungsi yang melekat pada lembaga tersebut. Tugas dan fungsi lembaga kemitraan adalah menggerakkan praktek perikanan berkelanjutan, menjalin kemitraan investasi, dan menjadi penghubung program perikanan berkelanjutan yang diinisiasi pihak eksternal. Kata Kunci: industri, kemitraan, masyarakat, nelayan, pengelolaan berkelanjutan, perikanan
FORECASTING PRODUKSI HASIL TANGKAPAN IKAN MANYUNG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA KEJAWANAN, KOTA CIREBON Mustaruddin; Zayyan, M Luthfi; Nugroho, Thomas; Muninggar, Retno; Puspito, Gondo
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 4 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.4.407-415

Abstract

Produksi ikan manyung di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan cenderung tidak menentu, sementara banyak industri pengolahan dan pasar ikan asin yang membutuhkan pasokan ikan manyung. Penelitian bertujuan mengidentifikasi kondisi produksi dan armada penangkapan ikan manyung, serta menentukan model forecasting yang tepat untuk prediksi produksi hasil tangkapan ikan manyung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, model moving average dan model exponential smoothing. Rata-rata produksi ikan manyung di PPN Kejawanan dalam 15 tahun terakhir mencapai 40,72 ton per tahun. Armada penangkapan ikan manyung di PPN Kejawanan adalah armada bouke ami, purse seine, gill net oseanic, cast net dan pancing cumi. Armada bouke ami merupakan yang paling banyak digunakan dengan rasio trip penangkapan mencapai 72%. Model exponential smoothing α=0,3 merupakan model yang paling tepat untuk mempredikasi produksi hasil tangkapan ikan manyung di PPN Kejawanan. Setelah divalidasi, hasil prediksi model tersebut terhadap produksi ikan manyung adalah 45,26 ton untuk 2020, 31,68 ton untuk tahun 2021, 43.22 ton untuk tahun 2023, dan 56,04 ton untuk tahun 2024. Kata kunci: bouke ami, industri, model exponential smoothing, model moving average, perikanan
FISHERIES LOGISTICS PERFORMANCE IMPROVEMENT STRATEGY AT MALUKU SEA TOLL NETWORK PORTS: HIERARCHICAL CONCEPTION OF DMAIC LOGISTICS MODEL Arif, Hadi Sholekhan; Mustaruddin; Lembito, Hoetomo; Puspito, Gondo
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 9 No 1 (2025): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.9.1.017-027

Abstract

Indonesian government is developing a sea toll program to facilitate logistics services for essential goods and basic goods, especially in the Eastern Indonesia Region. One of the essential goods and important logistics services in the region is fish logistics services, some of which have transit ports in Maluku Province. However, its utilization had not been optimal, because fish logistics activities were still mediocre and its services were inferior to other essential and basic goods. This study aimed to determine a strategy to improve fish logistics performance at ports in the Maluku sea toll network. The research locations are the Ambon Nusantara Fisheries Port and the Dobo Coastal Fisheries Port. The method used in the study is the analytical hierarchy process (AHP) which is a hierarchical stage of DMAIC modeling. Research results showed that the strategy of integrating efficient fish logistics and sea toll systems, so that logistics costs (storage, transportation) are low, and are able to overcome excess supply and excess demand in the surrounding area (STG-2) was a priority strategy to support improving the performance of fish logistics at the ports of the Maluku sea toll network. The results of the consistency ratio calculation also obtained a CR value of 0.0024 (consistent), and the strategy was also stable against changes in the required criteria conditions. Key words: archipelagic waters, DMAIC model, fisheries, port industry, staple goods
CLEAN PRODUCTION TECHNIQUES IN HANDLING REMAINS AND WASTE COMPONENTS OF FISHERY ACTIVITIES AT KUTARAJA FISHING PORT, ACEH Putra, Demo Buana; Mustaruddin; Puspito, Gondo; Wiyono, Eko Sri; Baskoro, Mulyono S.; Zulkarnain
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 9 No 1 (2025): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.9.1.091-101

Abstract

Kutaraja Ocean Fishing Port (OFP) is the center of capture fisheries activities that supplies the largest sea fish in Aceh Province. However, the burden of discarded residual components and waste that was formed tends to increase to disrupt port operations. The study aimed to 1. determine critical activities of waste formation, and 2. develop clean production techniques for handling residual components and waste from fisheries activities at Kutaraja OFP. The research method consisted of a descriptive method, a pollution prevention approach model, and a weighted portion analysis. The critical points for the formation of residual components and waste were fish unloading at pier 1 (old pier), fish auction places 1-3, supply kiosks, and food stalls. Clean production techniques for handling residual components and waste in fish handling were 1. Refine, using freezer cooling technology on ships, and 2. Reduce, reducing rinsing by providing hygienic containers or places for fish. For handling the remaining components and waste scattered in the port were 1. Refine, repair the channels and waste water reservoirs, and 2. Recycle, recycle organic waste into fertilizer that can be used for greening in the Kutaraja OFP area. Keywords: fisheries, fishing industry, ports, residual components, waste
STRATEGY FOR HANDLING THE QUALITY OF CAUGHT SKIPJACK TUNA TRAWLER SHIP AT PPS KUTARAJA: STRATEGI PENANGANAN DAN MUTU IKAN CAKALANG HASIL TANGKAPAN KAPAL PUKAT LINGKAR DI PPS KUTARAJA Putra, Demo Buana; Mustaruddin, Mustaruddin; Puspito, Gondo
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 16 No 3 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.323-335

Abstract

Salah satu komoditas utama yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kutaraja adalah ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta potensi ekspor yang besar. Namun, kualitas ikan cakalang yang didaratkan sering menurun akibat penanganan pasca-tangkap yang kurang optimal, seperti suhu penyimpanan yang tidak terkontrol dan minimnya penerapan rantai dingin. Penelitian ini bertujuan merumuskan model strategi pengendalian mutu hasil tangkapan cakalang dari kapal pukat lingkar di PPS Kutaraja. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan analisis SWOT dengan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal secara sistematis. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap 14 orang nahkoda kapal dan dua orang ahli yang memahami kondisi pelabuhan. Responden nahkoda dipilih menggunakan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya peluang besar untuk meningkatkan mutu ikan cakalang di PPS Kutaraja. Strategi yang diusulkan meliputi: (1) perbaikan pengendalian mutu sejak proses penangkapan hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI), (2) penyuluhan dan pelatihan penanganan ikan yang baik kepada nelayan, (3) pengendalian suhu penyimpanan pada 0°C hingga proses pendaratan, (4) pendanaan untuk modernisasi armada penangkapan berpendingin, (5) fasilitasi sertifikasi penangkapan dan penanganan ikan, (6) kerja sama antara pengelola pelabuhan dan nelayan dalam menetapkan standar mutu, (7) peningkatan kapasitas SDM melalui sertifikasi, dan (8) kerja sama desain kapal berpendingin antara pengelola pelabuhan dan pengusaha kapal.
The Impact of Span Width and Outrigger Shape on Fishing Boats at Palabuhanratu Fishing Port, Indonesia Malik, Fikri Rizky; Novita, Yopi; Iskandar, Budhi Hascaryo; Puspito, Gondo; Sukoraharjo, Sri Suryo
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v9i4.21970

Abstract

Outrigger boats are prevalent in Indonesian waters. In Indonesia, the majority of Outrigger boats have a gross tonnage of less than 7 GT, resulting in their classification as "boats." After being hit by waves, the outrigger serves as a balancing mechanism on the boat, ensuring that it does not capsize and that it continues to keep its stability. In spite of the fact that they have a number of benefits, outrigger boats also have a number of drawbacks. One of these drawbacks is that they need a mooring space that is sufficiently large to anchor the boat at the beach or pier. This research was carried out through the use of experimental methodologies. The stability value is a reference to the design parameters established by IMO A.749 (18), which are applicable to all boats. Type 2 boats have a maximum GZ value that is greater than that of type 1 boats. According to the findings of the study, the utilization of the Palabuhanratu pool was increased by 33% on model B boats and by 52% on boat C when the outrigger boom was pulled while the boat was in the port pool. This was in comparison to the original value when the boat was anchored without pulling the outrigger boom.
PEMANFAATAN SUMBER DAYA UDANG PENAEID DI TELUK CILETUH, PALABUHANRATU BERDASARKAN ANALISIS KESESUAIAN KAWASAN Hartono, Sugeng; Riani, Etty; Yulianda, Fredinan; Puspito, Gondo
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.557 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.27771

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya udang penaeid di Teluk Ciletuh, Kabupaten Sukabumi berisiko tinggi untuk tereksploitasi secara berlebih karena daerah penyebaran udang penaeid relatif sempit di perairannya. Pengelolaan berbasis zonasi perlu diterapkan sebagai upaya pengelolaan sumber daya maupun upaya untuk menjelaskan fungsi dan luas satu kawasan pemanfaatan. Penelitian bertujuan untuk merancang satu kawasan pemanfaatan sumber daya udang penaeid yang sesuai dan terukur berdasarkan potensi dan karakteristik habitatnya secara spasial. Penelitian lapang dan laboratorium dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis sampel hasil tangkapan dan sedimen. Seluruh kegiatannya berlangsung antara Februari-April 2019. Metode pengumpulan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengoperasian pukat tarik dan Van Veen Grab dilakukan untuk mengumpulkan masing-masing sampel hasil tangkapan dan sampel sedimen. Analisis spasial dilakukan dengan perangkat lunak sistem informasi geografis (SIG) untuk menghasilkan satu kawasan pemanfaatan dengan menggunakan analisis inverse distance weighted (IDW) dan map algebra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis udang penaeid yang tertangkap di perairannya, yaitu udang dogol (Metapenaeus ensis) dan udang jerbung (Fenneropenaeus merguiensis). Berdasarkan karakteristik habitatnya, sedimen permukaan dasar perairannya dikategorikan sebagai lanau (silt). Perairan yang dikategorikan sangat sesuai (S1) seluas 209,254 ha atau 43,7% dari total luas kawasan kajian (479,288 ha). Perairan yang dikategorikan sesuai (S2) seluas 209,067 ha (43,6%) dan yang tidak sesuai (N) 60,967 ha (12,7%).
Co-Authors Abualreesh, Muyassar Hamid Agus Suherman Ainun Apriliyani Muhyun Ali Muntaha Andrew Amadeus Angga Hartono Ari Purbayanto Arif, Hadi Sholekhan Arkan, Muhammad Zaky Ateng Supriatna Aulia, Deni Ayu Adhita Damayanti Bangun, Tri Nanda Citra Budhi Hascaryo Iskandar Budy Wiryawan Diana Agustina Diniah . Diniah Diniah Diniah Diniah Edy Miswar Eko Sri Wiyono Etty Riani Fadhilah, Harits Ridho Faik Kurohman Faik Kurohman Fakhri Kurniawan Fauzan Idris Maspeke Fis Purwangka Fredinan Yulianda Fuah, Ricky Winrison Gatut Bintoro Hani Dwi Wijayanti Harry Santoso Hasrianti, Hasrianti Iin Solihin Imanuel M. Thenu Ismawan Tallo Januar, Januar Julia Eka Astarini Julius Mose Rahaningmas Kusuma, Mega Lembito, Hoetomo M. Fedi A. Sondita Malik, Fikri Rizky Mardiah, Ratu Sari Mihrobi Khalwatu Rihmi Misbah Sururi Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar Muhammad Natsir Kholis Muhyun, Ainun Apriliyani Mulyono S. Baskoro Mustaruddin Nasution, Defra Monika Noor Azizah Novita, Yopi Pambudi, Rilo Pratama, Gilar Budi Prihatin Ika Wahyuningrum Putra, Demo Buana Rahantan, Ali Rahman, Muhamad Arif Retno Muninggar Rihmi, Mihrobi Khalwatu Rilo Pambudi Rolando Akbar Wenang Ronny I. Wahju Ronny Irawan Wahju Roza Yusfiandayani Salsabila, Sahda Santanumurti, Muhammad Browijoyo Septian Eka Satriawan Sugeng Hartono Sukoraharjo, Sri Suryo Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Supriono Ahmad Syifa Nurul Aini Thomas Nugroho Tirtana, Denta Umam, Hairul Vemilia Wazir Mawardi Zayyan, M Luthfi Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zurkarnain