Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBESARAN MATA OUTER NET TERHADAP HASIL TANGKAPAN TRAMMEL NET Gondo Puspito; Rilo Pambudi; Faik Kurohman
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.247 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9475

Abstract

Trammel net memiliki kemampuan menangkap organisma demersal yang didominasi pada jaring bagian dasarnya. Penyebabnya adalah kekenduran trammel net hanya terdapat pada bagian tertentu. Penelitian ini mencoba menambahkan kekenduran jaring pada posisi yang berbeda. Tujuannya adalah menentukan komposisi hasil tangkapan trammel net dan membuktikan apakah penambahan kekenduran akan mempengaruhi jumlah tangkapan.  Penelitian dilakukan dengan menggunakan 3 trammel net sebagai kontrol dengan 1 kekenduran (TN0), 3 trammel net perlakuan  dengan dengan 2 kekenduran (TN1), dan 3 trammel net dengan 3 kekenduran (TN2). Seluruh trammel net dioperasikan  sebanyak 24 kali ulangan di Perairan Lontar. Hasilnya menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan ketiga konstruksi trammel net adalah sama, yaitu 2 spesies udang, 5 spesies ikan demersal, 1 spesies kepiting, dan 1 spesies ikan non demersal. Trammel net TN2 menghasilkan 918 individu (43,59%), atau lebih tinggi dibandingkan dengan TN1 (734 individu; 34,85%), dan TN0 (454 individu; 21,56%).
Selektivitas Kisi Perangkap Jodang (Selectivity of Jodang Trap Grids) Gondo Puspito
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.049 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1323

Abstract

Research was designed to obtain a selective bottom part of jodang trap on shell length of Babylon snails (Babylonia spirata). A line of grids was used to form bottom part construction of trap with gap wide of 2.4 cm. Construction is called selective if it can be passed by shells with length of p < 4.27 cm. According to Firdaus (2002), Babylon snails have done spawning at shell length of 4.27 cm. Puspito (2009) found those shells have circular diameter of shell cross-section of 2.4 cm. Furthermore, 54 traps were operated in Palabuhanratu waters. From the research, traps was quite selective to catch Babylon snails  with length of shell p ≥ 4.32 cm. Babylon snails  with shell length of 4.27 cm ≤ p < 4,32 cm could stil passed trough the traps. Key words: Selective, grids, jodang trap, Babylon snails, Palabuhanratu waters. ABSTRAK Penelitian ini dirancang untuk mendapatkan konstruksi bagian dasar perangkap yang selektif terhadap panjang cangkang keong macan (Babylonia spirata). Deretan kisi digunakan untuk membentuk bagian dasar perangkap. Jarak antar kisi adalah 2,4 cm. Konstruksi bagian dasar perangkap dikatakan baik, jika dapat dilalui oleh cangkang dengan panjang  p < 4,27 cm. Menurut Firdaus (2002), keong macan telah memijah pada ukuran panjang cangkang p = 4,27 cm. Puspito (2009) mendapatkan keong dengan panjang cangkang p = 4,27 cm memiliki diameter lingkaran penampang melintang cangkang 2,4 cm. Selanjutnya, sebanyak 54 perangkap dioperasikan di perairan Palabuhanratu. Dari hasil pengujian, perangkap cukup selektif karena dapat menangkap keong dengan panjang cangkang p ≥ 4,32 cm.  Perangkap masih dapat meloloskan keong dengan panjang cangkang p antara  4,27 cm ≤ p < 4,32 cm. Kata kunci: Selektivitas, kisi, perangkap jodang, keong macan, perairan Palabuhanratu.
Selektor Garuk Gondo Puspito
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 2 (2012): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.616 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i2.1385

Abstract

ABSTRACTThe objective of this study is to obtain a slope of selector that giving the best selectivity to cockle Anadara granosa and Anadara antiquata. Selector was constructed of a line of wood grids with 1 cm in diameter. Gap width between grids was adjusted to the thickness of economical valued cockle Anadara granosa. While, the slopes of selector were α = 10, 20 and 30o. In this study, a number of 120 shells of cockle Anadara granosa and 120 shells of cockle Anadara antiquata were dropped onto selector. Calculation of selector selectivity depended on the retained shells and released shells. Dredge selector was expected to release the shells with length less than 40 mm. Result showed that the selector with slope of 20o was more selective than the other two slopes. Selection length value P50 of cockle Anadara granosa and Anadara antiquata were 39,96 mm and 37,65 mm.Key words : Anadara granosa and Anadara  antiquate, dredge, selector, slope ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan sudut kemiringan selektor garuk  yang memberikan nilai selektivitas terbaik untuk kerang darah (Anadara granosa) dan kerang bulu (Anadara antiquata). Selektor tersusun atas sederet batang kayu berdiamater 1 cm. Jarak antar kisi disesuaikan dengan ketebalan cangkang kerang darah yang bernilai ekonomi. Adapun sudut kemiringan selektor α = 10, 20 dan 30o. Dalam penelitian ini, 120 cangkang kerang darah dan 120 cangkang kerang bulu dijatuhkan ke atas selektor.  Perhitungan selektivitas didasarkan atas cangkang kerang yang lolos dan tertahan oleh selektor. Selektor diharapkan meloloskan cangkang kerang darah dan kerang bulu dengan panjang kurang dari 40 mm. Hasilnya menunjukkan bahwa selektor dengan sudut kemiringan a = 20o lebih selektif dibandingkan dengan kedua sudut kemiringan lainnya. Nilai selection length P50 cangkang kerang darah dan kerang bulu pada selektor dengan sudut a = 20o adalah 39,96 mm dan 37,65 mm.Kata kunci: garuk,  kerang darah dan kerang bulu, selektor,  sudut kemiringan
MODIFIKASI KONSTRUKSI PERANGKAP LIPAT UNTUK MENANGKAP KEPITING BAKAU Gondo Puspito; Didin Komarudin; Ismawan Tallo
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.865 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2497

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan konstruksi perangkap lipat yang memberikan jumlah kepiting tangkapan terbanyak. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan metode percobaan. Satu perangkap lipat nelayan atau perangkap lipat standar (S) dan 3 konstruksi perangkap baru dibandingkan. Perangkap baru terdiri atas perangkap lipat modifikasi 1 (M-1), perangkap lipat modifikasi 2 (M-2) dan perangkap lipat modifikasi 3 (M-3). Perangkap standar S, M-1 dan M-2 berbentuk balok berukuran 50 × 30 × 20 (cm), sedangkan perangkap M-3 adalah limas terpancung dengan dimensi 50 × 30 × 16 (cm). Celah masuk perangkap S berbentuk celah sempit, sedangkan perangkap M-1, M-2 dan M-3 adalah 4 persegi panjang dengan ukuran 30 × 6 (cm), 20 × 6 (cm) dan 45 × 6 (cm). Dalam penelitian ini, keempat perangkap dan 30 kepiting bakau dimasukkan ke dalam tangki air. Perangkap diangkat setelah direndam selama 20 menit. Aktivitas kepiting diamati dan jumlah kepiting yang terperangkap dihitung. Ujicoba penangkapan kepiting dilakukan sebanyak 20 ulangan. Hasilnya menunjukkan bahwa perangkap M-3 menangkap 152 kepiting, atau lebih banyak dibandingkan dengan M-1 (72 kepiting), M-2 (28 kepiting) dan S (13 kepiting). Kepiting yang tertangkap oleh keempat perangkap ternyata tidak dapat meloloskan diri.KATA KUNCI: Kepiting bakau, konstruksi, modifikasi, perangkap lipat.
KONSTRUKSI GARUK UNTUK KELESTARIAN SUMBERDAYA KERANG Gondo Puspito
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 13 No 1 (2013)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractDredge is known as cockle collector which is not selective to the shell size and its operationdamages the cockle’s resources. The objectives of this research were to obtain better dredgeconstruction which was more productive and selective to the cockle size. The end of theteeth was bent 30o to increase number of the catch. Separator was used to make the dredgebecome more selective for the shell size. In this research, gap between separator grids wasadjusted to economical size of cockle Anadara granosa, which was 40 mm long of shell.Results showed that dredge with 30o bended teeth caught 919 cockles, or 2.18 times morethan standard teeth of dredge (412 cockles). The using of separator made dredge becamemore selective. It only retained cockle Anadara granosa and Anadara antiquata with lengthof shell l e” 39.96 mm and l e” 35.11 mm.
BOTTOM WALL CONSTRUCTION OF “JODANG” TRAP APPLIED SELECTIVELY TO BABYLON TIGER (Babylonia spirata) SNAIL SIZE Gondo Puspito; Agus Suherman
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 15, No 2 (2012): Volume 15, Number 2, Year 2012
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.532 KB)

Abstract

The objective of this research was to obtain net mesh bottom wall construction of “jodang” trap that selective to babylon tiger snails size, i.e. only shell length of    l < 4.27 cm approximately could pass through. There were 3 designs shapes of bottom wall construction tested, i.e. rectangular shape of 2.4 ´ 2.8 (cm) and 2 diamond shapes with net mesh size of 5,6 cm and primary hanging ratio of  E1 = 0.7 and 0.5. The results showed that rectangular shape bottom wall trap construction  was better than those two other constructions. Only 6.78% of snails with l ³ 4.27 cm could escape the rectangular shape bottom wall trap construction. Whereas 41.90% and 17.46% of  snail shells with l ³ 4.27 cm could escape from both the diamond mesh bottom wall trap construction. According  to selectivity curve, the rectangular shape bottom wall trap construction could retained snails with shells length of  l ³ 4.33 cm. The two others retained shells length of  l ³ 4.14 cm and l ³ 4.60 cm.
Electrofishing AMAN DAN SELEKTIF UNTUK PENANGKAPAN LELE (Study of Human Safe Electrofishing Which Selective to Catch Catfish) Gondo Puspito; Rolando Akbar Wenang; Faik Kurohman
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.191 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.15.2.86-93

Abstract

Metode penangkapan ikan dengan penyetruman telah dilarang oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2004, meskipun masyarakat masih melakukannya secara diam-diam.. Penyebabnya adalah penyetruman dianggap membahayakan keselamatan manusia dan merusak ekosistem perairan. Penelitian mencoba mendapatkan arus listrik yang aman dan efektif untuk menangkap lele (Clarias sp.) layak tangkap tanpa merusak lingkungan perairan. Arus listrik yang diinginkan dapat memingsankan lele layak tangkap dengan cepat, tetapi waktu siumannya lambat, sehingga memberi waktu yang cukup lama untuk penangkapannya.  Jumlah lele yang diuji sebanyak 90 ekor yang dibagi atas 3 kelompok dengan panjang total tubuh antara 18,5-32,5 cm. Masing-masing terdiri atas 30 lele yang disetrum dengan arus listrik 1 mA, 2 mA, dan 3 mA.  Ketiga besaran arus listrik masih dianggap aman karena belum memberikan efek negatif bagi tubuh manusia (Ouazani et al., 2012). Hasilnya adalah penyetruman lele sebaiknya menggunakan arus listrik 2 mA, karena aman bagi manusia dan efektif untuk menyetrum lele. Waktu pingsan lele berukuran layak tangkap yang memiliki panjang tubuh ≥ 24,5 cm antara 83 – 140 detik, atau lebih cepat dibandingkan dengan 1 mA (120-309 detik), sedangkan waktu siumannya  117-225 detik atau lebih lama dari 3 mA (79-125 detik). Electrofishing currently has been banned by Indonesian Government since 2004, regardless, some of the people still do that secretly. The banning caused by the thought that electrofishing indeed harmful to human safety and aquatic ecosystem. This research aimed to obtain the electricity current that safe and effective to catch  the proper size of catfish (Clarias sp.) without harming the aquatic ecosystem. Desired electricity current strength is the one that able to temporarily immobilised catfish quickly with long time to be conscious so gives longer time in harvesting activity. The amount catfish used in the experiment was 90 fishes with average body length 18.5-32.5 cm, divided in to 3 groups. Each group consists of 30 catfishes which shocked by current strength of 1 mA, 2 mA, and 3 mA. Each of the current strength still regarded as save as it has not given negative effect to human body (Ouazani et al. 2012). Result showed that the most recommended electric current is 2 mA as it is safe for human body and able to shock the catfishes effectively. Unconscious time of catfish with body length of ≥ 24.5 cm were between 83 – 140 seconds, which faster compared to 1 mA (120-309 seconds), with conscious time of 117-225 seconds which took longer than 3 mA (79-125 seconds).
Construction of Jodang Trap Wall Gondo Puspito
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.74 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.5.2.71-79

Abstract

Fifty four jodang traps were operated in Palabuhanratu bay waters from November to December 2009. The objective was to get construction of jodang trap wall that productive and selective to catch mature babylon snails with shell length of p ≥ 4.27 cm. Slopes of trap wall were 30o, 40o and 50o. While, their meshes were 1.2 mm; 5.4 mm and 7.0 mm. Fishing operations were done 12 times with 3 hours soaking time for each fishing operation. Result showed that slopes of 30o and 40o with all meshes did not give significant change in number of mature snail catch. Construction of trap wall with slope of 50o and mesh of 5.4 mm was more productive and selective than those other contructions.   Key Word : Wall Construction, Jodang Trap, Slope, Mesh and Babylon Snail.
PENGGUNAAN HIGH POWER LED (HPL) PADA PERIKANAN BAGAN APUNG DI SELAT MADURA (The Use Of High Power LED (HPL) Lamp On The Lift Net Fishing In The Madura Strait) Hairul Umam; Gondo Puspito; Wazir Mawardi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.2.79-85

Abstract

Cahaya merupakan alat bantu utama pada perikanan bagan apung dan berfungsi sebagai pengumpul ikan. Sumber cahayanya sangat beragam, mulai dari petromaks, lampu pijar, lampu neon dan mercury. Nelayan terpaksa mulai meninggalkan pengunaan keempat lampu karena bahan bakar sebagai sumber energinya sangat mahal. Jenis sumber cahaya yang sangat berpeluang besar dikembangkan adalah lampu LED, karena lebih hemat energi, ramah lingkungan dan tahan lama. Uji coba lampu LED jenis HPL pernah dilakukan pada perikanan bagan tancap. Hasilnya membuktikan bahwa bagan yang mengoperasikan lampu HPL mendapatkan berat tangkapan 2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan bagan nelayan yang menggunakan lampu neon. Penelitian dilakukan untuk memperbaiki konstruksi penelitian sebelumnya agar pancaran cahayanya semakin luas. Selanjutnya, berat hasil tangkapan bagan apung yang mengoperasikan lampu berbeda dibandingkan. Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa penggunaan lampu konstruksi baru dapat meningkatkan berat hasil tangkapan bagan, tanpa mengurangi komposisi jenisnya. Hasilnya adalah berat total hasil tangkapan bagan yang mengoperasikan lampu dengan konstruksi baru mencapai 1494 kg yang didominasi oleh hasil tangkapan utama seberat 847 kg dan sampingan 647 kg, atau lebih tinggi dibandingkan hasil tangkapan total lampu konstruksi lama 788 kg  (433 kg; 355 kg). Komposisi jenis hasil tangkapan kedua lampu terdiri atas delapan jenis organisme yang sama, yaitu teri putih (Stolephorus buccaneeri), teri jengki, teri hitam, teri paku (Stolephorus indicus), cumi-cumi (Loligo sp.), pepetek (Leiognathus sp.), selar kuning (Selaroides leptolepis) dan tembang (Sardinella fimbriata).  Light is the main fish aggregat device on the lift net fishing as fish collector. The source of light is various, i.e. petromaks, fluorescent lamp, neon lamp, and mercury. The fisherman is forced to abandon the use of the lamps because the fuel cost is high. The kind of light sources that have big opportunity to be developed is LED because it is lower energy, enviromentally friendly, and durable. The trials of HPL lamp had been carried out on the lift net fishing. The result showed that the weight of fish catches on the lift net with HPL lamp was higher twice than lift net with neon lamp. The research handled to fix the contruction on the previous research was carried out to make the emission of the light widen. Then, the weight of fish catches on the lift net with different lamp could be compared. This research aimed to prove the use of lamp with new contruction could increase the weight of fish catches on the lift net without decreasing the species composition. The result showed the weight of fish catches on the lift net with new contruction was 1494 kg that was dominated by main catch 847 kg and by catch 647 kg or more than the total weight of the HPL-S lamp 788 kg (433 kg; 355 kg). the species composition of both of the lamp were 8 species, i.e, white ancovy, jengki ancovy, black ancovy, paku anchovy, squid, ponyfish, yellowtripe scad, fringescale sardinella.
Imitation Bait Colour of Skipjack Pole and Line Gondo Puspito
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.601 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.6.1.1-7

Abstract

A serial experimental fishing using skipjack pole and line had been carried out for 14 days from July to October 2007 in Banda Sea. The aim was to obtain the most productive colour of imitation bait to catch skipjack. The research tested three colours of imitation bait those were  red, silver and green. Result showed that the silver colour of imitation bait caught more skipjack than those two other colours. Its hook rate was 0.67 fish/minute, followed by red and green with hook rate of  0,58 fish/minute and 0.47 fish/minute.   Key Words: Imitation Bait, Life Bait, Pole and Line, Skipjack.
Co-Authors Abdulrahman, Idris Abualreesh, Muyassar Hamid Adiyanto, Fajar Agus Suherman Ainun Apriliyani Muhyun Ali Muntaha Andrew Amadeus Angga Hartono Ani Haryati, Ani Ari Purbayanto Arif, Hadi Sholekhan Arkan, Muhammad Zaky Ateng Supriatna Aulia, Deni Ayu Adhita Damayanti Bangun, Tri Nanda Citra Budhi Hascaryo Iskandar Budy Wiryawan Diana Agustina Diniah . Diniah Diniah Diniah Diniah Edy Miswar Eko Sri Wiyono Etty Riani Fadhilah, Harits Ridho Faik Kurohman Faik Kurohman Fakhri Kurniawan Fauzan Idris Maspeke Fikri Rizky Malik Fis Purwangka Fitrachman, Naufal Aqiel Fredinan Yulianda Fuah, Ricky Winrison Gatut Bintoro Hani Dwi Wijayanti Harry Santoso Hasrianti, Hasrianti Iin Solihin Imanuel M. Thenu Ismawan Tallo Januar, Januar Julia Eka Astarini Julius Mose Rahaningmas Kusuma, Mega Lembito, Hoetomo M. Fedi A. Sondita Malik, Fikri Rizky Mardiah, Ratu Sari Mihrobi Khalwatu Rihmi Misbah Sururi Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar Muhammad Natsir Kholis Muhyun, Ainun Apriliyani Mulyono S. Baskoro Mustaruddin Nasution, Defra Monika Noor Azizah Novita, Yopi Pambudi, Rilo Pratama, Gilar Budi Prihatin Ika Wahyuningrum Purnama Sukardi Putra, Demo Buana Rahantan, Ali Rahman, Muhamad Arif Retno Muninggar Rihmi, Mihrobi Khalwatu Rilo Pambudi Rolando Akbar Wenang Ronny I. Wahju Ronny Irawan Wahju Roza Yusfiandayani Salsabila, Sahda Santanumurti, Muhammad Browijoyo Septian Eka Satriawan Sri Suryo Sukoraharjo Sugeng Hartono Sukoraharjo, Sri Suryo Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Supriono Ahmad Syifa Nurul Aini Thomas Nugroho Tirtana, Denta Umam, Hairul Vemilia Wazir Mawardi Yopi Novita Zayyan, M Luthfi Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zurkarnain