Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Mahasiswa dalam Menyikapi Perbedaan Pemahaman dalam Beragama di Tengah Masyarakat Putry Ana Suryaningsih; Kayla Alfiana Wicaksono; Nabila Efa Hanifah; Muhammad Rafi Ardiansyah; Abdul Fadhil
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/k7kcfs78

Abstract

Perbedaan pemahaman dalam beragama merupakan hal yang tidak dapat dihindari di tengah masyarakat yang majemuk. Mahasiswa, sebagai bagian dari kelompok intelektual muda, memiliki peran strategis dalam membangun sikap toleransi dan moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran mahasiswa dalam menyikapi perbedaan pemahaman keagamaan agar tidak menimbulkan konflik sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research), yaitu dengan mengkaji berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang relevan dengan tema moderasi beragama dan peran mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahasiswa berperan sebagai agen perubahan yang dapat menyebarkan nilai-nilai toleransi, menghargai keberagaman, serta menjadi penggerak dialog antar umat beragama. Selain itu, mahasiswa juga berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan akademik maupun sosial. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi contoh dalam menerapkan sikap saling menghargai dan menjaga keharmonisan antar umat beragama di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Generasi Z dan Tantangan Islam di Era Digital Khodijatul Karimah; Khoiru Annisa Siregar; Muhammad Abdan Syakuro; Naisyifa Ravenny Fauzizah; Abdul Fadhil
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0fpj3819

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berinteraksi, belajar, dan beragama. Generasi Z, sebagai generasi yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi, menghadapi tantangan unik dalam menjaga nilai-nilai keislaman di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik Generasi Z dalam menjalani kehidupan keagamaan, mengidentifikasi tantangan yang muncul akibat derasnya arus informasi, serta menelaah strategi pendidikan Islam yang relevan untuk memperkuat karakter keislaman mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi agama membawa dampak positif berupa kemudahan akses terhadap dakwah dan pendidikan Islam, namun juga menghadirkan tantangan serius seperti pergeseran otoritas keagamaan, misinformasi, dan penurunan spiritualitas. Untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan penguatan literasi digital keagamaan, penerapan etika bermedia berbasis nilai Islam, serta kolaborasi antara pendidik dan kreator digital dalam membangun ekosistem dakwah yang adaptif dan kredibel. Dengan demikian, Generasi Z diharapkan mampu menjadi Muslim yang kritis, beretika, dan berdaya dalam memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan umat.
Studi Lapangan Terkait Hukum Islam dalam Budaya Viral antara Popularitas dan Prinsip Shafwah Natasya; Syafira Adelia; Tasya Octavia Putri; Azalea Putri Nabila; Abdul Fadhil
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zdpdvv48

Abstract

Perkembangan media sosial dalam satu dekade terakhir telah membentuk budaya viral yang memengaruhi cara masyarakat mengakses, memahami, dan memaknai informasi, termasuk konten keagamaan. Fenomena ini turut memengaruhi bagaimana hukum Islam dipersepsikan dan dipraktikkan di ruang digital, terutama ketika dakwah dan diskusi keagamaan disajikan dalam format singkat, cepat, dan visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya viral berdampak terhadap pemahaman mahasiswa mengenai prinsip-prinsip hukum Islam, serta menilai peran literasi digital dan pengaruh sosial dalam memoderasi hubungan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 25 mahasiswa aktif pengguna media sosial yang pernah terpapar konten Islam viral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya viral berpengaruh signifikan terhadap cara pandang keagamaan, kecenderungan mengikuti tren, serta pembentukan identitas keislaman mahasiswa. Meskipun demikian, mayoritas mahasiswa menunjukkan kesadaran syar’i yang baik, ditandai dengan kemampuan memfilter konten, memahami batasan etika digital Islam, dan mempertimbangkan validitas informasi sebelum menyebarkannya. Literasi digital dan pengaruh sosial terbukti ikut memengaruhi cara mahasiswa menafsirkan serta merespons konten keislaman viral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten Islam viral dapat menjadi sarana edukatif yang efektif apabila dikemas sesuai prinsip syariah, namun tetap berpotensi menimbulkan distorsi pemahaman jika tidak diimbangi dengan literasi keagamaan dan digital yang memadai.
Analisis Efektivitas Kajian Pemuda Muslim Melalui Online Meeting Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Faiqah Yasmin; Nadira Saskia; Nur Intan Cendrawasih; Abdul Fadhil
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/t41ett50

Abstract

Di era digital, pemanfaatan teknologi telah membuka peluang baru dalam pembelajaran agama Islam, khususnya melalui kajian online. Kajian daring memungkinkan masyarakat, terutama mahasiswa, untuk mengakses materi keagamaan tanpa batasan ruang dan waktu, serta menawarkan fleksibilitas dan efisiensi dalam pelaksanaannya. Artikel ini membahas peran kajian online sebagai media dakwah dan pembentukan karakter spiritual mahasiswa di tengah tantangan globalisasi dan tekanan akademik. Melalui pendekatan studi literatur dan analisis deskriptif terhadap kajian bertema Islamic Thinking in FOMO Era yang dilakukan secara daring di lingkungan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta, ditemukan bahwa meskipun kehadiran peserta cukup tinggi, keterlibatan aktif masih rendah. Faktor teknis dan minimnya interaksi emosional menjadi kendala utama dalam efektivitas kajian online. Namun, kajian daring tetap berperan penting dalam menjaga kesejahteraan spiritual dan membentuk nilai-nilai moral mahasiswa. Kajian ini menyoroti perlunya strategi interaktif dan sistem evaluasi yang lebih terstruktur agar transfer ilmu keagamaan dapat berjalan optimal di platform digital.
The Failure of Normative Ethics to Counter Disinformation in the Campus Ecosystem: A Case Study of Students at Jakarta State University Dinda Sasikirana; Keyla Kanigara; Muhammad Raihan Alhadi; Siti Hajar; Abdul Fadhil
Islamic Journal of Education Vol. 4 No. 2 (2025): Ijed: Islamc Journal of Education
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/3f7fw150

Abstract

The rapid proliferation of cyberspace has precipitated an epistemological crisis that demands analytical and ethical competencies beyond instrumental digital skills. This article deconstructs the perceptions of university students regarding the application of akhlakul karimah (noble character) as a foundational framework for critical social media literacy. Employing a sequential explanatory mixed-methods design, this study utilized a preliminary quantitative survey (N=45) to map normative claims, followed by in-depth qualitative interviews (N=7) with informants representing extreme behavioral anomalies. Findings reveal a profound epistemological paradox: while students demonstrate high conceptual awareness of digital politeness, they fundamentally reduce akhlakul karimah to passive normative compliance and conflict-avoidance strategies. Consequently, these ethical values fail to translate into critical evaluation skills, such as empirical source verification (tabayyun) and logical autonomy amidst disinformation. Further analysis indicates that this cognitive dissonance is exacerbated by confirmation bias, the Dunning-Kruger effect, and sociological repression within peer echo chambers. This study concludes that character education in higher learning institutions requires a radical pedagogical paradigm shift. Akhlakul karimah must be reconstructed from a passive metric of piety into an emancipatory analytical methodology, integrating scientific skepticism to fortify students' rational autonomy against the hegemony of algorithmic manipulation
Pengaruh Media Digital Terhadap Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta Hikmal Kanif Firdaus; Fahra Asri Dyta; Naurah Tsaniya Rahmawati; Talitha Salsabilla; Abdul Fadhil
Educational Journal Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xb8dg938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media digital terhadap minat belajar Pendidikan Agama Islam di kalangan mahasiswa. Perkembangan teknologi yang pesat menjadikan media digital sebagai sarana penting dalam proses pembelajaran, termasuk pada mata kuliah keagamaan. Namun, tingkat efektivitasnya dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa masih perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada mahasiswa dari berbagai program studi untuk mengetahui sejauh mana penggunaan media digital memengaruhi minat belajar mereka terhadap Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara penggunaan media digital dan minat belajar mahasiswa. Semakin sering mahasiswa memanfaatkan media digital seperti video pembelajaran, aplikasi interaktif, dan platform e-learning, semakin tinggi pula minat mereka dalam mempelajari Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media digital berperan penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital saat ini.
Student Lifestyle and Social Pressure in Educational Environment Muhibatul Muyasyaroh; Adinda Sabrina Salsabila; Muhammad Syafiurrahman; Muhammad Ryja Baihaqi; Abdul Fadhil
Kawakib: Journal of Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/kawakib.v2i4.50

Abstract

The world of education today is not only a space for academic development but also a social arena where students' identity and existence are shaped. Along with the massive development of digital technology and social media, there has been a significant shift in student lifestyles that triggers the emergence of a consumerist culture, the "flexing" phenomenon, and the fear of missing out (FOMO). This article aims to examine the lifestyle of students and the forms of social pressure (peer pressure) that arise within the educational environment, along with their impacts on students' psychosocial development. The method used in this writing is a literature review sourced from books, scientific articles, and other relevant references. The results of the discussion indicate that the strong urge to conform to the standards of both digital and real social groups has shifted students' social interaction patterns from face-to-face to online communication. The combination of modern lifestyle demands and academic expectations from teachers, parents, and institutions potentially creates a double burden that triggers anxiety, low self-esteem, and a decline in students' mental health. Through this study, it is hoped that educators, parents, and students can reflect together to create a healthier, more adaptive, and supportive educational environment.
Modernisasi Pendidikan Islam di Indonesia: Kajian Historis Terhadap Transformasi Lembaga dan Metodenya Arum Puspita; Taqiyyah Jannatul Ma’wa; Muhammad Rafi Purnawijaya; Abdul Fadhil
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/gtw1g122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses modernisasi pendidikan Islam di Indonesia dengan meninjau transformasi historis lembaga, kurikulum, dan metode pembelajarannya. Fokus utama penelitian diarahkan pada bagaimana pendidikan Islam beradaptasi terhadap perubahan sosial, politik, budaya, ekonomi, dan teknologi sejak masa kolonial hingga era kontemporer melalui inovasi kelembagaan dan metodologis. Menggunakan pendekatan kualitatif historis dengan metode studi pustaka, analisis dokumen, kajian literatur, dan telaah arsip. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder seperti arsip, buku, artikel, laporan penelitian, serta jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi pendidikan Islam di Indonesia terjadi melalui diversifikasi lembaga, integrasi kurikulum, dan inovasi metode pembelajaran. Pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi Islam secara bertahap mengadopsi sistem administrasi modern, ilmu pengetahuan umum, dan platform pembelajaran digital. Transformasi ini juga memperkuat profesionalisme pendidik, memperluas akses pendidikan, serta meningkatkan relevansi pendidikan Islam terhadap kebutuhan masyarakat modern. Penelitian ini menyajikan pemetaan historis yang komprehensif mengenai proses modernisasi pendidikan Islam di Indonesia, serta menekankan dinamika interaksi antara sistem tradisional dan modern serta memberikan wawasan baru tentang kesinambungan dan transformasi adaptif yang membentuk identitas lembaga pendidikan Islam. Temuan ini memperluas pengetahuan tentang evolusi pendidikan Islam di era modern.
The Existence of Hadroh within the Dynamics of Islamic Civilization: A Literature Analysis of the Role of Art as a Medium for Da'wah and Character Education Rifdah Arifah; Haura Nida Hanifah P.R; Aidil Fazlur Rahman Nasution; Saiful Ramadhan; Abdul Fadhil
Al-Hukumah: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/al-hukumah.v2i4.49

Abstract

Hadroh is an Islamic art form originating from the Middle Eastern religious musical tradition and developing as part of Islamic culture in Indonesia. Besides being a form of religious entertainment, Hadroh also serves as a medium for da'wah (Islamic outreach) and character education, embodying religious values, discipline, responsibility, and social solidarity. In the era of globalization and the development of digital technology, Hadroh's existence faces challenges from global popular culture, which is widely sought after by the younger generation. This study aims to analyze Hadroh's role as a contemporary da'wah medium and a means of character education through a literature review. Data were obtained from scientific journal articles from 2020–2026 accessed through Google Scholar and Sinta, then analyzed using content analysis methods. The results show that Hadroh has strong historical roots in Islamic civilization and is able to adapt to current developments through digital media. Furthermore, Hadroh activities are considered effective in instilling character values ​​in the younger generation through an artistic and cultural approach. Thus, Hadroh continues to exist as a relevant Islamic cultural heritage in strengthening the religious identity of young Indonesian Muslims.
Budaya Konten Instan dan Karakteristik Belajar Generasi Alpha: Telaah terhadap Narasi Lost Generation di Era Digital Dina Awaliyah Nurrohmah; Sofia Zaeti Nur Siregar; M Daffa Isnan Effendi; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 6 (2026): Advances In Education Journal (Juni)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relationship between instant-content culture and the learning characteristics of Alpha Generation in the digital era, as well as its relevance to the emerging lost generation narrative. This research employed a qualitative literature review method by analyzing relevant national and international scholarly publications on Alpha Generation, digital media, social media use, digital literacy, and learning processes. The findings indicate that the widespread consumption of short-form content through digital platforms encourages fast, visual, and practical learning habits among Alpha Generation students. However, excessive exposure may reduce attention span, learning concentration, and critical and reflective thinking skills. The study also reveals that the lost generation narrative cannot be accepted uncritically, as Alpha Generation possesses strong technological adaptability and digital creativity. Therefore, digital literacy development, parental supervision, and critical-thinking-oriented learning are essential to maximize the benefits of technology while minimizing its educational risks.
Co-Authors Aaliyah Putri Dwi Sari Abdul Halim Adinda Sabrina Salsabila Adinda Wardah Fitriah Aditya Andung Saputra Afifa Nurhaliza Ahmad Bludan Vija Ahmad Hakam Ahmad Rahman Kelrey Ahmad ` Hakam Aidil Fazlur Rahman Nasution Ainun Syahrani Aisyah Putri Santoso Alfath Oktaraya Adoe Alif Mochamad Ridwan Alifah Khairunnisa Aliyah Nazwa Amaliyah Amaliyah Ammar Ammar Ammar Ananda Nur Husain Al-Hafifi Andika Febriansyah Andy Hadiyanto Arum Puspita Aulawiyah Hidayati Aura Awaliyah Azzahrah Ridwan Azalea Putri Nabila Bunga A Dama Calya Lardianata Dewi Anggraeni Dewi Anggraeni Dhia Fauzan Diah Rahayu Dina Awaliyah Dina Awaliyah Nurrohmah Dina Wulandari Dinda Sasikirana Dio Aryansyah Fadlil M. Manshur Fahra Asri Dyta Fahreza Achmad Rizky Faiqah Yasmin Faizah Faizah Fajar Trihadi Farhan Fahreza Farinsyah Malik Fathima Zahra Fatihah Azizah Fikron Yunus Fildzah Amelia Fitriyah Maharani Habibi Ramadhan Hana Kamilah Hanina Najma Adzkia Haura Nida Hanifah P.R Hikmal Kanif Firdaus Hilwa Andini Khairunnisa Imam Qosthalani Kallyn Nasywa Hafizhah Kayla Alfiana Wicaksono Keyla Kanigara Khairunnisa Irmaliya Khilda Millatul Haq Khodijatul Karimah Khoiru Annisa Siregar Khusnul Arifin M Daffa Isnan Effendi M. Sahril Muh Fauzan Nastiar, Juanita Nur Istiqomah Putri, Arga Sabda Wiguna, Ahmad Ridwan Muhamad Januar Fabiyano Muhammad Abdan Syakuro Muhammad Alfito Deanoza H Muhammad Chepy Revy Muhammad Davi Muhammad Fakhri Hibatillah Muhammad Fatthar Adha Chiessa Muhammad Irfan Muhammad Irfan Irfan Muhammad Ismail Habibullah Muhammad Rafi Ardiansyah Muhammad Rafi Purnawijaya Muhammad Raihan Alhadi Muhammad Ryja Baihaqi Muhammad Syafiurrahman Muhibatul Muyasyaroh Nabila Efa Hanifah Nabila Ramadhani Nabilah Nurjannah Nadia Chairiyah Syah Nadira Saskia Nafisah Azka Sabila Naisyifa Ravenny Fauzizah Najwa Isaura Sabila Najwa Salsabila Agustina Nasywa Annisi Lillah Naurah Tsaniya Rahmawati Nayla Ramadhani Nilam Lestari Pane Nindya Alya Ramiza U Nur Intan Cendrawasih Puja Maharani Putri Salma Putri Zahra Ramadani Putry Ana Suryaningsih Raden Rizky Amaliah Rafi Ahlina Majid Rafiq Alim Ramadhan Rahma Dinda Rif'atul Hasanah Rifdah Arifah Rihlah Nur Aulia Riva Syifaullana Rizki Fauzan Rizki Maulana Rizky Aditya Ramadhan Rizqia Salsabila Putri Romi Nursyam Rufaidah Ryan Zeini Rohidin Sabillah Aiska Saiful Ramadhan Salsabila Rahmadani Sangidu Sangidu Sarah Sakhowah Sari Narulita Sayyid Arkan Nizami Shafwah Natasya Sirojuddin As"ad Siti Hajar Siti Tasliyah Sofia Zaeti Nur Siregar Sulistia Salsabiilaa Syafira Adelia Syahla Salsabila Syifa Fajriyah Syifa Karimah putri Talitha Salsabilla Taqiyyah Jannatul Ma’wa Tasya Octavia Putri Yasmin Nur Iman Yudwy Pradipta Zahra Aisyah Putri Zhafira Ramadhani Zulkifli Lubis