Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

SURVEY KEPADATAN LALAT DI BBKK SURABAYA WILAYAH KERJA BANDARA JUANDA PADA JANUARI – DESEMBER 2024 Cahyani, Andini Septya; Lusno, Muhammad Farid Dimjati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44858

Abstract

Lalat merupakan salah satu vektor yang dapat menyebarkan berbagai penyakit, sehingga pengendalian populasi lalat sangat penting, terutama di area yang memiliki banyak aktivitas manusia, seperti bandara. Di Bandara Juanda, populasi lalat dapat berkembang pesat akibat suhu dan kelembaban yang mendukung, serta adanya sumber makanan dan tempat berkembang biak seperti sampah atau sisa makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu, kelembaban, dan pengendalian kimia terhadap kepadatan populasi lalat di lokasi tersebut. observasi lapangan dengan pengukuran suhu, kelembaban, dan pengendalian lalat menggunakan insektisida Lamda Cyhalothrin. suhu rata-rata di lokasi berkisar antara 28°C hingga 34°C dan kelembaban antara 68% hingga 71%. Meskipun penyemprotan dilakukan secara rutin pada bulan Februari, April, Juni, dan Agustus, pengendalian lalat tidak maksimal. Hal ini disebabkan oleh resistensi terhadap insektisida dan kurangnya kebersihan di lingkungan sekitar TPS yang menjadi tempat berkembang biak lalat. Pengendalian yang lebih efektif memerlukan perbaikan kebersihan lingkungan dan rotasi penggunaan insektisida. Untuk mengurangi populasi lalat secara efektif, diperlukan pendekatan komprehensif yang mencakup pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, serta penggunaan insektisida yang lebih bervariasi.
EFEKTIVITAS IKAN CUPANG (BETTA SPLENDENS) SEBAGAI PREDATOR ALAMI LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI Akasa, Vivin Asniyah; Lusno, Muhammad Farid Dimjati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45315

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Chikungunya, dan Zika yang saat ini kerap menjadi permasalahan kesehatan di ranah global. Indonesia sebagai negara endemis DBD menunjukkan tren peningkatan angka kesakitan dari tahun ke tahun serta wilayah penyebaran semakin meluas. Adapun penggunaan insektisida kimia dalam pengendalian vektor sering menghadapi kendala resistensi dan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas ikan cupang (Betta splendens) sebagai predator alami larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan menelaah artikel ilmiah terpublikasi lima tahun terakhir yang diakses melalui database Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Analisis dilakukan terhadap jumlah larva yang dikonsumsi, waktu predasi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas predasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan cupang memiliki kemampuan predasi 97-98% terhadap larva Aedes aegypti dalam waktu 24 jam. Varietas ikan cupang plakat multiwarna dan plakat koi multicolor memiliki waktu predasi tercepat (2,0-2,9 menit untuk 25 larva). Efektivitas predasi dipengaruhi oleh varietas ikan, volume air, dan suhu lingkungan. Kesimpulan penelitian ini yaitu ikan cupang (Betta splendens) terbukti sangat efektif sebagai predator alami larva nyamuk Aedes aegypti dan dapat direkomendasikan sebagai agen pengendalian biologis yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan dapat diintegrasikan dalam strategi pengendalian vektor terpadu untuk mengatasi penyakit tular vektor.
LITERATURE REVIEW : DAMPAK PAPARAN PM2.5 TERHADAP GANGGUAN PERNAPASAN PEKERJA YANG BERISIKO TINGGI Safitri, Berliana Putri; Lusno, Muhammad Farid Dimjati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45316

Abstract

Polusi udara akibat aktivitas industri merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan peningkatan kadar PM2.5. Paparan PM2.5 dapat menyebabkan efek merugikan bagi kesehatan seperti iritasi saluran pernapasan bahkan penyakit pernapasan kronis. Gangguan pernapasan yang disebabkan oleh PM2.5 tidak hanya berpengaruh pada produktivitas pekerja, tetapi juga terhadap kualitas hidup secara keseluruhan. Pada pekerja yang bekerja di sektor industri pertambangan, manufaktur, pelabuhan, dan industri kapal berisiko tinggi terhadap paparan PM2.5. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan data sekunder dari penelitian lima tahun terakhir dan berkaitan dengan topik pembahasan. Teknik pengambilan data menggunakan database Google Scholar, Pubmed, dan Scopus yang sesuai dengan kriteria inklusi. Artikel yang tidak relevan akan dieliminasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari sembilan artikel berbeda, variabel yang diteliti memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan pernapasan pada pekerja. Sebagian besar artikel yang diteliti memiliki konsentrasi PM2.5 yang tinggi. Dampak paparan PM2.5 menyebabkan gangguan pernapasan ringan pada pekerja hingga gangguan fungsi paru. Selain itu, terdapat faktor risiko lain yang berhubungan dengan gangguan pernapasan pada pekerja seperti karakteristik pekerja (seperti umur, status gizi, dan riwayat penyakit), perilaku pekerja (status merokok, dan penggunaan APD), serta karakteristik pekerjaan (lama kerja, masa kerja). Hasil analisis terhadap sembilan artikel menunjukkan bahwa paparan PM2.5 dengan konsentrasi yang melebihi nilai ambang batas memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan pernapasan pekerja.
ANALISIS EFEKTIVITAS LAMBDACYHALOTRIN TERHADAP POPULASI AEDES AEGYPTI DI WILAYAH BUFFER BANDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA Zufar, Muhammad Nobel Mumtaz; Lusno, Muhammad Farid Dimjati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45372

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan Aedes aegypti sebagai vektor utamanya. Bandara Internasional Juanda sebagai pintu masuk internasional memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit yang ditularkan oleh vektor. Pengendalian populasi vektor nyamuk di wilayah buffer bandara menjadi prioritas dalam mencegah penyebaran penyakit. Lambda-cyhalothrin, insektisida golongan piretroid, digunakan secara luas untuk pengendalian nyamuk dewasa melalui metode pengasapan (fogging). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas lambda-cyhalothrin dalam membunuh populasi Aedes aegypti di wilayah buffer Bandara Internasional Juanda, serta menentukan status kerentanan vektor terhadap insektisida tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis data sekunder hasil uji kerentanan yang dilaksanakan oleh Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya. Uji dilakukan menggunakan metode WHO dengan impregnated paper mengandung lambda-cyhalothrin, serta observasi kematian nyamuk setelah 24 jam masa pajanan. Koreksi angka kematian dilakukan menggunakan rumus Abbott jika diperlukan. Hasil menunjukkan tingkat kematian nyamuk Aedes aegypti mencapai 100% pada kelompok uji, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 3%. Setelah dikoreksi, tingkat kematian tetap 100%, mengindikasikan bahwa populasi nyamuk masih rentan terhadap lambda-cyhalothrin. Lambda-cyhalothrin masih efektif dalam mengendalikan populasi Aedes aegypti di wilayah buffer Bandara Internasional Juanda. Namun, penggunaan jangka panjang harus disertai strategi manajemen resistensi untuk mencegah terbentuknya populasi resisten.
ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN: PAJANAN TIMBAL PADA PEKERJA PENGECATAN DI PT X Kamilah, Dhia Anindita; Lusno, Muhammad Farid Dimjati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45512

Abstract

Paparan timbal (Pb) di lingkungan kerja, khususnya pada proses pengecatan kendaraan bermotor, menjadi isu kesehatan yang penting karena sifat toksik dan bioakumulatifnya. PT X, sebagai perusahaan manufaktur kendaraan roda dua, memiliki area pengecatan yang berpotensi menghasilkan paparan timbal melalui jalur inhalasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan akibat paparan timbal pada pekerja produksi unit pengecatan di PT X dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan rancangan cross-sectional yang dilakukan pada Oktober–Desember 2024 terhadap 55 pekerja berjenis kelamin laki-laki. Data diperoleh melalui pengukuran kadar timbal (Pb) di udara dan karakteristik individu pekerja, seperti berat badan, durasi dan frekuensi pajanan. Konsentrasi timbal (Pb) yang terukur sebesar 0.003 mg/m³ dan masih berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) menurut Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Namun, hasil perhitungan Risk Quotient (RQ) menunjukkan bahwa sebagian pekerja memiliki nilai RQ > 1, yang mengindikasikan risiko kesehatan non karsinogenik akibat paparan kronis meski termasuk dalam kategori rendah. Faktor seperti durasi kerja yang panjang dan berat badan menjadi penentu utama besarnya nilai RQ. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan risiko melalui upaya teknis, administratif, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) terbukti menjadi pendekatan yang efektif untuk mengidentifikasi risiko kesehatan akibat logam berat di industri, serta memberikan dasar ilmiah dalam perumusan kebijakan pencegahan dan perlindungan pekerja.
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Mangan (Mn) Pada Air Minum Isi Ulang di Pulau Kecil Sila, Nurlia; Sudarmaji; Dimjati Lusno, Muhammad Farid; Handayani, Sri
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 17 No 1 (2025): Januari-April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v17i1.1662

Abstract

Ringkasan: Latar Belakang: Pulau kecil menghadapi keterbatasan sumber daya air bersih, sehingga masyarakat bergantung pada Air Minum Isi Ulang (AMIU) dari sumur bor yang rentan kontaminasi mangan (Mn). Mangan dalam konsentrasi tinggi berpotensi menyebabkan gangguan neurologis dan dampak neurotoksik, terutama pada kelompok rentan. Tujuan: Menganalisis konsentrasi mangan dalam AMIU dan menilai risiko kesehatan masyarakat Pulau Barrang Lompo menggunakan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Metode: Penelitian observasional analitik dengan pengambilan sampel air dari tiga Depot AMIU dan survei 193 responden masyarakat. Analisis data menggunakan pendekatan ARKL meliputi identifikasi bahaya, analisis dosis-respon, analisis pemajanan, dan karakterisasi risiko. Hasil: Konsentrasi mangan dalam AMIU sebesar 0,0043 mg/L, masih di bawah baku mutu 0,1 mg/L. Nilai Risk Quotient (RQ) saat ini 0,002 menunjukkan kategori aman. Proyeksi jangka panjang menunjukkan peningkatan kadar mangan hingga 0,0351 mg/L dalam 30 tahun pada skenario optimis. Simpulan: Konsumsi AMIU saat ini masih aman, namun proyeksi menunjukkan potensi peningkatan risiko jangka panjang. Saran: Diperlukan pemantauan berkala kualitas air, penerapan sistem pengolahan efektif, dan kebijakan pengelolaan air berkelanjutan untuk mencegah risiko kesehatan akibat akumulasi mangan.
Gambaran Kondisi Lingkungan dan Kualitas Air Bersih Rumah Balita Stunting di Kabupaten Kediri: Pengabdian Lilis Sulistyorini; R.Azizah; Novi Dian Arfiani; J.Mukono; Soedjajadi Keman; Ririh Yudhastuti; Sudarmaji; Retno Adriyani; Corie Indria Prasasti; Muhammad Farid Dimjati Lusno; Kusuma Scorpia Lestari; Khuliyah Candraning Diyanah; Aditya Sukma Pawitra; Zida Husnina; Ratna Dwi Puji Astuti; Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani; Endang Dwiyanti; Hana’ Izdihar; Avita Fitri Agustin; Yulfa Tiara Kencana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2057

Abstract

Indonesia has the third highest prevalence of stunting in Southeast Asia. One of the main factors is poor environmental hygiene and sanitation, which causes infections and impaired nutrient absorption in children under five. Inadequate sanitation and poor water quality increase the risk of stunting. In Silir Village, Wates Sub-district, there were 18 cases of stunting in December 2023. To address this, a holistic approach is needed, including the implementation of the 5 Pillars of Community-Based Total Sanitation (STBM). The community service was conducted in three stages: preparation, implementation, and evaluation. Activities included water quality checks (all water samples contained E.coli), hygiene education, sanitation inspections, and assistance with water, waste, and liquid waste management. Education related to stunting and environmental conditions was conducted, along with a pre-test and post-test that showed an increase in the average score from 69.9 to 73.1. Further intervention is needed to improve the bacteriological quality of drinking water in the homes of stunted toddlers in Silir Village.
EVALUASI KEPATUHAN KUALITAS AIR HASIL PROSES PENGOLAHAN DI WATER TREATMENT PLANT KALIMAS TERHADAP STANDAR BAKU MUTU KESEHATAN LINGKUNGAN Hagai, Steven; Lusno, Muhammad Farid Dimjati; Utama, Mas Adhi Hardian; Nurhayati, Siti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46707

Abstract

Pendahuluan: Dewasa kini pemenuhan akan kebutuhan air bersih maupun air minum diusahakan melalui proses pengolahan di instalasi pengolahan air atau water treatment plant. Begitu juga yang terjadi di sekitar wilayah pelabuhan Tanjung Perak, kebutuhan akan air bersih didistribusikan melalui hasil pengolahan air di water treatment plant Kalimas, bahkan air tersebut juga digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan pangan yang diperjualbelikan. Oleh karena itu penelitian ini akan mengevaluasi kepatuhan kualitas air hasil proses pengolahan dari water treatment plant Kalimas terhadap standar baku mutu kesehatan lingkungan yang dipersyaratkan untuk memastikan kelayakan dan keamanan air serta tidak berdampak menimbulkan masalah kesehatan Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berupa media lingkungan yaitu air hasil proses pengolahan di water treatment plant Kalimas. Data hasil pengujian laboratorium kualitas air dikumpulkan melalui arsip dokumen yang dimiliki oleh Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya Wilayah Kerja Perak. Analisis data fokus pada komparatif hasil uji kualitas air dengan persyaratan yang termuat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023. Hasil: Secara keseluruhan hampir seluruh parameter yang dipersyaratkan memenuhi kepatuhan terhadap standar baku mutu kesehatan lingkungan. Beberapa parameter yang masih ditemukan memiliki nilai melampaui kadar yang diperbolehkan diantaranya TDS, kekeruhan, warna, mangan, dan aluminium Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pihak pengelola perlu mempertimbangkan melakukan perbaikan terhadap faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpatuhan beberapa parameter dapat terjadi
Kebersihan Diri dan Sanitasi Rumah pada Anak Balita dengan Kecacingan Yudhastuti, Ririh; D. Lusno, M. Farid
Kesmas Vol. 6, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, prevalensi kecacingan berada pada kisaran 45% - 65% dan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting. Berbagai cacing yang menginfeksi anak berusia di bawah 12 tahun dengan prevalensi tinggi meliputi Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Ancylostoma duodenale, Necator americanus, dan Enterobius vermicularis. Infeksi cacing perut diduga menyebar melalui sanitasi lingkungan dan higiene perorangan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lingkungan rumah dan kejadian kecacingan pada anak di bawah lima tahun (balita). Penelitian dilaksanakan pada anak balita di Kampung Keputih Kecamatan Sukolilo Surabaya selama bulan Maret – Mei 2010 dengan desain penelitian kasus kontrol terhadap 51 kasus dan 51 kontrol. Pengumpulan data melalui pemeriksaan laboratorium, wawancara, dan observasi. Analisis data dengan uji chi square dan regresi logistik. Prevalensi kejadian kecacingan dengan pemeriksaan tinja pada anak balita adalah 9,8%. Faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada anak balita adalah keberadaan sarana sanitasi (jamban) (OR = 5,245), kebiasaan buang air besar (BAB) (OR = 4,821), masih adanya lantai tanah (OR = 5,342), kebiasaan cuci tangan setelah BAB (OR = 4,654), dan pengetahuan ibu tentang kecacingan (OR = 2,425). Disarankan untuk pengadaan jamban yang memenuhi syarat kesehatan dan plester rumah, meningkatkan penyuluhan pada orang tua balita dan kader kesehatan tentang kejadian kecacingan. In Indonesia, helminthiasis is still a public health problem due to its prevalence. The prevalence is 45% - 65%. The species of helminthes whom infecting children under 12 years old are Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Ancylostoma duodenale, Necator americanus, and Enterobius vermicularis. It suspected that infestation of helmint can transmit through lack of environment sanitation and personal hygiene. The objective of research was analyze an association between housing environmental and helminthiasis among students of early childhood age. This research conducted since March until May 2010 with case control design and sample size was 51 subjects for cases and 51 subjects for control. Data analysis used chi square test and logistic regression. The prevalence of helminthiasis with feces examination among the students was 9,8%. The factors associated with helminthiasis were presence of latrines (OR = 5,245), defecation habits (OR = 4,821), type of floor (OR = 5,342), washing hands after defecation (OR = 4,654), and parental knowledge (OR = 2,425). It’s appleated to provide a close with good standard of environmental health, making the cement floor, increase knowledge about helminthiasis and the risk factors
Analisis Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Perilaku Berisiko Dengan Angka Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Desa Mayangrejo Putra, Anak Agung Sagung Ayu Saraswati; Arini, Shintia Yunita; Lusno, Muhammad Farid Dimjati; Ardyanto w, Denny; Irwanto, Bian Shabri Putri; Syafi'i, Imam; Fadli, Rino Choirul; Rokhman, Arifatur
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2023): EDITION JULY 2023
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v11i2.4005

Abstract

Dengue hemorrhagic fever emerges in tropical countries like Indonesia. Bojonegoro is one of the highest districts with increased cases in East Java. The high incidence of dengue hemorrhagic fever in Bojonegoro is riveting to be explored related to some causative factors, including education and community behavior. Moreover, education affects an individual level of knowledge, which will impact a person's behavior that potentially affects the public health degree, especially the incidence of dengue hemorrhagic fever. This study aimed to determine the relationship between education and risky behavior in dengue hemorrhagic fever incidence in Mayangrejo Village, Bojonegoro Regency, East Java. A cross-sectional approach was used within a total population of 302 participants, and the Lemeshow sampling technique reached 67 respondents. Data were collected using a questionnaire distributed to residents' homes, while the Fisher's Exact Test was used for data analysis. The results showed a significant relationship between behavior and the incidence of dengue hemorrhagic fever (p-value = 0.024), and there was a relationship between education level and the incidence of the disease (p-value = 0.022). Performing health education and undertaking one House one Jumantik program is then recommended. 
Co-Authors Aditya Sukma Pawitra Afriani, Novi Dian Agustin, Avita Fitri Ainsyah, Rachmah Wahyu Akasa, Vivin Asniyah Aldio Yudha Trisandy Anak Agung Sagung Ayu Saraswati Putra Arifatur Rokhma Avita Fitri Agustin Bian Shabri Putri Irwanto Budi Utomo Cahyani, Andini Septya Corie Indria Prasasti Corie Indria Prasasti Corie Indria Prasasti Desi Listianingsih Diana Agustina Diansanto Prayoga Endang Dwiyanti Eny Rohmawati Fadli, Rino Choirul Farid, Abdul Fattah Farid, Muhammad Rifqo Hafidzudin Hagai, Steven Hana’ Izdihar Handayani, Sri Hari Basuki Notobroto Imam Syafi’i Izdihar, Hana’ J Mukono J. Mukono J.Mukono Jassey, Babucarr Kamilah, Dhia Anindita Kencana, Yulfa Tiara Khairudin Khairudin Khuliyah Candraning Diyanah Kusuma Scorpia Lestari Kusuma Scorpia Lestari Kusuma Scorpia Lestari, Kusuma Scorpia Kusuma Wardani, Ratnaningtyas Wahyu Lilis Sulistyorini M. Rifqo Hafidzudin Farid Margarita Maramis, Margarita Mohd Talib Latif Muhammad Azmi Maruf Naser, Mhd. Izzan Novi Dian Arfiani Nuzulul Kusuma Putri Putra, Anak Agung Sagung Ayu Saraswati R Azizah R. Azizah R.Azizah Ratna Dwi Puji Astuti Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani Retno Adriyani Rino Choirul Fadli Ririh Yudhastuti Ririh Yudhastuti Rizaldi, M Addin Rokhman, Arifatur Safitri, Berliana Putri Saleh, Tania Ardiani Setya Haksama Shintia Yunita Ariani Shintia Yunita Arini, Shintia Yunita Sila, Nurlia Siti Nurhayati Soedjajadi Keman Sri Wiwoho Mudjanarko, Sri Wiwoho Sudarmaji Sudarmaji Sudarmaji SUDARMAJI SUDARMAJI Sulistiawati Susanto, Beni Hari Syadza Syahrah Shedyta Syafi'i, Imam Syahrania Naura Shedysni Utama, Mas Adhi Hardian Yeni Dhamayanti Yulfa Tiara Kencana Yustinus Denny Ardyanto Zida Husnina Zida Husnina Zufar, Muhammad Nobel Mumtaz