Claim Missing Document
Check
Articles

Kedudukan Wakaf Atas Tanah Wakaf Tanpa Sertifikat di Kabupaten Bulukumba: Perspektif Mazhab al-Syafi’i dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Magfirah, Nurul Izzah; Ilyas, Musyfikah; Erlina, Erlina
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 4 ISSUE 2, MAY 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.vi.32076

Abstract

Wakaf merupakan salah satu dokumen terpenting dalam pembangunan wakaf Indonesia. Dalam Pelaksanaannya membutuhkan sertifikat untuk meneguhkan kedudukan wakaf. Pokok pembahasan dalam penelitian ini adalah bagaimana Kedudukan Wakaf Atas Tanah Wakaf Tanpa Sertifikat Perspektif Mazhab al-Syafi’i dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004; Di Masjid Nur Rahmah Kelurahan Ela-Ela Kecamatan Ujungbulu Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Mazhab Syafii dan Undang-Undang No 41 Tahun 2004 Tentang pelaksanaan wakaf tanpa sertifikat Wakaf di Kelurahan Ela-Ela Kecamatan Ujungbulu Kabupaten Bulukumba. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif yang berusaha mendapatkan informasi tentang objek yang di teliti sesuai realitas yang ada pada masjid Nur Rahman. Dengan menggunakan metode wawancara dan pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Nur Rahman belum memiliki sertifikat wakaf hingga saat ini dikarenakan terkendala pada pengurusan berkas serta kurangnya perhatian pengurus masjid Nur Rahman. Menurut Undang –Undang No 41 Tahun 2004 bahwa tanah wakaf tersebut harus di sertifikatkan agar memilki kepastian hukum apabila suatu saat terjadi sengketa pada masjid tersebut. Sedangkan menurut pandangan Ulama Syafii, wakaf tersebut telah sah karena telah diikrarkan oleh wakif.
Analisis Mazhab Fikih terhadap Wakaf Diri: Studi Kasus Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin Saputra, Ilham; Amin, Abd. Rauf Muhammad; Ilyas, Musyfikah
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 4 ISSUE 3, SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.vi.32997

Abstract

Wakaf memiliki berbagai jenis, selain wakaf uang, logam mulia, surat berharga, kendaraan, hak sewa dan sebagainya, manusia (jiwa) pun bisa menjadi bagian dari jenis harta benda wakaf (wakaf bergerak). Pokok masalah pada penelitian ini adalah bagaimana Eksistensi wakaf jiwa di pondok pesantren Sultan Hasanuddin, serta Pandangan Imam Mazhab mengenai wakaf jiwa di Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin.Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Eksistensi wakaf jiwa di pondok pesantren Sultan Hasanuddin, serta Pandangan Imam Mazhab mengenai wakaf jiwa di Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan atau field research kualitatif yang bersifat deskriptif dengan sumber data primer berupa hasil wawancara dan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, skripsi, tesis yang terkait dengan penelitian ini. Setelah mendapatkan data yang diperlukan, maka dilakukan editing, koding, dan identifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eksistensi wakaf jiwa di pondok pesantren sultan hasanuddin sejak di dirikan hingga saat ini, masih terus ada dan berlanjut hingga saat ini. Selain itu, Pelaksanaan wakaf jiwa yang ada di pondok pesantren sultan hasanuddin diperbolehkan menurut hukum islam dan sesuai dengan pendapat imam mazhab yaitu Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki. Dengan adanya santri yang mewakafkan dirinya, semoga budaya yang sudah ada sejak lama di pondok pesantren sultan hasanuddin tetap terjaga dan tidak hilang terbawa oleh perkembangan zaman.
HAK SEWA SEBAGAI HARTA BENDA WAKAF PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Hilman, Nur Insyirah; Patimah; Musyfikah Ilyas
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v5i1.30844

Abstract

The development of waqf at this time was very rapid and varied, both the waqf property for good and for a certain period of time. This study aims to determine the existence and views of Islamic law on rental rights as waqf property and the implementation of RI Law no. 41 of 2004 concerning waqf. This research is library research in which the collection of information and data is obtained from various literatures, theses and related books. The results of this study indicate that the existence of lease rights as waqf property in order to obtain benefits from the waqf property. The enactment of the waqf law is expected to make the public more aware of waqf and professional management to produce something more tangible. Islamic law allows rental rights as waqf property because there are no legal provisions that explicitly prohibit it and the development of waqf comes from the results of ijtihad. Reviewing the public's understanding of waqf, which may have been a mistake in understanding the implementation of waqf due to the lack of evidence that discusses waqf. Therefore, it is necessary to socialize about waqf both regarding waqf property, the purpose and function of waqf itself by looking at the social conditions of the community.
PANDANGAN ‘URF TERHADAP PROSESI ADAT KARIA PADA MASYARAKAT MUNA DI KELURAHAN LAIWORU KECAMATAN BATALAIWORU KABUPATEN MUNA Mohasa, Muhammad Fajri; Musyfikah Ilyas; Abdul Syatar
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v5i1.32862

Abstract

Abstract Karia custom is a custom carried out by the Muna community who are Muslim. The main problem of this research is the 'urf' view of the traditional karia procession in the Muna community in Laiworu Village, Batalaiworu District, Muna Regency with sub problems, namely:1. How is the practice of performing traditional caries in the Muna community in Laiworu Village, Batalaiworu District, Muna Regency? And 2. What is 'urf's view on the practice of performing traditional caries in the Muna community in Laiworu Village, Batalaiworu District, Muna Regency? This type of research is a field research (field research), which is descriptive qualitative. The research approach used is the 'Urf approach and the Socio-cultural approach. The results of this study indicate that: Karia is one of the customs of the Muna tribe that has been passed down from generation to generation. And the karia custom is a custom that includes 'urf sahih, meaning that the karia custom is a custom that is allowed in Islam. The implication of this research is that for the Muna Regency Government, adat karia as cultural heritage values ​​should be preserved, especially noble values ​​in the implementation of adat karia to shape women's personalities in living married life. Keywords: karia custom, Islamic law, ‘urf
PERAN BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL DALAM PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DI BULUKUMBA Jabal Nur; Siti Aisyah; Musyfikah Ilyas
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 3
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v5i3.33088

Abstract

The focus of this research is on the utilization of zakat in the field of education by the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) in Bulukumba and the challenges it faces in the management and distribution of zakat funds in Bulukumba. This research is a field study, descriptive in nature, with an empirical juridical and sharia approach. The results show that the role of zakat in the development and enhancement of education in Bulukumba, managed by BAZNAS Bulukumba, can be seen from the effectiveness of educational programs, which include assistance for study completion, tuition assistance for underprivileged and high-achieving students, provision of uniforms and school supplies for students, distribution of smart bag packages for impoverished students, assistance for tahfiz teachers, renovation and construction of pesantren (Islamic boarding schools) and madrasah (Islamic schools), mosque renovation assistance, and more. Through these assistance programs, educational development in the Bulukumba region has progressed, helping to reduce or prevent school dropouts, neglect, illiteracy, and the lack of formal education among children.
PENGELOLAAN WAKAF DI PONDOK PESANTREN AL-WASILAH LEMO POLEWALI MANDAR PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Riswandi; Alimuddin; Musyfikah Ilyas
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 3
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v5i3.35923

Abstract

The main problem of this research is the management of waqf at al-wasilah Islamic boarding school Lemo Polewali Mandar from the perspective of Islamic law. The subject matter is then formulated into three problem formulations namely, 1. How is the development of waqf at the Al-Wasilah Lemo Polewali Mandar Islamic Boarding School, 2. How is the review of Islamic law on the development of waqf at the Al-Wasilah Lemo Polewali Mandar Islamic Boarding School, and 3. What are the inhibiting factors for waqf development in Al-Wasilah Lemo Polewali Mandar Islamic Boarding School. This type of research is field research, which is descriptive qualitative in nature. The research approach used is the Sociological Approach, Syar'i Approach, Juridical Approach. The source of research data is the management of the al-wasilah Islamic boarding school, Lemo. Data collection methods used are interviews and observation. Then data management and analysis techniques, namely data that is not related to numbers and not related to statistical analysis. The results of this study indicate that the waqf development method at al Wasilah Lemo Islamic Boarding School uses four main elements, namely, planning, organizing, leadership, and monitoring processes. Its management and development are in accordance with Islamic law, where the foundation program's waqf provisions have fulfilled its pillars and conditions. The obstacles faced by the development of waqf at the al wasilah Lemo Islamic boarding school include the lack of public understanding of waqf, a lack of funds to manage land and other waqf assets, a lack of human resources and the absence of a waqf agency at the al wasilah Lemo Islamic boarding school.
Al-Mawt: Perspektif Tafsir Maudu’iy Ilyas, Musyfikah
PUSAKA Vol 4 No 1 (2016): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.147 KB) | DOI: 10.31969/pusaka.v4i1.155

Abstract

Konsep kematian menurut perspektif tafsir maudhu’iy yaitu kematian pasti akan datang, yang merupakan tahap akhir kehidupan manusia di dunia, dan sekaligus juga tahap awal menuju kehidupan di akhirat. Selanjutnya kematian merupakan berita gembira bagi orang mukmin, bahwa mereka mendapatkabar gembira, yang mereka rasakan dalam kehidupan mereka di dunia dan akhirat. Kabar gembira yang mereka dapati ini ialah kabar gembira yang telah dijanjikan Allah melalui Rasul-Nyamereka mati dengan keadaan husnul khatimah dan mendapat salam sejahtera dari malaikat. Serta kematian merupakan berita buruk bagi orang-orang kafir disebutkan bahwa ancaman dan siksaan yang akan diterima oleh orang-orang yang zalim, dikala mereka menghembuskan nafas yang terakhir, sebagai imbalan kejahatan dan dosa yang mereka lakukan. Kematian merupakan alat intropeksi bagi setiap manusia agar memanfaatkan usia dengan baik, membekali diri untuk menyongsong akhir urusannya dengan ama saleh, mengingat dan taat kepada Allah setiap saat sebagai bekal utama untuk menghadapi hari kiamat.
TRADISI MAPPENRE DUI’ DALAM PERNIKAHAN SUKU BUGIS PERSPEKTIF 'URF DI DESA MANURUNG KECAMATAN BOLA KABUPATEN WAJO Asma Yunitah Alwi; Musyfikah Ilyas; Nurfaika Ishak
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 6 No 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v6i1.36737

Abstract

This study explores the mappenre dui’ tradition in Bugis weddings from the perspective of ‘urf in Manurung Village, Bola Subdistrict, Wajo Regency. It focuses on the process and significance of this tradition in Bugis marriage customs based on the concept of ‘urf. This field research employs a qualitative approach, utilizing documentation and interviews as data collection methods. The findings indicate that the people of Manurung Village practice the mappenre dui’ tradition as part of their cultural heritage, passed down through generations. It is an essential tradition, not only as a form of respect for women but also because it is primarily used to fund the entire wedding process. The mappenre dui’ ceremony includes several stages: mammanu’-manu’, followed by madduta (discussing the acceptance of the proposal, determining the dowry, wedding day, and the date for mappenre dui’), mappettuada (agreement), mappasiarekeng, and finally, the mappenre dui’ procession. From the perspective of ‘urf, each stage of the mappenre dui’ tradition aligns with Islamic law, categorizing it as ‘urf shahih.
Centralization and Decentralization of Zakat Management in Lontara' Sukku'na Wajo, South Sulawesi: Philological Approach Ilyas, Musyfikah; Ilyas, Husnul Fahimah; Arafah, Sitti; Idris, As. Rakhmad; Bahri, Saeful
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol 9, No 1 (2025): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sjhk.v9i1.23996

Abstract

This article aims to examine the centralization and decentralization of the zakat management system at Lontara Sukku'na Wajo.. The research method used in this article is based on the Lontara’ Sukkuna Wajo (LSW) manuscript as the primary data source. This manuscript describes religious practices, especially zakat management system in the past. The data were studied using a philological approach through these methods: transliteration, translation, and interpretation of text and context related to zakat, then relating them to the present. This research found that there are relevances between LSW manuscripts and religious practices that developed in the community in the past and present, especially regarding the centralization and decentralization of zakat management. The centralization system of zakat management in LSW is marked by the absence of Friday prayers in the area and the incompleteness of Sara’ officials so the zakat management system must be centralized and follow the areas with complete Sara’ equipment, so they must pay their zakat in the Wajo Kingdom.  Meanwhile, the decentralization system of zakat management can be implemented if the community order in the region is complete, marked by the holding of Friday prayers and complete Paréwa Sara’ (officials in charge of handling religious matters). The Paréwa Sara’ consists of Kali, Katte’, Amele’ (or an amil), Pangulu Limpo, and Bilala. Friday prayers and the completion of the Paréwa Sara’ became a measure in establishing a legal product at that time. A well-established region was considered capable of managing itself. If it is manifested in the present condition, then zakat management institutions or organizations that have been accredited in their fields are considered capable of managing their own zakat assets under their authority.
Dampak Revitalisasi Kantor Urusan Agama Kecamatan terhadap Pengembangan Program Studi Hukum Keluarga Islam UIN Alauddin Makassar Ilyas, Musyfikah; Natsif, Fadli Andi; Ferdiansyah, Ferdiansyah; Ardiansyah, Reza
PUSAKA Vol 13 No 1 (2025): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v13i1.1609

Abstract

Salah satu fokus program Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama dan meningkatkan pelayanan keagamaan di tingkat kecamatan yaitu Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA). Program ini mengubah peran KUA menjadi pusat penguatan moderasi beragama yangmemiliki dampak signifikan pada perkembangan studi Hukum Keluarga Islam (HKI). Penelitian ini menguraikan tujuan dan strategi pelaksanaan revitalisasi KUA yang berhubungan dengan pengembangan dan prospek dalam mendukung mewujudkan visi revitalisasi KUA sebagai pusatlayanan keagamaan yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan studi literatur dan wawancara dengan para KUA Kecamatan di Sulawesi Selatan untuk memetakan hambatan dihadapi dan hasil yang telah dicapai dalam merevitalisasi KUA dicanangkan. Hasil penelitian ini menunjukkan revitalisasi KUA yang telah digulirkan dari tahun 2021 menunjukkan beberapa perubahan dari segi kualitas layanan, sumber daya manusia, dan infrastrukturnya, meskipun belum maksimal. pada SDM dapat dibentuk dengan matang jika disiapkan sejak dari mahasiswa sebelum masuk dalam dunia kerja berkaitan langsung dengan pengembangan program studi khususnya Hukum Keluarga Islam dalam membentuk agen of change dengan merumuskan kembali kurikulum, melakukan penelitian, pengabdian masyarakat tentang perkawinan, perceraian, waris, hak-hak keluarga, agama, hukum positif, konteks sosial dan isu-isu sosial terkait. Hal ini menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar global.
Co-Authors Abdul Halim Talli Abdul Rauf Muhammad Amin Affandi, Ahmad Zulkifli Akhmad Ashari Manda Alimuddin Andi Agung Mallongi Andi Muhammad Nasri Andi Marwah Arafah, Sitti Ardiansyah, Rahman As. Rakhmad Idris, As. Rakhmad Ashar Ashar Sinilele Asma Yunitah Alwi ASNI Asni Ayu, Nurelvia Trisna Basyirah Mustarin Bustan, Yazidul Damayanti, Fina Erlina Erlina Fadli Andi Natsif Fajriyati, Siti Nur Ferdiansyah Ferdiansyah Fitrah Maulidiyah Hamzah Hasan Hartini Tahir Hasanuddin, Hasriah hidayat stang, Rahmat Hijra Wati Hijrah Zaherina Hilman, Nur Insyirah Iffah Annisa Faulia Gusti Hasan Ihkhsan, Muh ILHAM Istiqamah Itishan, Bani Adam Jabal Nur Jabal Rahmat S Jadil, Rara Mukarramah Jannah, Rihul Jusmiati Jusmiati Kurniati Kurniati Kurniati Kurniati Kurniati Kurniati Kurniaty Magfirah, Nurul Izzah Mahfudah, Rifkatul Marilang Melinasari, Oltry MIFTAHUL JANNAH Mohasa, Muhammad Fajri Muammar Bakry Muh Fahmi Jafar Muh Nur Fauzi Muh Zuhdi Hamdi Fahmi Muh. Jamal Jamil Muh. Saleh Ridwan muhammad ajman Muhammad Anis Muhammad Fajri Muhammad Jumaidi Pamalingan Muhammad Yaasiin Raya Noranisa, Noranisa Nur Adilah Nur Qalbi Husain Nur Taufiq Sanusi Nur Wahidah Nurahmad Nurbaeti Nurfaika Ishak Nurul Rifdah Herman Patimah Patimah Patimah Putri, Faizah Qadir Gassing Rachmat Hidayat Rahmatiah HL Ramlah Ramlah Reza Ardiansyah Rifda Cahya Alindah Alindah Riswandi Saeful Bahri Sahrul, Muhammad Rifky Akbar Sahruni Bahar Saputra, Ilham Shintika Rindiyani Guntur Sirajuddin Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Anisa Sitti Aisyah Kara Sri Wahyuni Sulfahmi 10100119066 Suriyadi Suriyadi Syafruddin, Wafiq Arizah Syahrun Nur Syatar, Abdul Umar B Umar Umar Wulandari Ya'rif, Muhammad Yul Hidayah Yuyun Alwania Walude Zulfahmi Alwi