Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Blanded Berbasis Aplikasi Edmodo: Studi Penerapan Pembelajaran Virtual Dalam Perkuliahan Tari Pendidikan Ria Sabaria; Agus Budiman
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 37 No 1 (2022): Februari
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v37i1.1766

Abstract

The era of digitalization is an era that is able to indicate a change in the dynamics of scientific and technological progress that must be responded positively by us to make the best use of it in various daily activities, including in "teaching and learning" educational activities. The purpose of this study was to determine how far the influence of the Edmodo mobile application to improve student learning outcomes in educational dance lectures through a blended learning approach that combines two learning strategies, namely conventional learning and virtual learning through the Edmodo mobile application system. This experimental study used a research sample of 36 students in semester 5 who contracted educational dance courses. To reveal more in-depth data and information in this study, researchers used quantitative data with data collection techniques usingobservation, interviews, and literature studies. Data analysis was carried out quantitatively with the SPSS 17.0 program. The results of the study show that (Mobile-Application) Edomodo is an application that can be accessed via smartphones or other technological devices such as laptops and computers, which can be used as forums or teaching and learning facilities in educational dance lectures by lecturers and students. The edomodo mobile application is able to create a learning space that can not only bedone in conventional learning, but can be done virtually unlimited learning with classroom lectures which are usually carried out in the classroom simultaneously and face to face.
TARI GATOTKACA GAYA SUMEDANG DAN GARUT Agus Sudirman; Agus Budiman
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i2.17495

Abstract

Rumpun tari wayang yang berkembang di Jawa Barat memiliki beragam gaya tari wayang sesuai dengan kekhasan masing-masing daerah sebagai penyangga budayanya. Salah satu gaya tari wayang yang diteliti adalah tari Gatotkaca gaya Sumedang dan gaya Garut. Tujuan penelitian ini untuk meneliti mendeskripsikan keunikan tari Gatotkaca gaya Sumedang dan gaya Garut dari aspek gerak dan unsur penyajiannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan Etnokoreologi dalam menganalisis teks dan konteks tariannya. Data penelitian diperoleh dari hasil wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Gatotkaca gaya Sumedang lebih terkesan klasik dan tari Gatotkaca gaya Garut mendekati gaya klasik-romantik. Hal ini terlihat pada bentuk tari Gatotkaca gaya Sumedang lebih sederhana, baik dari segi struktur gerak, rias serta busana yang digunakan. Jika ditinjau berdasarkan karakter masyarakat Sunda, seperti pribahasa dalam bahasa Sunda yaitu kudu leuleus jeujeu liat tali, yaitu hidup itu harus kuat, menanggung beban sebarat apapun jangan menyerah, oleh sebab itu masyarakat Sunda menjadikan tokoh Gatotkaca sebagai sosok ideal masyarakat Sunda yang bersifat jujur dan pemberani serta gesit dalam bekerja layaknya Gatotkaca.
EKSPLORASI GERAK TARI DENGAN MODEL SNOWBALL THROWING (Studi Eksperimen Pada Siswa SMA) Eka Marselina Pratiwi; Agus Budiman; Beben Barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i2.50184

Abstract

Permasalahan kemampuan eksplorasi gerak tari siswa adalah fokus dari penelitian ini. Dalam pembelajaran tari, kegiatan eksplorasi merupakan bagian dari tahapan penciptaan tari yang mesti dipelajari oleh siswa. Akan tetapi kenyataannya siswa belum memiliki perangkat pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan kegiatan eksplorasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh penggunaan model snowball throwing terhadap kemampuan eksplorasi gerak tari. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasinya merupakan siswa SMA, sampel yang digunakan 40 siswa dengan siswa laki-laki 18 dan perempuan 22 siswa dengan teknik pengambilan simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan empat cara yaitu: obervasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh data bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 69.5 saat treatment berlangsung respon siswa sangat baik dan positif sedangkan perolehan rata-rata nilai posttest sebesar 82 yang kemudian dilakukan analisis dengan uji hipotesis yaitu Uji T dalam hasil perhitungan menunjukkan thitung sebesar 5.012 dan ttabel 2.024 dengan taraf signifikansi 0.05. berdasarkan kriteria pengujian maka diperoleh thitung ttabel atau 5.012 2.024 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan penerapan Model Snowball Throwing terhadap kemampuan eksplorasi gerak tari siswa kelas XI SMAN 6 Kab.Tangerang.
MENINGKATKAN MINAT DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI DENGAN MEDIA DIGITAL ISPRING SUITE 9 Aliya Rahmani Putri; Agus Budiman
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i2.50167

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat belajar siswa di kelas VII A SMP Negeri 26 Bandung terhadap pembelajaran seni tari. Salah satu penyebab rendahnya minat siswa ini dikarenakan media pembelajaran yang digunakan terlalu monoton, kurang kreatif dan inovatif membuat siswa mudah jenuh dan bosan saat pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 26 Bandung dalam pembelajaran seni tari dengan menggunakan penerapan media digital ispring suite 9. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian penelitian tindakan kelas model kemmis dan MC Taggart, yang dilaksanakan selama 2 siklus. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, pedoman Angket, pedoman wawancara. Teknik analisisis data yang digunakan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dengan pengumpulan data pretest dan posttest dapat dibuktikan bahwa penerapan media digital ispring suite 9 dapat meningkatkan minat belajar siswa, hasil analisis skor rata-rata sebelum penerapan berada pada kategori rendah, lalu dilakukan posttest setelah penerapan media digital ispring suite 9 meningkat dengan rata-rata skor kategori tinggi. Begitu pula dengan hasil persentase hasil menunjukan pada kategori efektif. Dapat disimpulkan bawa penerapan media digital ispring suite 9 dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas VII A di SMP Negeri 26 Bandung secara signifikan, artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Adanya penelitian ini direkomendasikan agar guru dapat lebih memperhatikan minat belajar siswa supaya pembelajaran bisa berjalan lebih efektif. 
PENGELOLAAN SANGGAR TARI DI SANGGAR MELATI AYU KABUPATEN INDRAMAYU Nida Nur Fatimatul Zahra; Agus Budiman; Tatang Taryana
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i2.50178

Abstract

Sanggar Melati Ayu sudah berdiri sejak tahun 1990-an dan terus berkembang hingga saat ini. Perkembangan ini didasarkan oleh berjalannya fungsi pengelolaan yang baik. Dalam ilmu manajemen sebuah organisasi yang baik didalamnya terdapat fungsi-fungsi manajemen yang diterapkan, agar mempunyai tujuan yang jelas dan menjadikan organisasi menjadi layak dipertahankan dan dikembangkan. Hal ini mendorong peneliti membahas gambaran pengelolaan Sanggar Tari Melati Ayu Kabupaten Indramayu berdasarkan fungsi-fungsi dalam manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan evaluasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif analisis dengan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yaitu prosedur penelitian yang menggunakan data kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa pedoman observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Sanggar Melati Ayu sudah tepat sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen yaitu pada perencanaan meliputi rancangan-rancangan yang di dalamnya terdapat tujuan, aturan, kebijakan, program, pengelolaan administrasi keuangan dan pengadaan rapat. Dalam pengorganisasian di dalamnya meliputi susunan pengurus, deskripsi kepengurusan, program kerja, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Lalu implementasi dalam penggerakkan, diantaranya kegiatan-kegiatan yang berada di sanggar, perlengkapan dan fasilitas, pengelolaan administrasi keuangan dan pengadaan rapat. Lalu dalam evaluasi, di dalamnya terdapat evaluasi pengelolaan sanggar dan evaluasi kegiatan proses latihan yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa penelitian di Sanggar Melati Ayu dalam mengelola sanggarnya sudah tepat menggunakan fungsi-fungsi manajemen. Adanya penelitian ini diharapkan sanggar-sanggar lain bisa mengelola sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen yang diterapkan di Sanggar Melati Ayu.
MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN TARI UNTUK MENINGKATKAN SELF-ESTEEM SISWA DI SMP NEGERI 3 LEMBANG Wiwi Ayu Andina; Dewi Karyati; Agus Budiman
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i2.50198

Abstract

Self esteem menjadi bagian dari aspek afektif yang dapat menunjang dalam keberhasilan pembelajaran. Namun kerap terjadi guru menemukan masalah self esteem siswa yang rendah terutama pada siswa yang memasuki remaja awal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui self esteem siswa setelah diterapkan model Problem Based Learning di SMP Negeri 3 Lembang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode eksperimen desain Pre-Eksperimental dengan menggunakan one group preteset posttest dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari Sampel sebanyak 35 siswa dengan teknik pemilihan sampel menggunakan Teknik Probability Sampling dengan klasifikasi Cluster Sampling. Teknik analisis data menggunakan bantuan program SPSS dan Microsoft Excel. Alat instrument yang dianalisis dan digunakan untuk mengukur self esteemsiswa yaitu dengan menyebarkan angket kepada siswa. Hasil penelitian dengan pengumpulan data pretest posttest dapat dibuktikan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan self esteem siswa, hasil analisis statistik deskriptif skor rata-rata sebelum penerapan berada pada kategori rendah, lalu dilakukan posttest setelah penerapan model Problem Based Learning self esteem meningkat dengan rata-rata skor berada pada kategori tinggi. Begitu pun hasil uji t dan regresi dengan nilai signifikansi 0.00 0.05. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan self esteem secara signifikan, artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Adanya penelitian ini direkomendasikan agar guru dan orang tua lebihmemperhatikan kondisi self esteem siswa agar dapat meningkatkan hasil belajar dan menonjolkan prestasi akademik. 
Meningkatan Kemampuan Hafalan Struktur Gerak Tari dengan Metode Drill And Practice Intan yuliyanti; Agus Budiman
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 5, No 4 (2023): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v5i4.1771

Abstract

Dance learning needs to have competence in memorizing the structure of dance movements. One way to improve the ability to memorize dance movement structure material can be developed with the drill and practice method. However, currently most students who take part in extracurricular dance lack the ability to memorize dance movements so that it can cause the learning objectives not to be achieved. The purpose of this study was to find solutions to learning problems in mastering the memorization of dance movements in extracurricular dance activities at one of the Vocational High Schools in Cimahi City. This research was conducted using the action research method. Data collection techniques used observation, interviews and action tests on students who participated in extracurricular dance activities as many as 26 students. In the initial stage, a questionnaire or questionnaire was also given in the form of a google form to find out the level of students' memorization ability in mastering the dance motion material that had been given by the teacherThe results of this study show the ability to increase memorization of dance movements that can be seen when students are able to demonstrate dance movements without making mistakes. The results of the study can be used as recommendations to dance teachers who will improve student learning outcomes in dance extracurricular activities at school, especially in improving students' memorization skills.
Belajar Sejarah Melalui Pembelajaran Tari Topeng Cirebon di SDN 1 Ujungsemi Nanda Septiyanti Hapsoh; Agus Budiman; Ria Sabaria
SENDRATASIK UNP Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : FBS Padang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v12i2.123203

Abstract

The creativity and skills of SBK in SD are enhanced through integrated dance, including character building and relationship with history. This study aims to find a way of learning art that is integrated with history lessons in elementary schools to increase early childhood creativity. This study took a sample of 36 grade 3 elementary school students with a focus on student experience and learning outcomes. Research methods: qualitative descriptive approach; data collection techniques: observation, interviews, and documentation. Findings: early childhood can understand subjects through an integrated approach, increasing creativity and character from an early age. As creators and implementers of blended learning, teachers play a role in planning, implementing, and evaluating through group discussions or blended learning simulations to improve the ability to implement blended learning. Interesting findings include learning history that is related to art and culture and the difficulties of the Cirebon clan Topeng Dance which is flexible for children aged 7-12 years to learn, with the hope that this phenomenal study will hone children's creativity and shape character from an early age.
Meningkatkan Kemampuan Mind Mapping Siswa Dalam Pembelajaran Tari Dengan Menggunakan Aplikasi Canva Millanie Yuliaramsyah; Agus Budiman; Agus Supriyatna
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 6, No 1 (2023): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v6i1.1840

Abstract

Learning in the 21st century must be able to produce young people to face the growth or development of information and communication technology in social life. This research is motivated by the low intelligence of high school students in learning dance, especially in the problem of ability to map the subject matter provided by the teacher. The purpose of this study is to improve students' knowledge intelligence in remembering and memorizing dance subject matter delivered by the teacher by applying the canva application. This study uses the action research method by conducting three main stages, namely: before action, learning action and after learning action. Research data was obtained through a questionnaire instrument with google form in seeing the level of student understanding when mapping the subject matter using the canva application. In addition, research data was also obtained through interviews with students. The results showed that using the canva application media in dance learning can improve students' ability to remember dance subject matter given by the teacher. Students can map the teaching material provided by the teacher through the canva application made by the students themselves. They grouped each sub-material discussed and given by the teacher at each meeting. Action learning activities in five stages of learning. Learning results using media show better because it does not cause boredom for students in receiving and understanding the material delivered by the teacher.
PENGELOLAAN SANGGAR SENI SAAYUN SALANGKAH KOTA BUKITTINGGI, SUMATERA BARAT Shava Lillaharita; agus budiman
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 02 (2023): AGUSTUS, 2023
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i02.60546

Abstract

Tingginya peminat sanggar seni, menjadi pemicu munculnya sanggar-sanggar seni dari berbagai daerah dan dikelola dengan tujuan tertentu sehingga menimbulkan persaingan ketat antar sanggar untuk menarik peminat. Sanggar Seni Saayun Salangkah yang berdiri sejak tahun 1989 dikenal sebagai sanggar yang memiliki tingkat keeksistenisan yang tinggi dikotanya. Hal tersebut didasarkan pada berjalannya manajemen dan pengelolaan sanggar yang baik. Penerapan sistem manajemen pada sanggar tari disesuaikan dengan fungsi-fungsi manajemen agar organisasi dapat terencana, terorganisasi, terarah, dan terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen Sanggar Seni Saayun Salangkah dan bagaimana pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi program/pengelolaan yang terdapat di Sanggar Seni Saayun Salangkah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik  pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa Sanggar Seni Saayun Salanagkah dalam pengembangan program-program manajemennya sudah dilakukan dengan cukup baik dilihat dari tersturkturnya program-program yang dilakukan, kemudian dalam pengelolaan manajemennya juga sudah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, serta dalam hal evaluasi sanggar dilakukan dengan 3 jenis evaluasi yang meliputi evaluasi mingguan, bulanan, dan tahunan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Sanggar Seni Saayun Salangkah dalam mengelola sanggarnya sudah cukup baik dengan menggunakan manajemen semi-modern. Adanya penelitian ini diharapkan mampu memberi pemahaman terhadap sanggar-sanggar lain dalam mengelola sanggarnya.