Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

PERSEPSI DAN PERILAKU PRODUSEN DAN KONSUMEN TERHADAP LABEL ASAL DAERAH PADA MANGGA GEDONG GINCU Yosini Deliana; Sri Fatimah; Anne Charina
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.12 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5686

Abstract

Mangga gedong gincu (Mangifere indica var.Gedong) banyak diusahakan di Jawa Barat dengansentra produksi Indramayu, Majalengka dan Cirebon. Hasil penelitian lapangan mengungkapkan bahwa manggagedong gincu dari Majalengka dan Cirebon lebih diminati konsumen daripada Gedong gincu dari Indramayu,karena bentuknya lebih bulat, warnanya lebih menarik dan aromanya lebih tajam (Deliana, 2011). Masalahnyaadalah tidak ada jaminan kualitas bahwa mangga tersebut memiliki kematangan tertentu, rasa dan bebas hamaseperti harapan konsumen. Sejak tahun 2005 pedagang besar di Kabupaten Majalengka, Cirebon dan Indramayumencoba menempelkan label pada mangga gedong Gincu, tapi bukan label asal daerah. Label asal daerah hanyadikeluarkan oleh Dinas Pertanian setempat dan hanya digunakan mangga Gedong Gincu pada saat pameranatau sebagai oleh-oleh kepada tamu khusus yang berkunjung ke daerah tersebut. Penelitian dilakukan dari bulanJuli sampai dengan September 2013 di Kecamatan Sedonglor Kabupaten Cirebon karena banyak pelaku pasarsudah menggunakan label. Sampel petani diambil secara acak sebanyak 30 orang, 30 konsumen Cirebon dan200 konsumen Bandung. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa produsen dan konsumen mengganggap pentinglabel asal daerah, akan tetapiprodusen maupun konsumen tidak mengetahui bahwa label asal daerah seharusnyamenunjukkan informasi tanggal petik, informasi letak kebun, informasi asal daerah dan sebagai persyaratanuntuk ekspor. Untuk meningkatkan pemasaran mangga, harus ada program yang terintegrasi dan adanya salingketerkaitan antara konsumen, produsen, pelaku pasar, dan penentu kebijakan. Harapannya ke depan, origin labelingdapat dikembangkan menjadi Country of Origin labeling (COOL) dan menjadi titik awal untuk internasionalisasimangga di pasar globalKata kunci : Persepsi, perilaku, produsen, konsumen dan label asal daerah
CONSUMERS’ WILLINGNESS TO PAY FOR PLASTIC BAGS Yosini Deliana; Lucyana Trimo; Sri Fatimah; Mohamad Djali
Sosiohumaniora Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v25i1.39514

Abstract

The use of plastic bags has become a habit, there is no day without a plastic bag. Seeing the importance of this problem, the government established a regulation for paying plastic bags in supermarkets in 2015, which is Rp. 200,- per sheet, and it is up to May 31, 2016. This policy did not work well and since 2016 supermarkets have returned to using plastic bags without paying for them. The aims of this study were (1) to analyze consumers’ willingness to pay more for plastic bags, (2) to analyze the cluster of consumer knowledge about plastic bags which damage the environment, (3) to analyze the most important factor that consumer will pay more for plastic bags . The study was conducted from May- June 2021 in Bandung, with simple random sampling. The results showed that generally consumers are willing to pay more for plastic bags (willingness to pay) between Rs. 500, - to Rs, 2.000, -, .Consumers who aware that plastic bags destroy the environment was 14.70 %, the medium knowledge was 63.39 % and the low knowledge was 21.91 %. Although the respondent’s knowledge is high, waste disposal is often practiced using plastic bags. Thus, it is not directly proportional to respondents’ knowledge and behavior about plastic bags. The most important factors that consumers are willing to pay for plastic bags are gender and family. This study can be considered for Ministry of Environment, Modern Retail, stakeholders and other market agents in considering the use of plastic bags.