Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : METABASA

ANALISIS DRAMA BILA MALAM BERTAMBAH MALAM KARYA PUTU WIJAYA: Suatu Kajian Stilistika Welly Nores Kartadireja; Shinta Rosiana; Yuni Ertinawati; Dede Anwar
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Analisis drama Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya ini menggunakan kajian stilistika namun dibatasi dalam pemakaian bahasa figuratif saja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk mendeskrisikan gaya bahasa-gaya bahasa atau bahasa figuratif yang meliputi repetisi, personifikasi, simile, sarkasme, hiperbola, metonimia, dan retoris yang terdapat dalam drama Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya. Data penelitian ini berupa naskah drama yang di dalamnya tersusun atas dialog-dialog yang berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung keunikan gaya bahasa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan stilistika. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Putu Wijaya pada karyanya Bila Malam Bertambah Malam banyak menggunakan gaya bahasa figuratif yang unik sehingga menimbulkan efek keindahan pada bahasa yang digunakannya yaitu repetisi, personifikasi, simile, sarkasme, hiperbola, metonimia, dan retoris serta paling banyak didominasi oleh sarkasme. Analisis drama Bila Malam Bertambah Malam menonjolkan  kebebasan pengarang dalam berekspresi, bebas menggunakan bahasa dan menggambarkan latar belakang, sosial, dan asal pengarang sendiri. Bahasa yang digunakan bahasa yang apa adanya sesuai dengan kenyataan. Hal ini dapat dibuktikan banyaknya sarkasme yang digunakan, hampir dalam setiap dialog pada drama Bila Malam Bertambah Malam.  Kata Kunci: Drama, Stilistika, Bahasa Figuratif
PROBLEM BASED LEARNING DAPAT MENINGKATKAN PERCAYA DIRI MAHASISWA DALAM BERBICARA FORMAL Welly Nores Kartadireja; Yuni Ertinawati; Ai Siti Nurjamilah
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara model pembelajaran berbasis masalah dengan metode diskusi dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara formal mahasiswa tingkat 1 semester 1 jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia FKIP UNSIL Tasikmalaya.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif  dengan menggunakan desain penelitian, variabel bebas yaitu model pembelajaran berbasis masalah dan metode diskusi. Variabel terikat, kepercayaan diri dan kemampuan berbicara formal. Pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis masalah adalah kelompok eksperimen dan pembelajaran menggunakan metode diskusi adalah kelompok kontrol. Data kepercayaan diri dikumpulkan dengan teknik pengamatan ketika berbicara formal sedangkan data kemampuan berbicara formal dikumpulkan dengan teknik tes kemampuan. Selanjutnya data tersebut dianalisis statsitik menggunakan uji beda dua rata-rata dengan teknik uji t independen samples test. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan: 1) terdapat perbedaan yang signifikan kepercayaan diri mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan kelompok mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode diskusi dengan perolehan nilai t-hitung sebesar 2,539 dan nilai Sign. 0,013 0,05. Hal ini menunjukkan model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh positif terhadap kepercayaan diri mahasiswa, 2) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berbicara formal antara kelompok mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dan kelompok mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode diskusi dengan perolehan nilai t-hitung sebesar 2,910 dan nilai Sign. 0,005 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah lebih berpengaruh positif terhadap kemampuan berbicara formal dibandingkan menggunakan metode diskusi. (Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Kepercayaan Diri, Kemampuan Berbicara)Abstract. This research was aimed at knowing the comparison between problem-based learning and formal speaking ability of the first semester students of Indonesian Educatuin and Literature Program of the Faculty of Teacher Training and Education of Siliwangi University. The method of research was comparative method using the research design with two independent variables, i.e. problem based learning model and discussion method and two dependent variables, i.e. self confidence and formal speaking ability.  Problem-based learning was applied to experiment class, while discussion method was applied to controlled class. The data for self confidence were collected through observation technique during students’ formal speaking while the data for student’ formal speaking ability were collected through test. The next stage was statistic analysis of the data using two different test average with independent samples t-test engineering test. The result of analysis shows that: 1) there is a significant difference of self confidence between students who learned with problem based learning and those who learned with discussion method, with the t-score of 2.539 and Sign value 0.0130.05. This shows that problem based learning has a positive influence towards students’ self confidence, 2) there is a significant difference of formal speaking ability between group of students who leaned with problem-based learning and those who learned with discussion method, with the t-score of 2.910 and Sign value of 0.0050,05. This shows that problem based learning model has more positive influence towards formal speaking ability that discussion method. (Key words: problem-based learning method, self confidence, speaking ability)
Co-Authors Adilah Alawiyah Adinda Dewi Lestari Adita Widara Putra Alika Dwi Septiani Alya Hijria Amalia Fauziah Anisa Apriliani Annisa, Qeilla Fuji Apsi Nugraha Assyifa Rahman Aulia Diva Dry Anindia Budi Riswandi Dalpa Nurmaulidah Dandi Mardiansyah De San San Nurhayati Dea Puspita Dede Anwar Deisy Permata Nurfaizar Sari Deni Setiawan Dwi Rinna Artiani Elfara Zahra Pranomo Elysa Febriyanti Fanny Nu Apriliany Fany Haifa Alia Fiqri Abdul Muqit Futu Widiana Limbar Jaya Gina Amelia Pitri Hana Nurhasanah Hesti Nurlinda Ichsan Fauzi Rachman Ida Wahidah Indra Setiawan Indri Nur Azizah Irena Mulyana S Irey Damara Jelita Maulida Nurhamidah Kamila Nurjanah Khopipah Alfilani Lia Mutiara Mahanda Dzuhrisa Meydita Hidayat Mita Nurmala Muhammad Firhan Ariz Mupliha Al Shope Naufal Ramadhan Nazeline Anesya Gardes Neng Elis Handayani Nur Azizah Puspa Tri Utami Nurjamilah, Ai Siti Nurjihan Tiyoga, Rifaa Nazlaa Nurul Camilah Rahdianti Pemmy Meisya Putri Kurniawan, Intania Putri Trian Pradita Resha Zakiyatussolihah Respi Nurdian Rifky Afriazi Rima Ayu A Ripa Musyaropah Risma Ayu Destrian Rita Rismawati Sabila Fitriani Sabrina Fajriani Nuramali Saifi Maizan Salma Nurfadillah Salwa Sania Adawiah Saputra, Muhammad Ridwan Selly Purnama Seni Melani Shinta Rosiana Shinta Rosiana Shofiyah Silvi Sri Hildayanti Siti Jihan Eka Marwati Siti Papat Patimah Siti Zahra S Syachrul Syarifudin Syahira Mawla Suherman Syamsiar, Syamsiar Trisa Nurfitri Verra Neisya Septiani Welly Nores K Welly Nores Kartadireja Welly Nores Kartadireja Widayanti Zakia Nur Huda Zulfi Pudza Ramadhan