Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN PETANI KAKAO MELALUI PENERAPAN INTERGRATED FARMING SYSTEM (IFS) BERBASIS GREEN ECONOMY PADA TANAMAN KAKAO BERKELANJUTAN DI DESA LANGGOMALI KABUPATEN KOLAKA Asriani, Asriani; Rayuddin, Rayuddin; Lampasa, Yunitawati; Adelia, Fitrah; Herdhiansyah, Dhian
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.203-213

Abstract

Pemberdayaan petani kakao melalui penerapan Integrated Farming System (IFS) berbasis green economy merupakan upaya untuk meningkatkan keberlanjutan produksi kakao di Desa Langgomali, Kabupaten Kolaka. Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan praktik pertanian berkelanjutan yang mengoptimalkan produktivitas lahan dan sumber daya alam secara efisien sambil mengurangi dampak lingkungan. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, pelatihan teknis, serta penerapan lapangan IFS berbasis pendekatan green economy pada seluruh rantai produksi kakao. Program ini mendorong diversifikasi sumber pendapatan petani dengan memanfaatkan produk samping dan pengolahan pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan pada input kimia. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman petani sebesar 90% terhadap praktik IFS, peningkatan produktivitas kakao, serta tercapainya keseimbangan lingkungan yang lebih baik. Dengan menerapkan praktik ini, petani mampu mencapai kemandirian ekonomi dan turut serta dalam pelestarian ekosistem setempat, sehingga tercipta ekosistem kakao yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Penerapan model IFS berbasis green economy pada komoditas kakao ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain yang memiliki potensi serupa.
PENERAPAN PEMASARAN ONLINE TANAMAN HIDROPONIK MELALUI MARKETPLACE FACEBOOK Herdhiansyah, Dhian; Asriani, Asriani; Fid Aksara, LM
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.4068-4079

Abstract

UMKM Rumah Bali Hidroponik Kendari telah beroperasi sejak tahun 2019, tetapi masih menggunakan metode promosi dan pemasaran tradisional yang membatasi jangkauan penjualannya. Dengan semakin populernya metode menanam tanaman secara hidroponik, terdapat kebutuhan untuk memperluas pasar melalui strategi pemasaran digital. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penerapan pemasaran online melalui Marketplace Facebook bagi UMKM Rumah Bali Hidroponik Kendari. Kegiatan ini dilaksanakan pada 1 Agustus 2024 dan diikuti oleh 20 peserta. Metode pelatihan yang digunakan adalah pendekatan demonstrasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai pemasaran online hanya sebesar 65%. Namun, setelah pelatihan, terjadi peningkatan yang signifikan menjadi 90%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan Marketplace Facebook sebagai media promosi dan pemasaran produk hidroponik memiliki pengaruh positif dalam meningkatkan nilai penjualan di UMKM ini. Penerapan pemasaran online melalui platform digital ini memungkinkan UMKM Rumah Bali Hidroponik Kendari untuk menjangkau pasar yang lebih luas, sehingga mendukung pertumbuhan bisnis mereka di Sulawesi Tenggara.
MARJIN PEMASARAN BERAS DI KECAMATAN LAEYA KABUPATEN KONAWE SELATAN Fatma; Alwi, La Ode; Herdhiansyah, Dhian
Agrisurya Vol 3 No 1 (2024): Agrisurya, Vol. 3 No. 1, Juni 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/agrisurya.v3i1.644

Abstract

This research aims to determine the marketing margin for rice in Laeya District, South Konawe Regency. The research method used in this study is the descriptive method. The sampling methods used in this research are purposive sampling and snowball sampling techniques. The data analysis used is marketing margin analysis. The research results show that: (1) there are two streams in the rice supply chain in Laeya District, South Konawe Regency. (2) Collectors in value chain streams I and II each have a margin value of Rp. 2,700/kg and Rp. 3,000/kg, large traders in value chain I have a margin of IDR 1,000/kg. Meanwhile, retailers in value chain streams I and II each have a margin value of IDR. 1,500/kg and Rp. 2,000/kg. The share of farmers in the value chain 1 is 43%. Meanwhile, marketing in the two-part value chain is efficient due to the large percentage of parts received by farmers, which is 50%.
Strategi Pemasaran Digital Berbasis Facebook untuk Pengembangan Produk Olahan Ubi Kayu di Desa Puundaipa, Kabupaten Kolaka Fitrah Adelina; Hasbiadi; Abdul Rahim; Sri Wahyuni; Andi Khaeruni R; Dhian Herdhiansyah
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1862

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemasaran dan nilai tambah produk olahan ubi kayu melalui strategi inovasi pemasaran digital berbasis Facebook di Desa Puundaipa, Kabupaten Kolaka. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat meliputi keterbatasan akses pasar, rendahnya kemampuan promosi digital, serta minimnya diversifikasi produk olahan, sehingga nilai ekonomi produk belum optimal. Kegiatan ini mengintegrasikan pelatihan, pendampingan, serta implementasi langsung pemasaran melalui fitur Facebook Marketplace. Metode pelaksanaan mencakup: (1) identifikasi potensi dan analisis kesiapan UMKM, (2) pelatihan pembuatan konten digital, (3) optimalisasi penggunaan fitur Facebook sebagai media promosi dan transaksi, serta (4) monitoring jangkauan pemasaran dan respons konsumen. Evaluasi program menggunakan indikator peningkatan kapasitas peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada empat indikator utama: pemahaman pemasaran digital meningkat dari 40% menjadi 85%, kemampuan membuat konten meningkat dari 35% menjadi 75%), pemahaman fitur Facebook meningkat dari 30% menjadi 80%), dan kesiapan pemasaran online meningkat dari 45% menjadi 88%. Selain itu, produk olahan ubi kayu seperti tepung mocaf, cookies mocaf aromatic, keripik singkong, dan rengginang memperoleh jangkauan promosi yang lebih luas melalui media digital, yang berdampak pada meningkatnya eksposur dan potensi penjualan. Program ini menegaskan bahwa pemanfaatan Facebook sebagai media pemasaran digital merupakan strategi efektif dan berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan dalam memperluas pasar, memperkuat daya saing, serta mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis komoditas unggulan.
Analisis pengembangan produk abon ikan tuna menggunakan metode quality function deployment (QFD) Dhian Herdhiansyah; Sakinah Ambang; Muhammad Syukri; Asriani Asriani; Mariani Mariani
AGROINTEK Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i2.16247

Abstract

The study's purpose was to analyze shredded tuna products' development using the Quality Function Deployment (QFD) method. Research subjects are parties involved in shredded tuna fish products' micro—business determination of the number of samples using the Bernoulli formula. as many as 60. QFD analysis stages include: (1) customer requirements analysis: (2) importance level analysis: (3) satisfaction level analysis: (4) goal value analysis (improvement targets to be achieved): (5) improvement ratio analysis: (6) sales point analysis: (7) natural weight analysis: (8) normalized raw analysis (8) technical requirements analysis: (9) technical requirements score analysis: (10) customer requirements score analysis: (11) technical correlation analysis: and (12) analysis of technical correlation scores. The study's results showed that 34 attributes of shredded tuna products were obtained from as many as 11 technical responses proposed in product development. Furthermore, from the 11 technical responses, eight technical answers were obtained that had a significant influence on the product development plan, including: (1) choosing to use easy-to-read fonts/writings; (2) information on the manufacture of packaging designs: (3) information on the nutritional value of shredded tuna fish in the manufacture of new packaging designs; (4) adding to the composition of the ingredients; (5) inspection of the composition and quality of raw materials; (6) the love tagline for Indonesian products in the new packaging design; (7) make packaging designs with new product brands; and (8) the innovation of making shredded tuna with a variety of new flavors.
Analisis pengembangan produk kue bagea menggunakan metode quality function deployment (QFD) Dhian Herdhiansyah; Andi Rini Wahyuni; Yusna Indarsyih; Asriani asriani; Sarinah Sarinah; Nur Asyik
AGROINTEK Vol 19, No 3 (2025)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v19i3.22704

Abstract

The aim of the research is to analyze the development of bagea cake products using the Quality Function Deployment (QFD) method. The research subjects were the parties involved in the micro business of bagea cake products, determining the number of samples using the Bernoulli formula. as many as 73. Determining the research location was carried out purposively. The analysis method used is Quality Function Deployment (QFD). The results of the research show that the development of bagea cake products using the QFD method shows that from 33 attributes, 6 attributes were obtained which were prioritized to be developed in accordance with consumer desires and needs with the highest value for each type of attribute, respectively: (1) taste attribute the bagea cake flavored product offered has its own characteristics with a value of 6.781 (3.00%), (2) the product texture attribute, namely bagea cake has a maturity standard that is in accordance with the food standards expected by consumers with a value of 6.863 (3.03%) , (3) product aroma attribute, namely the delicious and appetizing aroma of bagea cake with a value of 6.720 (2.97%), (4) product packaging design attribute, namely registered with BPOM (Food and Drug Supervisory Agency) with a value of 9.297 (3.43%), (5) product price attribute, namely the price of each bagea cake, is very suitable for the portion served with a value of 6.822 (3.26%) and (6) product quality attribute, namely the bagea cake product served has a distinctive characteristic with a value of 6.945 (3.07%). Technical requirements or technical responses for bagea cake products to meet consumer desires and needs start from providing raw materials, dough making process, dough forming process, baking process, cooling process, packaging process, inclusion of bagea cake product information on the packaging and attractive packaging design.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOMODITAS KAKAO DI KABUPATEN KOLAKA – SULAWESI TENGGARA Dhian Herdhiansyah herdhiansyah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v4i1.1124

Abstract

 Xx12 I Herdhiansyah D dan Asriani.  Strategi pengembangan agroindustri komoditas kakao Peningkatan luas areal dan produksi tanaman perkebunan di Kabupaten Kolaka dinilai masih kurang dalam menciptakan kesempatan kerja yang lebih banyak disebabkan produksi tanaman perkebunan masih sedikit yang diolah pada tingkat lebih lanjut. Hasil tanaman perkebunan diperdagangkan para petani rata-rata masih terbatas pada tingkat on farm agribusiness dengan nilai tambah bagi petani yang masih terlalu kecil sehingga pendapatan petani belum memadai. Sampai saat ini belum ada acuan yang akurat bagi pemerintah Kabupaten Kolaka.  Diversifikasi produksi komoditas kakao belum berkembang dan hasil ikutannya belum dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan agroindustri komoditas kakao. Objek penelitian adalah komoditas kakao  yang terdapat di Kabupaten Kolaka dengan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan strategi pengembangan agroindustri komoditas kakao berada pada kuadran I atau strategi yang dibuat dengan menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang yaitu strategi agresif. Strategi agresif berdasarkan faktor kekuatan yang merupakan internal dan faktor peluang yang merupakan faktor eksternal dengan alternatif strategi: peningkatan kemandirian petani melalui pembinaan dan penyuluhan, pengembangan kemitraan pada kegiatan agroindustri dalam upaya menambah nilai tambah produksi komoditas kakao.
Identification of Coconut Business Potential with Location Quotient (LQ) in West Muna Regency, Southeast Sulawesi dhian herdhiansyah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Agroindustri Halal 6(2)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v6i2.2653

Abstract

The potential for developing coconut commodity plantations in Tiworo Islands, West Muna Regency, Southeast Sulawesi has not been utilized. This study aims to (a) identify the form and type and copra business capacity; and (b) find out the potential of a coconut business located in Tiworo District, West Muna Regency, Southeast Sulawesi. Determination of the location of research carried out deliberately (purposive). The method used is a questionnaire and interview. The analysis used is descriptive-analytical and Location Quotient (LQ) analysis. The results showed that the form of coconut business in the District of Tiworo Kepulauan Muna Barat Regency is classified as a micro business with assets of 50 million each with a total income in the copra business having a garden of Rp. 36,733,125. Then the total coconut business income without processing Rp. 6,493,522 and the total copra business income without having a garden is Rp. 43. 226,647. Potential identification based on the Location Quotient (LQ) calculation shows that the average value of the calculation of a coconut business by owning a plantation and a coconut business without processing of 1.1 is included in the base category, meaning that these two coconut businesses are superior coconut businesses. while the coconut business without owning a garden of 0.8 is classified in the Non-base category or has not yet become a leading business so it needs to be developed further so that this business can become a superior business and be able to compete with other businesses that already exist in the district of Tiworo Islands, West Muna Regency Southeast Sulawesi.Keywords: Potential, Coconut Business, analytical descriptive, Location Quotient, West Muna
Analysis of the Trading Margin of Micro Scale Tempe Processing Business in South Konawe Regency Dhian Herdhiansyah; Nasrullah Nasrullah; La Rianda; Asriani Asriani
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Agroindustri Halal 7(1)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v7i1.3373

Abstract

This study aims to analyze the trading margin of tempe processing business a micro-scale in the South Konawe Regency. The Determination of the location of the study was done deliberately (purposive sampling). The sampling method used in this research is the census method technique, in which the sample used in this study is the tempe business Micro A, Micro B, Micro C, Micro D, Micro E, and Mikro F, documents and literature. The analysis used is the trading system margin analysis. The results showed that the comparison of prices in each chain actor, the highest business margin of micro-scale tempe business was tempe F with the trading margin of collector traders by 24%, collectors to market traders 26.47%.
Pengembangan Agroindustri Sagu Menjadi Cemilan Sehat “Bagea Sahe” Melalui Identifikasi Preferensi Konsumen di Sulawesi Tenggara Asriani Asriani; Juwita Juwita; Dhian Herdhiansyah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Agroindustri Halal 7(2)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap atribut cemilan sehat ”Bagea Sahe“ yang berasal  dari bahan baku sagu dan jahe. Penentuan lokasi dilakukan dengan  metode purposive. Pemilihan responden dengan teknik convenience sampling, jumlah responden sebanyak 30 orang yang bertindak sebagai  konsumen. Teknik analisis data dengan menggunakan skala likert.  Variabel yang digunakan berupa atribut rasa, tingkat kemanisan, tekstur,  cemilan sehat dan kemasan terhadap cemilan “Bagea Sahe”  Hasil analisis  diketahui bahwa tingkat preferensi responden paling tinggi terdapat  pada atribut cemilan sehat (3,65) dan yang paling rendah adalah atribut kemasan (2,37).Kata kunci : Preferensi, konsumen, agroindustri, sagu,  bagea sahe.
Co-Authors - Asriani Abdul Rahim Abdul Wahab Abdulllah, Weka Gusmiarty Adelia, Fitrah Ahmad Hamundu Aksara, L. M. Fid Andi Besse Patadjai Andi Khaeruni R Andi Rini Wahyuni Andi Rini Wahyuni Ardhiansyah Asmila Yunissa Asriani Asriani Asriani Asriani asriani Asriani Asriani, Asriani Awi, La Bahari Bahari Bahari Didik Purwadi Didik Purwadi Elsa Saleh Elsa Saleh Fatma Fid Aksara, LM Fitrah Adelina Fitrawati Fitrawati Fyka, Samsul Alam Gafaruddin, Abdul Gustina Gustina Hadi Sudarmo Hamundu, Ahmad Hasbiadi Hasbiadi Heni Pujiastuti Hisein, Waode Siti Anima Ida Ayu Putu Sri Widnyani Iluh Kariasti Indarsyih, Yusna intan ayu permata sari Ismi Rahma Yani Juwita Juwita Juwita, Juwita Kiki, Wa Ode Kunta, Tamrin L, Mariani La Karimuna La Ode Alwi La Ode Midi, La Ode La Rianda Lampasa, Yunitawati Lesmana, Sakinah Ambang Diandry Lilik Sutiarso Lilik Sutiarso LM Fid Aksara, LM Fid Lukman Yunus Mariani Mariani Mariani Mariani Marsuki Iswandi, Marsuki Ma’suf, Assayuthi Muh Syukri Sadimantara Muh. Syukri Sadimantara Muh. Syukri Sadimantara Muhammad Syukri muhrifa, muhrifa mulianingsih, sitti Muslihun Husuni, La Ode Muhammad Nadila Hance Nafilawati Nafilawati Napu, Fithriah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nur Alam Nur Asyik Nur Asyik Nur Asyik, Nur Nurcayah R. Marsuki Iswand Rayuddin Rayuddin Rayuddin, Rayuddin Resman, Resman Reza Reza Rismawan, Yandi Rizal, Muahammad Rosmawaty Rosmawaty Sahrim, Sahrim sahrul, ade Sailila, Annur Babatia Sakinah Ambang Sakir Sakir Samsul, Andini Wulandari Sarinah Sarinah Sarinah Sarinah Sri Rejeki Sri Wahyuni Subhan Sudarmi Sudarmi Sukmawati Abdullah Sultan Sultan Suwarjoyowirayatno Suwarjoyowirayatno Syahria Rizka Syukri, Muh. T Taryono T Taryono, T Tamrin Tamrin Taryono, Taryono Wa Embe Wahyuni, Andi Rini Waode Aisyah Weka Gusmiarty Weka Gusmiarty Abdullah Weka Gusmiarty Abdullah, Weka Gusmiarty Yandi Rismawan Yunitawati Lampasa Yusna Indarsyih Yusna Indarsyih Yusriadin, Yusriadin Zainuddin, Yuliani