Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT DENGAN PENDEKATAN HEALTH TECHNOLOGY ASSESSMENT (HTA) Dewi Marhaeni Diah; Anggun Rafisa; Ahmad Yani
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.183 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i2.10349

Abstract

Prevalensi malnutrisi di rumah sakit masih sangat tinggi, diduga pelayanan gizi menjadi salah satu penyebabnya. Penelitian bertujuan untuk melakukan asesmen pelayanan gizi rumah sakit dengan pendekatan HTA. Desain penelitian studi kasus dengan pendekatan mixed method concurrent embedded. Pemilihan sampel kualitatif secara purposive sampling, sedang kuantitatif dengan total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan September-Desember 2014 di RS vertikal (Situs 1) dan RS skunder swasta  (Situs 2). Analisis data kuantitatif dilakukan secara deskriptif sedang kualitatif secara content analysis. Peran manajer pada kedua situs cukup baik, hal ini dapat dilihat dari dibentuknya tim terapi gizi rumah sakit dan peningkatan kualitas SDM. Teknologi pelayanan gizi pada kedua situs belum  memenuhi standar Kemenkes. Persepsi pasien terhadap mutu pelayanan makanan pada Situs 1 belum baik sedang pada situs 2 sudah baik. Asupan nutrisi pasien Situs 1 lebih rendah dibanding kebutuhan pasien, sedang pada Situs 2 lebih tinggi dari pada kebutuhan.  Kerugian ekonomi akibat sisa makanan pada Situs 1 lebih tinggi dibanding Situs 2. Pelayanan gizi rumah sakit belum berjalan optimal,  kerugian ekonomi akibat sisa makanan pasien masih tinggi. Rumah sakit diharapkan membuat kebijakan operasional pelayanan gizi rumah sakit agar pasien mendapat pelayan yang  lebih adekuat.Kata Kunci: pelayanan gizi, pendekatan HTA, rumah sakit.
Perubahan Individu Dalam Organisasi Puskesmas Studi Kasus Revitalisasi Puskesmas di Kabupaten Sumedang nina triana; Elsa Pudji Setiawati; Insi Farisa Desy; Deni Sunjaya; Dadi Argadiredja; Dewi Marhaeni Diah
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.717 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i3.10351

Abstract

Revitalisasi Puskesmas merupakan upaya Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan kinerja Puskesmas melalui berbagai perubahan dalam penyelenggaraan Puskesmas. Perubahan-perubahan tersebut sejalan dengan semangat reformasi pembangunan khususnya reformasi otonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen perubahan oleh individu Puskesmas. Metode Desain penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif dengan paradigma konstruktivism dan strategi studi kasus. Metode analisis yang digunakan adalah tematik. Subyek penelitian ini adalah kepala dinas kesehatan dan kepala Puskesmas. Hasil model manajemen perubahan ADKAR mendukung hasil yang menunjukkan bahwa konstruk perubahan individu Puskesmas didasari oleh tahap-tahap yang harus berurutan. Simpulan Perubahan oleh individu dalam revitalisasi Puskesmas tidak terbangun secara utuh sehingga memengaruhi pencapaian perubahan yang diharapkan.Kata kunci : ADKAR,manajemen perubahan, revitalisasi Puskesmas
Eel Cookies Supplement and Incidence of Diarrhea in Children Aged 12–24 Months Nur Eva Aristina; Dedi Rachmadi; Dewi Marhaeni Diah Herawati; Hadi Susiarno; Dida Akhmad Gurnida; Deni Kurniadi Sunjaya
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3674.221 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v8i1.3885

Abstract

Diarrhea is one of the main causes of death in infants and toddlers in Indonesia. The Indonesian eel is a source of animal protein that contains high nutrients, including vitamin A and zinc, so it can be used to boost immunity. The objective of this study was to analyze the effect of eel cookies on the incidence of diarrhea in children. This was a double-blind randomized control trial (RCT) post-test study on 44 children aged 12–24 months at Garuda Public Health Center, Bandung city, who were selected using the simple random sampling method. The study was conducted for 2 months from January to February 2017. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results showed that there was an effect of eel cookies in reducing diarrhea incidence in toddlers (p<0.001), with no diarrhea condition seen among the toddlers among 18 children who had a history of diarrhea in the past and among 20 other children with no history of past diarrhea. In conclusion, eel cookies can reduce the incidence of diarrhea in children aged 12–24 months. Hence, it can be used as a functional food to improve child immunity as one of the efforts to prevent infectious diseases, especially diarrhea. SUPLEMENTASI COOKIES IKAN SIDAT TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12–24 BULANPenyakit diare merupakan salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan balita di Indonesia. Ikan sidat merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak mengandung vitamin A dan seng sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian cookies ikan sidat terhadap kejadian diare pada balita. Desain penelitian dengan randomized controll trial (RCT) posttest group design dengan double blind. Subjek penelitian adalah balita usia 12–24 bulan di Puskesmas Garuda Kota Bandung sebanyak 44 responden. Penelitian dilakukan selama 2 bulan mulai Januari–Februari 2017. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pemberian cookies ikan sidat terhadap penurunan kejadian diare pada balita (p<0,001), yaitu tidak ada perubahan kondisi balita dari tidak diare menjadi diare, dan terdapat 18 balita yang pernah memiliki riwayat penyakit diare mengalami perubahan setelah diberikan perlakuan sehingga tidak mengalami diare, sedangkan 20 orang di antara yang tidak memiliki riwayat penyakit diare setelah mendapatkan perlakuan tetap tidak mengalami diare. Simpulan, terdapat pengaruh pemberian cookies ikan sidat terhadap penurunan kejadian diare pada balita usia 12–24 bulan. Oleh karena itu, cookies ikan sidat dapat digunakan sebagai makanan fungsional untuk meningkatkan imunitas anak sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit infeksi terutama diare.
Effects of Android-Based Sayang ke Buah Hati (SEHATI) Application towards Mothers’ Knowledge and Children’s Skill on Hand Washing with Soap Yopi Suryatim Pratiwi; Heda Melinda Nataprawira; Bambang Sasongko Noegroho; Farid Husin; Dewi Marhaeni Diah Herawati; Julistio T.B. Djais
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.711 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v7i2.2756

Abstract

Hand washing with soap is the most straightforward skill that elementary school-aged children should have to avoid infectious disease transmission. Rapid development of today’s technology has led to efforts to develop android-based applications for smartphones to improve health-related knowledge. Sayang ke Buah Hati (SEHATI) application is an android-based application for improving mother’s knowledge on health-related issues. The objective of this study was to analyze the effects of SEHATI application in improving mothers' knowledge regarding hand washing and the relationship between mothers' knowledge and children's skills improvement in hand washing with soap. This was a quasi-experimental study with pretest-posttest one group design conducted in the period of February to March 2017 on 33 mothers and students of grades 1 and 2 of Uchuwwatul Islam Elementary School in Bandung city who met the inclusion criteria, not met exclusion criteria, and are willing to participate as respondents. Knowledge data were analyzed using paired t test while skill data were analyzed using Spearman rho. Results showed that SEHATI application improved mothers' knowledge on hand washing with soap (p<0.001). A relationship was observed between mothers' knowledge and improved children's skill in hand washing with soap (p<0.001). It is concluded that SEHATI application can be used as a guide for parents to find health-related information, which improves mother's knowledge on hand washing with soap and indirectly improves children's skill in hand washing with soap. PENGARUH APLIKASI SAYANG KE BUAH HATI (SEHATI) BERBASIS ANDROID TERHADAP PENGETAHUAN IBU DAN KETERAMPILAN ANAK TENTANG CUCI TANGAN PAKAI SABUNMencuci tangan menggunakan sabun merupakan keterampilan paling sederhana yang harus dimiliki anak usia sekolah dasar untuk mencegah penyakit menular. Perkembangan teknologi yang berkembang pesat saat ini merupakan salah satu upaya meningkatkan pengetahuan ibu, yaitu dengan memanfaatkan aplikasi Sayang ke Buah Hati (SEHATI) yang tersimpan dalam smartphone android. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh penerapan aplikasi SEHATI berbasis android pada ibu terhadap peningkatan pengetahuan tentang cuci tangan pakai sabun dan hubungan antara pengetahuan ibu dan keterampilan anak tentang cuci tangan pakai sabun. Penelitian menggunakan metode quasi-experiment dengan pretest-posttest one group design. Subjek penelitian adalah 33 ibu dan anak kelas 1 dan 2 SD Uchuwwatul Islam di Kota Bandung yang telah memenuhi kriteria inklusi dan tidak termasuk kriteria eksklusi serta bersedia menjadi responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2017. Analisis data pengetahuan menggunakan uji t berpasangan, sedangkan analisis data keterampilan menggunakan Spearman ro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SEHATI meningkatkan pengetahuan ibu tentang cuci tangan pakai sabun (p<0,001). Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dan keterampilan anak tentang cuci tangan pakai sabun (p<0,001). Simpulan, aplikasi SEHATI dapat digunakan sebagai panduan orangtua dalam mencari informasi kesehatan yang mampu meningkatkan pengetahuan ibu serta berdampak pada keterampilan anak tentang cuci tangan pakai sabun.
The Differences in Maternal Compliance in Completing Basic Immunization between Two Groups Ita Susanti; Dewi Marhaeni Diah Herawati; Eddy Fadlyana; Herry Herman; Kusnandi Rusmil; Firman Fuad Wirakusumah
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.936 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v8i3.3280

Abstract

Immunization programs are implemented in Indonesia since 1956. Although the government has established a complete basic immunization program for infants aged 0–12 months, there are still more than 1.4 million child deaths in the world each year due to various infectious diseases. The diseases can be prevented by immunization. Low basic immunization coverage in infants is related to parental non-compliance in fulfilling primary immunization. The purpose of this study was to measure the differences in maternal compliance in completing basic immunization in two groups. Samples are a group of mothers provided with Maternal Child Health (MCH) book and special booklet, and another group provided with MCH book only. This study used a quasi-experiment design with quantitative methods with a sample of 76 respondents chosen by simple random sampling—this research conducted in August–October 2017 in Pir Batee Puteh Health Center, West Woyla district. The results indicate that there were differences in maternal compliance in completing basic immunization in mothers with MCH book and special booklet to mothers with only MCH book. Immunization health education interventions based on the MCH book and special booklet can improve the mother's compliance in completing the baby's basic immunization. PERBEDAAN KEPATUHAN IBU DALAM MELENGKAPI IMUNISASI DASAR ANTARA DUA KELOMPOKProgram imunisasi mulai dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 1956. Meskipun pemerintah telah menetapkan program imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0–12 bulan, masih terdapat lebih dari 1,4 juta kematian anak di dunia setiap tahun karena berbagai penyakit menular yang pada dasarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Cakupan imunisasi dasar yang rendah pada bayi berkaitan dengan ketidakpatuhan orangtua dalam memenuhi kelengkapan imunisasi dasar. Tujuan penelitian ini adalah mengukur perbedaan kepatuhan ibu dalam memenuhi kelengkapan imunisasi dasar pada dua kelompok. Sampel adalah kelompok ibu yang diberikan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan booklet, serta kelompok ibu yang diberikan buku KIA saja. Penelitian ini menggunakan desain quasy-experiment dan metode kuantitatif dengan sampel 76 responden yang dipilih secara simple random sampling. Penelitian dilakukan pada Agustus–Oktober 2017 di wilayah kerja Puskesmas Pir Batee Puteh, Kecamatan Woyla Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kepatuhan ibu dalam memenuhi kelengkapan imunisasi dasar pada ibu yang diberikan buku KIA dan booklet dengan ibu yang hanya diberikan buku KIA. Intervensi pendidikan kesehatan imunisasi berdasar atas buku KIA dan booklet dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu tentang pentingnya imunisasi pada bayi sehingga meningkatkan kepatuhan ibu dalam melengkapi imunisasi bayinya.
A Qualitative Evaluation Study of The Infant and Young Child Feeding Counselling Fitria Nurwulansari; Deni Kurniadi Sunjaya; Dida Akhmad Gurnida; Dewi Marhaeni Diah Herawati; Ieva Baniasih Akbar
Pediomaternal Nursing Journal Vol. 7 No. 2 (2021): VOLUME 7 NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pmnj.v7i2.28375

Abstract

Introduction: The Infant and young child feeding (IYCF) counselling program is an international strategy to improve IYCF practices in the community. This study aimed to explore the implementation of the program through the logic model approach.Methods: A qualitative method was employed for this evaluation study. Fifteen participants were selected by purposive random sampling, and data collection was conducted by in-depth interview, focus group discussion, observation, and document study. Data were processed from transcription, reduction, coding, categorizing to data interpretation and assessed by content analysis.Results: IYCF training is a cascading training and a combination of adult and fun learning that effectively produces a mixture of counsellors who can provide counselling using the counselling cards. However, the gap in the number of cadre counsellors and the target of counselling, as well as the limited time, low financial support, over workload, and inadequate supervision, resulted in poor recording and low numbers of clients who had been exposed to counselling. Nevertheless, this counselling has a positive effect on maternal knowledge and attitude. Still, the existence of traditional community practices, family and environmental factors are barriers to the implementation of proper IYCF practices.Conclusion: IYCF counselling effectively improved IYCF practices, so it has to be continued with strengthening the number of counsellors, recording and supervision activities. Changing strategy in counselling by involving other adult household members like grandmother or neighbours are explicitly targeted for more effective in improving the practices of infant and young child feeding.
KELAS HYPNOBIRTHING SEBAGAI MIND-BODY AND INTERVENTIONS: STUDY KUALITATIF DI PUSKESMAS RAWAT INAP KOTA YOGYAKARTA Ari Andriyani; Jusuf Sulaeman Jusuf Sulaeman; Dewi Marhaeni
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 4, No 1: Maret 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v4i1.21

Abstract

Latar belakang: Jumlah ibu hamil yang mengalami kecemasan cenderung meningkat, hal ini mempengaruhi outcome persalinan serta kesehatan fisik dan mental janin. Hypnobirthing adalah salah satu mind-body intervention untuk mengurangi rasa cemas, takut, panik, dan tegang saat kehamilan dan persalinan. Tujuan: untuk mengekplorasi persepsi atau tanggapan hypnobirthing sebagai mind-body intervention dalam memper-siapkan persalinan dan kelahiran. Metode: Rancangan kualitatif dengan strategi fenomenologi, dilakukan dengan teknik wawancara mendalam. Sampel kualitatif dilakukan secara purposive sampling terhadap 17 informan. Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Mergang-san, Jetis, dan Tegalrejo Kota Yogyakarta pada bulan Januari sampai April 2014, analisis data kualitatif dengan analisis konten. Hasil: Kelas hypnobirthing mengurangi nyeri, mempersingkat persalinan kala I dan kala II, menurunkan perasaan tegang, khawatir mengalami hal buruk, ketakutan, gugup, gelisah, ragu–ragu, khawatir dan bingung, serta menin-gkatkan perasaan puas, percaya diri, santai, bermakna, mantap dan senang. Keberhasilan hypnobirthing dalam menurunkan kecemasan dipengaruhi oleh dukungan keluarga, kenyamanan tempat persalinan, sarana relaksasi, dan gangguan ketenangan. Simpulan: Partisipan hipnobirthing merasa terpenuhi kebutuhan fisik, emosional dan spiritual mereka selama ke-hamilan dan persalinan
ASUPAN GIZI DAN POLA MAKAN ANAK STUNTING USIA 12-23 BULAN DI DESA LOKASI KHUSUS (LOKUS) KABUPATEN CIREBON Dwi Kusumayanti Dwi Kusumayanti; Dewi Marhaeni Dewi M Diah Herawati
GIZI INDONESIA Vol 44, No 2 (2021): September 2021
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v44i2.446

Abstract

Stunting is a health problem in Cirebon Regency, 24.9 percent of er two years old are stunted. The problem of stunting that occurs during the age period of er two years old is the lack of nutrient intake which is influenced by the mother's upbringing in feeding her child. The purpose of this study was to determine the nutritional intake and diet of stunting children aged 12-23 months in the locus village of Cirebon Regency. The design is a mixed-method with a sequential explanatory strategy. Quantitative research to see the food intake of stunting children while qualitative research was used to determine the diet of stunting. Quantitative samples were 40 people, carried out in total sampling, while qualitative as many as 10 people were done by purposive sampling. Quantitative data collection is done through child height measurements and multiple 24-hour recalls for 3 days. Qualitative data collection is done by in-depth interviews. Quantitative data analysis was carried out descriptively, while qualitative data analysis was carried out through transcription, coding, categorization, theme making. The results showed that the nutritional intake of stunting children aged 12-23 months in the locus village of Cirebon Regency was 80% AKG (inadequate) for energy, protein, vitamin A, vitamin C, calcium, and zinc. The dietary pattern of stunting children aged 12-23 months in the locus village of Cirebon Regency is a non-varied menu, the frequency of inappropriate feeding, the number of less, types that are not diverse and irregular schedules than recommended. Nutritional intake does not meet the needs of children, while the dietary pattern is not following the standards of the Ministry of Health.Keywords: nutritional intake, dietary pattern, stunting children, ages 12-23 months ABSTRAK Stunting menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Cirebon, sebanyak 24,9% baduta mengalami stunting. Permasalahan stunting yang terjadi selama periode usia baduta adalah kurangnya asupan nutrisi yang dipengaruhi oleh pola asuh ibu dalam pemberian makan pada anaknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui asupan gizi dan pola makan anak stunting usia 12-23 bulan di desa lokus Kabupaten Cirebon. Desain penelitian ini adalah adalah mixed method dengan strategi sequential explanatory. Penelitian kuantitatif untuk melihat asupan makan anak stunting sedang penelitian kualitatif digunakan untuk mengetahui pola makan anak stunting usia 12-23 bulan. Jumlah sampel kuantitatif 40 orang, dilakukan secara total sampling, sedang kualitatif sebanyak 10 orang dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan melalui pengukuran tinggi badan anak dan  multiple 24 hour recall selama 3 hari. Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam. Analisis data kuantitatif dilakukan secara deskriptif, sedang analisis data kualitatif dilakukan melalui transkripsi, koding, kategorisasi, pembuatan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan gizi anak stunting usia 12-23 bulan di desa lokus Kabupaten Cirebon adalah tidak adekuat untuk energi, protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, dan seng. Pola makan anak stunting usia 12-23 bulan di desa lokus Kabupaten Cirebon adalah menu yang tidak variatif, frekuensi pemberian makan yang tidak sesuai, jumlah yang kurang, jenis yang tidak beragam dan jadwal yang tidak teratur dari yang dianjurkan. Asupan gizi belum memenuhi kebutuhan anak, sedangkan pola makan belum sesuai dengan standar Kemenkes. Kata kunci: asupan gizi, pola makan, anak stunting, usia 12-23 bulan
Nutritional Intake And Affecting Factors Of Edelry People Living At Nursing Home Ravika Khaila Arrum; Dewi Marhaeni Diah Herawati; Lazuardi Dwipa
Jurnal Kesehatan Prima Vol 14, No 2 (2020): AUGUST
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v14i2.473

Abstract

The incidence of malnutrition in elderly at nursing homes has reached 20%. Malnutrition is caused by inadequate nutritional intake which is affected by multiple factors, including internal factors and external factors. The purpose of this study was to determine the nutritional intake and affecting factors which support nutritional intake adequacy of elderly people living at Tresna Werdha Budi Pertiwi Nursing Home. The design of study was descriptive mixed method with sequential explanatory approach. The quantitative analysis was conducted to determine the amount nutritional intake, while the qualitative analysis was performed to explore the internal and external factors which involved adequate nutritional intake of the elderly people. The subjects were 20 elderly people recruited by a total sampling method living at the Tresna Werdha Budi Pertiwi Nursing Home, who met the inclusion and exclusion criteria. The nutritional intake was assessed using 24 hours food recall by nutritionist and its comparison with the Indonesian nutrition recommendation. Meanwhile, the internal and external factors were explored through in-depth interviews . The average nutritional intake of the elderly people was insufficient to meet the RDA standards, except for vitamin A. The internal affecting factors included early satiety, xerostomia or dry mouth and poor chewing ability. The external affecting factors included unbalanced portion sizes, poor food variety and eating alone. The elderly people living at the nursing home had inadequate nutritional intake, except for vitamin A. The internal factors which had negative effects were early satiety and xerostomia, while the external factors included unbalanced portion sizes, poor food variety and eating alone.
Efficacy Of Eel Cookies On Improving Nutritional Status Of Pregnant Women With Chronic Energy Defifiency Devi Pratiktowati; Dewi Marhaeni Diah Herawati; Ginna Megawati; Deni Kurniadi Sunjaya
Jurnal Kesehatan Prima Vol 14, No 2 (2020): AUGUST
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v14i2.493

Abstract

A high prevalence chronic energy deficiency (CED) in pregnant women exist in Indonesia, which approximately 16.2%. The government had made various efforts to eliminate CED in pregnant women. Therefore, our study aimed to analyze the efficacy of eel cookies on improving nutritional status of pregnant women with CED risk. An experiment with a pre-post design of 36 pregnant women with risk of CED in Ciletuh, Sukabumi was carried out for 30 days. Pregnant women in intervention group were given eel cookies, while control group were given cookies without eel. At the beginning and end of the study, MUAC were measured and food intake was assessed through a 24 hour recall. The research data was analysed using t-test, Mann-Whitney test and chi square. Significant difference in body weight between intervention and control groups was not found (p > 0.05). The mean bodyweight in intervention group after intervention (48.5) was higher than in control group (48.3). The Mean bodyweight and MUAC in the two groups before and after intervention also did not show a significant difference  (p> 0.05). The risk of CED in pregnant women who received eel cookies were lower compared to the control group. Consumption of eel cookies can reduce CED risk in pregnant women by 35%, while cookies without eel only reduce the risk by 29.4%. Eel cookies had higher efficacy compared to cookies without eel on reducing CED risk in pregnant women.
Co-Authors Ahmad Yani ahmad yani Aldi Harry Ramdani, Aldi Harry Alfi Syahri Amani Sakinah Augiani Ananda Sagita Anggraeni, Erizvina Marisa Anggun Rafisa Ari Andriyani Ari Andriyani Arief S. Kartasasmita Augiani, Amani Sakinah Aziz, Muhammad Alamsyah Bambang Sasongko Noegroho Budi Handono Dadi Argadiredja Dadi Argadiredja, Dadi Dany Hilmanto Dedeh Dedeh Dedeh Dedeh, Dedeh Dedi Rachmadi Dedi Rachmadi Deni Kurniadi Sunjaya Deni Sunjaya Deni Sunjaya, Deni Devi Pratiktowati Dewi Kania Intan Permatasari Dida Akhmad Gurnida Dida Akhmad Gurnida Dida Akhmad Gurnida Dida Gurnida Dwi Kusumayanti Dwi Kusumayanti Dwi Prasetyo Dzulfikar Djalil Lukmanul Hakim Eddy Fadlyana Eko Fuji Ariyanto Elly Yana, Elly Elsa Pudji Setiawati Elsa Pudji Setiawati Erizvina Marisa Anggraeni Erna Herawati, Erna Farid Husin Farid Husin Farid Husin Fauzah Cholashotul I’anah Fedri Rinawan, Fedri Firman Fuad Wirakusumah Fitria Nurwulansari Fiva Aprilia Kadi Fiva Aprilia Kadi Fransisca Sri Susilaningsih Fransisca Sri Susilaningsih Ginna Megawati Ginna Megawati Gizella Gizella Guswan Wiwaha Heda Melinda Nataprawira Herry Herman Ibnu Suryatmojo Ida Siti Nurparida Ieva Baniasih Akbar Ignatius Setiawan Iis Rosita Ika Murtiyarini Insi Farisa Desy Insi Farisa Desy Arya Insi Farisa Desy, Insi Farisa Iriani, Oktarina Sri Irna Sufiawati Irvan Afriandi Irvan Afriandi Ita Susanti Johannes C. Mose Julistio T.B. Djais Julistio TB Djais Jusuf Sulaeman Jusuf Sulaeman Jusuf Sulaeman Kamilah, Kiki Kusnandi Rusmil Kusumaningrum, Hesti Lani Gumilang Lastri Asmuniati Lazuardi Dwipa Linasari, Desy Lulu Eva Rakhmilla Lulu Eva Rakhmilla, Lulu Eva M Aris Rizqi Majid, Tita Husnitawati Miftahurachman Miftahurachman Miftahurachman Miftahurachman, Miftahurachman Nanan Nur&#039;aeny Nanan Nur&#039;aeny Nendhi Wahyunia Utami Nilavenmalar Perianan nina triana Nina Triana Ningsih, Nining Ade Nita Arisanti Noormarina Indraswari Nugraha, Gaga Irwan Nur Eva Aristina Nurdiani Rakhmayanthie, Nurdiani Palomina Caesarea Nurhasanah Palomina Caesarea Nurhasanah, Palomina Caesarea Perianan, Nilavenmalar Priyo Sulistiyono puteri fadillah zahra puteri fadillah zahra, puteri fadillah Raden Tina Dewi Judistiani Rahmatia Djou Ravika Khaila Arrum Resnaldi Resnaldi Resnaldi, Resnaldi Santi Suarsih, Santi Saparuddin Latu Setiawan . Shinta Tresna Fujianti Shinta Tresna Fujianti, Shinta Tresna Siti Damayanti Sri Endah Rahayuningsih Sulistiyono, Priyo Sunardhi Widyaputra Sunjaya, Deni i Kurniad Susiarno, Hadi Syahruddin, Akmal Novrian Tenny Setiani Dewi Tisnasari Hafsah Tisnasari Hafsah, Tisnasari Tita Husnitawati Majid Viramitha Kusnandi Rusmil Vita Murniati Terawan Wardani, Yusrima Syamsina Yopi Suryatim Pratiwi Yudi Wahyudi Yusrima Syamsina Wardani Zulvayanti Zulvayanti