Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluation implementation growth monitoring and promotion: a case study East Lampung district Kamilah, Kiki; Herawati, Dewi Marhaeni Diah; Indraswari, Noormarina
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 14, No 2: June 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v14i2.24094

Abstract

The implementation of growth monitoring and promotion (GMP), which functions to monitor the growth and development of toddlers, is carried out by integrated service post community health volunteers (CHVs) (in Indonesia called Posyandu), allegedly has not been implemented properly. This research aimed to evaluate the implementation of GMP, its barriers, and supporting factors. The research design is concurrent mixed methods. Quantitative data collection was carried out using GMP practice observation sheets with a sample of 30 CHVs. GMP practice observations were carried out by three observers and the results were analyzed using multi facet Rasch measurement (MFRM). Qualitative data was collected through in-depth interviews and focus group discussion (FGD) with 27 informants. The research results show that GMP practices in the components of growth measurement, plotting measurement results, interpretation of growth indicators, and counseling still need to be improved. Barriers to implementing GMP are human resources, facilities, and infrastructure, lack of motivation, attitude of mothers of toddlers, inadequate capacity of CHV Posyandu, and lack of village government support. Supporting the implementation of GMP is the participation, monitoring, and role of CHVs in human development. The research concludes that the practice of implementing GMP in these four components is considered not optimal. It is recommended that Posyandu CHVs need to increase their capacity in implementing GMP so that the growth and development of children under five can be properly monitored to prevent early malnutrition and stunting.
Effect of nutritional intake towards Angular cheilitis of orphanage children Rakhmayanthie, Nurdiani; Herawati, Erna; Herawati, Dewi Marhaeni Diah
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 28, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.872 KB) | DOI: 10.24198/pjd.vol28no3.13674

Abstract

Introduction: Angular cheilitis is one of the oral manifestations of iron, vitamin B12, and folate deficiency. This manifestation frequently seen in people at first and second decade. The purpose of this study was to obtain the prevalence of angular cheilitis and its classifications related to the nutritional intake level in 6-18 years old children. Methods: This research was a descriptive study with 53 children between 6-18 years old from Muhammadiyah Orphanage Bandung as the samples. The oral cavity was examined clinically and their food consumption in a week was noted in Food Recall 24 hours and Food Frequency Questionnaire (FFQ) in order to measure their nutritional intake level. Results: There are 23 children with angular cheilitis. 13% has iron and folate deficiencies, and 87% has iron, vitamin B12, and folate deficiencies. Angular cheilitis types that has been found are Type I (39%), Type II (48%) and Type III (13%). Conclusion: The prevalence of angular cheilitis in 6-18 years old children in Muhammadiyah Orphanage Bandung was moderately high, most of them were having iron, vitamin B12, and folate deficiencies. Type II angular cheilitis was the most frequently seen.
Peningkatan Pengetahuan Tuberkulosis Kehamilan dan Perinatal di Kalangan Tenaga Kesehatan Judistiani, Tina Dewi; Handono, Budi; Sunjaya, Deni i Kurniad; Diah, Dewi Marhaeni; Linasari, Desy; Gumilang, Lani
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v4i1.301

Abstract

Indonesia merupakan negara terbanyak ketiga dengan kasus Tuberkulosis (TB) terbanyak di dunia setelah India dan Cina. Penyakit TB masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan pencegahan dan pengendalian untuk menurunkan jumlah kasus TB. Peningkatan kasus TB pada wanita usia reproduktif mengakibatkan naiknya angka TB pada ibu hamil. Ibu hamil dengan infeksi TB dapat meningkatkan risiko kematian dan berat badan lahir rendah. Tenaga kesehatan di rumah sakit memerlukan pengetahuan yang cukup untuk upaya pencegahan penularan dan upaya untuk mendukung Indonesia bebas TB tahun 2050. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan untuk tenaga kesehatan tentang TB pada kehamilan dan penatalaksanaanya. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan melakukan kegiatan webinar lewat aplikasi zoom meeting. Kegiatan webinar dihadiri oleh 562 peserta. Hasil kegiatan dievaluasi menggunakan kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah pemaparan materi webinar. Rata-rata pengetahuan sebelum webinar sebesar 36,23 dan setelah pemaparan materi webinar oleh para narasumber pengetahuan peserta naik menjadi 80,60. Berdasarkan hasil kuesioner terdapat peningkatan pengetahuan peserta webinar antara sebelum dan sesudah pemaparan materi.
Rebon Shrimp Powder Addition Influence to Nutritional Values, Organoleptic Properties and Acceptance of Supplementary Food by Children Aged 4-5 Years Old Sulistiyono, Priyo; Herawati, Dewi Marhaeni Diah; Arya, Insi Farisa Desy
Kesmas Vol. 11, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi gizi kurang dan stunting pada anak bawah lima tahun (balita) di Kota Cirebon masih cukup tinggi yaitu mencapai 13,9% dan 15,7%. Udang rebon (Acetes erythraeus) memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi. Pengaruh penambahan udang rebon dalam makanan tambahan (bubur lemu dan bolu kukus) terhadap kualitas gizi diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bubuk udang rebon terhadap nilai gizi, sifat organoleptik dan daya terima. Uji laboratorium dan perangkat lunak Nutriservey digunakan untuk analisis nilai gizi bubuk udang rebon dan gizi makanan tambahan. Uji organoleptik menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan (bubuk udang rebon 0%, 5%, 10%, 15%) dilakukan dua kali pengulangan. Responden adalah 30 mahasiswa program studi gizi Cirebon, mrnggunakan 7 skala hedonik (uji organoleptik) dan 50 anak-anak usia 4-5 tahun di posyandu (uji daya terima). Hasilnya adalah kadar abu, protein dan kalsium bubuk udang rebon memenuhi Standar Nasional Indonesia. Energi, protein dan kalsium meningkat signifikan (nilai p < 0,05). Kandungan gizi per 100 gram bolu kukus dengan bubuk udang rebon 5% memenuhi angka kecukupan gizi energi 21,6%, protein 18,9% dan kalsium 25,9%. Tingkat kesukaan pada warna, aroma, rasa, tekstur dan keseluruhan berbeda signifikan (nilai p < 0,05). Bubur lemu dengan bubuk udang rebon 5% dapat diterima oleh 80% balita dan bolu kukus mencapai 88%. Malnutrition and stunting prevalence in under-five children in Cirebon City are still high that reach 13.9% and 15.7%. Rebon shrimp (Acetes erythraeus) contains high protein and calcium. Influence of adding rebon shrimp in supplementary food (lemu porridge and steamed sponge) towards nutrition quality was investigated. This study aimed to determine effects of rebon shrimp powder on nutritional values, organoleptic properties and food acceptance. Laboratory test and Nutriservey software were used to measure nutritional value of rebon shrimp powder and nutrition of supplementary food. Organoleptic test used completely randomized design with four treatments (0%, 5%, 10%, 15% shrimp powder) and two repetitions. Respondents were 30 students of Nutrition Studies Program in Cirebon with 7 hedonic scale (organoleptic test) and 50 children aged 4-5 years in integrated health care (acceptance test). As the result, the level of ash, protein and calcium of rebon shrimp powder met the Indonesian National Standard. Energy, protein and calcium significantly increased (p value < 0.05). Nutrient content of steamed sponge per 100 gram with 5% rebon shrimp powder supplied 21.6% energy, 18.9% protein and 25.9% calcium on recommended dietary allowances. Preference level of color, flavor, taste, texture and overall were significantly different. Lemu porridge with 5% rebon shrimp powder was accepted by 80% of the children and the steamed sponge acceptance reached 88%.
Evaluasi Pelaksanaan Konseling Menyusui Murtiyarini, Ika; Herawati, Dewi Marhaeni Diah; Afriandi, Irvan
Kesmas Vol. 9, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pemberian ASI di Indonesia adalah dengan memberikan konseling menyusui di pelayanan kesehatan. Penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan konseling menyusui di Kota Jambi dengan mengeksplorasi komponen input, activity, output, dan outcome. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan strategi studi kasus. Penelitian dilakukan di empat puskesmas Kota Jambi pada bulan Desember 2013 sampai dengan Februari 2014. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen, observasi pelaksanaan konseling menyusui dan sarana prasarana, wawancara mendalam, serta focus group discussion. Analisis data yang digunakan adalah analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen input dan activity kurang optimal seperti kurangnya sumber daya manusia, keterbatasan sarana prasarana, belum ada petunjuk teknis pelaksanaan konseling menyusui, belum ada pemantauan pascapelatihan, kurangnya komitmen personal konselor, belum ada penegasan program, serta lemahnya pengawasan. Komponen output masih kurang baik, terlihat pada belum terdapat data jumlah klien yang diberi konseling menyusui dan jumlah monitoring/supervisi. Komponen outcome menunjukkan bahwa kepuasan klien konseling menyusui kurang. Pelaksanaan konseling menyusui di Kota Jambi masih kurang optimal. Terlihat dari komponen input masih kurang memadai, komponen activity belum berjalan optimal, sedangkan komponen output dan komponen outcome belum mencapai hasil yang diharapkan. The government’s efforts in improving breastfeeding in Indonesia is to provide breastfeeding counseling services in health care especially at primary health care centre. Therefore it is necessary to evaluate the implementation of breastfeeding counseling in the City of Jambi by exploring its input, activity, output, and outcomes components. This study was a qualitative research using case study strategy. The study was conducted in four health centers City of Jambi during December 2013 to February 2014. Data were collected through document study, breastfeeding counseling and execution infrastructure observation, in-depth interviews, and focus group discussion. Data analysis includes transcription, reduction, coding, categorizing, themes, and interpretation of research results. The results showed that the component inputs and activity were not done optimally due to a lack of human resources, infrastructure limitations, unavailability of technical guidelines, non-existence of post training monitoring or supervision, lack of counselor’s personal commitment, lack of program clarity, as well as poor management and supervision of the health department. Aservice output were not also good as indicated by data unavailability of clients served and none of monitoring has been conducted. Outcome component showed that there were still a lack of client satisfaction and resolved breastfeeding problems after acquiring breastfeeding counseling as an conclusion, implementation of breastfeeding counseling in the City of Jambi is still less than optimal, seen from the input components is still inadequate, activity components are not yet optimal, while the outputs and outcomes components not achieving the expected.
Contraceptive Methods Selection in Women of Childbearing Age (WUS) in South Sulawesi Province Ningsih, Nining Ade; Latu, Saparuddin; Herawati, Dewi Marhaeni Diah; Syahruddin, Akmal Novrian
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2024): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i4.3545

Abstract

The primary challenge in the population domain is the presence of a large population with a relatively high growth rate. This study aims to ascertain the distribution of modern contraceptives and identify the variables influencing the selection of contraceptive methods among women of childbearing age. The research employed an analytical cross-sectional study design, utilizing bivariate analysis (chi-square test) and multivariate analysis (logistic regression test) for data analysis. The study used secondary data from the 2019 SKAP. The population and research sample were taken based on the cluster approach as an enumeration area. This study takes all women of childbearing age (15-49 years) based on selected clusters in South Sulawesi Province. Among the participants, 205 (25.6%) chose Long-Term Contraceptive Methods (MKJP), while 599 (74.4%) opted for Non-Long-Term Contraceptive Methods (Non-MKJP). Bivariate analysis revealed three variables significantly associated with the choice of contraceptive method: education level, parity, and husband's support (p-value < 0.05). In the logistic regression test utilizing the backward method, the Odds Ratio (OR) values were obtained: for parity (OR = 1.683), signifying that women with child parity >2 were 1.683 times more likely to use MKJP compared to those with parity 2; for husband's support (OR = 1.733), indicating that women receiving husband's support had 1.733 times the likelihood of using MKJP compared to those without husband's support; and for education level (OR = 2.008), suggesting that those with a higher education level were 2.008 times more likely to use MKJP compared to those with lower education. The sequence of related variables influencing contraceptive choice was education level, followed by husband's support, and then parity percentage.
Kelas Hypnobirthing Sebagai Mind-Body And Interventions: Study Kualitatif Di Puskesmas Rawat Inap Kota Yogyakarta Ari Andriyani; Jusuf Sulaeman; Dewi Marhaeni
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/6hzxtt50

Abstract

Background: The number of pregnant women experiencing anxiety tends to increase. It affects both maternaland fetal outcome, physically and mentally health of the fetus. Hypnobirthing is a mind-body intervention to reduceanxiety, fear, panic, and tension during pregnancy and childbirth.Objective: To explore perception or hypnobirthing response as mind-body intervention in preparing for labor andbirth.Method: Qualitative design with phenomenology strategy, done with in-depth interview technique. The qualitativesample was conducted by purposive sampling on 17 informants. The research was conducted in Mergangsan,Jetis, and Tegalrejo District of Yogyakarta City from January to April 2014, analyzing qualitative data with contentanalysis.Results: Class hypnobirthing reduces pain, shortens labor stage I and stage II, lowers feelings of tension, worriesbad, fear, nervous, anxious, hesitant, worried and confused, and increase feelings of satisfaction, self-confidence,relaxed, meaningful, steady and happy.The success of hypnobirthing in reducing anxiety is influenced by family support, birthplace comfort, relaxationfacilities, and disturbance of tranquilityConclusion: hypnobirthing participants feel fulfilled their physical, emotional and spiritual needs during pregnancyand childbirthKeywords: The class hypnobirthing, childbirth anxiety
ACCEPTABILITY AND UTILIZATION OF THE KESCATIN APPLICATION AS A MEDIA FOR REPRODUCTIVE AND PRECONCEPTION HEALTH EDUCATION Yana, Elly; Susiarno, Hadi; Zulvayanti, Zulvayanti; Aziz, Muhammad Alamsyah; Herawati, Dewi Marhaeni Diah; Prasetyo, Dwi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 1 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i1.2324

Abstract

Aplikasi Kescatin merupakan media edukasi berbasis android menawarkan pendidikan pranikah bagi calon pengantin dan pasangan usia subur Penelitian ini dirancang dengan metode campuran secara bersamaan dan dilakukan di kota Pangkalpinang dari Mei hingga Juni 2024. Tujuan penelitian adalah untuk menggali pengalaman bidan menggunakan aplikasi kescatin dan mendeskripsikan penerimaan calon pengantin dalam pemanfaatan aplikasi kescatin. Sangat disarankan agar pengguna berpartisipasi aktif dalam mendukung layanan kesehatan reproduksi bagi catin karena ini akan meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya kesehatan reproduksi, terutama skrining pranikah. Konstruktivisme adalah paradigma dalam penelitian kualitatif, sementara paradigma kuantitatif adalah pos-positivisme. Pengumpulan data kualitatif menggunakan teknik purposive sampling dalam memilih responden berdasarkan kriteria inklusi yang relevan dengan tujuan penelitian. Sejumlah 15 bidan yang memberikan layanan kesehatan reproduksi di wilayah puskesmas Kota Pangkalpinang telah dipilih untuk wawancara mendalam dan sejumlah 40 orang calon pengantin diberikan instrumen kuesioner untuk mengumpulkan data kuantitatif. Penelitian kualitatif menggunakan perangkat lunak Nvivo untuk menganalisis konten, yang mencakup transkripsi, pengkodean, kategorisasi, dan analisis tema. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan tiga tema: layanan kesehatan reproduksi untuk calon pengantin; penggunaan teknologi dan aplikasi kescatin. Terkait pengalaman bidan, penelitian ini menemukan hasil yang berbeda, tidak semua bidan berpikir bahwa aplikasi tersebut dapat membuat kerja bidan lebih baik. Aplikasi kescatin dinilai membuat pekerjaan bidan menjadi lebih banyak dan menghambat pekerjaan lainnya. Menurut hasil penelitian kuantitatif, 95% catin memiliki niat perilaku untuk menggunakan aplikasi tersebut. Singkatnya, aplikasi kescatin dianggap bermanfaat, mudah digunakan, didukung oleh lingkungan sosial, dan didukung oleh kondisi fasilitasi yang memadai untuk memastikan penerimaan dan penggunaan yang optimal.
Co-Authors Ahmad Yani ahmad yani Aldi Harry Ramdani, Aldi Harry Alfi Syahri Amani Sakinah Augiani Ananda Sagita Anggraeni, Erizvina Marisa Anggun Rafisa Ari Andriyani Ari Andriyani Arief S. Kartasasmita Augiani, Amani Sakinah Aziz, Muhammad Alamsyah Bambang Sasongko Noegroho Budi Handono Dadi Argadiredja Dadi Argadiredja, Dadi Dany Hilmanto Dedeh Dedeh Dedeh Dedeh, Dedeh Dedi Rachmadi Dedi Rachmadi Deni Kurniadi Sunjaya Deni Sunjaya Deni Sunjaya, Deni Devi Pratiktowati Dewi Kania Intan Permatasari Dida Akhmad Gurnida Dida Akhmad Gurnida Dida Akhmad Gurnida Dida Gurnida Dwi Kusumayanti Dwi Kusumayanti Dwi Prasetyo Dzulfikar Djalil Lukmanul Hakim Eddy Fadlyana Eko Fuji Ariyanto Elly Yana, Elly Elsa Pudji Setiawati Elsa Pudji Setiawati Erizvina Marisa Anggraeni Erna Herawati, Erna Farid Husin Farid Husin Farid Husin Fauzah Cholashotul I’anah Fedri Rinawan, Fedri Firman Fuad Wirakusumah Fitria Nurwulansari Fiva Aprilia Kadi Fiva Aprilia Kadi Fransisca Sri Susilaningsih Fransisca Sri Susilaningsih Ginna Megawati Ginna Megawati Gizella Gizella Guswan Wiwaha Heda Melinda Nataprawira Herry Herman Ibnu Suryatmojo Ida Siti Nurparida Ieva Baniasih Akbar Ignatius Setiawan Iis Rosita Ika Murtiyarini Insi Farisa Desy Insi Farisa Desy Arya Insi Farisa Desy, Insi Farisa Iriani, Oktarina Sri Irna Sufiawati Irvan Afriandi Irvan Afriandi Ita Susanti Johannes C. Mose Julistio T.B. Djais Julistio TB Djais Jusuf Sulaeman Jusuf Sulaeman Jusuf Sulaeman Kamilah, Kiki Kusnandi Rusmil Kusumaningrum, Hesti Lani Gumilang Lastri Asmuniati Lazuardi Dwipa Linasari, Desy Lulu Eva Rakhmilla Lulu Eva Rakhmilla, Lulu Eva M Aris Rizqi Majid, Tita Husnitawati Miftahurachman Miftahurachman Miftahurachman Miftahurachman, Miftahurachman Nanan Nur&#039;aeny Nanan Nur&#039;aeny Nendhi Wahyunia Utami Nilavenmalar Perianan nina triana Nina Triana Ningsih, Nining Ade Nita Arisanti Noormarina Indraswari Nugraha, Gaga Irwan Nur Eva Aristina Nurdiani Rakhmayanthie, Nurdiani Palomina Caesarea Nurhasanah Palomina Caesarea Nurhasanah, Palomina Caesarea Perianan, Nilavenmalar Priyo Sulistiyono puteri fadillah zahra puteri fadillah zahra, puteri fadillah Raden Tina Dewi Judistiani Rahmatia Djou Ravika Khaila Arrum Resnaldi Resnaldi Resnaldi, Resnaldi Santi Suarsih, Santi Saparuddin Latu Setiawan . Shinta Tresna Fujianti Shinta Tresna Fujianti, Shinta Tresna Siti Damayanti Sri Endah Rahayuningsih Sulistiyono, Priyo Sunardhi Widyaputra Sunjaya, Deni i Kurniad Susiarno, Hadi Syahruddin, Akmal Novrian Tenny Setiani Dewi Tisnasari Hafsah Tisnasari Hafsah, Tisnasari Tita Husnitawati Majid Viramitha Kusnandi Rusmil Vita Murniati Terawan Wardani, Yusrima Syamsina Yopi Suryatim Pratiwi Yudi Wahyudi Yusrima Syamsina Wardani Zulvayanti Zulvayanti